Sat,11 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Tanjung Verde, Negara Kecil Yang Namanya Mendunia & Bisa Menginspirasi Indonesia

Tanjung Verde, Negara Kecil Yang Namanya Mendunia & Bisa Menginspirasi Indonesia

tanjung-verde,-negara-kecil-yang-namanya-mendunia-&-bisa-menginspirasi-indonesia
Tanjung Verde, Negara Kecil Yang Namanya Mendunia & Bisa Menginspirasi Indonesia
service

Tanjung Verde, Negara Kecil Yang Namanya Mendunia & Bisa Menginspirasi Indonesia

images info

Timnas Tanjung Verde./Instagram Vozinha1


Kebanyakan dari kita di Indonesia tidak tahu atau tidak memperhatikan sebuah negara kecil di Afrika yang bernama Tanjung Verde. Negara yang jumlah penduduknya hampir sama dengan penduduk Kabupaten Agam di Provinsi Sumatra Barat, yaitu sekitar 530.000 jiwa, itu berhasil mencuri perhatian dunia karena tim nasional sepak bolanya mampu memberi perlawanan terhadap timnas negara-negara besar atau negara yang reputasi sepak bolanya level dunia.

Untuk diketahui, Verde atau Cape Verde adalah negara kecil jajahan Portugis (dan memperoleh kemerdekaan pada tahun 1975) yang merupakan sebuah negara kepulauan di Afrika Barat. Negeri kecil ini memiliki 10 gunung berapi di mana luas daratannya hanya 4.033 kilometer persegi. Posisi negaranya yang strategis membuat posisinya sangat penting dalam perdagangan budak di abad ke-16 dan ke-17.

Tim sepak bola Tanjung Verde memang gagal di fase gugur perhelatan Piala Dunia 2026, namun berbagai saluran TV internasional menurunkan berita khusus tentang tim dari negara kepulauan kecil di lepas pantai barat Afrika tersebut.

Berita khusus itu misalnya tentang tayangan penyelamatan kiper berusia 40 tahun, Vozinha, dalam hasil imbang 0-0 melawan Spanyol; perayaan setelah dua gol Piala Dunia pertama dalam sejarah mereka yang menyelamatkan hasil imbang 2-2 melawan Uruguay; serta gol ajaib menakjubkan Sidny Lopes Cabral dalam kekalahan 2-3 melawan Argentina.

Berita dan tayangan tentang Vozinha yang merangkul ibunya di stadion juga mendapatkan perhatian banyak saluran TV dunia. Tayangan itu tentang kecintaan dan kebanggaan seorang ibu kepada anaknya. Kejadian mengharukan itu terjadi ketika Tanjung Verde melawan Spanyol yang berakhir dengan skor imbang. Sebelumnya, Vozinha di depan awak media mengatakan bahwa ibundanya tidak mampu melihat permainannya di Miami dikarenakan mahalnya biaya mendapatkan visa ke Amerika Serikat. Namun, akhirnya sang ibunda, Ana Candida Evora, berkata, “Saya sangat bahagia,” karena pada akhirnya bisa bertemu anandanya di Piala Dunia 2026.

Dalam banyak hal, Tanjung Verde meninggalkan Piala Dunia 2026 setelah memenangkan hal yang jauh lebih besar dari trofi emas. Setelah kekalahan lewat perpanjangan waktu yang memilukan dari Argentina, Vozinha mengatakan penampilan tim di turnamen ini “Telah memartabatkan Tanjung Verde sebagai tim nasional di sebagian besar dunia.” Hal ini benar-benar menempatkan Tanjung Verde di peta dan membuat masyarakat dunia akhirnya tahu di mana letak negara satu ini.

Fenomenalnya lagi, Vozinha jadi seperti artis dadakan. Kiper yang bermain di kasta kedua sepak bola Portugal itu memiliki 50.000 pengikut Instagram sebelum Piala Dunia 2026 digelar. Sekarang, jumlah follower atau pengikutnya sudah mendekati 20 juta.

Tanjung Verde adalah negara terkecil ketiga yang lolos ke Piala Dunia, di belakang Islandia dan Curacao, dan yang terkecil yang mencapai babak sistem gugur. Meski kecil, mereka kuat. Argentina yang begitu perkasa bahkan sampai butuh gol kemenangan pada menit ke-111 untuk mengirim mereka pulang. “Kami sangat dekat,” keluh manajer pelatih kesebelasan, Pedro “Bubista” Brito, setelah pertandingan.

Tetapi jika pemain seperti Vozinha dan Lopes tiba dengan perasaan rendah diri dari banyak superstar global di turnamen tersebut, mereka tidak akan tampil seciamik ini. Raksasa Spanyol mampu ditahan imbang berkat tujuh penyelamatan Vozinha, dan mereka memimpin melawan Uruguay selama lebih dari 20 menit sebelum hasil imbang tanpa gol dengan Arab Saudi memberi mereka tiket lolos yang bersejarah ke babak 32 besar. Tertinggal 2-3 dari Argentina, hanya penyelamatan akhir dari kiper Emiliano Martinez yang mencegah Tanjung Verde untuk membuat skor menjadi 3-3.

Kesebelasan Tanjung Verde pulang setelah bermain melawan tiga mantan juara Piala Dunia, tetapi tanpa kalah dalam pertandingan dalam waktu 90 menit. 

“Menjadi negara kecil bukanlah halangan. Kami bisa bermain dengan cara yang berbeda, tetapi kami memilih untuk tidak melakukannya. Itu kembali ke kebanggaan kita. Saya hanya bisa berterima kasih kepada tim atas upaya mereka dan menunjukkan begitu banyak hati. Mereka menunjukkan tentang apa negara kita. Semua orang harus berterima kasih kepada mereka atas apa yang mereka lakukan untuk turnamen ini.” kata Bubista.

Bubista mengungkapkan jika sebetulnya ada air mata di ruang ganti setelah kekalahan dari Argentina, tetapi itu tidak akan bertahan lama. Tanjung Verde pergi dengan kepala tegak. Vozinha yang tak muda lagi plus beberapa rekan satu timnya yang lebih muda kemungkinan akan mendapatkan transfer ke klub baru musim panas ini.

Perjalanan tim kesebelasan Tanjung Verde dari negara kecil yang tidak banyak diketahui dunia dan hanya memiliki penduduk sejumlah 500 ribu telah mengguncang dunia. Ini bisa menjadi pelajaran bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan besar di dunia dengan jumlah penduduknya yang 280 juta jiwa agar bisa bersinar di jagat sepak bola dunia.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.