Mon,15 June 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Terpisah 3.500 KM dari Daratan, Bagaimana Burung Tak Bisa Terbang Ini Huni Pulau Paling Terpencil di Dunia?

Terpisah 3.500 KM dari Daratan, Bagaimana Burung Tak Bisa Terbang Ini Huni Pulau Paling Terpencil di Dunia?

terpisah-3.500-km-dari-daratan,-bagaimana-burung-tak-bisa-terbang-ini-huni-pulau-paling-terpencil-di-dunia?
Terpisah 3.500 KM dari Daratan, Bagaimana Burung Tak Bisa Terbang Ini Huni Pulau Paling Terpencil di Dunia?
service

Di kawasan terpencil Samudra Atlantik Selatan, tepatnya di gugusan kepulauan Tristan da Cunha, terdapat sebuah pulau dengan tebing nyaris vertikal setinggi ratusan meter. Wilayah ini dikenal sebagai Inaccessible Island atau Pulau Tidak Dapat Diakses. Sesuai namanya, pulau vulkanik seluas 7,4 kilometer persegi ini hampir tidak pernah dikunjungi manusia karena medannya yang ekstrem dan ombak yang ganas. Namun, di balik benteng alam yang sunyi ini, hidup ribuan spesies burung unik bernama Mandar Inaccessible (Atlantisia rogersi). Keberadaan burung ini memegang rekor dunia yang unik: mereka adalah burung tak bisa terbang terkecil di dunia. Dengan berat hanya 30 hingga 40 gram (kurang lebih seberat bola pingpong) dan tubuh seukuran kepalan tangan, keberadaan mereka memicu perdebatan ilmiah selama satu abad. Teka-teki utamanya adalah paradoks geografis: bagaimana spesies yang tidak memiliki kemampuan terbang bisa menghuni pulau yang muncul dari dasar laut dan berjarak ribuan kilometer dari benua mana pun? Riset DNA Mematahkan Teori Lama Misteri ini akhirnya terpecahkan melalui riset mendalam yang dipimpin oleh ahli biologi evolusi, Martin Stervander. Dalam studinya yang dipublikasikan di jurnal Molecular Phylogenetics and Evolution, tim peneliti menggunakan metode pengurutan DNA (DNA sequencing) modern untuk melacak silsilah genetik burung tersebut. Riset ini menjadi kunci penting karena berhasil mematahkan hipotesis lama yang dicetuskan oleh ahli ornitologi Percy Lowe pada tahun 1920-an. Setelah tiba di Inaccessible Island 1,5 juta tahun lalu dan menemukan habitat yang bebas predator serta berlimpah makanan, burung Mandar Inaccessible kehilangan kemampuannya untuk terbang. Foto: Peter Ryan, University of Cape Town Yuk, segera followWhatsApp Channel Mongabay Indonesia dan dapatkan berita…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.