Sat,13 June 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Sinyal Bahaya Batu Bara Muncul, ESDM Siapkan Langkah Baru

Sinyal Bahaya Batu Bara Muncul, ESDM Siapkan Langkah Baru

sinyal-bahaya-batu-bara-muncul,-esdm-siapkan-langkah-baru
Sinyal Bahaya Batu Bara Muncul, ESDM Siapkan Langkah Baru
service

KABARBURSA.COM – Rapor hijau kinerja hulu sektor pertambangan batu bara Indonesia mulai menunjukkan tanda-tahun kelesuan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, realisasi produksi batu bara pada awal tahun ini mengalami tren penurunan jika dibandingkan dengan performa pada periode tahun lalu.

Menyikapi perlambatan ini, Dirjen Minerba bersiap mengambil langkah taktis untuk merombak strategi pengelolaan komoditas andalan ekspor tersebut agar tidak semakin kehilangan taji di pasar global.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, membeberkan bahwa sejauh ini realisasi produksi batu bara nasional baru menyentuh angka 239 juta ton.

Dari jumlah tersebut, porsi untuk kebutuhan dalam negeri atau DMO terserap sebesar 84 juta ton, sedangkan sisanya dialokasikan ke pasar global.

“Untuk realisasi tahun ini pada saat ini adalah sebesar 239 juta ton dengan DMO 84 juta ton dan sisanya dilakukan ekspor atau bisa sekitar 145 juta ton. Memang mengalami penurunan apabila dibanding dengan tahun 2025,” ujar Tri Winarno saat memberikan paparan kinerja di RDP Komisi XII DPR RI, dikutip Rabu 20 Mei 2026.

Sebagai perbandingan, sepanjang tahun 2025 lalu, Ditjen Minerba merestui target jumbo dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) hingga menembus miliaran ton, dengan angka realisasi yang jauh lebih agresif.

“Tahun 2025 RKAB yang kita setujui itu sekitar 1,15 miliar ton, kemudian realisasi produksi 817,49 juta ton, ekspor 522 (juta ton), dan DMO 246 (juta ton),” rinci Tri membandingkan rapor tahun lalu.

Melihat grafik yang mulai melandai, Tri menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Dirjen Minerba tengah mematangkan kajian mendalam berbasis data kuartalan untuk menakar arah kebijakan sektor batu bara ke depan.

“Izinkan kami khusus untuk batu bara ini, kami akan melakukan evaluasi secara komprehensif terkait dengan produksi ini untuk Q1 (Kuartal I). Mudah-mudahan hasil dari evaluasi kami dapat memberikan masukan kepada pimpinan dan kemudian mana yang terbaik untuk urusan batu bara ke depan,” tegasnya.

Evaluasi komprehensif yang digandeng Dirjen Minerba ini bergulir di tengah situasi yang cukup sensitif. Belum lama ini, atmosfer investasi di sektor pertambangan RI sempat digoyang oleh surat keluhan resmi yang dilayangkan oleh Kamar Dagang China (China Chamber of Commerce atau Kadin China) langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

Dalam surat yang beredar luas di kalangan dunia usaha tersebut, para investor asal Negeri Tirai Bambu secara blak-blakan memprotes sejumlah regulasi baru di Indonesia yang dinilai menjadi beban berat bagi likuiditas korporasi.

Salah satu poin paling krusial yang disorot tajam oleh pengusaha China adalah pengetatan aturan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA). 

Mereka keberatan dengan draf kebijakan yang mewajibkan perusahaan menempatkan hingga 50 persen devisa ekspor mereka di bank milik negara (BUMN) dalam jangka waktu minimal satu tahun. Aturan ini dinilai berpotensi kuat mengganggu modal kerja operasional perusahaan.

Tak hanya urusan DHE, Kadin China juga mengeluhkan rencana pemerintah Indonesia yang berniat mengerek tarif royalti komoditas minerba hingga pengenaan bea keluar yang lebih ketat.

Kondisi inilah yang diduga ikut membuat lesu produksi para raksasa tambang, sehingga evaluasi total yang dijanjikan Dirjen Minerba di kuartal pertama ini diharapkan mampu melahirkan solusi jalan tengah demi menjaga iklim investasi sekaligus mengamankan pundi-pundi penerimaan negara.(*)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.