Sun,24 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Listrik Padam di Aceh, PWNU Ingatkan Dampak bagi Warga Huntara dan Santri yang Sedang Ujian

Listrik Padam di Aceh, PWNU Ingatkan Dampak bagi Warga Huntara dan Santri yang Sedang Ujian

listrik-padam-di-aceh,-pwnu-ingatkan-dampak-bagi-warga-huntara-dan-santri-yang-sedang-ujian
Listrik Padam di Aceh, PWNU Ingatkan Dampak bagi Warga Huntara dan Santri yang Sedang Ujian
service

Banda Aceh, NU Online 

Gangguan suplai aliran listrik melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh pada Jumat malam, 22 Mei 2026. Pemadaman tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat umum, tetapi juga dirasakan warga yang masih berada dalam masa pemulihan pascabencana banjir bandang dan tinggal di hunian sementara.

Di sejumlah dayah, kondisi ini juga berdampak terhadap aktivitas belajar santri yang sedang mengikuti ujian akhir tahun menjelang libur Idul Adha. Padamnya listrik membuat proses belajar malam, persiapan ujian, hingga aktivitas administrasi dayah ikut terganggu, terutama ketika para santri sedang mempersiapkan diri menghadapi ujian sebelum pulang ke kampung halaman.

PT PLN Unit Induk Distribusi Aceh membenarkan adanya gangguan tersebut. Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PLN UID Aceh, Lukman Hakim, menyebut pemadaman terjadi akibat gangguan pada sistem suplai listrik utama. Sejumlah laporan juga menyebut pemadaman terjadi di beberapa wilayah Sumatera, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Riau.

“Saat ini terjadi gangguan suplai listrik yang berdampak di beberapa wilayah Provinsi Aceh,” ujar Lukman Hakim dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).

Menurut Lukman, PLN telah menerjunkan ratusan personel teknis untuk melakukan penanganan di lapangan. Petugas disebut bekerja secara intensif guna mempercepat proses penormalan sistem kelistrikan di wilayah terdampak.

“Ratusan personel PLN terus bekerja non-stop dalam upaya penormalan gangguan,” katanya.

Meski demikian, PLN belum menyampaikan secara rinci penyebab utama gangguan maupun estimasi waktu pemulihan listrik secara menyeluruh. Masyarakat diminta memantau informasi resmi melalui aplikasi PLN Mobile.

Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris PWNU Aceh Tgk H Asnawi M Amin meminta PLN mempercepat pemulihan, terutama di kawasan layanan publik, fasilitas kesehatan, dayah, masjid, serta wilayah hunian sementara bagi penyintas banjir.

Menurutnya, pemadaman listrik dalam situasi Aceh yang masih menjalani proses pemulihan pascabencana perlu mendapat perhatian serius. Apalagi, sejumlah warga terdampak banjir masih bergantung pada fasilitas dasar di huntara, termasuk penerangan, air bersih, komunikasi, dan layanan kesehatan.

“Di tengah kondisi masyarakat yang masih memulihkan diri pascabanjir, suplai listrik menjadi kebutuhan sangat penting. Kami berharap PLN memprioritaskan kawasan huntara, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dayah, dan layanan publik agar masyarakat tidak semakin terbebani,” ujar Tgk H Asnawi.

Ia menambahkan, perhatian terhadap dayah juga penting karena banyak santri di Aceh sedang menjalani ujian akhir tahun sebelum memasuki masa libur Idul Adha. Menurutnya, aktivitas pendidikan di dayah sangat bergantung pada ketersediaan penerangan, terutama pada malam hari saat santri melakukan murajaah, belajar kitab, dan mempersiapkan diri menghadapi ujian.

“Banyak santri dayah saat ini sedang menghadapi ujian akhir tahun menjelang libur Idul Adha. Jangan sampai gangguan listrik menghambat proses belajar mereka. Dayah perlu mendapat perhatian karena di sana ada ribuan santri yang sedang menuntut ilmu,” katanya.

Tgk H Asnawi juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari PLN. Namun, ia berharap komunikasi publik PLN dilakukan secara cepat, terbuka, dan berkala agar masyarakat tidak menerima informasi simpang siur.

“Kami memahami gangguan teknis bisa terjadi, tetapi masyarakat membutuhkan kepastian informasi. Karena itu, penyampaian perkembangan secara berkala sangat penting,” ujarnya.

Sebelumnya, PWNU Aceh juga aktif menyoroti kondisi masyarakat terdampak banjir di Aceh serta mendorong penguatan solidaritas kemanusiaan dan penanganan pascabencana. NU Care-LAZISNU Aceh bersama PWNU Aceh juga menyalurkan bantuan kepada masyarakat dan santri terdampak banjir di sejumlah daerah.

Tgk H Asnawi menegaskan, kondisi ini harus menjadi momentum bagi semua pihak untuk memperkuat kesiapsiagaan infrastruktur dasar, terutama listrik, komunikasi, air bersih, dan layanan darurat.

“Bencana dan gangguan layanan dasar selalu paling berat dirasakan masyarakat kecil. Karena itu, pemulihan listrik harus menjadi prioritas, bukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari sisi kemanusiaan,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Pimpinan Dayah Madah Bireuen, Tgk Iswadi atau yang akrab disapa Abah Iswadi. Ia mengatakan pemadaman listrik sangat terasa di lingkungan dayah, terutama karena para santri sedang berada pada masa ujian akhir tahun.

Menurut Abah Iswadi, aktivitas belajar santri di dayah banyak berlangsung pada malam hari. Karena itu, gangguan listrik dapat memengaruhi konsentrasi santri dalam mengulang pelajaran, membaca kitab, dan mempersiapkan diri menghadapi ujian sebelum memasuki masa libur Idul Adha.

“Di dayah, malam hari adalah waktu penting bagi santri untuk belajar, murajaah, dan mempersiapkan ujian. Kalau listrik padam, tentu sangat mengganggu. Apalagi saat ini santri sedang ujian akhir tahun menjelang libur Idul Adha,” ujar Abah Iswadi.

Ia berharap PLN dapat memberi perhatian khusus kepada lembaga pendidikan keagamaan, terutama dayah-dayah yang sedang melaksanakan ujian. Menurutnya, keberadaan listrik bukan hanya untuk penerangan, tetapi juga menunjang proses pendidikan, administrasi, dan keamanan lingkungan santri.

“Kami berharap dayah juga menjadi perhatian dalam proses pemulihan listrik. Ini bukan hanya soal terang atau gelap, tetapi menyangkut kelancaran pendidikan santri dan ketenangan mereka dalam menghadapi ujian,” tambahnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.