EURO/USD1,17
%-0.02
Oil61,12
%-0.26
BTC0,000000
%0
ETH0,000000
%0
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Cerita Masyarakat Kamang Mudiak Mendulang Berkah Hutan Nagari

Cerita Masyarakat Kamang Mudiak Mendulang Berkah Hutan Nagari

cerita-masyarakat-kamang-mudiak-mendulang-berkah-hutan-nagari
Cerita Masyarakat Kamang Mudiak Mendulang Berkah Hutan Nagari
0
Share

Share This Post

or copy the link

Hamparan sawah menghijau dengan air yang begitu melimpah dari perbukitan di Nagari Kamang Mudiak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) awal September. Sejumlah petani terlihat sibuk menyiangi gulma yang tumbuh di antara batang tanaman padi. Mereka senang karena beberapa tahun terakhir ini, panen bisa dua kali setahun. Kontras dengan dulu yang rata-rata hanya sekali. Yodiantono, Ketua Lembaga Pengelola Hutan Nagari (LPHN) menyebut, perubahan itu tak lepas dari keberhasilan warga menghijaukan kembali hutan nagari. “Di perbukitan, sekarang tanaman kayu juga rapat. Ada pohon durian, cengkih, kayu manis, manggis, kakao hingga pisang yang bisa warga panen,” katanya kepada Mongabay. Era 1990-2000 menjadi periode paling sulit bagi hutan nagari. Kebakaran kerap terjadi saat musim kemarau tiba hingga membuat kawasan perbukitan tandus. Sawah-sawah mengering. Air pun seolah menjadi barang lagi di nagari ini. Maraknya penebangan kayu ilegal memperparah kondisi hutan nagari kala itu. Yodianto katakan, pernah suatu ketika dia mendatangi suara mesin chainsaw dari dalam hutan. Disana, dia mencoba bicara dengan pelaku yang ternyata warga setempat itu. “Kalau langsung dilarang, pasti enggak mau, pasti melawan. Jadi, saya cuma mengajaknya ngobrol saja,” katanya. Dari obrolan itu, Yodiantono menjadi lebih tahu alasan pelaku menebang kayu di hutan itu. Yakni, karena desakan ekonomi. Saat itu, kata Yodiantono, dengan panen sekali, penghasilan masyarakat memang tak menentu. Sementara di saat sama, kebutuhan makin bertambah. Ketika pilihan sumber penghasilan terbatas, hutan menjadi salah satu tempat yang dapat diandalkan. Terlebih, tingkat kesadaran warga akan dampak penebangan pohon di hutan juga masih rendah. Namun, dampak kekeringan yang semakin parah, pelan-pelan, warga mulai menyadari…This article was originally published on Mongabay

0
mutlu
Mutlu
0
_zg_n
Üzgün
0
sinirli
Sinirli
0
_a_rm_
Şaşırmış
0
vir_sl_
Virüslü
Cerita Masyarakat Kamang Mudiak Mendulang Berkah Hutan Nagari
+ - 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.