Sat,8 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Ubah Paradigma Pembangunan Abai Alam di Papua

Ubah Paradigma Pembangunan Abai Alam di Papua

ubah-paradigma-pembangunan-abai-alam-di-papua
Ubah Paradigma Pembangunan Abai Alam di Papua
service

Film Pesta Babi : Kolonialisme di Zaman Kita, yang rilis belum lama ini menyita perhatian masyarakat.   Film dokumenter yang memperlihatkan bagaimana proyek strategis nasional (PSN) pangan dan energi memarjinalkan masyarakat adat di Merauke, Papua Selatan. Hutan yang menjadi ruang hidup suku-suku seperti Auyu, Muyu, Yei, dan Malind, rusak demi proyek pangan dengan rencana lebih 2,7 juta hektar ini. “Film Pesta Babi bukan hanya soal Papua,” kata Dandhy Dwi Laksono usai merilis Film Dokumenter Pesta Babi ke kanal Youtube Jubi TV, setelah sebelumnya selama lebih dari dua bulan, publik hanya bisa menyaksikan lewat nonton bareng (nobar). Sutradara film ini bilang, perampasan lahan, kehancuran ruang hidup hingga tersingkirnya masyarakat adat Papua berdalih investasi nasional juga terjadi di banyak tempat di Indonesia. “Film ini didasari keinginan kami membantu menyuarakan apa yang kami gelisahkan. Untuk sama-sama mengkritik militerisme, eksploitasi sumber daya alam dan masalah agraria,” katanya  di Jayapura, 22 Mei lalu. Film yang diproduksi selama tiga tahun oleh kolaborasi kelompok masyarakat sipil dan media Independen ini juga menunjukkan, konflik bersenjata serta militerisme membuat ribuan masyarakat Papua harus mengungsi. Pesta Babi pun tak hanya membahas soal kondisi Papua, juga Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku yang bernasib tak jauh berbeda. “Papua sebuah lokus yang kami anggap mewakili Indonesia yang digabung jadi satu semua masalahnya, tentang peminggirannya, tentang eksploitasi sumber daya alamnya dan tentang kejahatan kemanusiaannya. Kami pinjam cerita dari Papua karena skalanya sangat besar dan menumpuk,” katanya.  Polemik, ada apa? Semula, film ini lancar saat pemutaran perdana di Auckland, Australia 7 Maret 2026. Begitu juga…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.