Ada Apa dengan Apple, Belum Genap Setahun Apple Pay Later Telah Dihentikan

ada-apa-dengan-apple,-belum-genap-setahun-apple-pay-later-telah-dihentikan
Ada Apa dengan Apple, Belum Genap Setahun Apple Pay Later Telah Dihentikan
service
Share

Share This Post

or copy the link

Apple pay later

Source : Apple

Teknologi.id – Apple menghentikan Apple Pay Later, layanan pay later dari Apple. Perusahaan mengonfirmasikan hal ini ke 9to5Mac. Layanan ini memungkinkan pinjaman pay later yang bisa dilunasi dalam empat kali pembayaran selama enam minggu. Layanan Apple Pay Later ini memungkinkan pinjaman pay later yang bisa dilunasi dalam empat kali pembayaran selama enam minggu. Layanan Apple Pay Later ini pertama kali dirilis di Amerika Serikat pada Oktober 2023. Apple mengatakan, pengguna bisa mengajukan layanan pay later dari kartu kredit, kartu debit dan pemberi pinjaman ketika check out dengan Apple Pay akhir tahun ini.

Mulai akhir tahun ini, pengguna di seluruh duniaakan dapat mengakses pinjaman angsuran yang ditawarkan melalui kartu kredit dan debit, serta pemberi pinjaman ketika checkout dengan Apple Pay. Dengan diperkenalkannya penawaran pinjaman angsuran global baru ini, kami tidak akan lagi menawarkan Apple Pay Later di AS. Fokus kami terus pada menyediakan pengguna kami dengan akses ke pilihan pembayaran yang mudah, aman dan pribadi dengan Apple Pay.

Baca juga : Ini Dia, Spesifikasi dan Harga iPad Air 2024

Mengapa Apple Pay Later Dihentikan ?

Apple menyebutkan bahwa mulai akhir tahun ini, pengguna di seluruh dunia akan dapat mengakses pinjaman angsuran melalui kartu kredit dan debit, serta pemberi pinjaman lain saat checkout menggunakan Apple Pay. Jadi, Apple Pay Later akan digantikan oleh opsi pinjaman angsuran dari kartu kredit, debit dan pinjaman lain saat melakukan checkout dengan Apple Pay. 

Apple tidak segera menanggapi permintaan komentar lain, soal perubahan sistem angsuran yang dilakuakan secara sangat mendadak ini. Dokumen dukungan Apple mencatat bahwa “Apple Pay Later” tidak lagi menawarkan pinjaman baru. “Tapi untuk pengguna yang sudah sempat menggunakan layanan ini, pinjaman dan pembelian yang sudah ada tidak akan terpengaruh oleh penghentian layanan ini. 

Sebelumnya Menggandeng Goldman Sachs

Sebelumnya, Apple meluncurkan program buy now pay later (BNPL) di Amerika Serikat tahun lalu menggunakan platform internasl. Untuk pertama kalinya, Apple mengeluarkan pinjaman tersebut kepada pelanggan melalui anak perusahaan baru. Apple Pay Later memudahkan pengguna untuk mengajukan pinjaman hingga US$1.000. Dengan fitur ini, pembelian dapat dibagi menjadi empat pembayaran yang sama dalam jangka waktu enam minggu, tanpa dikenakan biaya atau bunga tambahan.

Namun, dalam proses transaksi, perusahaan masih menggandeng Goldman Sachs Group Inc untuk dapat mengakses MasterCard Inc. Apple saat ini sedang dalam proses mengkahiri kemitraan dengan Goldman Sachs. 

“Fokus kami terus memberikan pengguna kami akses terhadap opsi pembayaran yang mudah, aman dan pribadi dengan Apple Pay dan solusi ini akan memungkinkan kami memberikan pembayaran yang fleksibel kepada lebih banyak pengguna, di lebih banyak tempat di seluruh dunia, melalui kolaborasi dengan Apple Pay memungkinkan bank dan pemberi pinjaman,”demikian keterangan manajemen Apple.

Layanan BNPL Masuk ke Dalam Skema Kartu Kredit

Laporan Itechpost menunjukan bahwa penghentian ini juga diputuskan tidak lama setelah pada bulan lalu, Biro Perlindungan Keuangan Konsumen Amerika Serikat mengumumkan layanan BNPL sebagai bagian dari pemberi kartu kredit. Perusahaan dengan layanan BNPL seperti Apple harus melakukan klasifikasi ulang dan harus mematuhi peraturan kartu kredit yang lebih ketat. Otoritas melakukan ini sebagai respons terhadap meningkatkannya kekhawatiran banyak konsumen yang berutang dan memeiliki tunggakan yang banyak pada layanan BNPL. Perlu diingat bahwa Apple masih menghadapi beberapa tuntutan hukum terkait praktik anti-trust yang merugikan konsumen dan pengembang.

Maret lalu, Departemen Kehakiman AS menggugat Apple atas tuduhan mempertahankan monopoli pada pasar ponsel pintar. Menurut gugatan tersebut, Apple secara ilegal mempertahankan kendali atas ekosistem ponsel cerdasnya dengan secara selektif menerapkan pembatasan kontrak pada pengembang aplikasi. Pada akhirnya, hal ini memungkinkan Apple memiliki kekuatan lebih besar untuk meminta bayaran yang lebih besar dari pengembang aplikasi yang menggunakan layanan pembayarannya.

Pihak Apple  Dituding Bayar Gaji Pegawai Perempuan Lebih Rendah

Apple kena gugatan class action yang menunduh membayar sekitar 12.000 pekerja perempuan di Californa lebih kecil dibandingkan laki-laki dengan pekerjaan serupa. Gugatan yang diajukan ke pengadilan negara bagian di San Francisco oleh wanita yang telah bekerja di Apple selama lebih satu dekade itu mengklaim bahwa Apple secara sistematis membayar lebih rendah kepada pekerja perempuan di divisi teknik, pemasaran dan AppleCare.

“Apple membayar gaji dengan nilai yang sama dengan karyawan terdahulu sehingga mengakibatkan tingkat gaji lebih rendah bagi perempuan, demikian menurut pengaduan tersebut, dikutip dari Reuters”.

Gugatan itu juga mengklaim bahwa sistem evaluasi kinerja Apple, yang digunakan untuk menetapkan kenaikan gaji dan bonus, bias terhadap perempuan.

Baca berita dan artikel lainnya di Google News

(ay)

0
happy
Happy
0
sad
Sad
0
annoyed
Annoyed
0
surprised
Surprised
0
infected
infected
Ada Apa dengan Apple, Belum Genap Setahun Apple Pay Later Telah Dihentikan
Anda dapat berlangganan buletin kami sepenuhnya tanpa biaya. Segera daftarkan diri Anda untuk mendapatkan berita terbaru dengan mengklik tautan berikut: www.facebook.com/i/10 ...

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow us