Bisnis

Apa itu Agunan? Ini Fungsi, Jenis dan Contohnya

Dipublish Tgl: Tuesday, 25 June 2024 Agunan, sering juga disebut jaminan, memegang peranan penting dalam dunia keuangan, khususnya dalam proses peminjaman modal. Bagi para peminjam, jaminan ini menjadi kunci untuk mendapatkan akses pendanaan, terutama untuk pinjaman dengan jumlah besar. Di sisi lain, bagi pemberi pinjaman, jaminan ini berfungsi sebagai alat mitigasi risiko, meminimalkan potensi kerugian

Dipublish Tgl: Tuesday, 25 June 2024

Agunan, sering juga disebut jaminan, memegang peranan penting dalam dunia keuangan, khususnya dalam proses peminjaman modal. Bagi para peminjam, jaminan ini menjadi kunci untuk mendapatkan akses pendanaan, terutama untuk pinjaman dengan jumlah besar.

Di sisi lain, bagi pemberi pinjaman, jaminan ini berfungsi sebagai alat mitigasi risiko, meminimalkan potensi kerugian jika peminjam gagal melunasi kewajibannya.

Sebagai pelaku usaha yang memerlukan pinjaman usaha, Anda perlu memahami apa yang dimaksud dengan agunan, untuk memudahkan Anda dalam mengajukan pinjaman usaha.

Baca Juga: 13 Jenis Pinjaman Modal Usaha, Kekurangan dan Kelebihannya

Apa itu Agunan?

Agunan adalah

Agunan adalah nama lain dari jaminan (Credit: Freepik.com)

Menurut Undang-Undang No.07 tahun 1992 tentang Perbankan Syariah yang diubah menjadi Undang-Undang No.10 Tahun 1998, jika agunan adalah jaminan tambahan yang diberikan oleh calon nasabah kepada bank sebagai jaminan fasilitas kredit yang didapatkan berdasarkan prinsip syariah.

Penjelasan ini juga dilanjut pada pasal 8 ayat 1, dijelaskan jika untuk menghindari risiko dalam kredit syariah, bank harus menilai kredibilitas nasabah untuk memastikan pembayaran kembali.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) agunan atau jaminan berasal dari kata jamn, yang diartikan sebagai menanggung. Sederhananya, agunan ini diartikan sebagai tanggungan atas pinjaman yang diterima.

Prinsip-Prinsip Agunan

Prinsip agunan terdiri dari 5 komponen, yang sering disebut 5c. Prinsip 5C apa saja?

1. Character (Kepribadian)

Memeriksa riwayat kredit, reputasi, dan karakter moral peminjam. Ini untuk menilai tingkat tanggung jawab dan komitmen peminjam dalam memenuhi kewajibannya.

2. Capacity (Kemampuan Bayar)

Prinsip kedua adalah mengevaluasi kemampuan peminjam untuk melunasi pinjaman, termasuk penghasilan, pengeluaran, dan utang yang ada.

Jaminan ini dapat memperkuat kapasitas bayar, menunjukkan kepada pemberi pinjaman bahwa peminjam memiliki aset yang dapat dilikuidasi untuk menutupi pinjaman jika terjadi gagal bayar.

3. Capital (Modal atau Aset Kekayaan)

Kemudian, menilai kekayaan bersih peminjam, termasuk aset dan liabilitas. Jaminan merupakan bagian dari modal, menunjukkan kepada pemberi pinjaman bahwa peminjam memiliki sumber daya keuangan untuk melunasi pinjaman.

Baca Juga: Aset Adalah: Jenis, Sifat dan Manfaatnya, Lengkap!

4. Collateral (Jaminan)

Kemudian jaminan, berupa aset yang dijaminkan oleh peminjam untuk mengamankan pinjaman. Jaminan yang kuat dapat meningkatkan peluang persetujuan kredit dan potentially menurunkan suku bunga.

5. Condition of Economy (Kondisi Ekonomi)

Terakhir adalah kondisi ekonomi, yakni mempertimbangkan kondisi ekonomi makro dan industri tempat peminjam beroperasi. Faktor ini dapat mempengaruhi kemampuan peminjam untuk menghasilkan pendapatan dan melunasi pinjaman.

Pakai Beecloud Mudah Kontrol Hutang Dan Piutang Untuk Mengelola Kondisi Arus Kas Usaha

Jenis-Jenis Agunan

Dalam Undang-Undang Perbankan, agunan dikelompokkan menjadi 2 jenis, yakni agunan pokok dan agunan tambahan.

#Agunan Pokok

Agunan pokok adalah barang, surat berharga, atau garansi yang memiliki hubungan langsung dengan objek yang dibiayai oleh kredit tersebut. Contohnya adalah barang-barang yang dibeli dengan kredit yang dijaminkan, proyek-proyek yang dibiayai oleh kredit terkait, dan lainnya.

#Agunan Tambahan

Sedangkan, agunan tambahan adalah barang, surat berharga, atau garansi yang tidak memiliki hubungan langsung dengan objek yang dibiayai oleh kredit tersebut.

Namun ditambahkan sebagai jaminan tambahan untuk memperkuat posisi pemberi pinjaman. Dengan adanya jaminan tambahan, risiko yang dihadapi oleh pemberi pinjaman dapat diminimalisasi meskipun jaminan pokok tidak mencukupi.

Fungsi Agunan

Dalam buku Aspek-Aspek Hukum Perbankan di Indonesia (2003) karya Rachmadi Usman, ada 4 fungsi utama agunan, yakni:

  • Mendorong debitur untuk berperan aktif dalam proyek atau usaha yang dibiayai.
  • Memberikan dorongan kepada debitur untuk memenuhi kewajiban pembayaran sesuai perjanjian agar terhindar dari kehilangan kekayaan yang dijaminkan.
  • Memberikan kepastian hukum bagi lembaga keuangan bahwa kredit mereka akan dilunasi.
  • Memungkinkan lembaga keuangan untuk mendapatkan pelunasan dari hasil penjualan jaminan jika debitur gagal membayar.

Syarat Aset Dijadikan Agunan

Mengutip dari laman sikapiuangmu.ojk.go.id, ada 3 syarat aset dapat dijadikan agunan, yakni:

  • Memiliki nilai ekonomi, yang berarti dapat diukur dalam bentuk uang dan ditukar dengan uang tunai.
  • Kepemilikan dapat dialihkan dengan mudah.
  • Pemberi pinjaman memiliki hak hukum untuk likuidasi jaminan jika diperlukan.

Contoh Agunan

Dengan adanya jaminan, pihak kredibut dijamin keamananya (Credit: Freepik.com)

Berikut beberapa contoh agunan dan penjelasannya:

1. Pinjaman Usaha

Contoh agunan pertama adalah pinjaman usaha. Contohnya mesin-mesin produksi yang dibeli dengan pinjaman tersebut, bangunan atau properti milik perusahaan yang tidak terkait langsung dengan pembelian mesin tetapi digunakan sebagai tambahan jaminan untuk memperkuat posisi bank sebagai pemberi pinjaman, dan lain sebagainya.

2. Pinjaman Anak Sekolah

Dalam beberapa kasus, tagihan pendidikan yang dibiayai dengan pinjaman dapat menjadi jaminan pokok. Misalnya, jika pinjaman digunakan untuk membayar biaya sekolah, dan lainnya.

Sedangkan jaminan tambahannya adalah Properti atau aset lain milik orang tua atau wali murid, seperti rumah atau kendaraan, yang tidak berkaitan langsung dengan biaya sekolah tapi dapat digunakan sebagai jaminan.

3. Pinjaman KPR (Kredit Pemilikan Rumah)

Contoh ketiga adalah pada pinjaman KPR, yakni Rumah atau properti yang dibeli dengan menggunakan pinjaman KPR. Sedangkan jaminan tambahan adalah Aset lain seperti tanah atau rumah lain yang dimiliki oleh peminjam dan tidak terkait langsung dengan pinjaman KPR.

Kesimpulan

Bisa disimpulkan jika agunan adalah instrumen penting dalam dunia keuangan, khususnya dalam proses peminjaman modal. Bagi peminjam, jaminan menjadi kunci untuk mendapatkan akses pendanaan, terutama untuk pinjaman dengan jumlah besar.

Di sisi lain, bagi pemberi pinjaman, jaminan berfungsi sebagai alat mitigasi risiko, meminimalkan potensi kerugian jika peminjam gagal melunasi kewajibannya.

Sebagai pengusaha, perlu memahami apa itu agunan, dimana jaminanbukan hanya alat untuk mendapatkan pendanaan, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kelancaran usaha dan meminimalkan risiko finansial

Sign up for a newsletter today!

Want the best of KWFeeds Posts in your inbox?

You can unsubscribe at any time

What's your reaction?

Leave Comment

Related Posts

Celebrity Philantrophy Amazing Stories About Stories