Mon,27 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Ikan Purba Coelacanth dan Masa Depan Laut Indonesia

Ikan Purba Coelacanth dan Masa Depan Laut Indonesia

ikan-purba-coelacanth-dan-masa-depan-laut-indonesia
Ikan Purba Coelacanth dan Masa Depan Laut Indonesia
service

Setiap 2 Juli, Indonesia memperingati Hari Kelautan Nasional. Peringatan ini ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1972, era Presiden Soeharto. Latar belakangnya sederhana: dua pertiga wilayah Indonesia adalah lautan, menjadikan Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia. Tahun ini, hari istimewa tersebut datang dengan konteks jauh lebih hidup dari sekadar peringatan tahunan. Akhir Juni 2026, dunia maya ramai dengan foto dan video ikan purba yang ditemukan mengapung di perairan Manado. Penemuan itu berawal Jumat pagi, 26 Juni 2026. Soni Pontoh, nelayan dari Pulau Siladen, Manado, melaut seperti biasa. Sekitar 100 meter dari tubir terumbu karang, matanya menangkap sesuatu yang aneh mengapung di permukaan laut: seekor ikan besar, bersisik cokelat keemasan, dengan sirip lebih mirip kaki kecil ketimbang sirip ikan biasa. Dia tidak tahu, dia menemukan makhluk paling langka di planet ini, ikan yang sempat dianggap punah selama 66 juta tahun. Ikan yang ditemukan Soni adalah Coelacanth Sulawesi, atau dalam bahasa lokal disebut “raja laut” (Latimeria menadoensis). Spesies ini berstatus Rentan (Vulnerable/VU) dalam Daftar Merah IUCN dan masuk Appendix I CITES, sehingga perdagangan internasionalnya untuk tujuan komersial dilarang. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan, spesimen ini memiliki panjang sekitar 105 sentimeter, lebar 30 sentimeter, dan berat sekitar 30 kilogram. Ikan Latimeria menadoensis yang ditemukan di perairan Maluku Utara menunjukkan persebarannya yang lebih luas dari perkiraan sebelumnya. Foto: Alexis Chappuis/Scientific Reports. Penemuan ini bukan yang pertama. Sebelumnya, spesimen lain ditemukan nelayan bernama Oskar Kaluku di perairan Gorontalo Utara pada Januari 2025, dalam kondisi mati dengan panjang sekitar satu meter dan berat 41 kilogram.…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.