Jakarta (ANTARA) – Langkah ganda putri Amalia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti terhenti di perempat final BWF World Tour Super 500 Daihatsu Indonesia Masters 2026 setelah kehilangan kendali permainan sejak gim kedua.
Bermain di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat, Tiwi/Fadia harus mengakui keunggulan pasangan Jepang Arisa Igarashi/Miyu Takahashi dengan skor 21-16, 11-21, 14-21.
Tiwi/Fadia sejatinya tampil meyakinkan pada gim pertama. Mereka mampu mengontrol tempo permainan dan menekan lawan sejak awal untuk mengamankan gim pembuka.
Namun, situasi berubah pada gim kedua ketika pasangan Indonesia gagal mempertahankan pola permainan sendiri dan justru mengikuti tempo yang dibangun lawan.
“Pada gim kedua, kami benar-benar terbawa sama pola permainan mereka. Pada gim awal kami sudah pegang pola permainan, tapi di gim kedua kami malah ikut permainan lawan dan jadi melambat,” ujar Tiwi setelah laga.
Menurut Tiwi, perubahan tempo tersebut memberi ruang bagi Igarashi/Takahashi untuk kembali menemukan ritme dan mendominasi perolehan poin.
Baca juga: Lanny/Tiwi sebut rotasi yang tak berjalan jadi faktor kekalahan
“Dari situ mereka dapat pola permainan lagi dan bisa terus ambil poin,” katanya.
Pada gim ketiga, Tiwi/Fadia sempat berusaha bangkit dan kembali mengingat evaluasi dari gim sebelumnya. Namun, sejumlah kesalahan kecil membuat momentum kembali berpihak kepada lawan.
“Sebenarnya di awal gim ketiga kita sempat memimpin dan sudah sadar kalau di gim kedua terlalu mengikuti pola mereka. Tapi ada kesalahan-kesalahan kecil yang bikin kepikiran terus, jadi tidak cepat lepas,” ujar Fadia.
Fadia menegaskan kekalahan tersebut tidak berkaitan dengan tekanan bermain di hadapan publik sendiri. Ia justru menilai dukungan penonton Istora menjadi tambahan motivasi bagi mereka.
“Dukungan penonton malah jadi penyemangat. Kami ingin menang dan masuk semifinal, tapi hasilnya belum berpihak,” ujarnya.
Baca juga: PBSI kembali rombak ganda putri
Menjalani Indonesia Masters 2026 sebagai pasangan baru, Tiwi/Fadia menjadikan hasil ini sebagai bahan evaluasi ke depan.
“Banyak pelajaran dan PR untuk kami, terutama cari pola permainan sendiri dan kebiasaan masing-masing partner, karena itu tidak mudah,” kata Fadia.
Tiwi pun menyebut laga perempat final ini memberi pengalaman penting untuk menghadapi turnamen berikutnya.
“Walaupun hanya sampai perempat final, kami tetap bersyukur karena ini turnamen pertama kami. Banyak hal yang harus dipelajari dan disiapkan ke depannya,” ujarnya.
Sementara itu, wakil Indonesia lainnya di sektor ganda putri, Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari, berhasil melaju ke semifinal Daihatsu Indonesia Masters 2026 setelah menundukkan pasangan Chinese Taipei Hsu Ya Ching/Sung Yu Hsuan dengan skor 21-23, 21-18, 21-19.
Baca juga: Apriyani/Lanny lulus ujian mental untuk ke semifinal Indonesia Masters
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





Comments are closed.