Wed,22 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Terumbu Karang Indonesia dan Masa Depan Pangan Global

Terumbu Karang Indonesia dan Masa Depan Pangan Global

terumbu-karang-indonesia-dan-masa-depan-pangan-global
Terumbu Karang Indonesia dan Masa Depan Pangan Global
service

Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki hasil perikanan melimpah karena menjadi rumah bagi 16 persen terumbu karang dunia. Jasa ekosistem ini berpotensi memenuhi kebutuhan pangan jutaan manusia, terutama bagi masyarakat yang rentan terhadap ancaman gizi buruk dan stunting. Studi terbaru menunjukkan, dengan stok ikan saat ini, Indonesia dapat menyediakan hingga 483,6 juta porsi ikan karang berkelanjutan, atau memenuhi rekomendasi konsumsi ikan tahunan bagi 4,1 juta orang. Meski terlihat besar, angka ini belum maksimal, mengingat masifnya penangkapan ikan karang. Para peneliti mengatakan, jika terumbu karang dibiarkan “pulih” maka dapat membantu mengatasi kelaparan, bahkan skala global. Indonesia, misalnya, dapat menyediakan rekomendasi konsumsi makanan laut tahunan yang cukup untuk total sekitar 5,5 juta orang atau meningkat 1,4 juta, jika stok ikan karang dipulihkan dan dikelola lestari. “Produksi (ikan) yang lebih rendah berarti jutaan orang kehilangan potensi makanan, pendapatan, dan mata pencaharian,” tulis Zamborain-Mason dan kolega (2025), dalam penelitian mereka yang diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), akhir Desember 2025. Untuk mencapai target ini, para peneliti menghitung seberapa besar stok ikan perlu tumbuh untuk mencapai “hasil tangkapan berkelanjutan maksimum” dan “hasil tangkapan yang cukup baik,” serta berapa lama pemulihan mungkin terjadi di bawah peraturan penangkapan ikan berbeda. Hasilnya, tergantung pada seberapa parah kerusakan terumbu karang dan seberapa ketat pembatasan penangkapan ikan. “Waktu pemulihan diperkirakan rata-rata enam hingga 50 tahun.” Rentang waktu ini menjadi kendala, karena nelayan atau masyarakat pesisir sebagai pengguna utama sumber daya, akan kehilangan hasil tangkap dalam rentang waktu cukup panjang. Para peneliti menegaskan, pemberhentian penangkapan ikan karang…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.