Mon,27 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Pesantren Jadi Basis Pendidikan yang Peduli Terhadap Lingkungan

Pesantren Jadi Basis Pendidikan yang Peduli Terhadap Lingkungan

pesantren-jadi-basis-pendidikan-yang-peduli-terhadap-lingkungan
Pesantren Jadi Basis Pendidikan yang Peduli Terhadap Lingkungan
service

Mubadalah.id — Jumlah pesantren di Indonesia yang terus meningkat dinilai memperkuat peran lembaga ini dalam merespons berbagai persoalan sosial, termasuk isu lingkungan hidup. Pesantren bukan hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga sebagai ruang pembentukan nilai dan kesadaran sosial masyarakat.

Imam Malik dan M. Zidni Nafi’ dalam buku Menuju Pesantren Hijau menyebut pesantren sebagai subkultur masyarakat Islam Nusantara yang telah hadir sejak berabad-abad lalu. Dalam sejarah Indonesia, pesantren tidak hanya mendidik santri, tetapi juga menjadi tempat masyarakat menyampaikan persoalan sosial, budaya, hingga politik.

Fungsi sosial tersebut menjadikan pesantren sebagai salah satu kekuatan penting dalam struktur kemasyarakatan. Pesantren tidak hanya membentuk individu, tetapi juga membentuk cara pandang kolektif masyarakat terhadap berbagai persoalan.

Data Kementerian Agama menunjukkan bahwa pada 2018 terdapat sekitar 28.194 pesantren di Indonesia. Jumlah ini terus bertambah setiap tahun. Pada 2022, tercatat sebanyak 36.600 pesantren tersebar di berbagai wilayah.

Peningkatan jumlah tersebut dipandang sebagai potensi besar dalam menyebarkan nilai-nilai pelestarian lingkungan. Dengan jaringan yang luas dan basis komunitas yang kuat, pesantren dapat menjadi simpul penting dalam gerakan kesadaran ekologis.

Para pengamat menilai bahwa perubahan perilaku masyarakat lebih efektif jika dilakukan melalui institusi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Pesantren, yang tidak hanya mengajar di kelas tetapi juga mendampingi kehidupan santri secara menyeluruh, memiliki keunggulan dalam membentuk kebiasaan.

Melalui kurikulum, aktivitas keseharian, hingga keteladanan para pengasuh, nilai-nilai pelestarian alam dapat pesantren tanamkan secara sistematis. Pendidikan semacam ini lebih berkelanjutan daripada pendekatan yang bersifat sesaat.

Bahkan, di tengah meningkatnya krisis lingkungan, pesantren dipandang dapat memainkan peran penting dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kelestarian alam.

Sumber tulisan: Buku Membumikan Fatwa KUPI: Pembelajaran dari Pengelolaan Sampah di Pesantren.

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.