Rekomendasi untukmu
Konten pilihan berdasarkan minat dan interaksimu di komunitas.

Mengapa Fikih Lebih Dahulu Lahir daripada Ushul Fikih?
<p>Berdasarkan historis yang telah sering disebutkan oleh banyak ulama, dapat kita lihat bahwa hukum-hukum fikih mulai muncul sejak masa yang sangat awal. Fikih telah tumbuh dan berkembang sejak kehidupan Rasulullah. Kemudian, pada masa sahabat, tabiâin, dan generasi setelah mereka, fikih mengalami perluasan, perkembangan, serta proses transmisi keilmuan. Pembukuan hukum-hukum fikih mulai dilakukan pada akhir abad pertama Hijriah, kemudian fikih mencapai tahap kematangan dan kesempurnaan pada abad kedua Hijriah, bersamaan dengan munculnya para imam mazhab.</p><p>Sementara itu, ilmu Ushul Fikih baru muncul pada abad kedua Hijriah. Kaidah-kaidah, dhabit (prinsip-prinsip), dan pembukuannya mulai disusun secara sistematis pada akhir abad kedua Hijriah.</p><p>Hal ini menimbulkan pertanyaan yang mendasar, mengapa ilmu fikih muncul lebih dahulu daripada ilmu Ushul Fikih, padahal Ushul Fikih merupakan dasar bagi fikih?</p><p>Perlu kita kethaui bahwa Ushul Fikih merupakan seperangkat standar dan ukuran untuk mengatur proses istinbat hukum, serta untuk membedakan antara hasil ijtihad yang benar dan yang keliru. Dengan kata lain, Ushul Fikih merupakan ilmu yang berisi kaidah dan ketentuan untuk mengatur materi fikih.</p><p>Dalam berbagai disiplin ilmu juga kita jumpai hal yang sama, dimana kaidah atau standar biasanya muncul setelah materi atau praktiknya telah ada. Sebagai contoh, ilmu nahwu dan iârab yang dasar-dasarnya dirumuskan oleh Imam âAli dan Abu al-Aswad ad-Duâali muncul setelah masyarakat Arab terlebih dahulu menggunakan bahasa Arab fasih dalam percakapan mereka.</p><p>Demikian pula ilmu âarudh, yang prinsip-prinsip dasarnya dirumuskan oleh al-Khalil bin Ahmad al-Farahidi, muncul setelah kegiatan bersyair dan menggubah puisi dengan pola irama yang terukur telah berkembang terlebih dahulu.</p><p>Begitu pula ilmu logika (manthiq) yang dibukukan oleh Aristoteles datang setelah aktivitas berpikir, berargumentasi, dan berdiskusi telah menjadi bagian dari kehidupan manusia sejak awal keberadaannya.</p><p>Faktor utama yang menjadikan fikih dan hukum-hukum syariat muncul lebih dahulu adalah karena hukum-hukum syariat pada masa awal diturunkan secara langsung dari Allah melalui wahyu. Pada masa kerasulan, wahyu menjadi sumber utama dalam memberikan solusi terhadap berbagai persoalan hukum yang dihadapi manusia. Al-Qurâan dan Sunnah juga telah memberikan penjelasan mengenai kaidah, prinsip, dan metode yang dapat dijadikan pedoman dalam menghadapi persoalan-persoalan yang akan muncul di masa mendatang. Dengan demikian, di dalam Al-Qurâan dan Sunnah telah terdapat dasar-dasar metodologi Ushul Fikih serta prinsip-prinsip istidlal (pengambilan dalil).</p><p>Ketika berbagai persoalan dan kasus baru mulai bermunculan, sementara kebutuhan manusia terhadap penetapan hukum semakin luas, para ulama membutuhkan ijtihad untuk menjawab persoalan-persoalan tersebut. Pada saat itulah diperlukan pemahaman yang lebih sistematis mengenai metode, kaidah, dan ketentuan dalam melakukan istinbat hukum. Dari kebutuhan inilah kemudian ilmu Ushul Fikih lahir dan berkembang sebagai sebuah disiplin ilmu tersendiri.</p><p>Syekh Muhammad Abu Zahrah menjelaskan bahwa tidak diragukan lagi ilmu fikih lebih dahulu muncul daripada ilmu Ushul Fikih. Fikih berkembang melalui proses istinbat, pemberian fatwa, dan ijtihad. Karena itu, tidak mengherankan jika fikih mendahului Ushul Fikih.</p><p>Hal tersebut dapat dipahami karena apabila ilmu Ushul Fikih berfungsi sebagai alat ukur untuk membedakan pendapat yang benar dari yang tidak benar, maka fikih merupakan materi yang diukur oleh alat tersebut. Dengan demikian, secara logis materi haruslah ada terlebih dahulu sebelum alat ukur yang digunakan untuk menilainya dirumuskan.</p><p>Ibnu Khaldun juga menjelaskan bahwa ilmu Ushul Fikih termasuk salah satu disiplin ilmu yang baru dibentuk dan dikembangkan dalam tradisi keilmuan Islam. Generasi salaf pada masa awal sebenarnya belum membutuhkan ilmu ini secara khusus karena mereka memiliki kemampuan bahasa (malakah lisaniyyah) yang kuat. Mereka dapat memahami makna dari berbagai ungkapan dan struktur bahasa tanpa membutuhkan kaidah-kaidah yang dirumuskan secara formal.</p><p>Adapun kaidah-kaidah yang secara khusus diperlukan untuk memahami dan menetapkan hukum, sebagian besarnya telah mereka peroleh melalui praktik langsung dalam memahami Al-Qurâan dan Sunnah.</p><p>Namun, setelah generasi salaf dan generasi awal Islam berlalu, berbagai cabang ilmu mulai berkembang menjadi disiplin-disiplin yang tersusun secara sistematis. Pada saat itu, para ahli fikih dan mujtahid mulai membutuhkan kaidah dan prinsip yang dapat membantu mereka memperoleh hukum-hukum dari berbagai dalil.</p><p>Karena itu, mereka mulai menyusun kaidah-kaidah tersebut dalam sebuah disiplin ilmu yang berdiri sendiri dan kemudian menamakannya Ushul Fikih.</p><p>Ibnu Khaldun menjelaskan bahwa ketika kemampuan berbahasa masih menjadi suatu malakah (kemampuan alami) yang kuat dalam diri masyarakat Arab, kaidah-kaidah bahasa belum dianggap sebagai ilmu atau seperangkat aturan yang perlu dipelajari secara formal. Demikian pula, fikih pada masa itu belum membutuhkan rumusan kaidah Ushul Fikih secara sistematis karena kemampuan tersebut telah melekat secara alami dalam diri para ulama.</p><p>Namun, ketika kemampuan bahasa Arab (malakah lisaniyyah) mulai melemah, para pakar kemudian melakukan kodifikasi terhadap kaidah-kaidah tersebut berdasarkan riwayat yang sahih dan kaidah-kaidah analogis yang benar. Dengan demikian, kaidah-kaidah tersebut berkembang menjadi ilmu yang secara khusus dibutuhkan oleh seorang ahli fikih untuk memahami dan menetapkan hukum-hukum Allah berdasarkan dalil-dalil syariat.</p><p>Dr. Muhammad Musthafa Zuhaili, al-Wajiz fi Ushul al-Fiqh al-Islami, Hal. 61-63</p><p></p><p></p><p></p>
Ahmad Kosasih Marzuki
17 Sep

DAWUH PROF. DR. KH. SA'ID 'AQIEL SIRODJ MA.
<p></p><p>âIslam saja tanpa nasionalisme akan mudah terjebak pada sikap ekstrem, sedangkan nasionalisme saja tanpa landasan Islam akan kehilangan ruh dan arah.â</p><p>************************</p><p>Islam mengajarkan kita untuk mencintai kebaikan, menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan, dan menghadirkan kemaslahatan bagi sesama. Sementara nasionalisme mengajarkan kita untuk mencintai tanah air, menjaga persatuan, merawat kerukunan, dan bertanggung jawab terhadap negeri tempat kita berpijak.</p><p>Bagi seorang santri, cinta kepada agama dan cinta kepada tanah air bukanlah dua perkara yang harus dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan beriringan. Agama menjadi ruhnya, nasionalisme menjadi jalannya. Dengan agama, nasionalisme tidak berubah menjadi fanatisme buta. Dengan nasionalisme, keberagamaan tidak berhenti pada kesalehan pribadi, tetapi ikut melahirkan kepedulian terhadap bangsa dan masyarakat.</p><p>Jangan sampai atas nama agama kita mudah menyalahkan, mudah mengkafirkan, dan merasa paling benar sendiri. Sebab Islam datang membawa rahmat, bukan menjadi alasan untuk menebar kebencian. Begitu pula jangan sampai atas nama nasionalisme kita kehilangan prinsip, menggadaikan nilai-nilai agama, dan menjadikan kecintaan kepada bangsa sebagai sesuatu yang menutup mata dari kebenaran.</p><p>Santri harus punya akar yang kuat dan pandangan yang luas. Akarnya adalah akidah dan ilmu agama; batangnya adalah akhlak; buahnya adalah kemanfaatan bagi umat, bangsa, dan negara.</p><p>Kita belajar dari para kiai terdahulu: menjadi Muslim yang taat sekaligus menjadi warga negara yang baik. Mengaji kitab di pesantren, tetapi juga memahami keadaan masyarakat. Rajin beribadah, tetapi tidak abai terhadap persoalan bangsa. Teguh memegang syariat, tetapi tetap santun dalam pergaulan. Cinta ulama, cinta umat, dan cinta tanah air.</p><p>Sebab negeri ini tidak cukup hanya dibangun dengan semangat. Ia membutuhkan iman yang menuntun, ilmu yang menerangi, akhlak yang menjaga, dan persatuan yang menguatkan.</p><p>Maka, mari kita rawat keduanya dengan proporsional. Jangan mempertentangkan Islam dengan Indonesia, karena bagi seorang santri, menjaga agama dan menjaga negeri adalah bagian dari amanah. Berbeda pilihan tidak harus bermusuhan, berbeda pandangan tidak harus saling meniadakan. Selama masih berada dalam bingkai persaudaraan dan kemaslahatan, perbedaan adalah sesuatu yang perlu disikapi dengan ilmu dan adab.</p><p>Sebagaimana nasihat para kiai: jangan merasa paling suci hanya karena rajin beribadah, dan jangan merasa paling nasionalis hanya karena pandai berbicara tentang bangsa. Ukuran kemuliaan bukan pada klaim, tetapi pada seberapa besar ilmu, iman, dan kecintaan kita menghadirkan kemanfaatan bagi sesama.</p><p>Jadilah santri yang alim tanpa merasa paling alim, nasionalis tanpa menjadi fanatik, dan beragama tanpa kehilangan adab. Karena Islam mengajarkan kita untuk menjadi rahmat bagi semesta, dan tanah air adalah salah satu tempat kita mengamalkan rahmat itu.</p><p></p>
Ahmad Kosasih Marzuki
16 Sep

Nusron Wahid "Tiarap"?
<p>Nusron Wahid, Menteri ATR/BPN, masih tiarap. WA (Whatsapp) tak dibalas, telepon tak diangkat. Tapi, detak jantungnya, bisa jadi lebih cepat dari biasanya. Nada HP-nya mungkin silent tanpa notifikasi. Tapi, kebisingan bukan lagi di telinga, tapi di dalam dada.</p><p>Kalau saya, bukan 4 dari 8 tersangka yang diumumkan KPK semalam yang merupakan orang kepercayaan Menteri Nusron, melainkan ke-8-nya. Tidak hanya Fahd El Fouz alias Fahd Arafiq, legenda koruptor di Indonesia, Arif Sugiono, Erwin, dan Muhammad Fakhry.</p><p>Tapi juga, Lampri, yang merupakan Dirjen di Kementerian ATR/BPN. Dirjen mustahil bukan orang kepercayaan menteri. Lalu, Sontang Coin Manurung, Adrianto Pitojo Adi, dan Rizal Pahlevi. Semuanya adalah orang kepercayaan Menteri Nusron. Minimal, orang kepercayaan dari orang kepercayaan Menteri Nusron.</p><p>Jadi, wajar, Menteri Nusron masih tiarap. Bayangkan, semua unsur lengkap. Pejabat negara, pihak swasta, dan termasuk parpol. Dari parpol, Fahd Arafiq, memang satu partai pula dengan Menteri Nusron. Boleh dibilang, semua bidak-bidak yang "dimainkan" oleh sang mentari.</p><p>Entahlah, pembelaan seperti apa yang sedang dipersiapkan Menteri Nusron pada saat nanti muncul di hadapan publik? Tidak tahukah? Mainan anak-anak di bawahkah? Ditipu anak buah? Dikadalin bawahan? Atau apa? Kiranya, semuanya, belum ada yang pas sebagai kata-kata mujarab, alibi, atau alasan.</p><p>KPK belum menetapkan Menteri Nusron sebagai tersangka, baru bisa mengatakan bahwa 4 dari 8 tersangka adalah kepercayaan menteri, berarti masih terputus benang merah ke arah itu. Artinya, belum ada yang berani dari para tersangka atau orang yang dianggap kepercayaan menteri itu yang mau bicara. Masih bungkam. Masih melenan bulat-bulat sendiri.</p><p>Apalagi, ada si lejen Fahd Arafiq di dalamnya. Orang yang sudah tiga kali (hattrick) ditangkap KPK, dan terbukti tidak bisa lolos dari hukuman. Artinya, dia sudah berpengalaman. Kalau tertangkap, maka tanggung jawab sendiri-sendiri. Di kalangan mafia, hukum seperti itu sudah menjadi semacam tradisi.</p><p>Memang, sulit korupsi dihapus dari negeri ini. Jangankan dalam kenyataan, dalam mimpi pun mungkin tidak akan pernah terjadi korupsi hilang di negeri ini. (ERIZAL)</p><p></p><p></p>
Ahmad Kosasih Marzuki
16 Sep

Nusron dan Ujian Pendekar Muktamar
<p>Dalam politik, terutama politik organisasi keagamaan, masa lalu jarang benar-benar menjadi masa lalu. Ia bisa kembali dalam bentuk sebuah nama, sebuah foto, sebuah tatapan, atau bahkan sebuah perkara hukum yang sama sekali tidak berkaitan langsung dengan pertikaian lama.</p><p>Nusron Wahid adalah salah satu nama yang menarik untuk dilihat dari jarak semacam itu.</p><p>Lima tahun lalu, menjelang Muktamar NU ke-34 di Lampung, Nusron berada di lingkaran penting yang ikut mengantarkan KH Yahya Cholil Staquf menuju kursi Ketua Umum PBNU. Gus Yahya bahkan menyebut Gus Saifullah Yusuf dan Gus Nusron sebagai âpendekar-pendekarâ Muktamar, orang-orang yang terbiasa memainkan peran penting dalam pertarungan internal NU dari satu muktamar ke muktamar berikutnya.</p><p>Dalam penyusunan kepengurusan setelah Muktamar, nama Nusron memang sempat muncul dalam susunan yang beredar. Namun, dokumen yang akhirnya diumumkan menempatkan Saifullah Yusuf sebagai Sekretaris Jenderal, sementara Nusron menjadi Wakil Ketua Umum.</p><p>Di situlah sejarah kecil tentang keduanya menjadi menarik..Gus Yahya memilih Gus Ipul. Bukan Nusron. Konon, ketika menjelaskan kedekatannya dengan Gus Ipul, Gus Yahya pernah berkelakar dalam bahasa Jawa: âDurung watuk ae aku ngerti Ipul meg watuk.â Belum batuk saja saya sudah tahu Ipul akan batuk.</p><p>Kalimat itu, jika benar diucapkan sebagaimana beredar, sebenarnya lebih banyak berbicara tentang kedekatan personal daripada jabatan. Dalam organisasi sebesar NU, pengetahuan tentang seseorang sering kali tidak hanya dibangun dari curriculum vitae. Ia lahir dari perjalanan panjang, pergaulan, kesetiaan, dan pengalaman bekerja bersama.</p><p>Tetapi politik mempunyai sifat yang kejam: orang yang kemarin berdiri dalam satu barisan dapat suatu hari berdiri di seberangnya. Dan di sinilah cerita Nusron menjadi lebih rumit.</p><p>Dari pendekar menjadi pihak yang dicurigai</p><p>Belakangan muncul persepsi di sebagian kalangan Nahdliyyin bahwa Nusron berada di antara orang-orang yang berseberangan politik dengan Gus Yahya dalam konflik PBNU.</p><p>Namun persepsi bukan bukti. Meski yang berada di lapangan tahu telanjang mata dengan apa yang sudah dirancang jauh-jauh hari oleh Nusron kepada mas Yahya.</p><p>Kita boleh mencatat adanya konflik, pernyataan-pernyataan publik, dan perubahan konfigurasi kekuasaan di PBNU. Kita juga boleh bertanya siapa berada di belakang siapa.</p><p>Tetapi mengatakan seseorang âmerancang penggulinganâ membutuhkan bukti yang lebih keras daripada sekadar kedekatan politik atau posisi yang berlawanan.</p><p>Itulah batas penting dalam politik dan jurnalisme.</p><p>Sebab kalau batas itu dihapus, kritik mudah berubah menjadi penghakiman. Dan manusia, terutama manusia yang berada di pusat kekuasaan, pantas diadili oleh fakta, bukan oleh dugaan. Meski kita juga sangat paham, secara laten dengan apa yang telah dilakukan Nusron kepada "patronnya"!?</p><p>Lalu datanglah KPK</p><p>Kini panggungnya berubah. Pada 14 September 2026 kemarin, KPK melakukan OTT yang berkaitan dengan dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan di wilayah Bogor dan perkara lain di lingkungan ATR/BPN. Sebanyak 17 orang diamankan dalam tahap awal. Nusron tidak termasuk di antara mereka.</p><p>KPK kemudian mengumumkan penyitaan uang tunai dengan nilai sekitar Rp106,3 miliar, terdiri atas rupiah dan sejumlah mata uang asing. Sebagian terbesar ditemukan di rumah Arif Sugiyanto, yang disebut sebagai orang kepercayaan Nusron.</p><p>Empat tersangka dalam perkara tersebut juga disebut sebagai orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. Tetapi fakta bahwa seseorang disebut sebagai âorang kepercayaanâ tidak otomatis membuktikan bahwa uang yang ditemukan adalah milik orang yang menjadi atasannya.</p><p>Itu dua hal yang berbeda. Dan perbedaan itulah yang harus dijaga. Betapapun kita sengit kepada persona ini.</p><p>Di media sosial, uang dalam koper dapat dengan cepat berubah menjadi âuang milik Nusronâ. Padahal secara hukum, kepemilikan uang harus dibuktikan melalui alat bukti, bukan melalui asosiasi.</p><p>KPK sendiri masih mendalami hubungan antara para pihak dan aliran uang tersebut. Karena itu, kalimat yang paling jujur untuk saat ini barangkali sederhana: kita belum tahu. Sekali lagi, berapapun kita tahu sekali kelakuan jagoan muktamar ini.</p><p>Dan âbelum tahuâ adalah jawaban yang jauh lebih sehat daripada mengarang kepastian.</p><p>Membungkuk di depan, berseberangan di belakang?</p><p>Ada sebuah pertanyaan yang lebih besar daripada Nusron. Bagaimana kita membaca sebuah foto ketika seseorang terlihat begitu hormat di hadapan orang lain, sementara kemudian muncul cerita bahwa di belakang layar mereka berada di kubu yang berbeda?</p><p>Apakah salam, cium tangan, atau sikap membungkuk selalu berarti kesetiaan? Tidak selalu.</p><p>Dalam tradisi politik Jawa dan pesantren, penghormatan kepada seorang kiai dapat berdiri sendiri sebagai etika, bahkan ketika secara politik seseorang berbeda pandangan.</p><p>Karena itu, sebuah foto tidak cukup untuk membuktikan kesetiaan. Sebaliknya, sebuah foto juga tidak cukup untuk membuktikan pengkhianatan.</p><p>Yang menentukan adalah apa yang dilakukan seseorang ketika kamera tidak melihat. Tetapi sekali lagi, apa yang dilakukan di belakang kamera juga harus dibuktikan.</p><p>Di sinilah prinsip âberpikir adil sejak dalam pikiranâ menjadi penting. Adil bukan berarti membela Nusron.</p><p>Adil juga bukan berarti membela Mas Yahya.</p><p>Adil berarti tidak menjadikan prasangka sebagai fakta hanya karena prasangka itu cocok dengan cerita yang ingin kita percayai.</p><p>Waktu mempunyai cara sendiri</p><p>NU telah mengalami terlalu banyak pertarungan untuk tidak mengenal hukum sederhana kekuasaan: orang bisa datang sebagai kawan, menjadi lawan, lalu suatu hari kembali menjadi kawan. Begitu pula sebaliknya.</p><p>Karena itu, kisah Nusron dan Gus Yahya belum tentu selesai hanya karena satu muktamar telah lewat atau satu konflik telah berakhir. Yang menarik justru adalah apa yang akan terjadi setelah semua tepuk tangan berhenti.</p><p>Jika benar ada tangan-tangan politik yang bekerja di belakang sebuah konflik, sejarah pada akhirnya akan mencari jejaknya. Jika tidak ada, tuduhan itu pun seharusnya gugur dengan sendirinya.</p><p>Demikian pula perkara KPK. Jika uang Rp106,3 miliar itu memiliki hubungan dengan jaringan Nusron, penyidikan harus menemukan hubungan tersebut secara terang.</p><p>Jika ternyata tidak, maka Nusron tidak boleh dihukum oleh rumor yang telanjur beredar. Itulah fungsi hukum. Dan itulah pula fungsi jurnalisme.</p><p>Bukan membuat seseorang tampak bersalah sebelum pengadilan berbicara. Bukan pula membuat seseorang tampak suci sebelum penyidikan selesai.</p><p>Pendekar muktamar dan badai</p><p>Lima tahun lalu, Nusron dan Gus Ipul disebut Gus Yahya sebagai âpendekarâ Muktamar. Kini salah satu nama itu berada di tengah badai yang berbeda. Bukan lagi sekadar perebutan kepemimpinan organisasi.</p><p>Kini ada perkara hukum, uang dalam jumlah sangat besar, sejumlah orang dekat, dan sebuah kementerian yang berada dalam sorotan. Tetapi justru di sinilah ukuran seorang pendekar sesungguhnya diuji.</p><p>Bukan ketika ia menang. Melainkan ketika ia berada di tengah badai. Apakah ia mampu menjelaskan? Apakah ia mampu membuka fakta?</p><p>Apakah ia sanggup membedakan kritik dengan fitnah, dan pembelaan dengan pembenaran?</p><p>Kita belum tahu. Maka biarlah penyidikan berjalan. Biarlah pengadilan berbicara jika perkara itu sampai ke sana. Dan biarlah sejarah melakukan pekerjaannya dengan tenang.</p><p>Dalam bahasa Jawa ada ungkapan yang keras tetapi sederhana: sing salah kuwalatâyang salah pada akhirnya akan berhadapan dengan akibatnya sendiri.</p><p>Tetapi ada kalimat lain yang tidak kalah penting: sing durung kabukten salah, aja diadili dhisik.</p><p>Yang belum terbukti salah, jangan dihukum lebih dahulu. Mungkin itulah cara paling sederhana untuk tetap adilâbahkan kepada orang yang tidak kita sukai.</p><p>Dan untuk sementara, barangkali kita cukup duduk di pinggir gelanggang. Dian saja. Meneng. Melihat bagaimana seorang âpendekar Muktamarâ menghadapi badai. Tanpa tepuk tangan. Tanpa sorak. Dan tanpa vonis sebelum waktunya. Betapapun kita tahu sepak terjangnya selama ini.</p><p>Kawan-kawan. Hari ini beredar isu kencang, dan berhembus kencang sekali sejak semalam, bahwa akan ada reshuffle kabinet dadakan, dengan kemungkinan menggeser Nusron setelah ia ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.</p><p>Kita belum tahu apakah ini benar atau sekadar rumor. Namun, dari lingkaran dalam Partai Golkar memang sudah lama beredar kabar bahwa nama Nusron, yang disebut tidak berada dalam lingkaran Ketua Umumnya, telah lama diusulkan untuk diganti.</p><p>Jika reshuffle itu benar-benar terjadi, apakah ini kemudian membenarkan ungkapan mantan Ketum PBNU, bahwa Nusron menuai buahnya sendiri karena telah membeli sebagian suara Muktamirin sebelumnya? Wallahu alam.</p><p></p>
Ahmad Kosasih Marzuki
16 Sep

NU DAN KISAH BATU BARA DI HALAMAN PESANTREN
- Ketika Tradisi Bertemu Konsesi: Sebuah Pengantar Buku Nahdlatul Ulama dalam Bingkai Puisi Oleh Denny JA Di sebuah desa, seorang perempuan mendengar berita dari radio. Nahdlatul Ulama mendapat konsesi tambang. Jauh di bawah tanah, batu bara menunggu digali. Ia memandang pohon jati di halaman. Tiba-tiba berita ekonomi itu berubah menjadi pertanyaan moral. Berapa harga sebuah kemajuan jika bumi harus membayarnya? Ia teringat pesantren. Di sana, kiai pernah mengajarkan bahwa tanah bukan sekadar benda, sungai bukan sekadar air, dan bumi adalah amanah yang dititipkan untuk anak cucu. Malam datang. Perempuan itu pergi ke masjid. Ia tidak membawa jawaban, hanya doa dan kegelisahan yang terlalu besar untuk dipendam sendirian. -000- Kisah itu terdapat dalam puisi Sri Sunarti berjudul âBatu Bara di Halaman Pesantrenâ. Puisi tersebut termasuk dalam antologi Nahdlatul Ulama dalam Bingkai Puisi. Buku ini bukan sekadar kumpulan sajak mengenai organisasi. Ia mencoba sesuatu yang lebih sulit: menangkap NU sebagai pengalaman kebudayaan, ingatan, kegelisahan, doa, dan harapan. Antologi ini lahir dari kerja sama PWNU Jawa Tengah dan Satupena Jawa Tengah, dengan tim editor Gunoto Saparie, Mufid Rahma âŠ
Ahmad Kosasih Marzuki
16 Sep

Menyepak Purbaya Bisa Menjadi âGol Bunuh Diriâ Prabowo
<p>Makin seru saja cerita disepaknya Purbaya dari istana. Luar biasa tanggapan netizen, apalagi pengikut Partai Koptagul, paling gercep. Simak lagi lanjutannya sambil seruput Koptagul, wak!</p><p>Politik itu kadang mirip sepak bola. Lawan belum menyerang, pemain sendiri malah menendang bola ke gawang. Kalau di stadion disebut gol bunuh diri. Kalau di Istana mungkin disebut penyegaran kabinet.</p><p>Presiden Prabowo Subianto menyepak Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi Menteri Keuangan. Suahasil Nazara masuk menggantikan. Ia langsung bersumpah dan berjanji: APBN sehat, kredibel, dapat dipercaya, defisit di bawah 3 persen, dan program prioritas pemerintah tetap jalan. Janji sudah direkam kamera. Mikrofon juga sudah bekerja. Tinggal rakyat menunggu hasil.</p><p>Namun publik mulai bertanya nakal, benarkah Purbaya diganti karena persoalan ekonomi? Sebab muncul kecurigaan lain lebih gurih untuk digoreng. Ada soal Rp120 triliun harus disetor Danantara ke APBN, dana MBG tak boleh dipotong, Bea Cukai jangan diobok-obok, dan berbagai urusan fiskal lainnya.</p><p>Belum tentu benar. Belum tentu juga salah. Itu baru kecurigaan publik. Tetapi kalau sudah menyangkut uang triliunan, rakyat mendadak berubah menjadi auditor. Kalkulator keluar, alis naik.</p><p>Yang bikin situasi makin menarik, Purbaya bukan menteri popularitasnya sedang tenggelam. Bukan menteri yang ono, kerja tak jelas, kursi aman. Survei IndexPolitica menempatkan Purbaya peringkat kedua bursa capres 2029 dengan 22,50 persen, hanya kalah dari Prabowo. Bursa cawapres malah menempatkannya di posisi pertama dengan 28,65 persen, mengalahkan Dedi Mulyadi, AHY hingga Gibran.</p><p>Beberapa lembaga juga mencatat kepuasan terhadap kinerjanya mencapai 84,1 persen. Gaya blak-blakannya yang disebut sebagian orang sebagai âPurbaya Effectâ justru disukai publik yang sudah bosan dengan bahasa birokrasi yang kalau diterjemahkan ke bahasa rakyat membutuhkan tiga gelas kopi dan satu kamus.</p><p>Masalahnya, popularitas Purbaya berhadapan dengan tren kepuasan terhadap Prabowo yang sedang anjlok. SMRC: 81,2 persen November 2025, turun menjadi 66,4 persen Februari-Maret 2026, lalu 51,1 persen Juli 2026.</p><p>Poltracking: dari 78,1 persen Oktober 2025 menjadi 55,1 persen Agustus 2026. Tempo Data Science: 75 persen Desember 2025, turun ke 58 persen Maret, lalu ambruk ke 37 persen Agustus 2026. ASI masih mencatat 57,6 persen Juli 2026, tetapi arahnya tetap menurun.</p><p>Ekonomi memang menjadi salah satu biang kerok: harga kebutuhan pokok, lapangan kerja dan daya beli terus dikeluhkan. Tapi angka fiskal Purbaya sendiri tidak sedang berantakan. Defisit APBN masih di bawah 3 persen. Realisasi Juli-Agustus 2026 sekitar 0,9 persen PDB, outlook akhir tahun 2,85 persen. Penerimaan pajak tumbuh 23,7 persen. Sementara rasio utang bertahan di kisaran 40 persen.</p><p>Maka muncul pertanyaan usil, kalau bukan karena angka ekonomi, apakah ada angka lain yang bikin kursi Menkeu bergeser? Rp120 triliun Danantara? MBG? Bea Cukai? Atau tarik-menarik kepentingan fiskal lainnya?</p><p>Belum ada jawaban pasti. Jangan buru-buru membuat konspirasi sampai setebal skripsi. Namun jika nanti ekonomi membaik, Prabowo tentu menang. Kalau APBN sehat dan program pemerintah lancar, pergantian Purbaya terbukti tepat.</p><p>Tetapi kalau harga makin menggila, pekerjaan makin sempit, daya beli makin loyo, sementara persoalan Danantara, MBG dan Bea Cukai terus berisik, publik akan kembali mengingat satu hal, Purbaya sudah disepak ketika popularitasnya masih tinggi.</p><p>Kalau ternyata keputusan itu salah, sejarah mungkin tidak menyebutnya pergantian menteri. Sejarah bisa saja menyebutnya, gol bunuh diri paling mahal di lapangan politik. Kita hanya bisa menonton aksi para elite mengendalikan negeri di tengah susahnya warga Kalimantan bernafas.</p><p>Foto Ai hanya ilustrasi</p><p> Rosadi Jamani</p><p><a href="https://www.facebook.com/hashtag/camanewak?__cft__[0]=AZgtYRiCeTAXzJvDUNVTxW5saHPA98ULTgm1q2olnvFnlf-M6U5ZhGyHwOPDnLw9B7MjHNTpPd9g9t_2FmaljupX7KATO9t8GdxxPAXX5VmOBohcmkjYHAuJtDnecvIivDbxIFNVVhSl3pi3cN8Wfz4P5O7RtRiKwnF5VY6cPmXnqwKZAtJM4WuBEZxswXCZPzzHMQ6OS4Z4&__tn__=*NK-R" rel="noopener noreferrer" target="_blank">#camanewak</a></p><p><a href="https://www.facebook.com/hashtag/jurnalismeyangmenyapa?__cft__[0]=AZgtYRiCeTAXzJvDUNVTxW5saHPA98ULTgm1q2olnvFnlf-M6U5ZhGyHwOPDnLw9B7MjHNTpPd9g9t_2FmaljupX7KATO9t8GdxxPAXX5VmOBohcmkjYHAuJtDnecvIivDbxIFNVVhSl3pi3cN8Wfz4P5O7RtRiKwnF5VY6cPmXnqwKZAtJM4WuBEZxswXCZPzzHMQ6OS4Z4&__tn__=*NK-R" rel="noopener noreferrer" target="_blank">#jurnalismeyangmenyapa</a></p><p></p>
Ahmad Kosasih Marzuki
16 Sep

Terima Kasih, Harry Tjahjono: Karena Orang Kampung Juga Punya Filsafat
<p>Ada buku yang selesai ditulis ketika titik terakhir dibubuhkan. Ada pula buku yang justru mulai bekerja setelah dibaca. Filosofi Orang Kampung: Si Doel Anak Sekolahan karya <a href="https://www.facebook.com/koran.madiun?__cft__[0]=AZj4nGsVIObGIixck_JiP1Pq2fQ40kqrwi7pMqiVkqjCAIzV7ASkS_PmTOM_xz7hQl_-gZTvQ1lWvvkuu_rcE-8-KkRAvA-PoSm42y0t4hd4jS53ADsldS9oobXRD7OdweVpkK9xmTGTD1hUEkyYbkDQ5w61WRSBBPMjVELt5y3sBPXd-3OrWFv4zdw&__tn__=-]K-R" rel="noopener noreferrer" target="_blank">Harry Tjahjono</a>, bagi saya, termasuk jenis kedua. Buku ini membawa kita kembali kepada Si Doel, tetapi sesungguhnya mengajak kita pulang kepada sesuatu yang lebih jauh: kampung, keluarga, tetangga, nilai-nilai hidup, dan manusia biasa yang sering luput dari narasi besar tentang Jakarta.</p><p>Terima kasih, Mas Harry, karena telah mengingatkan bahwa orang kampung bukan objek nostalgia tapi pemilik pengalaman, pengetahuan, dan filsafat hidupnya sendiri. Di tengah kota yang berlari mengejar gedung tinggi, investasi, teknologi, dan modernitas, buku ini seperti seseorang yang tiba-tiba menghentikan kita di tengah jalan lalu bertanya: âKamu masih ingat dari mana kamu berasal?â Pertanyaan itu terdengar sederhana, tetapi jawabannya bisa mengusik cara kita memandang kota, masyarakat, bahkan diri sendiri.</p><p>Saya merasakan pertanyaan itu semakin kuat ketika pada Jumat, 11 September 2026, saya kembali ke Balai Sastra H.B. Jassin di Taman Ismail Marzuki untuk menghadiri peluncuran buku ini. Bersama Hafiz, Suwitno, dan Haekal, saya berkeliling melihat bangunan yang kini jauh lebih megah dibandingkan masa ketika kami masih mahasiswa dan ikut menggerakkan Koin Sastra untuk PDS H.B. Jassin melalui jejaring Twitter.</p><p>Kami pernah jadi bagian mengajak publik menyumbang agar rumah dokumentasi sastra itu tetap bertahan, tetapi ketika melihat milestone perjalanan lembaga tersebut. Sejarah ternyata bisa sangat kejam: orang-orang yang bekerja dapat hilang dari catatan, sementara catatan tentang pekerjaan mereka tetap hidup.</p><p>Anehnya, buku Harry justru membuat saya tidak terlalu kecewa, karena saya menemukan hubungan yang indah: seperti PDS H.B. Jassin menyelamatkan ingatan sastra, Filosofi Orang Kampung berusaha menyelamatkan ingatan tentang manusia dan dunia sosial yang melahirkan Si Doel. Keduanya sama-sama melawan lupa, hanya dengan cara berbeda.</p><p>Maka sekali lagi, terima kasih, Mas Harry, karena telah menulis sesuatu yang membuat kita memahami bahwa ketika sebuah kampung hilang, yang terancam lenyap bukan hanya rumah dan jalanannya, melainkan juga cara sebuah generasi memahami kehidupan. Semoga buku ini dibaca luas dan menjadi pintu masuk bagi resensi yang lebih kritis tentang Si Doel, Jakarta, perubahan sosial, dan nasib orang-orang yang sering tidak masuk dalam sejarah, padahal tanpa merekalah sesungguhnya sejarah tidak akan pernah melaju.</p><p></p><p></p>
Ahmad Kosasih Marzuki
16 Sep

OTT HGB BOGOR & ATR/BPN TIDAK ADA HUBUNGAN DENGAN KEABSAHAN MUKTAMAR NU
<p></p><p>Oleh: Purwanto M. Ali</p><p>Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi terkait perkara pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor dan ATR/BPN belakangan berkembang menjadi perbincangan yang melebar ke berbagai arah. Salah satunya adalah munculnya isu yang mencoba menghubungkan perkara tersebut dengan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Tambakberas, Jombang.</p><p>Bahkan, diskursusnya bergerak lebih jauh. Muncul pendapat yang mempertanyakan keabsahan hasil Muktamar dan mewacanakan Muktamar harus diulang apabila benar terdapat aliran uang dari pihak yang terkait perkara tersebut untuk kepentingan Muktamar NU.</p><p>Menurut saya, kesimpulan seperti itu terlalu jauh.</p><p>Perkara hukum yang sedang ditangani KPK adalah satu persoalan. Keabsahan Muktamar NU adalah persoalan lain. Keduanya tidak dapat begitu saja dihubungkan tanpa adanya fakta, bukti, hubungan sebab-akibat, dan dasar organisatoris yang jelas.</p><p>Jangan Mengubah Pertanyaan Menjadi Fakta</p><p>Dalam membaca perkara hukum, publik harus disiplin membedakan fakta, dugaan, pertanyaan, dan opini.</p><p>Fakta adalah sesuatu yang telah dapat diverifikasi melalui keterangan resmi, dokumen, alat bukti, atau proses hukum yang dapat dipertanggungjawabkan. Sementara dugaan masih membutuhkan pembuktian. Demikian pula pertanyaan seorang jurnalis tetaplah pertanyaan, bukan konfirmasi bahwa peristiwa yang ditanyakan benar-benar terjadi.</p><p>Karena itu, ketika muncul pertanyaan apakah sebagian uang yang berkaitan dengan perkara HGB Bogor digunakan untuk kepentingan Muktamar NU di Jombang, pertanyaan tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa uang itu benar-benar digunakan untuk Muktamar.</p><p>Bisa saja pertanyaan itu berangkat dari kabar atau isu yang beredar. Namun kabar dan isu tidak otomatis berubah menjadi fakta hanya karena kemudian menjadi bahan pertanyaan kepada aparat penegak hukum.</p><p>Di sinilah kehati-hatian diperlukan.</p><p>Jangan sampai sebuah pertanyaan berubah menjadi dugaan, dugaan berubah menjadi seolah-olah fakta, kemudian âfaktaâ yang sebenarnya belum pernah terverifikasi itu dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa Muktamar NU tidak sah.</p><p>Kalau Ada Aliran Dana, Buktikan</p><p>Kalaupun kelak ditemukan bukti mengenai adanya aliran dana tertentu, persoalannya juga tidak berhenti pada kalimat: âuang itu digunakan untuk Muktamar NUâ.</p><p>Pernyataan semacam itu terlalu umum.</p><p>Harus dijelaskan: uang siapa, berasal dari mana, diberikan oleh siapa, diterima siapa, berapa jumlahnya, untuk kepentingan apa, dan apa hubungan penerima dengan Muktamar.</p><p>Sebab Muktamar bukan satu orang. Muktamar juga bukan satu kandidat.</p><p>Di dalamnya terdapat panitia, peserta, kandidat, tim kandidat, penggembira, simpatisan, badan otonom, penyedia jasa, dan berbagai pihak dengan kepentingan serta aktivitas yang berbeda.</p><p>Apabila dugaan tersebut kemudian diarahkan kepada kepentingan pemenangan kandidat tertentu, standar pembuktiannya harus semakin spesifik.</p><p>Kandidat siapa yang didukung? Siapa yang memberikan uang? Siapa yang menerima? Kepada siapa uang tersebut didistribusikan? Apakah penerimanya memiliki hak suara? Apakah pemberian tersebut memang dimaksudkan untuk memengaruhi pilihan dalam Muktamar?</p><p>Semua harus dibuktikan.</p><p>Tidak boleh ada lompatan logika dari âdiduga ada aliran uangâ, menjadi âuang digunakan untuk Muktamarâ, kemudian meloncat lagi menjadi âMuktamar tidak sah dan harus diulangâ.</p><p>Ada jarak pembuktian yang sangat panjang di antara ketiga kesimpulan tersebut.</p><p>Pengandaian Bukan Pernyataan Fakta</p><p>Untuk menguji argumentasi tersebut, mari kita gunakan pengandaian paling jauh.</p><p>Seandainya kelak terbukti terdapat sebagian uang dari pihak yang terkait perkara HGB Bogor yang digunakan oleh seseorang atau kelompok tertentu dalam konteks Muktamar NU, maka pertanyaan pertama adalah: siapa yang menggunakan dan untuk kepentingan siapa?</p><p>Kata âseandainyaâ harus digarisbawahi. Ini merupakan pengandaian untuk menguji konsekuensi hukum dan organisatoris, bukan pernyataan bahwa peristiwa tersebut benar-benar telah terjadi.</p><p>Jika uang tersebut ternyata digunakan untuk kepentingan pemenangan kandidat, harus dibuktikan kandidat yang mana. Harus pula dibuktikan apakah kandidat tersebut mengetahui, memerintahkan, menerima, atau memperoleh manfaat dari penggunaan dana tersebut.</p><p>Pertanggungjawaban hukum tidak dapat dibangun hanya berdasarkan asosiasi.</p><p>Prinsipnya harus jelas: siapa berbuat apa, menerima apa, untuk kepentingan siapa, dan apa akibat dari perbuatannya.</p><p>Jika Kandidat yang Didukung Justru Kalah?</p><p>Pengandaian tersebut menjadi semakin menarik apabila kandidat yang diduga mendapatkan dukungan dana ternyata bukan kandidat yang memenangkan kontestasi.</p><p>Misalnya, kandidat A diduga memperoleh dukungan dana tertentu, sementara yang memenangkan pemilihan adalah kandidat B.</p><p>Jika kemudian kemenangan kandidat B hendak dibatalkan, tentu harus dibuktikan terlebih dahulu apa hubungan antara dugaan perbuatan untuk memenangkan kandidat A dengan kemenangan kandidat B.</p><p>Apakah kandidat B mengetahui?</p><p>Apakah kandidat B menerima dana?</p><p>Apakah kandidat B menikmati manfaat dari tindakan tersebut?</p><p>Apakah tindakan itu mempunyai hubungan sebab-akibat dengan kemenangan kandidat B?</p><p>Jika semua hubungan tersebut tidak dapat dibuktikan, tidak logis membebankan dugaan pelanggaran yang dilakukan untuk kepentingan kandidat A kepada kandidat B yang justru menjadi lawannya dalam kontestasi.</p><p>Karena itu, bahkan seandainya ada dana bermasalah yang digunakan untuk pemenangan kandidat tertentu, fakta tersebut tidak otomatis membatalkan keseluruhan Muktamar.</p><p>Terlebih apabila kandidat yang didukung justru kalah.</p><p>Tanggung Jawab Individu dan Keabsahan Forum</p><p>Di sinilah perlu dibedakan antara pertanggungjawaban pidana seseorang, pelanggaran etik atau aturan kontestasi, dan keabsahan forum organisasi.</p><p>Ketiganya berada pada ranah yang berbeda.</p><p>Jika seseorang terbukti melakukan tindak pidana, orang tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatannya berdasarkan hukum.</p><p>Jika terdapat kandidat, tim, atau pihak tertentu yang terbukti melakukan pelanggaran terhadap aturan organisasi, persoalannya harus diperiksa berdasarkan AD/ART, peraturan perkumpulan, tata tertib Muktamar, dan mekanisme internal NU yang berlaku.</p><p>Tetapi untuk sampai kepada kesimpulan bahwa seluruh hasil Muktamar tidak sah dan Muktamar harus diulang, dibutuhkan dasar yang berbeda dan jauh lebih kuat.</p><p>Harus dapat ditunjukkan aturan organisasi mana yang dilanggar, bagaimana pelanggaran itu memengaruhi keabsahan forum atau hasil pemilihan, dan berdasarkan ketentuan apa pelanggaran tersebut berakibat pada pembatalan hasil Muktamar.</p><p>Satu orang melakukan pelanggaran tidak berarti seluruh peserta Muktamar ikut melakukan pelanggaran.</p><p>Demikian pula dugaan adanya uang yang digunakan oleh satu kelompok tidak otomatis membuat seluruh keputusan Muktamar menjadi cacat.</p><p>Legalitas dan Legitimasi Bukan Hal yang Sama</p><p>Perdebatan ini juga perlu ditempatkan dalam kerangka yang lebih jernih: legalitas dan legitimasi hasil Muktamar adalah dua hal yang berbeda.</p><p>Legalitas berbicara tentang sah atau tidaknya Muktamar dan keputusan yang dihasilkannya berdasarkan AD/ART, peraturan perkumpulan, tata tertib, kewenangan forum, prosedur persidangan, mekanisme pemilihan, dan ketentuan organisasi lainnya.</p><p>Sedangkan legitimasi lebih berkaitan dengan penerimaan dan kepercayaan terhadap proses maupun hasil Muktamar.</p><p>Sebuah hasil Muktamar dapat sah secara organisatoris, tetapi pada saat yang sama tetap menghadapi kritik terhadap legitimasi politik, etik, atau moralnya.</p><p>Sebaliknya, besarnya dukungan publik terhadap suatu hasil juga tidak dapat menggantikan persyaratan legalitas yang telah ditentukan oleh aturan organisasi.</p><p>Karena itu, jika yang dipersoalkan adalah legalitas Muktamar, tunjukkan aturan mana yang dilanggar dan mengapa pelanggaran tersebut menyebabkan hasil Muktamar tidak sah.</p><p>Namun jika yang dipersoalkan adalah legitimasi, perdebatannya berbeda: apakah proses Muktamar dipandang adil, berintegritas, transparan, bermartabat, serta memperoleh kepercayaan warga NU.</p><p>Kritik terhadap legitimasi tentu sah. Bahkan diperlukan sebagai bagian dari evaluasi organisasi.</p><p>Tetapi kritik terhadap legitimasi tidak otomatis menggugurkan legalitas.</p><p>Jangan Mengadili Muktamar dengan Isu</p><p>KPK harus didukung untuk mengusut perkara HGB Bogor dan ATR/BPN secara profesional, transparan, dan sampai tuntas.</p><p>Jika terdapat aliran uang, telusuri.</p><p>Jika ada penerima, buktikan.</p><p>Jika ditemukan tindak pidana, proses siapa pun yang bertanggung jawab sesuai hukum.</p><p>NU tidak perlu melindungi siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran hukum.</p><p>Namun prinsip keadilan mengharuskan hal yang sama berlaku dalam arah sebaliknya: jangan menghukum orang atau institusi yang tidak terbukti hanya karena namanya dikaitkan dengan suatu perkara.</p><p>Karena itu, terlalu jauh menghubungkan perkara OTT HGB Bogor dan ATR/BPN dengan keabsahan Muktamar ke-35 NU, terlebih menjadikannya alasan bahwa Muktamar harus diulang, sebelum terdapat fakta dan dasar organisatoris yang benar-benar membuktikan hubungan tersebut.</p><p>Kita harus menjaga batasnya secara terang:</p><p>Pertanyaan bukan fakta. Isu bukan bukti. Dugaan bukan kesimpulan. Pengandaian bukan pengakuan fakta. Dan persoalan legitimasi tidak otomatis menggugurkan legalitas.</p><p>Biarkan KPK bekerja berdasarkan alat bukti. Jika terdapat pelanggaran organisasi, ujilah berdasarkan aturan organisasi. Jika terdapat persoalan legitimasi, jawablah dengan keterbukaan, evaluasi, dan perbaikan.</p><p>Jangan membangun vonis dari rumor. Jangan pula membatalkan keabsahan sebuah forum organisasi hanya berdasarkan rangkaian asumsi.</p><p>Yang harus diuji adalah bukti, bukan isu. Yang harus dimintai pertanggungjawaban adalah pihak yang terbukti melakukan perbuatan, bukan seluruh Muktamar.</p><p>Dan jika yang hendak dipersoalkan adalah keabsahan hasil Muktamar, maka perdebatannya harus dikembalikan kepada aturan organisasi dan fakta yang relevan dengan proses Muktamar itu sendiri.</p><p>Sebab legalitas dan legitimasi boleh sama-sama diperdebatkan, tetapi keduanya tidak boleh dicampuradukkan.</p>
Ahmad Kosasih Marzuki
16 Sep

Cara SBY Menangani Tsunami Aceh!!
<p>Perintah darurat itu lahir di hari paling gelap dalam sejarah modern Indonesia, yakni 26 Desember 2004. Hanya dalam hitungan menit, gelombang setinggi 30 meter</p><p>menyapu bersih pesisir Aceh dan menelan ratusan ribu nyawa. Saat bencana abad ini terjadi, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)</p><p>baru saja menjabat sebagai Presiden RI selama dua bulan.</p><p>Saat gempa terjadi, Presiden SBY sedang</p><p>berada di Jayapura, Papua.</p><p>Mendengar komunikasi ke Aceh putus total,</p><p>insting komandonya bergerak cepat.</p><p>Malam itu juga, ia menggelar sidang darurat,</p><p>membatalkan kepulangan ke Jakarta,</p><p>dan memerintahkan pesawat kepresidenan</p><p>langsung terbang membelah rute terjauh menuju Aceh.</p><p>Setelah transit darurat di Makassar dan Batam</p><p>untuk isi bahan bakar, SBY mendarat di Lhokseumawe pada 27 Desember 2004.</p><p>Sang Jenderal purnawirawan tak kuasa menahan air mata melihat puluhan ribu</p><p>jenazah bergelimpangan dan kehancuran total</p><p>di depan matanya.</p><p>Dalam kepanikan nasional, Presiden SBY mengambil keputusan ekstrem yang sangat berisiko. Saat itu Aceh berstatus</p><p>Darurat Sipil dan tertutup akibat konflik bersenjata dengan GAM.</p><p>Menabrak protokol keamanan, Presiden SBY mengumumkan kebijakan Open Sky,</p><p>yaitu membuka pintu Aceh selebar-lebarnya untuk militer dan relawan asing.</p><p>Kebijakan berani ini mendatangkan kapal induk AS USS Abraham Lincoln</p><p>hingga bantuan puluhan negara sahabat.</p><p>Perintah tempur diubah total menjadi operasi kemanusiaan. Prajurit TNI kini bahu-membahu</p><p>dengan tentara asing, bahkan dengan anggota GAM, demi mengevakuasi korban.</p><p>Presiden SBY lalu mendirikan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias yang dipimpin teknokrat profesional.</p><p>Langkah ini menjamin pengelolaan bantuan</p><p>miliaran dolar berjalan bersih tanpa adanya korupsi. Dunia internasional pun memuji Indonesia atas manajemen krisis pascabencana terbaik di era modern.</p><p>Ketulusan merangkul semua pihak</p><p>di tengah lumpur tsunami melunakkan ego politik. Pemerintah RI dan GAM</p><p>akhirnya sepakat mengakhiri konflik bersenjata selama 30 tahun di meja perundingan Helsinki pada tahun 2005.</p><p>Tsunami yang menghancurkan Aceh, pada akhirnya mencuci bersih luka perang tiga dekade.</p><p></p>
Ahmad Kosasih Marzuki
16 Sep

KWAGEAN HOREG
<p>Setelah ada postingan dari salah satu fp info pare raya, banyak dari alumni dan beberapa teman pribadi, yang mengirim pesan untuk bertanya dan kemudian protes dengan kejadian ini. Karena memang dalam postingan tersebut, ada gambar plang pondok Kwagean dicopot, agar truk yang memuat sound horeg bisa lewat.</p><p>Kesannya, pondok tidak dihargai.</p><p>Padahal tidak tepat seperti itu yang terjadi. Semua proses dan kejadiannya berjalan dengan aman, juga rukun saling menghargai. Tidak ada yang dirusak, tidak ada juga yang direndahkan. Bahkan kegiatan didalam pondok pun berjalan seperti biasa.</p><p>Para panitia acara sudah meminta izin sebelumnya , dan kamipun mengizinkan.</p><p>Bukan berarti kami mendukung acara ini, namun acara yang sudah diizinkan oleh pengurus desa, bukan wewenang kami untuk mempermasalahkannya.</p><p>Sikap kami, adalah mengikuti sikap bapak. Beliau selalu menempatkan segala hal pada tempatnya. Pada posisinya.</p><p>Sebagaimana dalam hal pengaspalan jalan desa dahulu, bapak tidak mau memutuskan. Semua dilemparkan kepada pejabat desa, karena mereka yang lebih berhak.</p><p>Lalu, apakah kami tidak terganggu?.</p><p>Untuk menjawab ini, saya akan menceritakan bagaimana keadaan jumat malam kemarin dipondok. Terutama di rumah bapak.</p><p>Sudah sejak habis maghrib, bapak sengaja keluar rumah, dan ngungsi sementara kerumah ibuk di tetangga kecamatan. Beliau sengaja pergi, agar tidak terganggu kesehatannya oleh sound horeg. Karena fisik beliau sudah tidak mampu menahan hentakan dari suara sound horeg.</p><p>Dan kebetulan, tahun ini ada lima truk sound horeg yang sound check bersamaan disekeliling pondok.</p><p>Bapak mengungsi ke rumah ibuk hingga acara sound check selesai, lalu pukul sebelas malam beliau sudah kembali kerumah untuk istirahat.</p><p>Saya sendiri, yang sudah terdampak sejak sore. Akhirnya tidak mampu menahan mual. Dan isyaâ awal berangkat ke dokter untuk periksa lambung yang kambuh.</p><p>Suara sound yang menghentak, seringkali membuat sakit didada, dan untuk saya yang sedang pemulihan dari sakit gerd, membuat asam lambung naik.</p><p>Adapun saudara yang lain, ada yang ngungsi kerumah adek yang agak jauh dari pondok induk. Tapi ada juga yang keliling melihat check sound, sambil melihat-lihat keadaan.</p><p>Jadi mengganggu iya, namun bukan berarti harus dikonfrontasi secara langsung. Bukan begitu cara bapak saya bersikap dalam berdakwah di masyarakat.</p><p>Ketika ada suatu kejadian yang tidak diinginkan seperti ini, bapak memilih untuk diam. Tidak melarang, apalagi melawan. Karena bagi beliau, berdakwah harus dengan kesantunan, dengan penuh perhatian. Mengajarkan keislaman secara halus dan tanpa paksaan.</p><p>Seringkali justru dengan sabar memupuknya, hingga tumbuh kesadaran.</p><p>Disetiap hal yang terjadi, bapak selalu menaruh hak dan kekuasaan sesuai dengan porsinya. Saat ada sesuatu yang berhubungan dengan kepentingan umum, maka beliau selalu mengikuti hukum desa yang berlaku. Bahkan urusan yang berada didalam lingkup RT dan RW pun, menurut beliau pak RT dan pak RW lebih berhak memutuskan.</p><p>Bapak saya mengajarkan untuk tidak bertindak melebihi kewenangan.</p><p>Akan saya ceritakan satu contoh nyata.</p><p>Pernah suatu ketika, kakak tertua saya matur ke bapak. Beliau sedikit mengeluhkan tentang tetangga yang kadang menyervis motornya dan mengganggu santri yang sedang ngaji.</p><p>Namun saat cerita ke bapak, beliau hanya dengan enteng njawabi:âgak eling sampean ndisek lek sepedahan Yo banter, bribeni tanggane(apakah kamu tidak ingat, kalau kamu motoran dulu juga kenceng. Sering membuat gaduh tetangga)â.Hahaha</p><p>Dalam cara bapak menanggapi ini, bukan membenarkan tetangga pondok. Tapi beliau menginstropeksi dulu kedalam, lalu selanjutnya memperbaiki. Baru setelahnya, beliau menggiring pelan-pelan menuju kesadaran bersama.</p><p>Sekali lagi. Meskipun bapak diam, namun bukan berarti membenarkan. Terutama hal-hal kurang baik yang ada didalam sound horeg. Bapak selalu istiqomah ngaji menerangkan halal dan haram. Bahkan dalam rutinan ngaji malam rebo dengan para masyarakat sekitar pun, bapak memilih kitab fiqih dasar. Dulu kitab sulam taufiq, dan sekarang kitab taqrib. Dimana kedua kitab ini adalah kitab dasar fiqih yang menerangkan tentang kewajiban dasar seorang muslim, dan hal-hal yang halal dan yang diharamkan.</p><p>Lalu saya jadi teringat, suatu ketika bapak juga pernah bercerita;ândisek, Mbah Arif seng babat tanah kwagean, tau ngendikan:âpokok sopo AE seng ORA seneng ngaji, bakale ORA suwe neng kwageanâ(dulu, Mbah Arif yang membabat desa Kwagean pernah berpesan:âsiapa saja yang benci pada ngaji, maka bakal tidak lama ada di Kwagean)â.</p><p>Tapi saya husnudzan, berbaik sangka, bahwa mereka yang menyewa sound horeg ini bukan karena tidak suka ngaji. Namun mungkin karena ingin mengejar gengsi, dan unjuk kesuksesan saja.</p><p>Atau kalau tidak, ya karena fomo. Tidak ingin ketinggalan tren yang sedang fyp disemua media sosial.</p><p>Kami memahami, mereka adalah para awam yang tidak tahu hukum. Atau tahu, namun tidak punya keberanian dan atau kekuatan untuk menaatinya.</p><p>Atau mungkin, kita yang belum tahu hukum yang sejatinya.</p><p>Jadi. Sebelum saya, dan mungkin anda ingin mengkhutbahi dan atau menghakimi tentang dakwah kepada bapak saya, tolong berhenti. Tahan dulu kesombongan kita. Sejenak berkaca.</p><p>Bapak sudah berdakwah puluhan tahun. Dan sedikit banyak, perubahan baik, terutama dalam hal keislaman di kwagean, adalah jasa beliau. Dengan metode yang beliau pilih. Dengan pendekatan yang beliau jalankan.</p><p>Saya ingat bagaimana dulu, ada seorang kiai, tokoh besar dari Jakarta. Terkenal sebagai mubaligh, juga tokoh salah satu partai. Datang ke kwagean hanya untuk âmemarahiâ bapak yang tidak mau terjun, dakwah kedalam partai politik. Menurut beliau, seorang kiai itu harus masuk kedalam partai untuk berjuang. Berdakwah.</p><p>Lalu dengan tenang bapak menjawab:âNgapuntene, kulo bagiane mboten ten mriku(mohon maaf kiai, saya bukan bagiannya dakwah disana)â.</p><p>Jadi memang cara berdakwah dan atau cara menyikapi hal-hal seperti ini, banyak kiai yang berbeda-beda metodenya.</p><p>Untuk masalah plang pondok, jangan terlalu dibesar-besarkan. Karena itu hanya urusan kecil.</p><p>Kalau difikir dengan hati yang dingin, sebenarnya kita, pondok Kwagean, sudah semestinya mengizinkan penurunan sejenak plang pondok ini untuk dilewati sound horeg. Karena pada hakikatnya plang pondok ini berdiri melintas diatas tanah jalan milik umum. Sepanjang tahun kita âmeminjamânya untuk menaruh plang. Dan apabila âkepentingan umumâ meminta izin sejenak untuk menurunkannya, sangat tidek elok bila kita menolaknya.</p><p>Adapun yang lewat itu bis peziarah, truk molen, atau sound horeg, itu adalah urusan perangkat desa yang punya hak mengizinkan.</p><p>Mari kita berjalan dan bersikap sesuai tugas dan posisi. Jangan offside, nanti disemprit pak wasit.</p><p>Apalagi sekarang sudah zamannya var, kita tidak boleh playing victim ataupun diving.</p><p>Sekali lagi, harap disikapi dengan tenang. Karena bahkan ngaji pun tidak libur, semua kegiatan berjalan seperti biasa.</p><p>Yang tidak tenang adalah anak-anak yang kemecer pengen kabur menonton check sound yang ada didepan mata. Terutama yang ada dancernya. Hahaha</p><p>Astaghfirullahal adziimâŠ.. saya kemudian memesankan kepada teman-teman saat ngaji:âinilah yang dimaksud dengan hadis nabi, bahwa islam lahir dari keterasingan, dan akan kembali pada keterasingan. Saat semua sibuk dengan semua hal tentang sound horeg, dan dancer sexynya. Kita harus sekuat tenaga menahan diri, untuk menjaga syariat. Hingga akhirnya terasing dari sikap populer para khalayak ramai disekitar kitaâ.</p><p>Namun tenang, Kanjeng Nabi menutup hadisnya dengan dawuh:ânamun meskipun begitu, keberuntungan akan menjadi milik para orang yang terasing tersebutâ.</p><p>Semoga, semoga, dan semogaâŠ..</p><p><a href="https://www.facebook.com/hashtag/salamkwagean?__cft__[0]=AZgLM20bsTijKO7NFIcMm1HwDlshXP8-fLp9w4rHJ_pe090aO_y7FoMrZMCa5WfTCkL2VRzCAQRF-IY4HZQj7r3cmeM6U6L7ISpPMdsAL37JySKuuQwjOs5oJBTqeW0cARX-FGMEjbGcuYjfiw4AoDRD2eGl3uo4vaFbInwVDZwmn863tKaXlxK40d1lzJ5y&__tn__=*NK-R" rel="noopener noreferrer" target="_blank">#salamKWAGEAN</a></p><p></p>
Ahmad Kosasih Marzuki
16 Sep

Pidato Sertijab Pejabat Tercepat!
<p>đđȘđ§đđđźđ đđđŁđđđŁ đŁđđđ đ đđĄđđą :</p><p>âBapak dan Ibu, bagi saya hari ini adalah momen pentingâŠâ (jeda sejenak)</p><p>đđȘđ§đđđźđ đźđđŁđ đšđđąđȘđĄđ đđđ§đđđđđ§đ đ đđĄđđą, đ©đđđ - đ©đđđ đ đđąđđđĄđ đđđŁđđđŁ đđđźđ đ đđđšđŁđźđ :</p><p>âTidak usah saya pikir kepanjangan ini...</p><p>Jadi kalau waktu itu saya datang, boleh lah bahasanya ngomong panjang, karena untuk menciptakan optimisme.</p><p>Kalau sekarang kan saya akan serahkan kepada Pak Suahasil aja ke depan, yaâŠ</p><p>Jadi saya hanya ngomong pendek aja.</p><p>Terima kasih semua atas kerja sama selama 1 tahun terakhir ini.</p><p>Wassalamuâalaikum warahmatullahi wabarakatuh.â</p><p>Mungkin ada banyak hal yang ingin disampaikan, tetapi tidak semuanya harus diucapkan.</p><p>Dari pak Purbaya kita belajar ada kalanya seseorang cukup mengucapkan terima kasih saja.</p><p>Terlepas dari pro dan kontra selama menjabat, saya menghargai sikap tenangnya di momen tersebut </p><p></p>
Ahmad Kosasih Marzuki
16 Sep

Info A1 Katanya
Apa iya begitu? kalo iya, begitu mujarabnya doa2 para Kyai sepuh NU..
Ahmad Kosasih Marzuki
16 Sep

Pidato Singkat Purbaya!
Pak Purbaya pidato di acara penyerahan jabatan Menkeu hanya 30 detik. Teks pidato yang disiapkan ndak dibaca. Percuma, ndak penting lagi. Toh dulu mesti pidato panjang2 biar menciptakan optimisme, sekarang urusan itu ya ora urus lagi. Sudah jadi urusan Menkeu yang baru. Cukup bilang terima kasih atas kerjasamanya, wassalam. Bukan fans Pak Pur tapi sikapnya salut. Begitu yang namanya tahu diri dan bermartabat, Pak. Kalau sudah tak diajak main, ya kita angkat kaki secepatnya. Selamat terbebas dari situasi yang gila, Pak. Sukur-sukur hanya setahun. Ya walau terus terang, diberhentikan dengan cara demikian, seperti apa ya melihatnya... Ndak pantes, seolah tidak menghargai manusianya dan kontribusinya selama ini. Orang karyawan level toko saja tetap punya hak diberhentikan baik-baik. Diberitahu dulu, pun kalau harus mendadak ya tidak pakai dipermalukan. Bahkan konon di level perusahaan keuangan, jika ada karyawan yang melakukan fraud atau indikasi penipuan dan kecurangan, secara diam-diam perusahaan justru mengarahkan untuk resign daripada langsung pecat. Demi menjaga citra perusahaan. Lha ini sekelas menteri, dicut off pas masih menghadiri sidang, masih dalam situasi bekerja. Bikin program yang menyebabkan puluhan ribu anak keracunan, ngotot dibanggakan. Bikin puluhan ribu kopdes tak ade guna, ke mana-mana dibilang prestasi. Punya menteri yang berusaha bekerja dibuang semaunya, yang nggak kerja tapi kuat membual malah dipertahankan. Dihujat gila dan gagal pun tampaknya justru makin joget. Orang ini punya trauma apa sih sampai se-emejing ini kelakuannya? #pidato #purbaya #menkeu #prabowo
Ahmad Kosasih Marzuki
16 Sep

Kami Tidak Lagi Percaya: RUU Penyiaran Hanya Menguatkan Negara dan Melemahkan Warga
<p>Satu lagi instrumen pembungkaman ekspresi di ruang digital.</p><p>Dzikrie Arethusa/Remotivi</p><p><strong>R</strong>UU Penyiaran baru saja sah menjadi RUU inisiatif DPR RI dalam sidang paripurna, untuk kemudian dibahas bersama Pemerintah. Remotivi telah mengikuti wacana publik yang digulirkan Komisi I DPR serta membaca <u><a href="https://drive.google.com/file/d/1Z9z5fBRZxr0eTO_gTLfcCdOuTuFSw_QM/view?usp=sharing" rel="noopener noreferrer" target="_blank">matriks perubahan</a></u> dan <u><a href="https://drive.google.com/file/d/1vH9LjXXRr9cTexWb55T6C3pERl_3p09D/view?usp=sharing" rel="noopener noreferrer" target="_blank">naskah akademik</a></u> RUU Penyiaran, dan menyatakan menolak revisi ini sepenuhnya.</p><p>RUU Penyiaran telah menjadi sorotan publik sejak Komisi I DPR RI berupaya memperluas ruang lingkup penyiaran konvensional ke ranah digital. Kami percaya bahwa platform global perlu bertanggungjawab atas ruang digital yang ia kelola serta berkontribusi bagi kehidupan sosial, kultural, dan ekonomi nasional. Namun, pengaturan yang keliru berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum serta mengancam hak ekspresi warga. </p><p>Kami mencatat lima potensi masalah besar dalam revisi ini:</p><ol><li><strong>Tumpang tindih regulasi.</strong> Argumen Komisi I DPR bahwa ranah digital berada dalam âkekosongan hukumâ sehingga perlu diatur dalam RUU Penyiaran adalah klaim yang keliru. Internet dan platform di Indonesia telah diatur dalam rezim UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Permenkominfo No. 5/2020, serta regulasi turunannya. Menempatkan tata kelola internet ke dalam hukum penyiaran berpotensi menciptakan duplikasi hukum, konflik norma, dan tumpang tindih kewenangan antar lembaga.</li><li><strong>Definisi Penyiaran Digital Terlalu Luas dan Salah Kaprah.</strong> Dalam rapat harmonisasi Baleg DPR RI pada <u><a href="https://www.youtube.com/watch?v=1tEH9Z36ahs" rel="noopener noreferrer" target="_blank">31 Agustus 2026</a></u>, disepakati rumusan Pasal 1 angka 19 terkait definisi <em>Konten Digital</em> sebagai: ââŠinformasi elektronik dan atau dokumen elektronik berbentuk suara, gambar, teks, grafik, audio visual atau gabungannya yang disediakan, ditampilkan, dan atau didistribusikan melalui platform digital baik yang disediakan oleh platform digital maupun pengguna akun digital.â Definisi ini menyamakan aktivitas ekspresi warga pengguna media sosial dengan entitas industri lembaga formal seperti stasiun TV atau layanan <em>streaming</em>. Padahal, karakteristik distribusi dan moderasi konten pengguna di internet berbeda secara fundamental dari penyiaran konvensional atau <em>over the top</em>. Pengaturan terkait konten pengguna telah termuat dalam UU ITE dan aturan turunannya.</li><li><strong>Ancaman moderasi berlebih (<em>over-moderation</em>) dan pembungkaman kritik. </strong>Tumpang tindih peraturan terkait moderasi konten pengguna berpotensi melahirkan ketidakpastian hukum dan memperparah fenomena sensor berlebih. Saat ini, instrumen moderasi Sistem Kepatuhan Moderasi Konten (SAMAN) milik Kementerian Komunikasi dan Digital telah memicu pemutusan akses (<em>takedown</em>) terhadap konten kritis yang diekspresikan oleh masyarakat sipil. Memberikan wewenang moderasi konten kepada rezim RUU Penyiaran di bawah Komisi Penyiaran Indonesia hanya akan memperluas instrumen sensor, mengkriminalisasi kebebasan berpendapat, serta melegitimasi pembungkaman suara kritis warga di ruang digital.</li><li><strong>Pengaturan layanan <em>over the top</em> yang tidak optimal.</strong> Layanan <em>streaming over the top </em>memang merupakan belum diatur secara spesifik dalam aturan perundangan. Namun, RUU ini masih terlalu fokus pada pengaturan administratif dan pelarangan konten secara kaku dan sempit (mis., <em>streaming platform</em> dilarang menampilkan perjudian atau kekerasan). Pengaturan yang lebih struktural hanya terkait pendaftaran dan pembukaan kantor cabang <em>platform</em>, pembayaran pajak, dan kuota minimal 25% konten lokal. Pengaturan ini tidak menjamin <em>platform </em>global berkontribusi secara signifikan dalam mengembangkan industri film dan konten nasional. Yang lebih tepat sasaran adalah pengaturan seperti kewajiban investasi, kewajiban produksi dengan tenaga lokal, atau pengembangan <em>intellectual property</em>.</li><li><strong>Tidak diberlakukannya tanggung jawab asimetris</strong> (platform besar punya tanggungjawab lebih besar). Pengaturan dalam RUU ini mengatur seluruh platform audiovisual, tanpa pandang bulu. Pengawasan peraturan ini tidak akan efektif karena, jumlah platform yang dapat diakses di Indonesia itu jauh melebihi kapasitas Komisi Penyiaran Indonesia. Pemberlakuan tanggungjawab asimetris memungkinkan pengawasan yang lebih optimal karena berfokus pada pemenuhan kewajiban platform yang memiliki pengaruh dan pangsa pasar yang besar. Pendekatan ini juga mengurangi ketidakpastian hukum, karena kewajiban platform ditentukan berdasarkan kriteria yang terukur, alih-alih berlaku seragam tanpa mempertimbangkan kapasitas dan skala operasinya.</li></ol><h1>Tidak Ada Pertimbangan Publik</h1><p>Revisi UU Penyiaran ini tidak muncul dalam ruang hampa. </p><p>Pada satu sisi, memang benar bahwa pertumbuhan platform global telah mengubah peta industri media dan komunikasi secara signifikan. Negara mesti hadir untuk menjaga kedaulatan warga dan mengembangkan industri kebudayaan nasional. Namun, pada sisi lain, kami juga memahami bahwa RUU ini tidak bisa dilepaskan dari konsolidasi otoritarianisme negara yang menyejahterakan elit korup serta menghancurkan lingkungan hidup warga. </p><p>Remotivi telah memantau implementasi dan upaya revisi UU Penyiaran sejak 2010. Poin desakan kami selalu berkutat pada dua prinsip dasar: keragaman kepemilikan dan keragaman konten. Kami percaya bahwa, agar industri penyiaran dapat memberi manfaat sebesar-besarnya bagi publik, segala macam pemusatanâbaik modal, wilayah, ataupun kontenâharus dipecah. Industri penyiaran harusnya didorong untuk tumbuh secara lokal, agar mengembangkan konten dan profesional lokal. Kami juga percaya bahwa kebebasan pers dan semangat jurnalisme publik mesti didorong dalam penyiaran, oleh karena itu segala macam intervensi terhadap pers, baik oleh pemilik media atau aktor negara, harus dibatasi. Kehadiran teknologi internet tentu mengubah bagaimana hal-hal ini diterapkan, namun yang ingin dicapai tetap sama: kedaulatan rakyat. </p><p><em>[</em><strong><em>Baca juga:</em></strong><em> <u><a href="https://www.remotivi.or.id/penelitian/28" rel="noopener noreferrer" target="_blank">Tidak Semua Layar Adalah Broadcasting: Menata Regulasi Media di Era Streaming</a></u>]</em></p><p>Sayangnya, semangat itu sama sekali tidak terasa dalam revisi UU Penyiaran, termasuk perubahan yang diselipkan lewat Omnibus Law Cipta Kerja. Tren kebijakan media dan teknologi hari ini justru bergerak ke arah sebaliknya: pemusatan kontrol negara atas ekosistem informasi dan ekspresi warga. </p><p>Kecenderungan ini juga muncul dalam produk hukum yang lebih luas. Bukan hanya isi pasal, cara pasal-pasal itu dilahirkan pun tidak demokratis. Dari UU TNI, UU Penyiaran, hingga produk perundangan lainnya, polanya berulang: dirumuskan tergesa-gesa, jauh dari transparan, dengan partisipasi publik yang direduksi menjadi formalitas. </p><p>Kami menilai masalahnya bukan lagi sektoral. Yang tengah berlangsung adalah upaya sistematis dan masif untuk mengikis demokrasi hingga tinggal kulitnya saja. Demokrasi direduksi jadi pemilu, konsultasi publik, ruang partisipasi yang sekedar tokenisme, sementara isinya dikosongkan. Inklusivitas, kebebasan pers, dan hak-hak minoritas satu per satu diingkari. </p><p>Oleh karena itu, kami menolak revisi UU Penyiaran. Dan terhadap semua bentuk pengaturan atas hak ekspresi publik yang dihasilkan rezim ini, sikap kami satu: kami tidak lagi percaya.</p><p></p><p></p>
NEXTRAAPPS
15 Sep

âNo Viral, No Justiceâ: Viral Dulu di Media Sosial, Baru Korban Dapat Penanganan?
<p>Belakangan mencuat istilah âNo viral no justice" atau tidak ada keadilan jika belum diviralkan. Benarkah ini akan menolong korban untuk mempercepat kasus yang ia alami?</p><p>Bilal Ahmad/Remotivi</p><p><strong>I</strong>stilah <em>âno viral, no justice</em>â muncul sebagai respon masyarakat terhadap pilihan untuk mencari keadilan dengan bantuan publik. Ketimbang mengandalkan penegak hukum formal yang butuh lama penanganannya dan belum tentu juga kelar serta mendapat perhatian serius. </p><p>Namun, yang menjadi persoalan, mengapa orang-orang lebih mengandalkan kekuatan netizen di media sosial daripada aparat penegak hukum?</p><p>Media sosial memiliki kekuatan besar sebagai sumber informasi dan pengaruh yang bisa mengubah keadilan hukum bagi korban. Fenomena <em>viral</em> di media sosial punya pengaruh besar dalam memperhatikan kasus-kasus yang senyap di masyarakat sehingga dapat menjadi perhatian publik. </p><p></p><p>Menanggapi hal ini, Koordinator Nasional Forum Pengada Layanan (FPL), Siti Mazumah berbagi dengan Konde.co pada (3/7/2023). Menurutnya, maraknya kasus yang diviralkan di media sosial merupakan respon dari masyarakat karena tidak sepenuhnya percaya pada aparat. </p><p>âMasyarakat mencari faktor eksternal agar ditangani. Hal ini wajar karena kita lelah terhadap penegakan hukum di Indonesia yang stuck, tidak ada progressâ ujarnya.</p><p>Mengutip dari viva.co.id, Jaksa Agung Republik Indonesia, ST. Burhanuddin, menyoroti anggapan yang berkembang dalam penegakan hukum bahwa tidak ada keadilan apabila tidak<em> </em>viral di media sosial. Ia menekankan bahwa informasi yang tersebar luas hingga viral belum tentu memiliki kebenaran yang terkonfirmasi. </p><p>âTidak peduli benar ataupun salah, sebab yang terpenting adalah peristiwa tersebut viral,â kata Burhanuddin melalui keterangannya pada Jumat (30/6/2023).</p><p>âPendewasaan penegakan hukum kini dihakimi dengan slogan masyarakat âNo Viral, No Justiceâ. Publik tidak peduli kebenarannya, asalkan peristiwa tersebut viral untuk mendapat perhatian khalayak luas. Namun, hal tersebut justru dapat merugikan diri mereka sendiri ketika harus berhadapan dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE),â jelasnya.</p><p>Burhanuddin mengamati banyaknya peristiwa hukum yang menjadi viral selama proses penegakan hukum, terutama yang melibatkan oknum-oknum dari Kejaksaan. Ia menyatakan bahwa tidak peduli benar atau salah, yang paling penting adalah peristiwa tersebut menjadi viral.</p><p>Menurut Burhanuddin, Kejaksaan selalu berusaha memberikan solusi terbaik dalam menangani kasus dan memberikan layanan kepada masyarakat. Namun, seringkali Kejaksaan menerima tanggapan negatif seperti hujatan, sindiran, dan makian. Ia menyadari bahwa ruang publik tidak memiliki sekat, ruang, waktu, dan batas.</p><h2>Kasus Pandeglang: Sulitnya Mencari Keadilan Hukum</h2><h2> </h2><p>Salah satu peristiwa yang ramai di media sosial adalah kasus dari Pandeglang, Banten. Kasus itu melibatkan seorang mahasiswi sebagai korban pemerkosaan dan<em> Non-consensual Dissemination of Intimate Images </em>(NCII) oleh seseorang yang dikenal dengan inisial AHM. </p><p>Kejadian ini menjadi sorotan setelah Iman Zanatul Haeri, kakak korban, mengungkapkannya melalui akun Twitter @zanatul_91. Namun yang disayangkan dalam proses persidangan kasus tersebut, keluarga korban dalam cuitannya menjelaskan bahwa korban (adiknya) dan saksi (kakak) dipanggil oleh jaksa penuntut ke ruang pribadinya.</p><p>Jaksa tersebut berkali-kali menggiring opini pribadi seperti, âKamu harus bijaksana,â dan, âKamu harus mengikhlaskan.â Selain itu, salah satu jaksa perempuan Kejari Pandeglang menyatakan bahwa kekerasan seksual dalam kasus ini tidak bisa dibuktikan karena tidak ada visum.</p><h2>Kejaksaan Sudah Memiliki Pedoman</h2><h2> </h2><p>Siti Mazumah menegaskan bahwa Kejaksaan Agung punya Pedoman Kejaksaan Nomor 1 Tahun 2021 tentang Akses Keadilan bagi Perempuan dan Anak dalam Penanganan Perkara Pidana. Harusnya pedoman ini dipatuhi oleh jaksa-jaksa. </p><p>âKalau pedoman internal saja tidak mereka patuhi, lalu apalagi yang mereka patuhi. Hal ini perlu evaluasi internal agar pedoman itu dijadikan pemahaman,â kata Zuma.</p><p>Tambahnya, âSejauh ini apakah pelatihan dan lain-lain sudah dilakukan, walaupun tidak menjamin 100 persen akan merubah jaksanya. Memang banyak juga jaksa yang baik yang berpedoman pada Pedoman Kejaksaan Nomor 1 Tahun 2021, itulah yang harus dipublikasikan dan jadi inspirasi.â</p><p>Zuma pun menanggapi kasus kekerasan seksual yang sedang viral di Pandeglang dan kemudian mendapatkan perhatian. Ia menyatakan sedih dan prihatin jika jaksa malah menyuruh korban untuk memaafkan. </p><p>âKalau jaksa yang bilang memaafkan pelaku dan sebagainya itu sudah melanggar. Harusnya jaksa berpihak ke korban, memahami dan mengerti korban. Jika jaksanya sendiri meminta korban memaafkan pelaku, lalu sebenarnya jaksa berpihak ke mana? Lantas bagaimana tuntutan dan dakwaan yang akan dilakukan jaksa?â</p><p></p><p>Ia menambahkan dalam kasus kekerasan seksual ini sebenarnya <em>speak up</em> di media sosial merupakan pilihan terakhir. </p><p>âAwalnya kakaknya korban ingin merahasiakan kasus ini agar korban tidak trauma dan malu karena masih kuatnya stigma masyarakat terhadap korban kekerasan seksual. Tapi kemudian diamnya korban karena merasa dapat mengandalkan aparat penegak hukum tidak menghasilkan keadilan. Sehingga mengungkapkan kasusnya di media sosial menjadi langkah akhir.â</p><p>Terkait pernyataan Jaksa Agung Republik Indonesia, ST. Burhanuddin tentang memviralkan suatu kasus dapat merugikan netizen sendiri ketika harus berhadapan dengan UU ITE. Zuma berpendapat bahwa masyarakat berhak mendapatkan rasa keadilan dan rasa aman. Apa lagi, para korban juga punya hak atas perlindungan, pemulihan, dan jaminan kasus yang sama tidak terulang. </p><p>âRespon jaksa agung terhadap solidaritas masyarakat yang turut memviralkan itu menurut saya kurang pas, ya. Harusnya kasus yang viral ditampung sebagai masukan dan evaluasi, refleksikan bareng-bareng, karena jaksa agung sebenarnya sudah punya pedoman aturan itu. Pembungkaman dan kriminalisasi sering dipakai oleh orang yang tidak mau ada perbaikan hukum. Jika malah dihadapkan pada UU ITE, itu menjadi pertanyaan. Sepemahaman saya korban yang <em>speak up</em> di medsos ini memang tidak mendapatkan hak keadilan dalam hukum,â tegasnya.</p><p>Zuma yang juga bekerja sebagai pendamping korban merasa bahwa penegak hukum lebih responsif ketika kasus telah viral. âRata-rata ketika kasusnya sudah mendapat perhatian publik, maka pelayanan yang diberikan pada korban pun lebih baik.â</p><h2><em>Speak Up</em> di Media Sosial Bukanlah Pilihan Gampang bagi Korban</h2><h2> </h2><p>Meskipun speak up di media sosial bisa membuat layanan terhadap korban lebih cepat, namun menurut Zuma, speak up bukanlah pilihan yang gampang bagi korban. </p><p>âAda juga yang mendapat ancaman oleh pelaku lebih intens. Ini bukan hal yang mudah karena setelah speak up, identitas korban jadi terbuka.â</p><p>Selain memiliki kerentanan dan resiko yang besar, UU ITE sebagai pasal karet juga harus diwaspadai. Zuma memberikan saran dan langkah-langkah jika korban tidak punya pilihan lain dan merasa perlu speak up.</p><p><strong>1. Memahami Risiko UU ITE</strong></p><p>Zuma menyarankan agar nama asli pelaku tidak disebarluaskan, mengingat konsekuensi publik mengetahui kasus ini. âSamarkan nama pelaku. Cukup ciri pelaku dan menceritakan apa yang dialami saja,â ujarnya.</p><p><strong>2. Laporkan pada Lembaga Pengawas Penegak Hukum</strong></p><p>Jika penegak hukum terkesan lambat atau abai merespon laporan korban, maka langkah yang bisa ditempuh adalah melaporkan oknum aparat tersebut kepada lembaga yang bisa mendorong aparat bekerja. Misalnya, Kejaksaan diawasi oleh Komisi Kejaksaan RI, atau kepolisian diawasi oleh Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).</p><p>âKirim surat-surat kepada lembaga tersebut untuk mendorong aparat bekerja,â kata Zuma. âLangkah ini perlu diambil agar jangan sampai korban menghadapi masalah baru dalam prosesnya mendapat keadilan.â</p><p><strong>3. Mencari lembaga pendamping korban</strong></p><p>Sebelum melapor ke polisi, sebaiknya mencari lembaga pendamping korban. Pastikan ia mendapat bantuan lembaga yang bisa mendukung seperti Komnas Perempuan, LBH, dan lain-lain untuk mendorong proses hukum.</p><p>Zuma tidak menyarankan langsung viralkan kasusnya; speak up adalah alternatif terakhir jika tidak ada pilihan lain. Bantuan dari lembaga pendamping korban dimaksudkan agar korban tidak ditimpa masalah berulang seperti kriminalisasi dan perundungan. Jurnalis juga bisa mendorong perubahan kebijakan karena kekuatan netizen terbatas.</p><p>Zuma menjelaskan, lembaganya tersebar di 32 provinsi dengan 74 organisasi pendamping korban. Masyarakat juga bisa mengakses di<em> hotline</em> daerah masing-masing atau carilayanan.com. </p><p>Bagi orang yang butuh pendampingan, tidak dikenakan biaya atau gratis, kecuali misalnya ada pembiayaan yang tidak bisa dicover seperti psikolog dan lain-lain. Ada juga lembaga layanan milik pemerintah. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) punya SAPA 129 sebagai alternatif pengaduan kasus-kasus. </p><p></p><p><a href="https://www.remotivi.or.id/tentangkami/timkami-453" rel="noopener noreferrer" target="_blank">penulis:</a></p><p><a href="https://www.remotivi.or.id/tentangkami/timkami-453" rel="noopener noreferrer" target="_blank">Ika Ariyani</a></p><p></p><p></p>
NEXTRAAPPS
15 Sep

Dari Limbah Jadi Pakan, Peternak Malang Kembangkan Maggot BSF bersama UPN Veteran Jatim
Kelompok ternak di Kabupaten Malang mengembangkan budidaya maggot BSF bersama UPN Veteran Jatim untuk menekan biaya pakan dan mengolah limbah organik.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://jurnalpost.com/dari-limbah-jadi-pakan-peternak-malang-kembangkan-maggot-bsf-bersama-upn-veteran-jatim/97680/" rel="noopener" target="_blank">jurnalpost.com</a>.</em></p>
Rina Maharani
15 Sep

Pemberdayaan Keluarga Rentan Stunting melalui Olahan Tepung Kelor di Desa Palanggai, Sumba Timur
Tim dosen Undana bersama mahasiswa KKN memberikan pelatihan pengolahan daun kelor menjadi tepung untuk keluarga rentan stunting di Desa Palanggai, Sumba Timur.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://jurnalpost.com/pemberdayaan-keluarga-rentan-stunting-melalui-olahan-tepung-kelor-di-desa-palanggai-sumba-timur/97681/" rel="noopener" target="_blank">jurnalpost.com</a>.</em></p>
Vieto
15 Sep

Bawa 318 Personel, KRI dr. Wahidin Sudirohusodo Bertolak ke Empat Negara Pasifik
KRI dr. Wahidin Sudirohusodo membawa 318 personel bertolak ke empat negara Pasifik dalam misi kesehatan, kemanusiaan, dan diplomasi Port Visit 2026.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://jurnalpost.com/bawa-318-personel-kri-dr-wahidin-sudirohusodo-bertolak-ke-empat-negara-pasifik/97682/" rel="noopener" target="_blank">jurnalpost.com</a>.</em></p>
Annisa
15 Sep

Karhutla: Ketika Negara Gagal Melindungi, Korporasi Terus Mengeksploitasi
Karhutla bukan bencana musiman semata. Ketika negara gagal melindungi, korporasi terus mengeksploitasi alam demi keuntungan, mengorbankan keselamatan rakyat.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://jurnalpost.com/karhutla-ketika-negara-gagal-melindungi-korporasi-terus-mengeksploitasi/97683/" rel="noopener" target="_blank">jurnalpost.com</a>.</em></p>
Hasbi
15 Sep

STT Warga Terapkan Teknologi Kendali Otomatis pada Instalasi Air Bersih PAMSIMAS Desa Ngombakan
STT Warga menerapkan teknologi kendali otomatis pada instalasi air bersih PAMSIMAS di Desa Ngombakan, Sukoharjo, untuk efisiensi operasional dan distribusi.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://jurnalpost.com/stt-warga-terapkan-teknologi-kendali-otomatis-pada-instalasi-air-bersih-pamsimas-desa-ngombakan/97685/" rel="noopener" target="_blank">jurnalpost.com</a>.</em></p>
Rina Maharani
15 Sep

Satu Dekade Hari Santri, Momentum Tampilkan SDM Santri Unggul dan Kontribusi Pesantren
Peringatan satu dekade Hari Santri 2026 menjadi momentum penting untuk menampilkan sumber daya manusia santri unggul serta kontribusi nyata pesantren bagi bangs<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://jurnalpost.com/satu-dekade-hari-santri-momentum-tampilkan-sdm-santri-unggul-dan-kontribusi-pesantren/97686/" rel="noopener" target="_blank">jurnalpost.com</a>.</em></p>
Fatimah
15 Sep

Kemenag Siapkan Hari Santri 2026, Logo dan Tema Diluncurkan 22 September
Kementerian Agama mulai mempersiapkan rangkaian Hari Santri 2026. Logo, tema, dan agenda utama akan diluncurkan pada 22 September mendatang.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://jurnalpost.com/kemenag-siapkan-hari-santri-2026-logo-dan-tema-diluncurkan-22-september/97687/" rel="noopener" target="_blank">jurnalpost.com</a>.</em></p>
Annisa
15 Sep

Disnaker Pangkep Bekali 20 Warga Terdampak PHK Keterampilan Membuat Kue
Disnaker Pangkep memberikan pelatihan membuat kue bagi 20 warga terdampak PHK untuk meningkatkan keterampilan, kemandirian, dan peluang usaha kuliner.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://jurnalpost.com/disnaker-pangkep-bekali-20-warga-terdampak-phk-keterampilan-membuat-kue/97688/" rel="noopener" target="_blank">jurnalpost.com</a>.</em></p>
Nurul
15 Sep

Peningkatan Keterampilan Pambiwara dan Karawitan sebagai Upaya Penguatan Karakter Masyarakat Desa Bandungan
Program peningkatan keterampilan pambiwara dan karawitan di Desa Bandungan hadir sebagai upaya penguatan karakter masyarakat dan pelestarian budaya lokal.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://jurnalpost.com/peningkatan-keterampilan-pambiwara-dan-karawitan-sebagai-upaya-penguatan-karakter-masyarakat-desa-bandungan/97689/" rel="noopener" target="_blank">jurnalpost.com</a>.</em></p>
Alvin Pradana
15 Sep

15 Suara Anak Diserahkan ke Bupati pada Puncak HAN 2026 di Barru
Sebanyak 15 poin Suara Anak Kabupaten Barru diserahkan kepada Bupati Andi Ina Kartika Sari pada puncak peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Alun-Alun Colliq Pu<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://jurnalpost.com/15-suara-anak-diserahkan-ke-bupati-pada-puncak-han-2026-di-barru/97690/" rel="noopener" target="_blank">jurnalpost.com</a>.</em></p>
Nurul
15 Sep

Rempah Lampung Naik Kelas, Polinela Kembangkan Kapulaga dan Lada Hitam Jadi Produk Bernilai Tinggi
Polinela mengembangkan kapulaga dan lada hitam asal Lampung menjadi minyak atsiri dan produk turunan bernilai tinggi melalui teknologi gelombang mikro.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://jurnalpost.com/rempah-lampung-naik-kelas-polinela-kembangkan-kapulaga-dan-lada-hitam-jadi-produk-bernilai-tinggi/97691/" rel="noopener" target="_blank">jurnalpost.com</a>.</em></p>
Fatimah
15 Sep

Normalisasi Pelecehan Seksual: Psikologi di Balik Misogini dan Budaya Seksisme
Ketahui psikologi di balik normalisasi pelecehan seksual, misogini, dan budaya seksisme yang sering dianggap candaan biasa di tengah kehidupan masyarakat.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://jurnalpost.com/normalisasi-pelecehan-seksual-psikologi-di-balik-misogini-dan-budaya-seksisme/97684/" rel="noopener" target="_blank">jurnalpost.com</a>.</em></p>
Michele Iskandar
15 Sep

Mahasiswa PLP-KKN UAD Gelar Sosialisasi dan Pameran Poster Anti-Bullying di SD Muhammadiyah Bantul Kota
Mahasiswa PLP-KKN UAD mengadakan sosialisasi dan pameran poster anti-bullying di SD Muhammadiyah Bantul Kota untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://jurnalpost.com/mahasiswa-plp-kkn-uad-gelar-sosialisasi-dan-pameran-poster-anti-bullying-di-sd-muhammadiyah-bantul-kota/97692/" rel="noopener" target="_blank">jurnalpost.com</a>.</em></p>
Annisa
15 Sep

Jurnal Bunga dan Kata, Cara Kreatif Mahasiswa KKN UNS Bantu Siswa SDN Siwal 1 Mengenali Emosi
Mahasiswa KKN UNS menggelar program Jurnal Bunga dan Kata untuk membantu siswa SDN Siwal 1 Semarang mengenali dan mengekspresikan emosi secara positif.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://jurnalpost.com/jurnal-bunga-dan-kata-cara-kreatif-mahasiswa-kkn-uns-bantu-siswa-sdn-siwal-1-mengenali-emosi/97693/" rel="noopener" target="_blank">jurnalpost.com</a>.</em></p>
Rina Maharani
15 Sep

Santri PP Darunnajah Tulungagung Dibekali Personal Branding untuk Hadapi Era Digital
Santri Pondok Pesantren Darunnajah Tulungagung mengikuti pelatihan personal branding dari UPN Veteran Jawa Timur agar siap menghadapi era digital.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://jurnalpost.com/santri-pp-darunnajah-tulungagung-dibekali-personal-branding-untuk-hadapi-era-digital/97694/" rel="noopener" target="_blank">jurnalpost.com</a>.</em></p>
Fatimah
15 Sep

Pelatihan Masa Persiapan Pensiun Bekali Pejabat Publik PKS Jatim Hadapi Kehidupan Pasca-Jabatan
Pejabat publik PKS Jatim mengikuti Pelatihan Masa Persiapan Pensiun untuk menghadapi kehidupan pasca-jabatan secara produktif dan mandiri.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://jurnalpost.com/pelatihan-masa-persiapan-pensiun-bekali-pejabat-publik-pks-jatim-hadapi-kehidupan-pasca-jabatan/97696/" rel="noopener" target="_blank">jurnalpost.com</a>.</em></p>
Fatimah
15 Sep

Kolaborasi Mahasiswa PK UNY di SMA Kolombo Padukan Ecoprint, Kimia, dan Regulasi Emosi
Mahasiswa PK UNY di SMA Kolombo menggelar kegiatan kolaborasi lintas program studi yang memadukan pembelajaran kimia, ecoprint, dan penguatan regulasi emosi.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://jurnalpost.com/bukan-sekadar-membuat-motif-ecoprint-jadi-media-ekspresi-emosi-siswa-sma-di-yogyakarta/97695/" rel="noopener" target="_blank">jurnalpost.com</a>.</em></p>
Shabrina
15 Sep

Pertama Kali di MTQ Nasional 2026, Tartil Al-Qurâan Isyarat Diikuti 28 Peserta Tuli
MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang mencatat sejarah baru dengan menghadirkan ekshibisi Tartil Al-Qurâan Isyarat yang diikuti 28 peserta dari sembilan provinsi.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://jurnalpost.com/pertama-kali-di-mtq-nasional-2026-tartil-al-quran-isyarat-diikuti-28-peserta-tuli/97698/" rel="noopener" target="_blank">jurnalpost.com</a>.</em></p>
Annisa
15 Sep

Empat Mahasiswa Teknik Sipil Jalani Kerja Praktik di Proyek Gedung Office PT Shyang Hung Tah
Empat mahasiswa Teknik Sipil jalani kerja praktik di proyek pembangunan gedung office PT Shyang Hung Tah, Brebes, untuk pelajari konstruksi lapangan secara nyat<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://jurnalpost.com/empat-mahasiswa-teknik-sipil-jalani-kerja-praktik-di-proyek-gedung-office-pt-shyang-hung-tah/97699/" rel="noopener" target="_blank">jurnalpost.com</a>.</em></p>
Gilang Pamungkas
15 Sep

Korea Youth Summit 2026 di Seoul Beri Penghargaan kepada Pemimpin Muda Berprestasi
Korea Youth Summit 2026 di Seoul sukses memberikan penghargaan kepada pemimpin muda berprestasi dari berbagai negara setelah rangkaian program kepemimpinan sele<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://jurnalpost.com/korea-youth-summit-2026-di-seoul-beri-penghargaan-kepada-pemimpin-muda-berprestasi/97700/" rel="noopener" target="_blank">jurnalpost.com</a>.</em></p>
Rina Maharani
15 Sep

Prabowo meminta media objektif, tapi objektif menurut siapa?
<blockquote> <p>â Objektivitas jurnalisme bukan berarti bebas sudut pandang atau kritik.</p> <p>â Makna objektivitas juga dipengaruhi oleh relasi kuasa dalam produksi berita.</p> <p>â Objektivitas harus menjaga akurasi tanpa menjadi alat membatasi kritik media.</p> </blockquote> <hr> <p>Dalam acara <a href="https://www.instagram.com/reel/DWEgKaaiSRv/?stkn=MTZvMDZ4b2gzeXN1NQ==">âPresiden Prabowo Menjawabâ</a>, Prabowo menekankan bahwa media harus objektif saat menanggapi pertanyaan Najwa Shihab. </p> <p>Pernyataan itu menarik, terutama ketika disampaikan di tengah meningkatnya kritik terhadap gaya kepemimpinan Presiden yang dinilai publik semakin <a href="https://theconversation.com/ketika-publik-lelah-bersuara-kritik-terasa-sia-sia-di-situlah-demokrasi-melemah-271853">tidak ramah terhadap suara kritis</a>.</p> <p>Namun, siapa yang menentukan seperti apa media yang objektif itu?</p> <p>Pertanyaan ini relevan ketika hubungan pemerintah dan media kembali menjadi sorotan. </p> <p>Mungkin âobjektifâ terdengar seperti kata yang netral. Padahal, dalam sejarah jurnalisme, maknanya jauh lebih rumit.</p> <h2>Objektif bukan berarti tanpa sudut pandang</h2> <p><a href="https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/0163443710394899">Gagasan objektivitas</a> dalam jurnalisme berkembang dari tradisi pemikiran yang menekankan pentingnya fakta yang dapat diamati dan diverifikasi. </p> <p>Dalam perkembangan jurnalisme modern, <a href="https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/1461670X.2012.662401">objektivitas</a> kemudian menjadi salah satu standar profesional untuk membedakan berita dari propaganda dan opini partisan.</p> <p>Namun, objektivitas bukanlah perkara sederhana.</p> <p>Bayangkan seorang jurnalis meliput demonstrasi. Ia harus memilih siapa yang diwawancarai, pertanyaan apa yang diajukan, data mana yang dimasukkan, dan konteks apa yang dianggap penting. </p> <p>Bahkan, menentukan judul berita saja sudah merupakan proses memilih perspektif.</p> <p>Itulah mengapa objektivitas tidak lagi tepat dinilai sebagai <a href="https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/0163443710394899">sekadar netralitas atau sikap tanpa keterlibatan</a>. Sejumlah pemikir jurnalisme seperti <a href="https://niemanreports.org/issues/special-issue-2001">Bill Kovach dan Tom Rosenstiel</a> berpendapat bahwa objektivitas tidak terletak pada jurnalisnya, melainkan pada metode kerjanya: disiplin verifikasi, pengecekan fakta, dan keterbukaan terhadap koreksi.</p> <p>Jadi, objektivitas bukan berarti âjangan kritisâ. Justru, jurnalis bisa sangat kritis selama kritik tersebut dibangun dari fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/2025-tahun-kelam-bagi-pers-dan-ilmu-pengetahuan-akibat-pemerintah-270089">2025: Tahun kelam bagi pers dan ilmu pengetahuan akibat pemerintah</a> </strong> </em> </p> <hr> <h2>Objektivitas adalah arena perebutan makna</h2> <p>Standar objektivitas tidak hidup di ruang kosong. Pakar komunikasi <a href="https://www.jstor.org/stable/10.3138/j.ctvg254hx">Robert Hackett dan Yuezhi Zhao</a> menunjukkan bahwa objektivitas dalam jurnalisme bukan hanya seperangkat aturan teknis. Ia juga merupakan seperangkat gagasan dan praktik yang menentukan bagaimana berita dibuat, siapa yang dianggap sebagai sumber yang kredibel, serta bagaimana sebuah isu dibingkai dalam ruang publik.</p> <p>Dengan kata lain, objektivitas juga berkaitan dengan siapa yang memiliki kekuatan untuk mendefinisikan apa yang dianggap objektif.</p> <p>Misalnya, ketika pemerintah mengatakan sebuah pemberitaan âtidak objektifâ, apa yang sebenarnya mereka maksud? Apakah beritanya mengandung fakta yang keliru? Sumbernya tidak diverifikasi? Ada informasi yang sengaja disembunyikan?</p> <p>Atau perkataan itu muncul karena hal lain: karena pertanyaan wartawan terlalu tajam? Karena narasinya terlalu kritis? Karena pemberitaan membuat pemerintah terlihat buruk?</p> <p>Ketiganya tentu berbeda.</p> <p><a href="https://www.prindleinstitute.org/2021/08/on-objectivity-in-journalism">Riset tentang objektivitas</a> bahkan menunjukkan bahwa konsep ini memiliki banyak kemungkinan makna: bisa berarti tidak memasukkan opini pribadi, memberi representasi yang adil, menguji klaim semua pihak secara skeptis, atau menyediakan fakta dan konteks yang cukup bagi publik.</p> <p>Oleh karena itu, mengatakan âmedia harus objektifâ sebenarnya belum selesai. Kita masih harus bertanya: objektif yang bagaimana dan dengan standar apa?</p> <h2>Indonesia punya sejarah panjang soal ini</h2> <p>Hubungan antara pers dan kekuasaan sudah lama dipengaruhi oleh cara pemerintah mendefinisikan peran pers. Pada masa Orde Baru, misalnya, gagasan tentang pers yang âbebas dan bertanggung jawabâ berjalan berdampingan dengan tuntutan agar pers mendukung stabilitas dan pembangunan. </p> <p><a href="https://www.researchgate.net/publication/315637060_POLA_INTERAKSI_PERS_PEMERINTAH_DAN_MASYARAKAT_DALAM_MEMBENTUK_SISTEM_PERS_PANCASILASuatu_Analisis_Retrospektif">Kajian</a> tentang sistem pers Indonesia juga menunjukkan bagaimana konsep pers bebas dan bertanggung jawab ditempatkan dalam hubungan antara pemerintah, pers, dan masyarakat.</p> <p>Pelajarannya tentu bukan menganggap semua tuntutan terhadap objektivitas pasti merupakan bentuk represi. Justru, bahasa tentang pers yang âbaikâ, âbertanggung jawabâ, atau âobjektifâ perlu dibaca dalam konteks hubungan kekuasaan yang menyertainya.</p> <p>Hal ini terasa semakin relevan di era media sosial. Bagi kita yang terbiasa mendapatkan berita dari TikTok, Instagram, YouTube, atau X, kita mungkin sering melihat satu peristiwa yang sama diceritakan dengan cara yang sangat berbeda. Satu akun menyebutnya kritik, akun lain menyebutnya propaganda. Satu pihak menyebutnya fakta, sedangkan pihak lain menyebutnya <em>framing</em>.</p> <p>Di tengah kondisi seperti ini, objektivitas justru semakin penting. Tetapi objektivitas harus dimaknai sebagai proses yang dapat diperiksa, bukan label yang bisa diberikan oleh pihak berkuasa.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/makna-kiriman-kepala-babi-pesan-politik-yang-mengancam-kebebasan-pers-di-indonesia-252926">Makna kiriman kepala babi: Pesan politik yang mengancam kebebasan pers di Indonesia</a> </strong> </em> </p> <hr> <h2>Objektivitas bukan alat penguasa membatasi kritik</h2> <p>Ketika penguasa meminta media untuk objektif, kita tidak perlu buru-buru menolak tuntutan tersebut. Media memang harus akurat, melakukan verifikasi, memberi konteks, dan membuka ruang bagi pihak yang relevan untuk merespons.</p> <p>Publik juga berhak bertanya siapa yang menentukan bahwa sebuah pemberitaan sudah objektif atau belum.</p> <p>Jika âobjektifâ berarti berita harus berbasis fakta dan dapat diuji, standar tersebut justru harus dipertahankan. </p> <p>Namun, jika âobjektifâ perlahan berubah menjadi tuntutan agar media tidak terlalu kritis, tidak selalu mempertanyakan kebijakan, atau tidak terus-terusan membuat penguasa merasa tidak nyaman, maka persoalannya sudah bergeser dari etika jurnalistik menjadi pengerahan kekuasaan.</p> <p>Objektivitas seharusnya membantu jurnalisme mendekati kebenaran, bukan menjadi tameng untuk melindungi siapa pun dari pertanyaan sulit. Sebab dalam demokrasi, media yang objektif bukanlah media yang selalu terdengar nyaman bagi pemerintah.</p> <p>Media yang objektif adalah media yang membuat semua pihakâtermasuk pemerintahâbersedia diuji oleh fakta.</p> <hr> <iframe src="https://tally.so/embed/b5J8QE?alignLeft=1&hideTitle=1&transparentBackground=1&dynamicHeight=1" width="100%" height="321" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0" title="Survey Form"> </iframe><img src="https://counter.theconversation.com/content/280031/count.gif" alt="The Conversation" width="1" height="1" /> <p class="fine-print"><em><span>Andreas Ryan Sanjaya terafiliasi dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang. Dia menerima dana dari Queensland University of Technology untuk menempuh studi doktoral di bidang jurnalisme.</span></em></p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://theconversation.com/prabowo-meminta-media-objektif-tapi-objektif-menurut-siapa-280031" rel="noopener" target="_blank">theconversation.com</a>.</em></p>
Andreas Ryan Sanjaya, PhD Researcher at QUT Digital Media Research Centre, Queensland University of Technology
15 Sep

Dilema RUU Perampasan Aset: Membuat korupsi tak lagi menguntungkan, tapi berisiko merampas hak warga
<blockquote> <p>â Perampasan aset dapat mengubah kalkulasi ekonomi dengan membuat korupsi tidak lagi menguntungkan.</p> <p>â Kewenangan perampasan harus kuat, tetapi tetap memiliki batas dan pengawasan.</p> <p>â RUU harus efektif mengejar aset korupsi tanpa mengorbankan hak warga.</p> </blockquote> <hr> <p><a href="https://www.hukumonline.com/berita/a/catat-ini-daftar-tindak-pidana-khusus-yang-dikodifikasi-dalam-kuhp-baru-lt68d478b130aeb/">Korupsi</a> adalah satu dari lima tindak pidana khusus yang tergolong sebagai tindakan kejahatan berat. Karena itu, topik korupsi perlu mendapat perhatian, pengawasan, dan pemberlakuan hukuman yang berat bagi siapa pun yang melanggarnya. </p> <p>Ketika seseorang melakukan korupsi, hukuman penjara bukan satu-satunya hal yang diperhitungkan. Pertanyaan pentingnya adalah berapa banyak yang bisa diperoleh, dan seberapa besar kemungkinan hasil kejahatan itu hilang. </p> <p>Dan yang tidak kalah penting adalah bagaimana hukum bisa memberikan efek jera bagi pelaku dan masyarakat.</p> <p>Pertanyaan ini relevan di tengah dorongan untuk DPR mengesahkan RUU Perampasan Aset. Pada 27 Agustus 2026, Aliansi Masyarakat Pati Bersatu dan sejumlah kelompok lain <a href="https://www.tempo.co/politik/demo-di-dpr-ampb-ruu-perampasan-aset-2284272">mendesak pengesahan RUU tersebut</a>. <a href="https://nasional.kompas.com/read/2026/08/27/12431911/jawab-tuntutan-ampb-dasco-siap-mundur-jika-ruu-perampasan-aset-tak-disahkan">Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad kemudian berjanji</a> RUU itu akan disahkan paling lambat 15 Desember 2026.</p> <p>Terlepas dari perdebatan politik dan hukumnya, RUU ini dapat dilihat dari sisi yang lebih sederhana: apakah aturan ini mampu menekan potensi tindakan korupsi karena hukuman beratnya?</p> <h2>Korupsi juga soal kalkulasi untung-rugi</h2> <p>Dalam kehidupan sehari-hari, orang cenderung mempertimbangkan untung dan rugi sebelum mengambil keputusan. Logika serupa digunakan ekonom Gary Becker dalam <a href="https://www.nber.org/system/files/chapters/c3625/c3625.pdf">âCrime and Punishment: An Economic Approachâ</a>, bahwa keputusan melakukan kejahatan dipengaruhi oleh manfaat yang diharapkan dan biaya yang mungkin ditanggung pelaku.</p> <p>Dalam kasus korupsi, manfaat yang didapat pelakunya adalah materiil besar. Sementara biayanya bukan hanya kemungkinan dipenjara, tetapi juga kemungkinan kehilangan uang, rumah, tanah, rekening atau aset lain yang diperoleh dari kejahatan.</p> <p>Masalahnya, hukum kerap berlaku lunak pada kasus korupsi.</p> <p><a href="https://data.goodstats.id/statistic/icw-negara-berpotensi-rugi-rp279-t-akibat-korupsi-2024-MKJO3">Data Indonesia Corruption Watch (ICW)</a> menunjukkan kerugian negara akibat korupsi pada 2024 mencapai Rp279,9 triliun, sementara yang berhasil dikembalikan hanya tak kurang dari Rp14 triliun (4,78%).</p> <p>Inilah mengapa perampasan aset menjadi penting. <a href="https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/coep.12106">Literatur tentang <em>asset forfeiture</em></a> menempatkan mekanisme ini bukan hanya sebagai cara memulihkan kerugian, tetapi juga untuk memastikan pelaku tidak tetap menikmati manfaat ekonomi dari kejahatan.</p> <p>Idealnya, RUU Perampasan Aset bisa membuat bakal calon koruptor berpikir dua kali sebelum korupsi. Sebab, tidak ada lagi keuntungan yang bisa didapat dari korupsi melainkan rumah pledoi dan dimiskinkan.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/74-kg-emas-kasus-korupsi-disita-polisi-tapi-negara-belum-tentu-bisa-merampasnya-287439">74 kg emas kasus korupsi disita polisi, tapi negara belum tentu bisa merampasnya</a> </strong> </em> </p> <hr> <h2>Wewenang besar tetap butuh kepastian batasan</h2> <p>Publik memang mendukung negara untuk mengejar aset hasil korupsi. Tapi kita juga perlu berpikir jernih bahwa semakin kuat kewenangan negara untuk mengejar aset, semakin penting pula batas dan pengawasannya.</p> <p>Pengalaman Inggris menunjukkan persoalan tersebut. Negara itu memperkenalkan <a href="https://www.legislation.gov.uk/ukpga/2017/22/contents/enacted">Unexplained Wealth Order (UWO) melalui Criminal Finances Act 2017</a>, yang memungkinkan aparat meminta penjelasan mengenai kekayaan yang dinilai tidak sebanding dengan penghasilan sah.</p> <p>Pada 2019, mekanisme tersebut digunakan terhadap tiga properti di London senilai sekitar ÂŁ80 juta (Rp1,9 miliar) yang terkait dengan keluarga mantan pejabat Kazakhstan. Namun, Pengadilan Tinggi Inggris kemudian <a href="https://www.gherson.com/blog/unexplained-wealth-orders-loses-right-appeal/">membatalkan perintah tersebut</a> karena persoalan teknis dalam penyelidikan.</p> <p>Inggris kemudian memperbaiki aturan melalui <a href="https://www.legislation.gov.uk/ukpga/2022/10/contents">Economic Crime (Transparency and Enforcement) Act 2022</a>, termasuk membatasi risiko biaya perkara yang harus ditanggung aparat ketika menggunakan UWO secara wajar.</p> <p>Amerika Serikat memberikan pelajaran berbeda. <a href="https://www.congress.gov/bill/106th-congress/house-bill/1658">Program <em>asset forfeiture</em></a> memungkinkan sebagian hasil perampasan dibagikan kepada lembaga penegak hukum yang terlibat. </p> <p>Kritik muncul karena mekanisme tersebut dapat membuat aparat untuk memperluas penggunaan kewenangan perampasan demi mengejar insentif semata. Institute for Justice memperkirakan sedikitnya <a href="https://ij.org/report/policing-for-profit-4/">US$82 miliar aset</a> (Rp1.445 trilliun) telah dirampas di AS sejak 2000.</p> <p>Karena itu, perdebatan mengenai RUU Perampasan Aset tidak cukup berhenti pada pertanyaan apakah negara perlu kewenangan lebih besar. Kita juga perlu bertanya bagaimana memastikan orang yang tidak melakukan kejahatan tidak kehilangan hak atas asetnya.</p> <p>Perampasan aset, terutama ketika dilakukan tanpa menunggu putusan pidana, menyentuh <a href="https://jurnalkonstitusi.mkri.id/index.php/jk/article/view/3397">hak atas kepemilikan</a> dan <a href="https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=4360332"><em>due process</em></a>. Penelitian terbaru juga menyoroti potensi dampaknya terhadap <a href="https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=4360332">privasi keuangan, reputasi dan kebebasan individu</a>.</p> <p>Ini bukan alasan untuk melemahkan instrumen perampasan aset. Justru sebaliknya, semakin besar kewenangan negara, semakin penting aturan mengenai standar pembuktian, pengawasan pengadilan, hak pihak ketiga yang beritikad baik, serta perlindungan data dan privasi.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/koruptor-tak-cukup-hanya-dipenjara-uang-rakyat-harus-dikembalikan-268567">Koruptor tak cukup hanya dipenjara, uang rakyat harus dikembalikan</a> </strong> </em> </p> <hr> <h2>Proses penyusunan mencerminkan hasil RUU ini kelak</h2> <p>Masalah transparansi juga tidak kalah penting. Koalisi Masyarakat Sipil menilai penyusunan draf RUU ini <a href="https://ti.or.id/ruu-perampasan-aset-dikebut-dalam-ruang-gelap-draf-tertutup-substansinya-berpotensi-melemahkan/">penuh intrik elite politik</a>.</p> <p>Draf kerap berubah-ubah tanpa proses yang terbuka. Contohnya, draf bertanggal 10 Juli 2026 menyebut adanya perubahan dibandingkan draf pemerintah 2023, termasuk dugaan penghapusan ketentuan mengenai kekayaan yang tidak seimbang dengan penghasilan, penyempitan mekanisme tanpa pemidanaan, dan ketidakjelasan kelembagaan pengelola aset.</p> <p>Jika perubahan tersebut terkonfirmasi dalam naskah resmi, pertanyaannya bukan sekadar apakah RUU menjadi lebih atau kurang âkerasâ, melainkan apakah perubahan itu meningkatkan atau justru menurunkan risiko kehilangan hasil korupsi?</p> <p>Ukuran keberhasilan RUU Perampasan Aset bukan hanya apakah ia disahkan sebelum 15 Desember 2026. Ukurannya adalah apakah aturan tersebut mampu membuat hasil korupsi lebih sulit dinikmati, sekaligus memastikan kewenangan negara tidak digunakan secara sewenang-wenang.</p> <p>Kita membutuhkan aturan yang membuat korupsi tidak lagi menguntungkan, tanpa mengorbankan hak warga yang tidak bersalah. Dan semua itu semestinya dilakukan dengan proses terbuka dan melibatkan semua pemangku kepentingan untuk menghasilkan produk undang-undang yang bermanfaat bagi semua pihak.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/mengapa-penangkapan-tersangka-tak-cukup-membuat-publik-percaya-pemberantasan-korupsi-289237">Mengapa penangkapan tersangka tak cukup membuat publik percaya pemberantasan korupsi?</a> </strong> </em> </p> <hr> <hr> <iframe src="https://tally.so/embed/b5J8QE?alignLeft=1&hideTitle=1&transparentBackground=1&dynamicHeight=1" width="100%" height="321" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0" title="Survey Form"> </iframe><img src="https://counter.theconversation.com/content/291361/count.gif" alt="The Conversation" width="1" height="1" /> <p class="fine-print"><em><span>Kiky Srirejeki tidak bekerja, menjadi konsultan, memiliki saham, atau menerima dana dari perusahaan atau organisasi mana pun yang akan mengambil untung dari artikel ini, dan telah mengungkapkan bahwa ia tidak memiliki afiliasi selain yang telah disebut di atas.</span></em></p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://theconversation.com/dilema-ruu-perampasan-aset-membuat-korupsi-tak-lagi-menguntungkan-tapi-berisiko-merampas-hak-warga-291361" rel="noopener" target="_blank">theconversation.com</a>.</em></p>
Kiky Srirejeki, Dosen dan Peneliti, Universitas Jenderal Soedirman
15 Sep

Selama desil kemiskinan kusut, program bansos akan terus semrawut
<blockquote> <p>â Data kemiskinan 10 desil nasional diprotes karena dinilai tak akurat.</p> <p>â Ketidakakuratan dipicu basis data awal dan verifikasi aset yang lemah.</p> <p>â Pemerintah perlu menata bansos agar lebih efektif, salah satunya lewat konsep <em>Affirmative Basic Income</em> (ABI).</p> </blockquote> <hr> <p>Ironi besar sedang terjadi pada sistem jaring pengaman sosial kita. Pemerintah kini mengelompokkan masyarakat ke dalam 10 kelompok statistik (desil) sebagai langkah <a href="https://peraturan.bpk.go.id/Details/314649/inpres-no-4-tahun-2025">memperbarui data (tunggal) sosial dan ekonomi nasional (DTSEN)</a>. </p> <p>Kebijakan ini bisa membantu jika datanya akurat. Namun, publik justru mempertanyakan dasar pengelompokan desil tersebut.</p> <p>Polemik bermula ketika desil-desil ini diwacanakan untuk membatasi <a href="https://www.bbc.com/indonesia/articles/ce34pdddvq3o">pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi</a> bagi desil 9-10 (golongan masyarakat yang dianggap mampu). Data ini kemudian digunakan untuk menentukan penerima berbagai program pemerintah, terutama bantuan sosial (bansos).</p> <p>Masalah ini membuktikan kegagalan negara dalam memetakan kondisi ekonomi masyarakatnya. Data kemiskinan yang tidak akurat berisiko tidak mencerminkan <a href="https://remahanna.scholars.harvard.edu/sites/g/files/omnuum3176/files/remahanna/files/5_aer_target_the_poor.pdf">kondisi ekonomi masyarakat yang sebenarnya</a>.</p> <p>Profil dan data kemiskinan tidak boleh terus dibiarkan karut-marut. Jika data dasarnya keliru, kebijakan pengentasan kemiskinan seperti bansos juga berisiko salah sasaran. Apalagi, pemerintah berencana mengenalkan <a href="https://theconversation.com/rencana-bansos-tunai-rp5-4-juta-per-orang-mampukah-ai-menyasar-kelompok-yang-tepat-285708">program bansos tunai</a> Rp5,4 juta per orang <a href="https://www.viva.co.id/bisnis/1926480-luhut-uji-coba-transfer-tunai-bansos-rp-54-juta-per-keluarga-dimulai-di-kuartal-i-ii-2027">pada awal tahun depan</a>.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/banyak-aspek-luput-dalam-data-kemiskinan-nasional-257426">Banyak aspek luput dalam data kemiskinan nasional</a> </strong> </em> </p> <hr> <h2>Akibat buruknya verifikasi</h2> <p>Dalam <a href="https://dtsen.data.go.id/">sistem perlindungan sosial</a>, pemerintah menggunakan pengelompokan desil (dari desil 1 hingga desil 10) berbasis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau yang terbaru melalui Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) untuk menyeleksi siapa yang berhak menerima bantuan dari negara.</p> <p>Untuk mengukur tingkat kesejahteraan keluarga, Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan metodologi <a href="https://documents.worldbank.org/en/publication/documents-reports/documentdetail/750401468776352539">Proxy-Means Testing</a> (PMT) untuk memperkirakan tingkat kesejahteraan keluarga berdasarkan karakteristik yang dapat diamati.</p> <p>Metode PMT menggunakan <a href="https://documents.worldbank.org/en/publication/documents-reports/documentdetail/750401468776352539">berbagai indikator</a> untuk menentukan posisi desil. <a href="https://www.bps.go.id/id/news/2026/08/22/938/dtsen-jadi-rujukan-bersama--bps-jelaskan-arti-desil.html">Penilaiannya</a> tidak hanya melihat penghasilan atau kepemilikan barang, tetapi juga kondisi rumah, sumber air dan energi untuk memasak, aset, konsumsi listrik, jumlah anggota keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, hingga disabilitas.</p> <p>Metode PMT dikembangkan oleh <a href="https://documents.worldbank.org/en/publication/documents-reports/documentdetail/750401468776352539">Bank Dunia</a> pada 1995 sebagai cara untuk memperkirakan tingkat kesejahteraan rumah tangga ketika pendapatan sulit diukur secara langsung. </p> <p>Metode ini relevan bagi banyak negara berkembang yang memiliki sektor informal besar. Sebab, pekerja sektor tersebut sering tidak memiliki catatan pendapatan yang mudah diverifikasi.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/belajar-dari-vietnam-dan-malaysia-standar-miskin-bps-perlu-diubah-257943">Belajar dari Vietnam dan Malaysia: Standar miskin BPS perlu diubah</a> </strong> </em> </p> <hr> <p>Survei lapangan yang dilakukan petugas sebenarnya perlu mendapat apresiasi. Tapi, besarnya gelombang protes yang terjadi secara nasional besar kemungkinan terjadi karena buruknya <a href="https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S030438781830573X">verifikasi temuan</a>.</p> <p>Contohnya adalah temuan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda. Ia merasa heran ada warganya yang tergolong miskin harus didepak dari daftar penerima bansos lantaran rumahnya tergolong bagus. Padahal, rumah tersebut adalah hasil renovasi dari program bantuan pemerintah daerah. </p> <h2>Berpotensi menimbulkan gesekan sosial</h2> <p>Pemerintah mempersilakan masyarakat mengoreksi atau menyanggah data desil jika tidak sesuai dengan kondisi mereka. BPS bahkan menyediakan mekanisme verifikasi dan pemutakhiran data secara berkala. Ini semakin <a href="https://news.detik.com/berita/d-8642372/bps-sebut-masyarakat-bisa-isi-sanggahan-jika-data-desil-dirasa-tak-sesuai">mengonfirmasi buruknya data yang tercipta sejauh ini</a>.</p> <p>Namun, keterbukaan terhadap koreksi tidak seharusnya membuat negara melempar tanggung jawab akurasi data kepada warga. Sejatinya, sudah jadi tugas pemerintah untuk bisa mendata profil kemiskinan masyarakatnya dengan akurat. </p> <p><a href="https://www.researchgate.net/publication/319112425_Exclusion_by_design_An_assessment_of_the_effectiveness_of_the_proxy_means_test_poverty_targeting_mechanism">Berdasarkan evaluasi akademis</a> 2017 silam, penerapan model algoritma PMT konvensional rawan meleset 28% dari target sesungguhnya. Bahkan, margin kekeliruan kian melebar (44% - 47,6%) dalam identifikasi warga miskin ekstrem (<em>extreme poverty</em>).</p> <p><a href="https://www.researchgate.net/publication/328710728_Universal_Basic_Incomes_versus_Targeted_Transfers_Anti-Poverty_Programs_in_Developing_Countries">Tanpa data yang akurat dan verifikasi yang memadai</a>, program bansos apapun tidak akan efektif. Sebab landasan data yang baik perlu dipenuhi terlebih dahulu, khususnya dalam skema bantuan tunai bersyarat seperti Program Keluarga Harapan (<a href="https://kemensos.go.id/program-bantuan-sosial/pkh">PKH</a>).</p> <p>Penargetan bansos yang rumit ini justru dapat memicu ketegangan sosial di masyarakat. Kecemburuan kerap meledak karena warga melihat ada rumah tangga yang lebih mampu masih masuk daftar penerima manfaat, sementara tetangganya yang sakit menahun justru dicabut layanan BPJS gratisnya.</p> <p>Pemerintah akhirnya mengakui <a href="https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8635942/pemerintah-janji-perbaiki-data-desil-usai-banyak-diprotes">kesalahannya terhadap data desil ini usai menuai protes besar publik</a>. BPS juga mengajukan tambahan anggaran Rp1,7 triliun menjadi sekitar <a href="https://news.detik.com/berita/d-8645014/kepala-bps-minta-tambahan-anggaran-rp-1-4-t-untuk-pemutakhiran-survei">Rp7,9 triliun untuk tahun 2027</a> guna mendukung pemutakhiran data.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/jalan-terjal-mengentaskan-warisan-kemiskinan-ke-anak-261195">Jalan terjal mengentaskan warisan kemiskinan ke anak</a> </strong> </em> </p> <hr> <h2>Perlu terbuka dengan metode baru</h2> <p>Melihat kegaduhan yang diciptakan, pemerintah perlu mempertimbangkan pendekatan baru dalam kebijakan pengentasan kemiskinan. Salah satu gagasan yang dapat dikaji adalah <a href="https://base.socioeco.org/docs/developments_critiques_advances.pdf"><em>Affirmative Basic Income</em> (ABI)</a>, yakni pemberian menawarkan bantuan tunai secara lebih sederhana tanpa bergantung pada pengujian kondisi ekonomi rumah tangga.</p> <p>Alih-alih jungkir balik menekan angka kemiskinan, lebih baik pemerintah berani menetapkan angka yang tinggi, misalnya <a href="https://smeru.or.id/sites/default/files/events/elansatriawan_0.pdf">40% dari masyarakat berpenghasilan terendah</a> atau 4 desil terendah sebagai penerima manfaat bantuan tunai.</p> <p>Dengan asumsi 40% kelompok miskin atau 9,54 juta jiwa dari total <a href="https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2025/07/25/2518/persentase-penduduk-miskin-maret-2025-turun-menjadi-8-47-persen-.html">23,85 juta warga miskin</a> per Maret 2025, simulasi saya skema ABI diperkirakan membutuhkan anggaran Rp715,5 triliun per tahun (sekitar 21% dari APBN). Kebutuhan ini berdasarkan perhitungan setiap penerima manfaat menerima bantuan tunai Rp75 juta setiap tahun.</p> <figure> <iframe width="440" height="260" src="https://www.youtube.com/embed/w7kdCRjCx2o?wmode=transparent&start=0" frameborder="0" allowfullscreen=""></iframe> <figcaption><span class="caption">Pemerintah sebenarnya memiliki kebijakan âSatu Dataâ yang dikomandoi BPS untuk menyelaraskan data nasional yang dipegang oleh kementerian dan lembaga negara lain.</span></figcaption> </figure> <p>Angka ini memang besar, tetapi perlu dibandingkan dengan skala belanja perlindungan sosial dan program prioritas pemerintah. APBN 2026, misalnya, mengalokasikan <a href="https://daftarsekolah.spmb.teknokrat.ac.id/2026/09/bukan-dipangkas-ini-fakta-di-balik-perubahan-desil-penerima-bansos-dan-pip/">Rp335 triliun</a> untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), meski anggarannya kemudian berubah.</p> <p>Dalam skema ini, negara menjamin pendapatan dasar bagi kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas berat, dan warga dalam klaster kemiskinan tertentu, tanpa <a href="https://www.researchgate.net/publication/334439026_Universal_Basic_Income_in_the_Developing_World">memaksa mereka terus membuktikan bahwa mereka cukup âmiskinâ melalui kuesioner aset</a>.</p> <p>ABI juga berpotensi mengurangi biaya administrasi untuk pendataan, verifikasi berulang, dan proses penargetan bantuan yang kompleks.</p> <p>Uang tunai langsung diberikan kepada kelompok rentan. Dengan begitu, perlindungan sosial tidak lagi dipandang sebagai bantuan negara yang sewaktu-waktu dapat dicabut, melainkan sebagai bagian dari upaya memenuhi hak ekonomi dan kesejahteraan warga negara.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/perlunya-reformasi-bantuan-sosial-melalui-metode-affirmative-basic-income-272716">Perlunya reformasi bantuan sosial melalui metode âaffirmative basic incomeâ</a> </strong> </em> </p> <hr> <hr> <iframe src="https://tally.so/embed/3jYaB1?alignLeft=1&hideTitle=1&transparentBackground=1&dynamicHeight=1" width="100%" height="321" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0" title="Survey Form"> </iframe><img src="https://counter.theconversation.com/content/290271/count.gif" alt="The Conversation" width="1" height="1" /> <p class="fine-print"><em><span>Barid Hardiyanto tidak bekerja, menjadi konsultan, memiliki saham, atau menerima dana dari perusahaan atau organisasi mana pun yang akan mengambil untung dari artikel ini, dan telah mengungkapkan bahwa ia tidak memiliki afiliasi selain yang telah disebut di atas.</span></em></p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://theconversation.com/selama-desil-kemiskinan-kusut-program-bansos-akan-terus-semrawut-290271" rel="noopener" target="_blank">theconversation.com</a>.</em></p>
Barid Hardiyanto, Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto, Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto
15 Sep

Kasus Unsoed dan korupsi di kampus: Ketika jabatan di institusi berasa milik pribadi
<blockquote> <p>â KPK mengungkap penyimpangan seleksi masuk universitas yang melibatkan kerja sama pejabat, pegawai, dan pihak swasta.</p> <p>â Korupsi marak terjadi saat pejabat menganggap kewenangan lembaga sebagai milik pribadi dan mengabaikan akuntabilitas.</p> <p>â Menghapus jalur mandiri tanpa audit dan solusi pendanaan berisiko mengganggu kualitas dan stabilitas operasional PTN.</p> </blockquote> <hr> <p>Operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di <a href="https://www.kpk.go.id/id/ruang-informasi/berita/kpk-tangkap-tangan-tersangka-dugaan-tindak-pidana-korupsi-terkait-proses-penerimaan-mahasiswa-baru-di-unsoed-purwokerto">Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed)</a> menjadi ironi. </p> <p>Perguruan tinggi semestinya menjadi ruang mengembangkan ilmu pengetahuan, mengembangkan integritas, dan menegakkan meritokrasiâmemastikan setiap orang mendapat kesempatan berdasarkan kemampuan, bukan karena uang, koneksi, atau kedekatan.</p> <p>Menurut KPK, dugaan penyimpangan dalam penerimaan mahasiswa baru Unsoed <a href="https://kumparan.com/kumparannews/kpk-nilai-jalur-mandiri-penerimaan-mahasiswa-baru-paling-berisiko-penyimpangan-286Kyqzur2E/full">tidak dilakukan oleh satu orang saja</a>. Ada pejabat universitas, pegawai, dan pihak swasta yang diduga terlibat. </p> <p>KPK juga menemukan penggunaan kode, pemberian akses akun, serta kewenangan dalam proses penerimaan mahasiswa baru yang diduga dimanfaatkan untuk mengatur masuknya calon mahasiswa tertentu.</p> <p>Gambaran ini menunjukkan bahwa korupsi bukan hanya soal keserakahan individu. Korupsi juga bisa tumbuh ketika kewenangan lembaga diperlakukan sebagai milik pribadi pejabat.</p> <p>Kasus Unsoed masih berproses secara hukum. Tulisan ini tidak bermaksud mendahului putusan pengadilan. Namun, kasus ini membuka pertanyaan yang lebih luas: mengapa kekuasaan yang terlalu dipersonalisasi membuat kampus rentan terhadap korupsi?</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/pakar-menjawab-di-tengah-kasus-suap-kampus-dan-meroketnya-kekayaan-rektor-bagaimana-cara-awasi-pejabat-perguruan-tinggi-192021">Pakar Menjawab: Di tengah kasus suap kampus dan meroketnya kekayaan rektor, bagaimana cara awasi pejabat perguruan tinggi?</a> </strong> </em> </p> <hr> <h2>Memahami kekuasaan</h2> <p>Setiap pemimpin, termasuk di perguruan tinggi, membutuhkan kekuasaan untuk mengambil keputusan, mengelola sumber daya, menjaga mutu akademik, dan memastikan kampus menjalankan tanggung jawabnya kepada masyarakat. Kekuasaan juga memberi pemimpin <a href="https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/12747524/">keleluasaan</a> untuk bertindak dan menjalankan tugasnya.</p> <p>Masalah muncul ketika kekuasaan <a href="https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22250668/">tidak diimbangi akuntabilitas</a>. Pemimpin bisa merasa penilaiannya selalu benar dan melihat kritik, prosedur, serta pengawasan sebagai gangguan, bukan sebagai cara untuk mengoreksi keputusan.</p> <p>Dalam kondisi ini, kekuasaan bisa menjadi <a href="https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/13510347.2026.2636039">personal</a>. Jabatan tidak lagi dipandang sebagai amanah institusional yang harus dijalankan untuk kepentingan institusi dan publik, melainkan sebagai perpanjangan diri dan kepentingan pribadi pemegangnya.</p> <p>Loyalitas pun bergeser. Dosen, tenaga kependidikan, dan pejabat struktural dituntut setia kepada pemimpin, bukan kepada institusi. Kritik terhadap kebijakannya akhirnya dianggap sebagai serangan pribadi.</p> <p>Selanjutnya, kewenangan bisa berubah menjadi rasa memiliki terhadap institusi. Inilah yang disebut <a href="https://www.jstor.org/stable/259124?origin=crossref">kepemilikan psikologis</a>. Anggaran, pengadaan, jabatan, penerimaan mahasiswa, dan berbagai akses kampus yang sebenarnya merupakan kewenangan institusi mulai diperlakukan seolah-olah milik pribadi pejabat. Ia merasa berhak menentukan siapa yang mendapat proyek, jabatan, kursi mahasiswa, atau keuntungan tertentu.</p> <p>Jika dibiarkan tanpa koreksi dan sanksi, <a href="https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0191308503250012?&via%3Dihub=">penyimpangan lama-lama dianggap wajar</a>. Insan kampus kemudian belajar bahwa kedekatan dengan pimpinan lebih penting daripada kompetensi dan prestasi. Korupsi pun berubah dari tindakan individu menjadi kebiasaan organisasi. </p> <p>Karena itu, mengganti pelaku belum tentu menghentikan praktik koruptif.</p> <h2>Apakah menutup jalur mandiri adalah solusi?</h2> <p>Kasus Unsoed menghidupkan kembali perdebatan tentang masa depan jalur mandiri, terutama setelah <a href="https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-62575407">kasus korupsi di Universitas Lampung (Unila) pada 2022</a>. Anggota Komisi III DPR <a href="https://berita.liputan6.com/peristiwa/read/8276082/buntut-kasus-unsoed-anggota-dpr-desak-audit-nasional-sistem-jalur-mandiri-ptn">mendorong audit nasional dan pembenahan sistem</a>, sedangkan anggota Komisi X <a href="https://www.tempo.co/politik/legislator-usul-penerimaan-mahasiswa-jalur-mandiri-dihapus-2283610">merekomendasikan penghapusan jalur mandiri</a>. </p> <p>Masalahnya, menutup sebuah mekanisme nasional tanpa memahami masalah dan titik rawannya sama tidak tepatnya dengan membiarkannya tanpa koreksi. Kebijakan publik perlu didasarkan pada kajian berbasis bukti untuk memetakan pola penyalahgunaan, mengevaluasi sistem seleksi, dan menentukan bentuk perbaikan yang paling efektif.</p> <p>Jalur mandiri bukan sekadar <a href="https://www.detik.com/edu/perguruan-tinggi/d-8631451/ketua-majelis-rektor-sebut-kenapa-jalur-mandiri-perlu-ada-konsekuensi-jika-dihapus?">jalur alternatif</a> untuk masuk perguruan tinggi. Jalur ini memberi kampus ruang menyesuaikan penerimaan dengan kondisi daerah dan kebutuhan tertentu, termasuk untuk program afirmasi. </p> <p>Jalur mandiri juga berkaitan dengan pembiayaan kampus. Sebagai PTN-BLU, Unsoed mendapat dana dari kas negara, tetapi juga memiliki pendapatan sendiri melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari layanan yang dikelolanya.</p> <p>Sementara itu, <a href="https://www.antaranews.com/berita/2962669/kemendikbudristek-luncurkan-dana-abadi-perguruan-tinggi">kampus negeri berstatus badan hukum (PTN-BH) juga mendapat bantuan APBN</a>, tetapi didorong mencari lebih banyak pendapatan di luar bantuan pemerintah dan uang kuliah. </p> <p>Tekanan ini makin terasa ketika anggaran pemerintah berkurang. Pada 2025, misalnya, pagu BPPTN-BH sebesar <a href="https://www.detik.com/edu/perguruan-tinggi/d-7778247/bantuan-ptn-dan-pts-kena-efisiensi-anggaran-ukt-bakal-naik">Rp2,37 triliun sempat dipangkas Rp1,18 triliun</a> karena efisiensi anggaran.</p> <p>Risiko pembiayaan tentu bukan alasan untuk membiarkan penyimpangan dalam jalur mandiri. Namun, perdebatan soal jalur ini juga tidak perlu buru-buru berujung pada pilihan âdipertahankan atau dihapusâ.</p> <p>Jika dihapus tanpa menata ulang kuota, program afirmasi, dan sumber pendanaan pengganti, beban pembiayaan perguruan tinggi dapat meningkat dan berdampak pada mutu layanan akademik, penelitian, serta kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/kasus-suap-rektor-unila-korupsi-penerimaan-mahasiswa-baru-semakin-subur-di-tengah-kapitalisme-akademik-189226">Kasus suap Rektor Unila: korupsi penerimaan mahasiswa baru semakin subur di tengah kapitalisme akademik</a> </strong> </em> </p> <hr> <h2>Negara menata, pemimpin perguruan tinggi wawas diri</h2> <p>Dunia perguruan tinggi Indonesia memerlukan audit nasional dan kajian yang transparan untuk mengetahui seberapa luas masalahnya, mengidentifikasi letak kerawanannya, dan memastikan apakah penyimpangan bersumber dari sistem seleksi atau lemahnya tata kelola dan pengawasan.</p> <p>Hasilnya dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah yang tepat, mulai dari memperketat pengawasan dan membatasi kuota jalur mandiri hingga merancang ulang sistem seleksinya. </p> <p>Apa pun pilihannya, pemerintah juga perlu memastikan pendanaan yang cukup agar biaya tidak dibebankan kepada mahasiswa atau mengorbankan mutu pendidikan.</p> <p>Kebutuhan akan kajian tidak berarti pembenahan perlu ditunda. Pembenahan dapat dimulai dari kesadaran pemimpin perguruan tinggi bahwa setiap kewenangan memiliki batas. Kesadaran tersebut dapat mendorong keterbukaan terhadap pemeriksaan dan penerimaan kritik sebagai mekanisme koreksi, bukan sebagai serangan pribadi.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/modus-mark-up-laporan-kegiatan-mahasiswa-bibit-dan-peluang-korupsi-di-lingkungan-kampus-197104">Modus âmark upâ laporan kegiatan mahasiswa: bibit dan peluang korupsi di lingkungan kampus</a> </strong> </em> </p> <hr> <hr> <iframe src="https://tally.so/embed/Me4OkX?alignLeft=1&hideTitle=1&transparentBackground=1&dynamicHeight=1" width="100%" height="321" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0" title="Survey Form"> </iframe><img src="https://counter.theconversation.com/content/291049/count.gif" alt="The Conversation" width="1" height="1" /> <p class="fine-print"><em><span>Zainal Abidin tidak bekerja, menjadi konsultan, memiliki saham, atau menerima dana dari perusahaan atau organisasi mana pun yang akan mengambil untung dari artikel ini, dan telah mengungkapkan bahwa ia tidak memiliki afiliasi selain yang telah disebut di atas.</span></em></p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://theconversation.com/kasus-unsoed-dan-korupsi-di-kampus-ketika-jabatan-di-institusi-berasa-milik-pribadi-291049" rel="noopener" target="_blank">theconversation.com</a>.</em></p>
Zainal Abidin, Profesor Psikologi Sosial dan Perilaku Politik, Universitas Padjadjaran
15 Sep

Why does Southeast Asia keep breathing the same haze â and can ASEAN do more to stop it?
<p>Southeast Asia has spent decades trying to tackle haze from forest fires. Yet every few years, the region finds itself <a href="https://asianews.network/haze-besieges-southeast-asia-as-indonesias-wildfires-blaze-away/">breathing it again.</a>. The transboundary environmental problem has become a recurrent phenomenon in the region.</p> <p>The latest episode is no exception. Forest and land fires in Indonesia have sent smoke across parts of Malaysia, Brunei Darussalam and other parts of Southeast Asia. On Aug. 26, the ASEAN Specialised Meteorological Centre raised the regional haze alert <a href="https://asmc.asean.org/home/">to Level 3</a> as smoke from hotspots in Kalimantan, the Indonesian territory that makes up the majority of the island of Borneo, spread across borders.</p> <p>Indonesia bears the primary responsibility for preventing and fighting fires on its territory. But once the smoke crosses national borders, haze becomes more than a domestic environmental problem. Malaysia and Brunei Darussalam <a href="https://www.thestar.com.my/news/nation/2026/08/22/malaysia-brunei-agree-to-use-asean-mechanism-to-tackle-transboundary-haze">have agreed</a> to take this matter to the ASEAN level. </p> <p>This issue has now become a test of whether ASEAN can help its members manage problems that no country can contain alone.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/borneo-forest-fires-spike-again-why-el-nino-isnt-the-sole-culprit-290334">Borneo forest fires spike again: Why El Niño isnât the sole culprit</a> </strong> </em> </p> <hr> <h2>Why does the haze keep coming back?</h2> <p>Transboundary haze is hardly new. <a href="https://www.csis.org/blogs/new-perspectives-asia/extinguishing-point-contention-examining-transboundary-haze-southeast">Historical records</a> show that smoke from fires in Indonesia has affected neighbouring countries since at least the 1970s. The <a href="https://eresources.nlb.gov.sg/newspapers/digitised/article/straitstimes19721013-1.2.100">1997</a> and <a href="https://www.greenpeace.org/southeastasia/publication/44140/burning-issues-five-years-of-fire/">2015</a> fires were among the regionâs most severe.</p> <p><a href="https://www.nature.com/articles/s41467-021-27353-x">Scientific research</a> points to a combination of human activity and environmental conditions. <a href="https://www.thestar.com.my/aseanplus/aseanplus-news/2026/09/03/haze-caused-by-many-factors-but-repeat-of-2015-crisis-unlikely-due-to-later-onset-of-el-nino-singapore-experts#goog_rewarded">Land clearing</a> through burning can ignite fires, while <a href="https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/gcb.13605">drained and degraded peatlands</a> are particularly vulnerable. Once dry, peat can burn underground and produce thick, persistent smoke that is difficult to extinguish.</p> <p><a href="https://www.nature.com/articles/ngeo1063">Weather</a> can make the situation worse. Prolonged dry conditions, including those associated with El Niño, can dry out vegetation and peatlands, allowing fires to spread more easily. In the current crisis, <a href="https://asmc.asean.org/asmc-alerts/">below-normal rainfall and strong dry-season conditions</a> are helping sustain the fires and carry smoke across borders.</p> <p>This means the haze cannot be solved simply by responding when fires are already burning. Prevention, land management and enforcement matter just as much.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/putting-out-wildfires-how-peat-restoration-has-reduced-fire-risk-in-indonesias-tropical-forests-288644">Putting out wildfires: how peat restoration has reduced fire risk in Indonesiaâs tropical forests</a> </strong> </em> </p> <hr> <h2>Indonesia has the primary responsibility</h2> <p>Indonesia is central to the problem because many of the fires generating transboundary smoke occur within its territory, particularly in the islands of Sumatra and Kalimantan. This places the primary responsibility on the Indonesian government to prevent fires, enforce environmental regulations and hold those responsible accountable.</p> <p>Indonesia already has <a href="https://ijsoc.goacademica.com/index.php/ijsoc/article/download/969/865/">laws and institutions</a> aimed at preventing forest and land fires. <a href="https://doi.org/10.3390/land10070677">Research</a> also shows that the government has strengthened peatland protection and related institutions since 2016.</p> <p>The challenge is implementation.</p> <p>The recurring fires show how difficult it can be to translate regulations into effective prevention, particularly when land use, economic interests, local practices and extreme weather intersect. Indonesian authorities have recently, again, <a href="https://apnews.com/article/indonesia-forest-land-fires-toxic-haze-7d103393659ecc93a4a7d8dee147491a">promised legal action</a> against those responsible for the fires.</p> <p>The question is not whether Indonesia should act, but whether national action alone is enough when the consequences are regional.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/sumatras-flood-crisis-how-deforestation-turned-a-cyclonic-storm-into-a-likely-recurring-tragedy-271302">Sumatraâs flood crisis: How deforestation turned a cyclonic storm into a likely recurring tragedy</a> </strong> </em> </p> <hr> <h2>ASEAN has tried before</h2> <p>ASEAN <a href="https://www.csis.org/blogs/new-perspectives-asia/extinguishing-point-contention-examining-transboundary-haze-southeast">has recognised</a> this problem for decades.</p> <p>â</p> <p>In 1997, member states adopted the <a href="https://asean.org/the-asean-approach-to-regional-environtmental-management-by-apichai-sunchindah-kuala-lumpur/">Regional Haze Action Plan</a> to strengthen prevention, monitoring and regional coordination. In 2002, they adopted the <a href="https://asean.org/wp-content/uploads/2021/01/ASEANAgreementonTransboundaryHazePollution-1.pdf">ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution (AATHP)</a>, creating a regional framework for preventing and responding to transboundary haze.</p> <p>Indonesia, however, was <a href="https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/09512748.2020.1801816">the last ASEAN member to ratify the agreement</a>, depositing its ratification in 2015. Studies argued that the treatyâs mechanisms <a href="https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/186810341503400304">remain limited</a> because they reflect "the ASEAN Wayâ â particularly principles of sovereignty and non-interference.</p> <p>This creates a dilemma: the haze is regional, but much of the authority to address its causes remains national.</p> <p>This explains why ASEAN can coordinate information, monitoring and emergency responses but has struggled to make member states fully accountable for recurring transboundary pollution.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/indonesia-drags-its-feet-on-asean-haze-treaty-81779">Indonesia drags its feet on ASEAN haze treaty</a> </strong> </em> </p> <hr> <h2>Can ASEAN do more?</h2> <p>ASEAN does not need to become a supranational authority to become more effective.</p> <p><strong>First</strong>, affected countries can use ASEAN channels to demand stronger enforcement from Indonesia. Public scrutiny will also make inaction a major reputational liability.</p> <p><strong>Second</strong>, ASEAN can improve transparency. Regional sharing of hotspot data, fire information and assessments of government responses could make it easier to identify where fires occur and whether commitments are being implemented.</p> <p><strong>Third</strong>, ASEAN can step up practical collaboration, from early-warning systems to joint firefighting and peatland management. After all, regional frameworks already spot peat fires as the main driver of haze.</p> <p>These measures would not replace Indonesiaâs responsibility. They would support it.</p> <p>ASEAN has demonstrated that it can use diplomacy to address regional crises, including <a href="https://www.kompas.id/artikel/en-thailand-kamboja-sepakati-gencatan-senjata-bagaimana-peran-asean">tensions between Thailand and Cambodia</a>. Environmental crises deserve similar political attention when their consequences cross borders.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/why-indonesia-cant-stamp-out-fires-that-have-cast-a-haze-over-south-east-asia-50029">Why Indonesia canât stamp out fires that have cast a haze over South-East Asia</a> </strong> </em> </p> <hr> <h2>The haze is regional, but responsibility still matters</h2> <p>The recurring haze exposes a broader challenge for Southeast Asia â national responsibility and regional consequences do not always fit neatly together.</p> <p>Indonesia must take the lead in stopping fires within its borders. But neighbouring countries cannot simply wait for the next crisis, while ASEAN cannot treat another haze episode as business as usual.</p> <p>The goal should not be to expect ASEAN to extinguish every fire. It should be to make regional cooperation strong enough that preventing those fires becomes harder to ignore.</p> <p>After decades of recurring haze, Southeast Asia may not need another agreement. It needs to enforce its existing commitments, not just sign new ones.</p><img src="https://counter.theconversation.com/content/291225/count.gif" alt="The Conversation" width="1" height="1" /> <p class="fine-print"><em><span>Rifki Dermawan tidak bekerja, menjadi konsultan, memiliki saham, atau menerima dana dari perusahaan atau organisasi mana pun yang akan mengambil untung dari artikel ini, dan telah mengungkapkan bahwa ia tidak memiliki afiliasi selain yang telah disebut di atas.</span></em></p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://theconversation.com/why-does-southeast-asia-keep-breathing-the-same-haze-and-can-asean-do-more-to-stop-it-291225" rel="noopener" target="_blank">theconversation.com</a>.</em></p>
Rifki Dermawan, Lecturer in International Relations, Universitas Andalas
15 Sep

Kebebasan berpendapat masih terancam meski MK sudah membatasi pasal penghinaan presiden
<blockquote> <p>â Putusan MK mempersempit peluang penyalahgunaan pasal penghinaan Presiden.</p> <p>â Batas antara kritik dan penghinaan masih berpotensi mengancam kebebasan berpendapat.</p> <p>â Pemaknaan kepentingan umum menentukan apakah kritik benar-benar terlindungi.</p> </blockquote> <hr> <p>Baru-baru ini, Mahkamah Konstitusi (MK) <a href="https://kupang.antaranews.com/berita/196737/mk-mengabulkan-sebagian-uji-materiil-kuhp-pasal-penghinaan-presiden">mengabulkan sebagian</a> uji materiil terhadap Pasal 218, 219, dan 220 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru. Kini dugaan penghinaan terhadap Presiden dan Wakil Presiden hanya dapat dituntut berdasarkan pengaduan Presiden dan/atau Wakil Presiden sendiri.</p> <p>Putusan ini seharusnya menjadi langkah maju karena menutup ruang pihak lain untuk memidanakan seseorang. </p> <p>Namun, apakah pada praktiknya kita bisa bebas mengkritik pemerintah, maupun presiden dengan aman? Kritik di sini tentunya terkait pelaksanaan kebijakan pemerintah ataupun perilaku terkait jabatan yang berdampak pada masyarakat luasâbukan hinaan personal. </p> <p>Jawabannya: belum aman. Sebab menjadikan pasal tersebut sebagai delik aduan belum otomatis kebebasan berpendapat sudah terjamin.</p> <p>Persoalan yang lebih besar adalah bagaimana memastikan negara bisa membedakan ruang abu-abu antara kritik terhadap pejabat publik dari serangan terhadap pribadi mereka.</p> <h2>Kebebasan berekspresi masih sempit</h2> <p>Dalam beleid lama, rumusan <a href="https://jdih.kemenkoinfra.go.id/en/uu-no-1-tahun-2023-kuhp">Pasal 220 KUHP</a> membuka ruang tafsir bahwa pihak selain Presiden atau Wakil Presiden dapat mengajukan pengaduan. MK kini menegaskan bahwa hanya Presiden dan/atau Wakil Presiden yang dapat mengadu, baik secara langsung maupun melalui kuasa hukum.</p> <p>Ini penting dalam kehidupan kita sehari-hari sebagai rakyat. Bayangkan kita, sebagai warga, mengkritik kebijakan pemerintah kemudian dilaporkan oleh seseorang yang merasa tersinggung, meskipun bukan pihak yang menjadi sasaran langsung. </p> <p>Putusan MK setidaknya mempersempit ruang untuk situasi semacam itu.</p> <p>Putusan MK ini juga perlu kita pahami dalam konteks yang lebih luas, khususnya terkait apakah kebebasan berekspresi masyarakat mendapat perbaikan jaminan?</p> <p>Dalam setahun terakhir, tak sedikit <a href="https://projectmultatuli.org/gen-z-tahanan-politik-rezim-prabowo-demonstrasi-agustus-2025/">aksi demonstrasi</a> dan <a href="https://www.bbc.com/indonesia/articles/cx2y9l9pj84o">ekspresi digital</a> masih marak dibungkam oleh pasal-pasal lain dalam KUHP maupun Undang-Undang âkaretâ Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).</p> <p><a href="https://www.taylorfrancis.com/books/mono/10.4324/9781032661544/free-speech-indonesia-eka-nugraha-putra">Kajian saya</a> yang diterbitkan dalam <em>Free Speech in Indonesia: Legal Issues and Public Interest Litigation</em> menunjukkan bahwa pembatasan kebebasan berbicara di Indonesia tidak hanya muncul melalui aturan tentang penghinaan, tetapi juga aturan mengenai pencemaran nama baik dan ujaran kebencian. </p> <p>Saya juga menyoroti bagaimana aturan tersebut dapat berdampak pada aktivisme, jurnalisme investigatif, dan ekspresi publik.</p> <p>Membatasi siapa yang dapat membuat pengaduan memang penting. Namun, perlindungan kebebasan berpendapat baru terasa ketika aparat penegak hukum juga memiliki standar yang jelas untuk menilai suatu ekspresi.</p> <h2>Masih memunculkan ruang abu-abu</h2> <p>Pada 20 tahun silam, MK telah menyatakan pasal penghinaan Presiden dalam KUHP lama <a href="https://www.mkri.id/public/content/persidangan/putusan/putusan_sidang_Putusan013-022ttgKUHPrev.pdf">bertentangan dengan UUD 1945</a>. Pasal tersebut kemudian kembali hadir dalam KUHP baru dengan rumusan yang berbeda.</p> <p>Meski kini sudah ditiadakan kembali, pasal penghinaan merupakan persoalan klasik mengenai batas antara kritik dan penghinaan, terutama terhadap presiden dan wakil presiden yang dianggap sebagai personifikasi negara. </p> <p>Padahal, kritik terhadap keduanya sebenarnya ditujukan pada keputusan dan kebijakan mereka dan tidak mencederai <a href="https://scholarship.law.unc.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1038&context=faculty_publications">reputasi pribadi</a>.</p> <p>Pasal 218 KUHP melarang perbuatan yang menyerang kehormatan atau harkat dan martabat Presiden atau Wakil Presiden. Penjelasannya memang mengecualikan kritik yang dilakukan untuk kepentingan umum atau pembelaan diri. Pemerintah dan DPR juga berpendapat bahwa KUHP baru telah membedakan kritik dari penghinaan.</p> <p>Masalahnya, frasa seperti âkehormatanâ, âharkat dan martabatâ, dan âkepentingan umumâ tetap membutuhkan penafsiran bahasa dan hukum praktis.</p> <p>Bagi warga biasa, akan sulit untuk memilah arti kritik dan menghina ketika mengeluhkan harga kebutuhan pokok, kebijakan pendidikan, proyek pemerintah, atau keputusan presiden.</p> <p>Kekhawatiran ini bukan tanpa dasar. Dalam uji materiilnya, para pemohon menilai frasa âmenyerang kehormatan atau harkat dan martabatâ terlalu abstrak dan berpotensi menimbulkan <em>chilling effect</em>âsituasi ketika orang memilih diam karena takut berhadapan dengan hukum.</p> <h2>âKepentingan umumâ jangan menjadi frasa kosong</h2> <p>Kritik terhadap keputusan pejabat publik pada dasarnya menyangkut kepentingan masyarakat. Kritik terhadap harga pangan, kualitas layanan publik, anggaran negara, pendidikan, atau kebijakan pemerintah bukan sekadar urusan pribadi presiden. Seluruh warga merasakan dampaknya.</p> <p>Karena itu, baik polisi maupun jaksa seharusnya tidak menafsirkan âkepentingan umumâ sebagai kepentingan pemerintah atau stabilitas negara. Kepentingan ini semestinya berkaitan dengan <a href="https://www.refworld.org/legal/general/hrc/2011/en/79729">perlindungan hak warga</a> dan kemampuan masyarakat untuk mengawasi kekuasaan. <em>Public interest defense</em> harus jadi penting dalam perlindungan kebebasan berbicara di Indonesia.</p> <p>Sistem hukum Indonesia sebenarnya mengenal <a href="https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/dlr/article/view/17446">asas oportunitas</a>, yang memberi kewenangan kepada Jaksa Agung untuk mengesampingkan perkara demi kepentingan umum. Prinsip ini menunjukkan bahwa kepentingan publik dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan apakah suatu perkara perlu dilanjutkan.</p> <p>Maka, putusan MK layak diapresiasi, tetapi kita tidak boleh berhenti di sana.</p> <p>Delik aduan mempersempit pintu masuk kriminalisasi, tetapi belum memastikan apa yang terjadi setelah pintu itu terbuka. Selama batas antara kritik dan penghinaan masih dapat ditafsirkan secara terlalu luas, warga tetap bisa merasa bahwa berbicara tentang pemerintah adalah tindakan berisiko.</p> <p>Kritik bukan ancaman terhadap negara. Justru ketika warga masih berani mengkritik kekuasaan, demokrasi masih bekerja.</p> <hr> <iframe src="https://tally.so/embed/b5J8QE?alignLeft=1&hideTitle=1&transparentBackground=1&dynamicHeight=1" width="100%" height="321" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0" title="Survey Form"> </iframe><img src="https://counter.theconversation.com/content/291293/count.gif" alt="The Conversation" width="1" height="1" /> <p class="fine-print"><em><span>Eka Nugraha Putra tidak bekerja, menjadi konsultan, memiliki saham, atau menerima dana dari perusahaan atau organisasi mana pun yang akan mengambil untung dari artikel ini, dan telah mengungkapkan bahwa ia tidak memiliki afiliasi selain yang telah disebut di atas.</span></em></p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://theconversation.com/kebebasan-berpendapat-masih-terancam-meski-mk-sudah-membatasi-pasal-penghinaan-presiden-291293" rel="noopener" target="_blank">theconversation.com</a>.</em></p>
Eka Nugraha Putra, Research Fellow at Centre for Trusted Internet and Community, National University of Singapore
15 Sep

Mengapa âwork life balanceâ justru menjadi kemewahan di era AI?
<blockquote> <p>â Keluhan warga terhadap sulitnya menggapai âwork life balanceâ tak pernah surut.</p> <p>â Padahal seharusnya para pekerja bisa memiliki banyak waktu luang karena penerapan teknologi canggih.</p> <p>â Logika tersebut akan selalu berlawanan dengan logika organisasi yang amat berorientasi pada profit.</p> </blockquote> <hr> <p>Semangat digitalisasi di semua segi dan lini bisnis diharapkan bisa meningkatkan efisiensi. Logika dasarnya, kemajuan teknologi termasuk akal imitasi (AI) bisa memberikan cuan optimal bagi perusahaan dengan waktu produksi yang lebih singkat.</p> <p>Namun pada kenyataannya, kenapa jam kerja rasanya tidak ada habisnya? </p> <p>Koordinasi pekerjaan yang datang dari grup WhatsApp kantor harus dibalas sesegera mungkin meski sudah lewat jam 5 sore. Bahkan yang lebih ekstrem, banyak keluhan warganet yang merasa âdiharamkanâ untuk meninggalkan pekerjaannya meski sedang cuti atau bahkan ketika sakit.</p> <p>Laporan <a href="https://www.microsoft.com/en-us/worklab/work-trend-index/breaking-down-infinite-workday"><em>Microsoft Work Trend Index Special Report: Breaking Down the Infinite Workday</em></a> menunjukkan bahwa hari kerja pekerja modern kini dipenuhi <em>email</em>, pesan instan, rapat, dan berbagai interupsi digital.</p> <p>Temuan tersebut menunjukkan bahwa kemajuan teknologi memang mengubah cara dunia kerja bekerja. Masyarakat sudah terlanjur menganggap âbisa dihubungi kapan saja dan selalu terhubung dengan kantorâ merupakan bagian dari <a href="https://www.ilo.org/publications/flagship-reports/world-employment-and-social-outlook-trends-2025">profesionalisme</a>. </p> <p>Tak heran, topik mengenai <em>work-life balance</em> terus menjadi topik yang hangat dalam perbincangan publik. Pertanyaan yang harus dibahas saat ini adalah, benarkah akar persoalannya terletak pada kemampuan individu mengatur waktu, atau justru pada cara organisasi merancang pekerjaan?</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/banyak-orang-ingin-slow-living-tapi-tak-banyak-yang-mampu-menggapainya-275826">Banyak orang ingin âslow livingâ, tapi tak banyak yang mampu menggapainya</a> </strong> </em> </p> <hr> <h2>Teknologi yang justru menambah pekerjaan</h2> <p>Landasan perspektif yang bisa membantu kita memahami kondisi ini adalah <a href="https://sk.sagepub.com/dict/mono/key-concepts-in-organization-theory/chpt/labor-process-theory#_"><em>Labour Process Theory</em></a> (proses perburuhan) dari sosiolog Amerika Serikat Harry Braverman. </p> <p>Harry memandang bahwa teknologi tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga sebagai sarana organisasi mengatur, mengawasi, dan mengendalikan proses kerja. </p> <p>Efisiensi yang diciptakan oleh kecerdasan buatan (AI), aplikasi kolaborasi, hingga komunikasi instan memang nyaris tak terbantahkan. Dengan AI, pekerjaan yang bersifat mengulang dan administratif dapat tuntas dengan cepat. Otomatisasi dapat mempercepat proses produksi.</p> <p>Sejalan dengan itu, entitas bisnis juga memiliki <a href="https://www.weforum.org/publications/the-future-of-jobs-report-2025/">(ekspektasi) keberhasilan</a> yang meningkat karena adanya peluang kecepatan, efisiensi, dan kemampuan menghasilkan lebih banyak output dengan sumber daya yang sama. Organisasi memanfaatkannya dalam mengatur pekerjaan, menetapkan tuntutan kerja, dan merespons tekanan kompetisi.</p> <p>Akhirnya, kantor justru memanfaatkan efisiensi dari teknologi canggih untuk meningkatkan intensitas kerja dan keuntungan, bukan untuk memberi pegawai <a href="https://press.uchicago.edu/ucp/books/book/chicago/P/bo19085612.html">lebih banyak waktu luang</a>.</p> <p>Paradoks ini menunjukkan bahwa teknologi bukan penyebab utama memburuknya <em>work-life balance</em>. Hal yang lebih menentukan adalah bagaimana organisasi memanfaatkan teknologi dan mendefinisikan produktivitas.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/ketimbang-memperbaiki-sistem-kerja-yang-toksik-kantor-justru-memilih-pelatihan-motivasi-281534">Ketimbang memperbaiki sistem kerja yang toksik, kantor justru memilih pelatihan motivasi</a> </strong> </em> </p> <hr> <h2>Pegawai harus menanggung bebannya</h2> <p>Di sisi pegawai, Organisasi Perburuhan Internasional (<a href="https://www.ilo.org/publications/flagship-reports/world-employment-and-social-outlook-trends-2025">ILO</a>) mengingatkan bahwa kemajuan teknologi digital belum otomatis menghadirkan pekerjaan yang lebih berkualitas. </p> <p>Sebaliknya, pegawai justru makin kehilangan kendali atas waktu kerjanya. Beban kerja yang <a href="https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/01492063221140354">terus bertambah</a> membuat mereka harus bekerja di luar jam kerja formal. </p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/indonesia-merugi-rp463-triliun-akibat-masalah-mental-pekerja-287199">Indonesia merugi Rp463 triliun akibat masalah mental pekerja</a> </strong> </em> </p> <hr> <p>Perusahaan memang menawarkan fleksibilitas seperti bekerja dari rumah (WFH). Namun, fleksibilitas tersebut tidak serta-merta mengurangi beban kerja dan target yang harus dicapai pegawai.</p> <p>Era digital memang membuka peluang pekerjaan baru karena meningkatnya kebutuhan akan keterampilan baru untuk mengimbangi <a href="https://www.weforum.org/publications/the-future-of-jobs-report-2025/">perubahan teknologi</a>.</p> <p>Namun, <a href="https://www.ilo.org/publications/flagship-reports/world-employment-and-social-outlook-trends-2025">pekerjaan yang terkonsentrasi pada platform digital dan data ini</a> tak menawarkan kondisi yang lebih baik dari sisi mental dan pengembangan karier.</p> <p>Kondisi ini menempatkan para pekerja era modern ini berhadapan dengan yang namanya <a href="https://psycnet.apa.org/record/2013-33303-003">paradoks otonomi</a> (<em>autonomy paradox</em>). Fleksibilitas pekerjaan justru mengikis kendali pekerja atas waktu luangnya. </p> <h2>Makna mahal <em>work life balance</em></h2> <p>Tuntutan selalu siaga di era modern ini terbukti jadi salah satu penyebab utama banyaknya orang merasa <em><a href="https://www.eurofound.europa.eu/en/publications/all/european-working-conditions-survey-2024-overview-report">burnout</a></em> saat ini. </p> <p>Ironisnya, meskipun akar persoalannya banyak berkaitan dengan desain kerja dan tata kelola organisasi, solusi yang ditawarkan justru lebih sering dibebankan kepada individu. <a href="https://theconversation.com/ketimbang-memperbaiki-sistem-kerja-yang-toksik-kantor-justru-memilih-pelatihan-motivasi-281534">Pelatihan</a> <em>time management</em>, <em>mindfulness</em>, <em>wellness programme</em>, hingga pelatihan resiliensi semakin populer sebagai jawaban atas meningkatnya tekanan kerja.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/tak-ada-hidup-layak-dalam-upah-minimum-2026-279273">Tak ada hidup layak dalam upah minimum 2026</a> </strong> </em> </p> <hr> <p>Mengambinghitamkan organisasi memang tidak bisa sepenuhnya dibenarkan. Sebab, meski <a href="https://jeffreypfeffer.com/books/dying-for-a-paycheck/">mengandung risiko</a>, semua keputusan tersebut tetap menjadi hak organisasi (selama tidak mengeksploitasi pekerja dan melanggar hukum).</p> <p>Karena itu, sudah saatnya perdebatan mengenai <em>work-life balance</em> bergeser. Persoalannya bukan hanya bagaimana pekerja mengatur waktu dengan lebih baik, tetapi juga bagaimana organisasi menetapkan target, membangun budaya kerja, dan memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.</p> <p>Pada akhirnya, <em>work-life balance</em> bukan sekadar isu gaya hidup atau kesehatan mental, tetapi juga merupakan persoalan tata kelola organisasi dan cara dunia kerja modern mendefinisikan produktivitas. </p> <p>Selama keberhasilan organisasi terus diukur dari semakin banyaknya output yang dapat dihasilkan dalam waktu yang sama, teknologi akan lebih sering digunakan untuk memperluas pekerjaan daripada menciptakan lebih banyak waktu untuk hidup.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/loker-di-indonesia-perusahaan-khawatir-gen-z-lembek-tapi-enggan-rekrut-senior-yang-tahan-banting-280110">Loker di Indonesia: Perusahaan khawatir Gen Z lembek, tapi enggan rekrut senior yang tahan banting</a> </strong> </em> </p> <hr> <hr> <iframe src="https://tally.so/embed/Me4OkX?alignLeft=1&hideTitle=1&transparentBackground=1&dynamicHeight=1" width="100%" height="321" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0" title="Survey Form"> </iframe><img src="https://counter.theconversation.com/content/291520/count.gif" alt="The Conversation" width="1" height="1" /> <p class="fine-print"><em><span>Muhammad Ifan Fadillah tidak bekerja, menjadi konsultan, memiliki saham, atau menerima dana dari perusahaan atau organisasi mana pun yang akan mengambil untung dari artikel ini, dan telah mengungkapkan bahwa ia tidak memiliki afiliasi selain yang telah disebut di atas.</span></em></p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://theconversation.com/mengapa-work-life-balance-justru-menjadi-kemewahan-di-era-ai-291520" rel="noopener" target="_blank">theconversation.com</a>.</em></p>
Muhammad Ifan Fadillah, Mahasiswa Doktoral, Universitas Pendidikan Indonesia
15 Sep

Menyebar seperti abu vulkanik, begini cara mudah mengenali hoaks saat gunung erupsi
<figure><img src="https://images.theconversation.com/files/758260/original/file-20260818-50-y1d2dr.jpg?ixlib=rb-4.1.1&rect=0%2C0%2C4368%2C2911&q=45&auto=format&w=1050&h=700&fit=crop" /><figcaption><span class="caption">Gunung Agung di Indonesia, yang meletus pada November 2017.</span> <span class="attribution"><a class="source" href="https://www.gettyimages.co.nz/detail/photo/agung-eruption-oct-to-nov-2017-royalty-free-image/901960152">Mike Severns/Getty Images</a></span></figcaption></figure><p>Baik saat sedang meletus maupun ketika tenang, gunung api selalu menarik perhatian kita.</p> <p>Sebagai ahli vulkanologi, kami melihat bagaimana daya tarik tersebut dapat berbenturan dengan derasnya pemberitaan dan arus informasi di media sosial. Dalam situasi seperti ini, klaim palsu, gambar yang menyesatkan, serta berbagai kesalahpahaman lama tentang perilaku gunung api dapat dengan cepat menyebar. Kami ingin membantu meluruskannya.</p> <p>Misinformasi bukan hanya membuat orang keliru memahami sains. Informasi yang salah juga dapat memengaruhi cara masyarakat memandang bahaya dan risiko gunung api, termasuk bagaimana mereka merespons ketika erupsi terjadi.</p> <p>Karena itu, kami berusaha memahami kesalahpahaman yang paling umum tentang gunung api, sekaligus menelusuri bagaimana informasi tersebut muncul dan kemudian menyebar.</p> <p><a href="https://doi.org/10.1186/s13617-026-00168-5">Penelitian terbaru kami</a> didasarkan pada pengalaman kami sendiri sebagai praktisi komunikasi sains, serta analisis terhadap ratusan artikel media internasional yang diterbitkan selama peristiwa erupsi gunung api.</p> <p>Dengan memberikan gambaran yang lebih jelas, kami berharap dapat membantu jurnalis menyampaikan informasi tentang bahaya gunung api secara lebih akurat. Pada saat yang sama, langkah ini juga diharapkan membantu masyarakat mengenali informasi yang menyesatkan.</p> <h2>Ketika kesalahpahaman menjadi misinformasi</h2> <p>Tim penelitian internasional kami terdiri atas para ahli dari berbagai universitas, observatorium gunung api, dan lembaga pemerintah. Untuk analisis media, kami menelaah 375 artikel yang diterbitkan antara 2017 dan 2022.</p> <p>Kami menemukan 18 kesalahpahaman yang umum terjadi, mulai dari seismologi dan bahaya gunung api hingga isu iklim, durasi erupsi, serta penggunaan gambar yang menyesatkan.</p> <p>Beberapa di antaranya melibatkan istilah-istilah yang menarik perhatian, seperti <a href="https://volcano.si.edu/faq/Pacific_Ring_of_Fire.cfm">Cincin Api Pasifik</a>, <a href="https://www.usgs.gov/faqs/what-a-supervolcano-what-a-supereruption">supervulkan</a> dan <a href="https://doi.org/10.1016/j.earscirev.2020.103381">megatsunami</a>. Kesalahpahaman lainnya berawal dari pemahaman yang lebih mendasar tentang cara kerja gunung api.</p> <p>Misalnya, <a href="https://volcanoes.usgs.gov/volcanic_ash/ash.html">abu vulkanik</a> sering disebut sebagai âasapâ. Padahal, abu vulkanik merupakan partikel sangat kecil berupa pecahan batu, kristal, dan kaca vulkanik yang bercampur dengan gas serta uap air di dalam awan letusan.</p> <p>Begitu pula istilah âruang magmaâ dapat menciptakan bayangan seolah-olah ada sebuah tangki raksasa di bawah tanah yang dipenuhi magma cair. Kenyataannya, kondisi di bawah banyak gunung api jauh lebih rumit, dengan jaringan yang terdiri atas batuan cair, kristal, dan gas.</p> <p>Kami juga meneliti bagaimana misinformasi menyebar ketika gunung api mengalami erupsi di berbagai belahan dunia.</p> <figure class="align-center "> <img alt="" src="https://images.theconversation.com/files/754259/original/file-20260817-50-kodpaa.png?ixlib=rb-4.1.1&q=45&auto=format&w=754&fit=clip" srcset="https://images.theconversation.com/files/754259/original/file-20260817-50-kodpaa.png?ixlib=rb-4.1.1&q=45&auto=format&w=600&h=438&fit=crop&dpr=1 600w, https://images.theconversation.com/files/754259/original/file-20260817-50-kodpaa.png?ixlib=rb-4.1.1&q=30&auto=format&w=600&h=438&fit=crop&dpr=2 1200w, https://images.theconversation.com/files/754259/original/file-20260817-50-kodpaa.png?ixlib=rb-4.1.1&q=15&auto=format&w=600&h=438&fit=crop&dpr=3 1800w, https://images.theconversation.com/files/754259/original/file-20260817-50-kodpaa.png?ixlib=rb-4.1.1&q=45&auto=format&w=754&h=550&fit=crop&dpr=1 754w, https://images.theconversation.com/files/754259/original/file-20260817-50-kodpaa.png?ixlib=rb-4.1.1&q=30&auto=format&w=754&h=550&fit=crop&dpr=2 1508w, https://images.theconversation.com/files/754259/original/file-20260817-50-kodpaa.png?ixlib=rb-4.1.1&q=15&auto=format&w=754&h=550&fit=crop&dpr=3 2262w" sizes="(min-width: 1466px) 754px, (max-width: 599px) 100vw, (min-width: 600px) 600px, 237px"> <figcaption> <span class="caption">Contoh gambar menyesatkan yang dibagikan selama peristiwa erupsi gunung api. Kiri: rekaman aliran piroklastik di Gunung Sinabung keliru disebut sebagai aktivitas Gunung Agung menjelang erupsi pada 2017. Kanan atas: gambar Gunung Sarychev Peak pada 2009 digunakan kembali dalam pemberitaan tentang erupsi gunung api lain. Kanan bawah: foto Anak Krakatau pada 2007 digunakan dalam pemberitaan tentang Stromboli pada 2018.</span> <span class="attribution"><a class="source" href="https://doi.org/10.1186/s13617-026-00168-5">Krippner et al. (2026); NASA/JSC/Image Science and Analysis Laboratory; Marco Fulle/Stromboli Online</a>, <a class="license" href="http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/">CC BY</a></span> </figcaption> </figure> <p>Selama periode <a href="https://www.usgs.gov/publications/2017-19-activity-mount-agung-bali-indonesia-intense-unrest-monitoring-crisis-response">ketidakstabilan dan letusan Gunung Agung di Bali pada 2017</a>, dokumentasi lama dari gunung api lain beredar seolah-olah menunjukkan aktivitas Gunung Agung saat itu. Awan dan emisi gas juga sempat diberitakan secara keliru sebagai letusan.</p> <p>Sejumlah laporan bahkan menyebut erupsi tersebut berpotensi berdampak pada seluruh pulau. Informasi semacam ini memicu pembatalan perjalanan wisata dan membuat para ahli vulkanologi harus turun tangan untuk meluruskan informasi yang keliru.</p> <p><a href="https://www.theguardian.com/world/2025/jun/02/italy-mount-etna-europe-largest-active-volcano-spews-plumes-of-ash">Erupsi Gunung Etna</a> di Sisilia pada 2025 menghasilkan <a href="https://en.vedur.is/volcanoes/volcanic-hazards/pyroclastic-flow/">aliran piroklastik</a> di wilayah yang sebelumnya memang sudah ditutup untuk umum. Video wisatawan yang berada di luar area terdampak dan sedang menjauh dari kawasan tersebut justru disebarkan sebagai rekaman orang-orang yang sedang âmelarikan diri demi menyelamatkan nyawaâ. Akibatnya, muncul kesan bahwa seluruh wilayah Sisilia berada dalam kondisi tidak aman.</p> <p>Pemberitaan yang menyusul kemudian memicu kekhawatiran publik dan persoalan bagi sektor pariwisata, sekaligus membuat tingkat bahaya yang sebenarnya terlihat jauh lebih besar daripada kenyataannya.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/berita-palsu-tentang-letusan-gunung-berapi-bisa-bahayakan-nyawa-penduduk-104956">âBerita palsuâ tentang letusan gunung berapi bisa bahayakan nyawa penduduk</a> </strong> </em> </p> <hr> <p>Kami juga meneliti misinformasi seputar gunung api Yellowstone di Amerika Serikat. Gunung api ini kerap digambarkan sebagai supervulkan yang âseharusnya sudahâ meletus dan berpotensi memusnahkan umat manusia.</p> <p>Dokumenter, film bencana, dan media tabloid telah membesar-besarkan kemungkinan serta dampak yang mungkin ditimbulkan oleh erupsi Yellowstone di masa depan. Gempa bumi pun sering digambarkan sebagai tanda bahwa erupsi akan segera terjadi.</p> <p>Pada kenyataannya, <a href="https://www.usgs.gov/volcanoes/yellowstone/five-things-most-people-get-wrong-about-yellowstone-volcano-2015">sekitar 50 erupsi terakhir Yellowstone</a> berupa aliran lahar yang dampaknya hanya pada skala lokal.</p> <h2>Cara mengenali misinformasi tentang gunung api</h2> <p>Lalu, bagaimana kita bisa menyaring banjir informasi di internet ketika terjadi krisis akibat aktivitas gunung api?</p> <p>Pertama, kami menyarankan untuk memeriksa sumber informasinya. Mulailah dari lembaga yang memang bertanggung jawab memantau dan menangani aktivitas gunung api, termasuk observatorium gunung api, lembaga geologi, dan otoritas penanggulangan bencana.</p> <p>Para ilmuwan dan pakar lainnya juga dapat memberikan konteks yang berharga. Namun, penting untuk memastikan bahwa pernyataan mereka memang sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/apa-yang-menyebabkan-gunung-berapi-meletus-207618">Apa yang menyebabkan gunung berapi meletus?</a> </strong> </em> </p> <hr> <p>Dalam pemberitaan mengenai apa yang mungkin terjadi selanjutnya, penting untuk membedakan antara sesuatu yang mungkin terjadi dan sesuatu yang kemungkinan besar akan terjadi.</p> <p>Ilmu tentang gunung api selalu mengandung ketidakpastian. Para ilmuwan dan pengelola keadaan darurat perlu membicarakan berbagai skenario karena mereka harus bersiap menghadapi kemungkinan yang dapat terjadi.</p> <p>Namun, judul berita yang mengkhawatirkan dan menyebut suatu gunung api âbisaâ memicu letusan besar atau tsunami dapat dengan mudah dipahami seolah-olah peristiwa tersebut âakanâ terjadi.</p> <p>Sebelum membagikan gambar atau video yang ditemukan di internet, kita perlu memastikan bahwa konten tersebut benar-benar kredibel. Hal ini semakin penting karena gambar dan video yang dibuat dengan AI kini semakin banyak beredar.</p> <p>Apakah gambar tersebut benar-benar menunjukkan gunung api yang sedang dibahas? Apakah gambar yang sama pernah muncul di internet dengan keterangan lokasi atau tanggal yang berbeda?</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/kilas-balik-sejarah-sistem-penjagaan-gunung-api-indonesia-pernah-menjadi-yang-terbaik-di-dunia-243602">Kilas balik sejarah: Sistem penjagaan gunung api Indonesia pernah menjadi yang terbaik di dunia</a> </strong> </em> </p> <hr> <p>Bahkan dengan pemantauan yang intensif, ahli vulkanologi tidak selalu dapat memprediksi apa yang akan dilakukan gunung api berikutnya. Namun, komunikasi yang baik dapat membantu masyarakat memahami apa yang sedang terjadi, apa yang mungkin terjadi, dan apa yang paling mungkin terjadi.</p> <p>Perbedaan ini lebih penting dari yang kita kira. Menyebut abu vulkanik sebagai âhanya asapâ <a href="https://www.ivhhn.org/information#ash">dapat membuat orang</a> meremehkan bahayanya. Sementra itu, menyebut suatu gunung api â<a href="https://www.australiangeographic.com.au/news/2011/07/volcanic-eruptions-long-overdue-in-se-australia/">sudah waktunya meletus</a>â dapat membuat erupsi seolah-olah pasti akan terjadi.</p> <p>Panduan kami ditujukan untuk membantu jurnalis dan masyarakat mengenali kesalahpahaman semacam ini, menilai bukti di balik suatu klaim, dan mengambil keputusan yang lebih tepat ketika gunung api menunjukkan aktivitas.</p> <p>Khusus bagi jurnalis, pesan kami sederhana: tidak perlu melebih-lebihkan sains. Gunung api sudah cukup menarik dengan sendirinya.</p> <hr> <p><em>Para penulis mengucapkan terima kasih atas kontribusi yang diberikan oleh rekan penulis studi ini, Sam Poppe, Asisten Profesor di bidang Vulkanologi Planet di Space Research Centre of the Polish Academy of Sciences, pada artikel ini.</em></p> <p><em>Ignatia Sarasvati Wahyuputro menerjemahkan artikel ini dari Bahasa Inggris.</em></p> <hr><img src="https://counter.theconversation.com/content/291426/count.gif" alt="The Conversation" width="1" height="1" /> <p class="fine-print"><em><span>Para penulis tidak bekerja, menjadi konsultan, memiliki saham atau menerima dana dari perusahaan atau organisasi mana pun yang akan mengambil untung dari artikel ini, dan telah mengungkapkan bahwa ia tidak memiliki afiliasi di luar afiliasi akademis yang telah disebut di atas.</span></em></p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://theconversation.com/menyebar-seperti-abu-vulkanik-begini-cara-mudah-mengenali-hoaks-saat-gunung-erupsi-291426" rel="noopener" target="_blank">theconversation.com</a>.</em></p>
Janine Krippner, Honorary Research Associate in Volcanology/MÄtai Puia, University of Waikato
15 Sep

Skepticism around green ride-hailing: How to gain ridersâ trust
<p>Ride-hailing apps help us manage almost every daily taskâfrom commuting and dining to grocery shoppingâall from our smartphones. But with millions of ride-hailing drivers taking to the roads every day, this convenience also contributes to air pollution.</p> <p>To offset this, platforms such as Gojek and Grab have introduced various green initiatives, including promoting electric vehicles, offering carbon-neutral rides, and encouraging users to support carbon-offset programs.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/safety-on-the-line-drivers-who-juggle-multiple-jobs-are-more-likely-to-take-risks-on-the-road-214051">Safety on the line: Drivers who juggle multiple jobs are more likely to take risks on the road</a> </strong> </em> </p> <hr> <p>Yet even when such features are available in the apps for users to choose, <a href="https://www.sciencedirect.com/org/science/article/abs/pii/S0736376117000507">usersâ willingness</a> to adopt these green options remains stagnant.</p> <p>Simply offering green features does not guarantee participation. For many users, these options are easy to overlook or ignore.</p> <figure> <iframe width="440" height="260" src="https://www.youtube.com/embed/IMWLZGKMs84?wmode=transparent&start=0" frameborder="0" allowfullscreen=""></iframe> </figure> <p>Others might wonder: Does this contribution actually make a difference? Does the company genuinely care about the environment, or is it just a green image makeover?</p> <h2>Users need evidence</h2> <p>In the ride-hailing business model, users are often <a href="https://www.sciencedirect.com/org/science/article/abs/pii/S0736376117000507">passive consumers</a>. They open the app, select a destination, pay, and wait for the ride to arrive.</p> <p>The platform and driver are responsible for delivering the service, while users simply enjoy the benefits.</p> <p>Sustainability programs, however, require users to take a more active role. They could choose lower-emission vehicles, support tree-planting initiatives, or participate in challenges that help reduce their carbon footprint.</p> <p>The question, then, is how platforms can encourage users to voluntarily participate in creating environmental valueâa concept known as <a href="https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S2210539526001215">green customer co-creation behavior</a>.</p> <p>Green campaigns should go beyond slogans such as âeco-friendlyâ or âsave the Earth.â Users need clear evidence of what their contributions achieve: where their money goes, which programs it supports, and what measurable impact it creates.</p> <p>Without this information, users may become skeptical and dismiss green initiatives as marketing gimmicks. Concerns about <a href="https://theconversation.com/corporate-transparency-is-a-step-toward-a-greener-economy-but-further-change-is-needed-243215">greenwashing</a> are understandable.</p> <p>Simply adding green features to an app is only a first step. Platforms must also demonstrate meaningful action and be transparent about their environmental efforts.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/corporate-transparency-is-a-step-toward-a-greener-economy-but-further-change-is-needed-243215">Corporate transparency is a step toward a greener economy, but further change is needed</a> </strong> </em> </p> <hr> <h2>Trust is not enough</h2> <p>In our research, we <a href="https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S2210539526001215">surveyed 300 ride-hailing users</a> in Indonesia. </p> <p>We found that users generally trust green features.</p> <p>But trust alone does not determine whether users will act. They also need to connect sustainability with their personal values, beliefs, and sense of responsibility.</p> <p>In other words, they need to understand that their daily travel choices have an environmental impact. Because ride-hailing apps are designed for quick, convenient use, users are unlikely to read lengthy explanations about emissions.</p> <p>Platforms should therefore make environmental information <a href="https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2352550921001056">simple and useful</a>. For example, apps could show users their monthly environmental impact or the collective progress made by users in their city.</p> <p>They could also send post-trip reminders showing how users contributed to lower-emission mobility, combined with gamification or relevant incentives.</p> <h2>Beware of usersâ price sensitivity</h2> <p>Price sensitivity is another important consideration.</p> <p><a href="https://www.sciencedirect.com/org/science/article/abs/pii/S0263450320000261">A company</a> may appear environmentally responsible simply by giving users the option to make an additional environmental contribution. But user participation should complementânot replaceâcorporate responsibility.</p> <p>Evidence from <a href="https://www.cambridge.org/core/journals/business-ethics-quarterly/article/abs/importance-of-ethics-in-branding-mediating-effects-of-ethical-branding-on-company-reputation-and-brand-loyalty/00DEEACDEFF222E1C38C05AD4A3C447D">Malaysia</a>, <a href="https://www.emerald.com/jgr/article/17/1/51/1252946/Customers-intention-to-purchase-recycled-products">Vietnam</a>, and <a href="https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0921344920300434">China</a> suggests that consumer acceptance and participation are influenced by how companies approach ethics and sustainability.</p> <p>Users can be partners in creating environmental value, but their participation should not be used to mask weaknesses in a companyâs sustainability strategy.</p> <p>This is why ethical business practices matter. Users are more likely to participate when companies demonstrate real operational changes, such as reducing empty trips, improving algorithm efficiency, expanding low-emission fleet, providing fair incentives for drivers, and ensuring that carbon-neutral programs are transparent and accountable.</p> <h2>Making green mobility a shared effort</h2> <p>Our research shows that when consumers perceive a company as ethical, they are more likely to develop pro-environmental values and a sense of responsibility to act sustainably.</p> <p>This link between perceived ethics and green customer co-creation behavior suggests that ethical business practices can encourage users to participate in sustainability initiatives through digital platforms.</p> <p>These findings have broader implications for urban transportation. Sustainability in ride-hailing is not only a technological challenge. Electric vehicles, efficient algorithms, and emissions-reduction programs are important, but user participation also matters.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/climate-disclosures-corporations-underprepared-for-tighter-new-standards-study-of-100-companies-reveals-210737">Climate disclosures: corporations underprepared for tighter new standards, study of 100 companies reveals</a> </strong> </em> </p> <hr> <p>Platforms should communicate their sustainability efforts in simple language, backed by verifiable data and easy-to-understand information.</p> <p>Governments and regulators also have a role to play. They can establish transparency standards for environmental claims in digital applications, including how carbon-neutral claims are calculated, audited, and reported.</p> <p>Ultimately, users need to see how their choices make a tangible difference. Otherwise, âgreenâ features risk becoming little more than decorative elements in an app.</p><img src="https://counter.theconversation.com/content/289360/count.gif" alt="The Conversation" width="1" height="1" /> <p class="fine-print"><em><span>Para penulis tidak bekerja, menjadi konsultan, memiliki saham atau menerima dana dari perusahaan atau organisasi mana pun yang akan mengambil untung dari artikel ini, dan telah mengungkapkan bahwa ia tidak memiliki afiliasi di luar afiliasi akademis yang telah disebut di atas.</span></em></p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://theconversation.com/skepticism-around-green-ride-hailing-how-to-gain-riders-trust-289360" rel="noopener" target="_blank">theconversation.com</a>.</em></p>
Ardy Wibowo, Peneliti, Universitas Diponegoro
15 Sep

MBG terus menuai korban: 50 ribu siswa keracunan, miliaran duit warga terbuang
<blockquote> <p>â Dugaan keracunan program MBG menembus 50 ribu korban dan disinyalir jauh lebih besar dari data resmi.</p> <p>â Dampak keracunan memicu kerugian finansial, risiko komplikasi kesehatan, dan pemangkasan jam belajar di sekolah.</p> <p>â Perlu status KLB, transparansi audit dapur, ganti rugi, dan jaminan hak daerah menolak MBG.</p> </blockquote> <hr> <p>Hanya dalam waktu 3 hari saja (1 â 3 September 2026), <a href="https://www.kompas.id/artikel/darurat-keracunan-mbg-560-kejadian-dan-lebih-50000-orang-jadi-korban">enam kejadian keracunan massal</a> akibat program makanan bergizi gratis (MBG) terjadi di enam kabupaten pada empat provinsi dengan sekitar 1.908 korban dari enam dapur SPPG berbeda. </p> <p>Sebaran korbannya adalah Rembang, Jawa Tengah (777 orang), Sidoarjo, Jawa Timur (664 orang), Agam, Sumatra Barat (237 orang), Tana Toraja, Sulawesi Selatan (sekitar 152 orang), Nganjuk, Jawa Timur (49 orang), dan Jember, Jawa Timur (29 orang). </p> <p>Sejak pertama kali diluncurkan <a href="https://mediakeuangan.kemenkeu.go.id/article/show/menilik-eksistensi-program-mbg-atau-makan-bergizi-gratis">6 Januari 2025</a> hingga 7 September 2026, tercatat sekurangnya <a href="https://www.kompas.id/artikel/darurat-keracunan-mbg-560-kejadian-dan-lebih-50000-orang-jadi-korban">50 ribu korban</a> dugaan keracunan terkait MBG. </p> <p>Ini belum memasukkan kasus <a href="https://www.kompas.id/artikel/45-siswa-di-sleman-dilarikan-ke-puskesmas-seusai-menyantap-menu-mbg">45 siswa di Sleman, Yogyakarta, yang dilarikan ke Puskesmas karena mengalami sakit perut, mual dan muntah, usai menyantap menu MBG pada Senin (7/9),</a> juga ratusan kasus, seperti yang terjadi di <a href="https://x.com/rebukanrain/status/2097151896389890231?s=20">Berastagi, Sumatra Utara</a> yang tidak pernah dipublikasikan oleh pemerintah. </p> <p>Artinya, angka keracunan akibat MBG kemungkinan jauh lebih besar daripada yang selama ini dilaporkan. </p> <p>Keracunan juga membawa beban beruntun ke masyarakat. Sebab, efek dari keracunan MBG tidak hanya soal kesehatan, tapi juga soal biaya dan risiko yang ditanggung masyarakat, bahkan setelah anak dinyatakan sembuh.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/keracunan-massal-pada-mbg-akibat-aturan-keamanan-pangan-hanya-formalitas-277230">Keracunan massal pada MBG: Akibat aturan keamanan pangan hanya formalitas?</a> </strong> </em> </p> <hr> <h2>Sudah keracunan, terkena ongkos pula</h2> <p>Studi kami memperkirakan keracunan MBG menciptakan kerugian sosial ekonomi <a href="https://celios.co.id/are-the-people-being-poisoned-by-the-government-tens-of-thousands-affected-by-suspected-mbg-related-food-poisoning-yet-the-crisis-is-treated-as-trivial/">Rp25 â 40 miliar</a>. Sekitar Rp9,7 â 12 miliar di antaranya berdampak langsung ke rumah tangga dengan beban kerugian Rp10,50 miliar dari total kerugian sosial Rp30,15 miliar.</p> <p>Uang itu pun keluar dari kantong keluarga korban: ongkos transportasi ke puskesmas atau rumah sakit, makan penunggu, penginapan, dan upah yang hilang karena orang tua meninggalkan pekerjaan.</p> <p>Bagi pekerja harian, sehari menunggui anak di ruang gawat darurat berarti sehari tanpa penghasilan. Sakitnya ditanggung anak, dan tagihannya ditanggung keluarga.</p> <p>Tagihan itu belum tentu selesai saat anak pulang dari rumah sakit. Infeksi bakteri pada dinding lambung dan ususâyang umum dialami korban MBGâmemiliki <a href="https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC2600169/">risiko komplikasi lanjutan</a> seperti sindrom radang pembuluh darah kecil di ginjal (hemolitik uremik), <a href="https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3851/guillain-barre-syndrome-gbs">Guillain-BarrĂ© yang menyerang saraf</a>, infeksi pada aliran darah (septikemia), radang sendi (artritis reaktif), radang usus kronis (kolitis ulseratif), hingga iritasi usus besar (<em>irritable bowel syndrome</em>).</p> <p>Siswa asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, contohnya, <a href="https://www.kompas.id/artikel/febiola-purba-juara-kelas-yang-hilang-ingatan-setelah-keracunan-mbg">masih kerap mengalami kejang, lidah tertarik ke dalam, tubuh lemas, hingga gangguan ingatan</a> setelah diduga keracunan menu program MBG pada 13 Agustus 2026.</p> <p>Keluarganya mengaku <a href="https://sumut.idntimes.com/news/sumatra-utara/keluarga-korban-mbg-di-karo-sebut-anaknya-hilang-ingatan-70-persen-00-fj96j-nyht18">mulai kesulitan untuk membiayai perawatan intensif tanpa bantuan pemerintah</a>, sementara mereka terpaksa berhenti bekerja untuk mendampingi anaknya.</p> <h2>Risiko penyakit turunan berkepanjangan</h2> <p><a href="https://celios.co.id/are-the-people-being-poisoned-by-the-government-tens-of-thousands-affected-by-suspected-mbg-related-food-poisoning-yet-the-crisis-is-treated-as-trivial/">Kajian kami)</a> turut mendapati fakta bahwa infeksi akibat keracunan MBG tidak berhenti pada gejala akut saat keracunan terjadi. </p> <p>Sejumlah kuman penyakit berbahaya seperti <a href="https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0891552013000421?via%3Dihub">Campylobacter, E. coli O157:H7, Salmonella, dan Listeria</a>, dapat memicu komplikasi kesehatan sistem organ lanjutan hingga berjangka panjang.</p> <p>Perkembangan sistem saraf yang memengaruhi daya konsentrasi, perhatian, dan kecerdasan bayi dan balita bahkan bisa rusak jika <a href="https://wartaekonomi.co.id/read572742/temuan-nampan-berkarat-ancam-program-makan-bergizi-gratis">keracunan timbal (Pb / unsur kimia logam berat 82)</a>. <a href="https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0891552013000421?via%3Dihub">Diare dan malnutrisi</a> akibat penyakit bawaan pangan juga dapat meninggalkan konsekuensi jangka panjang terhadap perkembangan dan fungsi kognitif anak.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/pelaksanaan-mbg-justru-mengganggu-tata-kelola-gizi-di-indonesia-269113">Pelaksanaan MBG justru mengganggu tata kelola gizi di Indonesia</a> </strong> </em> </p> <hr> <p>Guru pun tak luput dari risiko ini. Pasalnya, mereka diminta untuk <a href="https://www.tempo.co/politik/jika-guru-mengetes-menu-mbg-sebelum-disajikan-kepada-siswa-2281465">mencicipi MBG terlebih dahulu agar siswa tidak keracunan.</a>. Padahal tanpa menjadi juru cicip pun, beban guru sudah bertambah dengan adanya MBG, terutama dalam hal alokasi waktu kegiatan belajar dan mengajar.</p> <p>MBG diprediksi telah memangkas <a href="https://celios.co.id/indonesias-education-system-battered-by-mbg/">13 â 68 menit waktu efektif belajar setiap hari</a> yang tersita untuk urusan logistik MBG mulai dari menerima dan membagi ompreng, mencuci tangan, mengumpulkan sisa makanan, menunggu pengiriman yang terlambat, lalu menenangkan kelas agar kembali fokus. </p> <p>Dalam setahun, seorang siswa kehilangan 132 jam belajar pada skenario menengah dan 249 jam pada skenario tinggi, setara 55 hari sekolah atau 11 minggu pembelajaran. </p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/guru-kerepotan-siswa-kelaparan-mbg-mengganggu-banyak-kegiatan-belajar-mengajar-di-sekolah-281325">Guru kerepotan, siswa kelaparan: MBG mengganggu banyak kegiatan belajar-mengajar di sekolah</a> </strong> </em> </p> <hr> <h2>Selayaknya jadi bencana kesehatan nasional</h2> <p>Dalam evaluasi program MBG, pihak sekolah dan orang tua adalah pihak yang paling lemah. Meski pemerintah mengatakan bahwa <a href="https://www.bgn.go.id/news/siaran-pers/bgn-tidak-memaksa-sekolah-yang-menolak-mbg">sekolah boleh menolak MBG</a>, kepala sekolah dan guru berada dalam rantai birokrasi. </p> <p>Mereka juga berhadapan dengan program unggulan presidenâmau tidak mau harus membantu menjalankan. Bahkan, sempat beredar kabar bahwa ada satu sekolah yang mengalami tekanan saat menemukan kejanggalan dalam menu MBG.</p> <p>Sementara itu, orang tua ataupun siswa yang mengeluh sering dianggap tidak tahu berterima kasih atau <a href="https://www.visinews.net/nasional/2722533559/keluhkan-menu-mbg-orang-tua-malah-dapat-balasan-kontroversial-dari-admin">cari muka</a>. </p> <p><a href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260908101437-4-766074/1999-dapur-mbg-resmi-ditutup-sementara-ini-biang-keroknya">Penutupan sementara 1.999 SPPG</a> memang terdengar seperti angin segar. Namun, penutupan sementara ini hanyalah pola respons berulang selama 20 bulan terakhir, bukan penyelesaian.</p> <p>Jalur hukum pun sudah tertutup. <a href="https://celios.co.id/are-the-people-being-poisoned-by-the-government-tens-of-thousands-affected-by-suspected-mbg-related-food-poisoning-yet-the-crisis-is-treated-as-trivial/">Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025</a> mengatur pelaporan dan penanganan, tetapi tidak menyediakan mekanisme ganti rugi, santunan, maupun pemulihan jangka panjang bagi korban.</p> <p>Pembuktian pidana juga kerap menuntut hal-hal yang jarang tersedia bagi keluarga: sampel makanan yang sering sudah habis atau dibuang, hasil uji laboratorium yang tidak dibuka ke publik, dan rantai kausalitas medis yang harus dibangun sendiri.</p> <p>Karena itu, pemerintah semestinya menetapkan keracunan pangan karena MBG sebagai <a href="https://www.tempo.co/hukum/apa-syarat-suatu-kejadian-dikategorikan-kejadian-luar-biasa-klb--267063">kejadian luar biasa</a> atau bencana kesehatan nasional mengingat jumlahnya terus menerus meningkat.</p> <p>Kemudian, buka hasil audit dapur secara utuh, usut pidana penyebabnya, dan bangun mekanisme kompensasi yang tidak menggantungkan nasib keluarga pada belas kasihan. Sampai itu ada, orang tua dan sekolah berhak menolak menjadi penerima manfaat MBG, menyampaikannya secara tertulis kepada BGN dan SPPG, tanpa khawatir akan menerima tekanan dari pihak manapun.</p> <hr> <iframe src="https://tally.so/embed/KYEa2k?alignLeft=1&hideTitle=1&transparentBackground=1&dynamicHeight=1" width="100%" height="321" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0" title="Survey Form"> </iframe><img src="https://counter.theconversation.com/content/291455/count.gif" alt="The Conversation" width="1" height="1" /> <p class="fine-print"><em><span>Para penulis tidak bekerja, menjadi konsultan, memiliki saham atau menerima dana dari perusahaan atau organisasi mana pun yang akan mengambil untung dari artikel ini, dan telah mengungkapkan bahwa ia tidak memiliki afiliasi di luar afiliasi akademis yang telah disebut di atas.</span></em></p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://theconversation.com/mbg-terus-menuai-korban-50-ribu-siswa-keracunan-miliaran-duit-warga-terbuang-291455" rel="noopener" target="_blank">theconversation.com</a>.</em></p>
Isnawati Hidayah, Senior Researcher in Economics Development, Food Security and Nutrition, Sustainable Agri-food System, Center of Economic and Law Studies
15 Sep

Susah dihilangkan, benarkah premanisme ada yang memelihara?
<p>Aksi demonstrasi belakangan ini kembali diwarnai bentrokan antara massa aksi dan ormas. Di balik kericuhan itu, hal yang perlu kita pertanyakan adalah apakah kelompok tandingan ini benar-benar bergerak atas aspirasi warga, atau sengaja dibentuk untuk membungkam kebebasan sipil.</p> <p>Di episode terbaru SuarAkademia, kami berbincang dengan pakar kriminologi Universitas Indonesia, Ardi Putra Prasetya. Ia melihat bentrokan antar kelompok dalam demonstrasi sebagai pola pengamanan tandingan yang mengingatkan pada PAM Swakarsa di era Orde Baru.</p> <p>Menurut Ardi, kelompok tandingan dalam aksi massa tidak selalu muncul secara alami dari masyarakat. Dalam beberapa kasus, kelompok ini bisa sengaja dimobilisasi untuk melemahkan gerakan warga. Pola tersebut mengingatkan pada masa ketika kelompok informal digunakan untuk mengamankan kepentingan tertentu, sekaligus membuat batas antara hukum dan âhukum jalananâ menjadi kabur.</p> <p>Secara kriminologis, Ardi menilai premanisme bukan soal identitas kelompok, melainkan tindakan seperti kekerasan, intimidasi, atau pemerasan untuk mencapai kepentingan ekonomi dan politik.</p> <p>Jika menggunakan <a href="https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1745-9125.1992.tb01093.x">teori strain</a> dalam ilmu kriminologi, fenomena ini juga berkaitan dengan marginalisasi sosial dan minimnya lapangan kerja. Kelompok-kelompok tersebut kemudian mudah dihimpun lewat solidaritas semu dan iming-iming keuntungan, seperti proyek, jaminan keamanan, hingga akses politik.</p> <p>Menurut Ardi, praktik ini sulit dihilangkan karena ada hubungan saling membutuhkan. Elite atau pihak berkuasa bisa memanfaatkan kelompok informal untuk melakukan tindakan yang berisiko melanggar hukum jika dilakukan aparat resmi. Namun, dampaknya bisa serius. Selain membuat masyarakat takut menyuarakan pendapat, bentrokan antarkelompok juga dapat memicu perpecahan dan mengikis kepercayaan publik terhadap pemerintah.</p> <p>Ardi berpendapat bahwa masalah ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan penindakan polisi. Masyarakat juga perlu berperan melalui sanksi sosial yang konsisten agar menimbulkan efek jera.</p> <p>Di sisi lain, pemerintah perlu memperbaiki sistem pengamanan secara transparan dan mengatasi ketimpangan sosial-ekonomi yang selama ini membuat praktik mobilisasi massa mudah berkembang.</p> <p><em>Simak episode lengkapnya hanya di SuarAkademia ngobrol seru isu terkini, bareng akademisi.</em></p><img src="https://counter.theconversation.com/content/291566/count.gif" alt="The Conversation" width="1" height="1" /><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://theconversation.com/susah-dihilangkan-benarkah-premanisme-ada-yang-memelihara-291566" rel="noopener" target="_blank">theconversation.com</a>.</em></p>
Dicki Mahardika, Podcast Producer, The Conversation
15 Sep

MK perketat praktik monopoli paten obat: Apakah harga obat di Indonesia otomatis lebih murah?
<blockquote> <p>â âPatent evergreeningâ merupakan praktik memperpanjang monopoli obat lewat modifikasi minor obat lama.</p> <p>â Mahkamah Konstitusi menghidupkan kembali regulasi yang membatasi klaim paten tersebut.</p> <p>â Putusan ini tidak otomatis menurunkan harga obat ataupun menciptakan kewajiban alih teknologi.</p> </blockquote> <hr> <p>Hak paten obat umumnya bisa mencapai minimal <a href="https://appext.hks.harvard.edu/publications/getFile.aspx">20 tahun</a>. Setelah masanya habis, perusahaan lokal boleh memproduksi versi generik yang dijual dengan harga berkali lipat lebih murah.</p> <p>Namun, beberapa perusahaan farmasi raksasa berupaya terus memonopoli harga obat paten lewat praktik <em>patent evergreening</em>. Mereka mengajukan paten sekunder lewat modifikasi minor obat lama.</p> <p>Formulasi baru obat memang layak dilindungi apabila membawa manfaat klinis nyata. Masalahnya, <a href="https://www.cambridge.org/core/journals/journal-of-law-medicine-and-ethics/article/market-shaping-approach-for-the-biopharmaceutical-industry-governing-innovation-towards-the-public-interest/AF2ED4004E59F92D4AD0A68CE5C50D78">banyak modifikasi obat yang diajukan</a> tidak meningkatkan khasiat signifikan dalam menyembuhkan pasien. </p> <p>Misalnya, perusahaan mengubah wujud obat dari bubuk menjadi kristal, mengganti dosis harian, mengombinasikannya dengan obat lain, hingga menjual obat yang sama untuk penyakit berbeda. </p> <p><em>Patent evergreening</em> sering menyasar obat-obatan penyakit kronis, seperti kanker, diabetes, hingga HIV. Dampak praktik culas ini bisa membuat harga obat terus-menerus mahal, sehingga <a href="https://igj.or.id/2026/08/29/kemenangan-dari-hak-pasien-atas-obat-mk-pulihkan-norma-anti-evergreening-dalam-uu-paten-dan-perkuat-perlindungan-terhadap-akses-ke-obat/">mempertaruhkan akses pasien terhadap pengobatan yang menyelamatkan nyawa</a>.</p> <p>Per 28 Agustus 2026, <a href="https://s.mkri.id/public/content/persidangan/putusan/putusan_mkri_14869_1787909422.pdf">putusan terbaru Mahkamah Konstitusi (MK)</a> mengembalikan aturan soal standar pengembangan obat lama yang tidak boleh dipatenkan di Indonesia. </p> <p>Akan tetapi, saya menilai putusan ini tidak otomatis bisa menurunkan harga obat ataupun menciptakan kewajiban alih teknologi dari perusahaan farmasi pemegang paten ke industri nasional.</p> <h2>Banyak perusahaan farmasi nakal</h2> <p>Dalam pengembangan sebuah obat, ekonom Mariana Mazzucato dan Henry Li <a href="https://www.cambridge.org/core/journals/journal-of-law-medicine-and-ethics/article/market-shaping-approach-for-the-biopharmaceutical-industry-governing-innovation-towards-the-public-interest/AF2ED4004E59F92D4AD0A68CE5C50D78">mencatat</a> bahwa industri biofarmasi cenderung lebih suka bermain aman dengan memoles obat lama lewat praktik <em>evergreening</em> dan obat tiruan (<em>me-too</em>), alih-alih berinvestasi besar dalam inovasi obat penyakit baru guna menjawab kebutuhan kesehatan publik. </p> <p>Mereka merujuk <a href="https://www.cambridge.org/core/journals/journal-of-law-medicine-and-ethics/article/market-shaping-approach-for-the-biopharmaceutical-industry-governing-innovation-towards-the-public-interest/AF2ED4004E59F92D4AD0A68CE5C50D78">data tahun 2000 â 2014</a> yang menunjukkan bahwa 51% dari 1.345 obat yang diklaim âbaruâ di Eropa merupakan modifikasi obat lama tanpa tambahan khasiat bagi pasien.</p> <figure> <iframe width="440" height="260" src="https://www.youtube.com/embed/t-zZFOUa7Vw?wmode=transparent&start=0" frameborder="0" allowfullscreen=""></iframe> </figure> <p>Klaim lemah tersebut bisa digugat oleh masyarakat. Contoh terkenalnya adalah gugatan penyintas kanker India bersama organisasi pasien <em>Cancer Patients Aid Association</em> terhadap raksasa farmasi Swiss <a href="https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC3884017/">Novartis</a> atas upaya mematenkan bentuk baru <em>beta-kristalin imatinib mesylate</em> selama 2006 - 2013. <em>Beta-kristalin imatinib mesylate</em> merupakan bahan aktif utama yang digunakan dalam obat kanker darah Gleevec/Glivec. </p> <p><a href="https://indiankanoon.org/doc/165776436/">Mahkamah Agung India menolaknya</a> karena modifikasi yang diajukan tidak terbukti meningkatkan khasiat obatâmeskipun putusan itu tidak melarang inovasi obat bertahap.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/monopoli-hak-paten-bikin-harga-obat-sangat-mahal-dan-indonesia-ketergantungan-impor-266146">Monopoli hak paten bikin harga obat sangat mahal dan Indonesia ketergantungan impor</a> </strong> </em> </p> <hr> <h2>Seperti apa putusan MK?</h2> <p>Pada 2024, pemerintah lewat <a href="https://peraturan.bpk.go.id/Details/306515/uu-no-65-tahun-2024">UU Nomor 65 Tahun 2024</a> menghapus Pasal 4 huruf f UU Paten yang melarang perusahaan farmasi mematenkan ulang obat lama dengan klaim paten sekunder yang lemah:</p> <p>Pertama, penggunaan baru untuk produk yang sudah ada atau dikenal. </p> <p>Kedua, bentuk baru dari senyawa yang sudah ada yang tidak menghasilkan peningkatan khasiat bermakna serta memiliki perbedaan struktur kimia terkait yang sudah diketahui.</p> <p>Melalui <a href="https://s.mkri.id/public/content/persidangan/putusan/putusan_mkri_14869_1787909422.pdf">Putusan Nomor 255/PUU-XXIII/2025</a> yang dibacakan akhir Agustus lalu, MK menyatakan penghapusan pasal tersebut bertentangan dengan konstitusi.</p> <p>MK kemudian memberlakukan kembali Pasal 4 huruf f beserta penjelasannya yang menegaskan bahwa tidak setiap formulasi dan penggunaan obat baru otomatis dapat dipatenkan.</p> <p>Kembalinya pasal ini membuat petugas pemeriksa paten negara punya dasar hukum yang kuat untuk langsung menolak pendaftaran paten sekunder yang lemah.</p> <p>MK sendiri menyadari bahwa instrumen hilirâseperti lisensi wajib, pelaksanaan paten oleh pemerintah, impor paralel, dan pengecualian Bolarâtidak cukup efektif untuk mencegah monopoli yang merugikan masyarkat.</p> <p>Untuk melindungi hak publik atas obat yang terjangkau, pencegahan harus dilakukan secara tegas sejak tahap pendaftaran.</p> <h2>Pintu pengawasan publik ikut diperlebar</h2> <p>Putusan ini turut memperlebar ruang pengawasan kepentingan publik. </p> <p>Kelompok advokasi dan pasien, lembaga konsumen, organisasi kesehatan, serta peneliti independen boleh menentang pemberian paten obat yang mengada-ngada.</p> <p>Contohnya, dalam perkara ini ada <a href="https://igj.or.id/2026/08/29/kemenangan-dari-hak-pasien-atas-obat-mk-pulihkan-norma-anti-evergreening-dalam-uu-paten-dan-perkuat-perlindungan-terhadap-akses-ke-obat/">Koalisi Advokasi Hak Pasien untuk Akses Obat</a> yang merupakan gabungan dari organisasi pasien, organisasi masyarakat sipil, dan individu yang memperjuangkan akses yang adil terhadap obat-obatan dan teknologi kesehatan di Indonesia.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/bagaimana-hak-paten-berpengaruh-pada-kesenjangan-distribusi-vaksin-covid-19-157325">Bagaimana hak paten berpengaruh pada kesenjangan distribusi vaksin COVID-19</a> </strong> </em> </p> <hr> <h2>Harga obat tidak otomatis turun</h2> <p>Sayangnya, putusan MK tidak otomatis membatalkan paten sekunder yang sudah terbit. Dampaknya bergantung pada pedoman pemeriksaan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, praktik Komisi Banding Paten, serta gugatan pembatalan pada kasus tertentu.</p> <p>Harga obat juga tidak serta-merta turun. Setelah hambatan paten hilang, produsen generik tetap membutuhkan bahan baku, pengetahuan proses, fasilitas berstandar, uji dan izin edar, jaringan distribusi, serta kepastian pembelian. Jika hanya satu atau dua pemasok mampu masuk, persaingan harga tetap lemah.</p> <p>Putusan ini pun tidak menciptakan kewajiban alih teknologi. Pemegang paten tidak otomatis harus membagikan formula, data, pengetahuan proses, atau pelatihan kepada produsen Indonesia. </p> <p>Karena itu, ada tiga agenda yang harus dikawal setelah putusan tersebut:</p> <p><strong>1. Wajibkan kembali produksi di Indonesia</strong> </p> <p><a href="https://www.hukumonline.com/berita/a/penghapusan-pasal-20-uu-paten-dinilai-syarat-agenda-liberalisasi-dan-monopoli-paten-obat-lt5f153e3713866/">Pasal 20 UU Paten yang berlaku</a> masih memberikan celah kepada pemegang paten untuk tidak memproduksi obat yang dipatenkan di Indonesia. </p> <p>Pemerintah dan DPR perlu meninjau kembali pelonggaran ini agar monopoli yang diberikan negara berkontribusi nyata terhadap alih teknologi, keterampilan, lapangan kerja, serta ketahanan pasokan obat domestik. </p> <p><strong>2. Atur penyalahgunaan paten dalam hukum persaingan</strong> </p> <p>Revisi UU Persaingan Usaha perlu memberi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) alat yang lebih jelas untuk menilai praktik penumpukan paten (<em>patent thicket</em>), penyelesaian sengketa yang menunda masuknya generik, atau lisensi yang secara tidak wajar menahan alih teknologi. </p> <p><strong>3. Wajibkan transparansi biaya riset dan dana publik</strong> </p> <p>Produsen yang menikmati pengadaan publik, insentif pajak, atau perlindungan monopoli perlu membuka komponen biaya riset pembuatan obat, dukungan publik, dan dasar penetapan harga secara proporsional. </p> <p>Informasi itu penting agar pemerintah dapat menilai harga pengadaan, merancang royalti yang wajar, dan membedakan biaya inovasi dari strategi mempertahankan selisih keuntungan.</p> <h2>Kawal terus</h2> <p>Putusan MK penting bagi akses obat masyarakat luas, persaingan, serta ruang inovasi lanjutan. Namun, satu pagar paten tidak dapat menggantikan kebijakan industri dan kesehatan secara utuh.</p> <p>Keberhasilan putusan harus diukur dari tiga hasil: generik dapat masuk lebih cepat, produsen Indonesia memperoleh ruang nyata untuk belajar dan memproduksi, serta pasien membayar harga yang lebih masuk akal. </p> <p>Untuk mencapainya, pemerintah perlu menghubungkan hukum paten dengan hukum persaingan, kebijakan pengadaan, transparansi biaya, dan strategi alih teknologi. Peran koalisi masyarakat sipil sangat penting untuk mengawal hal-hal ini.</p> <hr> <iframe src="https://tally.so/r/QKZWjk?alignLeft=1&hideTitle=1&transparentBackground=1&dynamicHeight=1" width="100%" height="321" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0" title="Survey Form"> </iframe><img src="https://counter.theconversation.com/content/291268/count.gif" alt="The Conversation" width="1" height="1" /> <p class="fine-print"><em><span>Ronald Tundang tidak bekerja, menjadi konsultan, memiliki saham, atau menerima dana dari perusahaan atau organisasi mana pun yang akan mengambil untung dari artikel ini, dan telah mengungkapkan bahwa ia tidak memiliki afiliasi selain yang telah disebut di atas.</span></em></p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://theconversation.com/mk-perketat-praktik-monopoli-paten-obat-apakah-harga-obat-di-indonesia-otomatis-lebih-murah-291268" rel="noopener" target="_blank">theconversation.com</a>.</em></p>
Ronald Tundang, Research fellow, United Nations University
15 Sep

Setelah Anak Krakatau erupsi: Apa dampak terhadap pulau di sekitarnya?
<figure><img src="https://images.theconversation.com/files/758714/original/file-20260909-50-mjtvau.jpg?ixlib=rb-4.1.1&rect=0%2C53%2C1280%2C853&q=45&auto=format&w=1050&h=700&fit=crop" /><figcaption><span class="caption">Foto udara erupsi gunung Anak Krakatau </span> <span class="attribution"><a class="source" href="https://esdm.go.id/assets/imagecache/bodyView/arsip-berita-aktivitas-anak-krakatau-terus-dipantau-pvmbg-pastikan-status-siaga-tetap-berlaku-usai-erupsi-menerus-25-jam-wkequzi.jpg">(ESDM)</a></span></figcaption></figure><blockquote> <p>âą Satelit merekam perubahan vegetasi ekstrem pasca-erupsi Anak Krakatau.</p> <p>âą Penurunan sinyal vegetasi Pulau Sertung mencerminkan penutupan material abu vulkanik.</p> <p>âą Material erupsi menjadi bahan induk perkembangan tanah baru di masa depan.</p> </blockquote> <hr> <p><a href="https://theconversation.com/topics/anak-krakatau-44115">Erupsi gunung Anak Krakatau</a> pada awal September 2026 tidak hanya dapat diamati melalui aktivitas vulkanik dari permukaan Bumi ataupun tebalnya abu di teras rumah kita. </p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/mengapa-gunung-anak-krakatau-masih-berbahaya-ini-penjelasan-vulkanolog-109371">Mengapa Gunung Anak Krakatau masih berbahayaâini penjelasan vulkanolog</a> </strong> </em> </p> <hr> <p>Ratusan kilometer di atasnya, melalui citra satelit <a href="https://dataspace.copernicus.eu/data-collections/copernicus-sentinel-missions/sentinel-2">Sentinel-2</a>, kami mengamati bagaimana bentang permukaan kepulauan Krakatau berubah setelah erupsi. </p> <p>Salah satu perubahan paling mencolok terlihat pada Pulau Sertung, yang terletak di sebelah barat Anak Krakatau. Citra satelit pada 8 Agustus 2026 merekam Pulau Sertung yang memiliki banyak vegetasi hijau, alias ditumbuhi banyak tumbuhan. </p> <figure> <iframe width="440" height="260" src="https://www.youtube.com/embed/NhXKbI99lOI?wmode=transparent&start=0" frameborder="0" allowfullscreen=""></iframe> <figcaption><span class="caption">Video yang menampilkan kondisi vegetasi yang cukup padat di pulau Sertung, pulau vulkanik dekat Anak Krakatau (sebelum erupsi 2026).</span></figcaption> </figure> <p>Sementara, ketika satelit kembali merekam kawasan tersebut sebulan kemudian, rona hijau itu hampir menghilang. Yang tersisa adalah warna abu-abu hingga kecoklatan yang menunjukkan perubahan besar pada kondisi permukaan.</p> <p>Bagi seorang ilmuwan tanah, perubahan tersebut memunculkan pertanyaan lebih jauh: apa yang sebenarnya menutupi permukaan pulau, bagaimana kondisi tumbuhan di atas tanah setelah material erupsi, dan apa yang akan terjadi terhadap material vulkanik itu pada masa mendatang?</p> <h2>Membaca lebih dari sekadar warna</h2> <p>Penginderaan jauh memungkinkan kita memeriksa kondisi permukaan Bumi termasuk vegetasi, air, tanah, batuan, dan material vulkanik untuk membantu analisis mendalam yang tak bisa didapat melalui mata. </p> <p>Analisis awal kami menggunakan indeks vegetasi (NDVI) memperlihatkan perbedaan sangat besar antara kondisi sebelum dan sesudah erupsi. Indeks vegetasi mengukur tingkat kehijauan, kerapatan, dan kesehatan tumbuhan di permukaan Bumi.</p> <p>Pada 8 Agustus lalu, kawasan bervegetasi Pulau Sertung terpantau mempunyai NDVI rata-rata sekitar 0,72âmenunjukkan respons vegetasi hijau yang kuat. Sedangkan angka NDVI per 8 September mendekati nol. </p> <p>Namun, penurunan NDVI tidak serta-merta membuktikan bahwa vegetasi telah mati. Lapisan abu, gugurnya daun, kerusakan mekanis akibat jatuhan tephra, tertimbunnya vegetasi, bahkan kondisi atmosfer dapat menghasilkan respons spektral yang serupa. Karena itu, interpretasi citra tetap memerlukan verifikasi lapangan.</p> <h2>Melihat kelembapan setelah erupsi</h2> <p>Untuk menutupi kekurangan NDVI, kami juga menganalisis dengan pendekatan kanal <em>short-wave infrared</em> atau SWIR dari satelit yang memberikan informasi tambahan mengenai kondisi kelembapan vegetasi dan karakter material permukaan.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/pemulihan-lahan-pertanian-terdampak-letusan-gunung-berapi-pelajaran-dari-erupsi-gunung-kelud-2014-174233">Pemulihan lahan pertanian terdampak letusan gunung berapi: pelajaran dari erupsi Gunung Kelud 2014</a> </strong> </em> </p> <hr> <p>Perbandingan citra sebelum dan sesudah erupsi memperlihatkan perubahan drastis di Pulau Sertung. Permukaan yang sebelumnya menunjukkan karakter vegetasi yang kuat berubah menjadi permukaan tanpa tumbuhan (nonvegetatif).</p> <p>Indeks yang berkaitan dengan kadar air dan kelembapan NDMI (<em>normalized difference moisture index</em>) juga memperlihatkan perubahan negatif yang mengindikasikan berkurangnya kandungan air pada vegetasi. </p> <p>Dengan demikian, empat informasi yang berbedaâcitra warna alami, NDVI, respons SWIR, dan NDMIâsecara konsisten menunjukkan bahwa permukaan Pulau Sertung mengalami perubahan sangat besar setelah erupsi.</p> <p>Menariknya, Pulau Panjang di sebelah timur Anak Krakatau justru masih mempertahankan respons vegetasi yang jauh lebih kuat. Padahal, pulau ini pernah mengalami gangguan besar ketika Anak Krakatau erupsi tahun 2018. Ini kemungkinan terjadi karena material erupsi terbawa oleh angin yang cenderung mengarah ke barat/barat daya. </p> <p>Yang jelas, perbedaan dua pulau yang sama-sama dekat dengan sumber erupsi memberikan kesempatan kita mempelajari bagaimana arah penyebaran serta ukuran material vulkanik turut menentukan perubahan ekosistem.</p> <figure class="align-center zoomable"> <a aria-label="Zoomable image" href="https://images.theconversation.com/files/758707/original/file-20260909-60-i3zn33.jpg?ixlib=rb-4.1.1&q=45&auto=format&w=1000&fit=clip"><img alt="dampak erupsi anak krakatau indonesia" src="https://images.theconversation.com/files/758707/original/file-20260909-60-i3zn33.jpg?ixlib=rb-4.1.1&q=45&auto=format&w=754&fit=clip" srcset="https://images.theconversation.com/files/758707/original/file-20260909-60-i3zn33.jpg?ixlib=rb-4.1.1&q=45&auto=format&w=600&h=394&fit=crop&dpr=1 600w, https://images.theconversation.com/files/758707/original/file-20260909-60-i3zn33.jpg?ixlib=rb-4.1.1&q=30&auto=format&w=600&h=394&fit=crop&dpr=2 1200w, https://images.theconversation.com/files/758707/original/file-20260909-60-i3zn33.jpg?ixlib=rb-4.1.1&q=15&auto=format&w=600&h=394&fit=crop&dpr=3 1800w, https://images.theconversation.com/files/758707/original/file-20260909-60-i3zn33.jpg?ixlib=rb-4.1.1&q=45&auto=format&w=754&h=495&fit=crop&dpr=1 754w, https://images.theconversation.com/files/758707/original/file-20260909-60-i3zn33.jpg?ixlib=rb-4.1.1&q=30&auto=format&w=754&h=495&fit=crop&dpr=2 1508w, https://images.theconversation.com/files/758707/original/file-20260909-60-i3zn33.jpg?ixlib=rb-4.1.1&q=15&auto=format&w=754&h=495&fit=crop&dpr=3 2262w" sizes="(min-width: 1466px) 754px, (max-width: 599px) 100vw, (min-width: 600px) 600px, 237px"></a> <figcaption> <span class="caption">Gunung Anak Krakatau Indonesia yang dikelilingi pulau-pulau dengan vegetasi, empat tahun setelah erupsi 2018.</span> <span class="attribution"><a class="source" href="https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Anak_Krakatau_Volcano,_Indonesia_-_15_Nov_2022_%2852504291078%29.jpg">(Citra diolah Pierre Markuse/Wikimedia Commons)</a>, <a class="license" href="http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/">CC BY</a></span> </figcaption> </figure> <h2>Dari satelit ke laboratorium</h2> <p>Analisis citra satelit memang memberikan informasi yang kaya mengenai kondisi anak Krakatau pasca-erupsi. Namun, untuk menjawab seluruh pertanyaan mengenai material yang menyebabkan perubahan tersebut kita memerlukan analisis laboratorium.</p> <p>Penelitian lebih lanjut di laboratorium ini ditujukan untuk mengetahui komposisi unsur utamanya. Data lanjutan ini amat penting karena material vulkanik yang baru dikeluarkan gunung api berbeda dengan tanah yang telah berkembang selama ratusan atau ribuan tahun.</p> <p>Analisis mineralogi pun dapat kita terapkan untuk mengetahui susunan mineral dan gelas vulkanik (bahan menyerupai kaca) yang menyusun material tersebut.</p> <p>Pada tahap awal, material didominasi fragmen batuan, mineral kristal, dan gelas vulkanik (bahan menyerupai kaca) dengan kandungan bahan organik yang sangat rendah.</p> <p>Setelah berada di permukaan Bumi, barulah proses pelapukan bekerja. Saat air hujan bereaksi dengan mineral dan gelas vulkanik. Sebagian unsur larut dan terlepas ke permukaan. </p> <p>Organisme kemudian mulai menempati permukaan. Mikroorganisme berperan menguraikan sisa tumbuhan yang tertutup abu, sementara organisme pionir secara bertahap membantu membangun kembali kehidupan di atas material vulkanik baru.</p> <p>Dalam perjalanan waktu panjang, material hasil erupsi ini merupakan bahan induk tanah dan akan berubah menjadi tanah.</p> <h2>Krakatau sebagai laboratorium alam</h2> <p>Kepulauan Krakatau mempunyai nilai ilmiah istimewa karena memperlihatkan tahap perkembangan permukaan Bumi dengan umur yang berbeda-beda dalam ruang yang relatif berdekatan.</p> <p>Anak Krakatau sendiri muncul secara permanen dari permukaan laut tahun 1930 setelah erupsi besar Krakatau 1883. Pertumbuhan tubuh gunung, erupsi berulang, kolonisasi vegetasi, pelapukan material vulkanik, dan perkembangan tanah dapat diamati dari waktu ke waktu.</p> <figure> <iframe width="440" height="260" src="https://www.youtube.com/embed/dWGCsNK4hBI?wmode=transparent&start=0" frameborder="0" allowfullscreen=""></iframe> </figure> <p>Erupsi baru menambahkan lapisan lain dalam catatan tersebut.</p> <p>Pulau Sertung yang sebelumnya telah ditutupi vegetasi kini memberikan kesempatan untuk mempelajari bagaimana ekosistem berkembang dengan adanya tumpukan material letusan baru.</p> <p>Apakah vegetasinya akan pulih dalam beberapa minggu setelah abu tercuci hujan? Apakah terdapat kawasan yang tertimbun material cukup tebal sehingga tumbuhan di sana harus berjuang lebih keras untuk tumbuh? Berapa lama diperlukan sampai sinyal hijau kembali terlihat dari satelit?</p> <p>Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan pemantauan berkala.</p> <h2>Menggabungkan ilmu tanah dan penginderaan jauh</h2> <p>Perkembangan teknologi membuat penelitian gunung api tidak lagi terbatas pada pengamatan langsung di lapangan.</p> <p>Satelit dapat mengamati daerah berbahaya tanpa menempatkan peneliti di dekat pusat erupsi. Penginderaan jauh menunjukkan di mana perubahan terjadi. </p> <p>Analisis laboratorium menjelaskan material penyebabnya. Ilmu tanah kemudian membantu memahami apa yang terjadi terhadap material tersebut setelah tersimpan di permukaan.</p> <figure> <iframe width="440" height="260" src="https://www.youtube.com/embed/_27ma3kbs7M?wmode=transparent&start=0" frameborder="0" allowfullscreen=""></iframe> </figure> <p>Pulau Sertung saat ini menjadi contoh nyata bagaimana bencana erupsi bisa mengubah suatu pulau secara drastis.</p> <p>Bagi ilmu tanah, perubahan tersebut bukan akhir sebuah cerita. </p> <p>Material vulkanik yang hari ini menutupi permukaan akan berinteraksi dengan hujan, tumbuhan, mikroorganisme dan waktu. Apa yang sekarang kita lihat sebagai abu vulkanik pada akhirnya dapat menjadi bagian dari tanah yang menopang kehidupan baru.</p> <p>Dengan mengikuti citra Sentinel-2 pada minggu, bulan, dan tahun berikutnya, kita mempunyai kesempatan langka untuk menyaksikan proses itu berlangsung dari angkasa.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/dampak-erupsi-gunung-anak-krakatau-pada-biodiversitas-dan-tanah-109332">Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau pada biodiversitas dan tanah</a> </strong> </em> </p> <hr> <hr> <iframe src="https://tally.so/embed/dWM4PV?alignLeft=1&hideTitle=1&transparentBackground=1&hideScrollbars=1" width="100%" height="300" frameborder="0" scrolling="no" marginheight="0" marginwidth="0" title="Umpan balik: efek erupsi anak krakatau"></iframe><img src="https://counter.theconversation.com/content/291565/count.gif" alt="The Conversation" width="1" height="1" /> <p class="fine-print"><em><span>Para penulis tidak bekerja, menjadi konsultan, memiliki saham atau menerima dana dari perusahaan atau organisasi mana pun yang akan mengambil untung dari artikel ini, dan telah mengungkapkan bahwa ia tidak memiliki afiliasi di luar afiliasi akademis yang telah disebut di atas.</span></em></p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://theconversation.com/setelah-anak-krakatau-erupsi-apa-dampak-terhadap-pulau-di-sekitarnya-291565" rel="noopener" target="_blank">theconversation.com</a>.</em></p>
Dian Fiantis, Professor of Soil Science, Universitas Andalas
15 Sep

Patungan hutan ala Ferry Irwandi: Solusi atau gagal paham akar masalah karhutla?
<figure><img src="https://images.theconversation.com/files/759060/original/file-20260910-50-g59j5d.png?ixlib=rb-4.1.1&rect=480%2C0%2C959%2C639&q=45&auto=format&w=1050&h=700&fit=crop" /><figcaption><span class="caption"></span> <span class="attribution"><span class="source">(Dok. Instagram Ferry Irwandy - diolah Rino Putama/The Conversation Indonesia)</span></span></figcaption></figure><blockquote> <p>âą Gerakan patungan hutan Ferry Irwandi berisiko mengalihkan tanggung jawab negara melestarikan hutan.</p> <p>âą Gerakan ini juga berisiko memperlakukan alam sebagai komoditas: seolah hutan hanya terlindungi jika publik mampu membayar lebih tinggi daripada modal industri ekstraktif.</p> <p>âą Izin restorasi ekosistem tak menjamin keadilan bagi masyarakat.</p> </blockquote> <hr> <p><a href="https://www.youtube.com/watch?v=3AeKANzmRkw">Gerakan patungan untuk hutan Kalimantan</a> yang dipelopori kreator konten Ferry Irwandi (bersama Andrew Kalaweit) berhasil menggalang <a href="https://www.inews.id/lifestyle/seleb/viral-ferry-irwandi-bikin-patungan-untuk-hutan-donasi-sudah-terkumpul-rp62-miliar/4">dana hingga miliaran rupiah dalam waktu cukup singkat</a>. </p> <p>Gagasan dasarnya tampak mulia: memfasilitasi publik untuk menyisihkan uang, memperkuat kapasitas finansial LSM/yayasan lokal, membeli atau membayar âtali asihâ tanah warga. Harapannya, sebagian hutan terlindungi dari alih fungsi menjadi kebun sawit, akasia, atau pun tambang batu bara. </p> <p>Namun, kami melihat inisiatif Ferry memiliki setidaknya tiga persoalan yang justru melanggengkan akar masalah ketidakadilan dalam pelestarian hutan.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/cop-30-ri-jualan-karbon-lagi-lihatlah-kasus-kegagalan-sistemik-pasar-global-266369">COP 30: RI jualan karbon lagi? Lihatlah kasus kegagalan sistemik pasar global</a> </strong> </em> </p> <hr> <h2>1. Mengalihkan tanggung jawab negara</h2> <p><a href="https://www.youtube.com/watch?v=3AeKANzmRkw">Kampanye Ferry Irwandi berangkat dari anggapan bahwa hutan Kalimantan hancur karena masyarakat kekurangan uang untuk menjaganya</a>. Dengan demikian, penggalangan dana publik dapat menjadi instrumen mencegah hutan beralih fungsi ke penggunaan industri ekstraktif. </p> <p>Masalahnya, ketika solusi tersebut ditempatkan sebagai mekanisme utama perlindungan hutan, beban pembiayaan pelestarian ekosistem berisiko bergeser kepada publik.</p> <p>Inilah <em>problematic causal framing</em> atau kekeliruan mengidentifikasi akar masalah: deforestasi serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan seolah-olah terjadi karena kurangnya dana rakyat untuk menjaga hutan. </p> <p>Padahal, karhutla terjadi akibat negara memberikan konsesi besar-besaran kepada perusahaan tambang, <a href="https://theconversation.com/palm-nationalism-atau-sawitisasi-bagaimana-pemerintah-membangun-politik-identitas-di-balik-kelapa-sawit-280218">sawit</a>, hingga tanaman industri. Karhutla juga merupakan buah dari <a href="https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1462901123002800">lemahnya penegakan hukum terhadap korporasi pemegang izin</a> yang <a href="https://www.kompas.id/artikel/bencana-lingkungan-dan-jaringan-korupsi-di-baliknya">berkelindan dengan korupsi sistemik</a>. </p> <p>Apalagi, sebanyak <a href="https://www.walhi.or.id/kalimantan-darurat-asap-walhi-pemerintah-harus-koreksi-tata-kelola-perizinan-dan-tagih-tanggung-jawab-korporasi">25.524 titik panas (74%) di Kalimantan per Juli 2026</a> berada dalam kawasan konsesi korporasi.</p> <figure> <iframe width="440" height="260" src="https://www.youtube.com/embed/9REYItV6hLE?wmode=transparent&start=676" frameborder="0" allowfullscreen=""></iframe> </figure> <p>Ketidakadilan <a href="https://academic.oup.com/book/4381">lahir dari proses berlapis yang melibatkan institusi negara, korporasi, dan kebijakan publik</a>. Karena itu, tanggung jawab atas kerusakan tidak bisa begitu saja dilimpahkan (<em>burden shifting</em>) kepada individu yang memiliki kapasitas paling kecil untuk mengubah struktur tersebut.</p> <p>Memiliki uang dari hasil patungan tidak kemudian membuat kita sebagai warga bisa membatalkan izin perusahaan sawit maupun tambang bermasalah, atau mengurus pencegahan karhutla. </p> <p>Buktinya, pajak yang kita setorkan justru digunakan negara untuk memuluskan alih fungsi hutanâmisalnya lewat proyek <a href="https://pantaugambut.id/kabar/food-estate-kalimantan-tengah-riwayatmu-kini"><em>food estate</em> Kalimantan Tengah</a>.</p> <p>Sementara, korporasi dan negara justru terbebas dari pertanggungjawaban untuk mencegah dan memadamkan karhutla. </p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/mengulang-pola-di-sumatra-dan-kalimantan-papua-selatan-tunjukkan-gejala-jadi-episentrum-kebakaran-baru-288126">Mengulang pola di Sumatra dan Kalimantan, Papua Selatan tunjukkan gejala jadi episentrum kebakaran baru</a> </strong> </em> </p> <hr> <h2>2. Memperlakukan hutan sebagai komoditas</h2> <p>Menurut Ferry Irwandi, untuk mencegah warga menyerahkan tanah ke perusahaan sawit, mereka harus diberi âopsi ketigaâ berupa kompensasi finansial atau skema tali kasih yang setara dengan tawaran perusahaan. </p> <p>Di sinilah problem berikutnya muncul.</p> <p>Gerakan Ferry justru mengunci pelestarian hutan dalam logika pasar. Agar hutan tetap lestari, publik seakan harus menawarkan nilai ekonomi yang cukup kompetitif untuk mengalahkan nilai yang ditawarkan oleh modal sawit atau ekstraktif.</p> <figure> <iframe width="440" height="260" src="https://www.youtube.com/embed/tJ2Utsg6Uqg?wmode=transparent&start=0" frameborder="0" allowfullscreen=""></iframe> </figure> <p>Dengan kerangka tersebut, tujuan utama penyelamatan hutan bukan untuk memenuhi hak masyarakat atas ruang hidup yang layakâtermasuk bagi spesies di dalamnya, melainkan karena publik mampu membayar lebih tinggi. Seolah-olah alam hanya bisa diselamatkan dengan menjadikannya komoditas. </p> <p>Padahal, konservasi alam berskala besar tidak harus selalu bergantung pada pembelian atau penguasaan aset alam. <a href="https://www.fundoamazonia.gov.br/en/home/">Fundo AmazĂŽnia</a> di Brasil misalnya, merupakan dana hibah (<em>non-reimbursable grants</em> sebesar <a href="https://www.fundoamazonia.gov.br/en/transparency/donations/">±R$ 5,3 miliar atau setara ±Rp18,23 triliun hingga 2026</a>) untuk konservasi. </p> <p>Hibah ini berhasil membiayai berbagai proyek untuk mengurangi deforestasi dan degradasi hutan, <a href="https://www.fundoamazonia.gov.br/en/monitoring-evaluation/amazon-fund-in-numbers/">menjangkau >650 organisasi, serta melindungi 167 wilayah adat dan 191 kawasan konservasi</a> tanpa memperjualbelikan aset alam. </p> <p><a href="https://www.cbd.int/gbf/targets/19">Kerangka Biodiversitas Global (GBF)</a> pun menghindari aksi konservasi yang menjadikan alam sebagai komoditas. Pendanaan konservasi bisa dilakukan melalui berbagai jalur, misalnya pendanaan campuran dari pemerintah dan korporasi, agar bisa mencapai target US$200 miliar per tahun pada 2030.</p> <p>Menggantungkan nasib hutan pada kemampuan donasi publik untuk âmenandingiâ harga modal sawit justru memvalidasi narasi neoliberal: alam hanya bernilai sejauh ada yang sanggup membayarnya.</p> <p>Jika donasi meredup dan modal industri ekstraktif menawar lebih tinggi, hutan kembali rentan. Ini menunjukkan bahwa selain tidak pas, logika kompensasi ini juga tidak berkelanjutan.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/melihat-lebih-dekat-praktik-berladang-ramah-lingkungan-gilir-balik-masyarakat-ngaung-keruh-bagian-1-223029">Melihat lebih dekat praktik berladang ramah lingkungan âGilir Balikâ masyarakat Ngaung Keruh (bagian 1)</a> </strong> </em> </p> <hr> <h2>3. Program perlindungan hutan belum tentu adil bagi masyarakat</h2> <p>Mengamankan suatu kawasan hutan dari ancaman sawit dan tambang tidak sendirinya menjawab persoalan siapa yang memegang hak, mengendalikan pengelolaan, dan memperoleh manfaat dari kawasan tersebut. </p> <p>Laporan <a href="https://www.cwis.org/wp-content/uploads/2021/06/rainforestmanagement.pdf">Rainforest Foundation Norway</a> terhadap program lingkungan di seluruh dunia mencatat bantuan yang sampai ke kantong warga lokal ataupun masyarakat adat melestarikan hutan sangatlah minim. Angkanya tak sampai 1% dari total dana US$2,7 miliar (sekitar Rp33,15 triliun) sepanjang 2011-2020. Kebanyakan dana justru mengalir ke lembaga-lembaga perantara. Apalagi untuk hutan yang diurus masyarakat adat.</p> <p>Ajakan Ferry melindungi hutan lewat <a href="https://www.forestdigest.com/detail/2287/inovasi-restorasi-ekosistem">izin restorasi ekosistem (PBPH-RE)</a> ini berdiri di atas hutan negara. Sementara di sisi lain, ada <a href="https://www.betahita.id/berita/12261/penambahan-wilayah-adat-yang-diakui-pemerintah-belum-signifikan">27,3 juta hutan negara</a> yang justru tumpang tindih dengan wilayah adat. </p> <figure class="align-center zoomable"> <a aria-label="Zoomable image" href="https://images.theconversation.com/files/759187/original/file-20260910-92-lxtdoc.png?ixlib=rb-4.1.1&q=45&auto=format&w=1000&fit=clip"><img alt="patungan hutan ferry irwandy" src="https://images.theconversation.com/files/759187/original/file-20260910-92-lxtdoc.png?ixlib=rb-4.1.1&q=45&auto=format&w=754&fit=clip" srcset="https://images.theconversation.com/files/759187/original/file-20260910-92-lxtdoc.png?ixlib=rb-4.1.1&q=45&auto=format&w=600&h=268&fit=crop&dpr=1 600w, https://images.theconversation.com/files/759187/original/file-20260910-92-lxtdoc.png?ixlib=rb-4.1.1&q=30&auto=format&w=600&h=268&fit=crop&dpr=2 1200w, https://images.theconversation.com/files/759187/original/file-20260910-92-lxtdoc.png?ixlib=rb-4.1.1&q=15&auto=format&w=600&h=268&fit=crop&dpr=3 1800w, https://images.theconversation.com/files/759187/original/file-20260910-92-lxtdoc.png?ixlib=rb-4.1.1&q=45&auto=format&w=754&h=337&fit=crop&dpr=1 754w, https://images.theconversation.com/files/759187/original/file-20260910-92-lxtdoc.png?ixlib=rb-4.1.1&q=30&auto=format&w=754&h=337&fit=crop&dpr=2 1508w, https://images.theconversation.com/files/759187/original/file-20260910-92-lxtdoc.png?ixlib=rb-4.1.1&q=15&auto=format&w=754&h=337&fit=crop&dpr=3 2262w" sizes="(min-width: 1466px) 754px, (max-width: 599px) 100vw, (min-width: 600px) 600px, 237px"></a> <figcaption> <span class="caption"></span> </figcaption> </figure> <p>Dengan demikian, jika dana publik dikumpulkan tetapi hak dan kontrol masyarakat di tapak tetap lemah, maka yang berubah mungkin hanya aktor yang mengelola kawasan: dari korporasi ekstraktif menjadi lembaga konservasi atau perantaraâtanpa mengatasi akar masalah ketidakadilannya, terutama bagi masyarakat adat.</p> <p>Kekhawatiran kami bukan tanpa alasan. Tak sedikit masyarakat adat yang <a href="https://nu.or.id/nasional/masyarakat-adat-kalimantan-timur-ungkap-penolakan-proyek-karbon-bank-dunia-ZoJ3b">menolak program perlindungan hutan</a> lantaran inisiatif itu justru membatasi mereka mencari makanan, obat-obatan, dan beraktivitas di hutan.</p> <p>Koalisi masyarakat sipil pun mencatat ada <a href="https://www.walhi.or.id/uploads/buku/surat_terbuka_perdagangan_karbon_2023.pdf">16 izin restorasi ekosistem seluas 614 ribu ha</a> yang berpotensi menggusur masyarakat adat dan warga lokal yang bergantung pada hutan.</p> <figure> <iframe width="440" height="260" src="https://www.youtube.com/embed/FxCf3Kyq7WM?wmode=transparent&start=0" frameborder="0" allowfullscreen=""></iframe> </figure> <h2>Patungan hutan bukan solusi</h2> <p>Apakah gerakan patungan ini salah secara moral? </p> <p>Untuk merespons situasi darurat (seperti krisis karhutla dan kepunahan satwa), gerakan ini mungkin memiliki fungsi kemanusiaan yang penting. </p> <p>Namun, penggalangan dana tidak perlu kebablasan menjadi privatisasi ekosistem. Kunci utama pembiayaan ekologi bukan sekadar mobilisasi dana, melainkan memastikan siapa yang mengontrol, memperoleh manfaat, dan memikul tanggung jawab.</p> <p>Alih-alih membuat alam semakin <em>bankable</em> (mudah diperjualbelikan), mewujudkan keadilan ekologis dapat ditempuh dengan:</p> <ul> <li><p>Menuntut tanggung jawab negara untuk mencabut izin konsesi korporasi nakal, <a href="https://www.bbc.com/indonesia/articles/c4g5e5rlgx3o">memastikan korporasi menanggung kesalahan, dan menghentikan kriminalisasi warga</a>.</p></li> <li><p>Mendorong negara segera mengesahkan RUU Masyarakat Adat dan mempercepat pengakuan puluhan juta ha hutan adat yang belum rampung. Tujuannya agar kontrol dan hak atas tanah secara langsung ada pada komunitas/masyarakat adat yang selama ini menjadi garda terdepan penjaga ekosistem.</p></li> <li><p>Menagih tanggung jawab perusahaan: Korporasi harus mencegah dan memulihkan dampak sosial-ekologis dari kegiatan usahanya, menghormati hak masyarakat atas tanah dan lingkungan, serta menanggung biaya kerusakan ketika mereka menyebabkan atau berkontribusi terhadapnyaâbukan sekadar menggantinya dengan donasi atau CSR. </p></li> </ul> <p>Tanpa kesadaran kritis, aksi patungan untuk hutan ini cuma menjadi plester untuk luka yang dalam. Ia meredakan gejala permukaan tanpa pernah mengobati infeksi akut di dalamnya: industri pengeruk alam tetap berjalan mulus disokong negara yang mangkir dari kewajibannya melindungi ruang hidup rakyat. </p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/tiga-cara-politikus-menjarah-hutan-indonesia-kebijakan-pro-investasi-korupsi-dan-praktik-klientelisme-138811">Tiga cara politikus menjarah hutan Indonesia: kebijakan pro investasi, korupsi, dan praktik klientelisme</a> </strong> </em> </p> <hr> <hr> <iframe src="https://tally.so/embed/xXqAO5?alignLeft=1&hideTitle=1&transparentBackground=1&hideScrollbars=1" width="100%" height="300" frameborder="0" scrolling="no" marginheight="0" marginwidth="0" title="Umpan balik: patungan hutan ferry irwandi"></iframe><img src="https://counter.theconversation.com/content/277254/count.gif" alt="The Conversation" width="1" height="1" /> <p class="fine-print"><em><span>Pantoro Tri Kuswardono adalah Direktur Eksekutif Yayasan PIKUL dan anggota Dewan Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) periode 2025-2029</span></em></p><p class="fine-print"><em><span>Klara Esti tidak bekerja, menjadi konsultan, memiliki saham, atau menerima dana dari perusahaan atau organisasi mana pun yang akan mengambil untung dari artikel ini, dan telah mengungkapkan bahwa ia tidak memiliki afiliasi selain yang telah disebut di atas.</span></em></p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://theconversation.com/patungan-hutan-ala-ferry-irwandi-solusi-atau-gagal-paham-akar-masalah-karhutla-277254" rel="noopener" target="_blank">theconversation.com</a>.</em></p>
Klara Esti, Senior Research Associate, Centre for Innovation Policy and Governance
15 Sep

Bisakah kita mengganti gula dengan stevia untuk menurunkan berat badan?
<blockquote> <p>â Stevia punya rasa manis 200 - 400 kali lebih kuat dibandingkan gula pasir biasa.</p> <p>â Meski tidak menimbulkan efek samping, stevia murni tetap harus dikonsumsi dalam batas wajar.</p> <p>â Untuk menurunkan berat badan, konsumsi stevia perlu diimbangi dengan manajemen diet lainnya.</p> </blockquote> <hr> <p>Beberapa tahun terakhir, kebiasaan mengonsumsi minuman manis telah menjadi gaya hidup bagi banyak <a href="https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/ski-2023-dalam-angka/">kaum muda di Indonesia</a>. Baik untuk menemani <a href="https://www.kompas.id/artikel/mengapa-kafe-dan-kedai-kopi-kian-marak-di-indonesia">kebiasaan nongkrong di kafe</a>, hingga <em>booster</em> andalan penjaga fokus saat bekerja. Seolah-olah tiada hari tanpa asupan gula.</p> <p>Di Jember, Jawa Timur, misalnya, sebanyak <a href="https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/5455941">97,75% dari 222 remaja responden penelitian tahun 2025</a> mengonsumsi lebih dari satu jenis minuman berpemanis dalam kemasan sebanyak 2 - 3 kali per pekan. </p> <p>Temuan ini selaras dengan <a href="https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/ski-2023-dalam-angka/">data Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023</a> soal kebiasaan 48% kaum muda berusia 15 - 34 tahun dalam mengonsumsi minuman manis lebih dari sekali per pekan. </p> <p>Kebiasaan berisiko ini bisa membahayakan kesehatan, mulai dari memicu <a href="https://www.unicef.org/indonesia/id/kampung-pengasuhan/gizi/laporan/10-fakta-tentang-kelebihan-berat-badan-dan-obesitas">obesitas</a>, <a href="https://diabetesatlas.org/data-by-location/country/indonesia/">diabetes</a>, hingga <a href="https://www.bbc.com/indonesia/articles/cy793g1y3j5o">gagal ginjal</a>. </p> <figure> <iframe width="440" height="260" src="https://www.youtube.com/embed/MXFKqDrsK8g?wmode=transparent&start=0" frameborder="0" allowfullscreen=""></iframe> </figure> <p><a href="https://www.tiktok.com/@wellyshia/video/7361728918216281362?q=stevia%20menurunkan%20berat%20badan&t=1788486934047">Tak sedikit kaum muda</a> kemudian beralih mengonsumsi pemanis nongula bernama steviaâyang memberikan rasa manis <a href="https://www.fda.gov/food/food-additives-petitions/aspartame-and-other-sweeteners-food">ratusan kali lipat daripada gula biasa</a>, tetapi tidak mengandung kalori. Stevia dipasarkan dalam bentuk bubuk dan tetes.</p> <p>Karena keunggulannya, beberapa orang menggunakan stevia sebagai <a href="https://www.alodokter.com/komunitas/topic/keburukan-gula-stevia-jika-digunakan-terus-saat-diet">pengganti gula untuk menurunkan berat badan</a>. Namun, apakah mengganti gula saja cukup?</p> <h2>Apa itu stevia?</h2> <p><a href="https://doi.org/10.3389/fphar.2025.1638147">Stevia</a> merupakan pemanis alami yang diekstrak dari daun tanaman <em>Stevia rebaudiana</em> Bertoni. Selama berabad-abad, tanaman asal Amerika Selatan ini telah lama digunakan sebagai pemanis alami maupun bahan pengobatan tradisional oleh masyarakat Paraguai dan Brasil.</p> <p>Jepang kemudian menjadi negara pertama di luar Amerika Selatan yang <a href="https://doi.org/10.1016/j.biotechadv.2011.06.006">memopulerkan stevia sebagai alternatif gula</a> secara komersial. </p> <p>Pada 1977, pengusaha Jepang membawa tanaman ini masuk ke Indonesia untuk dibudidayakan di beberapa wilayah. Kini, <a href="https://paktanidigital.com/artikel/stevia-rebaudiana-si-manis-dari-paraguay">budi daya stevia skala komersial</a> bisa ditemukan di daerah Tawangmangu, Jawa Tengah, dan Ciwidey, Jawa Barat.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/ini-alasan-penerapan-label-peringatan-and-cukai-makanan-tinggi-gula-garam-tidak-bisa-ditunda-263719">Ini alasan penerapan label peringatan & cukai makanan tinggi gula-garam tidak bisa ditunda</a> </strong> </em> </p> <hr> <p>Keunggulan tanaman stevia adalah ekstrak daunnya memberikan rasa <a href="https://www.fda.gov/food/food-additives-petitions/aspartame-and-other-sweeteners-food">200 - 400 kali lebih kuat</a> dibandingkan gula pasir biasa.</p> <p>Sebagai gambaran, tingkat kemanisan sesendok teh gula penuh (ukuran 4 - 8 gram) setara dengan ÂŒ sendok teh bubuk daun stevia atau setetes stevia cair (1 - 2 mg).</p> <p>Rasa manis super ini berasal dari kandungan senyawa <a href="https://doi.org/10.32734/jtk.v13i2.17131">glikosida steviol</a> di dalamnya.</p> <p>Dalam pencernaan kita, glikosida steviol juga langsung diserap oleh bakteri-bakteri di usus besar sehingga <a href="https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9028423/">tidak menyumbang kalori</a>âtidak pula menaikkan kadar gula darah dalam tubuh kita.</p> <p>Selain itu, berbagai penelitian menunjukkan bahwa glikosida steviol bisa berperan <a href="https://doi.org/10.1080/10408398.2015.1072083">sebagai antioksidan</a>, antiradang, dan <a href="https://doi.org/10.3390/molecules27041362">antikanker yang potensial</a>.</p> <p>Karena sifatnya yang alami, banyak orang menggunakan stevia sebagai alternatif gula yang dinilai lebih aman dikonsumsi <a href="https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC12470175/">daripada pemanis buatan</a>, seperti aspartam, sakarin, sukralosa, dan neotam. </p> <p>Konsumsi berlebihan pemanis buatan dikaitkan dengan peningkatan risiko <a href="https://doi.org/10.3390/nu11030644">sindrom metabolik</a> alias kumpulan masalah kesehatan yang terjadi bersamaan. Dampaknya bisa meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, strok, hingga diabetes tipe 2. </p> <h2>Apakah stevia aman dikonsumsi?</h2> <p>Sejak 2007, Komite Ahli Gabungan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan ekstrak stevia yang aman dikonsumsi <a href="https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0278691518307063?via%3Dihub">mengandung glikosida steviol sebanyak 95%</a>.</p> <p>Pada 2008, glikosida steviol sangat murni ini telah mendapatkan status GRAS (<em>generally recognized as safe</em>) alias aman dikonsumsi oleh <a href="https://doi.org/10.1016/j.fct.2018.09.062">Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA)</a>.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/logika-keliru-penundaan-cukai-minuman-manis-cegah-penyakit-tak-bisa-tunggu-ekonomi-tumbuh-272707">Logika keliru penundaan cukai minuman manis: Cegah penyakit tak bisa tunggu ekonomi tumbuh</a> </strong> </em> </p> <hr> <p>Di Indonesia, <a href="https://jdih.pom.go.id/download/rule/904/HK.00">Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)</a> menggolongkan glikosida steviol sebagai pemanis alami yang aman dikonsumsi masyarakat, termasuk orang dengan diabetes.</p> <p>Meski begitu, karena respons tubuh dan metabolisme tiap orang bisa bervariasi, stevia sebaiknya tetap dikonsumsi dalam batas wajar. <a href="https://doi.org/10.2903/j.efsa.2024.9045"><em>Acceptable daily intake</em> (ADI) alias batas aman konsumsi harian untuk glikosida steviol</a> adalah 4 mg per kg berat badan. </p> <p>Sebagai gambaran, batas aman konsumsi harian stevia untuk orang dewasa berbobot 60 kg adalah <a href="https://www.tiktok.com/@doccandraho/video/7576998956954144008?q=stevia%20menurunkan%20berat%20badan&t=1788487182314">240 mg per hari</a>. </p> <p>Jika satu tetes stevia cair setara 1 - 2 mg, maka pemakaian 1 - 3 tetes per cangkir minuman per hari setara 6 mg. Artinya, konsumsi stevia tersebut masih aman dan jauh di bawah batas maksimal.</p> <p>Namun, harap dicatat bahwa aturan ini hanya berlaku untuk <a href="https://www.ipb.ac.id/news/index/2025/09/ahli-ipb-university-tegaskan-stevia-aman-dikonsumsi-bantah-klaim-negatif-di-media-sosial/">masyarakat umum dengan kondisi sehat</a>. </p> <p>Kelompok sensitif dengan kondisi kesehatan khusus, seperti <a href="https://www.who.int/publications/i/item/9789240046429">ibu hamil</a> dan <a href="https://www.alodokter.com/komunitas/topic/keburukan-gula-stevia-jika-digunakan-terus-saat-diet">orang dengan gangguan pencernaan</a> sebaiknya menghindari stevia. Meskipun sejauh ini belum ada bukti ilmiah yang akurat mengenai <a href="https://www.drugs.com/npp/stevia.html">dampak negatif stevia</a>. </p> <p>Pemanis alami ini <a href="https://theconversation.com/whos-recommendation-against-the-use-of-artificial-sweeteners-for-weight-loss-leaves-many-questions-unanswered-206175">tidak terbukti menimbulkan efek samping</a> maupun <a href="https://www.drugs.com/npp/stevia.html">reaksi alergi</a>.</p> <h2>Bisakah menurunkan berat badan pakai stevia?</h2> <p>Selain aman digunakan sebagai pemanis alami bagi orang dengan diabetes, stevia murni juga aman dikonsumsi sebagai bagian dari program diet untuk mengontrol berat badan.</p> <p>Namun, karena stevia tidak menghasilkan kalori, kita sebaiknya <a href="https://www.ipb.ac.id/news/index/2025/09/ahli-ipb-university-tegaskan-stevia-aman-dikonsumsi-bantah-klaim-negatif-di-media-sosial/">tetap memenuhi kebutuhan energi</a> dari sumber makanan berkarbohidrat dalam batas wajar. Misalnya, nasi merah, mi shirataki, ubi jalar, singkong, dan talas.</p> <p>Hal lain yang harus diperhatikan dalam mengontrol berat badan menggunakan stevia adalah mengurangi konsumsi makanan manis secara perlahan. Tujuannya, agar ketergantungan terhadap makanan dan minuman manis benar-benar berkurang.</p> <p>Dengan begitu, kita bisa menghindari <a href="https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0950329325000357">risiko efek halo</a> yang justru bisa menyebabkan berat badan meningkat akibat mengonsumsi sumber makanan manis dan berkalori yang lain secara berlebihan tanpa sadar.</p> <p><a href="https://www.cdc.gov/healthy-weight-growth/losing-weight/index.html">Untuk menurunkan berat badan</a>, kurangilah konsumsi gula dengan mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang, serta jalani gaya hidup aktif dan berolahraga secara teratur. </p> <p>Tak lupa, kendalikan stres dan tidur yang cukup.</p> <hr> <iframe src="https://tally.so/r/XxaGDL?alignLeft=1&hideTitle=1&transparentBackground=1&dynamicHeight=1" width="100%" height="321" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0" title="Survey Form"> </iframe><img src="https://counter.theconversation.com/content/289602/count.gif" alt="The Conversation" width="1" height="1" /> <p class="fine-print"><em><span>Cahyani Purnasari pernah menerima dana dari Kemdiktisaintek melalui BIMA untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat terkait perbaikan gizi/stunting di NTT, yang dipublikasi dalam link berikut: <a href="https://jerkin.org/index.php/jerkin/article/view/3570">https://jerkin.org/index.php/jerkin/article/view/3570</a>. Kegiatan tersebut tidak berkaitan sama sekali dengan isi artikel ini. </span></em></p><p class="fine-print"><em><span>Wiwin Lastyana tidak bekerja, menjadi konsultan, memiliki saham, atau menerima dana dari perusahaan atau organisasi mana pun yang akan mengambil untung dari artikel ini, dan telah mengungkapkan bahwa ia tidak memiliki afiliasi selain yang telah disebut di atas.</span></em></p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://theconversation.com/bisakah-kita-mengganti-gula-dengan-stevia-untuk-menurunkan-berat-badan-289602" rel="noopener" target="_blank">theconversation.com</a>.</em></p>
Cahyani Purnasari, Dosen Farmasi, Universitas Nusa Cendana
15 Sep

Anak rentan ancaman abu vulkanik: Jangan buru-buru sekolah tatap muka usai erupsi mereda
<blockquote> <p>â Materi abu vulkanik bisa menyebabkan masalah pernapasan hingga kulit.</p> <p>â Anak usia sekolah lebih rentan terkena masalah kesehatan akibat abu vulkanik.</p> <p>â Kebijakan sekolah tatap muka seharusnya mempertimbangkan dampak lingkungan terhadap kesehatan anak. </p> </blockquote> <hr> <p>Imbas <a href="https://news.detik.com/berita/d-8654724/gunung-anak-krakatau-kembali-erupsi-hari-ini-durasi-28-detik">erupsi Gunung Anak Krakatau sepekan terakhir</a>, sejumlah daerah menerapkan beragam kebijakan terkait kelanjutan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk sekolah.</p> <p><a href="https://www.detik.com/sumbagsel/berita/d-8654523/pemprov-lampung-perpanjang-pjj-imbas-erupsi-anak-krakatau/amp">Provinsi Lampung</a> dan <a href="https://news.detik.com/berita/d-8654686/anak-krakatau-masih-erupsi-pemprov-banten-perpanjang-pjj-sampai-jumat">Banten</a>, misalnya, memperpanjang sekolah daring masing-masing hingga Kamis (10/9) dan Jumat (11/9).</p> <p>Sementara di <a href="https://news.detik.com/berita/d-8654221/jakarta-bebas-paparan-abu-vulkanik-siswa-belajar-di-sekolah-9-september">Provinsi DKI Jakarta</a> dan <a href="https://megapolitan.antaranews.com/berita/548995/pemkot-bogor-akhiri-pjj-setelah-kualitas-udara-membaik">Kota Bogor, Jawa Barat</a>, kegiatan sekolah tatap muka sudah diterapkan sejak Rabu (9/9). </p> <p>Kualitas udara yang dinilai mulai membaik jadi alasannya. <a href="https://news.detik.com/berita/d-8652638/pramono-perpanjang-pjj-di-jakarta-antisipasi-abu-vulkanik-anak-krakatau?page=2">Penyebaran abu vulkanik Anak Krakatau</a> di Jawa dan Sumatra memang perlahan berkurang karena tertiup angin ke arah <a href="https://regional.kompas.com/read/2026/09/08/051954878/abu-vulkanik-gunung-anak-krakatau-bergerak-ke-samudera-hindia-menjauh-dari">Barat Samudra Hindia</a>. </p> <p>Kendati demikian, masyarakat masih bisa <a href="https://nasional.kompas.com/read/2026/09/10/09083391/abu-krakatau-masih-terbawa-angin-meski-erupsi-menerus-sudah-berakhir">terpapar sisa abu di atmosfer</a>, jalanan, ataupun atap yang <a href="https://nasional.kompas.com/read/2026/09/10/09083391/abu-krakatau-masih-terbawa-angin-meski-erupsi-menerus-sudah-berakhir">terbawa oleh angin</a>.</p> <p>Dalam kacamata kesehatan masyarakat, penilaian <a href="https://www.who.int/publications/i/item/9789240035720">dampak lingkungan terhadap kesehatan</a> ini seharusnya jadi pertimbangan utama sebelum memulai sekolah tatap muka pascaerupsi.</p> <h2>Abu vulkanik mengancam anak</h2> <p>Erupsi gunung api melepaskan <a href="https://link.springer.com/article/10.1007/s00445-021-01513-9">abu dan material vulkanik</a> yang mengandung <a href="https://www.bbc.com/indonesia/articles/c5yj2x5lrd2o">silika berbentuk seperti pasir</a>. Partikel kasar dan tajam ini <a href="https://www.antaranews.com/berita/5730881/dokter-waspadai-dampak-abu-vulkanik-meski-erupsi-telah-usai">sebagian besar berukuran mikroskopis</a> (PM10 dan PM2,5). </p> <p>Selain itu, erupsi gunung api melepaskan gas beracun tak kasatmata dan berbau sangat menyengat bernama sulfur dioksida (SO2).</p> <p>Dampak paparan debu vulkanik dan gas SO2 terhadap kesehatan masing-masing orang bisa berbeda, tergantung jenis partikel, seberapa lama dan banyak kita terpapar, serta kondisi fisik kita.</p> <figure> <iframe width="440" height="260" src="https://www.youtube.com/embed/3651YF5b6DI?wmode=transparent&start=0" frameborder="0" allowfullscreen=""></iframe> </figure> <p>Dibandingkan orang dewasa, <a href="https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/34001642/">anak usia sekolah lebih rentan merasakan dampaknya</a>. Sebab, sistem kekebalan dan organ mereka masih berkembang sehingga belum sekuat orang dewasa. </p> <p>Anak-anak mempunyai saluran napas lebih kecil, kecenderungan <a href="https://www.eea.europa.eu/en/analysis/publications/air-pollution-and-childrens-health">bernapas lebih cepat</a>, serta bergerak lebih aktif. Sederet kondisi fisiologis tersebut juga membuat anak berisiko menghirup udara bercampur debu vulkanik ataupun gas SO2 lebih banyak dibandingkan kapasitas tubuhnya.</p> <p>Semakin kecil ukurannya, semakin besar risiko partikel memasuki sistem pernapasan anak. </p> <p><a href="https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11341277/">Partikel vulkanik lebih besar</a> dan <a href="https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7916308/">gas SO2 cenderung tertahan di saluran napas atas</a>. Sementara itu, partikel vulkanik PM2,5 dan SO2 yang jumlahnya sangat banyak dapat terhirup masuk hingga mencapai <a href="https://link.springer.com/article/10.1007/s00445-021-01513-9">saluran pernapasan bagian bawah</a> dan alveoli (kantong udara kecil di paru-paru).</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/rentan-terabaikan-anak-perlu-dukungan-psikologis-sejak-dini-dalam-situasi-bencana-271104">Rentan terabaikan, anak perlu dukungan psikologis sejak dini dalam situasi bencana</a> </strong> </em> </p> <hr> <h2>Apa dampaknya terhadap kesehatan?</h2> <p><a href="https://link.springer.com/article/10.1007/s00445-006-0052-y">Dalam jangka pendek (akut)</a>, efek debu vulkanik dan gas SO2 bisa mengiritasi saluran napas, menyebabkan batuk, meningkatkan produksi lendir, sesak napas, hingga kematian. </p> <p>Dampak jangka panjangnya bisa menghambat pertumbuhan anak, mengurangi fungsi paru saat dewasa, hingga memicu penyakit pernapasan menahun. </p> <p>Lebih dari itu, paparan debu vulkanik bisa mengganggu <a href="https://journals.plos.org/plosmedicine/article?id=10.1371/journal.pmed.1001792">perkembangan kognitif anak</a> yang berpotensi memengaruhi fokus, ingatan, serta kemampuan belajar mereka.</p> <p>Debu vulkanik yang tajam juga bisa <a href="https://www.antaranews.com/berita/5730881/dokter-waspadai-dampak-abu-vulkanik-meski-erupsi-telah-usai">mengiritasi mata anak</a>, menyebabkan konjungtivitis (radang selaput bening pelapis bagian putih mata dan area dalam kelopak mata), hingga lecetnya kornea (lapisan transparan pelapis area berwarna bola mata).</p> <p><a href="https://www.antaranews.com/berita/5730881/dokter-waspadai-dampak-abu-vulkanik-meski-erupsi-telah-usai">Pada kulit</a>, dampaknya berisiko menimbulkan gatal, iritasi, hingga dermatitis (radang kulit). Terutama jika abu vulkanik bersifat asam ataupun bercampur keringat. </p> <p><a href="https://www.antaranews.com/berita/5730881/dokter-waspadai-dampak-abu-vulkanik-meski-erupsi-telah-usai">Saluran pencernaan anak juga rentan terganggu</a> apabila mereka mengonsumsi makanan dan minuman yang tercemar debu vulkanik.</p> <figure> <iframe width="440" height="260" src="https://www.youtube.com/embed/yOV3qISPcN0?wmode=transparent&start=0" frameborder="0" allowfullscreen=""></iframe> </figure> <h2>Pertimbangkan risiko kesehatan lingkungan</h2> <p>Kewaspadaan terhadap bahaya materi vulkanik seharusnya tidak berhenti ketika erupsi mereda. Pemerintah daerah perlu <a href="https://www.who.int/publications/i/item/9789240035720">menilai risiko kesehatan lingkungan</a> sebelum memutuskan kebijakan sekolah tatap muka.</p> <p>Keputusan tidak semata-mata didasarkan pada adanya aktivitas erupsi, tetapi juga tingkat paparan, kondisi kualitas udara, karakteristik individu (siswa, guru dan karyawan), serta kemampuan sekolah dalam mengurangi risiko kesehatan.</p> <p>Mitigasi ini memerlukan koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Pemadam Kebakaran & Penyelamatan (DPKP). Libatkan pula Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pendidikan (Disdik), pihak sekolah, serta masyarakat luas. </p> <p>DLHK, misalnya, berperan memantau kualitas udara dan memberikan informasi publik terkait tingkat risiko cemaran lingkungan kepada masyarakat, terutama konsentrasi PM2,5 dan gas SO2 di udara. Kita juga bisa memantaunya lewat aplikasi <a href="https://ispu.kemenlh.go.id/webv5/#/">Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan</a>, ataupun platform pemantau kualitas udara seperti <a href="https://www.iqair.com/id/">IQAir</a>.</p> <p>Berdasarkan PP No. 22/2021, <a href="https://lab.id/baku-mutu-udara-ambien-nasional-terbaru/">nilai acuan udara ambien (yang bisa ditoleransi)</a> selama rata-rata 24 jam, yaitu PM2,5 sebesar 55 ”g/mÂł, PM10 sebesar 75 ”g/mÂł, dan SO2 sebesar 65 ”g/mÂł.</p> <p>Sebagai pembanding, <a href="https://www.who.int/publications/i/item/9789240034228">Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan batas yang lebih ketat</a>, yaitu PM2,5 15 ”g/mÂł, PM10 45 ”g/mÂł, dan SO2 40 ”g/mÂł. Dalam kondisi erupsi, pemantauan <em>real-time</em> dengan interval lebih pendek diperlukan karena paparan abu dan gas vulkanik dapat meningkat secara cepat. </p> <p>Informasi ini dapat menjadi dasar komunikasi risiko dan pertimbangan pembatasan aktivitas, termasuk keputusan memulai pembelajaran tatap muka.</p> <p>Di Kota Bogor, Jawa Barat, misalnya, <a href="https://ispu.kemenlh.go.id/webv5/#/stasiun">indeks pencemaran gas SO2</a>, menunjukkan angka 64 alias berstatus âSedangâ (rentang 51â100) pada Jumat (11/9). Udara di level ini secara umum masih bisa diterima. </p> <p>Namun, menilik batas ketat dari WHO, Pemkot Bogor idealnya tetap melanjutkan kebijakan sekolah daring agar tidak mengancam keselamatan anak.</p> <p>Di tengah kondisi ini, anak yang sangat sensitif atau punya penyakit pernapasan (seperti asma) dianjurkan membatasi aktivitas berat di luar ruangan. </p> <p>Mereka sangat dianjurkan untuk terus memakai masker N95/KN95 meski berada di dalam kelas. Sebab, debu dan gas vulkanik yang terbawa angin, masih bisa menyusup masuk lewat celah vetilasi dan sela-sela jendela.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/setelah-anak-krakatau-erupsi-apa-dampak-terhadap-pulau-di-sekitarnya-291565">Setelah Anak Krakatau erupsi: Apa dampak terhadap pulau di sekitarnya?</a> </strong> </em> </p> <hr> <p>Aktivitas belajar mengajar sebaiknya difokuskan di dalam ruangan untuk meminimalkan paparan udara luar. Tutup jendela jika embusan angin dari luar terasa membawa bau belerang atau debu.</p> <p>Jika sewaktu-waktu cemaran SO2 melonjak melampaui 65 ”g/mÂł (masuk kategori âTidak Sehatâ), sekolah harus memiliki prosedur darurat, seperti menghentikan semua kegiatan luar ruangan total atau mempertimbangkan opsi pemulangan awal.</p> <p>Selain kualitas udara, status gunung api juga harus dipantau secara <em>real-time</em> melalui aplikasi ataupun <a href="https://magma.vsi.esdm.go.id/">situs <em>web</em> MAGMA Indonesia</a> yang dikelola oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.</p> <h2>Pastikan lingkungan bersih dari sisa materi vulkanik</h2> <p>Sebelum pembelajaran tatap muka dimulai kembali, pemda bersama pihak sekolah dan lembaga terkait idealnya memastikan pembersihan sisa abu vulkanik pada ruang kelas dan fasilitas sekolah, memeriksa kondisi ventilasi, serta kesiapan sanitasi lingkungan. </p> <p>BPBD dan DPKP, misalnya, bisa digandeng untuk menyemprotkan air ke jalanan berdebu dan area terbuka sekitar sekolah menggunakan <em>water mist</em> alias alat penyemprot air bertekanan tinggi. <a href="https://volcanoes.usgs.gov/volcanic_ash/">Pembasahan area terbuka (<em>surface wetting</em>)</a> bertujuan untuk mengurangi risiko abu kembali beterbangan (<em>resuspension</em>).</p> <p>Sementara itu, Dinkes bisa terlibat dalam memantau dampak kesehatan, edukasi perlindungan, serta perhatian khusus terhadap kelompok rentan seperti anak dengan gangguan pernapasan. </p> <p>Disdik dan sekolah berperan dalam mengoordinasikan kesiapan pembelajaran, menerapkan protokol sekolah aman, serta memastikan komunikasi risiko berjalan efektif kepada siswa, guru, orang tua, dan masyarakat sekitar sekolah. </p> <p>Dengan demikian, mitigasi risiko tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat dan aman, melainkan juga membangun kesiapsiagaan bersama menghadapi risiko kesehatan akibat erupsi gunung api.</p> <hr> <iframe src="https://tally.so/r/68gLje?alignLeft=1&hideTitle=1&transparentBackground=1&dynamicHeight=1" width="100%" height="321" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0" title="Survey Form"> </iframe><img src="https://counter.theconversation.com/content/291670/count.gif" alt="The Conversation" width="1" height="1" /> <p class="fine-print"><em><span>Meliana Sari tidak bekerja, menjadi konsultan, memiliki saham, atau menerima dana dari perusahaan atau organisasi mana pun yang akan mengambil untung dari artikel ini, dan telah mengungkapkan bahwa ia tidak memiliki afiliasi selain yang telah disebut di atas.</span></em></p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://theconversation.com/anak-rentan-ancaman-abu-vulkanik-jangan-buru-buru-sekolah-tatap-muka-usai-erupsi-mereda-291670" rel="noopener" target="_blank">theconversation.com</a>.</em></p>
Meliana Sari, Dosen Kesehatan Llingkungan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
15 Sep

Panduan menilai klaim sains: Kapan kita bisa mempercayai kata ahli?
<figure><img src="https://images.theconversation.com/files/757583/original/file-20260819-50-xwc8bl.jpg?ixlib=rb-4.1.1&rect=0%2C47%2C1570%2C1046&q=45&auto=format&w=1050&h=700&fit=crop" /><figcaption><span class="caption">Klaim âterbukti dalam penelitianâ sering kali disampaikan dengan penuh keyakinan, baik yang didasarkan pada penelitian tahap awal maupun penelitian yang telah berlangsung selama bertahun-tahun di berbagai populasi dan konteks.</span> <span class="attribution"><a class="source" href="https://commons.wikimedia.org/wiki/File:2017_04_220055d_-_trust_you_must_(34112651821).jpg">(Wikimedia Commons/Gwydion M. Williams)</a>, <a class="license" href="http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/">CC BY</a></span></figcaption></figure><p>Kapan kita seharusnya memercayai bukti ilmiah dan para ahli yang menjelaskannya?</p> <p>Ada penelitian baru yang menjadi berita utama. Hasilnya menunjukkan bahwa suatu pola makan berhasil, suatu suplemen dapat meningkatkan daya ingat, ada metode pengajaran yang meningkatkan kemampuan membaca, atau praktik manajemen tertentu yang mengoptimalkan produktivitas.</p> <p>Kita pun mengubah cara kita makan, mengasuh anak, atau bekerja. Kita mengikuti apa yang dikatakan oleh sains.</p> <p>Beberapa bulan kemudian, muncul berita lain yang membantah temuan sebelumnya. <a href="https://www.nationalgeographic.com/health/article/egg-yolks-cholesterol-heart-disease">Telur ternyata buruk bagi kesehatan</a>, lalu kembali dianggap sehat. <a href="https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-disease/in-depth/red-wine/art-20048281">Anggur merah melindungi jantung</a>, atau malah tidak? Cokelat hitam, pola makan rendah lemak, meja kerja berdiri, menggunakan masker selama pandemi: Rekomendasi berdasarkan sains terus berubah. Akhirnya, <a href="https://www.pewresearch.org/science/2024/11/14/public-trust-in-scientists-and-views-on-their-role-in-policymaking/">orang-orang berhenti memercayai</a> apa yang âterbukti oleh riset.â</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/separuh-klaim-riset-sosial-dan-perilaku-tidak-bertahan-ketika-dicoba-ulang-281153">Separuh klaim riset sosial dan perilaku tidak bertahan ketika dicoba ulang</a> </strong> </em> </p> <hr> <p>Padahal, memang begitulah <a href="https://undsci.berkeley.edu/understanding-science-101/how-science-works/">cara sains bekerja</a>: Bukti terus bertambah, hasil awal akan diuji kembali dan sebagian yang terbukti bertahan sedangkan sebagian lainnya tidak. Masalahnya, kita sering memberitakan dan menindaklanjuti bukti yang masih berkembang seolah-olah hasilnya sudah final.</p> <p>Dalam <a href="https://doi.org/10.1126/science.aef3529">artikel terbaru saya</a>, saya berargumen bahwa kecenderungan memperlakukan hasil awal sebagai kesimpulan yang sudah pasti dapat mendorong klaim yang terlalu percaya diri dan <a href="https://doi.org/10.1016/j.copsyc.2025.102202">berkontribusi pada menurunnya kepercayaan terhadap ilmu pengetahuan</a>. Saya menawarkan kerangka baru untuk membantu para pembuat kebijakan menilai kematangan dari bukti yang sudah ada.</p> <p>Kerangka ini juga dapat membantu kita semua memahami bukti ilmiah dalam kehidupan sehari-hari.</p> <h2>Bukti matang vs hasil awal</h2> <p>Pernyataan tentang apa yang âdibuktikan oleh penelitianâ sering disampaikan dengan penuh keyakinan. Bukti yang dimaksud bisa jadi berasal dari penelitian tahap awal yang masih lemah. Namun, bisa juga merupakan hasil dari berbagai penelitian yang dilakukan selama bertahun-tahun pada populasi yang berbeda-beda dan konteks yang beragam hingga akhirnya menjadi panduan ahli dan tinjauan sistematis.</p> <figure class="align-center zoomable"> <a aria-label="Zoomable image" href="https://images.theconversation.com/files/754958/original/file-20260819-50-xw9r2o.jpg?ixlib=rb-4.1.1&q=45&auto=format&w=1000&fit=clip"><img alt="Sebotol anggur di atas meja dengan sepotong daging mentah dan sebuah tomat." src="https://images.theconversation.com/files/754958/original/file-20260819-50-xw9r2o.jpg?ixlib=rb-4.1.1&q=45&auto=format&w=754&fit=clip" srcset="https://images.theconversation.com/files/754958/original/file-20260819-50-xw9r2o.jpg?ixlib=rb-4.1.1&q=45&auto=format&w=600&h=400&fit=crop&dpr=1 600w, https://images.theconversation.com/files/754958/original/file-20260819-50-xw9r2o.jpg?ixlib=rb-4.1.1&q=30&auto=format&w=600&h=400&fit=crop&dpr=2 1200w, https://images.theconversation.com/files/754958/original/file-20260819-50-xw9r2o.jpg?ixlib=rb-4.1.1&q=15&auto=format&w=600&h=400&fit=crop&dpr=3 1800w, https://images.theconversation.com/files/754958/original/file-20260819-50-xw9r2o.jpg?ixlib=rb-4.1.1&q=45&auto=format&w=754&h=503&fit=crop&dpr=1 754w, https://images.theconversation.com/files/754958/original/file-20260819-50-xw9r2o.jpg?ixlib=rb-4.1.1&q=30&auto=format&w=754&h=503&fit=crop&dpr=2 1508w, https://images.theconversation.com/files/754958/original/file-20260819-50-xw9r2o.jpg?ixlib=rb-4.1.1&q=15&auto=format&w=754&h=503&fit=crop&dpr=3 2262w" sizes="(min-width: 1466px) 754px, (max-width: 599px) 100vw, (min-width: 600px) 600px, 237px"></a> <figcaption> <span class="caption">Apakah anggur merah baik untuk jantung? Hasil penelitiannya cukup rumit.</span> <span class="attribution"><span class="source">(Unsplash/Alexandra Torro)</span></span> </figcaption> </figure> <p>Bukti matang telah melewati pengujian selama bertahun-tahun. Sebaliknya, hasil awal yang mengejutkan bisa saja dibantah pada keesokan hari. Namun, wartawan, pegiat, bahkan peneliti sendiri tidak selalu membedakan keduanya.</p> <p>Para politisi, pendidik, dan pemangku kebijakan kesehatan masyarakat sering kali merumuskan kebijakan berdasarkan hasil awal yang menjanjikan, mengklaimnya sebagai kebijakan âberbasis buktiâ, lalu menyaksikan kebijakan tersebut gagal seiring berkembangnya ilmu pengetahuan.</p> <h2>Satu penelitian saja tidak cukup</h2> <p><a href="https://christophercotton.ca/perls/">Kerangka yang saya kembangkan</a>, PERLS (<em>Policy Evidence Readiness Levels</em>), memberikan cara yang lebih terstruktur untuk menilai kematangan bukti dan melihat apa yang sebenarnya dapat âdidukung oleh sainsâ.</p> <p>Kerangka ini juga menawarkan aturan sederhana: ketika menentukan keyakinan kita terhadap suatu klaim, tanyakan apakah klaim tersebut didukung oleh satu penelitian, beberapa penelitian, atau banyak penelitian.</p> <p>Jika suatu klaim hanya berdasarkan satu penelitian atau bahkan segelintir penelitian, anggap hasilnya sebagai kemungkinan, bukan sesuatu yang sudah terbukti. Temuan tersebut mungkin bertahanâtapi mungkin juga tidakâsetelah diteliti lebih lanjut.</p> <figure class="align-center "> <img alt="Dua potongan cokelat hitam ditumpuk satu di atas yang lain, dengan taburan biki kakao." src="https://images.theconversation.com/files/754971/original/file-20260819-50-x6pera.jpg?ixlib=rb-4.1.1&q=45&auto=format&w=754&fit=clip" srcset="https://images.theconversation.com/files/754971/original/file-20260819-50-x6pera.jpg?ixlib=rb-4.1.1&q=45&auto=format&w=600&h=400&fit=crop&dpr=1 600w, https://images.theconversation.com/files/754971/original/file-20260819-50-x6pera.jpg?ixlib=rb-4.1.1&q=30&auto=format&w=600&h=400&fit=crop&dpr=2 1200w, https://images.theconversation.com/files/754971/original/file-20260819-50-x6pera.jpg?ixlib=rb-4.1.1&q=15&auto=format&w=600&h=400&fit=crop&dpr=3 1800w, https://images.theconversation.com/files/754971/original/file-20260819-50-x6pera.jpg?ixlib=rb-4.1.1&q=45&auto=format&w=754&h=503&fit=crop&dpr=1 754w, https://images.theconversation.com/files/754971/original/file-20260819-50-x6pera.jpg?ixlib=rb-4.1.1&q=30&auto=format&w=754&h=503&fit=crop&dpr=2 1508w, https://images.theconversation.com/files/754971/original/file-20260819-50-x6pera.jpg?ixlib=rb-4.1.1&q=15&auto=format&w=754&h=503&fit=crop&dpr=3 2262w" sizes="(min-width: 1466px) 754px, (max-width: 599px) 100vw, (min-width: 600px) 600px, 237px"> <figcaption> <span class="caption">Tren pola makan terus berubah seiring dengan perkembangan penelitian.</span> <span class="attribution"><span class="source">(Unsplash/Elena Leya)</span></span> </figcaption> </figure> <p>Ada banyak alasan mengapa hasil penelitian awal tidak bertahan dalam jangka panjang. Sebagian gagal hanya karena kebetulan. </p> <p>Jika cukup banyak penelitian dilakukan, beberapa di antaranya pasti akan menemukan hasil yang mencolok karena faktor keberuntunganâseperti koin yang bisa saja menunjukkan sisi gambar lima kali berturut-turut, tapi bukan berarti hanya punya sisi gambar saja. Kalau koinnya terus dilempar, pada akhirnya kebenarannya akan terungkap.</p> <p>Hasil penelitian lainnya gagal bertahan karena alasan yang lebih bermasalah, seperti desain penelitian yang buruk, kesalahan, atau pelaporan hasil yang selektif.</p> <h2>Apa yang terjadi pada skala yang lebih besar?</h2> <p>Bahkan hasil dari penelitian yang dilakukan dengan cermat sering kali tidak lagi berlaku ketika diterapkan dalam skala yang lebih luas.</p> <p>Misalnya, penelitian dapat menunjukkan bahwa penerapan <a href="https://www.cam.ac.uk/stories/fourdayweek">empat hari kerja dalam seminggu dapat meningkatkan produktivitas</a> pada tim yang sangat diperhatikan, termotivasi, dan memang memilih untuk berpartisipasi dalam penelitian untuk mencoba pola kerja tersebut. Namun, apakah hasil yang sama akan muncul jika praktik ini diterapkan pada karyawan dan organisasi yang jumlahnya lebih banyak dengan kondisi yang lebih beragam?</p> <figure class="align-center zoomable"> <a aria-label="Zoomable image" href="https://images.theconversation.com/files/754965/original/file-20260819-50-f0chyl.jpg?ixlib=rb-4.1.1&q=45&auto=format&w=1000&fit=clip"><img alt="Ruang kantor dengan banyak kursi kosong." src="https://images.theconversation.com/files/754965/original/file-20260819-50-f0chyl.jpg?ixlib=rb-4.1.1&q=45&auto=format&w=754&fit=clip" srcset="https://images.theconversation.com/files/754965/original/file-20260819-50-f0chyl.jpg?ixlib=rb-4.1.1&q=45&auto=format&w=600&h=450&fit=crop&dpr=1 600w, https://images.theconversation.com/files/754965/original/file-20260819-50-f0chyl.jpg?ixlib=rb-4.1.1&q=30&auto=format&w=600&h=450&fit=crop&dpr=2 1200w, https://images.theconversation.com/files/754965/original/file-20260819-50-f0chyl.jpg?ixlib=rb-4.1.1&q=15&auto=format&w=600&h=450&fit=crop&dpr=3 1800w, https://images.theconversation.com/files/754965/original/file-20260819-50-f0chyl.jpg?ixlib=rb-4.1.1&q=45&auto=format&w=754&h=566&fit=crop&dpr=1 754w, https://images.theconversation.com/files/754965/original/file-20260819-50-f0chyl.jpg?ixlib=rb-4.1.1&q=30&auto=format&w=754&h=566&fit=crop&dpr=2 1508w, https://images.theconversation.com/files/754965/original/file-20260819-50-f0chyl.jpg?ixlib=rb-4.1.1&q=15&auto=format&w=754&h=566&fit=crop&dpr=3 2262w" sizes="(min-width: 1466px) 754px, (max-width: 599px) 100vw, (min-width: 600px) 600px, 237px"></a> <figcaption> <span class="caption">Sains dan penafsiran bukti memengaruhi kita pada segala aspek kehidupan, termasuk di tempat kerja.</span> <span class="attribution"><span class="source">(Unsplash/Austin Distel)</span></span> </figcaption> </figure> <p>Dampak lainnya baru terlihat setelah jangka waktu yang lebih panjang. Misalnya, suatu pola makan mungkin berhasil menurunkan berat badan di awal, tetapi sulit dipertahankan atau justru menimbulkan efek samping dalam jangka panjang.</p> <h2>Belajar dari kasus pengajaran membaca berbasis bunyi</h2> <p>Kepercayaan terhadap suatu temuan bukan berasal dari satu penelitian, melainkan dari kumpulan bukti. Apakah hasilnya muncul berulang kali dari berbagai laboratorium dan tim peneliti, serta dalam kondisi dunia nyata dengan kelompok masyarakat yang berbeda-beda? </p> <p>Kita seharusnya lebih percaya pada temuan yang bertahan setelah diuji berkali-kali dalam banyak penelitian daripada temuan mengejutkan yang baru pertama kali masuk berita.</p> <p>Inilah proses ilmiah yang telah <a href="https://www.cebm.ox.ac.uk/resources/levels-of-evidence/ocebm-levels-of-evidence">diformalkan dalam berbagai bidang, seperti kedokteran</a>, di mana standar perawatan mengharuskan bukti terus dikumpulkan hingga menghasilkan <a href="https://doi.org/10.1136/ebnurs-2024-104230">meta-analisis</a>, <a href="https://doi.org/10.1093/aje/kwae232">tinjauan sistematis</a>, dan pada akhirnya panduan dari lembaga atau badan ahli yang kredibel.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/kebijakan-berbasis-bukti-adalah-yang-terbaik-belum-tentu-173065">Kebijakan berbasis bukti adalah yang terbaik? Belum tentu</a> </strong> </em> </p> <hr> <p>Ketika proses ini dilewatkan, masalah pun muncul. Pada 1980-an dan 1990-an, banyak pendidik menggunakan argumen âstudi menunjukkanâ ketika mengganti metode pengajaran membaca berbasis bunyi dengan pendekatan bahasa utuh. </p> <p>Kini, beberapa dekade kemudian, semakin jelas bahwa <a href="https://www.apmreports.org/episode/2018/09/10/hard-words-why-american-kids-arent-being-taught-to-read">bukti awal yang menjadi dasar perubahan tersebut tidak mampu bertahan setelah diuji lebih lanjut</a>. Sekolah-sekolah kini mulai kembali menggunakan pendekatan bunyi dan sains di balik membaca, yang didukung oleh <a href="https://www.nichd.nih.gov/about/org/der/branches/cdbb/nationalreadingpanelpubs">bukti yang terkumpul dan berbagai tinjauan sistematiss</a>.</p> <figure class="align-center zoomable"> <a aria-label="Zoomable image" href="https://images.theconversation.com/files/754964/original/file-20260819-50-uw3apt.jpg?ixlib=rb-4.1.1&q=45&auto=format&w=1000&fit=clip"><img alt="Seorang anak duduk bersama gurunya, membaca selembar kertas." src="https://images.theconversation.com/files/754964/original/file-20260819-50-uw3apt.jpg?ixlib=rb-4.1.1&q=45&auto=format&w=754&fit=clip" srcset="https://images.theconversation.com/files/754964/original/file-20260819-50-uw3apt.jpg?ixlib=rb-4.1.1&q=45&auto=format&w=600&h=338&fit=crop&dpr=1 600w, https://images.theconversation.com/files/754964/original/file-20260819-50-uw3apt.jpg?ixlib=rb-4.1.1&q=30&auto=format&w=600&h=338&fit=crop&dpr=2 1200w, https://images.theconversation.com/files/754964/original/file-20260819-50-uw3apt.jpg?ixlib=rb-4.1.1&q=15&auto=format&w=600&h=338&fit=crop&dpr=3 1800w, https://images.theconversation.com/files/754964/original/file-20260819-50-uw3apt.jpg?ixlib=rb-4.1.1&q=45&auto=format&w=754&h=425&fit=crop&dpr=1 754w, https://images.theconversation.com/files/754964/original/file-20260819-50-uw3apt.jpg?ixlib=rb-4.1.1&q=30&auto=format&w=754&h=425&fit=crop&dpr=2 1508w, https://images.theconversation.com/files/754964/original/file-20260819-50-uw3apt.jpg?ixlib=rb-4.1.1&q=15&auto=format&w=754&h=425&fit=crop&dpr=3 2262w" sizes="(min-width: 1466px) 754px, (max-width: 599px) 100vw, (min-width: 600px) 600px, 237px"></a> <figcaption> <span class="caption">Strategi pembelajaran di kelas berubah seiring dengan bukti keberhasilannya.</span> <span class="attribution"><span class="source">(Unsplash/Jerry Wang)</span></span> </figcaption> </figure> <p>Sebelumnya, pembuat kebijakan pendidikan tidak mempertanyakan kematangan bukti yang digunakan untuk membenarkan keputusan besar.</p> <h2>Ambil tindakan, tetapi tetaplah fleksibel</h2> <p>Kita sering kali harus mengambil keputusan sebelum bukti ilmiah benar-benar matang. Karena ada kekhawatiran soal kesehatan, perubahan pasar atau anak yang sedang mengalami kesulitan dan membutuhkan bantuan segera. Mengambil tindakan berdasarkan bukti yang ada bukan sebuah kesalahan.</p> <p>Kesalahannya adalah membuat keputusan seolah-olah temuan awal tersebut tidak mungkin berubah.</p> <p>Jadi, kapan seharusnya kita memercayai bukti ilmiah dan para ahli yang menjelaskannya?</p> <p>Jawabannya bukan sekadar percaya atau tidak. Kita perlu melihat apakah suatu klaim hanya berdasarkan satu penelitian atau dari kumpulan penelitian yang telah teruji melalui berbagai studi. Tingkat kepercayaan dan tindakan kita semestinya disesuaikan dengan seberapa matang bukti tersebut.</p> <hr> <p><em>Ignatia Sarasvati Wahyuputro menerjemahkan artikel ini dari Bahasa Inggris.</em></p><img src="https://counter.theconversation.com/content/291110/count.gif" alt="The Conversation" width="1" height="1" /> <p class="fine-print"><em><span>Christopher Cotton adalah salah satu pemilik Limestone Analytics, sebuah firma penasihat kebijakan, dan telah menjadi konsultan bagi pemerintah AS dan Inggris, Nutrition International, World Vision, serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ia telah ditunjuk oleh pemerintah provinsi dan firma hukum swasta untuk memberikan kesaksian ahli terkait pendanaan kampanye dan kebijakan COVID-19. Selama lima tahun terakhir, ia telah menerima dana penelitian dari Social Sciences and Humanities Research Council of Canada dan Natural Sciences and Engineering Research Council of Canada, serta melalui perannya sebagai Jarislowsky-Deutsch Chair in Economic and Financial Policy di Queen's University. Selain itu, ia juga terafiliasi dengan Canadian Economic Association, Canadian Public Economics Group, dan JPAL.</span></em></p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://theconversation.com/panduan-menilai-klaim-sains-kapan-kita-bisa-mempercayai-kata-ahli-291110" rel="noopener" target="_blank">theconversation.com</a>.</em></p>
Christopher Cotton, Professor, Jarislowsky-Deutsch Chair in Economic & Financial Policy, and Director of the John Deutsch Institute for the Study of Economic Policy, Department of Economics, Queen's University, Ontario
15 Sep

Banyak peluang pajak berbasis lingkungan, kenapa belum optimal?
<blockquote> <p>â Penerapan instrumen pajak hijau Indonesia belum optimal.</p> <p>â Pajak hijau dapat menjadi instrumen perubahan perilaku, bukan sekadar sumber penerimaan negara.</p> <p>â Pajak hijau bisa bermanfaat ganda untuk kas negara dan pelestarian lingkungan.</p> </blockquote> <hr> <p>Hampir setiap hari, kebanyakan orang, mungkin termasuk kita, membeli air minum dalam kemasan botol plastik untuk dibawa ke kampus atau tempat kerja. </p> <p>Sekali pakai, botol itu biasanya langsung dibuang. Sebagian mungkin didaur ulang, tapi tak sedikit juga yang berakhir di sungai dan laut. Data menunjukkan sekitar <a href="https://worldpopulationreview.com/country-rankings/plastic-pollution-by-country">45%</a> sampah plastik Indonesia tidak terkelola dengan baik.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/industri-fosil-biang-penyebab-bumi-makin-panas-membebankan-tanggung-jawab-pada-individu-sungguh-tak-adil-286140">Industri fosil biang penyebab Bumi makin panas, membebankan tanggung jawab pada individu sungguh tak adil</a> </strong> </em> </p> <hr> <p>Perusahaan produsen botol atau air minum hampir pasti tidak menanggung biaya untuk membersihkan sampah tersebut. Peran mereka selesai setelah produk dijual atau sampai di tangan konsumen.</p> <p>Cerita akan berbeda apabila pemerintah mulai mengenakan pungutan atas plastik. Uang pungutan bisa dipakai untuk penanganan sampah.</p> <p>Melalui regulasi dan asumsi tertentu, besaran pungutan bisa disesuaikan dengan besaran biaya penanganan lingkungan, sehingga akan menaikkan harga jual.</p> <p>Karena air minum dalam kemasan plastik menjadi lebih mahal, tentu orang akan berpikir dua kali untuk membeli dan mulai beralih membawa tumbler sendiri, sehingga pencemaran sampah plastik dapat ditekan. </p> <p>Di sisi lain, perusahaan juga terdorong mengurangi penggunaan plastik agar harga jualnya lebih murah. Mereka bisa melirik penggunaan bahan baku alternatif, dan mendapat insentif jika produksinya lebih ramah lingkungan.</p> <p>Kira-kira begitulah gambaran konsep pajak berbasis lingkungan atau pajak hijau (<em>green taxes</em>). Kebijakan ini bertujuan memasukkan faktor kerusakan lingkungan dalam <a href="https://taxfoundation.org/taxedu/glossary/pigouvian-tax/">harga</a>âyang selama ini tersembunyi dalam <a href="https://www.imf.org/en/publications/fandd/issues/series/back-to-basics/externalities">âeksternalitas negatifâ</a>. Tujuannya menekan konsumsi barang atau jasa yang berpotensi merusak lingkungan melalui kenaikan harga.</p> <p>Di Indonesia, sudah ada beberapa kebijakan pajak hijau yang sudah dan akan berlaku, tetapi penerapannya belum mencakup semua sektor potensial.</p> <h2>Banyak peluang pajak hijau</h2> <p>Pajak hijau secara umum diterapkan pada <a href="https://ec.europa.eu/eurostat/statistics-explained/index.php?title=Environmental_tax_statistics#Environmental_tax_categories">empat aspek</a>, yaitu sumber daya alam (<em>resource taxes</em>), energi (<em>energy taxes</em>), transportasi (<em>transportation taxes</em>), dan polusi (<em>pollution taxes</em>). </p> <p>Adapun pelaksanaannya meliputi seluruh pungutan negara, baik Penerimaan Perpajakan maupun Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) berdasarkan basis pemungutannya (<em>physical unit</em>). </p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/riset-biaya-lingkungan-indonesia-nyaris-seribu-triliun-setahun-ini-10-besar-penyebabnya-176697">Riset: biaya lingkungan Indonesia nyaris seribu triliun setahun, ini 10 besar penyebabnya</a> </strong> </em> </p> <hr> <p>Dalam konteks Indonesia saat ini, pajak hijau ini dapat berupa jenis pajak baru atau dilekatkan pada kebijakan pajak tertentu yang sudah ada, misalnya PPN, yang diarahkan untuk kepentingan lingkungan.</p> <p>Contoh pajak hijau yang paling baru adalah pajak karbon, dengan dasar hukum pemungutan <a href="https://jdih.kemenkeu.go.id/dok/uu-7-tahun-2021">Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021</a> tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).</p> <p>Pajak karbon bisa dianggap contoh terbaik pajak hijau karena pungutannya dapat diatribusikan langsung terhadap kerusakan yang ditimbulkan. Pajak ini dihitung dari volume emisi (ton COâe) dikali tarif per ton COâe yang berkontribusi terhadap pemanasan global.</p> <p>Hasil pungutan pajak karbon juga dapat dialokasikan khusus untuk memulihkan lingkungan atau menambah kapasitas energi terbarukan.</p> <p>Sayangnya, aturan tersebut belum <a href="https://news.ddtc.co.id/berita/nasional/1816041/pajak-karbon-tak-kunjung-dikenakan-begini-temuan-bpk">diterapkan</a> hingga saat ini.</p> <h2>Jenis pungutan hijau yang potensial dari pertambangan</h2> <p>Selain pajak karbon, sebenarnya ada pungutan lainnya yang dapat terapkan di Indonesia. Contohnya adalah cukai, yang bisa dikenakan untuk barang yang pemakaiannya terindikasi mencemari lingkungan. </p> <p>Plastik dapat masuk dalam kerangka aturan ini, tetapi sampai sekarang penerapannya masih <a href="https://www.tempo.co/ekonomi/kementerian-keuangan-nyatakan-cukai-plastik-tidak-berlaku-tahun-ini-1192761">berupa wacana</a>. </p> <p>Penambahan jenis pajak baru, seperti pajak karbon, atau perluasan objek pungutan, seperti cukai plastik, memang harus melalui pertimbangan matang karena akan berpengaruh terhadap perekonomian. Apalagi menteri keuangan menyatakan tidak ada pajak baru sebelum ekonomi <a href="https://news.ddtc.co.id/berita/nasional/1821713/purbaya-belum-ingin-terapkan-pajak-baru-tahun-depan">tumbuh 6%</a> dalam beberapa kuartal berturut-turut.</p> <p>Alternatifnya, pembuat kebijakan dapat mengoptimalkan jenis dan skema pajak yang sudah ada, misalnya terhadap sektor-sektor penyumbang emisi terbesar, seperti <a href="https://ugm.ac.id/id/berita/sektor-kehutanan-penyumbang-terbesar-emisi-di-indonesia/">kehutanan</a>. </p> <p>Skema pungutan yang sudah ada di sektor ini, misalnya PPN besaran tertentu untuk kayu dan PNBP, bisa jadi belum cukup efektif menghambat laju deforestasi. Ditambah lagi jika kapasitas institusi pengawasnya belum optimal.</p> <p>Sektor lainnya yang menyumbang emisi besar adalah energi, terutama yang berbasis fosil/ekstraktif. </p> <p>Selama ini perusahaan minyak, gas, dan batu bara memang sudah membayar berbagai pungutan pajak maupun PNBP ketika menambang. Namun, pungutan ini seakan belum mampu menahan laju eksploitasi yang sering kali berbanding lurus dengan kerusakan lingkungan.</p> <p>Pengaturan kontradiktif justru ada pada komoditas batu bara. <a href="https://peraturan.bpk.go.id/Details/232943/pp-no-49-tahun-2022">Peraturan Pemerintah No. 49 Tahun 2022</a> tidak menetapkan batu bara sebagai barang yang mendapat fasilitas PPN dibebaskan (pajak masukan/PM tidak dapat dikreditkan), tidak seperti minyak dan gas bumi, meskipun sama-sama barang kena pajak. </p> <p>Alhasil, ketika perusahaan batu bara melakukan ekspor (dengan pajak keluaran/PK-nya 0%), pajak masukannya dapat dikreditkan sebagaimana mekanisme umum (PK-PM), sehingga besar kemungkinan akan lebih bayar.</p> <p>Kontradiksi inilah yang menjadi topik bahasan diskusi Menteri Keuangan dengan DPR beberapa waktu lalu, saat restitusi (pengembalian pajak yang sudah dibayarkan karena lebih bayar) perusahaan batu bara mencapai <a href="https://money.kompas.com/read/2025/12/08/192421826/purbaya-sebut-skema-pajak-batu-bara-buat-negara-rugi-rp-25-t-per-tahun">Rp 25 triliun</a> per tahun. Pasalnya, pemerintah justru seperti memberikan âsubsidiâ perusahaan batu bara. </p> <p>Akhirnya, sebagai âkompensasiâ, pemerintah merencanakan pengenaan bea keluar batu bara.</p> <h2>Jenis pungutan potensial dari sisi konsumsi</h2> <p>Dari sisi konsumsi, ada juga peluang optimalisasi pungutan bahan bakar kendaraan bermotor (BBKB) bensin, solar, dan gas melalui PPN dan pajak daerah (<em>pollution taxes</em>). </p> <p>Sifat bahan bakar ini cenderung inelastis, bahkan disubsidi. Penerapannya memerlukan pemikiran yang komprehensif agar mampu mengurangi konsumsi sekaligus sebagai sumber penerimaan. </p> <p>Soal ini, pemerintah tampaknya masih berhitung untuk menerapkan kebijakan yang berdampak pada kenaikan harga, terutama BBM, mengingat potensi risiko sosial-ekonomi, bahkan elektabilitas.</p> <p>Terkait transportasi (<em>transportation taxes</em>), pengenaan pajak yang lebih agresif dapat diterapkan untuk kendaraannya, misalnya dengan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). </p> <p>Saat ini, kita mengenal tarif progresif pajak kendaraan untuk kepemilikan kedua dan seterusnya. Ada juga penghitungan berdasarkan bobot dan koefisien tertentu. </p> <p>Mekanisme penghitungan tersebut sebenarnya dapat diperkuat, misalnya dengan memasukkan secara langsung karakteristik emisinya, seperti yang diterapkan di <a href="https://www.oecd.org/en/publications/the-norwegian-co2-differentiated-motor-vehicle-registration-tax_ee108c96-en.html">Norwegia</a> dan <a href="https://www.eplaque.fr/en/car-registration-cost-france">Prancis</a>.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/pajak-karbon-bisa-menjadi-salah-satu-solusi-bagi-indonesia-untuk-mencapai-sustainable-development-goals-sdgs-165749">Pajak karbon bisa menjadi salah satu solusi bagi Indonesia untuk mencapai <em>sustainable development goals</em> (SDGs)</a> </strong> </em> </p> <hr> <h2>Mengejar pertumbuhan ekonomi tak harus mengorbankan lingkungan</h2> <p>Pemerintah saat ini tengah mengejar target pertumbuhan ekonomi 6-8% melalui strategi deregulasi dan pengurangan hambatan birokrasi.</p> <p>Namun demikian, tak jarang upaya tersebut terjebak antara dilema pertumbuhan dan lemahnya pengawasan lingkungan. Padahal, mengabaikan aspek lingkungan demi stimulus ekonomi instan dapat berakibat fatal. </p> <p>Kita melihat efeknya dalam bencana banjir Sumatera tahun lalu, yang menelan lebih dari <a href="https://gis.bnpb.go.id/BANSORSUMATERA2025/">1.200 korban jiwa</a> dan kerugian ekonomi hingga <a href="https://www.tempo.co/ekonomi/celios-prediksi-kerugian-ekonomi-imbas-banjir-sumatera-capai-rp-68-67-triliun-2095615">Rp 68,67 triliun</a>, belum termasuk kerugian sosial-politik, seperti ketidakpuasan publik.</p> <p>Dalam konteks inilah kebijakan disinsentif berbasis pasar, seperti pajak hijau hadir sebagai alternatif yang relevan. Beberapa riset juga menunjukkan jika penyederhanaan proses untuk berusaha <a href="https://www.iisd.org/system/files/2023-10/revisiting-tax-incentives-investment-promotion-tool-policy-makers.pdf">lebih mengena</a> untuk mendorong investasi daripada tarif pajak rendah (insentif pajak).</p> <p>Alih-alih mengandalkan rantai perizinan yang panjang, kebijakan pajak hijau berpotensi lebih efektif menekan konsumsi destruktif dengan memasukkan penghitungan biaya lingkungan langsung ke dalam komponen harga.</p> <p>Kunci keberhasilannya adalah penyederhanaan mekanisme dan administrasi pemungutan, serta kepastian. Tegasnya, perizinan berusaha bisa saja dipermudah mengingat program deregulasi tersebut, tetapi pungutan negara (pajak hijau) dapat diperluas dan/atau dinaikkan untuk mengurangi konsumsi dan perilaku yang merusak lingkungan.</p> <hr> <iframe src="https://tally.so/r/rj9xjp?alignLeft=1&hideTitle=1&transparentBackground=1&dynamicHeight=1" width="100%" height="321" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0" title="Survey Form"> </iframe><img src="https://counter.theconversation.com/content/278092/count.gif" alt="The Conversation" width="1" height="1" /> <p class="fine-print"><em><span>Aldiles Vindi Septian tidak bekerja, menjadi konsultan, memiliki saham, atau menerima dana dari perusahaan atau organisasi mana pun yang akan mengambil untung dari artikel ini, dan telah mengungkapkan bahwa ia tidak memiliki afiliasi selain yang telah disebut di atas.</span></em></p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://theconversation.com/banyak-peluang-pajak-berbasis-lingkungan-kenapa-belum-optimal-278092" rel="noopener" target="_blank">theconversation.com</a>.</em></p>
Aldiles Vindi Septian, Analis Kebijakan Perpajakan, Komite Pengawas Perpajakan
15 Sep

Merosot 56%, apa kata pakar tentang skor kebebasan akademis di Indonesia?
<blockquote> <p>â Indeks V-Dem mencatat kebebasan akademis Indonesia merosot 56% dalam satu dekade terakhir.</p> <p>â Penurunan ini didorong oleh intervensi politik, beban administratif, serta maraknya âself-censorshipâ.</p> <p>â Kondisi ini memerlukan otonomi kampus, perlindungan hukum, dan solidaritas lintas perguruan tinggi.</p> </blockquote> <hr> <p>Pada Juli 2026, <a href="https://academic-freedom-index.net/">V-Dem Institute</a> merilis indeks kebebasan akademis global yang mengukur kebebasan akademisi meneliti, mengajar, menerbitkan karya, dan bertukar gagasan tanpa tekanan politik.</p> <p>Hasilnya, Indonesia menjadi salah satu dari 30 negara dengan penurunan kebebasan akademis terbesar selama 10 tahun terakhir. <a href="https://www.cnbcindonesia.com/research/20260716120424-128-751292/kebebasan-akademik-ri-merosot-tajam-masuk-15-terburuk-di-dunia">Skor Indonesia merosot sekitar 56%, dari 0,74 pada 2015 menjadi 0,33 pada 2025</a>.</p> <p><em>The Conversation Indonesia</em> menghubungi lima pakar dari berbagai universitas di Indonesia untuk merespons fenomena di balik anjloknya skor tersebut berdasarkan keahlian dan pengalaman mereka.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/kebebasan-akademik-di-bawah-ancaman-di-seluruh-dunia-berikut-ini-cara-membelanya-125831">Kebebasan akademik di bawah ancaman di seluruh dunia - berikut ini cara membelanya</a> </strong> </em> </p> <hr> <h2>Dibuat sibuk agar tak sempat mengkritik?</h2> <p>Ilham Akhsanu Ridlo, dosen Universitas Airlangga (UNAIR) yang sedang menempuh S3 di Jerman, mengatakan kemerosotan kebebasan akademis juga terjadi di kampusnya. Salah satunya terlihat dari kasus dosen non-ASN Cenuk Widiyastrisna Sayekti, yang mengaku mendapat tekanan kampus terkait kesaksiannya dalam <a href="https://www.mkri.id/berita/kisah-dosen-non-asn-mengalami-kekerasan-finansial--25329">sidang uji materi UU Guru dan Dosen Juni lalu</a>.</p> <p>âSecara tidak sadar, dosen terdorong mengurangi kritik karena terbebani urusan administratif dan persoalan kesejahteraan,â ungkap Ilham.</p> <p>Hal serupa dirasakan Imam Salehudin, dosen Universitas Indonesia. Menurutnya, dalam 10 tahun terakhir, kewajiban akreditasi nasional, tuntutan pemeringkatan internasional, hingga persyaratan kenaikan jabatan fungsional membuat beban administrasi dosen semakin berat.</p> <p>âSemua hal ini secara kolektif bisa membebani dosen sehingga mengurangi kebebasan akademis di kampus,â imbuhnya.</p> <p>Imam menambahkan, kebebasan akademis tak selalu hilang karena larangan eksplisit. Sistem juga dapat mendorong sivitas akademika melakukan <em>self-censorship</em>.</p> <p>âMisalnya, penelitian yang kritis terhadap isu tertentu tidak dilarang, tetapi tidak mendapatkan dukungan pendanaan, tidak dianggap mendukung target institusi, atau dianggap tidak memberikan kontribusi terhadap indikator kinerja. Secara formal tetap bebas, tetapi secara praktis ruang geraknya menjadi lebih sempit,â ungkapnya.</p> <p>Menurut Ayu Anastasya Rachman, dosen di Universitas Bina Mandiri Gorontalo, represi terbuka seperti <a href="https://www.dw.com/id/kriminalisasi-praktisi-budaya-menguat-di-turki/a-58287243">kriminalisasi akademisi di Turki</a> jarang terjadi di Indonesia. Di sini, yang terjadi adalah kontrol administratif. </p> <p>âKita bisa lihat contohnya saat Pemilu 2024, <a href="https://www.bbc.com/indonesia/articles/cv2j9lmz906o">sejumlah rektor mengaku diminta membuat video apresiasi Presiden Jokowi setelah gelombang petisi kampus</a>. Tidak ada yang dipenjara, tetapi pesan yang sampai ke masyarakat ada intervensi,â kenangnya.</p> <p>Ayu menuturkan, di kampusnya yang berlokasi jauh dari Ibu Kota, tekanan dapat muncul melalui ruang tawar institusi yang menyempit hingga pengurangan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP). Ketika beasiswa berkurang, kampus tidak boleh menagih selisihnya kepada mahasiswa, sehingga terpaksa <a href="https://emedia.dpr.go.id/news/2025/09/25/nilai-bantuan-kip-kuliah-di-kampus-swasta-dipangkas-komisi-x-beratkan-mahasiswa">menanggung beban finansial tersebut.</a></p> <p>Sementara Kasmiati, dosen Universitas Sulawesi Barat yang sedang menempuh studi doktoral di Prancis, juga mengakui adanya <em>self-censorship</em> di kalangan akademisi. Menurut dia, dalam mengkritik pemerintah, beberapa akademisi terkadang memilih diam demi keamanan diri.</p> <h2>Warisan yang problematis dan tekanan neoliberalisme</h2> <p>Masduki, Guru Besar Ilmu Media dan Jurnalisme Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, menganggap kemerosotan kebebasan akademis berakar pada warisan struktur politik. Sejak era Suharto, negara kerap menempatkan akademisi sebagai bagian dari <a href="https://www.sciencedirect.com/topics/computer-science/state-apparatus">aparat negara</a> yang harus tunduk pada program pemerintah.</p> <p>Akibatnya, kampus bukan lagi berperan sebagai pengawas, melainkan pelaksana program pemerintah, seperti dalam tata kelola tambang dan dapur MBG.</p> <p>âKampus harusnya menjalankan fungsi <em>watchdog</em> dan mengembangkan sikap kritis, bukan jadi pelaksana program yang kontroversial,â tegasnya.</p> <p>Selain warisan politik, tekanan <a href="https://e-journal.upr.ac.id/index.php/JPN/article/view/12484">neoliberalisme pendidikan</a> juga membatasi kebebasan akademis universitas.</p> <p>Dalam konteks <a href="https://www.hukumonline.com/berita/a/mengenal-perguruan-tinggi-berbadan-hukum-lt64a3e4fd316a5/">perguruan tinggi negeri - badan hukum (PTN-BH)</a>, misalnya, sebagian tanggung jawab yang sebelumnya ditanggung pemerintah beralih ke kampus. PTN pun dituntut menggalang dana sendiri dan âterpaksaâ mengadopsi logika ekonomi dalam mengelola kampus.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/uang-kuliah-mahal-mengapa-ptn-bh-jadi-akar-masalahnya-230100">Uang kuliah mahal: mengapa PTN-BH jadi akar masalahnya?</a> </strong> </em> </p> <hr> <p>Menurut Imam, selama perguruan tinggi dituntut memprioritaskan kemandirian secara finansial dan menghasilkan lulusan yang cepat dapat kerja, kebebasan akademis sulit menjadi prioritas.</p> <p>âKalau kegiatan akademis terlalu banyak diarahkan oleh target-target tertentuâbaik target politik, ekonomi, maupun target kinerjaâada risiko bahwa kampus hanya akan mengembangkan pengetahuan yang dianggap memiliki nilai atau manfaat secara cepat,â jelas Imam.</p> <h2>Apa jadinya kalau kebebasan akademis merosot?</h2> <p><a href="https://theconversation.com/riset-petakan-hubungan-antara-kebebasan-akademik-dan-demokrasi-studi-kasus-pada-negara-negara-afrika-202114">Kebebasan akademis erat kaitannya dengan demokrasi</a>. Jika kampus hanya menjadi pelaksana program pemerintah, universitas kehilangan ruang untuk memberi masukan secara independen. Hal ini dapat mengikis kepercayaan publik terhadap perguruan tinggi sebagai penjaga netralitas dan kebebasan berpendapat.</p> <p>Tata menegaskan bahwa kebebasan akademis merupakan fondasi kerja universitas. Kampus bertugas memproduksi, mengembangkan, dan menguji pengetahuan secara objektifâyang semuanya membutuhkan kebebasan akademis.</p> <p>âTanpa kebebasan akademis, universitas hanya akan melahirkan âcheerleadersâ bagi rezim, bukan seorang intelektual,â terangnya.</p> <p>Imam menuturkan, kebebasan akademis penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan karena pengetahuan lahir dari keberanian mempertanyakan hal yang dianggap benar. Jika sivitas akademika takut mengkritik kebijakan, meneliti isu sensitif, atau berbeda pandangan, kampus kehilangan fungsi utamanya sebagai ruang menguji dan mengoreksi gagasan.</p> <p>Ia menambahkan, kebebasan akademis juga penting karena ilmu pengetahuan tidak selalu menghasilkan manfaat ekonomi dalam jangka pendek. Sebagian penelitian baru menunjukkan manfaatnya dalam jangka panjang, bahkan belum terlihat pada awalnya.</p> <p>Padahal, kampus seharusnya tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga menghasilkan pengetahuan yang dapat digunakan untuk melihat dan menyelesaikan persoalan masyarakat.</p> <h2>Bagaimana merawat kebebasan akademis?</h2> <p>Kebebasan akademis berlaku di tingkat individu dan institusi. </p> <p>Menurut Ayu, ada tiga hal yang bisa dilakukan kampus untuk memperkuat kebebasan tersebut.</p> <p><em>Pertama</em>, menjadikan kebebasan akademis sebagai kebijakan tertulis institusiâbukan sekadar merujuk <a href="https://peraturan.bpk.go.id/Details/39063/uu-no-12-tahun-2012">pada UU Pendidikan Tinggi</a>âdisertai mekanisme perlindungan bagi dosen dan mahasiswa yang mengkritik penyelenggaraan negara.</p> <p><em>Kedua</em>, benahi tata kelola. Selama Senat dan Majelis Wali Amanat didominasi pimpinan kampus, tidak ada organ yang cukup independen untuk menolak tekanan dari luar.</p> <p><em>Ketiga</em>, bergerak kolektif dan lintas institusi. Kampus dan publik perlu membuka ruang bagi perbedaan pendapat dan ekspresi, bukan penyeragaman, ketakutan, apalagi budaya komunikasi ala militer yang selalu diawali âizin, izin, izinâ.</p> <p>Ayu menambahkan, asosiasi profesi dan ilmuwan seperti Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) dan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) penting menjadi perisai kolektif bagi akademisi yang diserang. Media juga perlu memberitakan intimidasi sebagai isu tata kelola, bukan sekadar berita politik sesaat.</p> <p>Masyarakat sipil dan organisasi bantuan hukum dapat mendampingi akademisi menempuh jalur MK atau PTUN. DPR juga perlu memastikan regulasi akreditasi dan hibah tidak menjadi alat disiplin politik. <a href="https://kebebasanakademik.wordpress.com/about/">Keberadaan organisasi seperti Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA)</a> juga bisa menjadi salah kekuatan untuk mendorong upaya solidaritas ini.</p> <p>Merawat kebebasan akademis pada akhirnya adalah kepentingan publik. Sebab, kualitas pengetahuan, lulusan, dan kemampuan berpikir kritis turut menentukan kualitas demokrasi. Tekanan terhadap akademisi pada dasarnya adalah gangguan terhadap kehidupan publik.</p> <p>âKalau kebebasan akademis terus tergerus, yang hilang bukan hanya hak dosen, tetapi kemampuan negara mengoreksi diri,â tutup Ayu.</p> <hr> <p> <em> <strong> Baca juga: <a href="https://theconversation.com/mengapa-tak-seharusnya-tni-masuk-kampus-256227">Mengapa tak seharusnya TNI âmasukâ kampus?</a> </strong> </em> </p> <hr> <hr> <iframe src="https://tally.so/embed/2EWy6D?alignLeft=1&hideTitle=1&transparentBackground=1&dynamicHeight=1" width="100%" height="321" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0" title="Survey Form"> </iframe><img src="https://counter.theconversation.com/content/290734/count.gif" alt="The Conversation" width="1" height="1" /><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://theconversation.com/merosot-56-apa-kata-pakar-tentang-skor-kebebasan-akademis-di-indonesia-290734" rel="noopener" target="_blank">theconversation.com</a>.</em></p>
Hayu Rahmitasari, Education & Culture Editor, The Conversation
15 Sep

Ketika negara gagal menjamin rasa aman, warga bisa melihat pemerintah sebagai ancaman
<blockquote> <p>â Kegagalan tata kelola krisis memperbesar ancaman terhadap keamanan manusia.</p> <p>â Masyarakat sipil mulai membingkai negara sebagai ancaman terhadap keselamatan warga.</p> <p>â Respons represif negara berisiko memperdalam krisis legitimasi dan kepercayaan publik.</p> </blockquote> <hr> <p>Bagi warga yang rumahnya rusak akibat gempa, anaknya keracunan setelah makan program pemerintah, atau keluarganya harus menghirup asap kebakaran hutan, âkeamananâ bukan perkara tentara, senjata, atau penjagaan perbatasan. </p> <p>Keamanan berarti bisa tidur tanpa takut, menghirup udara yang layak, mendapatkan makanan yang aman, dan percaya bahwa negara akan hadir ketika terjadi bencana.</p> <p>Persoalan ini terasa semakin nyata ketika Indonesia menghadapi berbagai krisis secara bersamaan. <a href="https://en.antaranews.com/news/427193/77-magnitude-quake-in-indonesia-linked-to-flores-fault-bmkg">Gempa M7,7 mengguncang Flores</a>, Nusa Tenggara Timur, pada 15 Agustus.</p> <p>Sementara itu, kasus <a href="https://www.reuters.com/world/asia-pacific/indonesias-top-rights-body-calls-police-probe-poisoning-about-2000-students-2026-09-04">keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG)</a> kembali terjadi di sejumlah daerah pada awal September, termasuk <a href="https://www.detik.com/jatim/berita/d-8649418/buntut-panjang-748-santri-siswa-keracunan-mbg-di-sidoarjo">Sidoarjo</a>, dengan ratusan pelajar terdampak.</p> <p>Pada saat yang sama, kebakaran hutan dan lahan menjadi masalah lintas negara ketika asap dari Kalimantan dan Sumatra menyebar ke <a href="https://www.channelnewsasia.com/asia/indonesia-forest-fires-haze-2026-explainer-6362061">Malaysia, Brunei, hingga Filipina</a>. </p> <p>Belum selesai satu persoalan, erupsi Anak Krakatau <a href="https://www.bmkg.go.id/berita/utama/bmkg-terus-pantau-dampak-erupsi-gunung-anak-krakatau">mengganggu penerbangan sejumlah bandara</a> termasuk Soekarno-Hatta, serta berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi maupun mobilitas masyarakat.</p> <p>Lantas, bagaimana negara merespons deretan bencana tersebut?</p> <p>Di sinilah kita bisa menilai seberapa baik negara menangani krisis, mengurangi kerentanan warga, serta mencegah dampaknya menjadi lebih buruk.</p> <h2>Bencana juga terkait tata kelola</h2> <p><a href="https://arxiv.org/abs/2104.13425">Riset tentang bencana</a> menunjukkan bahwa besarnya kerugian tidak hanya ditentukan oleh kekuatan fenomena alam. Kapasitas negara, kualitas institusi, sumber daya, hingga kemampuan pemerintah mencegah ataupun menangani dampaknya turut menentukan tingkat kerentanan masyarakat. </p> <p><a href="https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/1065912917716335">Studi lintas negara</a> bahkan menemukan bahwa kualitas pemerintahan berkaitan dengan lebih rendahnya kerentanan terhadap bencana.</p> <p>Respons negara tidak cukup diukur dari berapa banyak personel atau bantuan yang dikirim setelah bencana, tetapi juga apakah pemerintah mampu melakukan pencegahan, memberikan informasi yang dapat dipercaya, melindungi kelompok rentan, serta memastikan pemulihan berjalan.</p> <p>Sayangnya, sejumlah respons pemerintah justru menimbulkan pertanyaan.</p> <p>Dalam penanganan banjir bandang Sumatra, misalnya. <a href="https://www.channelnewsasia.com/asia/indonesia-aceh-flood-white-flag-national-disaster-prabowo-subianto-5610441">Pemerintah dihujani kritik</a> karena dianggap lamban menetapkan prioritas dan status penanganan.</p> <p>Dalam menghadapi rangkaian bencana terbaru, pemerintah memang telah mengerahkan berbagai langkah, mulai dari operasi modifikasi cuaca dan penanganan abu vulkanik hingga distribusi logistik dan percepatan pemulihan di wilayah terdampak.</p> <p>Namun, ketika erupsi Anak Krakatau mulai mengganggu penerbangan dan aktivitas warga, Prabowo justru sedang berada di Vladivostok, Rusia, untuk menghadiri Eastern Economic Forum. Meski ia kemudian <a href="https://setkab.go.id/presiden-prabowo-pastikan-penanganan-bencana-berjalan-pemulihan-masyarakat-terus-dipercepat">memimpin rapat penanganan bencana secara virtual</a> dan menyampaikan arahan dari Jakarta, jarak tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa krisis yang dihadapi warga bukan prioritas utama Presiden.</p> <p><a href="https://www.reuters.com/world/asia-pacific/indonesias-top-rights-body-calls-police-probe-poisoning-about-2000-students-2026-09-04">Dalam kasus MBG</a>, persoalannya bahkan bukan bencana alam, melainkan risiko yang muncul dari program pemerintah. Ketika kasus keracunan berulang, <a href="https://www.reuters.com/world/asia-pacific/indonesia-cuts-budget-presidents-free-meals-programme-further-128-billion-2026-07-21">program ini justru tetap diperluas</a>. Wajar jika publik mempertanyakan apakah keselamatan penerima manfaat ditempatkan di atas target perluasan program.</p> <p>Ini bukan semata ada atau tidak ada respons pemerintah, melainkan apakah respons tersebut cukup untuk membuat warga merasa aman.</p> <h2>Dari keamanan negara ke keamanan manusia</h2> <p>Konsep <em>human security</em> (keamanan manusia) kini menjadi relevan. <a href="https://hdr.undp.org/content/human-development-report-1994">Laporan UNDP 1994</a> memperluas pengertian keamanan dari perlindungan wilayah negara menjadi perlindungan manusia. </p> <p>Keamanan mencakup antara lain keamanan kesehatan, pangan, lingkungan, ekonomi, personal, komunitas, dan politik. Fokusnya adalah manusia dan kehidupan sehari-harinya, bukan hanya kelangsungan negara.</p> <p>Perspektif ini mengubah cara kita melihat berbagai krisis di Indonesia. Anak yang keracunan makanan, keluarga yang kehilangan rumah akibat gempa, atau warga yang kesulitan bernapas karena asap bukan sekadar âkorban bencanaâ. Mereka mengalami ancaman <em>human security</em>.</p> <p>Artinya, kegagalan negara mengelola krisis dapat dipahami bukan hanya sebagai masalah administratif, tetapi sebagai persoalan keamanan.</p> <h2>Masyarakat melihat negara sebagai ancaman</h2> <p><a href="https://www.researchgate.net/publication/274649174_Security_A_New_Framework_for_Analysis_By_Barry_Buzan_Ole_Weaver_and_Jaap_de_Wilde_Boulder_CO_Lynne_Rienner_1998_239p_5500_cloth_1995_paper">Konsep sekuritisasi</a> dari Barry Buzan, Ole WĂŠver, dan Jaap de Wildeâakademisi hubungan internasional yang sangat berpengaruh dalam kajian keamanan, khususnya melalui pendekatan yang dikenal sebagai <a href="https://link.springer.com/chapter/10.1057/9781137307576_2">Copenhagen School</a>âmembantu menjelaskan tahap berikutnya.</p> <p>Dalam teori ini, sesuatu menjadi persoalan keamanan ketika aktor membingkainya sebagai ancaman eksistensial terhadap sesuatu yang dianggap harus dilindungi. Proses tersebut melibatkan aktor yang menyampaikan ancaman, objek yang dianggap terancam, dan audiens yang menerima atau menolak pembingkaian tersebut.</p> <p>Dalam konteks Indonesia, menarik melihat bagaimana masyarakat sipil mulai membingkai kebijakan dan respons pemerintah sebagai ancaman terhadap keselamatan warga.</p> <p>Rentetan demonstrasi, kritik terhadap MBG, serta tuntutan agar pemerintah memperlakukan bencana secara lebih serius bukan sekadar ekspresi ketidakpuasan politik. Semuanya bisa kita baca sebagai upaya warga mengatakan bahwa yang sedang terancam bukan sekadar stabilitas politik, melainkan kehidupan dan keselamatan masyarakat.</p> <p>Ini merupakan pembalikan yang penting. Dalam <a href="https://digitallibrary.un.org/nanna/record/670300/files/ahdr2009e.pdf?registerDownload=1&version=1&withMetadata=0&withWatermark=0&">paradigma keamanan tradisional</a>, negara biasanya menjadi aktor yang menentukan apa yang mengancam keamanan. Sementara dalam perspektif <a href="https://www.un.org/humansecurity/what-is-human-security"><em>human security</em></a>, warga menjadi pusat perhatian.</p> <h2>Saat negara justru mengamankan diri dari warganya</h2> <p>Persoalan jadi makin serius ketika ekspresi kerisauan masyarakat justru diperlakukan sebagai persoalan keamanan.</p> <p>Pengerahan ribuan aparat untuk mengamankan demonstrasi menunjukkan bagaimana negara dapat melakukan âsekuritisasi tandinganâ: keresahan warga dibingkai sebagai ancaman terhadap ketertiban dan keamanan. Sementara tuntutan substantif di balik keresahan tersebut justru diabaikan.</p> <p>Negara yang seharusnya menjadi penyedia keamanan justru menjadi sumber ketidakamanan.</p> <p>Pemerintah tentu dapat menunjukkan berbagai bentuk respons: pengiriman logistik, pengerahan personel, pengawasan dapur MBG, hingga ancaman penutupan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang tidak memenuhi standar. Semua itu penting. Namun, kehadiran negara secara administratif tidak otomatis menciptakan <em>human security</em>.</p> <p><a href="https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2212420925006016">Riset</a> tentang kapasitas negara dalam penanggulangan bencana menunjukkan bahwa respons efektif membutuhkan lebih dari sekadar tindakan darurat. Kapasitas administratif, sumber daya, partisipasi masyarakat, dan koordinasi kelembagaan juga sama pentingnya.</p> <p>Oleh karena itu, pemerintah perlu melihat kritik masyarakat bukan semata sebagai gangguan terhadap stabilitas. Kritik tersebut bisa menjadi indikator bahwa sebagian warga tidak lagi merasa aman dengan cara negara menjalankan kekuasaannya.</p> <p>Jika pola ini terus berlangsung, bukan hanya kepercayaan publik yang menurun, pemerintah juga berisiko kehilangan legitimasi sebagai penyedia keamanan.</p> <p>Ketika negara gagal menjawab ancaman yang dirasakan warga dan justru menganggap keresahan mereka sebagai ancaman, masyarakat dapat membalik pertanyaan paling mendasar dalam politik: siapa sebenarnya yang sedang dilindungi oleh negaraâdan siapa yang perlu dilindungi dari negara?</p> <hr> <iframe src="https://tally.so/embed/b5J8QE?alignLeft=1&hideTitle=1&transparentBackground=1&dynamicHeight=1" width="100%" height="321" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0" title="Survey Form"> </iframe><img src="https://counter.theconversation.com/content/290937/count.gif" alt="The Conversation" width="1" height="1" /> <p class="fine-print"><em><span>Para penulis tidak bekerja, menjadi konsultan, memiliki saham atau menerima dana dari perusahaan atau organisasi mana pun yang akan mengambil untung dari artikel ini, dan telah mengungkapkan bahwa ia tidak memiliki afiliasi di luar afiliasi akademis yang telah disebut di atas.</span></em></p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://theconversation.com/ketika-negara-gagal-menjamin-rasa-aman-warga-bisa-melihat-pemerintah-sebagai-ancaman-290937" rel="noopener" target="_blank">theconversation.com</a>.</em></p>
Nuke Faridha Wardhani, Dosen Ilmu Politik, Universitas Airlangga
15 Sep

Triliunan Rupiah untuk MBG, Secuil Jejak di Piring Warga
Data BPS (MaretâSeptember 2025) di lima provinsi dengan jumlah dapur MBG terbanyak (Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, dan Sumatera Utara), menunjukkan rata-rata konsumsi protein harian meningkat tipis 0,81 gram, setara dengan energi yang habis terbakar saat murid SD berjalan kaki dalam 1 menit 12 detik. (Project M/Erriz Dwi) Klaim-klaim âkeberhasilan MBGâ nyatanya tidak menyisakan jejak dalam rata-rata konsumsi per kapita. Pengeluaran masyarakat bertambah, sementara triliunan anggaran MBG sudah dihamburkan pemerintah. SEBUAH berita berjudul â Survei BPS: MBG Ringankan Beban Ekonomi Keluarga â dipublikasi dalam website Badan Gizi Nasional pada 2 Februari 2026. Berita itu memuat sederet klaim keberhasilan proyek Makan Bergizi Gratis, program flagship Presiden Prabowo Subianto. Beberapa klaim secara eksplisit ditulis dalam berita itu di antaranya: â Program MBG memberikan dampak signifikan dalam menurunkan beban pengeluaran rumah tangga, khususnya pada sektor pangan.â ââŠhasil survei menunjukkan mayoritas penerima manfaat merasakan kemudahan dalam memperoleh makanan bergizi, berkurangnya waktu persiapan makan, serta perubahan perilaku konsumsi ke arah yang lebih sehat, khusu âŠ
NEXTRAAPPS
15 Sep

Sarjana di Indonesia Berakhir Menjadi Pengangguran
<p>Seorang lulusan salah satu universitas di Yogyakarta mencari lowongan melalui berbagai platform pencarian kerja. Ia telah mengirim lamaran ke sejumlah perusahaan, namun belum mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kemampuannya. (Project M/ Afifah Golda).</p><p class="ql-align-center"><em>Sejak sepuluh tahun terakhir, jumlah sarjana yang menganggur di Indonesia terus meningkat. Kondisi semakin memburuk ketika lapangan kerja untuk sarjana juga tak kunjung ada.</em></p><p>TAHUN lalu saya mencoba merintis usaha warung makan di sebuah lapak kuliner di Citayam, kawasan sub-urban penyangga Jakarta. Karena butuh tukang masak sekaligus jaga warung, saya melempar lowongan kerja paruh waktu di grup Telegram âInfo Loker Bogorâ. </p><p>Cukup terkejut ketika mendapati di antara yang mengirimkan dokumen lamaran, ada satu dari lima pelamar yang lulusan sarjana dan punya pengalaman kerja di sebuah bank. Saya memutuskan menolaknya karena dia <em>overqualified</em>, melampaui persyaratan dasar untuk posisi pekerjaan yang saya butuhkan. </p><p>Cerita serupa pernah saya dengar dari seorang teman di Lampung yang membuka lowongan kerja untuk sebuah warung pecel lele. Di antara banyak pelamar kerja, ia mendapati beberapa orang bergelar sarjana.</p><p>Fenomena ini seperti melengkapi keluh-kesah berjamaah sejumlah lulusan sarjana yang kesulitan mendapatkan pekerjaan dalam serial liputan â<a href="https://projectmultatuli.org/serial/generasi-cemas/" rel="noopener noreferrer" target="_blank">Generasi Cemas</a>â yang diterbitkan Project Multatuli tahun lalu.</p><p>Sayangnya, kondisi ini tidak pernah jadi fokus pembicaraan publik sebab gelar sarjana adalah privilese. Jumlah penduduk yang bergelar diploma dan sarjana di Indonesia hanya 6,2%-6,8% dari total populasi nasional, atau 6-7 orang per 100 penduduk yang bergelar diploma maupun sarjana. </p><p>Kendati menggambarkan piramida pendidikan yang sangat runcing, di sisi lain, para sarjana susah mencari kerja sejak sepuluh tahun terakhir. </p><p>Data Badan Pusat Statistik mengungkap total pengangguran nasional dari Februari 2025 ke Februari 2026 turun dari 7.278.307 orang menjadi 7.243.605 orang. Namun, dari data itu, jumlah pengangguran lulusan D4/S1/S2/S3 justru naik dari 1.010.652 orang menjadi 1.033.737 orang. Pengangguran nasional memang berkurang 34.702 orang, tapi pengangguran lulusan universitas bertambah 23.085 orang.</p><p>Jadi, ketika jumlah pengangguran nasional membaik, jumlah pengangguran lulusan perguruan tinggi justru sebaliknya.</p><p>Ini bukan masalah yang baru saja terjadi. Sejak sepuluh tahun terakhir, laju jumlah lulusan universitas ini lebih cepat daripada angka pengangguran nasional. </p><p>Pada Februari 2016, total pengangguran nasional tercatat 7.024.172 orang. Pada Februari 2026, jumlahnya 7.243.605 orang. Dalam 10 tahun, total pengangguran nasional naik 219.433 orang atau sekitar 3,1%.</p><p>Tapi pengangguran lulusan perguruan tinggi naik jauh lebih cepat. Pada Februari 2016 tercatat 695.304 orang. Pada Februari 2026, penganggur lulusan D4/S1/S2/S3 sebanyak 1.033.737 orang. Selisihnya 338.433 orang atau naik sekitar 48,7%.</p><p>Artinya, pertumbuhan pengangguran lulusan perguruan tinggi jauh lebih cepat daripada pertumbuhan pengangguran nasional secara keseluruhan.</p><p>Porsinya juga makin besar. Pada Februari 2016, pengangguran lulusan universitas menyumbang 9,9% dari total pengangguran nasional. Pada Februari 2026, porsi lulusan D4/S1/S2/S3 naik menjadi 14,3%.</p><p></p><p>Bila melihatnya dari tingkat pengangguran terbuka (TPT), kondisinya pun belum ideal. Pada Februari 2026, TPT nasional 4,68%. Tapi TPT lulusan D4/S1/S2/S3 sebesar 6,13%. Jadi tingkat pengangguran universitas masih lebih tinggi daripada rata-rata nasional.</p><p>Pengangguran terbuka menggambarkan situasi seseorang sama sekali tidak punya pekerjaan dan sedang aktif mencari pekerja. Ia bisa saja datang dari pencari kerja baru, orang yang mencari lowongan kerja baru setelah di-PHK, atau angkatan usia kerja yang putus asa mencari kerja karena tak ada lowongan yang cocok atau tersedia. </p><p>Tingkat pengangguran terbuka dipakai sebagai indikator ekonomi apakah pasar tenaga kerja kita sehat atau tidak. </p><h3><strong>Lowongan Kerja Sangat Terbatas</strong></h3><p>Masalahnya semakin terasa ketika melihat lowongan kerja. Data Karir Hub Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan pada 2024 ada 60.954 pencari kerja berpendidikan D4/S1/S2/S3 yang terdaftar di platform itu. Namun, kuota lowongan kerja yang mensyaratkan pendidikan diploma dan sarjana itu hanya 13.478 posisi. </p><p>Artinya, di Karir Hub saja, jumlah pencari kerja lulusan universitas sekitar 4,5 kali lebih banyak dibandingkan kursi kerja yang tersedia.</p><p></p><p>Angka ini memang bukan keseluruhan pasar kerja Indonesia. Tidak semua perusahaan memasang lowongan di Karir Hub, dan tidak semua pencari kerja mendaftar di sana. </p><p>Meski begitu, data ini bisa memberi gambaran bahkan di platform resmi pemerintah, lowongan kerja untuk diploma dan sarjana tidak sebanyak angkatan kerja dari lulusan perguruan tinggi.</p><p>Lebih problematis lagi, dari total 252.163 kuota lowongan di Karir Hub sepanjang 2024, lowongan yang mensyaratkan D4/S1/S2/S3 hanya 13.478 posisi atau sekitar 5,3%. Sebaliknya, lowongan untuk lulusan SMA dan SMK mencapai 128.950 posisi atau sekitar 51,1% dari total kuota.</p><p>Dengan kata lain, pasar kerja memang masih bergerak, tapi tidak diutamakan untuk menyerap sarjana. Banyak kursi kerja yang tersedia justru di level pendidikan menengah dan vokasi. Sementara pekerjaan yang membutuhkan lulusan universitas jauh lebih terbatas.</p><p></p><p>Ini menjelaskan mengapa gelar sarjana tidak otomatis jadi tiket masuk dunia kerja. Bukan karena pendidikan tinggi tidak penting, melainkan karena struktur industrinya tidak menyerap lulusan universitas dalam jumlah besar. Ekonomi kita masih banyak menciptakan pekerjaan yang tidak mensyaratkan pendidikan universitas.</p><p>Data BPS juga mengarah ke pola yang sama. Pada Februari 2026, dari 15,83 juta lulusan D4/S1/S2/S3 yang bekerja, serapan paling besar terkonsentrasi di tiga sektor: pendidikan, administrasi pemerintahan/pertahanan/jaminan sosial, dan perdagangan besar-eceran. Tiga sektor ini saja menyerap sekitar 9,01 juta orang, atau 56,9% dari total lulusan pendidikan tinggi yang bekerja.</p><p>Artinya, ruang kerja untuk sarjana masih sempit dan terkonsentrasi. Banyak diploma dan sarjana akhirnya bergantung pada sektor pendidikan, pemerintahan, dan perdagangan. Sementara sektor-sektor formal yang membutuhkan kapasitas lulusan sarjana sangat terbatas. </p><p>Di sisi lain, ada jutaan lulusan sarjana baru setiap tahun. Sektor formal untuk menyerap lulusan sarjana sangat minim. </p><p>Alih-alih memikirkan solusi yang komprehensif dan berjangka panjang, pemerintahan Prabowo Subianto justru mempertebal konsentrasi lulusan pendidikan tinggi ke sektor pemerintah dengan program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Para sarjana dipekerjakan melalui program-program pemerintah yang mengandalkan APBN, bukan hasil pengembangan industri dan investasi.</p><p>Target 19 juta lapangan kerja dan hilirisasi, dari janji kampanye Prabowo-Gibran, yang diharapkan membuka jalan industri yang mungkin menyerap sarjana, juga tidak kunjung terlihat buktinya. Para sarjana bahkan kerap dimanipulasi dengan kalimat: Sarjana seharusnya menciptakan lapangan kerja!</p><h3><strong>Susah Usaha, Bekerja juga Sama</strong></h3><p>Tapi, toh, kondisinya tidak ideal. Buat mengembangkan usaha bukan perkara mudah. Malahan pemerintah tidak menyediakan program yang bersahabat bagi pelaku usaha baru. Apalagi pemerintah sekarang sedang agresif mengejar pajak dari sektor usaha mandiri informal.</p><p>Kenyataannya kelompok sarjana yang masuk jalur usaha sendiri dan variannya berjumlah 3.167.189 orang, atau sekitar 20,0% dari lulusan peguruan tinggi yang bekerja. Kelompok ini mencakup orang yang berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap atau pekerja keluarga, sampai berusaha dibantu buruh tetap.</p><p>Para sarjana dalam kategorisasi ini bukan berarti mereka semua adalah para sarjana yang menciptakan lapangan kerja. Dari jumlah itu, lebih dari setengahnya atau 1,6 juta lulusan perguruan tinggi berusaha sendiri. </p><p>Berusaha sendiri bukan berarti membuka usaha, tapi termasuk di dalamnya pekerja lepas. Misalnya ojol, fotografer, penulis, jualan<em>online</em>, atau pekerjaan lain yang dilakukan tanpa mempekerjakan orang lain.</p><p></p><p>Sementara lulusan universitas yang membuka usaha dan merekrut buruh jumlahnya hanya 872.494 orang. Mereka inilah para sarjana yang menciptakan lapangan kerja. Sementara sisanya pekerja keluarga tidak dibayar, pekerja bebas di pertanian, dan lain-lain. </p><p>Ini menjelaskan juga komposisi pekerja formal dan informal. Dari total hampir 148 juta penduduk yang bekerja (BPS, Februari 2026), hampir 60% bekerja di sektor informal, dan 40% di sektor formal. </p><p>Sementara para sarjana yang berusaha sendiri ini jumlahnya sedikit, para diploma dan sarjana yang bekerja pun tidak menjamin hidupnya layak. Upah yang mereka dapatkan kalah cepat dengan laju inflasi. </p><p>Pada Februari 2016, rata-rata upah bersih buruh/karyawan/pegawai lulusan universitas sebesar Rp3.633.384 per bulan. Setahun kemudian, Februari 2017, angkanya menjadi Rp4.551.988 per bulan. Kenaikannya sekitar Rp918.604 atau 25,3%.</p><p>Lonjakan upah ini merupakan dampak dari penerapan PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang pengupahan yang mengatur lebih rinci kebijakan pengupahan, termasuk komponen upah dan pendapatan non-upah. </p><p>Namun, dari tahun 2017 ke tahun 2026, kenaikan rata-rata upah lulusan perguruan tinggi sangat kecil, hanya Rp214.347 atau sekitar 4,7%. </p><p>Kenaikan ini kalah cepat dari laju inflasi. Jadi, secara daya beli, upah pekerja dari lulusan sarjana kemungkinan jauh lebih stagnan daripada yang terlihat di atas kertas.</p><p>Pada titik ini, selembar ijazah sarjana bak kartu mati. Mencari pekerjaan sulitnya setengah mati, sementara mendapatkan pekerjaan pun tidak menjamin kebutuhan hidupnya terpenuhi.</p><p></p><p></p>
NEXTRAAPPS
15 Sep

Bekerja Tanpa Jaring Pengaman: Pengemudi Ojol Diinjak Perusahaan Platform dan Dighosting Negara
Presiden Prabowo mengeklaim pendapatan ojol naik signifikan, kenyataannya beda. Perpres Ojol juga bukan solusi matang, melainkan jalan pintas. _______ DALAM pidato kenegaraan 14 Agustus di parlemen Senayan, Presiden Prabowo Subianto mengeklaim kebijakannya bikin pengemudi ojol sejahtera. âTadinya pengemudi ojol hanya dapat 80% dari upaya kerja mereka, karena aplikator minta 20%. Tapi dengan rekomendasi pemerintah [âŠ] Para pengemudi sekarang mendapatkan 92% dari jerih payah mereka. Banyak pengemudi melaporkan penghasilan mereka naik signifikan. Ada yang naik dua kali, bahkan ada yang mengatakan naik tiga kali.â Klaim itu meneruskan dari apa yang disampaikan Prabowo pada 1 Mei 2026. Saat itu Prabowo menjanjikan peningkatan kesejahteraan pengemudi ojol melalui peraturan yang membatasi potongan aplikasi hingga 8% dan memberikan jaminan sosial bagi pengemudi ojol. Pernyataan itu sekilas memberi harapan bahwa negara akhirnya hadir melindungi pengemudi ojol. Namun, klaim itu tidak sepenuhnya mencerminkan kenyataan. Sejumlah pengemudi justru mengalami penurunan pendapatan , sementara regulasi yang dijanjikan pemerintah belum juga diterbitkan. (Pernyataan terbaru pemerintah, Perpres Ojol ak âŠ
NEXTRAAPPS
15 Sep

Dari Anak Krakatau ke Geger Cilegon: Bencana, Pengabaian, dan Pemberontakan
<p>Sejarah menunjukkan bagaimana bencana yang diikuti pengabaian dan ketidakadilan dapat menumpuk menjadi kemarahan politik. (Project M/Marco Anthony)</p><p></p><p></p><p><em>Erupsi Anak Krakatau terjadi saat korban banjir, gempa, dan karhutla masih merasakan derita. Di Banten, penderitaan dan pengabaian pemerintah kolonial setelah letusan Krakatau 1883 menumpuk kemarahan rakyat selama lima tahun hingga pecah Geger Cilegon.</em></p><p>Anak Krakatau di Selat Sunda mulai erupsi pada 4 September pukul 23.07 WIB. Erupsi yang berlangsung terus-menerus selama sekitar 25 jam itu menyebarkan abu ke Banten dan Lampung hingga memasuki ruang udara Jakarta.</p><p>Abu yang mencapai Jakarta tentu tidak membuat penderitaan ibu kota sebanding dengan kehidupan warga di sekitar pusat bencana. Namun, abu itu sejenak memangkas jarak antara daerah terdampak dan pusat kekuasaan. Bencana yang biasanya tiba di meja para pejabat sebagai angka, laporan, dan bahan rapat kini ikut menggantung di udara kota yang sudah penuh polusi.</p><p>Jarak itu sebelumnya terasa begitu jauh bagi warga Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Banjir dan longsor pada akhir 2025 menewaskan lebih dari seribu orang di ketiga provinsi tersebut. Hujan ekstrem memang menjadi pemicu, tetapi kerusakan daerah aliran sungai dan pembukaan lahan memperparah dampaknya. Berbulan-bulan kemudian, kehidupan warga belum juga pulih.</p><p>Di Aceh, pemerintah mencatat kebutuhan 34.727 hunian tetap. Hingga akhir Juli 2026, baru 401 unit atau sekitar <a href="https://tanggapi.acehprov.go.id/publikasi/percepatan-rehabilitasi-dan-rekonstruksi-pasca-bencana-aceh?theme=light&mapStyle=satellite" rel="noopener noreferrer" target="_blank">1,2 persen</a> yang selesai dibangun. Banyak warga masih menunggu rumah, pemulihan sawah, serta kepastian mata pencaharian. Pemerintah gagap menyelesaikan pemulihan, tetapi sejak awal gagah menyatakan Indonesia mampu menangani bencana tanpa bantuan internasional.</p><p>Belum usai penderitaan di Sumatra, gempa M7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 15 Agustus 2026. Gempa tersebut <a href="https://ombudsman.go.id/news/r/penanganan-bencana-ombudsman-ri-kolaborasi-dan-pengawasan-menjadi-kunci" rel="noopener noreferrer" target="_blank">menewaskan 127 orang</a>, melukai 1.668 orang, dan membuat lebih dari 181 ribu orang mengungsi.</p><p>Tak lama berselang, kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan serta Sumatra mengirimkan asap hingga Malaysia. Penangkapan lebih dari seratus orang dan penyelidikan terhadap sejumlah perusahaan belum sepenuhnya menjawab pertanyaan tentang pertanggungjawaban korporasi, pemilik konsesi, serta pihak yang menikmati keuntungan dari pembakaran dan pembukaan lahan.</p><p>Bukan cuma rakyat Indonesia yang protes atas kegagapan pemerintah menangani bencana, bahkan sejumlah warga Malaysia juga menggelar aksi demonstrasi di depan KBRI di Malaysia menuntut transparansi atas penyebab pembakaran lahan di Indonesia.</p><p>Sementara itu, peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh di Banda Aceh pada 15 Agustus 2026 berubah menjadi kericuhan. Sejumlah warga mengibarkan bendera bulan bintang di Masjid Raya Baiturrahman. Aparat membalas dengan tembakan peringatan, semprotan air, dan gas air mata.</p><p>Polemik bendera Aceh tentu tidak lahir dari banjir semata. Akarnya menjulur hingga konflik bersenjata, janji Kesepakatan Helsinki yang belum sepenuhnya dituntaskan, ketimpangan ekonomi, dan sengketa antara pemerintah Aceh dan Jakarta. Namun, lambannya pemulihan banjir akhir 2025 menambahkan alasan baru bagi warga untuk merasa ditinggalkan.</p><p>Di titik itulah bencana alam berubah menjadi persoalan politik. Ketika rumah dan mata pencaharian hilang, bantuan terlambat, tetapi pemerintah terus menuntut ketertiban dan mengumumkan keadaan terkendali, kemarahan tidak ikut surut bersama air banjir. Ia mengendap, mencari bahasa, simbol, dan sasaran. Indonesia pernah menyaksikan proses serupa lebih dari satu abad lalu di Banten.</p><p><strong>Dari Krakatau ke Geger Cilegon</strong></p><p>Pada 27 Agustus 1883, Gunung Krakatau meletus dengan kekuatan yang suaranya terdengar hingga ribuan kilometer. Letusan dan tsunami yang menyusul menewaskan lebih dari 36 ribu orang di sekitar Selat Sunda serta menghancurkan banyak perkampungan di Banten dan Lampung.</p><p>Pemerintah kolonial Hindia Belanda mengerahkan aparat ke wilayah terdampak. Mereka mendata korban, menguburkan jenazah, membersihkan puing, dan berusaha memulihkan ketertiban. Simon Winchester dalam <em>Krakatau: Ketika Dunia Meledak, 27 Agustus 1883</em> menggambarkan bagaimana jenazah dikuburkan sedekat mungkin dari tempat penemuannya karena jumlah korban dan luasnya kerusakan.</p><p>Namun, membersihkan puing tidak sama dengan memulihkan kehidupan. Banyak warga Banten kehilangan rumah, keluarga, lahan, perahu, ternak, dan sumber penghidupan. Pemerintah kolonial dapat membersihkan jalan dan menguburkan korban, tetapi tidak mengembalikan dasar kehidupan masyarakat yang telah hancur.</p><p>Keadaan Banten sebenarnya sudah buruk sebelum Krakatau meletus. Wabah penyakit ternak pada 1879 memusnahkan sekitar dua pertiga populasi kerbau. Padahal kerbau merupakan tenaga utama untuk membajak sawah. Tanpa kerbau, lahan sulit diolah dan produksi pangan ikut terganggu. Letusan Krakatau datang ketika masyarakat belum sepenuhnya pulih dari tekanan tersebut.</p><p>Di tengah kemiskinan yang semakin berat, pemerintah kolonial tidak mengurangi beban rakyat. Pajak tetap dipungut dan kerja wajib untuk kepentingan pejabat pribumi terus diberlakukan. Denys Lombard mencatat bahwa masyarakat pedesaan di sekitar Cilegon harus menanggung sekaligus kehancuran akibat Krakatau dan beratnya <em>pantjendiensten</em>, yakni kerja rodi untuk pejabat pribumi.</p><p><strong>Lima Tahun Kemarahan Menumpuk</strong></p><p>Pemberontakan tidak pecah segera setelah Krakatau meletus. Ada jarak hampir lima tahun antara bencana pada Agustus 1883 dan Geger Cilegon pada Juli 1888. Jeda tersebut bukan ruang kosong. Pada masa itulah kehilangan ekonomi, tekanan pemerintah, keresahan keagamaan, dan kebencian terhadap penguasa perlahan bertemu.</p><p>Tanda-tanda ketegangan telah muncul beberapa minggu setelah letusan. Pada 2 Oktober 1883, seorang serdadu Belanda yang sedang membeli tembakau di Serang ditikam oleh seorang pria berjenggot dan berbaju putih. Penyerangnya kemudian menghilang.</p><p>Pada 19 November 1883, Umar Djaman, seorang penjaga pribumi yang bekerja untuk pemerintah, juga diserang oleh pria berpakaian putih. Dua penyerangan tersebut belum merupakan pemberontakan yang terorganisasi. Namun, keduanya menunjukkan bahwa kemarahan mulai diarahkan kepada orang-orang yang dianggap mewakili kekuasaan kolonial.</p><p>Sartono Kartodirdjo membaca peristiwa itu dalam suasana sosial dan keagamaan yang sedang mengeras. Kemiskinan dan penindasan tidak hanya dibicarakan sebagai persoalan ekonomi. Keduanya mulai diterjemahkan ke dalam bahasa keagamaan: perang sabil, kedatangan Ratu Adil atau Imam Mahdi, serta keyakinan bahwa kekuasaan yang zalim akan segera berakhir.</p><p>Letusan Krakatau juga ditafsirkan secara politis. Christiaan Snouck Hurgronje mencatat bahwa sebagian penduduk pribumi menganggap bencana tersebut sebagai hukuman atas Perang Aceh sekaligus pertanda akan datangnya peristiwa politik besar. Bencana alam memperoleh makna sosial: letusan tidak lagi dipandang semata-mata sebagai peristiwa geologi, melainkan sebagai tanda bahwa tatanan yang berlaku telah menyimpang.</p><p>Akan tetapi, keyakinan keagamaan saja tidak cukup untuk melahirkan pemberontakan. Kemarahan juga membutuhkan jaringan yang menyebarkan gagasan dan mengorganisasi tindakan. Dalam tahun-tahun setelah letusan, para ulama, haji, guru agama, dan pemimpin desa menjadi penghubung di antara masyarakat yang sama-sama dibebani pajak, kerja rodi, kemiskinan, dan kesewenang-wenangan pejabat.</p><p>Dengan demikian, jarak lima tahun antara Krakatau dan Geger Cilegon memperlihatkan proses yang bertahap. Bencana memperburuk kemiskinan. Kemiskinan memperbesar kebencian terhadap pungutan dan kerja paksa. Pengalaman ketidakadilan kemudian memperoleh bahasa keagamaan dan disebarkan melalui jaringan sosial. Dari sanalah kemarahan pribadi perlahan berubah menjadi perlawanan bersama.</p><p><strong>Geger Cilegon</strong></p><p>Akumulasi itu meledak pada 9 Juli 1888. Massa menyerang pejabat Eropa dan aparatur pribumi yang dianggap menjadi bagian dari kekuasaan kolonial di Cilegon. Sejumlah haji memimpin gerakan tersebut, termasuk Haji Wasid bin Muhammad Abbas.</p><p>Aksi berlangsung di sejumlah tempat dan menyasar orang-orang yang dipandang mewakili pemerintahan kolonial. Rakyat Banten kemudian mengenang peristiwa tersebut sebagai Geger Cilegon.</p><p>Kekerasan dalam pemberontakan itu tidak perlu diromantisasi. Warga sipil, termasuk dua anak perempuan berusia enam dan tujuh tahun, turut terbunuh. Pemerintah dan pers kolonial memakai kematian tersebut untuk menggambarkan para pemberontak sebagai massa kejam dan âbarbarâ.</p><p>Namun, penyebutan itu hanya memperlihatkan kekerasan yang terjadi pada puncak pemberontakan. Ia menutupi kekerasan yang berlangsung lebih lama melalui pemiskinan, pajak, kerja paksa, kesewenang-wenangan pejabat, dan pengabaian terhadap masyarakat yang baru kehilangan segalanya akibat bencana.</p><p>Pemerintah kolonial akhirnya mengerahkan tentara untuk memadamkan pemberontakan. <em>Java Bode</em> pada 4 Agustus 1888 memberitakan bahwa sebagian pemberontak mundur ke arah selatan Banten. Haji Wasid bersama Ki Tubagus Ismail, Haji Usman, dan Haji Abdul Gani kemudian gugur dalam pertempuran melawan aparat kolonial pada 30 Juli 1888.</p><p>Geger Cilegon bukan pemberontakan yang disebabkan semata-mata oleh letusan Krakatau. Letusan itu memperbesar penderitaan yang telah ada. Mengubah penderitaan menjadi kemarahan politik adalah lima tahun kegagalan pemulihan, pungutan yang terus berjalan, pemaksaan kerja, serta pemerintah yang lebih sibuk menjaga ketertiban daripada memulihkan kehidupan rakyat.</p><p>Jarak lima tahun antara letusan Krakatau dan Geger Cilegon bukan hitung mundur menuju pemberontakan, melainkan peringatan bahwa kemarahan tumbuh ketika penderitaan terus diabaikan.</p><p></p><p></p>
NEXTRAAPPS
15 Sep
.jpg)
The Ocean Side (TOS) Cilacap: Menepi Sejenak, Menikmati Vibes Bali di Tepi Pantai
<p data-path-to-node="4" style="text-align: justify;">Pernah gak sih kalian merasa penat banget sama rutinitas sehari-hari? Rasanya pengen <i>lari </i>sebentar ke tempat yang tenang, jauh dari kebisingan kota, dan cuma pengen dengerin suara alam. Nah, beberapa waktu lalu, kami memutuskan untuk melakukan perjalanan singkat ke daerah Cilacap Timur. Bener-bener sebuah <i data-index-in-node="308" data-path-to-node="4">healing</i> singkat yang kami butuhkan.</p><table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"><tbody><tr><td style="text-align: center;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCU8cTfe3k_xFTs5tp2Zh7rfrlVEcUOiXerBWrQaUeERRObTC0L318XgnZmzFolHgVwtMKK36VJB6QCFsigtFBhU0b6zyi5YL2IQO7t5nArgt96LtQAm66PMz90mVd_nnOhZZqv_65Yi5I3FFVs_W8Jj98IiHn2iPtH-wvFxE3ybxOjPHa86q8e5FUkGY/s590/678556635_26487604987599422_4522458789133311463_n%20(1).jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"><img border="0" data-original-height="443" data-original-width="590" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCU8cTfe3k_xFTs5tp2Zh7rfrlVEcUOiXerBWrQaUeERRObTC0L318XgnZmzFolHgVwtMKK36VJB6QCFsigtFBhU0b6zyi5YL2IQO7t5nArgt96LtQAm66PMz90mVd_nnOhZZqv_65Yi5I3FFVs_W8Jj98IiHn2iPtH-wvFxE3ybxOjPHa86q8e5FUkGY/w640-h480/678556635_26487604987599422_4522458789133311463_n%20(1).jpg" width="640" /></a></td></tr><tr><td class="tr-caption" style="text-align: center;">The Ocean Side</td></tr></tbody></table><p data-path-to-node="4"><span></span></p><h3 data-path-to-node="6" style="text-align: justify;"><span><a name='more'></a></span>Menemukan 'Vibes Bali' di Pantai Ketapang Indah</h3><p data-path-to-node="7" style="text-align: justify;">Bagi warga Cilacap dan sekitarnya, sekarang gak perlu jauh-jauh ke Yogyakarta atau Bali buat merasakan sensasi nongkrong romantis di tepi laut. <b data-index-in-node="144" data-path-to-node="7">The Ocean Side (TOS)</b> hadir menawarkan konsep kafe dan restoran <i data-index-in-node="207" data-path-to-node="7">outdoor</i> yang berdiri tepat di komplek <b data-index-in-node="245" data-path-to-node="7">Pantai Ketapang Indah, Desa Sidaurip, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah</b>.</p><p data-path-to-node="8" style="text-align: justify;">Lokasinya cukup strategis dan mudah dicari. Kalau kalian dari arah Pantai Widarapayung, jaraknya hanya sekitar 3 kilometer saja ke arah timur. Setelah melihat Alfamart di kiri jalan, kalian tinggal belok ke selatan menyusuri Jalan Silumbu hingga menemukan papan nama TOS yang ikonik. Meskipun akses jalan terakhirnya terbilang sederhana, tapi area pantainya lumayan bersih asri, dan tidak terlalu padat oleh lautan pengunjung <i>(walaupun masih terlihat beberapa sampah di pinggir pantai).</i></p><table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"><tbody><tr><td style="text-align: center;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhkw1XoJ5D7UGlbFdXoJnNuowMgjNgJb8dyY6UCLCCZSe71Ra3DTRK1NqIbm-2p_iSN-odg05DiI3EgqAiaVzObKzJD2eNy9Ga1XRULDszyUc7A39qRqYVLK9LGd06UDlwbUsYtZmnkqmkkmIhk4QytpOY5hh-Vtl9-8wZdgAQFdKecwNdn-WA-ZfgzeY/s4032/IMG_9855.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"><img border="0" data-original-height="3024" data-original-width="4032" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhkw1XoJ5D7UGlbFdXoJnNuowMgjNgJb8dyY6UCLCCZSe71Ra3DTRK1NqIbm-2p_iSN-odg05DiI3EgqAiaVzObKzJD2eNy9Ga1XRULDszyUc7A39qRqYVLK9LGd06UDlwbUsYtZmnkqmkkmIhk4QytpOY5hh-Vtl9-8wZdgAQFdKecwNdn-WA-ZfgzeY/w640-h480/IMG_9855.jpg" width="640" /></a></td></tr><tr><td class="tr-caption" style="text-align: center;">Pantai Ketapan Indah</td></tr></tbody></table><br /><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbaU_nLHmbeZJ5TfR4xRM4Q16N8Vy0TCA0rPz6JfblURt6VE85PoLkwP4NxW62zJN3zSJVdsWHwfEO1NiQCVtjmieL9kAJdIshVxAC2L2IqMJYdI0en573UJughwKbfY3FUvITg1S3dzF_dKmXXn1666VFiWOlGlsno69UTelCoG73p0zP85riZT2-zDo/s2048/679121826_26487604890932765_7328685631854192607_n.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;"><img border="0" data-original-height="1534" data-original-width="2048" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbaU_nLHmbeZJ5TfR4xRM4Q16N8Vy0TCA0rPz6JfblURt6VE85PoLkwP4NxW62zJN3zSJVdsWHwfEO1NiQCVtjmieL9kAJdIshVxAC2L2IqMJYdI0en573UJughwKbfY3FUvITg1S3dzF_dKmXXn1666VFiWOlGlsno69UTelCoG73p0zP85riZT2-zDo/w640-h480/679121826_26487604890932765_7328685631854192607_n.jpg" width="640" /></a><br /><p data-path-to-node="9" style="text-align: justify;">Begitu memasuki area TOS, aroma khas laut langsung menyengat hidung. Ada perasaan damai yang tiba-tiba muncul. Kita akan langsung disambut oleh deretan pohon kelapa menjulang tinggi yang bergoyang mengikuti embusan angin pantai. Suasananya sejuk, santai, dan punya sudut-sudut estetis yang <i data-index-in-node="290" data-path-to-node="9">instagramable</i> banget!</p><p data-path-to-node="9" style="text-align: justify;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqb5aFwejS6OOFOvEDbosotbe6m_OijkuYMRXRqBVXK-MHVRvaVxjOi5XiyWecA4wZ6dgxDasFX1COqBdNtL-T2rjQm7SjVMVhVeixwW8QmQ6uS-42pfrbE6_WBOaJwGlRZOSqa3-hNAu1YI14L0gnV-m49b_BT6xeOGsg1kja2DLDclglxOjz1otuP9A/s4032/IMG_9867.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" data-original-height="3024" data-original-width="4032" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqb5aFwejS6OOFOvEDbosotbe6m_OijkuYMRXRqBVXK-MHVRvaVxjOi5XiyWecA4wZ6dgxDasFX1COqBdNtL-T2rjQm7SjVMVhVeixwW8QmQ6uS-42pfrbE6_WBOaJwGlRZOSqa3-hNAu1YI14L0gnV-m49b_BT6xeOGsg1kja2DLDclglxOjz1otuP9A/w640-h480/IMG_9867.jpg" width="640" /></a></p><p data-path-to-node="11" style="text-align: justify;"><b data-index-in-node="59" data-path-to-node="11">Berapakah harga tiket masuknya?</b></p><p data-path-to-node="12" style="text-align: justify;">Kabar baiknya, berlibur dan <i data-index-in-node="28" data-path-to-node="12">nge-chill</i> di sini bener-bener ramah di kantong! Karena lokasinya menyatu dengan area wisata pantai, kamu hanya perlu membayar <b data-index-in-node="154" data-path-to-node="12">Harga Tiket Masuk (HTM) Pantai Ketapang Indah sebesar Rp5.000 saja per orang</b>. Sementara untuk masuk ke area kafe The Ocean Side-nya sendiri, kamu <b data-index-in-node="300" data-path-to-node="12">tidak dikenakan biaya masuk tambahan alias gratis</b>. Kamu cukup membayar makanan atau minuman yang kamu pesan saja.</p><p data-path-to-node="13" style="text-align: justify;">Untuk tarif parkir kendaraannya juga sangat standar tempat wisata pada umumnya, yaitu sekitar Rp2.000 untuk roda dua dan Rp5.000 untuk roda empat. Dengan biaya sehemat ini, kamu sudah bisa menikmati fasilitas tempat nongkrong estetik dengan <i data-index-in-node="241" data-path-to-node="13">view</i> laut lepas.</p><p data-path-to-node="13" style="text-align: justify;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhN9NMXJK2DmYYfD0EaakImsAQ7lGtVCZo2QmVDtuBEXR0m26hWVz77NF10D9cWOBDaJ8Z9-rnLRpfNHyilWxSHyhUiNo5Pek4Gj4uvXZ8dIVVKVXMD-P09G6GfoJnBEW20V_pib812ph1_KQxLZvFnyGA3axyuV1_lplaAdnXk4OppzZN42PNUYCDhrIw/s2048/679083634_26487604190932835_4071304161779852236_n.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" data-original-height="1534" data-original-width="2048" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhN9NMXJK2DmYYfD0EaakImsAQ7lGtVCZo2QmVDtuBEXR0m26hWVz77NF10D9cWOBDaJ8Z9-rnLRpfNHyilWxSHyhUiNo5Pek4Gj4uvXZ8dIVVKVXMD-P09G6GfoJnBEW20V_pib812ph1_KQxLZvFnyGA3axyuV1_lplaAdnXk4OppzZN42PNUYCDhrIw/w640-h480/679083634_26487604190932835_4071304161779852236_n.jpg" width="640" /></a></p><h3 data-path-to-node="10" style="text-align: justify;">Waktunya Bersantai: Pilih Duduk Lesehan atau di Rooftop?</h3><p data-path-to-node="11" style="text-align: justify;">Aktivitas di TOS bener-bener dirancang untuk <i data-index-in-node="45" data-path-to-node="11">nge-chill</i>. Kafe ini buka setiap hari dari pukul <b data-index-in-node="93" data-path-to-node="11">14.00 sampai 21.00 WIB</b>âwaktu yang sangat pas untuk berburu momen <i data-index-in-node="158" data-path-to-node="11">sunset</i>. Di sini, kalian bebas memilih tempat duduk: mau santai beralaskan rumput dengan konsep lesehan menghadap laut lepas, memilih kursi nyaman di area terbuka, atau bahkan naik ke area <i data-index-in-node="346" data-path-to-node="11">rooftop</i> untuk pandangan yang lebih luas.</p><p data-path-to-node="11" style="text-align: justify;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBrl-lhCu_39x8sb0StE6OCg3d1n1IYdWteeqN6-EBU-qEHWkeMboEHKs39GjdeDap5W8PlzpBwkIncP6Td4wC8Oxjuqx3uaGCTY_huVjU6koVV8Q0xOqPUqwM21VUg-kUYFsCgU0mHNhdx8g2gXoKiGJRbGI2aABE1aJ4LsIO2_9Vx3XJkIcA8yiyjFE/s4032/IMG_9891.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" data-original-height="3024" data-original-width="4032" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBrl-lhCu_39x8sb0StE6OCg3d1n1IYdWteeqN6-EBU-qEHWkeMboEHKs39GjdeDap5W8PlzpBwkIncP6Td4wC8Oxjuqx3uaGCTY_huVjU6koVV8Q0xOqPUqwM21VUg-kUYFsCgU0mHNhdx8g2gXoKiGJRbGI2aABE1aJ4LsIO2_9Vx3XJkIcA8yiyjFE/w640-h480/IMG_9891.jpg" width="640" /></a></p><p data-path-to-node="11" style="text-align: justify;">Sambil menikmati embusan angin laut, jangan lewatkan untuk mencicipi ragam menunya. TOS menawarkan banyak variasi makanan, mulai dari camilan cepat saji, hidangan laut segar seperti Sotong Asam Manis, hingga kopi dan Cappucino Gula Aren yang segar. Menikmati hidangan lezat di temani deburan ombak pantai membuat suasana menjadi sangat romantis. oh yah menunya pun masih sangat merakyat untuk kelas kafe.</p><h3 data-path-to-node="13" style="text-align: justify;">Refleksi Diri di Kala Senja</h3><p data-path-to-node="14" style="text-align: justify;">Menjelang sore hari, suasana di The Ocean Side Cilacap ini berubah menjadi semakin syahdu. Gradasi warna langit yang perlahan menjemput malam menyatu sempurna dengan instrumen alami dari ombak laut selatan. Di saat-saat seperti inilah, rasanya pas banget buat merenung, berdamai dengan diri sendiri, mengobrol santai bersama keluarga atau pasangan, dan mengumpulkan energi positif.</p><p data-path-to-node="14" style="text-align: justify;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiF332ASl7TSkfYRR9504psZuwT5lPO7XyTL9W2Lsuj3lUPD5njtjPe0A5rSvUfGCyFAjikrq_DxMweJoLh4jY_S1Z73XfwYSizixd-xTz2sVCBrzDzBX9lb8HpzjEVued9ONiIjgeWn7EcffHMTTRQrUVyXD66FR-FRyAEzrc_T8bWL5dOhx65z2g8fCM/s4032/IMG_9883.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" data-original-height="3024" data-original-width="4032" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiF332ASl7TSkfYRR9504psZuwT5lPO7XyTL9W2Lsuj3lUPD5njtjPe0A5rSvUfGCyFAjikrq_DxMweJoLh4jY_S1Z73XfwYSizixd-xTz2sVCBrzDzBX9lb8HpzjEVued9ONiIjgeWn7EcffHMTTRQrUVyXD66FR-FRyAEzrc_T8bWL5dOhx65z2g8fCM/w640-h480/IMG_9883.jpg" width="640" /></a></p><p data-path-to-node="15" style="text-align: justify;">Buat kalian yang lagi merasa lelah atau sekadar butuh tempat untuk menjauh dari kesibukan kota, mampir ke TOS Cilacap dan duduk diam menikmati sore hari bisa jadi pilihan yang sangat tepat. Gak perlu melakukan banyak hal, cukup nikmati setiap detik kedamaian yang ada.</p><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinpaTYiYXkX7dR78pIUotJMpnA9bL8Dm3CSPIpbJOjKt_EKmQTSTYt_i-eMK3_V7sNtGNgBa001-xaZ7QGgtX3OjqLDvoKm7uTkZYLYAUfyAWqPwfdfw2bUmdfM15Cf3mS0lmUm303RdlqxKX3UnG84xPJuFz1CmNAfHeqY3a5jnOP4CqRvwFXMmUYfbo/s2048/679044072_26487604547599466_5715540285900399975_n.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" data-original-height="2048" data-original-width="1536" height="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinpaTYiYXkX7dR78pIUotJMpnA9bL8Dm3CSPIpbJOjKt_EKmQTSTYt_i-eMK3_V7sNtGNgBa001-xaZ7QGgtX3OjqLDvoKm7uTkZYLYAUfyAWqPwfdfw2bUmdfM15Cf3mS0lmUm303RdlqxKX3UnG84xPJuFz1CmNAfHeqY3a5jnOP4CqRvwFXMmUYfbo/w300-h400/679044072_26487604547599466_5715540285900399975_n.jpg" width="300" /></a></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><br /></div><p data-path-to-node="18" style="text-align: justify;"><i data-index-in-node="0" data-path-to-node="18">Kalian juga bisa melihat potongan suasana serunya bermain di pantai lewat video kami:</i> <response-element ng-version="0.0.0-PLACEHOLDER"><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><link-block _nghost-ng-c3149610605="" class="ng-star-inserted"><!----><!----><a _ngcontent-ng-c3149610605="" _nghost-ng-c1188037325="" class="ng-star-inserted" data-hveid="0" data-ved="0CAAQ_4QMahgKEwiTwOKGytOVAxUAAAAAHQAAAAAQvgI" decode-data-ved="1" externallink="" href="https://youtu.be/vlrfTPTYpL4?si=imqOWx_tVdjiaz2g" jslog="197247;track:generic_click,impression,attention;BardVeMetadataKey:[["r_9c6a0126e12bd2c9","c_05e19bbbb84e95e2",null,"rc_602ca65c180bdd0d",null,null,"id",null,1,null,null,1,0]]" rel="noopener" target="_blank">The Ocean Side : Bermain di Pantai Sambil Nge chill</a><!----></link-block><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----><!----></response-element>.</p><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><iframe allowfullscreen="" class="BLOG_video_class" height="304" src="https://www.youtube.com/embed/vlrfTPTYpL4" width="366" youtube-src-id="vlrfTPTYpL4"></iframe></div><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.almostbackpacker.com/feeds/3032545507921063462/comments/default" rel="noopener" target="_blank">www.almostbackpacker.com</a>.</em></p>
Ayye Arifin
15 Sep

Wisata Keluarga di Teh Jangkung Malabar, Pangalengan
<p style="text-align: justify;">Mencari destinasi liburan akhir pekan yang cocok untuk keluarga, terutama yang membawa anak-anak atau balita, kerap kali membutuhkan pertimbangan khusus. Mulai dari faktor kenyamanan, akses, suasana alam, hingga udara yang segar. Salah satu destinasi yang sangat direkomendasikan untuk melepas penat dari hiruk-pikuk perkotaan adalah kawasan perkebunan teh di daerah Bandung Selatan, tepatnya di kawasan Pangalengan.</p><table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"><tbody><tr><td style="text-align: center;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGjrjkmzdSbjoV626pzbgEO0LbFZuxnV4Wf_OiXNlAGGmyC6pqVrTeCCIZvRiwySpkpSWZZ_8oDYvX5F_mNJtYGbiQKtyRXx0N3xnSWMdOfbDsddb8jT896PCuyndDokM4UCH8jAgm492CD6cP2fPrER2K_CXcicSQHNmvgNLfYDtme8BpQkTwbpjd9no/s2048/699116233_26711781451848440_3071251202254183877_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"><img border="0" data-original-height="1536" data-original-width="2048" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGjrjkmzdSbjoV626pzbgEO0LbFZuxnV4Wf_OiXNlAGGmyC6pqVrTeCCIZvRiwySpkpSWZZ_8oDYvX5F_mNJtYGbiQKtyRXx0N3xnSWMdOfbDsddb8jT896PCuyndDokM4UCH8jAgm492CD6cP2fPrER2K_CXcicSQHNmvgNLfYDtme8BpQkTwbpjd9no/w640-h480/699116233_26711781451848440_3071251202254183877_n.jpg" width="640" /></a></td></tr><tr><td class="tr-caption" style="text-align: center;"></td></tr></tbody></table><span style="text-align: justify;"><span><a name='more'></a></span><div style="text-align: justify;">Kali ini kami ingin piknik sebari menikmati suasana sejuk dan hamparan luas kebun teh, yaps Teh Jangkung Malabar namanya, <span class="citation-123 citation-end-123">salah satu destinasi wisata alam tersembunyi yang menawarkan pesona perkebunan teh yang asri, dan kaya akan nilai historis.<source-footnote _nghost-ng-c2260573510="" ng-version="0.0.0-PLACEHOLDER"><sup _ngcontent-ng-c2260573510="" class="superscript" data-turn-source-index="2"></sup></source-footnote></span> Terletak di kawasan dataran tinggi Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. untuk lokasinya sendiri berada di <span style="text-align: left;">Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.</span></div><div style="text-align: justify;"><span style="text-align: left;"><br /></span></div><div style="text-align: left;">Akses menuju Teh Jangkung Malabar sendiri cukup mudah, jika dari arah Kota Bandung pada saat di bundaran pangalengan ambil arah kiri ke arah pasar dan ikuti saja jalannya, nah waktu itu kami kesini jalannya agak sedikit banyak lubang jadi hati hati saja, apalagi ketika sudah memasuki area perkebunan teh banyak sekali jalan bebatuan.</div></span><p style="text-align: justify;">Teh Jangkung Malabar merupakan bagian dari kawasan perkebunan teh bersejarah di Pangalengan, Bandung Selatan. Kawasan perkebunan Malabar sendiri dikenal sebagai salah satu perkebunan teh legendaris peninggalan era kolonial Belanda yang sudah ada sejak akhir abad ke-19 (dirintis oleh Karel Albert Rudolf Bosscha).</p><p style="text-align: justify;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjT4l6CiIRKpiIFkApbnBnarBOC47beuLFRs_FE5REEFxhTcY0a3yBmOEt9XCQaFHJsXGXQ4811Rr_TnW7yDrPs02cpVwaGTCYFJ_gXNiW7EdIu3lo2Yvhn6DbOl4-f8wyz1sXk7Fz_oAqHGzOcie3xDddrX5BNByBJv1be9eTfhpF1BpNKIbbaQ6bX6J0/s2048/696802558_26711780011848584_720035772292529444_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;"><img border="0" data-original-height="1536" data-original-width="2048" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjT4l6CiIRKpiIFkApbnBnarBOC47beuLFRs_FE5REEFxhTcY0a3yBmOEt9XCQaFHJsXGXQ4811Rr_TnW7yDrPs02cpVwaGTCYFJ_gXNiW7EdIu3lo2Yvhn6DbOl4-f8wyz1sXk7Fz_oAqHGzOcie3xDddrX5BNByBJv1be9eTfhpF1BpNKIbbaQ6bX6J0/w640-h480/696802558_26711780011848584_720035772292529444_n.jpg" width="640" /></a></p><h2 data-path-to-node="4" style="text-align: justify;">Pesona Alam dan Suasana Pagi di Teh Jangkung Malabar</h2><p data-path-to-node="5" style="text-align: justify;">Teh Jangkung Malabar menawarkan panorama hamparan kebun teh hijau yang sangat memanjakan mata. Berkunjung pada pagi hari memberikan keuntungan tersendiri, di mana suasana masih terasa sangat asri, tenang, dan jauh dari keramaian, </p><ul data-path-to-node="6"><li><p data-path-to-node="6,0,0" style="text-align: justify;"><b data-index-in-node="0" data-path-to-node="6,0,0">Udara yang Sejuk dan Segar:</b> Terletak di dataran tinggi Pangalengan, kawasan ini dikaruniai udara pegunungan yang sejuk. Suasana pagi yang dingin berpadu dengan hangatnya sinar matahari pagi menjadikannya tempat yang sempurna untuk menyegarkan pikiran.</p></li><li><p data-path-to-node="6,1,0" style="text-align: justify;"><b data-index-in-node="0" data-path-to-node="6,1,0">Spot Santai di Tengah Kebun Teh:</b> Pengunjung dapat mencari spot-spot nyaman di antara hamparan hijau untuk duduk bersantai, membentang tikar piknik, atau sekadar menikmati waktu berkualitas bersama keluarga tercinta </p></li></ul><div style="text-align: justify;">Spot Ikonik dari Teh Jangkung Malabar sendiri adalah pohon teh tua peninggalan K.A.R Bosscha yang tidak dipangkas sehingga tampak lebih tinggi, disini kalian bisa gelar tiker namun di larang hammockan ya !!</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"><tbody><tr><td style="text-align: center;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGnSnm2Qf2F9auRpm55mXQnLvMqCYvorH5cjiWnT6W7f0L2JWXoQA7XQPnN8G7riEhkEPMJ3IbnxleGccT5y5BqhPx60YZjn9EgRlaHwSHdqgFHyK-vsZCUXIFE6S7mZJI8oMatH7NzpbPXY5YyY3Up_zP5d855LjaCnVVX0_wLs5m5q-QuoczmHiLdBY/s2048/699035658_26711779095182009_2998195644825298157_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"><img border="0" data-original-height="2048" data-original-width="1536" height="640" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGnSnm2Qf2F9auRpm55mXQnLvMqCYvorH5cjiWnT6W7f0L2JWXoQA7XQPnN8G7riEhkEPMJ3IbnxleGccT5y5BqhPx60YZjn9EgRlaHwSHdqgFHyK-vsZCUXIFE6S7mZJI8oMatH7NzpbPXY5YyY3Up_zP5d855LjaCnVVX0_wLs5m5q-QuoczmHiLdBY/w480-h640/699035658_26711779095182009_2998195644825298157_n.jpg" width="480" /></a></td></tr><tr><td class="tr-caption" style="text-align: center;">Spot Teh Jangkung Malabar</td></tr></tbody></table><div style="text-align: justify;"></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiM8i4-XbLr5wxX-UnaKbTj4AzqQX-IZHvVE2vRUl5y9yGlmTFFAz0e0F4uGqhIX8AKB17S1Ox432wcf1HfKjfLFGXgA35iO2vrgEpsjC9Ho684qMrA0lROznapuM1uWSuPA1J9wT_S4mNCFfWu8Ru-FYfqwUwPJvYfBQ1vHgRQ6jLVJAj8cDdRtxcFz18/s2048/700354611_26711781065181812_7544207310081052109_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;"><img border="0" data-original-height="1536" data-original-width="2048" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiM8i4-XbLr5wxX-UnaKbTj4AzqQX-IZHvVE2vRUl5y9yGlmTFFAz0e0F4uGqhIX8AKB17S1Ox432wcf1HfKjfLFGXgA35iO2vrgEpsjC9Ho684qMrA0lROznapuM1uWSuPA1J9wT_S4mNCFfWu8Ru-FYfqwUwPJvYfBQ1vHgRQ6jLVJAj8cDdRtxcFz18/w640-h480/700354611_26711781065181812_7544207310081052109_n.jpg" width="640" /></a></div><h2 data-path-to-node="8" style="text-align: justify;">Aktivitas Seru untuk Keluarga dan Anak-anak</h2><p data-path-to-node="9" style="text-align: justify;">Di Teh Jangkung Malabar, ada berbagai aktivitas sederhana namun bermakna yang bisa dilakukan bersama keluarga:</p><ol data-path-to-node="10" start="1"><li><p data-path-to-node="10,0,0" style="text-align: justify;"><b data-index-in-node="0" data-path-to-node="10,0,0">Berjemur dan Menikmati Sinar Matahari Pagi</b></p><p data-path-to-node="10,0,1" style="text-align: justify;">Pagi hari di kawasan perkebunan teh merupakan waktu yang ideal untuk berjemur dan mendapatkan vitamin D alami di bawah sinar matahari pagi yang sehat. Suasana hangat ini sangat nyaman dinikmati oleh anak-anak maupun balita sambil menghirup udara segar.</p></li><li><p data-path-to-node="10,1,0" style="text-align: justify;"><b data-index-in-node="0" data-path-to-node="10,1,0">Momen Tumbuh Kembang Anak di Alam Bebas</b></p><p data-path-to-node="10,1,1" style="text-align: justify;">Ruang terbuka hijau memberikan keleluasaan bagi anak-anak untuk aktif bergerak. cocok buat si bungsu untuk mulai belajar berdiri, melangkah dan menikmati interaksi ceria bersama.</p></li><li><p data-path-to-node="10,2,0" style="text-align: justify;"><b data-index-in-node="0" data-path-to-node="10,2,0">Piknik Santai Bersama Keluarga</b></p><p data-path-to-node="10,2,1" style="text-align: justify;">Konsep piknik keluarga di tengah kebun teh menjadi pilihan utama bagi kami yang ingin menghabiskan waktu akhir pekan dengan santai tanpa terburu-buru. Suasana yang tenang membuat setiap momen kebersamaan terasa lebih intim dan berkesan.</p></li></ol><div style="text-align: justify;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVhEErxhcg0_SW6NmBUk4zXPVqgf78vh-hPdivNfWhwB-LRlHMx5MFy8SEHH9_AbhKLUdNlZ84mxRx6UTXKe5N8MOm-GIeyu1tnQjzZbjsrdSNG4bpH1Gfr4x9u-rTDbfDKsNibY2qjoxiA_ozele2AWTtI1OQYsnm6AIPlCjND1K6HKhxrJbrdGDJNwk/s2048/699241713_26711779521848633_3309879655735895453_n%20(1).jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;"><img border="0" data-original-height="1536" data-original-width="2048" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVhEErxhcg0_SW6NmBUk4zXPVqgf78vh-hPdivNfWhwB-LRlHMx5MFy8SEHH9_AbhKLUdNlZ84mxRx6UTXKe5N8MOm-GIeyu1tnQjzZbjsrdSNG4bpH1Gfr4x9u-rTDbfDKsNibY2qjoxiA_ozele2AWTtI1OQYsnm6AIPlCjND1K6HKhxrJbrdGDJNwk/w640-h480/699241713_26711779521848633_3309879655735895453_n%20(1).jpg" width="640" /></a></div><h2 data-path-to-node="10">Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional</h2><ul data-path-to-node="11"><li><p data-path-to-node="11,0,0"><b data-index-in-node="0" data-path-to-node="11,0,0">Harga Tiket Masuk:</b> <b data-index-in-node="75" data-path-to-node="11,0,0"> Rp15.000 per orang</b> . Biaya parkir motor : Rp.3.000</p></li><li><p data-path-to-node="11,1,0"><b data-index-in-node="0" data-path-to-node="11,1,0">Jam Operasional:</b> Teh Jangkung Malabar ini dapat dikunjungi mulai pagi hingga sore hari (sekitar pukul <b data-index-in-node="114" data-path-to-node="11,1,0">06.00 â 17.00 WIB</b>),</p></li></ul><p data-path-to-node="13" style="text-align: justify;">Untuk fasilitas lainnya terdapat Toilet maupun Kantin yang berada di dalam kawasan Teh jangkung Malabar</p><p data-path-to-node="13" style="text-align: justify;">Tips waktu yang tepat untuk mengunjungi Teh Jangkung Malabar sendiri adalah pagi ataupun sore hari. untuk siang hari sepertinya agak panas, karena pohon teh yang tinggi tidak cukup rindang dan suasana pegunungan pada siang hari pastilah sangat panas. cmiwww. </p><p data-path-to-node="16" style="text-align: justify;"></p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.almostbackpacker.com/feeds/358045032030778791/comments/default" rel="noopener" target="_blank">www.almostbackpacker.com</a>.</em></p>
Ayye Arifin
15 Sep

12 Hal yang Harus Dicek Sebelum Membeli Laptop Biar Nggak Salah Pilih
<img width="360" height="203" src="https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-12-Hal-yang-Harus-Dicek-Sebelum-Membeli-Laptop-360x203.png" class="attachment-sec_thumb size-sec_thumb wp-post-image" alt="hal yang harus dicek sebelum membeli laptop" style="max-width:100%; display:block;" decoding="async" srcset="https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-12-Hal-yang-Harus-Dicek-Sebelum-Membeli-Laptop-360x203.png 360w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-12-Hal-yang-Harus-Dicek-Sebelum-Membeli-Laptop-1138x640.png 1138w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-12-Hal-yang-Harus-Dicek-Sebelum-Membeli-Laptop-1334x750.png 1334w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-12-Hal-yang-Harus-Dicek-Sebelum-Membeli-Laptop-768x432.png 768w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-12-Hal-yang-Harus-Dicek-Sebelum-Membeli-Laptop-750x422.png 750w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-12-Hal-yang-Harus-Dicek-Sebelum-Membeli-Laptop.png 1366w" sizes="(max-width: 360px) 100vw, 360px" title="12 Hal yang Harus Dicek Sebelum Membeli Laptop Biar Nggak Salah Pilih 241"><br>Berikut adalah beberapa hal yang harus dicek sebelum membeli laptop agar pembelianmu sesuai dengan kebutuhan jangka panjang.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.hipwee.com/teknologi/hal-yang-harus-dicek-sebelum-membeli-laptop/" rel="noopener" target="_blank">www.hipwee.com</a>.</em></p>
Endar Julian
15 Sep

7 Gunung Erupsi Bersamaan di Indonesia, Ini Penjelasan PVMBG dan Status Terkini
<img width="360" height="203" src="https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-gunung-erupsi-bersamaan-360x203.jpg" class="attachment-sec_thumb size-sec_thumb wp-post-image" alt="hipwee-gunung erupsi bersamaan" style="max-width:100%; display:block;" decoding="async" srcset="https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-gunung-erupsi-bersamaan-360x203.jpg 360w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-gunung-erupsi-bersamaan-750x422.jpg 750w" sizes="(max-width: 360px) 100vw, 360px" title="7 Gunung Erupsi Bersamaan di Indonesia, Ini Penjelasan PVMBG dan Status Terkini 225"><br>Erupsi gunung berapi secara berdekatan bahkan bersamaan jujur pasti bikin kita panik dan ketakutan. Tapi, kamu juga harus tahu bahwa fenomena ini ada alasan ilmiahnya.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.hipwee.com/viral/gunung-erupsi-bersamaan/" rel="noopener" target="_blank">www.hipwee.com</a>.</em></p>
Lintang Filia
15 Sep

Tren Perceraian di Indonesia Makin Naik, Ini Faktor Penyebabnya
<img width="360" height="203" src="https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-featured-composite-10-360x203.jpg" class="attachment-sec_thumb size-sec_thumb wp-post-image" alt="" style="max-width:100%; display:block;" decoding="async" srcset="https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-featured-composite-10-360x203.jpg 360w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-featured-composite-10-1138x640.jpg 1138w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-featured-composite-10-768x432.jpg 768w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-featured-composite-10-750x422.jpg 750w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-featured-composite-10.jpg 1200w" sizes="(max-width: 360px) 100vw, 360px" title="Tren Perceraian di Indonesia Makin Naik, Ini Faktor Penyebabnya 217"><br>Tren perceraian di Indonesia kembali menjadi sorotan pada 2026, baik lewat kasus pasangan selebritas maupun data nasional. Data terbaru BPS yang mencatat perkara perceraian sepanjang 2025 menunjukkan angka ratusan ribu kasus, dengan perselisihan dan faktor ekonomi termasuk persoalan yang banyak tercatat.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.hipwee.com/hubungan/tren-perceraian-di-indonesia/" rel="noopener" target="_blank">www.hipwee.com</a>.</em></p>
Widiya
15 Sep

Fenomena Offline Generation, Ini Alasan Gen Z & Alpha Mulai Kurangi Screen Time
<img width="360" height="203" src="https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-Fenomena-Offline-Generation-Gen-Z-dan-Gen-Alpha-360x203.jpg" class="attachment-sec_thumb size-sec_thumb wp-post-image" alt="" style="max-width:100%; display:block;" decoding="async" srcset="https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-Fenomena-Offline-Generation-Gen-Z-dan-Gen-Alpha-360x203.jpg 360w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-Fenomena-Offline-Generation-Gen-Z-dan-Gen-Alpha-750x422.jpg 750w" sizes="(max-width: 360px) 100vw, 360px" title="Fenomena Offline Generation, Ini Alasan Gen Z & Alpha Mulai Kurangi Screen Time 205"><br>Kamu tahu nggak sih kalau sekarang ternyata banyak Gen Z dan Gen Alpha yang mulai nyari kegiatan fisik karena lelah sama gadget?<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.hipwee.com/hubungan/fenomena-offline-generation/" rel="noopener" target="_blank">www.hipwee.com</a>.</em></p>
Lintang Filia
15 Sep

Gen Z Low Energy: Kenapa Gen Z Gampang Kehabisan Energi?
<img width="360" height="203" src="https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-Gen-Z-Low-Energy-Kenapa-Gen-Z-Gampang-Kehabisan-Energi-360x203.jpg" class="attachment-sec_thumb size-sec_thumb wp-post-image" alt="gen z low energy" style="max-width:100%; display:block;" decoding="async" srcset="https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-Gen-Z-Low-Energy-Kenapa-Gen-Z-Gampang-Kehabisan-Energi-360x203.jpg 360w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-Gen-Z-Low-Energy-Kenapa-Gen-Z-Gampang-Kehabisan-Energi-1138x640.jpg 1138w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-Gen-Z-Low-Energy-Kenapa-Gen-Z-Gampang-Kehabisan-Energi-1334x750.jpg 1334w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-Gen-Z-Low-Energy-Kenapa-Gen-Z-Gampang-Kehabisan-Energi-768x432.jpg 768w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-Gen-Z-Low-Energy-Kenapa-Gen-Z-Gampang-Kehabisan-Energi-750x422.jpg 750w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-Gen-Z-Low-Energy-Kenapa-Gen-Z-Gampang-Kehabisan-Energi.jpg 1366w" sizes="(max-width: 360px) 100vw, 360px" title="Gen Z Low Energy: Kenapa Gen Z Gampang Kehabisan Energi? 181"><br>Gen Z low energy adalah istilah populer yang menggambar kondisi seseorang (generasi Z) yang cepat kehabisan energi secara fisik atau mental.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.hipwee.com/motivasi/gen-z-low-energy/" rel="noopener" target="_blank">www.hipwee.com</a>.</em></p>
Endar Julian
15 Sep

Why a Bad Movie Can Be the Best Way to Start Talking to Someone New
<img width="360" height="203" src="https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-featured-composite-13-360x203.jpg" class="attachment-sec_thumb size-sec_thumb wp-post-image" alt="" style="max-width:100%; display:block;" decoding="async" srcset="https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-featured-composite-13-360x203.jpg 360w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-featured-composite-13-750x422.jpg 750w" sizes="(max-width: 360px) 100vw, 360px" title="Why a Bad Movie Can Be the Best Way to Start Talking to Someone New 171"><br>A bad movie can remove the pressure from a first conversation. Here is why films, games and music make it easier for strangers to start talking.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.hipwee.com/hubungan/bad-movies-help-meet-new-people/" rel="noopener" target="_blank">www.hipwee.com</a>.</em></p>
Nendra Rengganis
15 Sep

Super Cantik, 7 Ide Cat Room Design di Ruangan Sempit yang Nyaman
<img width="360" height="203" src="https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-Super-Cantik-7-Ide-Cat-Room-Design-di-Lahan-Sempit-yang-Nyaman-360x203.jpg" class="attachment-sec_thumb size-sec_thumb wp-post-image" alt="" style="max-width:100%; display:block;" decoding="async" srcset="https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-Super-Cantik-7-Ide-Cat-Room-Design-di-Lahan-Sempit-yang-Nyaman-360x203.jpg 360w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-Super-Cantik-7-Ide-Cat-Room-Design-di-Lahan-Sempit-yang-Nyaman-750x422.jpg 750w" sizes="(max-width: 360px) 100vw, 360px" title="Super Cantik, 7 Ide Cat Room Design di Ruangan Sempit yang Nyaman 163"><br>Keinginan buat bikin cat room atau tempat main khusus buat pus kesayangan tapi lahan terbatas? Tenang aja, sekarang banyak kok model atau design cat room yang memanfaatkan ruang kecil di rumahamu.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.hipwee.com/tips/cat-room-design/" rel="noopener" target="_blank">www.hipwee.com</a>.</em></p>
Lintang Filia
15 Sep

11 Rekomendasi Kasur Terbaik Paling Nyaman untuk Tidur Berkualitas
<img width="360" height="203" src="https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/07/hipwee-www_20260723_131631_0000-360x203.jpg" class="attachment-sec_thumb size-sec_thumb wp-post-image" alt="" style="max-width:100%; display:block;" decoding="async" srcset="https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/07/hipwee-www_20260723_131631_0000-360x203.jpg 360w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/07/hipwee-www_20260723_131631_0000-1138x640.jpg 1138w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/07/hipwee-www_20260723_131631_0000-768x432.jpg 768w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/07/hipwee-www_20260723_131631_0000-750x422.jpg 750w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/07/hipwee-www_20260723_131631_0000.jpg 1280w" sizes="(max-width: 360px) 100vw, 360px" title="11 Rekomendasi Kasur Terbaik Paling Nyaman untuk Tidur Berkualitas 152"><br>Tidur yang berkualitas berawal dari kasur yang tepat. Simak rekomendasi kasur terbaik dengan material nyaman dan daya tahan yang bisa diandalkan.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.hipwee.com/tips/rekomendasi-kasur-terbaik-tidur-nyaman/" rel="noopener" target="_blank">www.hipwee.com</a>.</em></p>
Widiya
15 Sep

Mitos dan Fakta Gempa Bumi: 8 Klaim yang Ternyata Keliru
<img width="360" height="203" src="https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-featured-composite-14-360x203.jpg" class="attachment-sec_thumb size-sec_thumb wp-post-image" alt="" style="max-width:100%; display:block;" decoding="async" srcset="https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-featured-composite-14-360x203.jpg 360w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-featured-composite-14-1138x640.jpg 1138w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-featured-composite-14-768x432.jpg 768w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-featured-composite-14-750x422.jpg 750w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-featured-composite-14.jpg 1200w" sizes="(max-width: 360px) 100vw, 360px" title="Mitos dan Fakta Gempa Bumi: 8 Klaim yang Ternyata Keliru 134"><br>Mitos tentang gempa bisa terdengar meyakinkan, tetapi saat guncangan terjadi, informasi yang benar jauh lebih penting daripada sekadar ikut percaya.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.hipwee.com/hiburan/mitos-dan-fakta-gempa-bumi/" rel="noopener" target="_blank">www.hipwee.com</a>.</em></p>
Widiya
15 Sep

Eau de Toilette vs Eau de Parfum, Mana yang Lebih Tahan Lama?
<img width="360" height="203" src="https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-Eau-de-Toilette-vs-Eau-de-Parfum-Mana-yang-Lebih-Tahan-Lama-360x203.jpg" class="attachment-sec_thumb size-sec_thumb wp-post-image" alt="eau de toilette vs eau de parfum" style="max-width:100%; display:block;" decoding="async" srcset="https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-Eau-de-Toilette-vs-Eau-de-Parfum-Mana-yang-Lebih-Tahan-Lama-360x203.jpg 360w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-Eau-de-Toilette-vs-Eau-de-Parfum-Mana-yang-Lebih-Tahan-Lama-1138x640.jpg 1138w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-Eau-de-Toilette-vs-Eau-de-Parfum-Mana-yang-Lebih-Tahan-Lama-1334x750.jpg 1334w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-Eau-de-Toilette-vs-Eau-de-Parfum-Mana-yang-Lebih-Tahan-Lama-768x432.jpg 768w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-Eau-de-Toilette-vs-Eau-de-Parfum-Mana-yang-Lebih-Tahan-Lama-750x422.jpg 750w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-Eau-de-Toilette-vs-Eau-de-Parfum-Mana-yang-Lebih-Tahan-Lama.jpg 1366w" sizes="(max-width: 360px) 100vw, 360px" title="Eau de Toilette vs Eau de Parfum, Mana yang Lebih Tahan Lama? 121"><br>Berikut adalah perbedaan esensial antara Eau de Toilette vs Eau de Parfum dari berbagai aspek, mulai dari ketahanan aroma hingga karakteristiknya.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.hipwee.com/style/eau-de-toilette-vs-eau-de-parfum-mana-yang-lebih-tahan-lama/" rel="noopener" target="_blank">www.hipwee.com</a>.</em></p>
Endar Julian
15 Sep

iPhone 18 Pro & Pro Max Resmi Rilis, Segini Harga dan Perkiraan Jadwal Masuk Indonesia
<img width="360" height="203" src="https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-iphone-18-pro-resmi-rilis-360x203.jpg" class="attachment-sec_thumb size-sec_thumb wp-post-image" alt="hipwee-iphone 18 pro resmi rilis" style="max-width:100%; display:block;" decoding="async" srcset="https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-iphone-18-pro-resmi-rilis-360x203.jpg 360w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-iphone-18-pro-resmi-rilis-750x422.jpg 750w" sizes="(max-width: 360px) 100vw, 360px" title="iPhone 18 Pro & Pro Max Resmi Rilis, Segini Harga dan Perkiraan Jadwal Masuk Indonesia 111"><br>iPhone 18 resmi dirilis! Uniknya, Apple justru merilis seri Pro lebih dulu daripada yang basic nih. Kira-kira apa ya upgrade terbaru dibanding seri sebelumnya?<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.hipwee.com/teknologi/iphone-18-pro/" rel="noopener" target="_blank">www.hipwee.com</a>.</em></p>
Lintang Filia
15 Sep

10 Rekomendasi Warna Cat Kamar yang Sejuk & Menenangkan
<img width="360" height="203" src="https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-10-Rekomendasi-Warna-Cat-Kamar-yang-Sejuk-Menenangkan-360x203.jpg" class="attachment-sec_thumb size-sec_thumb wp-post-image" alt="warna cat kamar yang sejuk" style="max-width:100%; display:block;" decoding="async" srcset="https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-10-Rekomendasi-Warna-Cat-Kamar-yang-Sejuk-Menenangkan-360x203.jpg 360w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-10-Rekomendasi-Warna-Cat-Kamar-yang-Sejuk-Menenangkan-1138x640.jpg 1138w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-10-Rekomendasi-Warna-Cat-Kamar-yang-Sejuk-Menenangkan-768x432.jpg 768w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-10-Rekomendasi-Warna-Cat-Kamar-yang-Sejuk-Menenangkan-750x422.jpg 750w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-10-Rekomendasi-Warna-Cat-Kamar-yang-Sejuk-Menenangkan.jpg 1200w" sizes="(max-width: 360px) 100vw, 360px" title="10 Rekomendasi Warna Cat Kamar yang Sejuk & Menenangkan 102"><br>Berikut adalah beberapa rekomendasi warna cat kamar yang sejuk dan menenangkan untuk membuat sanctuary-mu lebih nyaman.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.hipwee.com/tips/warna-cat-kamar-yang-sejuk/" rel="noopener" target="_blank">www.hipwee.com</a>.</em></p>
Endar Julian
15 Sep

Contoh Susunan Acara Penutupan Kegiatan Sesuai Jenis Acara
<img width="360" height="203" src="https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/06/hipwee-Susunan-Acara-Penutupan-Kegiatan-360x203.jpg" class="attachment-sec_thumb size-sec_thumb wp-post-image" alt="hipwee-Susunan Acara Penutupan Kegiatan" style="max-width:100%; display:block;" decoding="async" srcset="https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/06/hipwee-Susunan-Acara-Penutupan-Kegiatan-360x203.jpg 360w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/06/hipwee-Susunan-Acara-Penutupan-Kegiatan-1138x640.jpg 1138w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/06/hipwee-Susunan-Acara-Penutupan-Kegiatan-1334x750.jpg 1334w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/06/hipwee-Susunan-Acara-Penutupan-Kegiatan-768x432.jpg 768w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/06/hipwee-Susunan-Acara-Penutupan-Kegiatan-750x422.jpg 750w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/06/hipwee-Susunan-Acara-Penutupan-Kegiatan.jpg 1480w" sizes="(max-width: 360px) 100vw, 360px" title="Contoh Susunan Acara Penutupan Kegiatan Sesuai Jenis Acara 88"><br>Acara yang berjalan lancar sejak awal bisa terasa kurang berkesan jika sesi penutupannya disusun asal-asalan<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.hipwee.com/tips/contoh-susunan-acara-penutupan-kegiatan/" rel="noopener" target="_blank">www.hipwee.com</a>.</em></p>
Taufiq Prasetya
15 Sep

Insiprasi Backsplash Dapur Minimalis yang Estetik dan Mudah Dibersihkan
<img width="360" height="203" src="https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-featured-composite-15-360x203.jpg" class="attachment-sec_thumb size-sec_thumb wp-post-image" alt="" style="max-width:100%; display:block;" decoding="async" srcset="https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-featured-composite-15-360x203.jpg 360w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-featured-composite-15-1138x640.jpg 1138w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-featured-composite-15-768x432.jpg 768w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-featured-composite-15-750x422.jpg 750w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-featured-composite-15.jpg 1200w" sizes="(max-width: 360px) 100vw, 360px" title="Insiprasi Backsplash Dapur Minimalis yang Estetik dan Mudah Dibersihkan 79"><br>Backsplash bukan cuma pelindung dinding dari cipratan masakan. Pilihan material dan motif yang tepat bisa bikin dapur terlihat lebih hidup dan punya karakter.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.hipwee.com/tips/ide-backsplash-dapur-estetik-dan-minimalis/" rel="noopener" target="_blank">www.hipwee.com</a>.</em></p>
Widiya
15 Sep

Bukan Cuma Lotus! Ini 8 Rekomendasi Mooncake Rasa Unik yang Cocok Buat Hampers
<img width="360" height="203" src="https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-rekomendasi-mooncake-360x203.jpg" class="attachment-sec_thumb size-sec_thumb wp-post-image" alt="hipwee-rekomendasi mooncake" style="max-width:100%; display:block;" decoding="async" srcset="https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-rekomendasi-mooncake-360x203.jpg 360w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-rekomendasi-mooncake-750x422.jpg 750w" sizes="(max-width: 360px) 100vw, 360px" title="Bukan Cuma Lotus! Ini 8 Rekomendasi Mooncake Rasa Unik yang Cocok Buat Hampers 63"><br>Zaman sekarang banyak banget varian rasa mooncake yang cocok buat Gen Z! Bisa dijadikan hampers untuk orang-orang tersayang.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.hipwee.com/travel/rekomendasi-mooncake/" rel="noopener" target="_blank">www.hipwee.com</a>.</em></p>
Lintang Filia
15 Sep

11 Ide Headboard Kamar Unik, Estetik, dan Menarik
<img width="360" height="203" src="https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-featured-composite-18-360x203.jpg" class="attachment-sec_thumb size-sec_thumb wp-post-image" alt="" style="max-width:100%; display:block;" decoding="async" srcset="https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-featured-composite-18-360x203.jpg 360w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-featured-composite-18-1138x640.jpg 1138w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-featured-composite-18-768x432.jpg 768w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-featured-composite-18-750x422.jpg 750w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-featured-composite-18.jpg 1200w" sizes="(max-width: 360px) 100vw, 360px" title="11 Ide Headboard Kamar Unik, Estetik, dan Menarik 51"><br>Dari skateboard bekas hingga kain tenun, 11 ide headboard kamar ini bisa mengubah dinding kosong di belakang kasur jadi focal point yang unik dan personal.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.hipwee.com/tips/ide-headboard-kamar-unik-estetik/" rel="noopener" target="_blank">www.hipwee.com</a>.</em></p>
Widiya
15 Sep

Lagi Viral, 6 Drama China Terbaru September 2026 yang Wajib Masuk Watchlist!
<img width="360" height="203" src="https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-drama-China-terbaru-September-2026-360x203.jpg" class="attachment-sec_thumb size-sec_thumb wp-post-image" alt="hipwee-drama China terbaru September 2026" style="max-width:100%; display:block;" decoding="async" srcset="https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-drama-China-terbaru-September-2026-360x203.jpg 360w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-drama-China-terbaru-September-2026-750x422.jpg 750w" sizes="(max-width: 360px) 100vw, 360px" title="Lagi Viral, 6 Drama China Terbaru September 2026 yang Wajib Masuk Watchlist! 35"><br>Bulan ini kita bakal disuguhin drama China berbagai genre yang siap nemenin weekend, nih. Mau yang romance, thriller, sampai kerajaan semua ada!<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.hipwee.com/hiburan/drama-china-terbaru-september-2026/" rel="noopener" target="_blank">www.hipwee.com</a>.</em></p>
Lintang Filia
15 Sep

13 Cara Menyimpan Sayuran di Kulkas Biar Nggak Cepat Layu dan Busuk
<img width="360" height="203" src="https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-featured-composite-19-360x203.jpg" class="attachment-sec_thumb size-sec_thumb wp-post-image" alt="cara menyimpan sayuran di kulkas" style="max-width:100%; display:block;" decoding="async" srcset="https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-featured-composite-19-360x203.jpg 360w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-featured-composite-19-1138x640.jpg 1138w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-featured-composite-19-768x432.jpg 768w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-featured-composite-19-750x422.jpg 750w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-featured-composite-19.jpg 1200w" sizes="(max-width: 360px) 100vw, 360px" title="13 Cara Menyimpan Sayuran di Kulkas Biar Nggak Cepat Layu dan Busuk 25"><br>Ada beberapa sayuran yang justru cepat busuk kalau dimasukkan ke kulkas lo!<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.hipwee.com/tips/cara-menyimpan-sayuran-di-kulkas/" rel="noopener" target="_blank">www.hipwee.com</a>.</em></p>
Widiya
15 Sep

24 Contoh Ucapan Belasungkawa Islam untuk Laki-Laki, Perempuan & Sesuai Sunnah
<img width="360" height="203" src="https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-24-Contoh-Ucapan-Belasungkawa-Islam-untuk-Laki-Laki-Perempuan-Sesuai-Sunnah-360x203.jpg" class="attachment-sec_thumb size-sec_thumb wp-post-image" alt="contoh ucapan belasungkawa islam" style="max-width:100%; display:block;" decoding="async" srcset="https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-24-Contoh-Ucapan-Belasungkawa-Islam-untuk-Laki-Laki-Perempuan-Sesuai-Sunnah-360x203.jpg 360w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-24-Contoh-Ucapan-Belasungkawa-Islam-untuk-Laki-Laki-Perempuan-Sesuai-Sunnah-1138x640.jpg 1138w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-24-Contoh-Ucapan-Belasungkawa-Islam-untuk-Laki-Laki-Perempuan-Sesuai-Sunnah-1334x750.jpg 1334w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-24-Contoh-Ucapan-Belasungkawa-Islam-untuk-Laki-Laki-Perempuan-Sesuai-Sunnah-768x432.jpg 768w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-24-Contoh-Ucapan-Belasungkawa-Islam-untuk-Laki-Laki-Perempuan-Sesuai-Sunnah-750x422.jpg 750w, https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2026/09/hipwee-24-Contoh-Ucapan-Belasungkawa-Islam-untuk-Laki-Laki-Perempuan-Sesuai-Sunnah.jpg 1366w" sizes="(max-width: 360px) 100vw, 360px" title="24 Contoh Ucapan Belasungkawa Islam untuk Laki-Laki, Perempuan & Sesuai Sunnah 7"><br>Berikut adalah contoh ucapan belasungkawa Islam untuk laki-laki, perempuan, dan yang sesuai sunnah nabi Muhammad SAW.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.hipwee.com/tips/contoh-ucapan-belasungkawa-islam/" rel="noopener" target="_blank">www.hipwee.com</a>.</em></p>
Endar Julian
15 Sep

Biaya Mendaki Gunung Batur
<p>Biaya mendaki gunung Batur pada tahun 2021 mengalami sedikit perubahan jika kita bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebenarnya perubahan biaya ini sudah berlaku semenjak tahun 2020 lalu. Perubahan ini terjadi karena melihat situasi pandemi yang belum kunjung usai. Bahkan hingga artikel ini kami buat, kasus-kasus positif baru masih saja bermunculan. Tidak hanya sampai di sini saja, bahkan beberapa media mengabarkan juga muncul berbagai varian baru dari virus Corona dan ini membuat kondisi semakin kacau.</p> <p>Seperti yang sudah kita ketahui, dari akhir tahun 2019 satu penyakit baru yang di sebabkan oleh virus Covid-19 muncul di Indonesia dan hampir di seluruh negara-negara di dunia. Wabah virus ini melumpuhkan sebagian besar ekonomi dari beberapa negara di dunia. Indonesia juga merasakan imbas yang sangat besar jika di lihat dari perkembangan ekonomi mulai tahun 2019 hinga tahun 2021 ini.</p> <p>Di Indonesia sendiri, daerah atau pulau yang paling merasakan imbas dari pandemi Covid-19 ini adalah pulau Bali. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa mayoritas dari masyrakat di Bali mengantungkan hidup dari Pariwisata. Pariwisata Bali bahkan sangat menjadi kacau karena penurunan kedatangan wisatawan. Bahkan pada bulan maret hingga Juli 2020 hanya kurang dari 10% kunjungan terjadi jika kita bandingkan dengan tahun sebelumnya.</p> <p>Kondisi ini menyebabkan kunjungan wisatawan baik asing maupun lokal ke berbagai tempat wisata di Bali jauh dari sekala normal. Sama halnya dengan objek-objek wisata lain, ini juga terjadi di <a href="https://guidegunungbatur.com/gunung-batur-kintamani/">gunung Batur Kintamani Bali</a>. Kunjungan atau aktifitas pendakian di gunung yang berada di desa Batur Kintamani ini sangat sepi bahkan dalam sehari kadang-kadang hanya ada 5 hingga 10 pendaki saja. Hal ini tentunya menjadi pukulan yang sangat terasa bagi seluruh penduduk lokal yang bergantung hidup dari pendakian gunung Batur. Melihat kondisi ini maka pemerintah setempat memberlakukan aturan baru yang membuat biaya mendaki gunung Batur sedikit lebih murah.</p> <h2>Update Terbaru Biaya Pendakian Gunung Batur Kintamani Bali</h2> <p>Dari tahun ketahun semakin banyak tersedia tur penyedia jasa pendakian gunung Batur. Hal ini di sebabkan aktifitas mendaki gunung ini begitu sangat digemaari baik oleh wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik. Ada banyak tour guide gunung Batur yang juga menyediakan berbagai pilihan paket mendaki. Dari sekian banyak jenis paket yang ada, <a href="https://guidegunungbatur.com/paket/paket-trekking-gunung-batur-include-breakfast/">paket mendaki gunung Batur include breakfast di puncak</a> adalah paket yang paling banyak di pilih oleh wisatawan lokal.</p> <p>Nah, sebenarnya apa saja sih biaya yang harus kalian keluarkan untuk bisa mendaki gunung Batur? Pada intinya ada 4 biaya yang akan kalian bayar / habiskan saat mendaki gunung Batur. Mari simak penjelasannya di bawah ini:</p> <h3>1. Tiket Masuk Kawasan Kintamani</h3> <p>Jika kalian mendaki gunung Batur pada tahun ini maka biaya yang kalian keluarkan akan sedikit lebih murah jika dibandingkan dengan tahun sebelum pandemi. Ini karena tiket masuk kawasan Kintamani di hapuskan sementara oleh pemerintah Kabupaten Bangli. Dulu untuk wisatawan lokal wajib membayar sebesar Rp. 25.000 / orang dan Rp. 50.000 / orang untuk wisatawan asing.</p> <p>Misalkan kalian mendaki tahun ini dengan 3 atau 4 orang teman, ini juga berarti kalian akan bisa menghemat hingga Rp. 100.000 totalnya. Namun tidak menutup kemungkinan tiket masuk ini akan kembali di kenakan lagi ya! Untuk info dan update terbaru kalian juga bisa hubungi kami di WhatsApp yang tersedia.</p> <h3>2. Tiket Mendaki Gunung Batur</h3> <p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-996 size-full" src="https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/07/Tiket-Masuk-Gunung-Batur.jpg" alt="Tiket Masuk Gunung Batur" width="800" height="600" srcset="https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/07/Tiket-Masuk-Gunung-Batur.jpg 800w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/07/Tiket-Masuk-Gunung-Batur-300x225.jpg 300w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/07/Tiket-Masuk-Gunung-Batur-768x576.jpg 768w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/07/Tiket-Masuk-Gunung-Batur-600x450.jpg 600w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/07/Tiket-Masuk-Gunung-Batur-200x150.jpg 200w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p> <p>Biaya kedua adalah tiket masuk / tiket mendaki gunung Batur. Harga tiket mendaki gunung Batur ini juga mengalami perubahan yang cukup menonjol. Jika dulu kalian wajib membayar Rp. 25.000 / orang untuk lokal, kini kalian hanya cukup membayar sebesar Rp. 10.000 untuk setiap orang dewasa yang memiliki KTP.</p> <p>Untuk wisatawan asing juga mendapatkan potongan harga tiket yang lumayan besar nilainya. Tiket mendaki gunung Batur untuk asing atau foreign berubah dari Rp. 100.000 menjadi Rp. 50.000 / orang. Cukup murah bukan?</p> <h3>3. Biaya Sewa Guide atau Pemandu Lokal</h3> <p>Biaya selanjutnya atau yang ketiga adalah ongkos sewa guide atau pemandu lokal. Harga sewa untuk guide trekking gunung Batur berkisar antara Rp. 350.000 hingga Rp. 500.000 per guide. Tarif ini biasanya disesuaikan dengan jumlah peserta atau pendaki yang diantar oleh para pemandu. Misalkan kalian mendaki dengan total 5 orang dalam 1 grup maka kalian akan membayar sekitar Rp. 500.000 untuk sewa guide.</p> <p>Harga sewa untuk guide yang mengantar wisatawan asing juga sedikit lebih mahal. Harganya berkisar antara Rp. 500.000 hingga Rp. 700.000 perguide. Mengapa biaya sewanya lebih mahal? Alasannya adalah untuk tiap guide yang mendaki dengan wisatawan Asing mereka wajib membayar sejumlah iuran kepada organisasi pendakian gunung Batur yang ada. Hal ini yang menyebabkan harga sewa guide untuk wisatawan asing menjadi lebih mahal jika dibandingkan dengan harga sewa guide untuk turis lokal.</p> <h3>4. Biaya Layanan Antar Jemput</h3> <p>Ini merupakan biaya terakhir dan hanya opsional saja. Sebenarnya jika kalian sudah memiliki atau menyewa transportasi sendiri, kalian bisa saja langsung bertemu dengan guide kami di start point trekking. Dengan ini kalian cukup membayar ongkos sewa guide dan tiket masuk gunung Batur saja.</p> <p>Akan tetapi jika kalian belum memiliki transportasi sendiri, kalian juga bisa memakai jasa antar jemput yang kami sediakan. Estimasi dari biaya antar jemput dari dan balik ke hotel adalah mulai dari Rp. 200.000 – Rp. 600.000 / mobil. Harga ini kami sesuaikan dengan jarak dari hotel kalian menuju dan dari gunung Batur. Jika kalian ingin mendapat harga antar jemput yang lebih murah, maka dengan menginap di daerah Kintamani semalam sebelum pendakian adalah pilihan yang pas.</p> <blockquote><p><em>Cek Harga Paket Disini: <a href="https://guidegunungbatur.com/paket/paket-mendaki-gunung-batur-include-antar-jemput-hotel/">Paket Trekking Gunung Batur Include Antar Jemput Dari Hotel</a></em></p></blockquote> <h2>Berapa Lama Mendaki Gunung Batur?</h2> <p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-997" src="https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/07/Lama-Pendakian-Gunung-Batur.jpg" alt="Lama Pendakian Gunung Batur" width="800" height="600" srcset="https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/07/Lama-Pendakian-Gunung-Batur.jpg 800w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/07/Lama-Pendakian-Gunung-Batur-300x225.jpg 300w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/07/Lama-Pendakian-Gunung-Batur-768x576.jpg 768w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/07/Lama-Pendakian-Gunung-Batur-600x450.jpg 600w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/07/Lama-Pendakian-Gunung-Batur-200x150.jpg 200w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p> <p>Berapa lamakah pendakian gunung Batur dari start point hingga puncak? Ini merupakan pertanyaan yang paling sering kami terima sejauh ini. Durasi pendakian gunung Batur sebenarnya cukup singkat bila kita bandingkan dengan pendakian di gunung lain yang ada di Bali. Durasi rata-rata dari parkiran hingga kita sampai di puncak adalah sekitar 2 jam pendakian.</p> <p>Lama waktu yang tiap orang perlukan berbeda-beda untuk tiap orangnya. Sejauh pengalaman kami, wisatawan domestik ada yang sampai puncak dalam waktu 2 jam saja. Namun banyak juga yang sampai memerlukan waktu hingga 3 jam bahkan lebih. Tentunya ini tergantung juga dari tingkat kebugaran para pendaki, jika kalian cukup fit dan cukup aktif sehari-hari maka mendaki gunung Batur tidaklah menjadi sesuatu yang berat.</p> <p>Faktor kedua yang menjadi penentu dari lama waktu yang kalian butuhkan adalah jalur pendakian / start point gunung Batur yang kalin pilih. Mendaki melalui jalur pura Pasar Agung waktunya akan sedikit lebih singkat jika di bandingkan melalui Toya Bungkah. Jika kalian mencari pendakian dengan jalur terpanjang dan lebih menantang maka <a href="https://guidegunungbatur.com/mendaki-gunung-batur-via-culali/">mendaki gunung Batur melalui jalur Culali</a> adalah pilihan yang terbaik.</p> <h2>Kesimpulan</h2> <p>Dari penjelasan-penjelasan diatas dapat kita simpulkan jika ada 4 hal yang menjadi biaya dasar saat mendaki gunung Batur. Biaya-biaya yang dimasksud adalah: tiket kawasan Kintamani, tiket gunung Batur, ongkos sewa guide dan biaya dari layanan antar jemput. Keempat biaya itu yang kemudian menjadi penentu dari harga mendaki gunung Batur yang kalian akan bayar.</p> <p>Nah tips dari kami untuk mendapatkan harga yang lebih murah adalah dengan membandingkan harga yang ditawarkan dari beberapa tur agen terlebih dahulu. Kemudian kalian bisa memilih tur yang memberikan harga terbaik, namun jangan lupa untuk memastikan apa saja yang termasuk didalamnya.</p> <p>Baiklah cukup sekian informasi dari kami tentang update terbaru dari biaya pendakian gunung Batur tahun ini. Jika kalian memiliki pertanyaan seputar pendakian gunung ini jangan ragu untuk menghubungi kami kapan saja. Salam sehat untuk kita semua dan sampai jumpa!</p> <p> </p> <p>English Version: <a href="https://www.bagusbaliadventure.com/tour/mount-batur-sunrise-trekking/">Mount Batur Trekking Price</a></p> <p>Artikel <a href="https://www.guidegunungbatur.com/biaya-mendaki-gunung-batur/">Biaya Mendaki Gunung Batur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.guidegunungbatur.com">Guide Gunung Batur</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.guidegunungbatur.com/biaya-mendaki-gunung-batur/" rel="noopener" target="_blank">www.guidegunungbatur.com</a>.</em></p>
Baturadmin
15 Sep

Tempat Camping Terbaik di Kintamani
<p><span style="font-style: inherit; font-weight: inherit;">Rekomendasi tempat camping di Kintamani – Seperti yang sudah kita ketahui, pulau Bali memiliki banyak tempat wisata alam yang begitu indah. Begitu banyak pilihan tempat dan kegiatan berwisata yang bisa kalian para pencinta alam kunjungi. Karena banyaknya pilihan tentunya jika waktu liburan kalian hanya sebentar, mungkin ini akan membuat kalian bingung dalam memilih. </span></p> <p><span style="font-style: inherit; font-weight: inherit;">Nah di dalam artikel ini kami akan membahas tentang beberapa tempat camping yang kami rekomendasikan jika kalian berlibur di Kintamani. Kintamani adalah salah satu objek wisata yang terletak di kabupaten Bangli Bali dan merupakan salah satu tujuan wisata alam terpopuler di Bali. </span><span style="font-style: inherit; font-weight: inherit;">Kintamani </span><span style="font-style: inherit; font-weight: inherit;">menawarkan keindahan pesona alam yang begitu sangat memukau. </span></p> <h2><span style="font-style: inherit; font-weight: inherit;">4 Rekomendasi Tempat Camping di Kintamani Bali </span></h2> <p><span style="font-style: inherit; font-weight: inherit;">Berkunjung ke Kintamani tentunya tidak akan lengkap jika kalian hanya sekedar lewat atau mampir di cafe atau restorannya saja. Berkemah di Kintamani juga dapat kalian jadikan alternatif yang pas untuk mengisi waktu liburan di pulau Bali. Semenjak tahun 2020, kemah di Kintamani sudah menjadi wisata favorit dan tiap minggunya banyak orang melakukan kegiatan berkemah di berbagai tempat di Kintamani. Alasan yang paling mendasar adalah karena Kintamani mampu menyuguhkan suasana yang berbeda jika di bandingkan berkemah di tempat lain di Bali. </span></p> <p><span style="font-style: inherit; font-weight: inherit;">Ada banyak cara untuk menikmati pesona dan keindahan alam di Kintamani yang bisa kalian coba. Beberapa diantaranya adalah dengan mendaki gunung, makan siang prasmanan di Penelokan, berkunjung di salah satu <a href="https://guidegunungbatur.com/montana-del-cafe-kintamani/">cafe di Kintamani</a>, dan yang terakhir adalah dengan berkemah atau camping di berbagai spot camping yang ada. Dan berikut ini adalah beberapa tempat camping populer di Kintamani yang kami rekomendasi untuk kalian:</span></p> <h3><b><strong style="font-style: inherit;"><span style="font-style: inherit; font-weight: inherit;">1. Camping di Puncak Gunung Abang</span></strong></b></h3> <p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1018" src="https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/07/camping-di-puncak-gunung-abang.jpg" alt="camping di puncak gunung abang" width="800" height="600" srcset="https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/07/camping-di-puncak-gunung-abang.jpg 800w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/07/camping-di-puncak-gunung-abang-300x225.jpg 300w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/07/camping-di-puncak-gunung-abang-768x576.jpg 768w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/07/camping-di-puncak-gunung-abang-600x450.jpg 600w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/07/camping-di-puncak-gunung-abang-200x150.jpg 200w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p> <p><span style="font-style: inherit; font-weight: inherit;">Gunung Abang adalah puncak tertinggi dari kaldera Batur. Selain itu, gunung ini juga merupakan gunung nomor tiga tertinggi yang ada setelah gunung Agung dan Batukaru. Tinggi dari gunung Abang yaitu 2152 mdpl dan terletak di tengah antara Gunung Batur dan Gunung Agung. Gunung Abang juga sering disebut dengan nama Bukit Abang. Sebagian besar dari area gunung ini berupa hutan basah yang di dominasi oleh pohon cemara. </span></p> <p><span style="font-style: inherit; font-weight: inherit;">Gunung Abang saat ini juga menjadi salah satu gunung yang paling banyak di gemari oleh para wisatawan yang suka mendaki gunung. Dari puncak gunung ini, kalian bisa melihat pemandangan alam yang begitu indah dan mempesona. Pemandangan yang indah ini akan mampu menghilangkan rasa lelah kalian setelah melakukan pendakian selama kurang lebih 3 jam. </span><span style="font-style: inherit; font-weight: inherit;">Jika kalian ingin mendaki untuk melihat sunrise, kami sarankan untuk memulai pendakian pada jam 2 pagi. Jika beruntung kalian bisa melihat sunrise cantik dengan kabut tipis yang mengelilingi area puncak.</span></p> <blockquote><p><em>Baca juga: <a href="https://guidegunungbatur.com/paket-mendaki-gunung-abang/">Biaya Pendakian Gunung Abang</a></em></p></blockquote> <p><span style="font-style: inherit; font-weight: inherit;">Nah bagaimana jika kalian malas untuk bangun terlalu pagi atau mungkin sedikit takut untuk mendaki dalam keaadan gelap? Jika begitu akan lebih baik kalian melakukan kemah atau camping di puncak gunung Abang. Di puncak gunung ini sudah tersedia tanah yang cukup lapang dan aman untuk kalian mendirikan tenda. </span></p> <h3><b><strong style="font-style: inherit;"><span style="font-style: inherit; font-weight: inherit;">2. Camping di Puncak Gunung Batur</span></strong></b></h3> <p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1020" src="https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/07/camping-di-puncak-gunung-batur.jpg" alt="camping di puncak gunung batur" width="800" height="600" srcset="https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/07/camping-di-puncak-gunung-batur.jpg 800w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/07/camping-di-puncak-gunung-batur-300x225.jpg 300w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/07/camping-di-puncak-gunung-batur-768x576.jpg 768w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/07/camping-di-puncak-gunung-batur-600x450.jpg 600w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/07/camping-di-puncak-gunung-batur-200x150.jpg 200w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p> <p><span style="font-style: inherit; font-weight: inherit;">Selain di Gunung Abang, di gunung Batur kalian juga bisa melakukan kegiatan berkemah ini. Untuk mencapai puncak gunung Batur (1717 mdpl) kalian para wisatawan akan mendaki terlebih dulu selama kurag lebih 2 jam lamanya. Untuk pilihan tempat camping di gunung Batur sebenarnya ada banyak tempat yang bisa kalian gunakan untuk mendirikan tenda. Jika kalian mencari lokasi yang paling lapang, kami sarankan untuk mendirikan tenda di dekat kawah utama dari gunung ini. </span></p> <p><span style="font-style: inherit; font-weight: inherit;">Apakah bisa camping di puncak? Jawabannya adalah bisa! Kami memiliki tempat khusus yang bisa kalian sewa jika ingin <a href="https://guidegunungbatur.com/paket/camping-di-gunung-batur/">camping di puncak gunung Batur</a>. Satu hal yang perlu kalian perhatikan jika ingin berkemah di puncak adalah kondisi cuaca dan tekanan angin. Kalian bisa saja mendirikan tenda tepat di puncak, akan tetapi angin di sini terkadang sangat kencang. Oleh karena itu jika ingin berkemah di puncak, kami sarankan kalian untuk memakai jasa pemandu lokal. Mereka akan menunjukan spot camping terbaik yang tentunya aman untuk bermalam. Selain itu para guide atau porter lokal akan menemani kalian selama tur berlangsung.</span></p> <p><span style="font-style: inherit; font-weight: inherit;">Dari puncak gunung Batur ini, kalian para wisatawan bisa menyaksikan pemandangan Gunung Agung dan Gunung Abang serta danau Batur. Tidak hanya itu, bahka di pagi harinya jika langit cerah kalian juga bisa melihat puncak dari gunung Rinjani. Pemandangan matahari terbit yang begitu menawan juga akan membuat suasana camping kamu semakin berkesan.</span></p> <h3><b><strong style="font-style: inherit;"><span style="font-style: inherit; font-weight: inherit;">3. Camping di Bukit Trunyan</span></strong></b></h3> <p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1021" src="https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/07/camping-bukit-trunyan.jpg" alt="camping bukit trunyan" width="800" height="600" srcset="https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/07/camping-bukit-trunyan.jpg 800w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/07/camping-bukit-trunyan-300x225.jpg 300w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/07/camping-bukit-trunyan-768x576.jpg 768w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/07/camping-bukit-trunyan-600x450.jpg 600w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/07/camping-bukit-trunyan-200x150.jpg 200w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p> <p><span style="font-style: inherit; font-weight: inherit;">Spot camping stau ini terletak di Bukit Trunyan yang berlokasi di Desa Trunyan, Kintamani. View dari puncak bukit ini menjanjikan panorama alam yang sangat cantik. Tempat camping ini sangat</span><span style="font-style: inherit; font-weight: inherit;"><span style="font-style: inherit;"> cocok untuk kalian melalukan kemah. Untuk mencapai puncak bukit Trunyan, kalian akan mendaki kurang dari 1 jam saja. Rata-rata pendaki memerlukan waktu sekitar 45 menit untuk sampai di puncaknya. </span></span></p> <p><span style="font-style: inherit; font-weight: inherit;"><span style="font-style: inherit;">Keindahan alam yang bisa kalian lihat saat tiba di puncak adalah laut Tulamben, puncak gunung Rinjani, puncak pura Lempuyang, puncak Gunung Abang, danau dan juga gunung Batur. Selain itu mata kalian juga akan di manjakan dengan pesona dari desa-desa yang ada di seputaran kaldera Batur. Desa-desa itu adalah desa Abang, desa Buahan, Desa Kedisan dan Desa Batur.</span></span></p> <h3><span style="font-style: inherit; font-weight: inherit;"><b><strong style="font-style: inherit;"><span style="font-style: inherit; font-weight: inherit;">4. Pinggan Camping Spot</span></strong></b></span></h3> <p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1022" src="https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/07/camping-spot-pinggan-bukit-cinta.jpg" alt="camping spot pinggan bukit cinta" width="800" height="600" srcset="https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/07/camping-spot-pinggan-bukit-cinta.jpg 800w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/07/camping-spot-pinggan-bukit-cinta-300x225.jpg 300w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/07/camping-spot-pinggan-bukit-cinta-768x576.jpg 768w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/07/camping-spot-pinggan-bukit-cinta-600x450.jpg 600w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/07/camping-spot-pinggan-bukit-cinta-200x150.jpg 200w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p> <p><span style="font-style: inherit; font-weight: inherit;">Oleh sebagian besar wisatawan yang pernah berkunjung, tempat ini lebih di kenal dengan sebutan Bukit Cinta. </span><span style="font-style: inherit; font-weight: inherit;">Bukit Cinta yang terletak di desa Pinggan ini cukup hits di media sosial. Panorama alam sekitar tempat camping ini sangatlah memikat hati. Selain tempat camping, di sini juga terdapat anjungan untuk kalian mengabadikan foto dengan berlatar gunung Batur di belakangnya dan juga desa songan di bagian bawahnya. </span></p> <p><span style="font-style: inherit; font-weight: inherit;">Para wisatawan biasanya melakukan kemah di sini untuk berburu keindahan matahari terbit di keesokan harinya. Pada pagi hari kalian bisa melihat keindahan sunrise bernuansa siloet dengan latar tiga gunung. Gunung yang tanpak dari bukit ini adalah gunung Batur, gunug Abang dan gunung Agung. Selain itu, kalian juga dapat melihat pemandangan desa Songan yang nampak cantik dan hijau dari atas bukit ini. </span></p> <p><span style="font-style: inherit; font-weight: inherit;">Sering juga kabut tipis datang dan mengelilingi sekitar tempat ini pada pagi hari. Hal ini akan membuat kalian merasa berada di negeri atas awan. Kabut itu muncul dan nampak bagaikan kapas tipis, inilah yang kemudian menambah indahnya pemandangan pagi hari dari tempat kemah d bukit Cinta atau bukit Pinggan ini!</span></p> <h2>Berapakah Harga Sewa dari Tempat Camping di Kintamani?</h2> <p>Harga sewa maupun paket camping dari keempat tempat di atas sebenarnya relatif murah dan sesuai dengan apa yang akan kalian dapatkan. Harga paket tentunya akan kami sesuaikan dengan fasilitas-fasilitas apa saja yang kalian butuhkan selama berkemah. Selain itu harga juga disesuikan dengan jumlah peserta dalam satu grup pemesanan. Jika kalian ingin pengalaman kalian lebih seru kami sarankan untuk menganjak beberapa sahabat maupun keluarga untuk ikut serta.</p> <p>Estimasi biaya paket camping di Kintamani berkisar antara Rp 200.000 hingga Rp. 1.000.000 untuk tiap tenda yang diperlukan. Harga juga bervariasi tergantung tempat camping yang kalian pilih. Untuk informasi lebih lengkap silahkan hubungi kami melalui:</p> <p><strong>WhatsApp: <span style="color: #339966;">081933165404</span></strong></p> <p><strong>Telpon: <span style="color: #339966;">082144554458</span></strong></p> <p> </p> <p><a href="https://www.bagusbaliadventure.com/tour/mount-batur-camping-tour/">Kintamani Camping</a> @2023</p> <p>Artikel <a href="https://www.guidegunungbatur.com/tempat-camping-terbaik-di-kintamani/">Tempat Camping Terbaik di Kintamani</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.guidegunungbatur.com">Guide Gunung Batur</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.guidegunungbatur.com/tempat-camping-terbaik-di-kintamani/" rel="noopener" target="_blank">www.guidegunungbatur.com</a>.</em></p>
Baturadmin
15 Sep

Trekking dan Menginap di Kaki Gunung Batur
<p><strong>Trekking dan Menginap di Kaki Gunung Batur</strong> – Mendaki gunung Batur untuk sebagian besar orang ataupun wisatawan yang berlibur di Bali adalah salah satu hal yang sangat mengesankan. Kegiatan luar ruangan ini cocok di coba dengan keluarga, sahabat maupun pasangan kalian. Alasannya adalah gunung ini tergolong mudah dengan rute dan waktu pendakian yang cukup singkat. Kalian hanya akan mendaki selama kurang lebih 2 jam kepuncak. Jarak tempuh total dari berbagai <a href="https://guidegunungbatur.com/jalur-pendakian-gunung-batur/">jalur pendakian</a> yang ada hanya sekitar 9 kilometer naik dan turun.</p> <p>Pada umumnya para pendaki lebih memilih untuk mendaki pada malam atau dini hari. Tujuannya adalah agar mereka sampai puncak gunung sebelum matahari terbit. Keindahan matahari terbit atau sunrise dari puncak gunung akan mengobati rasa lelah dan penat kalian setelah perjalanan. Kalian juga bisa menikmati sarapan pagi yang kami sudah siapkan dalam satu <a href="https://guidegunungbatur.com/paket/paket-trekking-gunung-batur-include-breakfast/">paket trekking dengan sarapan di puncak gunung Batur</a>. Menikmati segelas kopi hangat sambil menyaksikan sang surya terbit dari ketinggian 1717 mdpl nantinya akan menjadi pengalaman yang tidak akan pernah kalian lupakan.</p> <p>Kami menyedikan berbagai pilihan paket mendaki yang bisa kalian coba. Ada juga paket yang termasuk dengan antar jemput dari hotel di berbagai kawasan di Bali. Tidak peduli dimanapun kalian menginap kami memiliki tim yang cukup berpengalaman dan siap untuk menjemput kalian tepat waktu. Jam penjemputan biasanya di sesuaikan dengan lokasi kalian menginap. Estimasi jam penjemputan adalah mulai dari jam 1 hingga jam 3 dini hari. Semakin jauh jarak tempat kalian menginap maka jam penjemputan akan lebih awal tentunya.</p> <h2>Harga Penginapan di Kintamani</h2> <p>Nah jika kalian tidak ingin bangun terlalu pagi maka menginap di salah satu hotel yang berada tepat di kaki gunung Batur adalah pilihan yang tepat. Melakukan <strong>Trekking dan menginap semalam di kaki gunung Batur </strong>akan memberikan kalian berbagai keuntungan. Selain tidak perlu bangun terlalu pagi, kalian juga bisa menghemat biaya antar jemput dengan datang ke Kintamani sehari sebelum pendakian dimulai.</p> <p>Kalian bisa menyewa mobil atau sepeda motor untuk sampai ke tempat menginap pilihan kalian. Kemudian di esok harinya tour guide kami akan datang ke tempat kalian menginap pada pukul 3.30 pagi untuk memulai pendakian.</p> <p>Harga hotel atau penginapan yang ada di Kintamani bisa kami katakan cukup murah. Untuk kelas homestay berkisar antara Rp. 200.000 hingga Rp. 350.000 permalamnya. Kemudian untuk kelas villa harganya berkisar antara Rp. 500.000 hingga Rp. 900.000 per kamar. Kalian bisa dengan mudah menemukan hotel yang tepat melalui berbagai aplikasi yang tersedia. Namun bila kalian bisa langsung mengubungi bagian reservasi secara ofline tentunya kalian bisa mendapatkan potongan harga atau diskon.</p> <h2>Rekomendasi Hotel di Kaki Gunung Batur</h2> <div id="attachment_1030" style="width: 810px" class="wp-caption alignleft"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1030" class="size-full wp-image-1030" src="https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/hotel-di-kaki-gunung-batur.jpg" alt="hotel di kaki gunung batur" width="800" height="600" srcset="https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/hotel-di-kaki-gunung-batur.jpg 800w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/hotel-di-kaki-gunung-batur-300x225.jpg 300w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/hotel-di-kaki-gunung-batur-768x576.jpg 768w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/hotel-di-kaki-gunung-batur-600x450.jpg 600w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/hotel-di-kaki-gunung-batur-200x150.jpg 200w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-1030" class="wp-caption-text">Manik Tirta Cabin’s</p></div> <p>Ada beberapa hotel atau penginapan yang terletak tepat di kaki gunung Batur. Misalnya Batur Volcano Guest House, Black Lava Hostel, Green Hill, Tampurhyang View, Manik Tirta Cabin’s, The Breeze dan banyak lagi pilihan lainnya. Semua hotel ini terletak tepat di jalur pendakian toya Bungkah, sehingga cocok untuk kalian pilih sebagai tempat bermalam semalam sebelum pendakian di gunung Batur.</p> <p>Dari sekian banyak pilihan itu, Manik Tirta Cabin’s adalah yang paling kami rekomendasikan. Penginapan ini letaknya tepat di sebelah pos atau start point trekking. Selain itu owner juga merupakan warga lokal yang ramah. Ditambah lagi dengan gaya bangunan dengan design yang antik akan membuat kalian betah dan nyaman selama berada di sini.</p> <h2>Paket Lengkap Trekking dan Menginap di Kaki Gunung Batur</h2> <p>Ini merupakan paket yang sangat banyak di cari oleh para pendaki terutama wisatawan domestik. Kami menyajikan paket yang sudah termasuk dengan biaya menginap semalam di Manik Tirta Cabin’s. Harga paket tentunya lebih murah jika di bandingkan dengan kalian memesanya secara terpisah. Dan berikut ini adalah keterangan lebih lengkapnya:</p> <p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Susunan Acara:</strong></span></p> <p><strong>Hari Pertama:</strong> Check in di Manik Tirta. Jam Check in mulai dari jam 1 siang hingga 10 malam.</p> <p><strong>Hari Kedua:</strong></p> <ul> <li>03.30: Penjemputan oleh tour guide kami dan pendakian dimulai</li> <li>06.00: Tiba di puncak gunung Batur</li> <li>06.30: Sarapan di puncak sambil menyaksikan matahari terbit</li> <li>07.30: Memulai perjalanan turun dengan mengelilingi puncak dan kawah utama</li> <li>09.00: Kembali tiba di Manik Tirta Cabin’s</li> <li>09.30: Sarapan kedua dan tour selesai</li> </ul> <p><strong><span style="font-size: 14pt;">Harga Paket Mendaki Gunung Batur Termasuk Hotel:</span></strong></p> <ul> <li>1 orang + 1 Kamar : Rp. 725.000</li> <li>2 orang + 1 Kamar : Rp. 425.000 / orang</li> <li>3 orang + 1 Kamar : Rp. 325.000 / orang</li> <li>3 orang + 2 Kamar : Rp. 435.000 / orang</li> <li>4 orang + 2 Kamar : Rp. 350.000 / orang</li> <li>5 orang + 2 Kamar : Rp. 300.000 / orang</li> <li>5 orang + 3 Kamar : Rp. 375.000 / orang</li> <li>6 orang + 2 Kamar : Rp. 275.000 / orang</li> <li>6 orang + 3 Kamar : Rp. 325.000 / orang</li> </ul> <p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Apa saja yang Termasuk?</strong></span></p> <ul> <li>Guide /Pemandu pribadi yang berpengalaman</li> <li>Menginap Semalam di Manik Tirta Cabin’s</li> <li>Tiket Masuk Gunung Batur</li> <li>Sarapan di puncak</li> <li>Sarapan di Hotel</li> <li>Alat Pendakian: Senter dan tongkat</li> <li>Air Minum Selama Pendakian</li> </ul> <p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Layanan Pelanggan:</strong></span></p> <p>Jika kalian mempunyai pertanyaan seputaran pemesanan paket ini silahkan hubungi kami di:</p> <p><span style="color: #0000ff;"><strong>WhatsApp: 081933165404</strong></span></p> <p><span style="color: #0000ff;"><strong>Telpon: 082144554458</strong></span></p> <p>Artikel <a href="https://www.guidegunungbatur.com/trekking-dan-menginap-di-kaki-gunung-batur/">Trekking dan Menginap di Kaki Gunung Batur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.guidegunungbatur.com">Guide Gunung Batur</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.guidegunungbatur.com/trekking-dan-menginap-di-kaki-gunung-batur/" rel="noopener" target="_blank">www.guidegunungbatur.com</a>.</em></p>
Baturadmin
15 Sep

Basecamp Pendakian Gunung Batur
<p><strong>Basecamp gunung Batur </strong>yang paling banyak di gunakan oleh para pendaki yaitu Toya Bungkah dan Pasar Agung. Kedua basecamp ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing – masing dan bisa kalian pertimbangkan untuk memiliki tempat mana yang nantinya sesuai dengan karakter dan kebutuhan mendaki kamu. Mengenai kelebihan dan kekurangan baik dari basecamp Toya Bungkah maupun Pasar Agung kalian bisa baca di <a href="https://guidegunungbatur.com/jalur-pendakian-gunung-batur/">jalur pendakian gunung Batur</a>.</p> <p>Sebenarnya pendakian gunung Batur termasuk dalam kategori pendakian yang mudah. Bila kita bandingkan dengan pendakian di gunung lain yang ada di pulau Bali jaraknya adalah yang paling singkat. Jika kalian ngaku sebagai seorang pencinta alam yang punya hobi mendaki gunung maka saat berlibur di Bali mendaki gunung Batur adalah suatu keharusan.</p> <p>Seperti yang sudah kita ketahui bahwa keindahan pulau Bali bukan semata-mata hanya ada pada pantai-pantainya. Bali juga terkenal sebagai pulau indah dengan seribu pura. Selain itu, wisata air terjun dan mendaki gunung juga tidak kalah menarik. Gunung Batur yang terletak di desa Batur kecamatan Kintamani adalah salah satu gunung terfavorit bagi kalangan wisatawan.</p> <h2>Dua Basecamp Gunung Batur Terfavorit</h2> <p>Gunung Batur merupakan gunung berapi yang masih aktif hingga tahun 2021 ini. Menurut catatan, gunung yang memiliki puncak 1717 meter dari permukaan laut ini sempat meletus sebanyak 26 kali. Letusan terbesar yang berhasil di catat terjadi pada tahun 1926. Kemudian setelah itu terjadi lagi letusan pada tahun 1963 dan tahun 2000 sebagai letusan terakhir. Aktifitas vulkanik dari gunung berapi ini tergolong masih sangat aktif. Pada bulan Juli hingga Agustus 2021, gunung ini mengeluarkan belerang dalam jumlah yang cukup besar. Belerang itu keluar dari permukaan danau Batur selama lebih dari tiga minggu dan membuat sebagian petani ikan mujair lokal harus merugi karena ikan-ikan mereka banyak yang mati.</p> <p>Untuk mencapai puncak gunung Batur kalian dapat memakai empat jalur pendakian yang berbeda yaitu: Toya Bungkah, Pasar Agung, Culali dan Serongga . Dari ke empat pilihan tersebut, Toya Bungkah dan Pasar Agung merupakan dua pilihan yang paling banyak digunakan. Kedua basecamp ini sangat mudah di cari bahkan meskipun kalian mendaki tanpa tour guide sekalipun. Berikut ini adalah ulasan singkat dari kedua basecamp tersebut:</p> <h3>Basecamp Toya Bungkah</h3> <p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1038" src="https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Basecamp-gunung-batur.jpg" alt="Basecamp gunung batur" width="800" height="600" srcset="https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Basecamp-gunung-batur.jpg 800w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Basecamp-gunung-batur-300x225.jpg 300w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Basecamp-gunung-batur-768x576.jpg 768w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Basecamp-gunung-batur-600x450.jpg 600w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Basecamp-gunung-batur-200x150.jpg 200w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p> <p>Sesuai dengan namanya, basecamp yang satu terletak di desa Toya Bungkah Kintamani. Untuk mencari basecamp ini kalian bisa mencari arah Toya Devasya, kemudian sekitar 100 meter sebelumnya kalian akan menemukan parkiran yang berada di kiri jalan. Nah dari parkir yang cukup luas inilah pendakian kalian akan di mulai.</p> <p>Dari sini pendakian akan di mulai dari ketinggiian 1100 meter dari permukaan laut. Dengan kata lain perbedaan ketinggian antara parkir dan puncak adalah sekitar 600 meter saja. Jarak yang akan kalian tempuh dari parkir ke puncak kurang lebih 4,5 kilometer pada saat naik. Kemudian pada saat turun bisa jadi lebih panjang apabila disertai dengan perjalanan mengelilingi puncak saat kalian turun.</p> <p>Rute pendakian melalui basecamp gunung Batur yang satu ini menurut kami adalah yang paling mudah. Sejak 3 tahun lalu perkumpulan ojek dan pedagan lokal di kawasan gunung Batur sudah membuat perubahan besar pada jalur pendakian. Bahkan kini, dari parkir mobil hingga ke pos ketiga (kurang lebih 15 menitan sebelum puncak) dapat ditempuh dengan motor trail.</p> <blockquote><p>Mungkin kalian suka: <a href="https://guidegunungbatur.com/paket/naik-gunung-batur-dengan-motor-trail/">Mendaki Gunung Batur dengan motor Trail KLX</a></p></blockquote> <p>Selain jalur yang cukup mudah, lebih dari setengah perjalanan kalian akan melewati hutan yang rindang. Hal ini akan membuat kalian merasa sejuk saat perjalanan turun dan balik ke parkiran atau basecamp Toya Bungkah. Selama perjalanan turun mata kalian akan di manjakan oleh indahnya gunung Abang, gunung Agung, danau Batur dan pemandangan desa sekitar gunung Batur.</p> <p>Estimasi waktu tempuh pada saat naik adalah sekitar 1,5 hingga 2 jam perjalanan dan 2 hingga 2,5 jam saat turun apabila di sertai dengan trip mengelilingi puncak.</p> <h3>Basecamp Pasar Agung</h3> <p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1039" src="https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Basecamp-pendakian-gunung-batur.jpg" alt="Basecamp pendakian gunung batur" width="800" height="600" srcset="https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Basecamp-pendakian-gunung-batur.jpg 800w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Basecamp-pendakian-gunung-batur-300x225.jpg 300w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Basecamp-pendakian-gunung-batur-768x576.jpg 768w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Basecamp-pendakian-gunung-batur-600x450.jpg 600w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Basecamp-pendakian-gunung-batur-200x150.jpg 200w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p> <p>Jika kalian ingin mendaki gunung Batur dan mencari jalur terpendek, maka mendaki melalui basecamp yang satu ini adalah pilihan yang tepat. Untuk mencari Bacecamp ini, kalian bisa dengan mudah menemukannya di google maps. Cukup cari arah ke pura pasar Agung, namun sebelumnya harap lakukan registrasi terlebih dahulu ya di pos pendakian yang ada di bawah basecamp ini.</p> <p>Melalui parkiran pura Pasar Agung, kalian akan memulai pendakian dari ketinggian 1240 mdpl dengan jarak tempuh kepuncak hanya sekitar 3,2 kilometer saja. Meskipun demikian, perlu kalian ketahui banyak juga pendaki yang merasa bahwa medan yang mereka lalui cukup berat. Hal ini karena sesaat setelah pendakian di mulai kalian akan langsung melipir bebatuan lahar hitam yang cukup terjal. Kemudian setelah melewati bebatuan itu, perjalanan akan kita lanjutkan dengan menyusuri jalanan berpasir yang cukup licin.</p> <p>Estimasi waktu tempuh melalui basecamp ini adalah sekitar 1 hingga 1,5 jam baik pas naik maupun turun.</p> <p>Untuk keselamatan dan kenyamanan kalian saat mendaki kami selalu menghimbau untuk mengunakan jasa guide lokal gunung Batur. Jika kalian tidak suka ribet, kalian juga bisa memesan <a href="https://guidegunungbatur.com/paket/paket-mendaki-gunung-batur/">paket mendaki gunung Batur</a> karena kami menyediakan berbagai jenis pilihan yang tentunya bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan budget liburan kalian.</p> <p>Artikel <a href="https://www.guidegunungbatur.com/basecamp-pendakian-gunung-batur/">Basecamp Pendakian Gunung Batur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.guidegunungbatur.com">Guide Gunung Batur</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.guidegunungbatur.com/basecamp-pendakian-gunung-batur/" rel="noopener" target="_blank">www.guidegunungbatur.com</a>.</em></p>
Baturadmin
15 Sep

Mendaki Gunung Batur Dari Kuta
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1043" src="https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Mendaki-Gunung-Batur-Dari-Kuta.jpg" alt="Mendaki Gunung Batur Dari Kuta" width="800" height="600" srcset="https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Mendaki-Gunung-Batur-Dari-Kuta.jpg 800w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Mendaki-Gunung-Batur-Dari-Kuta-300x225.jpg 300w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Mendaki-Gunung-Batur-Dari-Kuta-768x576.jpg 768w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Mendaki-Gunung-Batur-Dari-Kuta-600x450.jpg 600w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Mendaki-Gunung-Batur-Dari-Kuta-200x150.jpg 200w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p> <p>Mendaki Gunung Batur Dari Kuta – Mungkin ada beberapa dari kalian yang ingin atau sedang berlibur di Bali saat ini? Mungkin juga sebagian dari kalian saat ini sedang menginap di hotel atau villa yang berada di kawasan Kuta Bali? Atau mungkin kalian para wisatawan sedang bertanya tentang bagaimana cara trekking ke Gunung Batur jika kalian menginap di sekitar kawasan Kuta?</p> <p>Dalam hal ini yang kami maksudkan dengan kawasan Kuta yaitu: Kuta, Seminyak, Legian, Kerobokan dan Canggu. Nah, di dalam artikel ini kami akan memberikan beberapa informasi terkait harga, waktu tempuh dan susunan acara jika melakukan trekking di Gunung Batur dari Kuta. Pada kali ini yang kami bahas khusus untuk <a href="https://guidegunungbatur.com/paket/paket-trekking-gunung-batur-include-breakfast/">paket sunrise trekking gunung Batur</a> ya.</p> <h2>BERAPA LAMA WAKTU YANG DIBUTUHKAN UNTUK TREKKING GUNUNG BATUR DARI KUTA?</h2> <p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1044" src="https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Jarak-Mendaki-Gunung-Batur-Dari-Kuta.jpg" alt="Jarak Mendaki Gunung Batur Dari Kuta" width="800" height="600" srcset="https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Jarak-Mendaki-Gunung-Batur-Dari-Kuta.jpg 800w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Jarak-Mendaki-Gunung-Batur-Dari-Kuta-300x225.jpg 300w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Jarak-Mendaki-Gunung-Batur-Dari-Kuta-768x576.jpg 768w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Jarak-Mendaki-Gunung-Batur-Dari-Kuta-600x450.jpg 600w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Jarak-Mendaki-Gunung-Batur-Dari-Kuta-200x150.jpg 200w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p> <p>Jika kalian menginap di area Kuta, kami akan menjemput kalian pada jam 1.30 pagi. Mungkin terdengar terlalu pagi buat kalian ya? Untuk informasi, jarak antara Kuta dan titik awal atau <a href="https://guidegunungbatur.com/basecamp-pendakian-gunung-batur/">basecamp trekking gunung Batur</a> cukup jauh. Pada malam atau dini hari perjalanan dari area Kuta ke gunung Batur akan memakan waktu sekitar satu setengah jam dengan mengendarai mobil atau sepeda motor. Kemudian pada saat siang hari dari gunung Batur kembali ke Kuta akan memerlukan waktu dua jam bahkan lebih.</p> <p>Anda akan tiba di titik awal pendakian gunung Batur sekitar jam 3.00 hingga 3.15 pagi. Di sini Anda akan bertemu dengan pemandu trekking gunung Batur Bali kami yang tentunya judah berpengalaman di bidangnya. Sebelum memulai pendakian, Ia akan memberikan beberapa informasi tentang standar prosedur trekking gunung Batur. Hal ini wajib kalian ketahui sebelum memulai perjalanan ke puncak Gunung Batur.</p> <p>Untuk start point atau titik awal trekking kami lebih senang menggunakan jalur Toya Bungkah. Jarak yang akan di tempuh melalui jalur trekking ini sedikit lebih jauh dari jalur trekking lainnya. Akan tetapi kalian akan merasa lebih nyaman. Alasannya adalah karena biasanya jalur ini hanya digunakan untuk orang-orang yang akan mendaki dengan layanan private tour.</p> <h2>Keindahan Sunrise di Puncak Gunung Batur</h2> <p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1045" src="https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Harga-Mendaki-Gunung-Batur-Dari-Kuta.jpg" alt="Harga Mendaki Gunung Batur Dari Kuta" width="800" height="600" srcset="https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Harga-Mendaki-Gunung-Batur-Dari-Kuta.jpg 800w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Harga-Mendaki-Gunung-Batur-Dari-Kuta-300x225.jpg 300w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Harga-Mendaki-Gunung-Batur-Dari-Kuta-768x576.jpg 768w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Harga-Mendaki-Gunung-Batur-Dari-Kuta-600x450.jpg 600w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Harga-Mendaki-Gunung-Batur-Dari-Kuta-200x150.jpg 200w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p> <p>Setelah berjalan selama lebih kurang satu jam tiga puluh menit hingga dua jam, maka kalian akan tiba di puncak. Sekitar pukul 06.00 pagi, dari puncak kalian dapat melihat pemandangan yang indah. Itu meliputi keindahan matahari terbit serta lengkap dengan pemandangan yang menakjubkan sekitar kawasan gunung Batur. Pada pukul 07.00 pagi (setelah guide kami menyajikan paket sarapan pagi Anda), perjalanan akan kita lanjutkan dengan mengelilingi kawah utama Gunung Batur.</p> <p>Saat mengelilingi kawah dan puncak, kalian akan bisa melihat pemandangan alam lain yang tidak kalah cantik. Kalian akan melihat kawah II dari kejauhan dan juga hamparan pasir dan lava hitam yang sudah membeku. Trip ini hanya opsional saja dan tidak ada tambahan biaya lagi untuk ini. Jika misalkan kalian tidak tertarik, maka kalian bisa berjalan turun dengan menyusuri jalan trekking yang sama seperti pada saat kalian mendaki. Biasanya kalian akan sampai kembali ke titik awal pada pukul 08.30 sampai dengan pukul 09.00 pagi.</p> <h2>Tur Tambahan Lain</h2> <p>Sarat kalian mendaki Gunung Batur dari Kuta, di akhir tur kalian juga bisa menambahkan aktifitas lain. Aktifitas yang kami maksud seperti mengunjungi pemandian air panas, makan siang di restoran Kintamani ataupun mengunjungi perkebunan kopi. Itu hanya opsi tambahan, jika kalian tidak tertarik maka kalian bisa melewatinya dan sopir kami akan langsung membawa kalian kembali ke hotel.</p> <p>Perjalanan saat kembali ke Kuta pada siang hari biasanya akan sedikit lebih lama. Itu mungkin akan memakan waktu sekitar dua sampai tiga jam perjalanan. Tentunya hal ini tergantung dengan kondisi lalu lintas menuju ke hotel atau tempat kalian menginap. Untuk <a href="https://guidegunungbatur.com/paket/paket-mendaki-gunung-batur-include-antar-jemput-hotel/">paket gunung Batur trekking include antar jemput dari Kuta</a> biasanya kalian akan tiba kembali di hotel sekitar pukul 11.00.</p> <h2>Berapa Harga / Biaya Mendaki Gunung Batur Dari Kuta?</h2> <p>Mengenai harga paket trekking gunung Batur dengan penjemputan di area Kuta, itu harganya mulai dari Rp. 250.000 / orang. Harga tersebut kami kenakan khusus untuk kalian para wisawatan atau turis domestik. Paket trekking gunung Batur ini sudah termasuk dengan antar jemput dari Kuta, sarapan pagi, tiket masuk kawasan dan pemandu pribadi.</p> <p>Berikut ini adalah keterangan harga paketnya:</p> <ul> <li><span style="color: #0000ff;"><strong>Rp. 975.000 untuk 1 orang</strong></span></li> <li><span style="color: #0000ff;"><strong>Rp. 525.000 / orang untuk 2 orang peserta</strong></span></li> <li><span style="color: #0000ff;"><strong>Rp. 400.000 / orang untuk 3 orang peserta.</strong></span></li> <li><span style="color: #0000ff;"><strong>Rp. 325.000 / orang untuk 4 orang peserta.</strong></span></li> <li><span style="color: #0000ff;"><strong>Rp. 275.000 / orang untuk 5 orang peserta.</strong></span></li> <li><span style="color: #0000ff;"><strong>Rp. 250.000 / orang untuk 6 orang peserta atau lebih!</strong></span></li> </ul> <p>Oke, itulah sedikit informasi dari kami tentang harga mendaki / trekking gunung Batur dengan antar jemput di kawasan Kuta. Silahkan hubungi kami di WhatsApp untuk kalian yang ingin melakukan sunrise trekking ke gunung Batur dengan penjemputan dari wilayah lain.</p> <p> </p> <p>Follow Kami on <strong>Instagram: <a href="https://www.instagram.com/gunungbaturtrekkingtour">Guide Gunung Batur</a></strong></p> <p>Artikel <a href="https://www.guidegunungbatur.com/mendaki-gunung-batur-dari-kuta/">Mendaki Gunung Batur Dari Kuta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.guidegunungbatur.com">Guide Gunung Batur</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.guidegunungbatur.com/mendaki-gunung-batur-dari-kuta/" rel="noopener" target="_blank">www.guidegunungbatur.com</a>.</em></p>
Baturadmin
15 Sep

Suhu Udara di Puncak Gunung Batur
<p>Suhu Udara Gunung Batur – Gunung Batur merupakan salah satu gunung paling populer dari 10 gunung yang ada di pulau Bali. Setiap harinya mulai dari bulan Januari hingga bulan Desember, gunung ini selalu ramai oleh wisatawan baik asing maupun lokal. Dengan kata lain, gunung Batur adalah tempat untuk melakukan trekking yang paling populer d Bali.</p> <p>Pada umumnya saat yang terbaik untuk mendaki adalah pada musim kemarau. Musim kemarau di Bali biasanya mulai dari bulan Februari hingga akhir september. Namun, pada musim hujan kalian juga tetap memiliki kesempatan untuk bisa menyaksikan keindaahan matahari terbit. Alasannya adalah karena pada umumnya hujan di Kintamani hanya mulai dari siang ataupun sore hari. Jadi jika kalian berlibur pada saat musim penghujan datang, tidak usah ragu untuk melakukan <a href="https://guidegunungbatur.com/paket/paket-mendaki-gunung-batur/">Trekking sunrise di gunung Batur</a>.</p> <h2>BERAPA SUHU / TEMPERATURE UDARA DI PUNCAK GUNUNG BATUR?</h2> <p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1051" src="https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Temprature-di-Gunung-Batur.jpg" alt="Temprature di Gunung Batur" width="800" height="600" srcset="https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Temprature-di-Gunung-Batur.jpg 800w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Temprature-di-Gunung-Batur-300x225.jpg 300w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Temprature-di-Gunung-Batur-768x576.jpg 768w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Temprature-di-Gunung-Batur-600x450.jpg 600w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Temprature-di-Gunung-Batur-200x150.jpg 200w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p> <p>Sejauh ini, ada banyak yang bertanya tentang bagaimana suhu udara di puncak gunung Batur Bali. Nah, di dalam artikel ini kami akan memberikan sedikit informasi tentang suhu di kawasan Gunung Batur. Artikel ini membahas tentang cuaca gunung Batur dan suhu harian rata-rata. Setelah membaca ini, kalian akan mengetahui tentang suhu gunung Batur mulai dari pagi, siang hingga malam hari.</p> <p>Suhu udara di Gunung Batur pada setiap bulannya memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Pada bulan Desember hingga akhir Maret, suhu di Gunung Batur akan berkisar antara 14 â 18 derajat Celcius. Suhu dingin ini akan kita rasakan saat berada di puncak utama. Ini akan kita rasakan beberapa menit sebelum matahari terbit. Selama periode musim ini, kadang-kadang kita tidak dapat melihat matahari terbit. Hal ini disebabkan karena seringkali awan datang dan menutupi pemandangan di pagi hari.</p> <p>Kembali lagi segala sesuatu bisa saja terjadi di alam dan kita akan susah untuk menebaknya. Tentu saja kami tidak bisa menjanjikan untuk mendapatkan pemandangan yang bagus setiap pagi di musim ini. Semua tergantung pada keberuntungan Anda.</p> <blockquote><p>Baca Juga: <a href="https://guidegunungbatur.com/tips-dan-persiapan-mendaki-gunung-batur/">Tips dan Persiapan Sebelum Mendaki Gunung Batur</a></p></blockquote> <h2>KAPAN SIH PUNCAK MUSIM PENGHUJAN DI BALI?</h2> <p>Titik hujan tertinggi di Bali biasanya terjadi pada bulan Januari hingga Februari tiap tahunnya. Jadi jika Anda datang untuk mendaki di Gunung Batur pada bulan Januari sampai Februari jangan lupa untuk membawa jas hujan dan pakaian ganti di dalam tas punggung kalian. Jas hujan dan baju ganti ini akan sangat berguna jika saat kita mendaki hujan tiba-tiba turun. Selama bulan Januari sampai Februari ini, suhu udara di Gunung Batur bisa mencapai titik terendah yaitu 10 derajat Celcius di puncak. Suhu ini biasanya kita temukan saat cuaca buruk dengan curah hujan yang lebat serta angin kencang.</p> <p>Untuk kalian ketahui bahwa suhu udara di Gunung Batur bisa berubah dengan sangat cepat. Apalagi di puncak utama, suhu bisa berubah dari 21 derajat menjadi 11 derajat Celcius hanya dalam hitungan menit. Suhu dingin ini tidak akan kita rasakan saat perjalanan ke puncak. Alasannya adalah karena selama pendakian tentunya kita akan berkeringat kemudian keringat menutupi pori-pori sehingga tubuh akan merasa hangat. Namun setiba di puncak, suhu dingin akan mulai kita rasakan terlebih lagi saat kita menunggu matahari terbit.</p> <h2>JENIS PAKAIAN YANG TEPAT UNTUK MENDAKI DI MUSIM HUJAN</h2> <p>Selain menyiapkan jaket dan jas hujan, kalian juga bisa membawa topi kupluk, penutup telinga dan sarung tangan. Selain itu kalian juga harus mengenakan sepatu yang tepat, karena bisa saja jalur pendakian menjadi agak licin setelah sempat terguyur hujan. Pada dasarnya saat musim kemarau, dengan menggunakan sepatu olahraga sudah cukup untuk kalian gunakan mendaki gunung Batur. Tapi sepatu trekking atau sepatu dengan grip yang baik akan menjadi pilihan yang lebih baik. Kalian juga bisa mempertimbangkan untuk membawa sepasang sandal gunung sebagai cadangan. Jika hujan turun dan sepatu kalian basah, maka kalian bisa mengantinya dengan mengunakan sandal gunung tersebut.</p> <p><span style="font-size: 14pt;"><strong>KESIMPULAN</strong></span></p> <p>Dapat kita simpulkan bahwa suhu rata-rata di puncak dan kawasan gunung Batur adalah mulai dari 10 hingga 21 derajat celcius pada pagi harinya. Tentunya tinggi rendah dari suhu udara ini tergantung dari pada musim dan bulan apa kalian mendaki. Akan lebih baik jika beberapa hari sebelum mendaki kalian menanyakan terkait kondisi cuaca di sekitar gunung Batur pada penyedia tur mendaki gunung Batur</p> <p>Kembali lagi jika ini kita kembalikan pada alam dan kita tidak bisa berbuat apa-apa bahkan tidak ada yang bisa memprediksi untuk itu. Namun kita tetap perlu tahu dan paham apa yang harus kita persiapkan serta bawa saat mendaki ke gunung Batur. Dengan demikian meskipun cuaca atau suhu sedang buruk, kita bisa merasa aman saat mendaki baik saat naik maupun turun.</p> <p>Baiklah, itu hanyalah sedikit informasi dari kami tentang suhu udara dan tips mendaki gunung Batur saat cuaca buruk atau suhu dingin. Semoga info ini bermanfaat bagi anda yang berencana melakukan pendakian gunung Batur terutama saat musim hujan. Semoga selalu sehat untuk kita semua dan sampai jumpa di gunung Batur.</p> <p> </p> <p><strong>Guide Gunung Batur</strong> Blog @2021</p> <p>Artikel <a href="https://www.guidegunungbatur.com/suhu-udara-di-puncak-gunung-batur/">Suhu Udara di Puncak Gunung Batur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.guidegunungbatur.com">Guide Gunung Batur</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.guidegunungbatur.com/suhu-udara-di-puncak-gunung-batur/" rel="noopener" target="_blank">www.guidegunungbatur.com</a>.</em></p>
Baturadmin
15 Sep

Trekking Ke Gunung Batur Dari Ubud
<p>Trekking Gunung Batur Dari Ubud – Mendaki atau trekking ke gunung Batur bisa menjadi salah satu kegiatan outdoor yang wajib kalian pilih. Ini bisa kalian lakukan untuk melengkapi salah satu hari di masa liburan di Bali. Mendaki ke gunung yang tingginya hanya 1717 mdpl ini bisa dengan sahabat, keluarga bahkan anak-anak sekalipun. Rute pendakian yang akan kalian lalui tidak terlalu sulit sehingga gunung ini juga cocok untuk pendaki pemula.</p> <h2>Waktu Terbaik Untuk Mendaki Gunung Batur</h2> <p>Waktu terbaik untuk melakukan trekking di gunung Batur ini adalah di pagi hari. Lebih dari 90% pendaki datang kemari untuk menyaksikan matahari terbit. Dengan melakukan trekking di pagi hari Anda bisa melihat keindahan matahari terbit dari puncak Gunung Batur. Bukan hanya keindahan matahari terbit saja, pemandangan alam yang indah dari sekitar puncak Gunung Batur akan mampu memberikan sesuatu yang berkesan selama perjalanan kalian.</p> <p>Jika kalian menginap di sekitar Ubud, maka tur akan di mulai dengan penjemputan di hotel dari jam 2 sampai 2.30 pagi. Waktu penjemputan di hotel Ubud Anda akan tergantung pada lokasi Anda ke Gunung Batur. Untuk yang menginap sekitar Ubud center, maka kami akan mengatur perjalanan trekking gunung Batur dengan penjemputan pada pukul 2.15 pagi. Layanan antar jemput ini hanya kami sediakan jika kalian memilih <a href="https://guidegunungbatur.com/paket/paket-mendaki-gunung-batur-include-antar-jemput-hotel/">paket trekking gunung Batur dengan antar jemput</a>. Namun jika kalian sudah memiliki kendaran sendiri, kalian juga bisa datang sendiri ke meeting point.</p> <h2>Berapa Jauh Gunung Batur Dari Ubud?</h2> <p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1060" src="https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Jarak-Mendaki-Gunung-Batur-Dari-Ubud.jpg" alt="Jarak Mendaki Gunung Batur Dari Ubud" width="800" height="600" srcset="https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Jarak-Mendaki-Gunung-Batur-Dari-Ubud.jpg 800w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Jarak-Mendaki-Gunung-Batur-Dari-Ubud-300x225.jpg 300w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Jarak-Mendaki-Gunung-Batur-Dari-Ubud-768x576.jpg 768w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Jarak-Mendaki-Gunung-Batur-Dari-Ubud-600x450.jpg 600w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Jarak-Mendaki-Gunung-Batur-Dari-Ubud-200x150.jpg 200w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p> <p>Seperti yang sudah kalian ketahui, harga yang kami tawarakan untuk trekking gunung Batur itu tergantung dengan lokasi penjemputan / hotel kalian di Bali. Kemudian, khusus untuk penjemputan di wilayah Ubud, harganya sedikit lebih murah jika dibandingkan dengan <a href="https://guidegunungbatur.com/mendaki-gunung-batur-dari-kuta/">harga mendaki gunung Batur dari Kuta</a>, Nusa Dua, Jimbaran dan lainnya.</p> <p>Mengapa harganya lebih murah? Alasanya adalah karena jarak dari Ubud ke titik awal trekking Gunung Batur cukup dekat. Perjalanan dari Ubud ke gunung Batur pada malam hari biasanya memerlukan waktu sekitar 1 jam lamanya. Jarak tempuh dari Ubud ke gunung Batur adalah sekitar 40 kilometer. Itu mungkin sedikit lebih jauh jika kalian tinggal di Ubud bagian selatan seperti Lod Tunduh dan Pengosekan.</p> <p>Untuk kalian ketahui, hampir semua tim driver atau sopir kami adalah warga lokal asli dari daerah Kintamani dan mereka tinggal di sekitar gunung Batur. Oleh karena itu, untuk menjemput para tamu yang tinggal di daerah Ubud mereka akan mulai bekerja pada pukul 1.00 pagi.</p> <h2>Berapa Harga Trekking Gunung Batur Dengan Penjemputan di Wilayah Ubud?</h2> <p>Harga paket yang kami tawarkan sesuai dengan jenis paket yang anda pilih. Selain itu harga paket mendaki gunung Batur juga akan ditentukan oleh banyaknya jumlah peserta dalam satu grup booking. Semakin banyak jumlah peserta, maka harga yang kalian dapat perorangnya akan semakin murah pula.</p> <p>Untuk tur dengan layanan pribadi serta penjemputan di area Ubud, harga yang kami tawarkan mulai dari Rp. 225.000 perorangnya. Harga tersebut khusus untuk peserta dengan jumlah 6 orang atau lebih. Jika kalian berdua harga menjadi Rp 475.000 / orang, bertiga Rp 375.000 / orang dan seterusnya. Harga ini khusus untuk wisatawan lokal atau domestik yang bisa menunjukan KTP ya!</p> <p>Dengan harga yang sudah cukup murah tersebut, kalian akan memiliki pemandu pribadi dan layanan antar jemput dengan mobil ber AC. Selain itu kami juga akan menyiapkan alat mendaki seperti senter dan tongkat. Ditambah lagi setiba kalian di puncak kami juga akan memberikan sarapan dan minuman hangat. Menikmati makan pagi sambil menyaksikan keindahan sunrise akan menjadi sesuatu hal yang tidak terlupa.</p> <h2>Jenis-Jenis Paket Mendaki Gunung Batur Dari Ubud</h2> <p>Untuk trekking gunung Batur sunrise dengan penjemputan di daerah Ubud, kami menawarkan berbagai jenis pilihan paket trekking. Dan berikut ini adalah 3 pilihan paket terbaik yang ingin kami tawarkan untuk kalian:</p> <blockquote><p>A. <a href="https://guidegunungbatur.com/paket/sunrise-trekking-gunung-batur-dan-air-panas-alami/">Paket Gunung Batur Trekking dan Pemandian Air Panas Alami</a></p> <p>B. <a href="https://guidegunungbatur.com/paket/trekking-gunung-batur-dan-rafting/">Paket Mendaki Gunung Batur dan Rafting di Sungai Ayung Ubud</a></p> <p>C. <a href="https://guidegunungbatur.com/paket/trekking-gunung-batur-dan-atv/">Paket Trekking Gunung Batur & Petualangan ATV</a></p> <p> </p></blockquote> <p>Selain dari ketiga pilihan di atas, kami juga menyediakan berbagai paket lain termasuk juga pendakian gunung Agung dan gunung Abang. Semua paket bisa kalian pilih dan sesuaikan dengan budget dan kebutuhan kalian. Tentang harga yang kami tawarkan tentunya sudah sangat bersahabat.</p> <p> </p> <p><strong>LAYANAN PELANGGAN:</strong></p> <p>WhatsApp: 081933165404</p> <p>Email: guidegunungbatur@gmail.com</p> <p>Instagram: <a href="http://www.instagram.com/gunungbaturtrekkingtour">Guide Gunung Batur</a></p> <p>Artikel <a href="https://www.guidegunungbatur.com/trekking-gunung-batur-dari-ubud/">Trekking Ke Gunung Batur Dari Ubud</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.guidegunungbatur.com">Guide Gunung Batur</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.guidegunungbatur.com/trekking-gunung-batur-dari-ubud/" rel="noopener" target="_blank">www.guidegunungbatur.com</a>.</em></p>
Baturadmin
15 Sep
Beberapa Ulasan Tentang Gunung Batur
<p>Gunung Batur Review – Seperti yang sudah banyak orang ketahui, Pulau Bali paling identik dengan keindahan pantai-pantainya. Beberapa pantai yang terkenal adalah bahkan hingga ke seluruh dunia adalah pantai Kuta dan pantai Sanur. Di pantai ini, tiap harinya ratusan turis menghabiskan waktu dari pagi hingga malam. Selain dua pantai tersebut, pantai-pantai yang ada di Canggu, Seminyak, Nusa Dua dan Jimbaran juga tidak kalah indah.</p> <p>Namun, bukan pantai di Bali yang akan menjadi topik pembahasan kali ini. Dalam artikel ini kami akan membahas tentang keindahan alam pegunungan di Bali. Pulau Bali memiliki 10 buah gunung yang berada di tiga kabupaten. Dari kesepuluh gunung itu, <a href="https://guidegunungbatur.com/gunung-batur-kintamani/">gunung Batur Kintamani Bali</a> merupakan yang paling terkenal.</p> <h2>Pendakian Gunung di Pulau Bali</h2> <p>Pendakian gunung di pulau Bali menjadi salah satu alternatif bagi wisatawan untuk mengisi hari selama berada di pulau surga ini. Di pulau Bali sendiri ada tiga gunung yang paling sering di daki oleh para wisatawan yaitu: Gunung Batur 1.717 mdpl, Gunung Abang 2.152 mdpl dan Gunung Agung 3.152 mdpl.</p> <p>Aktifitas trekking atau mendaki yang paling terkenal yaitu <a href="https://guidegunungbatur.com/paket/paket-mendaki-gunung-batur/">Gunung Batur Sunrise Trekking</a>. Wisata Sunrise Trekking Gunung Batur merupakan perpaduan antara hiburan, rekreasi dan olahraga. Pendakian ini akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Anda. Setiap harinya puluhan hingga ratusan wisatawan dari berbagai negara datang untuk menyaksikan keindahan matahari terbitnya. Ini merupakan pemandangan alam di Kintamani yang paling indah.</p> <h2>Beberapa Review Tentang Trekking Gunung Batur:</h2> <p>Baiklah, langsung saja kita beralih ke topik pembahasan yaitu Review tentang Gunung Batur. Nah dalam hal ini kami akan membahas review lengkap tentang pelayanan Tour Trekking ke Gunung Batur yang kami sediakan.</p> <h3>1. Pendakian Akan di Mulai Pada Dini Hari</h3> <p>Untuk menyaksikan indahnya matahari terbit di gunung ini, kita akan mengajak kalian para wisatawan untuk bangun sedikit lebih pagi. Rentang waktu penjemputan dari hotel biasanya kami mulai dari jam 1:00 sampai jam 3:00 pagi. Jam penjemutan kami sesuaikan dengan jarak dari hotel Anda menuju ke titik awal trekking gunung Batur.</p> <h3>2. Mendaki Melalui Jalur Terbaik</h3> <p>Sekitar pukul 03.00 pagi pendakian ke puncak gunung Batur sudah dimulai. Untuk start point trekking yang kami pilih adalah melaluidesa Toya Bungkah.</p> <p>Ada tiga alasan utama mengapa kami memilih start point ini, yaitu:</p> <ul> <li>Rute ini lebih sepi jika dibandingkan dengan rute lain</li> <li>Rute ini lebih sedikit berbatu jika dibandingkan dengan rute lain. Hal ini menjadi nilai plus apabila kita lihat dari segi keselamatan Anda)</li> <li>Jalur ini berada di bagian timur Gunung Batur. Ini juga berarti jika kita sedikit terlambat, maka kita masih bisa melihat sunrise di perjalanan.</li> </ul> <h3>3. Lama Pendakian Ke Puncak Gunung Batur</h3> <p>menuju puncak tertinggi melalui jalur ini biasanya ditempuh dalam waktu satu jam 30 menit. Berikut ini adalah rinciannya:</p> <ul> <li>20 menit pertama kita berjalan di jalan datar sampai kita mencapai titik istirahat pertama (pos I)</li> <li>Dari pos I akan ada 2 pilihan untuk jalur pendakian selanjutnya yaitu: âLong trekâ sampai puncak tertinggi atau âSort Trekâ hanya sampai Sunrise poin. Jika memilih Long Trek, perjalanan selanjutnya masih di medan hutan dan tanah namun mulai sedikit menanjak. Di butuhkan sekitar 25 menit untuk mencapai pertengahan gunung (Pos II)</li> <li>Setelah pos II, petualangan sesungguhnya baru saja akan dimulai. Selama 20 menit yang menanjak ini Anda akan melalui jalan yang menanjak dan berpasir. Kemudian semakin menanjak dan berbatu selama 25 menit.</li> </ul> <h3>4. Menyaksikan Sunrise Ditemani Sarapan Hangat</h3> <p>Kurang lebih pendakian mengabiskan waktu 1 jam 30 menit hingga 2 jam lamanya. Setelah itu kita akan sampai di puncak tertinggi. Di tempat ini, selama menyaksikan keindahan alam dan indahnya matahari terbit, pemandu kami akan mengajak kalian untuk sarapan. Sarapan ini bisa kita masak setiba di puncak gunung berapi. Di puncak gunung Batur terdapat beberapa titik yang mengeluarkan uap panas. Uap panas yang terletak di bebatuan gunung berapi itu dapat kita gunakan untuk merebus telur dan pisang. Selain sarapan ringan, di puncak kami juga akan memberikan kalian minuman hangat seperti kopi, teh, atau coklat panas.</p> <h3>5. Perjalanan Mengelilingi Kawah dan Puncak Utama Gunung Batur</h3> <p>Setelah matahari terbit, perjalana akan kita lanjutkan dengan mengelilingi kawah dan puncak utama. Selama dalam perjalanan ini kalian bisa melihat pemandangan lain di sekitar gunung. Salah satunya adalah pemandangan lahar hitam yang terbentuk akibat letusan pada tahun 1926 dan 1963. Setengah jam setelahnya kita akan sampai di tempat yang lebih di kenal dengan puncak I. Banyak juga pendaki pemula yang hanya melihat sunrise dari titik ini. Di tempat ini kalian akan melihat ratusan kera yang sangat ramah. Tidak hanya ramah saja, anda bahkan bisa bermain dan berfoto bersama mereka.Satu jam kemudian kita sudah sampai di titik akhir pendakian kemudian sopir kami mengantar anda kembali ke hotel.</p> <h2>Pilihan Tur Tambahan Lainnya:</h2> <p>Untuk melengkapi tur kalian, kami juga menyediakan program lainnya yang tidak kalah menarik. Di antaranya yaitu mengunjungi Pemandian Air Panas Alami di Toya Bungkah, makan siang di salah satu restaurant yang ada di Kintamani dan atau melakukan kunjungan ke perkebunan kopi.</p> <p>Baiklah, cukup sekian ulasan atau review tentang layanan pendakian Gunung Batur yang kami sediakan. Untuk informasi lengkap mengenai harga dan jenis paket kami yang kami punya kalian bisa anda lihat di: <a href="https://guidegunungbatur.com/pilihan-paket-trekking-gunung-batur-dengan-guide-dan-tiket/">Pilihan Paket Pendakian Gunung Batur </a></p> <p>Semoga ulasan atau review tentang gunung Batur Trekking ini bisa bermanfaat dan memberikan sediki bayangan bagi kalian sebelum melakukan wisata alam ini. Jika kalian memerlukan informasi lebih lanjut, jangan ragu untuk mengubungi kami di:</p> <blockquote><p><strong>WhatsApp: 081933165404</strong></p> <p><strong>Telpon: 082144554458</strong></p> <p><strong>Email: guidegunungbatur@gmail.com</strong></p> <p><strong>Instagram: <a href="https://www.instagram.com/gunungbaturtrekkingtour">Guide Gunung Batur</a></strong></p></blockquote> <p>Artikel <a href="https://www.guidegunungbatur.com/gunung-batur-review/">Beberapa Ulasan Tentang Gunung Batur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.guidegunungbatur.com">Guide Gunung Batur</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.guidegunungbatur.com/gunung-batur-review/" rel="noopener" target="_blank">www.guidegunungbatur.com</a>.</em></p>
Baturadmin
15 Sep

Solo Trekking Gunung Batur Bali
<p>Gunung Batur adalah salah satu tujuan wisata di pulau Bali yang sangat terkenal. Trekking untuk melihat matahari terbit akan menjadi kegiatan utama di sini. Trek atau jalur pendakian gunung Batur tidaklah terlalu sulit. Namun ini bisa jadi hal yang cukup menantang jika kalian berencana untuk mencoba <strong>solo trekking gunung Batur</strong>. Perjalanan mendaki gunung yang tingginya 1717 mdpl ini adalah pilihan yang bagus terutama bagi kalian yang menyukai petualangan.</p> <h2>HAL-HAL YANG PERLU DILAKUKAN SEBELUM MELAKUKAN SOLO TREKKING GUNUNG BATUR:</h2> <p>Seperti halnya mendaki gunung lainnya, kalian juga perlu melakukan persiapan yang matang sebelum melalui jalur pendakian di Gunung Batur. Jika kalian hanya sendiri akan sangat lebih baik jika kalian mempelajari beberapa hal terlebih dahulu. Berikut ini adalah beberapa hal yang wajib solo traveler ketahui:</p> <h3>PAHAMI TERLEBIH DAHULU TENTANG TREKKING GUNUNG BATUR</h3> <p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1071" src="https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Pendakian-Solo-di-Gunung-Batur.jpg" alt="Pendakian Solo di Gunung Batur" width="800" height="600" srcset="https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Pendakian-Solo-di-Gunung-Batur.jpg 800w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Pendakian-Solo-di-Gunung-Batur-300x225.jpg 300w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Pendakian-Solo-di-Gunung-Batur-768x576.jpg 768w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Pendakian-Solo-di-Gunung-Batur-600x450.jpg 600w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Pendakian-Solo-di-Gunung-Batur-200x150.jpg 200w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p> <p>Pertama, pahami lebih jauh tentang gunung yang akan kalian daki. Dalam hal ini, kamu perlu tahu lebih banyak tentang Gunung Batur. Sebetulnya kalian dengan mudah dapat menemukannya di internet. Akan tetapi, jika kita harus menyederhanakan informasi, ketinggian gunung Batur adalah 1.717 mdpl ( atau sekitar 5.633 kaki). Dan rute trekking gunung Batur sekitar 9 km (naik turun) dari kaki gunung sampai puncak. Lakukan persiapan fisik dan mental yang memadai sebelum menantangnya secara solo trekking.</p> <p>Rute trekking di gunung ini secara fisik tanpak menantang. Sebenarnya itu bukanlah perjalanan yang sulit namun jika kalian <a href="https://guidegunungbatur.com/mendaki-gunung-batur-tanpa-guide/">mendaki gunung Batur tanpa guide lokal</a> maka akan membutuhkan pengetahuan yang cukup untuk menemukan rute pendakian. Sebetulnya rute telah di sediakan secara bagus oleh organisasi pendakian dan pemandu pariwisata lokal. Jadi, kalian bisa saja hanya mengikuti rute itu.</p> <p>Meskipun demikian, mencari tahu lebih banyak tentang apa yang perlu kita lakukan di jalur trekking itu penting. Ini juga alasan mengapa ulasan terlebih dahulu tentang trekking gunung Batur akan menjadi teman terbaik. Ulasan atau <a href="https://guidegunungbatur.com/gunung-batur-review/">review tentang trekking gunung Batur</a> akan membantu kalian memahami situasi dari sudut pandang para solo trekker sebelumnya. Kalian bisa memakai pengalaman mereka dan menerapkan itu selama trekking solo kalian. Ini sudah terbukti dan sangat membantu informasi yang dapat menjauhkan kalian dari masalah. Masalah yang kami maksud adalah baik masalah alam maupun masalah dengan penduduk setempat.</p> <h3>JENIS PAKAIAN TREKKING YANG SESUAI</h3> <p>Sebenarnya ini adalah hal terpenting untuk kita persiapkan. Pakaian yang benar akan banyak membantu selama pendakian. Itu tidak hanya akan membuat kita merasa nyaman. Akan tetapi juga melindungi Anda dari banyak masalah saat di gunung terutama soal cuaca.</p> <p>Ada dua jenis pakaian yang perlu kita siapkan atau kenakan untuk trekking di Gunung Batur. Memakai jaket atau bahkan pakaian yang anti angin / air terkadang diperlukan. Terutama jika ingin mencoba trekking sekitar bulan November hingga Januari. Pada bulan-bulan ini, <a href="https://guidegunungbatur.com/suhu-udara-di-puncak-gunung-batur/">suhu udara di puncak gunung Batur</a> bisa mencapai di bawah 12 derajat Celcius.</p> <p>Namun, setelah sunrise suhu akan meningkat secara signifikan. Inilah adalah alasan mengapa kalian harus membawa dua jenis pakaian saat mendaki. Yang pertama adalah pakaian untuk perlindungan dari cuaca dingin dan kedua adalah pakaian yang nyaman untuk mendaki di cuaca panas. Jika kalian mendaki gunung Batur saat cuaca buruk, situasinya mungkin bisa menjadi lebih buruk lagi. Nah, perlengkapan mendaki inilah yang perlu kamu persiapkan terlebih dahulu sebelum memulai pendakian baik bersama teman maupun solo.</p> <p>Sepatu hiking juga adalah hal yang penting. Memang benar jika rute trekking di Gunung Batur tidak terlalu sulit. Namun, ketika mencapai titik di 20 menit sebelum puncak, perjalanan menjadi jauh lebih sulit. Sepatu hiking atau sepatu olahraga dengan grip yang bagus akan banyak membantu di bagian ini.</p> <h3>PERALATAN TREKKING</h3> <p>Untuk kalian yang ingin melakukan solo trekking di gunung Batur kalian mungkin akan memerlukan tongkat atau trekking pole. Selain itu kalian juga akan membutuhkan senter, jika ada pakailah headlamp untuk pengalaman yang lebih baik. Beberapa camilan kecil dan air minum secukupnya juga merupakan suatu keharusan.</p> <p>Untuk kalian yang memilih <a href="https://guidegunungbatur.com/paket/paket-mendaki-gunung-batur/">paket trekking gunung Batur</a> yang kami sediakan, kalian tidak perlu bingung karena semua peralatan ini akan kami siapkan. Pemandu pendakian kami akan membawa semuanya untuk kalian ke puncak gunung. Dengan kata lain, kalian juga bisa mengurangi beban yang harus Anda bawa ke atas. Selain itu kalian tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli senter maupun tongkat.</p> <p>Jika di pikir-pikir maka akan lebih nyaman seperti ini sebenarnya. Tetapi, jika kalian tetap ingin melakukan petualangan solo dan atau bahkan tanpa mengunakan pemandu lokal, maka kalian dapat melihat dan mempertimbakan beban ekstra yang kalian bawa sebagai bagian dari sebuah petualangan.</p> <h3>KAMERA</h3> <p>Apakah kalian pergi hanya untuk trekking? Mungkin itu bukan keputusan yang bijaksana. Kalian tidak mungkin melewatkan pemandangan indah selama melakukan sunrise trekking di gunung Batur tanpa mengabadikan momen indah ini saat mencapai puncak. Kamera adalah perlengkapan yang wajib dibawa. Anda bisa membawa kamera sederhana, seperti kamera digital dan atau Smartphone saja sudah cukup. Jika punya bawalah juga kamera digital tipe SLR untuk hasil photo yang lebih baik.</p> <p>Membawa Kamera Go-Pro juga merupakan pilihan yang tepat karena dapat memberikan tampilan yang lebih baik jika dibandingkan dengan kamera biasa. Namun, jika kalian ingin membawa tripod maka kalian harus memikirkannya secara matang terlebih dulu. Itu hanya akan memberi masalah dari segi beban. Namu jika kalian adalahseorang profesional yang ingin menangkap gambar terbaik, maka tripod adalah suatu keharusan.</p> <h2>KESIMPULAN</h2> <p>Pada dasarnya, itulah beberapa hal yang perlu kalan ketahui sebelum melalkukan solo trek gunung Batur. Jika sudah mempersiapkan semuanya dengan hati-hati, maka kalian tidak akan memiliki masalah. Jika kalian ingin pengalaman trekking yang nyaman, maka menggunakan layanan trekking gunung Batur dari guidegunungbatur.com adalah pilihan yang tepat.</p> <p>Kami memiliki banyak pilihan paket trekking Gunung Batur yang tentunya menarik, murah dan berkualitas. Selain paket regular, kami juga memberikan wisata terbaik yang bisa kalian dapatkan, misalnya kesempatan menikmati pemandian air panas gunung Batur yang terangkum dalam satu <a href="https://guidegunungbatur.com/paket/sunrise-trekking-gunung-batur-dan-air-panas-alami/">paket Mendaki Gunung Batur dan Pemandian Air Panas</a>.</p> <p>Jadi, nikmati solo trekking dan rasakan pengalaman hebat dan nyaman dalam menantang Gunung Batur bersama kami. Kami jamin, kalian tidak akan melupakan pengalaman ini. Untuk informasi lebih lanjut tentang trekking Gunung Batur, kalian juga dapat menemukan semua informasi di dalam website ini. Kami juga akan dengan senang hati membantu dengan semua informasi yang kamu butuhkan.</p> <p> </p> <p><span style="font-size: 14pt;"><strong>LAYANAN PELANGGAN:</strong></span></p> <p><span style="color: #339966;"><strong>WHATSAPP: 081933165404</strong></span></p> <p><span style="color: #339966;"><strong>TELPON: 082144554458</strong></span></p> <p> </p> <p>Read Here For English Version:<span style="color: #339966;"><strong> <span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="https://www.bagusbaliadventure.com/tour/mount-batur-hike-with-hot-spring-group/">MOUNT BATUR GROUP TREKKING TOUR</a></span></strong></span></p> <p>Artikel <a href="https://www.guidegunungbatur.com/solo-trekking-gunung-batur/">Solo Trekking Gunung Batur Bali</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.guidegunungbatur.com">Guide Gunung Batur</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.guidegunungbatur.com/solo-trekking-gunung-batur/" rel="noopener" target="_blank">www.guidegunungbatur.com</a>.</em></p>
Baturadmin
15 Sep

Mendaki Puncak Bukit Trunyan Kintamani
<p>Puncak Bukit Trunyan untuk kalangan wisatawan juga di kenal dengan sebutan puncak Indrakila. Tempat mendaki terbaru yang ada di Kintamani ini merupakan titik tertinggi dari bukit yang berada di atas Desa Trunyan. Bukit Trunyan sebenarnya adalah bagian dari gunung Abang. Ini merupakan puncak tertinggi kedua yang berada di sebelah utara puncak gunung Abang. Pemandangan dari tempat ini juga tidak kalah indah dengan pemandangan yang akan kalian lihat saat <a href="https://guidegunungbatur.com/paket-mendaki-gunung-abang/">mendaki ke gunung Abang</a>. Dari Bukit trunyan mata kita juga akan merasa kagum dengan suguhan pemandangan yang memukau mata.</p> <h2>Serba-Serbi Pendakian di Puncak Bukit Trunyan Bali</h2> <p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1081" src="https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Sunrise-Trekking-Bukit-Trunyan.jpg" alt="Sunrise Trekking Bukit Trunyan" width="800" height="600" srcset="https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Sunrise-Trekking-Bukit-Trunyan.jpg 800w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Sunrise-Trekking-Bukit-Trunyan-300x225.jpg 300w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Sunrise-Trekking-Bukit-Trunyan-768x576.jpg 768w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Sunrise-Trekking-Bukit-Trunyan-600x450.jpg 600w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Sunrise-Trekking-Bukit-Trunyan-200x150.jpg 200w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p> <p>Selama mendaki kita akan melihat pemandangan alam yang indah dan itu akan mampu membayar semua lelah selama perjalanan menuju puncak. Berikut ini adalah beberapa pemandangan yang akan kita temui saat berada di puncak bukit:</p> <ol> <li>Kaldera Gunung Batur yang di sertai dengan danau Batur yang begitu cantik,</li> <li>Pemandanngan sekitar bukit Songan,</li> <li>Pemandangan laut yang berada antara pulau Bali dan Lombok di bagian timurnya,</li> <li>Dari tempat ini juga akan nampak jelas terlihat Gunung tertinggi yang di pulau Lombok yaitu gunung Rinjani,</li> <li>Gunung Abang dan Gunung Agung, serta</li> <li>Pemandangan perbukitan yang begitu sangat cantik.</li> </ol> <p>Mayoritas para pendaki hanya datang pada dini hari dan turun pada pagi hari setelah sunrise. Namun, bagi kalian yang suka berkemah, di tempat ini juga tersedia tempat camping yang cukup lapang. Saat ini tempat camp yang ada di Bukit Trunyan sudah cukup terkelola dengan suguhan fasilitas yang cukup memadai pula. Selain sunrise, jika melakukan camping di tempat ini kalian juga dapat melihat keindahan sunset yang cantik.</p> <blockquote><p>Baca Juga: <a href="https://guidegunungbatur.com/tempat-camping-terbaik-di-kintamani/">Rekomendasi Tempat Camping di Kintamani</a></p></blockquote> <h2>Jalur Pendakian Menuju Puncak Bukit Trunyan</h2> <p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1079" src="https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Jalur-Pendakian-Bukit-Trunyan.jpg" alt="Jalur Pendakian Bukit Trunyan" width="800" height="600" srcset="https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Jalur-Pendakian-Bukit-Trunyan.jpg 800w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Jalur-Pendakian-Bukit-Trunyan-300x225.jpg 300w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Jalur-Pendakian-Bukit-Trunyan-768x576.jpg 768w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Jalur-Pendakian-Bukit-Trunyan-600x450.jpg 600w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Jalur-Pendakian-Bukit-Trunyan-200x150.jpg 200w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p> <p>Seperti yang sudah kami jelaskan di atas bahwa puncak Bukit Trunyan ini letaknya adalah di Desa Trunyan Kintamani. Cara terbaik untuk mendaki yaitu melalui jalur yang berada di desa Trunyan. Desa Trunyan Kintamani adalah salah desa kecil yang berada di pinggir bagian utara Danau Batur. Desa ini cukup terkenal bagi kalangan wisatawan nusantara karena memiliki pemakaman sangat yang unik.</p> <p>Di desa ini jenasah yang tidak di kubur atau di bakar seperti prosesi pengumburan di pulau Bali pada umumnya. Akan tetapi, jenasah hanya di letakkan begitu saja dan hanya di tutupi dengan kerangka yang di buat dengan bambu. Di kuburan trunyan terdapat satu pohon besar yang oleh penduduk lokal di beri nama pohon taru menyan. Taru Menyan sendiri dalam kaidah bahasa Bali berarti pohon yang harum. Kemudian pohon taru menyan yang sangat harum inilah yang mampu menetralisir bau jenasah sehingga tidak tercium bau sama sekali saat kita berkunjung kesana.</p> <p>Puncak Bukit Trunyan memiliki ketinggian sekitar 1.800 mdpl. Untuk menuju ke puncak ini sebenarnya terdapat 2 jalur pendakian yang bisa kalian gunakan. Yang pertama adalah melalui jalur yang ada di Desa Trunyan dan yang kedua adalah jalur pendakian yang berada di Desa Kubu, Tianyar Karangasem Bali. Dari kedua jalur yang ada, jalur pendakian melalui desa Trunyan adalah yang paling sering di gunakan oleh para pendaki. Lokasi jalur pendakian ini terletak di dekat Pura Pancering Jagat. Pura Pancering jagat merupakan salah satu pura tertua di Bali dan terletak di Desa Trunyan.</p> <blockquote><p>Baca Juga: <a href="https://guidegunungbatur.com/jalur-pendakian-gunung-batur/">Jalur Pendakian Gunung Batur</a></p></blockquote> <h2>Estimasi Pendakian</h2> <p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1080" src="https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Estimasi-Pendakian-Bukit-Trunyan.jpg" alt="Estimasi Pendakian Bukit Trunyan" width="800" height="600" srcset="https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Estimasi-Pendakian-Bukit-Trunyan.jpg 800w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Estimasi-Pendakian-Bukit-Trunyan-300x225.jpg 300w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Estimasi-Pendakian-Bukit-Trunyan-768x576.jpg 768w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Estimasi-Pendakian-Bukit-Trunyan-600x450.jpg 600w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Estimasi-Pendakian-Bukit-Trunyan-200x150.jpg 200w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p> <p>Untuk menuju ke jalur pendakian via desa Trunyan ini kalian akan membutuhkan waktu sekitar dua jam dari Ubud dan dua setengah jam jika berangkat dari Denpasar. Estimasi waktu pendakian yang dibutuhkan untuk sampai ke Puncak Bukit Trunyan yaitu sekitar 3 jam. Namun tak jarang juga menghabiskan waktu hingga 4 jam lamanya. Jadi jika kalian ingin melihat sunrise, akan lebih baik jika memulai pendakian pada jam 2 pagi.</p> <p>Etimasi dari biaya pendakian bukit trunyan sendiri tergantung dari jumlah peserta dan paket tur yang kalian pilih. Harga termurah dari kami adalah mulai dari Rp. 120.000 perorang. Saran kami adalah ajak teman dan keluarga ikut mendaki kemari. Semakin banyak jumlah peserta maka harga perorangnya akan semakin murah juga.</p> <h2>Tips Mendaki</h2> <p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-1082 size-full" src="https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Tips-Mendaki-Bukit-Trunyan-Kintamani.jpg" alt="Tips Mendaki Gunung" width="800" height="600" srcset="https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Tips-Mendaki-Bukit-Trunyan-Kintamani.jpg 800w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Tips-Mendaki-Bukit-Trunyan-Kintamani-300x225.jpg 300w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Tips-Mendaki-Bukit-Trunyan-Kintamani-768x576.jpg 768w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Tips-Mendaki-Bukit-Trunyan-Kintamani-600x450.jpg 600w, https://guidegunungbatur.com/wp-content/uploads/2021/08/Tips-Mendaki-Bukit-Trunyan-Kintamani-200x150.jpg 200w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p> <p>Sebagai pendaki atau wisatawan yang menyanyangi alam, tentunya kita harus memperhatikan beberapa hal terlebih dahulu. Tujuannya tidak lain yaitu agar perjalanan berjalan lancar sesuai dengan harapan dan tujuan kita semua bisa pulang dengan selamat tanpa kurang suatu hal sedikitpun.</p> <p>Sebagian besar wilayah di Bali memang terkenal dan kental dengan aura religius maupun magis. Bali memiliki banyak tempat di sakralkan oleh masyrakat atau penduduk setempat. Oleh sebab itu jika kita datang baik untuk berkunjung maupun mendaki sebaiknya tidak sembarangan melakukan sesuatu. Mengikuti arahan dari pemandu atau warga lokal tentunya adalah suatu hal yang wajib kita lakukan. Semua tempat wisata terutama gunung pastinya memiliki pantangan yang wajib kita patuhi selama mendaki.</p> <p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Dan berikut ini adalah beberapa tips dan pantangan saat mendaki puncak bukit trunyan:</strong></span></p> <ol> <li>Sebisa mungkin berbicaralah yang sopan selama pendakian,</li> <li>Wanita yang sedang haid sebaiknya menunda untuk mendaki,</li> <li>Siapkan diri baik secara fisik maupun mental,</li> <li>Bawalah bekal makanan dan minuman secukupnya,</li> <li>Jangan lupa untuk membawa pakaian ganti. Selama perjalanan banyak terdapat pohon pinus yang basah sehinga terkadang membuat pakain menjadi basah. Oleh sebab itu untuk antisipasi bawalah juga mantel atau jas hujan terutama jika kalian mendaki pada musim hujan,</li> <li>Tidak membuang sampah sembarangan selama pendakian dan pastikan semua sampah kalian bawa kembali turun,</li> <li>Mendaki dengan warga lokal atau pemandu pendakian sangat di sarankan. Tujuannya adalah supaya dalam perjalanan kalian merasa nyaman. Selain itu, mendaki bersama pemandu lokal akan menghindarkan kalian insiden kecelakan dan juga menyasar.</li> </ol> <blockquote><p>Mungkin Kalian Cari: <a href="https://guidegunungbatur.com/tips-dan-persiapan-mendaki-gunung-batur/">Tips Mendaki Gunung Batur Kintamani</a></p></blockquote> <h2>Harga Paket Mendaki Puncak Trunyan</h2> <p>Khusu untuk kalian para sahabat nusantara jika membutuhkan jasa pemandu bukit Trunyan yang sudah berpengalaman, kami juga menyediakan beberapa jenis paket yang bisa kalian pilih. Harga paket tentunya sangat bersahat dan sesuai dengan apa yang akan kalian dapatkan.</p> <p><strong>1. Paket Guide Lokal dan Tiket Mendaki</strong></p> <ul> <li><strong><span style="color: #339966;">5 orang atau lebih: Rp 225.000 / orang</span></strong></li> <li><strong><span style="color: #339966;">4 orang: Rp 250.000 / orang</span></strong></li> <li><strong><span style="color: #339966;">3 orang: Rp 275.000 / orang</span></strong></li> <li><strong><span style="color: #339966;">2 orang: Rp 350.000 / orang</span></strong></li> <li><strong><span style="color: #339966;">1 orang: Rp 750.000</span></strong></li> </ul> <p><strong>2. Paket Guide Lokal, Tiket Masuk dan Sarapan Pagi</strong></p> <ul> <li><strong><span style="color: #339966;">5 orang atau lebih: Rp 275.000 / orang</span></strong></li> <li><strong><span style="color: #339966;">4 orang: Rp 300.000 / orang</span></strong></li> <li><strong><span style="color: #339966;">3 orang: Rp 325.000 / orang</span></strong></li> <li><strong><span style="color: #339966;">2 orang: Rp 400.000 / orang</span></strong></li> <li><strong><span style="color: #339966;">1 orang: Rp 800.000</span></strong></li> </ul> <p><strong>3. Paket Lengkap: Guide Lokal, Tiket, Sarapan dan Antar Jemput</strong></p> <ul> <li><strong><span style="color: #339966;">5 orang atau lebih: Rp 425.000 / orang</span></strong></li> <li><strong><span style="color: #339966;">4 orang: Rp 550.000 / orang</span></strong></li> <li><strong><span style="color: #339966;">3 orang: Rp 575.000 / orang</span></strong></li> <li><strong><span style="color: #339966;">2 orang: Rp 900.000 / orang</span></strong></li> <li><strong><span style="color: #339966;">1 orang: Rp 1.450.000</span></strong></li> </ul> <p> </p> <p><span style="font-size: 14pt;"><strong>KETERANGAN ANTAR JEMPUT:</strong></span></p> <ul> <li>Area Antar Jemput: Ubud, Kuta, Seminyak, Canggu, Kerobokan, Sanur, Legian, Lovina, Sidemen, Candi Dasa</li> <li>Extra Rp. 100.000 / mobil untuk penjemputan di: Nusa Dua, Jimbaran, Uluwatu</li> <li>Diskon Rp. 200.000 / mobil untuk penjemputan di: Kintamani dan area Batur</li> </ul> <p> </p> <p><span style="font-size: 14pt;"><strong>HARGA SUDAH TERMASUK:</strong></span></p> <ul> <li>Pemandu / Guide Lokal Pribadi Berpengalaman</li> <li>Tiket Masuk Kawasan</li> <li>Senter</li> <li>Tongkat (Sesuai Request)</li> <li>Air Minum dan Sarapan untuk paket II dan paket III</li> </ul> <p> </p> <p><span style="font-size: 14pt;"><strong>LAYANAN PELANGGAN</strong></span></p> <p>Baiklan cukup sekian penjelasan kami tentang serba-serbi pendakian di Puncak Bukit Trunyan. Jika kalian ingin memesan paket atau mungkin memiliki pertanyaan seputaran pendakian ini silahkan hubungi kami di:</p> <blockquote><p><em><strong>WhatsApp: <span style="color: #339966;">0819 3316 5404</span></strong></em></p> <p><em><strong>Telepon: <span style="color: #339966;">0821 4455 4458</span> </strong></em></p> <p><em><strong>Cek Paket Adventure Kami yang lain di </strong></em>: <strong><a href="https://www.bagusbaliadventure.com">BAGUS BALI ADVENTURE</a></strong></p></blockquote> <p>Artikel <a href="https://www.guidegunungbatur.com/mendaki-puncak-bukit-trunyan/">Mendaki Puncak Bukit Trunyan Kintamani</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.guidegunungbatur.com">Guide Gunung Batur</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.guidegunungbatur.com/mendaki-puncak-bukit-trunyan/" rel="noopener" target="_blank">www.guidegunungbatur.com</a>.</em></p>
Baturadmin
15 Sep

Jajan Kue dan Bakery Klasik di Sumber Hidangan, Kuliner di Braga
<p class="wp-block-paragraph">Akhir pekan yang biasanya macet, pagi menjelang siang hari itu tampak lebih lenggang di kawasan jalan Braga, kota Bandung. Mungkin karena masih pandemi ya, cuma turis dengan nyali besar yang pada masa corona ini niat banget buat cuti dan berkendara mobil dari Jakarta ke Bandung, 3-4 jam dengan menyetir sendiri lagi. Serius baru kali ini lama banget nyetir dan hufftt mesti pakai mobil yang lebih proper buat ke Bandung lain kali, bukan <em>city car </em><img src="https://s0.wp.com/wp-content/mu-plugins/wpcom-smileys/twemoji/2/72x72/1f622.png" alt="đą" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><em>.</em></p> <p class="wp-block-paragraph">Rencana jalan-jalan di Sabtu yang cerah kali itu terasa lebih bersahabat. Namun tepat pukul 9 pagi, toko kue dan <em>bakery</em> klasik yang dituju ternyata belum buka. Sebentar keliling jalan seputar Braga yang terkenal itu, terdapat kios-kios makanan, kesibukan orang di <em>coffee shop</em> yang terlihat <em>modern</em>, serta tukang bubur gerobak yang masih berjualan menjadi pemandangan umum pagi hari di Braga. Oh begini toh Braga yang terkenal itu, lamunku dalam hati. Tak lama, setelah mampir dulu sebentar untuk sarapan bubur ayam, toko kue dan <em>bakery</em> klasik yang dituju pun buka.</p> <figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" width="1024" height="768" data-attachment-id="13421" data-permalink="https://dyahpamelablog.wordpress.com/2020/12/01/jajan-kue-dan-bakery-klasik-di-sumber-hidangan-kuliner-terkenal-di-jalan-braga-bandung/img_0269/" data-orig-file="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2020/12/img_0269.jpg" data-orig-size="3264,2448" data-comments-opened="1" data-image-meta="{"aperture":"2.2","credit":"","camera":"iPhone 6","caption":"","created_timestamp":"1605349247","copyright":"","focal_length":"4.15","iso":"250","shutter_speed":"0.058823529411765","title":"","orientation":"1"}" data-image-title="img_0269" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2020/12/img_0269.jpg?w=1000" src="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2020/12/img_0269.jpg?w=1024" alt="" class="wp-image-13421" srcset="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2020/12/img_0269.jpg?w=1024 1024w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2020/12/img_0269.jpg?w=2048 2048w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2020/12/img_0269.jpg?w=150 150w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2020/12/img_0269.jpg?w=300 300w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2020/12/img_0269.jpg?w=768 768w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2020/12/img_0269.jpg?w=1440 1440w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Suasananya di Sumber Hidangan</figcaption></figure> <p class="wp-block-paragraph">Sumber Hidangan, toko kue klasik rekomendasi teman yang sudah sering bolak-balik ke Bandung ini sudah ada sejak zaman pemerintahan Kolonial Belanda. Kalau kamu lihat papan nama tertulis perusahaan roti, kue-kue dan rumah makan itu sudah berdiri sejak 1929. Dari bangunannya saja sudah tua sekali, atapnya tinggi dan memang jajanan klasik di sini juga merupakan kue-kue jadul yang terpengaruh dari Belanda misalnya bitterballen dan kue bokkepoot.</p> <p class="wp-block-paragraph">Saat masuk dari sisi pintu, ada etalase kue dan roti berjejer. Tadinya aku mikir kalau ini sama sekali engga mirip toko roti sama sekali tapi mirip gudang. Terus ada petugas yang bakal mengambilkan kue atau roti yang mau kita beli, kebanyakan pekerjanya usia nenek dan kakek kita dari generasi lama, mungkin sejak toko kue dan bakery ini ada. Bingung mau pilih yang mana, tapi rasanya kalap mumpung di sini mau coba semua toh harganya engga semahal kue di Starbuck yang di atas Rp 30 ribuan. Kue di sini enak-enak dan belasan ribu saja, worth it banget deh. Ada bitterballen, almond cake, kue soes, nastar untuk dibawa pulang dan tentu saja sekalian es krim klasik biar pulang nanti engga menyesal atau penasaran.</p> <figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" width="1024" height="577" data-attachment-id="13407" data-permalink="https://dyahpamelablog.wordpress.com/2020/12/01/jajan-kue-dan-bakery-klasik-di-sumber-hidangan-kuliner-terkenal-di-jalan-braga-bandung/img_0631/" data-orig-file="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2020/12/img_0631.jpg" data-orig-size="2202,1242" data-comments-opened="1" data-image-meta="{"aperture":"0","credit":"","camera":"","caption":"","created_timestamp":"0","copyright":"","focal_length":"0","iso":"0","shutter_speed":"0","title":"","orientation":"1"}" data-image-title="img_0631" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2020/12/img_0631.jpg?w=1000" src="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2020/12/img_0631.jpg?w=1024" alt="" class="wp-image-13407" srcset="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2020/12/img_0631.jpg?w=1024 1024w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2020/12/img_0631.jpg?w=2048 2048w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2020/12/img_0631.jpg?w=150 150w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2020/12/img_0631.jpg?w=300 300w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2020/12/img_0631.jpg?w=768 768w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2020/12/img_0631.jpg?w=1440 1440w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Es krim rasa jadul dan kue almond yang aku beli</figcaption></figure> <p class="wp-block-paragraph">Waktu datang aku menganggap tokonya seperti gudang, sama dengan perasaan ku begitu duduk dibangku-bangkunya yang terasa <em>vintage</em>. Memang seperti gudang zaman Belanda sih tempatnya yang difungsikan menjadi toko roti. Lalu pas mau bayar, masih manual dong! Biasa di Jakarta selalu tinggal gesek kartu debit atau bayar lewat aplikasi di <em>handphone</em>, rasanya tuh aku seperti manusia jadul apalagi saat bapak-bapak kasirnya kasih bon tulisan tangan, terus aku lihat dia ngitung totalnya pun manual.</p> <p class="wp-block-paragraph">Begitu duduk di tengah ruangan toko yang mengambil kursi dan bangku bergaya <em>vintage</em> mulai deh, rasa penasaranku terkuak. Oh ya perjalanan ku ke Bandung kali ini ditemani sama Nanien dan Nia, jadi kami bisa saling coba kue yang dibeli tadi. Aku pesan almond cake yang katanya hanya ada di hari Sabtu, lalu Nanien pesan bitter ballen, nastar buat dibawa pulang, dan soes dengan cokelat, sementara Nia aku lupa dia beli apa aja tapi salah satunya kue soes juga. </p> <figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" width="1024" height="768" data-attachment-id="13408" data-permalink="https://dyahpamelablog.wordpress.com/2020/12/01/jajan-kue-dan-bakery-klasik-di-sumber-hidangan-kuliner-terkenal-di-jalan-braga-bandung/img_0265/" data-orig-file="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2020/12/img_0265.jpg" data-orig-size="3264,2448" data-comments-opened="1" data-image-meta="{"aperture":"2.2","credit":"","camera":"iPhone 6","caption":"","created_timestamp":"1605348760","copyright":"","focal_length":"4.15","iso":"160","shutter_speed":"0.03030303030303","title":"","orientation":"1"}" data-image-title="img_0265" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2020/12/img_0265.jpg?w=1000" src="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2020/12/img_0265.jpg?w=1024" alt="" class="wp-image-13408" srcset="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2020/12/img_0265.jpg?w=1024 1024w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2020/12/img_0265.jpg?w=2048 2048w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2020/12/img_0265.jpg?w=150 150w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2020/12/img_0265.jpg?w=300 300w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2020/12/img_0265.jpg?w=768 768w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2020/12/img_0265.jpg?w=1440 1440w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Mirip gudang? Tapi jangan salah, kalau pagi banyak anak muda anak gaul yang ke toko kue ini</figcaption></figure> <p class="wp-block-paragraph">Aku rekomendasiin buat coba bitter ballen nya sih, soalnya ada rasa rempah gitu didalemnya dan bitterballen klasik ternyata ukurannya mini gitu ya. Lalu ada almond cake yang rasanya dominan manis gurih dan ada penambahan rum di dalamnya, dengan ciri tekstur adonan kacang almond yang agak kasar. Sementara kue soes juga seperti menambahkan rempah tertentu mirip kayu manis, ciri khas kue peninggalan zaman Belanda banget deh. </p> <figure data-carousel-extra='{"blog_id":44870884,"permalink":"https://dyahpamelablog.wordpress.com/2020/12/01/jajan-kue-dan-bakery-klasik-di-sumber-hidangan-kuliner-terkenal-di-jalan-braga-bandung/"}' class="wp-block-gallery alignright columns-1 is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex"><ul class="blocks-gallery-grid"><li class="blocks-gallery-item"><figure><img src="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2020/12/dsc02483.jpg?w=577" alt="" /><figcaption class="blocks-gallery-item__caption">Yang sederhana itu justru yang rasanya wah!</figcaption></figure></li></ul></figure> <p class="wp-block-paragraph">Agak menyesal karena sebelumnya sudah makan bubur jadi engga banyak pesan yang lain. Tapi untungnya perut masih menyisahkan ruang untuk es krim! Yang aku suka es krim tutti frutti dengan <em>base</em> vanilla terasa seperti memakai susu skim jadul banget ya. Uniknya ada buah di atasnya sebagai <em>topping</em>, kombinasinya membuat penamaan tutti frutti terasa cocok dan menyatu sebagai rasa es krim klasik. Oh ya hampir lupa, nastar di Sumber Hidangan yang dibawa pulang kalau dicoba sangat asin karena memang hampir 90% adalah keju asli. Puas banget rasanya datang ke tempat kue dan <em>bakery</em> klasik ini. Kalau ke Bandung, kalian jangan lupa mampir dan sekalian menikmati suasana di Jl Braga yang terkenal itu. Toko Kue dan Bakery Sumber Hidangan ini bisa didatangi Selasa – Minggu sekitar jam 10.00 – 17.00, setiap Senin toko ini tutup. </p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://dyahpamelablog.wordpress.com/2020/12/01/jajan-kue-dan-bakery-klasik-di-sumber-hidangan-kuliner-terkenal-di-jalan-braga-bandung/" rel="noopener" target="_blank">dyahpamelablog.wordpress.com</a>.</em></p>
Dyah Ayu Pamela
15 Sep

Sunset! Jagung Bakar dan Romantisme Dinner di Pantai Jimbaran Bali
<p class="wp-block-paragraph">Waktu pertama kali ke Bali bertahun-tahun silam tempat pertamaku adalah Kuta. Pantai Kuta yang cuma beberapa langkah dari Beach Walk itu… zzZzz. So sad pantainya sekarang kotor.</p> <p class="wp-block-paragraph">Jimbaran, yang sudah terkenal banget jadi daerah turis lainnya di Selatan Bali juga menarik buat disambangi. Sejujurnya pas pertama kali ke Jimbaran di masa pandemi 2020 silam itu aku nggak nyangka kalau sunset di sana sebagus itu, bukan cuma rumor. Tangkapan kamera aku yang aku publish di sini pun enggak bohong, no filter.</p> <p class="wp-block-paragraph">Aku ingat pas ke sana tuh magrib banget, matahari sudah tenggelam tinggal sisa semburat merahnya saja. Tapi Masya Allah tetep cantik dan terasa romantis waktu diajak dinner tepat di pinggir pantai Jimbaran Bali.</p> <p class="wp-block-paragraph">Enaknya ngapain di Pantai Jimbaran Bali?</p> <p class="wp-block-paragraph"><strong>Sunset Cantik</strong></p> <figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" width="1024" height="683" data-attachment-id="13475" data-permalink="https://dyahpamelablog.wordpress.com/2021/04/12/sunset-jagung-bakar-dan-romantisme-dinner-di-pantai-jimbaran-bali/img_2240-1/" data-orig-file="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/04/img_2240-1.jpg" data-orig-size="1770,1181" data-comments-opened="1" data-image-meta="{"aperture":"0","credit":"","camera":"","caption":"","created_timestamp":"0","copyright":"","focal_length":"0","iso":"0","shutter_speed":"0","title":"","orientation":"1"}" data-image-title="img_2240-1" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/04/img_2240-1.jpg?w=1000" src="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/04/img_2240-1.jpg?w=1024" alt="" class="wp-image-13475" srcset="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/04/img_2240-1.jpg?w=1024 1024w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/04/img_2240-1.jpg?w=150 150w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/04/img_2240-1.jpg?w=300 300w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/04/img_2240-1.jpg?w=768 768w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/04/img_2240-1.jpg?w=1440 1440w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/04/img_2240-1.jpg 1770w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure> <p class="wp-block-paragraph">Rasanya bukan bualan kalau Jimbaran jadi tempat turis menghabiskan waktu menikmati sunset. Bahkan di sisa perjumpaannya pun nada kemerahan langitnya terasa sendu. Sambil takjub, rasakan juga hembusan anginnya yang lumayan kencang. Beda dengan siang hari yang panas, kala malam di Jimbaran Bali itu sejuk.</p> <p class="wp-block-paragraph"><strong>Makan Jagung Bakar</strong></p> <figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" width="1000" height="666" data-attachment-id="13467" data-permalink="https://dyahpamelablog.wordpress.com/2021/04/12/sunset-jagung-bakar-dan-romantisme-dinner-di-pantai-jimbaran-bali/img_2236-2/" data-orig-file="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/04/img_2236-2.jpg" data-orig-size="1000,666" data-comments-opened="1" data-image-meta="{"aperture":"0","credit":"","camera":"","caption":"","created_timestamp":"0","copyright":"","focal_length":"0","iso":"0","shutter_speed":"0","title":"","orientation":"1"}" data-image-title="img_2236-2" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/04/img_2236-2.jpg?w=1000" src="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/04/img_2236-2.jpg?w=1000" alt="" class="wp-image-13467" srcset="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/04/img_2236-2.jpg 1000w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/04/img_2236-2.jpg?w=150 150w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/04/img_2236-2.jpg?w=300 300w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/04/img_2236-2.jpg?w=768 768w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption>Jagung bakarnya lagi dikipas-kipas di ujung sana.</figcaption></figure> <p class="wp-block-paragraph">Di sekitaran pantai banyak banget penjual jagun bakar. Bahkan bapak penjualnya itu orang Lombok. Mereka jauh nge berang dari Lombok ke Bali buat mengais rezeki. Makan jagung bakar ala street food cuma Rp5 ribu – Rp15 ribu aja.</p> <p class="wp-block-paragraph"><strong>Dinner Romantis</strong></p> <figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" width="1000" height="494" data-attachment-id="13468" data-permalink="https://dyahpamelablog.wordpress.com/2021/04/12/sunset-jagung-bakar-dan-romantisme-dinner-di-pantai-jimbaran-bali/img_2238/" data-orig-file="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/04/img_2238.jpg" data-orig-size="1000,494" data-comments-opened="1" data-image-meta="{"aperture":"0","credit":"","camera":"","caption":"","created_timestamp":"0","copyright":"","focal_length":"0","iso":"0","shutter_speed":"0","title":"","orientation":"1"}" data-image-title="img_2238" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/04/img_2238.jpg?w=1000" src="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/04/img_2238.jpg?w=1000" alt="" class="wp-image-13468" srcset="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/04/img_2238.jpg 1000w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/04/img_2238.jpg?w=150 150w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/04/img_2238.jpg?w=300 300w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/04/img_2238.jpg?w=768 768w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption>Setuju banget untuk pilih menu seafood buat dinner. </figcaption></figure> <p class="wp-block-paragraph">Atmosfernya yang sendu! Perpaduan aroma laut, sambil menyaksikan langit berubah warna jadi kombinasi pas. Apalagi kalau sempetin buat dinner dengan menu bakaran seafood di sini. Nggak bakal terlupakan, meskipun liburannya sama teman atau sahabat pun, rasanya seperti sihir yang sekejab mengubah suasana hati. Serius aku kaget bisa dapetin pengalaman ini. Next time bakal balik lagi ke Jimbaran buat menikmati suasana yang sama.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://dyahpamelablog.wordpress.com/2021/04/12/sunset-jagung-bakar-dan-romantisme-dinner-di-pantai-jimbaran-bali/" rel="noopener" target="_blank">dyahpamelablog.wordpress.com</a>.</em></p>
Dyah Ayu Pamela
15 Sep

Kuliner Halal di Ubud Bali, Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku VS Warung Mek Juwel
<p class="wp-block-paragraph">Berkuliner ria di Ubud, tentu nggak boleh kelewatan makan Nasi Campur Bali. Kalau buatku, belum SAH ke Ubud deh pokoknya tanpa mampir nyobain Nasi Campur Bali di dua warung makan berikut ini!</p> <p class="wp-block-paragraph">Kita patut bersyukur hidup di Indonesia. Kulinernya tuh dari Sabang ke Merauke unik semua. Allah Maha Baik mengilhami manusia dengan segudang daya pikir buat meramu bumbu rempah itu ke dalam masakan yang sehari-hari dinikmati di meja makan.</p> <p class="wp-block-paragraph">Nasi campur Bali kaya rempah salah satunya, hmmm aku tuh ke Bali berkali-kali nyobain nasi campur Bali tapi ya memang beda tiap warung makan rasanya. Tapi boleh dibilang dua warung makan berikut patut banget buat jadi pilihan kuliner kalo ke Ubud.</p> <p class="wp-block-paragraph">Terutama buat muslim seperti aku yang lagi cari kuliner halal, no pork. Nah dua nasi campur Bali berikut the best di banding lainnya jadi aku review:</p> <p class="wp-block-paragraph"><strong>1. Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku</strong></p> <figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" width="1024" height="766" data-attachment-id="13504" data-permalink="https://dyahpamelablog.wordpress.com/2021/11/29/kuliner-halal-di-ubud-bali/img_3519/" data-orig-file="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/11/img_3519.jpg" data-orig-size="2430,1818" data-comments-opened="1" data-image-meta="{"aperture":"0","credit":"","camera":"","caption":"","created_timestamp":"0","copyright":"","focal_length":"0","iso":"0","shutter_speed":"0","title":"","orientation":"1"}" data-image-title="img_3519" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/11/img_3519.jpg?w=1000" src="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/11/img_3519.jpg?w=1024" alt="" class="wp-image-13504" srcset="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/11/img_3519.jpg?w=1024 1024w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/11/img_3519.jpg?w=2048 2048w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/11/img_3519.jpg?w=150 150w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/11/img_3519.jpg?w=300 300w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/11/img_3519.jpg?w=768 768w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/11/img_3519.jpg?w=1440 1440w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku</figcaption></figure> <p class="wp-block-paragraph"><span style="text-decoration:underline;">Alamat:</span></p> <p class="wp-block-paragraph">Jl. Raya Kedewatan No.18, Kedewatan, Kecamatan Ubud</p> <p class="wp-block-paragraph"><strong>Harga: </strong>-/+ Rp28.000</p> <p class="wp-block-paragraph">Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku sudah cukup terkenal dan punya beberapa cabang. Kelebihannya karena ada 3 cabang jadi bisa ada alternatif sesuai lokasi terdekat. Di Ubud yang buka sejak pukul 07.00 pagi atau cabang lain di Seminyak dan Denpasar buka jam 08.00.</p> <p class="wp-block-paragraph">Dari segi lokasi yang di Ubud strategis banget di pinggir jalan, untuk parkir mobil bisa melipir di seberang warungnya. Kapasitas restoran cukup besar 50 tamu cukup kalau nggak social distancing dan bisa pesan lewat ojek online, tapi lebih afdol makan di tempat. Sudah ada pramusajinya yang berseragam hijau, menunya yang dijual memang hanya nasi campur. Tersedia aneka camilan jajanan, kue, sama kerupuk di sini.</p> <p class="wp-block-paragraph">Soal rasa menurutku terbilang oke, porsinya banyak, campuran nasi dengan lauk beraneka rupa khas nasi campur Bali di sini ada potongan ayam berbumbu, jeroan ati ampela, kulit ayam yang crispy, terus sayur lawar kacang panjang, kacang tanah, sate lilit yang terasa bumbu ketumbarnya serta potongan cabai rawit merah sebagai sambalnya. Pedasnya pas, buat yang kurang suka pedas masih bisa ditoleril. Cuma sayur lawar di Nasi Ayam Ibu Mangku semestinya bisa lebih berbumbu lagi.</p> <p class="wp-block-paragraph">Versi aku nilainya 8 buat Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku karena pas makan di sini tuh sudah tersistem baik. Suasana restoran juga oke, bersih, menerapkan protokol kesehatan dan selama PPKM nggak padat sama sekali. Soal kehalalan karena nggak ada menu B2 sama sekali halal sih buatku. Kalau label halal MUI aku belum cek.</p> <p class="wp-block-paragraph"><strong>2. Warung Mek Juwel</strong></p> <figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" width="769" height="1024" data-attachment-id="13505" data-permalink="https://dyahpamelablog.wordpress.com/2021/11/29/kuliner-halal-di-ubud-bali/img_3518/" data-orig-file="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/11/img_3518.jpg" data-orig-size="2184,2910" data-comments-opened="1" data-image-meta="{"aperture":"0","credit":"","camera":"","caption":"","created_timestamp":"0","copyright":"","focal_length":"0","iso":"0","shutter_speed":"0","title":"","orientation":"1"}" data-image-title="img_3518" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/11/img_3518.jpg?w=769" src="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/11/img_3518.jpg?w=769" alt="" class="wp-image-13505" srcset="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/11/img_3518.jpg?w=769 769w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/11/img_3518.jpg?w=1538 1538w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/11/img_3518.jpg?w=113 113w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/11/img_3518.jpg?w=225 225w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/11/img_3518.jpg?w=1440 1440w" sizes="auto, (max-width: 769px) 100vw, 769px" /><figcaption>Nasi Ayam di Warung Mek Juwel</figcaption></figure> <p class="wp-block-paragraph"><span style="text-decoration:underline;">Alamat:</span></p> <p class="wp-block-paragraph">Jl. Melati, Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571</p> <p class="wp-block-paragraph"><strong>Harga: </strong>-/+ Rp28.000</p> <p class="wp-block-paragraph">Warung Mek Juwel terbilang baru naik daun, karena baru terkenal setelah banyak yang merekomendasikannya di Instagram. Tapi sebenernya Warung Mek Juwel sudah ada lama banget dari tahun 1980. Namun mereka baru ada satu cabang dan lokasinya terletak agak menyempil dari jalan raya. Kamu bisa menggunakan Google Maps dengan mudah. Lokasi dari parkir harus jalan sekitar 100 meter turun ke bawah terus melewati persawahan Ubud dan naik tangga rumah pemiliknya.</p> <p class="wp-block-paragraph">Soal rasa aku bisa bilang, kaya rempah banget. Sampai aku mikir, pemiliknya punya kebun kecombrang dan rempah apa ya kok nggak pelit bumbu gitu? Kalau bahasa kita bumbu Nasi Campur Bali di Warung Mek Juwel (WMJ) tuh medok banget deh. Pas nyoba lawar kacang panjangnya tuh kecombrangnya berasa banget.</p> <p class="wp-block-paragraph">Terus yang membuatku penasaran, ada aroma semacam smoked atau diasapi gitu daging ayamnya. Jadi pas makan berasa khas diasap yang nggak ada di nasi campur Bali lainnya. Duh bumbu medoknya juga ada di ati ampela, kulit ayam, kentang sama kacang tanahnya.</p> <p class="wp-block-paragraph">Aku bisa kasih nilai 9 deh buat nasi campur Bali di sini. Kekuranganya menurutku, makan di Warung Mek Juwel cuma karena kebersihan tempatnya yang harus jadi perhatian. Belum tersistem operasionalnya seperti Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku yang punya banyak pegawai dengan seragam. Warung Mem Juwel Masih keluarga aja yang melayani.</p> <p class="wp-block-paragraph">Terus Ada banyak doggie, meski aku suka mereka. Tapi agak risih pas makan mereka di sekitar kita kayak laper juga. Kalau dibilang halal, halal sih tapi di sana mereka juga jual kerupuk babi. Pas aku tanya ke bapak yang jualin, itu saudaranya yang buat. Terus pas aku mau nanya hal lainnya si bapak lagi repot melayani pembeli.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://dyahpamelablog.wordpress.com/2021/11/29/kuliner-halal-di-ubud-bali/" rel="noopener" target="_blank">dyahpamelablog.wordpress.com</a>.</em></p>
Dyah Ayu Pamela
15 Sep

REVIEW – Relaksasi di Sanctoo Spa & Wellness Gianyar Bali
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" width="1024" height="767" data-attachment-id="13536" data-permalink="https://dyahpamelablog.wordpress.com/2022/02/24/review-relaksasi-di-santoo-spa-wellness-gianyar-bali/img_1028-1/" data-orig-file="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/02/img_1028-1.jpg" data-orig-size="1274,955" data-comments-opened="1" data-image-meta="{"aperture":"0","credit":"","camera":"","caption":"","created_timestamp":"0","copyright":"","focal_length":"0","iso":"0","shutter_speed":"0","title":"","orientation":"1"}" data-image-title="img_1028-1" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/02/img_1028-1.jpg?w=1000" src="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/02/img_1028-1.jpg?w=1024" alt="" class="wp-image-13536" srcset="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/02/img_1028-1.jpg?w=1024 1024w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/02/img_1028-1.jpg?w=150 150w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/02/img_1028-1.jpg?w=300 300w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/02/img_1028-1.jpg?w=768 768w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/02/img_1028-1.jpg 1274w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure> <p class="wp-block-paragraph">Buat kamu yang masih bingung mencari aktivitas apa saat liburan ke Bali, boleh lho sesekali cobain Spa! Kali ini aku rekomendasikan sebuah tempat Spa yang suasananya sangat menenangkan dan bikin kamu rileks waktu liburan.</p> <p class="wp-block-paragraph">Melepas kepenatan. Mungkin itu hal pertama yang terlintas dibenak aku saat ingin melakukan perawatan Spa. Sebenarnya aku memang biasa rutin pijat sebulan sekali, kalau di Jakarta aku ke Mitra Sehat yang berlokasi di Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan. Biasanya durasi 60-120 menit, harganya mulai Rp150.000 (belum termasuk tip kalau ingin kasih tip). Menurutku di tempat itu pijatan, pelayanan dan kebersihannya oke.</p> <p class="wp-block-paragraph">Nah kali ini aku review Sanctoo Spa & Wellness di Gianyar Bali, agak dekat ke arah Ubud ya jadi kalau memang pas mau ke Ubud bisa jadi pilihan kamu buat relaksasi. Oh ya aku pun menemukan ini tanpa sengaja lewat promo di Traveloka, justru yang pertama kali aku tahu Sanctoo Villa sebagai tempat penginapannya.</p> <figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" width="1024" height="768" data-attachment-id="13535" data-permalink="https://dyahpamelablog.wordpress.com/2022/02/24/review-relaksasi-di-santoo-spa-wellness-gianyar-bali/img_1091/" data-orig-file="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/02/img_1091.jpg" data-orig-size="3840,2880" data-comments-opened="1" data-image-meta="{"aperture":"0","credit":"","camera":"","caption":"","created_timestamp":"0","copyright":"","focal_length":"0","iso":"0","shutter_speed":"0","title":"","orientation":"1"}" data-image-title="img_1091" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/02/img_1091.jpg?w=1000" src="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/02/img_1091.jpg?w=1024" alt="" class="wp-image-13535" srcset="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/02/img_1091.jpg?w=1024 1024w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/02/img_1091.jpg?w=2048 2048w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/02/img_1091.jpg?w=150 150w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/02/img_1091.jpg?w=300 300w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/02/img_1091.jpg?w=768 768w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/02/img_1091.jpg?w=1440 1440w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Suasana selesai spa, berantakan selimut dan kainnya habis dipijat.</figcaption></figure> <p class="wp-block-paragraph">Dari review pengunjung sebelumnya dan foto-foto mereka buatku terlihat menarik lokasi maupun tempatnya. Jadi Sanctoo Spa & Wellness juga punya pemandangan hutan Ubud dan gemericik suara air dari derasnya aliran kali di belakang tempat Spa.</p> <p class="wp-block-paragraph">Dari segi pelayanan kita datang di lobi dan diantar dengan boogie, lalu diberikan wellcome drink saat sampai tempat Spa. Soal pijatan kamu bisa request aja, tekanan maupun bagian mana yang mau difokuskan. Tapi tentu sebelumnya kita mengisi dulu lembar persetujuan. Ada form soal prokes Covid-19 dan pertanyaan seputar misal ada alergi atau penyakit yang dialami.</p> <p class="wp-block-paragraph">Apakah semua fasilitas ini mahal? Buatku masih terbilang standart hotel bintang 4, dari segi harga pun saat kita membeli voucher untuk 60 menit treatment Spa kamu bisa dapatkan dengan harga Rp150.000 (1 jam) dan Rp200.000 (90 menit). Jadi sangat affordable! Namun saat promo masih ada, karena harga aslinya tentu saja di tempat sekelas bintang 4 ke atas untuk Spa di atas Rp500.000. Catatan kalau reservasi tanpa voucher, selain itu kamu juga bakal kena Tax, pajak hiburan. Itu pengalaman yang pernah aku alami waktu Spa di Plataran Ubud Bali karena tanpa membeli voucher. </p> <p class="wp-block-paragraph"><strong>Langsung aja berikut cara untuk reservasi:</strong></p> <p class="wp-block-paragraph">1. Beli voucher dulu via aplikasi Traveloka, bisa cari di section Traveloka Experience ya!</p> <p class="wp-block-paragraph">2. Kalau sudah beli dengan sistem pembayaran m-banking, selanjutnya kamu bisa langsung reservasi waktu kunjungan.</p> <p class="wp-block-paragraph">3. Aku saranin buat reservasi 1-2 hari sebelum kunjungan. Buat reservasi kamu tinggal telepon nomor yang tertera. Setelah reservasi kamu tinggal datang 30 menit sebelumnya. Note lainnya kita tidak perlu cetak kertas voucher karena transaksi sudah digital lewat aplikasi dan scan barecode. <img src="https://s0.wp.com/wp-content/mu-plugins/wpcom-smileys/twemoji/2/72x72/1f60a.png" alt="đ" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p> <p class="wp-block-paragraph">4. Oh ya lokasi Sanctoo Spa & Wellness ini ada di dalam area Sanctoo Villa. Jadi memang parkir mobil di area yang sama. Kita di lobi bakal check ke resepsionis lalu alan diantar dengam boogie ke area Spa.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://dyahpamelablog.wordpress.com/2022/02/24/review-relaksasi-di-santoo-spa-wellness-gianyar-bali/" rel="noopener" target="_blank">dyahpamelablog.wordpress.com</a>.</em></p>
Dyah Ayu Pamela
15 Sep

Keajaiban Sedekah Subuh Amalan dari Syekh Ali Jaber, Terkabulnya Harapan Akan Jodoh
<p class="wp-block-paragraph">ŰłÙÙ Ù Ù±ÙÙÙÙÙ°ÙÙ Ù±Ù۱ÙÙŰÙÙ ÙÙ°ÙÙ Ù±Ù۱ÙÙŰÙÙÙ Ù</p> <p class="wp-block-paragraph">Bismillahirahmanirahim</p> <p class="wp-block-paragraph">“Setiap awal pagi saat matahari terbit, Allah menurunkan dua malaikat ke bumi. Lalu salah satu berkata, ‘Ya Allah, berilah karunia orang yang menginfakkan hartanya. Ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya karena Allah’. Malaikat yang satu berkata, ‘Ya Allah, binasakanlah orang-orang yang bakhil.” (HR. Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah).</p> <p class="wp-block-paragraph">Kali ini aku mau berbagi pengalaman ku tentang sedekah subuh. Mungkin aku cerita awal mulanya tahu soal sedekah subuh ya. Sewaktu aku dimutasi ke kantor baru dan menjalani kehidupan baru sebagai editor, aku membaca banyak sekali kisah-kisah orang dan salah satunya sekitar tahun 2021 lalu Syekh Ali Jaber meninggal dunia dan beritanya cukup jadi perhatian.</p> <p class="wp-block-paragraph">Di usianya yang masih cukup muda, sekitar 40 tahun dia wafat. Jujur aku nggak mengenal beliau secara personal namun dari segala cerita dan YouTube serta ceramahnya yang menggugah aku tertarik dengan sosok beliau.</p> <figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" width="828" height="620" data-attachment-id="13550" data-permalink="https://dyahpamelablog.wordpress.com/2022/03/02/keajaiban-sedekah-subuh-amalan-dari-syekh-ali-jaber-terkabulnya-harapan-akan-jodoh/img_0954/" data-orig-file="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/03/img_0954.jpg" data-orig-size="828,620" data-comments-opened="1" data-image-meta="{"aperture":"0","credit":"","camera":"","caption":"","created_timestamp":"1620004084","copyright":"","focal_length":"0","iso":"0","shutter_speed":"0","title":"","orientation":"1"}" data-image-title="img_0954" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/03/img_0954.jpg?w=828" src="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/03/img_0954.jpg?w=828" alt="" class="wp-image-13550" srcset="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/03/img_0954.jpg 828w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/03/img_0954.jpg?w=150 150w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/03/img_0954.jpg?w=300 300w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/03/img_0954.jpg?w=768 768w" sizes="auto, (max-width: 828px) 100vw, 828px" /></figure> <p class="wp-block-paragraph">Terlebih dengan segala kebaikannya, yang bahkan beliau tidak memiliki rumah, segala hartanya disedekahkan dan diwakafkan untuk pembiayaan pengadaan Al-Quran. Rasanya tergetar hatiku mengetahui apa saja yang dia lakukan, sosok yang beda dari ulama-ulama lainnya. </p> <p class="wp-block-paragraph">Ringan hisab beliau di sana dan betapa dia mencontohkan kesederhanaan dan jauh dari keduniawian semata-mata untuk berdakwah dan mencari kebahagiaan dengan mengabdikan diri di jalan Allah. Jujur saat menuliskan hal ini aku pun menangis mengingatnya.</p> <p class="wp-block-paragraph"><strong>Sedekah Subuh, Membuka Tabir dan Mempermudah Datangnya Jodohku</strong></p> <p class="wp-block-paragraph">Aku mau cerita tentang pengalamanku saat menjalankan amalan sedekah subuh. Singkat saja, selama bertahun-tahun aku berikhtiar dan bersedekah namun hajadku yang satu ini belumlah terwujud. Sebelumnya bahkan 5 tahun lalu aku pernah menjalankan anjuran sedekah dari Ustaz Yusuf Mansyur namun belum terkabul juga saat itu. Tapi kalau diceritakan rasanya ikhtiar dan doaku sudah kencang sekali ke langit.</p> <p class="wp-block-paragraph">Entah apa yang salah? Kalau diperinci, aku pernah sampai 40 malam salat hajad tanpa putus dan dilakukan 2 kali yang berarti 80 malam. Amalan lain juga aku lakukan, salawat Nariyah setiap hari, ikhtiar dengan jalan yang Allah ridha juga aku lakukan. Intinya rasanya usahaku dalam 3 tahun terakhir sudah sangat maksimal. </p> <p class="wp-block-paragraph">Nah, aku agak skeptis mengenai sedekah. Pertama sedekah maupun salat buatku ibadah yang personal. Jangan sampai kita riya melakukannya, bukan untuk dipamerkan, harus ikhlas lillahita’ala. Ikhlas dalam arti bukan untuk dipuji manusia lain, jadi murni karena Allah. Tentang niat agar dimudahkan hajad hanya bagian dari harapanku saja, dikabul atau tidaknya, kapan waktunya merupakan keputusan Allah, bagiku sedekah subuh ini jalan ikhtiar mohon pertolongan ALLAH.</p> <p class="wp-block-paragraph">Mungkin ada berbagai pendapat dan tentunya yang berhak memberi penjelasan adalah ulama dengan pengetahuan agama yang jauh, namun aku sederhanakan dari pengalamanku.</p> <p class="wp-block-paragraph">Singkat cerita pertengahan menuju akhir 2021 lalu setelah berbagai upaya yang belum berhasil, kemudian aku niatkan untuk sedekah subuh. Waktu itu aku berikan semua penghasilan utamaku (gajiku) sebulan untuk sedekah subuh di sebuah masjid yang sedang dalam pembangunan. Tentunya aku survei dulu, masjid mana yang sekiranya layak dan memang membutuhkannya. Oh ya lokasinya beneran jauh dari rumahku sekitar 4 kilometer.</p> <p class="wp-block-paragraph">Aku ajak kedua orangtuaku. Minta izin kepada mereka terlebih dulu untuk sedekah subuh. Alhamdulilah mereka mendukung aku. Mereka juga yang mengantarku, 1 jam sebelum subuh kami sudah berangkat dari rumah dan berniat salat subuh di masjid tempat kami niat bersedekah. Usai salat subuh, kami datangi pengurus masjid dan mengutarakan niat. Niatnya hanya “Saya niatkan sedekah subuh untuk pembangunan masjid ini, mohon agar didoakan untuk kelancaran jodoh anak saya,” kata Papa.</p> <p class="wp-block-paragraph">Jadi Mama juga menuliskan nama lengkapku beserta binti nama Papa di kertas dimasukan ke dalam amplop uang sedekah. Pihak masjid menerima niat kami dan sekumpulan bapak-bapak yang datang salat subuh berjamaah saat itu ikut membacakan doanya untuk ku. </p> <p class="wp-block-paragraph">Alhamdulilah, rasanya lega banget waktu melakukan hal itu. Tentram dan lapang, nggak ada ketakutan uangku habis atau bagaimana. Entah aku pikirkan hanya, ya Allah semuanya sudah kupunya Alhamdulilah. Pekerjaan, karier, harta, rejeki yang luas, kesehatan, orangtua yang sehat, namun apa artinya itu semua tanpa pasangan hidup. Aku relakan segenap pemberian-Mu, doaku semoga Engkau mengabulkan hajadku.</p> <p class="wp-block-paragraph"><strong>Beberapa waktu kemudian….</strong></p> <p class="wp-block-paragraph">Tak butuh waktu lama, 1-3 hari setelah itu beberapa kali aku kedapatan mimpi. Ada sosok pria yang menghampiri aku. Berkali-kali mimpiku masih sama, namun aku serahkan semuanya ke Allah. Ajaibnya tanggal 4 aku sedekah subuh, tanggal 18 Mas jodoh yang tanpa disangka-sangka siapa orangnya ternyata dia benar-benar datang ke rumah.</p> <p class="wp-block-paragraph">Aku dan kedua orangtua ku tak percaya. Ada Mas yang sudah ku kenal sejak aku masih bayi, datang dan mengaku sudah lama punya perasaan khusus ke aku dan dia langsung memintaku kepada Papa. MasyaAllah… aku langsung nangis nggak percaya. Jadi selama ini dia beberapa waktu lalu sering datang ke rumah memang ingin mengenalku, namun baru kali ini berani memintaku. </p> <p class="wp-block-paragraph">Memang awalnya aku merasa aneh dengan kejujurannya yang langsung bicara ke Papa. Aku bahkan sempat merasa tidak percaya dan ingin menolak dia. Tapi aku ingat lagi mimpiku setelah sedekah subuh itu, karena memang yang dimaksud dan nyata datang adalah Mas. </p> <p class="wp-block-paragraph">Alhamdulilah rasanya tak percaya, aku dan Mas mengalir saja meski aku sempat menguji kesungguhannya. Tentunya pernyataan cintanya nggak langsung aku terima. Tapi selang 1-2 bulan aku nggak ragu karena setidaknya sudah mengenalnya lama dan tahu latar belakang keluarganya. </p> <p class="wp-block-paragraph">Hanya saja memang setelah aku lamaran, cukup banyak lika-liku persiapan menikah dan ada sedikit ketidaksamaan soal cara pandang mengenai bagaimana aku punya impian menikah yang tidak biasa-biasa saja karena ini momen sekali seumur hidup. Tapi kalau aku telusuri ke belakang, di antara semua pria yang pernah aku kenal Mas adalah pemberian Allah yang paling tepat. Dengan sifatku yang lebih dominan, dia bisa memahamiku dan menuruti permintaanku, setelah diskusi tentunya. Rasanya bersama Mas juga beda dari pria-pria sebelumnya, karena ada kedamaian dalam hubungan kami. Nampaknya ke depan kami juga akan saling menyeimbangkan.</p> <p class="wp-block-paragraph">Untuk lebih lengkap mengenai sedekah subuh, kamu bisa tonton langsung di YouTube. Semoga untuk kalian yang sedang memiliki hajad dan keinginan untuk bisa terpecahkan dan terbuka tabirnya. Aaamin <img src="https://s0.wp.com/wp-content/mu-plugins/wpcom-smileys/twemoji/2/72x72/1f932-1f3fb.png" alt="đ€Čđ»" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p> <figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper"> <iframe loading="lazy" class="youtube-player" width="1000" height="563" src="https://www.youtube.com/embed/eAjmoMLKo9w?version=3&rel=1&showsearch=0&showinfo=1&iv_load_policy=1&fs=1&hl=en&autohide=2&wmode=transparent" allowfullscreen="true" style="border:0;" sandbox="allow-scripts allow-same-origin allow-popups allow-presentation allow-popups-to-escape-sandbox"></iframe> </div></figure><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://dyahpamelablog.wordpress.com/2022/03/02/keajaiban-sedekah-subuh-amalan-dari-syekh-ali-jaber-terkabulnya-harapan-akan-jodoh/" rel="noopener" target="_blank">dyahpamelablog.wordpress.com</a>.</em></p>
Dyah Ayu Pamela
15 Sep

Review Sulam Bibir, Bye! Dark Lips
<p class="wp-block-paragraph">Dua bulan jelang hari H nikah ceritanya. Bukan cuma nyiapin resepsi tapi juga mental dan berbenah diri alias perawatan. Kalau luluran dan ke dokter gigi mungkin hal biasa yang dilakukan calon pengantin. Tapi ada satu hal yang dari dulu kepingin banget aku lakuin yaitu healing si dark lips.</p> <p class="wp-block-paragraph">So, pas bulan puasa 2022 kemarin sebelum Lebaran aku niatin untuk sulam bibir dengan tujuan menghilangkan dark lips. FYI dark lips alias bibir yang tampak hitam sebenernya banyak dialami perempuan umumnya karena keseringan pakai lipstik mate. Bahan kimia dan paparan warna lipstik, termasuk kebiasaan merokok juga salah satu penyebabnya. Cuma aku bukan perokok dan sangat anti.</p> <p class="wp-block-paragraph">Rasanya dark lips sudah parah dan buat nggak pede, maunya punya bibir merah alami aja gitu. Supaya nanti dilihat suami sehari-hari tetap cantik tanpa lipstik. Tapi sebetulnya setahun lalu sudah kepingin banget sih treatment ini. Akhirnya mestakung, tanpa sengaja lihat iklan promo Instagram untuk velvet lips di Brow byTerevei. Tergoda harga miring, karena aku lihat untuk treatment ini kisarannya Rp3 juta-Rp7 juta di berbagai studio. Nah aku dapat promo Rp2,5 juta tapi yang ngerjain by assistant ya, kalau owner harganya beda sejutaan.</p> <p class="wp-block-paragraph">Akhirnya aku jadwal buat pengerjaan. Jauh-jauh ke Kelapa Gading. Sebelum dapat jadwal biasanya ada ketentuan sbb:</p> <p class="wp-block-paragraph">1.Selama 3-5 hari sebelumnya nggak boleh pakai lipstik dulu.</p> <p class="wp-block-paragraph">2.Wajib pakai vaseline bibir supaya lembab dan preparation untuk sulamnya.</p> <p class="wp-block-paragraph">3.Jangan makan/minum berwarna. Dll</p> <figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" width="680" height="680" data-attachment-id="13559" data-permalink="https://dyahpamelablog.wordpress.com/2022/05/23/review-sulam-bibir-bye-dark-lips/img_4857/" data-orig-file="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/05/img_4857.jpg" data-orig-size="680,680" data-comments-opened="1" data-image-meta="{"aperture":"0","credit":"","camera":"","caption":"","created_timestamp":"0","copyright":"","focal_length":"0","iso":"0","shutter_speed":"0","title":"","orientation":"1"}" data-image-title="img_4857" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/05/img_4857.jpg?w=680" src="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/05/img_4857.jpg?w=680" alt="" class="wp-image-13559" srcset="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/05/img_4857.jpg 680w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/05/img_4857.jpg?w=150 150w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/05/img_4857.jpg?w=300 300w" sizes="auto, (max-width: 680px) 100vw, 680px" /><figcaption>Kurang lebih before & after-nya. Semua hasil juga tergantung dasar warna bibir kita dan before after care.</figcaption></figure> <p class="wp-block-paragraph"><strong>Gimana pengerjaannya?</strong></p> <p class="wp-block-paragraph">Sebelum treatmen sulam bibir kita bakal dianastesi tentunya. Tapi ada protokol kesehatan juga, tes antigen, kumur betadin, dan disemprot dulu, pakai APD juga. Btw ada tambahan biaya itu semua di luar biaya sulam sekitar Rp75.000.</p> <p class="wp-block-paragraph"><strong>Berapa lama? Berapa kali?</strong></p> <p class="wp-block-paragraph">Tergantung pengerjaan di tiap orang. Btw aku cukup lama ya karena dark lips agak parah. Datang jam 14.00, selesai jam 17.00 dan ternyata yang treatment ini banyak. Satu sesi bahkan ada 3 orang klien dan dikerjakan 3 orang beautycian. Ternyata laku bgt? Sebagian karena ada yang sulam alis sama bulu mata sih.</p> <p class="wp-block-paragraph">Lalu karena agak susah pengerjaan dark lips aku dilakukan 2 kali. Treatment yang kedua merupakan re-touch (sudah include harganya/sekali bayar). Jadi harga Rp2,5 juta adalah 2 kali datang.</p> <p class="wp-block-paragraph"><strong>Bagaimana hasilnya?</strong></p> <p class="wp-block-paragraph">Pengerjaan yang pertama, memang tidak langsung hilang total dark lips. Sempat hopeless aku, tapi ada pengurangan dan perbaikan warna bibir tidak separah sebelumnya. Lalu setelah re-touch dan seminggu after care aku melihat warna bibir juga semakin baik. Seperti warna alami aja.</p> <p class="wp-block-paragraph">Catatan aku di sini. Jika kondisi bibir kita dark lips setidaknya harus 2 kali treatment (4 kali pengerjaan termasuk re-touch) untuk bisa mendapatkan sesuai warna bibir yang dimau. Setelah treatment aku pun sudah jarang, hanya tertentu saja pakai lipstik karena menghindari jadi dark. So, bibir tetap harus dirawat. Hampir tiap malam sebelum tidur aku juga pakai pelembab bibir.</p> <p class="wp-block-paragraph"><strong>Bagaimana sulam bibir halal nggak?</strong></p> <p class="wp-block-paragraph">Nah aku dilematis ya. Kalau sambung rambut dan mengubah alis jelas dilarang di hadist dan Al-Quran. Mengubah bentuk ciptaan juga dilarang. Tapi aku menimbang-nimbang, tujuanku untuk sulam bibir velvet lips kan untuk koreksi dark lips. Tidak mengubah bentuk, hanya memperbaiki dark lips. Ya aku anggap nggak apa secara pribadi.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://dyahpamelablog.wordpress.com/2022/05/23/review-sulam-bibir-bye-dark-lips/" rel="noopener" target="_blank">dyahpamelablog.wordpress.com</a>.</em></p>
Dyah Ayu Pamela
15 Sep

Part I Beli Cincin Nikah dan Cari Paladium di Cikini, Tips Buat Calon Pengantin
<p class="wp-block-paragraph"></p> <p class="wp-block-paragraph">Persiapan pernikahan ku waktu itu terbilang singkat, cuma 6 bulan. Menurutku itu pun sangat padat, acara lamaran sederhana diadakan akhir Maret, prewedding bulan Mei, akad nikah dan resepsi Juni.</p> <p class="wp-block-paragraph">Bisa dibayangkan bagaimana mengurus semua itu? Jadi setelah pihak keluarga Mas dan aku sepakat sama tanggal lamaran, kami cuma punya waktu 5 minggu untuk persiapan cari cincin.</p> <p class="wp-block-paragraph">Satu hal, aku mengusulkan dan sepakat sejak awal bahwa cincin lamaran akan sama dengan cincin nikah dengan alasan ya buat apa punya 2 cincin? Dengan itu aku juga punya alasan agar Mas memberikan cincin yang terbaik.</p> <p class="wp-block-paragraph">Sekalian sebagai pengujian, apa Mas bener sayang sama aku? Jadi dari awal aku ajak Mas mampirnya ke toko berlian <img src="https://s0.wp.com/wp-content/mu-plugins/wpcom-smileys/twemoji/2/72x72/1f602.png" alt="đ" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" />.. dulu karena sering meliput perhiasan tahulah brand Frank & Co, Goldmart, sampai Mondial. Tapi akhirnya aku dan Mas pilih cincin nikah tersebut karena cocok dan rasanya klop. Sebuah cincin sederhana bermata berlian tidak begitu besar, tapi menyiratkan kesungguhan dia.</p> <p class="wp-block-paragraph">Problem hanya satu, kalau dalam Islam tidak boleh pria pakai emas. Jadilah kami membeli secara terpisah cincin Mas di Pusat Toko Emas, Cikini Jakarta Pusat. Kok rasanya saat beli punya dia gampang banget, kami pesan di @weddingring_alampermata khusus cuma cincin Mas aja karena paladium.</p> <p class="wp-block-paragraph">Sementara cincin nikah yang sekaligus mas kawin dibeli terpisah di Goldmart, aku kenal toko emas dan berlian ini lokal tapi kredibel dan pelayanan saat itu seperti terasa tulus. Sementara di Frank & Co, meskipun diamond mereka standart internasional tapi saat dicoba rasanya kurang cocok dijariku.</p> <figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" width="768" height="1024" data-attachment-id="13568" data-permalink="https://dyahpamelablog.wordpress.com/2022/11/13/part-i-beli-cincin-nikah-dan-cari-paladium-di-cikini-tips-buat-calon-pengantin/img_1171-2/" data-orig-file="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/11/img_1171.jpg" data-orig-size="3024,4032" data-comments-opened="1" data-image-meta="{"aperture":"1.8","credit":"","camera":"iPhone XS","caption":"","created_timestamp":"1645906049","copyright":"","focal_length":"4.25","iso":"64","shutter_speed":"0.01","title":"","orientation":"1"}" data-image-title="img_1171" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/11/img_1171.jpg?w=768" src="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/11/img_1171.jpg?w=768" alt="" class="wp-image-13568" srcset="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/11/img_1171.jpg?w=768 768w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/11/img_1171.jpg?w=1536 1536w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/11/img_1171.jpg?w=113 113w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/11/img_1171.jpg?w=225 225w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2022/11/img_1171.jpg?w=1440 1440w" sizes="auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px" /></figure> <p class="wp-block-paragraph">BUDGET CINCIN:</p> <p class="wp-block-paragraph">Tentu ini harus jadi pertimbangan, sesuai kesepakatan tiap pasangan. Untuk mendapatkan cincin nikah berlian dengan kualitas setaraf, misal di Frank & Co bisa mulai dari Rp8 juta untuk berlian 0,4 mm. Namun problemnya adalah mereka menjual cincin pasangan, sementara pria muslim tidak memakai emas.</p> <p class="wp-block-paragraph">Berbeda di Goldmart, mereka tidak harus membeli cincin pasangan, tapi tetap menjual jenis cincin pasangan. Harganya pun kisaran Rp7,9 hingga Rp15 juta untuk ukuran standar sekitar 3,5 gram dan berlian mulai dari 0,4 mm. Oh ya, satu hal kenapa aku beli di Golmart karena mereka garansi seumur hidup. Aku bisa cuci dan poles lagi cicin nikah aku jadi bisa seperti baru.</p> <p class="wp-block-paragraph">Untuk cincin pria, hampir kebanyakan orang rekomendasi untuk membelinya di Pusat Toko Emas Cikini. Sudah terkenal banget, datang ke sana gedungnya memang agak kuno tapi pilihannya banyak. Salah satunya Alam Permata tempat kami beli cincin paladium. Harganya kisaran Rp1,5 juta untuk ukuran standart.</p> <p class="wp-block-paragraph">Jadi kalau ditotal budget cincin nikah Rp10 juta sepasang. <em>Worth it</em>, apalagi kalau seperti aku cincin lamaran sekaligus cincin nikah. Tidak perlu beli dua cincin, karena masih ada anggaran yang harus dipersiapkan seperti biaya resepsi.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://dyahpamelablog.wordpress.com/2022/11/13/part-i-beli-cincin-nikah-dan-cari-paladium-di-cikini-tips-buat-calon-pengantin/" rel="noopener" target="_blank">dyahpamelablog.wordpress.com</a>.</em></p>
Dyah Ayu Pamela
15 Sep

Trekking ke Gunung Batur Bali Saat Bulan Madu, Apakah Ide Buruk?
<p class="wp-block-paragraph">Rencana untuk <em>trekking</em> ke Gunung Batur sebenarnya pertama kali terbesit di 2017 saat kecanduan gunung masih tak terbendung. Lalu angan-angan itu baru terwujud saat pergi bulan madu Juni 2022 sama Mas.</p> <p class="wp-block-paragraph">Ke Gunung Batur itu bener-bener nggak cocok sih sendirian, tetap harus ada <em>guide</em> dan jalan sejak dini hari untuk mendapatkan pemandangan terbaiknya apalagi kalau bukan matahari terbit di atas kepala kita. </p> <p class="wp-block-paragraph">Jadi sebenarnya Mas suami ikut aja sewaktu aku bilang tentang rencana <em>trekking</em> ke Gunung Batur di Bali bersamaan dengan <em>itinerary</em> kita yang sedang bulan madu. Temen-temen terdekat cuma komentar, Hah??!!! Takjub tidak percaya ada agenda naik gunung saat bulan madu. </p> <figure class="wp-block-image size-large"><img width="1024" height="599" data-attachment-id="13572" data-permalink="https://dyahpamelablog.wordpress.com/2023/03/20/trekking-ke-gunung-batur-bali-saat-bulan-madu-apakah-ide-buruk/img_6130/" data-orig-file="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2023/03/img_6130.jpg" data-orig-size="6362,3726" data-comments-opened="1" data-image-meta="{"aperture":"1.8","credit":"","camera":"iPhone XS","caption":"","created_timestamp":"1655879870","copyright":"","focal_length":"4.25","iso":"25","shutter_speed":"0.00055187637969095","title":"","orientation":"1"}" data-image-title="img_6130" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2023/03/img_6130.jpg?w=1000" src="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2023/03/img_6130.jpg?w=1024" alt="" class="wp-image-13572" srcset="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2023/03/img_6130.jpg?w=1024 1024w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2023/03/img_6130.jpg?w=2048 2048w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2023/03/img_6130.jpg?w=150 150w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2023/03/img_6130.jpg?w=300 300w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2023/03/img_6130.jpg?w=768 768w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2023/03/img_6130.jpg?w=1440 1440w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Di awal matahari naik ke atas, pemandangan di depan itu gunung Agung kalau tidak salah. </figcaption></figure> <p class="wp-block-paragraph">Rata-rata bilang, “<em>Honey moon</em> itu ya paling enak <em>stay</em> di hotel aja, ngedusel aja. Capek abis acara.”</p> <p class="wp-block-paragraph">“Pesen hotel bagus yang nggak perlu kemana-mana,” sambung senior di kantor lama. Tapi dalam hati sebenarnya aku mikir, kalau gitu kenapa bukan hotel di Jakarta kenapa harus mahal-mahal beli tiket pesawat ke Bali kalau cuma mau di hotel aja. </p> <p class="wp-block-paragraph">Selesai bulan madu, beneran aku tahu jawabannya. <em>Trekking</em> atau naik gunung di momen itu nggak disarankan banget. Kita berdua bener-bener habis capek mempersiapkan pernikahan dan bulan madu cuma selang dua hari setelah acara resepsi sehingga kondisi kurang fit sewaktu naik gunung.</p> <p class="wp-block-paragraph">Singkat cerita, aku pesan paket tur trekking Gunung Batur melalui agen yang aku temukan lewat Instagram @trekkinggunungbatur. Aku rekomendasiin banget sih kalau ke sana pakai <em>guide</em>, meski tampak mudah hanya 2 jam tapi enak banget sepanjang jalan kita dituntun dan diceritain banyak hal, pun bisa nanya-nanya.</p> <p class="wp-block-paragraph">Biaya <em>trekking</em> Gunung Batur terjangkau relatif banget. Aku pilih paket paling dasar Rp250 ribu per orang. Semuanya lengkap kita udah disediain peralatan <em>savety</em> buat mendaki juga makanan di atas sana, serta bisa ada dokumentasi. </p> <figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" width="768" height="1024" data-attachment-id="13575" data-permalink="https://dyahpamelablog.wordpress.com/2023/03/20/trekking-ke-gunung-batur-bali-saat-bulan-madu-apakah-ide-buruk/img_6139/" data-orig-file="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2023/03/img_6139.jpg" data-orig-size="3024,4032" data-comments-opened="1" data-image-meta="{"aperture":"1.8","credit":"","camera":"iPhone XS","caption":"","created_timestamp":"1655881577","copyright":"","focal_length":"4.25","iso":"25","shutter_speed":"0.0081967213114754","title":"","orientation":"1"}" data-image-title="img_6139" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2023/03/img_6139.jpg?w=768" src="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2023/03/img_6139.jpg?w=768" alt="" class="wp-image-13575" srcset="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2023/03/img_6139.jpg?w=768 768w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2023/03/img_6139.jpg?w=1536 1536w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2023/03/img_6139.jpg?w=113 113w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2023/03/img_6139.jpg?w=225 225w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2023/03/img_6139.jpg?w=1440 1440w" sizes="auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px" /><figcaption class="wp-element-caption">Makan Indomie di atas gunung belum ada yang ngalahin sih.</figcaption></figure> <p class="wp-block-paragraph">Waktu itu lokal <em>guide</em> aku namanya Sudirman, dia masih anak kuliahan. Untuk informasi bisa menghubungi +62 831-1908-6025. Pelayanannya baik, aku bahkan abis dapet jasanya belum transfer lama karena lupa, eh dia ga nagih-nagih. Aku kaget kok nggak ditagih ya? Untung akunya jujur inisiatif hubungin duluan, waktu itu baru DP Rp100 ribu. </p> <p class="wp-block-paragraph">Saran sebelum trekking:</p> <p class="wp-block-paragraph">1. Pilih meeting point terdekat karena kita naik itu pukul 03.00 dini hari. Saranku di sekitar Kintamani, aku waktu itu menginap di Black Lava Camp.</p> <p class="wp-block-paragraph">2. Beli paket tur</p> <p class="wp-block-paragraph">Ternyata Black Lava Camp punya paket tur ke Gunung Batur. <em>Oh my God</em>! Aku keburu beli terpisah, jadi karena lokasi Black Lava Camp itu harus menggunakan mobil khusus, kami bayar biaya lagi untuk diantar jemput ke lokasi. Tapi ohya aku dari Kuta sudah sewa mobil selama 4 hari di Bali, mobilnya cukup jauh diparkir di sebuah restoran yang sudah kerja sama dengan Black Lava Camp jadi aman. </p> <p class="wp-block-paragraph">3. Penginapan di Kintamani untuk standar kebersihan aku waktu itu masih kurang banyak. Aku pilih Black Lava Camp karena konsep penginapannya lucu dan seri dan tentunya kebersihannya walau kamar mandi di luar, tapi <em>better</em> memang menginap di Kintamani buat ke Batur supaya tidak jauh. NOTE: Ubud masih terbilang jauh, perlu dijemput 1-2 jam.</p> <p class="wp-block-paragraph">4. Baju hangat sudah pasti ya harus ada dan sepatu <em>trekking</em>, sarung tangan karena tetep dingin banget. </p> <p class="wp-block-paragraph">Pake <em>tour</em> menyediakan:</p> <p class="wp-block-paragraph">– lokal guide</p> <p class="wp-block-paragraph">– dokumentasi foto dari team kami (by camera mirrorless & dslr)</p> <p class="wp-block-paragraph">-extra video dari team kami ( by your phone)</p> <p class="wp-block-paragraph">-stick mendaki/trekking pole</p> <p class="wp-block-paragraph">– tikar piknik</p> <p class="wp-block-paragraph">-senter /torch</p> <p class="wp-block-paragraph">– Entrances tickets</p> <p class="wp-block-paragraph">– Sarapan di puncak (indomie dan telor)</p> <p class="wp-block-paragraph">– Minuman hangat di puncak (kopi, teh, dan cokelat )</p> <p class="wp-block-paragraph">– air mineral</p> <p class="wp-block-paragraph">– Dan first aids</p> <p class="wp-block-paragraph">Price list:</p> <p class="wp-block-paragraph">1 orang :400k</p> <p class="wp-block-paragraph">2 orang: 250k /orang</p> <p class="wp-block-paragraph">3 orang : 200k/orang</p> <p class="wp-block-paragraph">4-6 orang :175k /orang</p> <p class="wp-block-paragraph">7-10 orang :150k / orang</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://dyahpamelablog.wordpress.com/2023/03/20/trekking-ke-gunung-batur-bali-saat-bulan-madu-apakah-ide-buruk/" rel="noopener" target="_blank">dyahpamelablog.wordpress.com</a>.</em></p>
Dyah Ayu Pamela
15 Sep

Rujak Soto Khas Banyuwangi, Bukan untuk Lidah Semua Orang?
<figure class="wp-block-image size-large"><img width="768" height="1024" data-attachment-id="13579" data-permalink="https://dyahpamelablog.wordpress.com/2023/10/16/rujak-soto-khas-banyuwangi-bukan-untuk-lidah-semua-orang/img_3881/" data-orig-file="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2023/10/img_3881.jpg" data-orig-size="3024,4032" data-comments-opened="1" data-image-meta="{"aperture":"1.8","credit":"","camera":"iPhone XS","caption":"","created_timestamp":"1678907105","copyright":"","focal_length":"4.25","iso":"400","shutter_speed":"0.026315789473684","title":"","orientation":"1"}" data-image-title="img_3881" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2023/10/img_3881.jpg?w=768" src="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2023/10/img_3881.jpg?w=768" class="wp-image-13579" srcset="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2023/10/img_3881.jpg?w=768 768w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2023/10/img_3881.jpg?w=1536 1536w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2023/10/img_3881.jpg?w=113 113w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2023/10/img_3881.jpg?w=225 225w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2023/10/img_3881.jpg?w=1440 1440w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /><figcaption class="wp-element-caption">Rujak Soto khas Banyuwangi, Jawa Timur. Sekilas tampak menggiurkan?</figcaption></figure> <p class="wp-block-paragraph">Setiap kali mendengar kata soto, tentu kita akan langsung mengasosiasikannya sebagai makanan berkuah dengan berbagai isian di dalamnya. Tapi apa jadinya kalau dua makanan yang jelas berbeda dijadikan satu seperti rujak dan soto?</p> <p class="wp-block-paragraph">Aneh atau kurang lazim, mungkin itu definisi yang bisa aku gambarkan tentang Rujak Soto khas Banyuwangi. Cita rasa yang bukan untuk semua orang, terlebih untuk sebagian besar kalangan yang sudah mengenal rujak sebagai dessert dan soto berkuah untuk menu yang kerap dinikmati bersama nasi.</p> <p class="wp-block-paragraph">Suatu kali saat peliputan media ke Banyuwangi aku mencicipi Rujak Soto dengan antusias bahwa makanan ini baru pertama kalinya akan aku coba. Malam selesai menikmati matahari terbenam di sebuah sudut pantai Banyuwangi, tepatnya di Dialoog Banyuwangi kami serombongan sepakat untuk mencari makan malam dengan menu Rujak Soto.</p> <p class="wp-block-paragraph">Rujak Soto benar-benar terasa asing di lidahku. Bayangkan? Ulekan kacang itu ikut masuk di kuah soto berbahan dasar kaldu. Kira-kira apa ya yang dipikirkan pencerusnya kala itu?</p> <figure class="wp-block-image size-large"><img width="1024" height="768" data-attachment-id="13580" data-permalink="https://dyahpamelablog.wordpress.com/2023/10/16/rujak-soto-khas-banyuwangi-bukan-untuk-lidah-semua-orang/img_3878/" data-orig-file="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2023/10/img_3878.jpg" data-orig-size="4032,3024" data-comments-opened="1" data-image-meta="{"aperture":"1.8","credit":"","camera":"iPhone XS","caption":"","created_timestamp":"1678905907","copyright":"","focal_length":"4.25","iso":"400","shutter_speed":"0.019607843137255","title":"","orientation":"1"}" data-image-title="img_3878" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2023/10/img_3878.jpg?w=1000" src="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2023/10/img_3878.jpg?w=1024" class="wp-image-13580" srcset="https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2023/10/img_3878.jpg?w=1024 1024w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2023/10/img_3878.jpg?w=2048 2048w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2023/10/img_3878.jpg?w=150 150w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2023/10/img_3878.jpg?w=300 300w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2023/10/img_3878.jpg?w=768 768w, https://dyahpamelablog.wordpress.com/wp-content/uploads/2023/10/img_3878.jpg?w=1440 1440w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Warung Rujak Soto yang kami sambangi saat ke Banyuwangi, Jawa Timur. </figcaption></figure> <p class="wp-block-paragraph">Rujak soto punya beragam pilihan isian, ada ayam, daging sapi, bahkan jeroan seperti babat. Selain itu rujak soto juga menempatkan berbagai sayuran selayaknya gado-gado, ada kacang panjang, tauge, lalu telur rebus dan pelengkap daun bawang.</p> <p class="wp-block-paragraph">Melihat tampilannya, cukup menjanjikan. Kuahnya kecokelatan karena dipadu bumbu kacang dan justru di sini letak keanehan Rujak Soto, rasanya jadi campur aduk.</p> <p class="wp-block-paragraph">Mungkin lidahku saja yang tidak cocok? Saat aku unggah foto Rujak Soto di laman media sosialku, ada juga yang berkomentar bahwa rasanya unik. Kebetulan mertuanya orang Banyuwangi dan menurut teman seperjalanan, kuliner Jawa Timur memang agak unik di banding daerah lain, sebut saja rujak cingur yang terkenal di Surabaya.</p> <p class="wp-block-paragraph">Jadi teman, bagaimana pendapat kalian tentang Rujak Soto?</p> <p class="wp-block-paragraph"></p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://dyahpamelablog.wordpress.com/2023/10/16/rujak-soto-khas-banyuwangi-bukan-untuk-lidah-semua-orang/" rel="noopener" target="_blank">dyahpamelablog.wordpress.com</a>.</em></p>
Dyah Ayu Pamela
15 Sep
Birthday Trip Jepang, Drama Ketinggalan Pesawat dan Transit di Taiwan
<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-instagram wp-block-embed-instagram"><div class="wp-block-embed__wrapper"> <div class="embed-instagram"><blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/DYbDHXPkltz/?utm_source=ig_embed&utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/DYbDHXPkltz/?utm_source=ig_embed&utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> <div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;"> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div></div></div><div style="padding: 19% 0;"></div> <div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div><div style="padding-top: 8px;"> <div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;">View this post on Instagram</div></div><div style="padding: 12.5% 0;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;"><div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div></div><div style="margin-left: 8px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div></div><div style="margin-left: auto;"> <div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div></div></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div></div></a></div></blockquote></div> </div></figure> <p class="wp-block-paragraph">Ulang tahun kemarin, yang bagiku momen spesial – karena waktu nggak akan balik lagi ke usia 30-an <img src="https://s0.wp.com/wp-content/mu-plugins/wpcom-smileys/twemoji/2/72x72/1f600.png" alt="đ" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> – aku rayakan dengan kasih hadiah ke diriku sendiri buat <em>trip </em>ke Jepang. Jujur bujet ke Jepang itu mahal, tapi <em>udah </em>bertekad <em>sampe</em> uang THR Lebaran kemarin langsung aku beliin tiket berangkat.</p> <p class="wp-block-paragraph">Pas berangkat <em>bener-bener </em>di Hari Ulang Tahunku, (nggak perlu disebut di sini, nanti jadi penyalahgunaan data pribadi). Hari itu aku minta dibeliin kue spesial sama suami, kue dari <em>brand </em>asal Jepang yang terkenal itu. <em>Huehue</em>…. kalo ke suami harus <em>request</em>, mengingat pas dulu awal nikah dibeliin kue yang enggak aku banget.</p> <p class="wp-block-paragraph">Tapi, hari ulang tahun yang aku kira bakal <em>happy </em>malah bikin jantungan. Kita berangkat kena macet parah, padahal nggak biasanya begini, ditambah drama kacamata ketinggalan bikin balik lagi, dan yang aku kesel Papahku nggak mau nganter sampai ke bandara terus akhirnya ketinggalan pesawat kita. </p> <p class="wp-block-paragraph">Sedih, karena uang buat belanja ini itu Rp10 juta malah buat beli tiket pesawat lagi. <em>Tau </em>nggak? sampai bandara <em>lemes</em>, dan <em>nyes</em>, uang Rp6 juta raib aja gitu. Padahal udah dihemat-hemat dapet tiket pesawat cuma Rp6 juta buat berdua pas berangkat. </p> <p class="wp-block-paragraph">Kayak nggak mau nyerah, aku pesen tiket lagi pas <em>tau </em>ketinggalan pesawat, wah… kalo nyerah berarti <em>booking</em>-an tiket balik juga hangus <em>dong</em>. Belum lagi hotel yang <em>udah </em>kita <em>pesen </em>jauh-jauh hari. Dapet tiket maskapai StarLux, yang tadinya ekspektasi bakal transit di Singapura karena mau main di Changi dulu, malahan transit di Taiwan jam 22.00 malem. </p> <p class="wp-block-paragraph">Ya udah lah, yang penting sampai Jepang. Kabar baiknya aku malah ngerasain tipe pesawat yang luxury sih, <em>meals</em>-nya enak dan suka banget <em>hospitality</em>-nya cuma ya gitu <em>boncos</em>–<em>cos</em>…. rencana uang Rp5 juta buat beli sepatu baru di Jepang malah buat beli tiket pesawat baru.</p> <p class="wp-block-paragraph">Lantas kita transit di Taipei, baru pertama kali nih. Barengan satu pesawat tuh banyak TKI yang pekerja migran di Taiwan. Sampe aku ngobrol sama cowok 20-an, dia jadi pekerja di Jepang ternyata. Masih baru dan umurnya baru 25-an, ikut pelatihan perusahaan Jepang di Jakarta sekitar setahun. </p> <p class="wp-block-paragraph">Kita bermalam di Bandara Internasional Taoyuan, pesawat lanjutan tuh jam 07.00 pagi. Banyak sih yang tetep di bandara, keluar juga butuh visa kan. Bandara ini tuh terbilang modern dan lengkap fasilitasnya, bahkan ada tempat ibadah semua agama. </p> <p class="wp-block-paragraph">Di pojoknya juga ada kursi pijat gratis, bukan yang harus masukin uang dulu. Sampai aku tuh sejam ada kali ya buat pijet :D. Bener-bener perjalanan ini dibikin happy, masalah ketinggalan pesawat aku ikhlasin. Sebenernya sempet nuker dolar Singapura kan buat makan di Changi, malah aku tukerin lagi buat jajan di Bandara Taoyuan. Hmmm… ini ke-3 kalinya aku ketinggalan pesawat. </p> <p class="wp-block-paragraph"><em>By the way </em>pernah ketinggalan pesawat pas mau liputan ke Surabaya sekitar tahun 2012, terus aku ketinggalan juga pas mau pulang dari Banyuwangi ke Jakarta serombongan media, hahahhaha sampai nyeberang ke Bali dulu kita terus pulang lewat Bandara Denpasar, saking nggak ada pesawat dari Banyuwangi (cuma 1x sehari jadwal penerbangannya). </p> <p class="wp-block-paragraph"><em>Well</em>, emang segala sesuatu tuh tergantung sudut pandang. Pas ceroboh, <em>dapet </em>kesialan, jangan langsung ngerasa harus <em>bad mood</em> terus seharian, tapi ubahlah kondisi itu dengan merelakannya. Bukan berarti nggak jadi pelajaran, tapi harus lebih hati-hati, berkesadaran (<em>mindfull</em>), <em>prepare</em> segala sesuatunya, supaya nggak rugi. </p> <p class="wp-block-paragraph">Di tiap pergantian usia, terutama ultha kemarin yang hampir menuju paruh kedua hidup, aku makin menyadari bagaimana orang dewasa harus bertindak yang semua itu juga aku pelajari di setiap perjalanan-ku <em>traveling</em>. <em>Birthday trip</em> selanjutnya kira-kira asyik-nya ke mana ya? </p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://dyahpamelablog.wordpress.com/2026/09/04/birthday-trip-jepang-drama-ketinggalan-pesawat-dan-transit-di-taiwan/" rel="noopener" target="_blank">dyahpamelablog.wordpress.com</a>.</em></p>
Dyah Ayu Pamela
15 Sep
Sebuah Tulisan Popular Untuk Pendaki, Papeta, Rinjani dan Persahabatan
<h3><strong>PENDAKI dan PAPETA</strong></h3> <p>Dalam ucapan ikrar perjalanan, aku tahu apa itu rencana. Bahwa rencana haruslah cukup matang agar tak timbul kekacauan. Namun ia juga tak boleh hebat dan detil sangat supaya tak berubah jadi beban. Rencana tetaplah sebuah rencana. Tinggal langkah kita yang akan menentukan, menjadi kenyataan atau sekedar wacana. Inilah yang membedakan apakah ia sebuah cita-cita, atau hanya mimpi belaka.</p> <p>Dalam setiap usaha mewujudkan cita, aku mengerti tentang kolaborasi doa serta usaha. Bahwa setiap hal akan bertambah manis, bukan apakah kita mencapainya atau tidak. Namun tentang usaha dan doa tak henti yang dilakukan. Tentang betapa dedikasi mampu melebihi batas asa, dan doa adalah sebuah penjaga. Akan hati yang saling bertaut, dalam sebuah ikrar perjalanan menemukan diri. Meski itu berarti mengurangi waktu peja mata, meski itu artinya berpuasa lagi. Bahwa menemukan diri bisa jadi merupakan pertanyaan tersulit dalam hidup ini.</p> <p>Dalam perjalanan merengkuhnya, aku memahami tentang arti safar tak sekedar sebagai jalan-jalan penuh kesenangan. Betapa banyak hal yang membuat kita lebih mengerti hakikat hidup, bukan dari bualan penuh omong kosong di meja debat para politisi. Bukan pula sekedar teori yang tertulis di buku tebal di pinggir perpustakaan. Bahwa hidup ini sendiri adalah sebuah buku, dan tempat yang kita sambangi adalah halaman-halamannya. Bahwa perjalanan layaknya diri yang sedang membuka halaman berikutnya. Bahkan aku kini sadar, betapa sering mata melewatkan sesuatu yang seharusnya dilihat, telinga menulikan diri terhadap sesuatu yang layak didengar, dan hati terlalu keras untuk mengerti. Perjalanan, membuat indra lebih peka. Bahkan satu obrolan dengan kenalan baru memberikan cakrawala paradigma jalan agar terbuka lebih lebar, dan cerita seorang nenek di sampingmu membuat rindu pada Ibunda membuncah. Safar, bagiku lebih mirip pelajaran serta ujian.</p> <p>Dalam jauh dan panjangnya jalur pendakian Sembalun, aku belajar arti pendakian sejati. Ini bukanlah tentang penaklukan puncak semata, bukan pula sekedar ajang adu jumawa. Bahwa pendakian lebih dari itu, kawan. Sebagaimana sering terucap dari mulut,âIni adalah sebuah perjalanan suci. Perjalanan untuk lebih mengenal diri, kemudian mengenal Yang Menciptakan diri ini.â Sebuah perjalanan cinta, yang mengajarkan arti cinta sesungguhnya. Yang tak seharusnya diisi hal-hal remeh semacam coklat atau untaian puisi picisan belaka. Jauhnya perjalanan mengasah kemampuan menghitung diri, lalu melakukan kalibrasi. Betapa sering kita mendustakan nikmat Tuhan?</p> <p>Dalam sempitnya tenda yang masih harus diisi keril seukuran tubuh sendiri, aku berusaha memahami arti berbagi. Tentang sesuatu yang kita sebut keikhlasan dan kejernihan hati, meski dingin dan penat mengaburkan logika diri. Lalu kau akan belajar bersyukur, atas tempat tidur yang bisa membuat kakimu lurus membujur. Atas selimut hangat, baju bersih, dan udara yang bersahabat. Lalu, kembali melakukan kalibrasi diri,âBetapa beruntungnya diri ini dibanding mereka yang di luar sana?â Karena sempitnya tenda cukup dirasa dalam hitungan hari, bagaimana dengan mereka yang tak mampu bermimpi selain apakah aku akan bisa makan esok hari?</p> <p>Dalam jalur pendakian ke puncak yang berkelok, aku sedang melawan diri. Antara terburu mencapai atas, atau terlalu santai menikmati istirahat. Bahkan ujian untuk membatasi ego diri sangat terasa, ketika kau jumawa akan kekuatan fisik semata. Ini bukan tentang seberapa cepat kau melangkah, atau seberapa jauh kau mampu merengkuh. Ini, lebih dari itu. Ini, tentang melangkah bersama. Tentang sumpah bahwa berangkat bertiga, di puncak bertiga, dan sampai rumah pun bertiga. Aku, dan kalian berdua. Dan setelah berdoa, hanya tekad dan disiplin yang mampu menjaga.</p> <p>Dalam jalur pendakian turun, aku bertarung dengan keterbatasan diri. Bahkan ia yang terkadang disebut orang terlalu ceroboh dan berani ini, memiliki satu keterbatasan diri: Tinggi. Ya, aku sedang melawan keengganan diri untuk terus melangkah, dengan jurang menganga di kanan dan kiri. Namun, aku malu untuk terlalu manja, maka aku pun terus melangkah. Dan satu, aku belajar minta maaf, karena telah memperlambat langkah kita.</p> <p>Dalam indahnya pemandangan Segara Anak, aku semakin mengerti satu lagi. Negeri ini memanglah surga yang tiada duanya di dunia. Tak ada negeri lain seindah Nusantara kurasa. Betapa ia tak hanya menyimpan indahnya alam atau melimpahnya sumber daya semata. Negeri ini menyimpan kekayaan budaya yang selalu ramah pada siapa saja. Bahwa nilai kejujuran, kesederhanaan, serta kerendahan hati sangat terasa di alam yang damai. Tak ada lagi jabatan, politik, atau sampah-sampah lain yang mengubah seorang manusia menjadi serigala bagi yang lainnya. Maka, bagaimana kita bisa menjaga negeri ini jika tak mengenalnya?</p> <blockquote><p><strong><em>âNegeri ini indah sekali Tuhan. Bantu kami menjaganya. AamiinâŠâ</em></strong></p> <p><strong><em>-Zafran, â<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/5_cm">5 cm</a>â-</em></strong></p></blockquote> <p>Dalam perjalanan turun menembus rimba Senaru, aku mempelajari arti ketuntasan. Bahwa setiap pekerjaan berhak untuk diselesaikan. Bahwa naik ke puncak hanyalah seperempat perjalanan. Seperempat yang lain adalah turun, dan separuhnya adalah mengambil pelajaran darinya. Bahwa terkadang lari itu diperlukan untuk mengaburkan lelah, dan istirahat hanya diperlukan di temat-tempat tertentu. Memang turun tidak seberat naik, namun turun tetap layak mendapat focus secara sempurna. Karena, setelah sampai di puncak tak ada jalan lain kecuali turun.</p> <p>Dalam pendakian ini kawan, aku belajar banyak hal tentang kehidupan. Bahwa perdebatan tak mesti merekahkan persaudaraan. Bahwa kerjasama tak berarti suatu kelemahan. Dan disiplin bukan sekedar teriakan di saat agitasi yang penuh kepalsuan. Inilah hidup yang sesungguhnya, hidup sebagai manusia, hidup sebagai laki-laki. Terimakasih kawan, kalian mengajarkan arti persahabatan. Kalian mengajarkan arti perjalanan. Dan kalian mengajarkan betapa layak negeri ini untuk dicintai dan dijaga.</p> <p>Rinjani, kau membuat kami sadar, betapa kaki kami harus menjejak lebih jauh tiap jengkal tanah negeri ini. Mata yang harus memandang lebih banyak kekayaan bangsa ini. Telinga yang harus mendengar petuah bijak orang-orang tua negeri ini. Dan hati yang lebih banyak meresapi hikmah yang telah Tuhan Ciptakan di atas tanah yang diberkati.</p> <blockquote><p><strong><em>âBanyak hal datang dan pergi, namun persahabatan haruslah abadi.â</em></strong></p> <p><strong><em>-Heri I. Wibowo, aku</em></strong></p></blockquote> <p> </p> <p>Salam Lestari!</p> <p><a href="https://papeta.org">Papeta</a></p> <p>The post <a href="https://papeta.org/sebuah-tulisan-untuk-rinjani-dan-persahabatan/">Sebuah Tulisan Popular Untuk Pendaki, Papeta, Rinjani dan Persahabatan</a> appeared first on <a href="https://papeta.org">Blog Pendaki Gunung</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://papeta.org/sebuah-tulisan-untuk-rinjani-dan-persahabatan/" rel="noopener" target="_blank">papeta.org</a>.</em></p>
admin
15 Sep

Mendaki Bukit Nanggi, Amazing Bukit di Lombok
<h3><strong>Profil Bukit Nanggi</strong></h3> <p>Bukit Nanggi, Bukit di Lombok. Terletak Di Desa <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sembalun,_Lombok_Timur">Sembalun Bumbung</a>, Lombok Timur, Anda harus menempuh perjalanan sekitar 3 jam terlebih dahulu menggunakan kendaraan bermotor dari Kota Mataram. Setibanya di Desa Sembalun Bumbung, perjalanan soft trekking pun dimulai. Hutan bambu yang lumayan lebat akan menyambut langkah pertamamu mendaki Bukit Nanggi.</p> <p>Bagi Anda yang baru pertama kali mendaki Bukit ini, disarankan untuk menggunakan jasa guide dengan tarif Rp 150.000,-/hari. Dan jika kamu tidak kuat membawa beban, kamu bisa memanfaatkan jasa porter dengan harga Rp 125 ribu/hari/orang. Gak cuma ngangkatin barang aja loh, porter-porter ini akan menyajikan hidangan lezat selama Anda melakukan pendakian.</p> <p>Tidak seperti <strong><a href="https://papeta.org/bukit-pergasingan-sembalun/" target="_blank" rel="noopener" data-cke-saved-href="http://www.papeta.org/2016/10/bukit-pergasingan-1700-mdpl.html">Bukit Pergasingan</a></strong>, karakteristik pendakian di Bukit Nanggi ini lebih panjang, namun tumbuhan dan pohon-pohon yang lumayan lebat akan menemanimu berjalan hingga ketinggian 1800 mdpl sehingga meskipun panas terik matahari, bayangan pohon akan memberi perlindungan buat kamu. Bukan itu aja, lebih banyak tempat sejuk untuk beristirahat. Tapi ingat, kalo sedang mendaki, jangan lama-lama ya istirahatnya, entar bawaannya ngantuk dan pengen tidur.</p> <p>Untuk mendaki Bukit Nanggi, Anda harus mempersiapkan dirimu untuk kegiatan camping selama minimal satu malam. Perlengkapan camping dan trekking yang memadai harus kamu bawa dan jangan disepelekan. Hawa dingin diatas bukitpun harus Anda tanggulangi dengan membawa jaket tebal ataupun sleeping bag jika ingin tidur malammu tidak menggigil. Belum lagi sumber mata air baru akan ditemui saat berada di basecamp pertama di ketinggian 1900 mdpl, itupun harus jalan kaki lagi sekitar 20 menit. Maka kebutuhan guide menjadi wajib buat Anda yang baru pertama kali ke sini.</p> <figure style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://3.bp.blogspot.com/-eDic1thSOv4/WAaMNdUX-mI/AAAAAAAAAGs/n7K5kFA7MXAmcGA0Ze6LKeYRxFcpf06AACLcB/s640/2.jpg" alt="bukit nanggi view" width="640" height="427" data-cke-saved-src="https://3.bp.blogspot.com/-eDic1thSOv4/WAaMNdUX-mI/AAAAAAAAAGs/n7K5kFA7MXAmcGA0Ze6LKeYRxFcpf06AACLcB/s640/2.jpg" /><figcaption class="wp-caption-text">bukit nanggi</figcaption></figure> <p>Bukit Nanggi ini memiliki ketinggian 2300 mdpl dan untuk sampai ke puncaknya, diperlukan waktu antara 4-5 jam. Pada dua ratus meter terakhir saat di punggungan Anda akan menempuh jalur dengan kemiringan hampir 80 derajat dengan jalan setapak yang tidak terlalu lebar. Berpeganganlah pada rumput dan berjalan dengan hati-hati. Butuh perjuangan memang, tapi tenang saja, yang namanya mendaki itu meskipun capek semua akan terbayar lunas saat kamu sudah sampai di puncaknya. Nikmati sunset. Jika kamu ngecamp, bangun pagilah dan nikmati sunrise. Menghadaplah ke barat dan Anda akan melihat lautan luas dengan gili-gili kecil yang mengelilingi Pulau Lombok. Menghadaplah ke timur maka Puncak Gunung Rinjani akan terlihat dengan perkasanya sambil berbisik âKapan kesini?â</p> <p>The post <a href="https://papeta.org/mendaki-bukit-nanggi-bukit-di-lombok/">Mendaki Bukit Nanggi, Amazing Bukit di Lombok</a> appeared first on <a href="https://papeta.org">Blog Pendaki Gunung</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://papeta.org/mendaki-bukit-nanggi-bukit-di-lombok/" rel="noopener" target="_blank">papeta.org</a>.</em></p>
admin
15 Sep

Mendaki Bukit Pergasingan, Amazing Bukit di Sembalun Lombok
<h3><strong>Profil Bukit Pergasingan 1670 Mdpl</strong></h3> <p>Bukit Pergasingan merupakan salah satu jejeran bukit yang ada di kawasan lingkar <a title="Gunung Rinjani" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Rinjani">Gunung Rinjani</a>, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, <a title="Nusa Tenggara Barat" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Nusa_Tenggara_Barat">Nusa Tenggara Barat</a>. Memiliki ketinggian 1670 mdpl, Bukit Pergasingan menjadi salah satu tujuan hiking para pendaki jika berkunjung ke Kawasan <a title="Taman Nasional Gunung Rinjani" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Nasional_Gunung_Rinjani">Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR)</a>. Waktu mendaki yang dibutuhkan untuk mencapai pucaknya kurang lebih 3 sampai empat jam dengan kecuraman rata-rata 60 derajat.</p> <p>Yang menjadi keunggulan Bukit Pergasingan dibandingkan bukit-bukit lain yang ada di kawasan TNGR adalah panorama yang disuguhkan selama pendakian. Para pendaki disuguhkan pemandangan Desa Sembalun dan berpetak-petak sawah warga sekitar yang berwarna warni, serta jejeran bukit-bukit lainnya yang mengelilingi Gunung Rinjani.</p> <p>Untuk dapat mendaki di Bukit Pergasingan, pendaki biasa dikenakan tiket masuk sebesar Rp.25.000 semalam yang bisa diperoleh di pintu masuk Bukit Pergansingan. Pendaki yang membawa kendaraan biasanya menitipkan kendaraan miliknya di halaman rumah warga sekitar dan dikenakan tarip parkir sebesar Rp.10.000/motor/malam. Bukit Pergasingan juga bisa dijadikan sebagai destinasi alternatif ketika jalur ke Gunung Rinjani sedang ditutup.</p> <p>Untuk mendaki ke Bukit Pergasingan, pendaki juga bisa menggunakan jasa Porter dengan tarif berkisar Rp.200.000 per hari, harga tersebut masih bisa ditawar tergantung kesepakatan. Selama berada di puncak Bukit Pergasingan, Pendaki disuguhkan oleh Pemandangan Gunung Rinjani yang berhadapan langsung dengan Bukit Pergasingan. Selain itu, ada banyak pohon cemara yang bisa ditemukan jika berjalan sedikit lebih jauh dari puncak Pergasingan.</p> <p>Memang pendakian bukit ini tidak begitu berat, untuk pendakian normal, kira-kira bisa ditempuh selama 2-3 jam jalan kaki saja. Karena itu, mendaki Bukit Pergasingan ini cocok sekali buat kalian yang ingin naik Rinjani. Untuk pemanasan terlebih dahulu deh!</p> <p>Selain itu, sepanjang perjalanan mendaki, kalian akan disuguhkan oleh pemandangan alam Lombok yang sangat menakjubkan. Hamparan sawah bak permadani berwarna-warni, kabut yang menyelimuti Desa Sembalun, ditambah lagi dengan pemandangan cantik Gunung Rinjani yang menjulang tinggi. Yakin nggak berminat main naik kesini?</p> <p>Selain itu, ketika kalian sudah di puncak, sebaiknya kalian camping saja disana. Karena pemandangan matahari terbit dan pagi hari di Bukit Pergasingan ini begitu cantik luar biasa. Hanya saja, satu yang perlu kalian ingat dan catat baik-baik! Jangan pernah buang sampah sembarangan atau bahkan meninggalkan sampah di Bukit Pergasingan ini!</p> <figure style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://2.bp.blogspot.com/-60JfoSiDDis/WAXYUPGKN8I/AAAAAAAAAGQ/K4H_kPABlM822Z4AUgGfLZbZfsr8EFbqQCEw/s640/Ada-yang-mau-mendaki-bukit-pergasingan.jpg" alt="bukit pergasingan trek" width="640" height="480" data-cke-saved-src="https://2.bp.blogspot.com/-60JfoSiDDis/WAXYUPGKN8I/AAAAAAAAAGQ/K4H_kPABlM822Z4AUgGfLZbZfsr8EFbqQCEw/s640/Ada-yang-mau-mendaki-bukit-pergasingan.jpg" /><figcaption class="wp-caption-text">bukit pergasingan, credit photo: Yaya Arshad</figcaption></figure> <p> </p> <p><strong>TIPS MENDAKI BUKIT PERGASINGAN…!!</strong></p> <p><em>1. </em><em>Meskipun jalur pendakian bukit ini nggak terlalu panjang, cuma sekitar 600 meter, sebaiknya tetap menggunakan peralatan pendakian yang memadai. Minimal dengan menggunakan pakaian yang tebal, sepatu hiking yang nyaman akan membuat pendakian lebih aman.</em></p> <p><em>2. Untuk yang mau camping di Bukit Pergasingan, sebaiknya membawa perlengkapan sendiri seperti tenda dan perlengkapan camping yang lainnya. Jika dirasa membawa perlengkapan tadi akan terlalu berat, mungkin bisa menyewa porter.</em></p> <p><em>3. </em><em>Jangan buang sampah sembarangan, jangan meninggalkan sampah apapun setelah camping disini. Ingat, bukan cuma kalian yang akan menikmati keindahan bukit ini. Masih ada banyak yang lain ingin menikmati keindahan Pergasingan</em></p> <blockquote><p>Pendakian Bukit Pergasingan, Bukit Anak Dara, <a href="https://papeta.org/mendaki-bukit-nanggi-bukit-di-lombok/">Bukit Nanggi</a> dan beberapa bukit di sekitar desa Sembalun layak untuk didaki karena view dan pemandangannya yang sangat indah, apalagi kita bisa melihat sisi lain Gunung Rinjani dari Atas Bukit Sembalun.</p></blockquote> <p>The post <a href="https://papeta.org/bukit-pergasingan-sembalun/">Mendaki Bukit Pergasingan, Amazing Bukit di Sembalun Lombok</a> appeared first on <a href="https://papeta.org">Blog Pendaki Gunung</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://papeta.org/bukit-pergasingan-sembalun/" rel="noopener" target="_blank">papeta.org</a>.</em></p>
admin
15 Sep
Gunung Rinjani yang Ikonik
<h3><strong>Amazing Gunung Rinjani </strong></h3> <p>Siapa tak kenal <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Rinjani">Gunung Rinjani</a>? Satu gunung kebanggaan orang Sasak, begitu termahsyur di antara nafas masyarakat Nusantara. Gagah tegak menjulang, satu-satunya gunung berapi di tanah Bumi Gora. Dari namanya saja, terlukis akan kecantikannya, anggun, dan menawan. Tanpa hadir menyaksikannya, Rinjani mampu menstimulasi ruang ‘imaji’, berkhayal tentang surga di Pulau Seribu Masjid. Pun itu setimpal dengan realitas di dalamnya, Rinjani memang benar menampakkan rupa megah untuk dinikmati. Berbondong-bondong orang sudi datang untuk membuktikan Rinjani yang menawan.</p> <p>Sebagai tanah tertinggi ketiga di bentang Nusantara setelah Puncak Jaya dan Kerinci, Gunung Rinjani pantas bersuara untuk dunia. Tidak hanya karena ketinggian, tetapi juga eksotisme alam yang dijanjikan. Kisah tentang semburat percik orange jingga terbitnya sang surya, bentang sabana yang begitu luas, ‘landscape’ khas Bumi Gora, dan uniknya Segara Anak menjadikan orang senantiasa terbayang untuk mencumbu indahnya. Berdiri melangkah di jalur pendakian demi hadir di titik tertinggi bentang Rinjani menghias mimpi para penikmat alam karya Tuhan.</p> <p>Di balik megah tegak gunung berdiri, nyatanya tidak hanya alam saja yang pantas disuguhkan. Realitas kehidupan masyarakat sekitar beserta nilai-nilai kehidupan di baliknya, seakan melengkapi butir pengalaman hadir di tanah Rinjani. Masyarakat agraris yang lekat dengan alam dalam ‘penghidupan’ menjadi pemandangan berbeda dari fakta kehidupan dewasa ini. Begitu tenteram dan damai, jauh dari perangai konflik dan absurdnya rupa citra ‘pelik’ hidup berbangsa seperti halnya kebanyakan yang diberitakan media. Masyarakat begitu damai menghadirkan nafasnya, menyatu dengan alam dalam balut simbiosis mutualis. Tanah subur diberikan Rinjani sebagai tawaran untuk merawatnya tetap lestari.</p> <p>Keterjagaan ‘Desa Adat’ di sekitar tanah Rinjani, pun menawarkan pengalaman bagi pengunjung untuk menyaksikan ‘nafas’ Sasak sebenarnya. Menyaksikan realitas asli masyarakat yang masih terbungkus oleh adat dan tradisi. Para pilar penyangga kelestarian nilai dan kearifan lokal masih kukuh berdiri di sana untuk banyak berkisah tentang Lombok di bingkai sejarah dan perkembangannya. Betapa kaya Lombok hanya dengan Rinjani-nya, seakan menawarkan banyak rupa pengalaman yang menjadikan orang enggan untuk hengkang. Hanya dari ‘sekedar’ Rinjani, banyak hal yang dapat diceritakan dan dipahami. Banyak pengalaman dan pengetahuan untuk diabadikan dalam ruang kenangan kala berkunjung di satu-satunya gunung milik Orang Sasak.</p> <p>Gunung Rinjani, tidak hanya menjadi anugerah alam bagi bumi Lombok. Ia pun menjadi kebanggaan yang tak tergantikan. Tidak hanya petani dan masyarakat adat yang ada di sekitarnya, seluruh masyarakat Lombok tampak merasa memiliki. Seluruhnya bangga, dan semua merasakan hadirnya ada. Dalam perjalanannya, layak kemudian masyarakat menjadikan Rinjani sebagai ‘ikon identitas’ atas tanah kelahirannya. Menjadi salah satu simbol yang mewakili ‘Sasak’ pada ruang interaksi global. Rinjani salah satu simbol eksistensi masyarakat Lombok, yang kemudian menjadi wacana utama kala memperkenalkan Lombok pada khalayak luas.</p> <p>Menjadikannya sebagai ikon dan satu simbol kebanggaan masyarakat Sasak, tampaknya tidak cukup hanya sekedar mewacanakan keberadaannya semata. Banyak hal yang harus dilakukan masyarakat, agar simbol itu tetap terjaga. Tentu saja membangun ruang kesadaran bersama untuk menjaga gunung ini tetap berdiri dan lestari menjadi salah satu hal penting untuk dilakukan. Menjaga dengan tidak melakukan eksploitasi berlebihan, dan tetap menghadirkan pemikiran jangka panjang pada ruang keterjagaan menjadi satu sikap yang wajib untuk ditanamkan dalam kehidupan masyarakat di sekitarnya. Saling mengingatkan kala berjumpa fenomena yang mampu merusak kecantikan Rinjani pun patut diimplementasikan dalam konteks serupa. Misalnya saling mengingatkan untuk tidak mengotori tanah Rinjani dengan sampah, perlu dilakukan dengan mengusung ruang kesadaran.</p> <p>Salam Lestari.</p> <p><a href="https://papeta.org">Papeta</a></p> <p>The post <a href="https://papeta.org/gunung-rinjani-yang-ikonik/">Gunung Rinjani yang Ikonik</a> appeared first on <a href="https://papeta.org">Blog Pendaki Gunung</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://papeta.org/gunung-rinjani-yang-ikonik/" rel="noopener" target="_blank">papeta.org</a>.</em></p>
admin
15 Sep

Pendakian Gunung Semeru via Ranu Pani
<h3>Pendakian Gunung Semeru via Ranu Pani</h3> <p>Pendakian gunung Semeru via Ranu Pani adalah jalur pendakian utama dan paling populer. Jalur Ranu Pani nantinya memiliki dua cabang jalur lagi yakni jalur Watu Rejeng dan jalur Ayak-Ayak. Ranu Pani adalah desa di kawasan kaki gunung Semeru. Dari Ranu Pani kita akan berjalan datar lumayan jauh dan selanjutnya mendaki naik hingga puncak. Kelebihan pendakian gunung Semeru ketimbang gunung-gunung lain di Jawa yakni trek yang akan kita lalui memberikan pemandangan alam yang sangat lengkap dan luar biasa. Pemandangan yang akan kita temui antara lain berupa savana, taman bunga lavender, bukit, hutan, danau, bermacam bunga, bermacam fauna, kabut, gunung-gunung kecil di sekitaran gunung Semeru.</p> <p><strong>PENDAFTARAN</strong><br /> Sebelum melakukan pendakian pendaki harus cek dulu situs resmi gunung Semeru di: <a href="http://www.bromotenggersemeru.org/" data-cke-saved-href="http://www.bromotenggersemeru.org/">www.bromotenggersemeru.org</a><br /> Cek dulu tanggal yang masih tersedia untuk pendakian. Dan lakukan pendaftaran secara online.</p> <p><strong>RANUPANI â LANDENGAN DOWO = 3km (1,5jam)</strong><br /> Jalur menuju Landengan Dowo relatif masih mudah. Kita akan berjalan menyusuri jalan paving datar.</p> <p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-348 size-full" src="https://papeta.org/wp-content/uploads/2022/03/20190616_170454.jpg" alt="pos semeru" width="448" height="336" srcset="https://papeta.org/wp-content/uploads/2022/03/20190616_170454.jpg 448w, https://papeta.org/wp-content/uploads/2022/03/20190616_170454-300x225.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 448px) 100vw, 448px" /></p> <p><strong>LANDENGAN DOWO â WATU REJENG = 3km (1,5jam)</strong><br /> Jalur menuju Watu Rejeng juga relatif masih mudah. Jalan sudah mulai memasuki hutan dan jalan tanah. Di perjalanan kita akan menjumpai sebuah jembatan kecil yang disebut âJembatan Cintaâ.</p> <p><strong>WATU REJENG â RANU KUMBOLO = 4,5km (2jam)</strong><br /> Dari Watu Rejeng kita masih terus berjalan hingga mencapai sebuah danau bernama âRanu Kumboloâ. Jalan yang kita lewati adalah jalan berbukit dan berpohon banyak.</p> <p>Ranu Kumbolo di tengah perjalanan. Di danau ini kita tidak diperbolehkan untuk mandi dikarenakan akan mencemari air. Banyak sekali para pendaki yang mendirikan tenda di Ranu Kumbolo. Ranu Kumbolo merupakan tempat paling favorit pendaki untuk bermalam.</p> <figure id="attachment_341" aria-describedby="caption-attachment-341" style="width: 448px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-341 size-full" src="https://papeta.org/wp-content/uploads/2022/03/20190617_122118.jpg" alt="ranu kumbolo" width="448" height="336" srcset="https://papeta.org/wp-content/uploads/2022/03/20190617_122118.jpg 448w, https://papeta.org/wp-content/uploads/2022/03/20190617_122118-300x225.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 448px) 100vw, 448px" /><figcaption id="caption-attachment-341" class="wp-caption-text">Ranu Kumbolo</figcaption></figure> <p><strong>RANU KUMBOLO â ORO-ORO OMBO = 1km (30 menit)</strong><br /> Jika kita bertenda di Ranu Kumbolo maka berkemas lagi dan melanjutkan perjalanan. Kita akan berjalan naik sebuah tanjakan yang legenda di gunung Semeru yakni âTanjakan Cintaâ. Mitos: <em>jika kita berjalan mendaki Tanjakan Cinta tersebut tanpa menoleh ke belakang sembari membayangkan seseorang yang ingin kita jadikan pasangan hidup maka hal tersebut akan menjadi kenyataan</em>. Setelah melewati Tanjakan Cinta kita akan bertemu dengan sebuah lahan luas yang pada bulan-bulan tertentu (setelah musim hujan) akan ditumbuhi bunga lavender. Tempat ini dinamakan âOro-Oro Omboâ yakni sebuah taman yang dipenuhi dengan bunga-bunga lavender.</p> <p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-784 size-large" src="https://papeta.org/wp-content/uploads/2019/04/28-1024x768.jpg" alt="rindu ketinggian" width="1024" height="768" srcset="https://papeta.org/wp-content/uploads/2019/04/28-1024x768.jpg 1024w, https://papeta.org/wp-content/uploads/2019/04/28-300x225.jpg 300w, https://papeta.org/wp-content/uploads/2019/04/28-768x576.jpg 768w, https://papeta.org/wp-content/uploads/2019/04/28-1536x1152.jpg 1536w, https://papeta.org/wp-content/uploads/2019/04/28-2048x1536.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p> <p><strong>ORO-ORO OMBO â CEMORO KANDANG = 1,5km (30 menit)</strong><br /> Dari Oro-Oro Ombo kita berjalan terus datar hingga bertemu dengan Cemoro Kandang.</p> <p><strong>CEMORO KANDANG â JAMBANGAN = 3km (30 menit)</strong><br /> Jambangan adalah lahan luas yang ditumbuhi bunga-bunga edelweis, cantigi, dan pohon cemara.</p> <p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-835 size-large" src="https://papeta.org/wp-content/uploads/2020/04/pos-jambangan-1024x768.jpg" alt="pos jambangan" width="1024" height="768" srcset="https://papeta.org/wp-content/uploads/2020/04/pos-jambangan-1024x768.jpg 1024w, https://papeta.org/wp-content/uploads/2020/04/pos-jambangan-300x225.jpg 300w, https://papeta.org/wp-content/uploads/2020/04/pos-jambangan-768x576.jpg 768w, https://papeta.org/wp-content/uploads/2020/04/pos-jambangan-1536x1152.jpg 1536w, https://papeta.org/wp-content/uploads/2020/04/pos-jambangan-2048x1536.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p> <p><strong>JAMBANGAN â KALIMATI = 2km (30 menit)</strong><br /> Di Kalimati adalah tempat favorit selanjutnya untuk bermalam atau mendirikan tenda. Tempatnya luas sehingga cukup untuk banyak kelompok atau tenda. Di Kalimati juga terdapat sumber air minum.</p> <p><strong>KALIMATI â ARCOPODO = 1,2km (2,5jam)</strong><br /> Perjalanan selanjutnya kita akan menuju Arcopodo. Jika ingin mendapat sunrise di puncak Mahameru maka sebaiknya bermalam di Arcopodo. Jika bermalam di Arcopodo maka pagi dini hari kita harus bersiap-siap untuk <em>summit attack</em> atau pendakian menuju puncak.</p> <p><strong>ARCOPODO â CEMORO TUNGGAL â PUNCAK MAHAMERU = 1,5km (3-4jam)</strong><br /> <em>Summit attack</em> atau pendakian menuju puncak, kita akan melewati medan paling berat di pendakian gunung Semeru ini. Jalur yang kita lewati yakni Cemoro Tunggal kemudian puncak Mahameru.</p> <p><strong>!ZONE BLANK 75!</strong><br /> Zone Blank 75 adalah zona tengkorak atau zona kematian yang terdapat di pinggir jalur dari Arcopodo menuju puncak Mahameru. Zona ini adalah sebuah jurang yang sangat dalam. Dinamakan â75â karena dalamnya mencapai 75 meter. Zona Blank 75 banyak sekali menelan korban. <strong>Penting</strong>: <em>saat turun dari puncak Mahameru diwajibkan pendaki untuk tidak lari atau terburu-buru (karena jalan menurun tajam) karena banyak pendaki yang tidak sengaja berbelok arah ke kanan akibat lari dari atas dan masuk ke dalam Zona Blank 75 tersebut</em>.</p> <p><strong>PUNCAK MAHAMERU 3.676 MDPL</strong></p> <p>Ini dia puncak tertinggi di pulau Jawa, puncak âMahameruâ yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl (meter di atas permukaan laut</p> <p>Puncak Mahameru</p> <p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-346 size-full" src="https://papeta.org/wp-content/uploads/2022/03/20190619_091359.jpg" alt="papeta on top semeru" width="448" height="218" srcset="https://papeta.org/wp-content/uploads/2022/03/20190619_091359.jpg 448w, https://papeta.org/wp-content/uploads/2022/03/20190619_091359-300x146.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 448px) 100vw, 448px" /></p> <blockquote> <pre><strong>Kita hitung semua waktu pendakian Gunung Semeru:</strong> <span style="color: #333399;">Ranupani --> Landengan Dowo = 3km (1,5 jam)</span> <span style="color: #333399;">Landengan Dowo --> Watu Rejeng = 3km (1,5 jam) Watu Rejeng â-> Ranu Kumbolo = 4,5km (2jam) Ranu Kumbolo â-> Ora-Ora Ombo = 1km (30 menit) Ora-ora Ombo â-> Cemoro Kandang = 1,5km (30 menit) Cemoro Kandang â-> Jambangan = 3km (30 menit) Jambangan â-> Kalimati = 2km (30 menit) Kalimati â-> Arcopodo = 1,2km (2,5jam) Arcopodo â-> Cemoro Tunggal â-> PUNCAK MAHAMERU = 1,5km (3-4jam) TOTAL: 11 jam *</span> <em>(* total waktu pendakian tanpa menghitung waktu/jam istirahat)</em></pre> </blockquote> <figure id="attachment_349" aria-describedby="caption-attachment-349" style="width: 448px" class="wp-caption alignleft"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-349 size-full" src="https://papeta.org/wp-content/uploads/2022/03/20190619_132147.jpg" alt="jalur balik semeru" width="448" height="218" srcset="https://papeta.org/wp-content/uploads/2022/03/20190619_132147.jpg 448w, https://papeta.org/wp-content/uploads/2022/03/20190619_132147-300x146.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 448px) 100vw, 448px" /><figcaption id="caption-attachment-349" class="wp-caption-text"><a href="https://papeta.org">papeta team</a> balik dari gunung semeru Juli 2019</figcaption></figure> <p> </p> <p>The post <a href="https://papeta.org/jalur-pendakian-gunung-semeru-via-ranu-pani/">Pendakian Gunung Semeru via Ranu Pani</a> appeared first on <a href="https://papeta.org">Blog Pendaki Gunung</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://papeta.org/jalur-pendakian-gunung-semeru-via-ranu-pani/" rel="noopener" target="_blank">papeta.org</a>.</em></p>
admin
15 Sep
Sejarah Letusan Gunung Semeru, terakhir 2022
<p><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Semeru"><strong>Gunung Semeru</strong></a> 3.676 mdpl sebuah gunung tertinggi di pulau jawa berlokasi di Lumajang jawa timur mempunyai rangkaian peristiwa sebuah cerita sejarah letusan gunung semeru yang terjadi di Gunung Semeru Jawa Timur Indonesia.</p> <p><strong>Sejarah Letusan Gunung Semeru</strong><br /> Setelah kita tahu akan asal-usul serta sejarah gunung Semeru yang berada di Pulau jawa melalui posting sebelumnya, ternyata Gunung Semeru juga mempunyai sejarah panjang tentang beberapa letusan yang terjadi pada Gunung Semeru. menurut beberapa sumber yang saya dapatkan di ketahui jika gunung Semeru pertama kali meletus pada tahun 1818 jatuh pada tanggal 08 november. kemudian aktifitas gunung semeru mengeluarkan lahar panas semenjak tahun 1967 tidak pernah berhenti sampai saat ini, dengan pusat kegiatan berada di Puncak Kawah Mahameru yang menuju ke arah timur di wilayah Lumajang.</p> <p>Data Sejarah letusan Gunung semeru yang kami peroleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pusat Volcanolagi dan mitigasi Bencana Geologi adalah sebagai berikut:</p> <p>1829, 1830, 1832, 1836, 1838, 1842, 1844, 1848, 1851, 1856, 1857, 1860, 1864, 1867, 1872, 1877, 1878, 1884, 1885, 1886, 1887, 1888, 1889, 1890, 1891, 1892, 1893, 1894, 1895, 1896, 1897, 1898, 1899, 1900, 1901, 1903, 1904, 1905, 1907, 1908, 1909, 1910, 1911, 1912, 1913, 1941, 1942, 1945, 1946, 1947, 1950, 1951, 1952, 1953, 1954, 1955, 1958, 1959, 1960, 1961, 1963, 1967, 1968, 1969, 1972, 1973, 1974, 1975, 1977, 1978, 1979, 1980, 1981, 1982, 1984, 1985, 1986, 1990, 1992, 1994, 2022.</p> <p>Kemudian sejarah letusan gunung semeru menurut data di atas yang berwarna merah mempunyai keterangan sebagai berikut.</p> <p><strong>Tanggal 21 September 1941 hingga Februari 1942</strong><br /> Ketinggian Letusan Semeru antara 1.400 sampai 1.775 m, letusan sampai ke lereng sebelah timur. Titik letusan sebanyak 6 tempat dengan aliran lava sepanjang 6,5 km sehingga lelehan lava masuk ke Blok Semut dan menimbuni Pos pengairan Bantengan.</p> <p><strong>Tahun 1961:</strong><br /> Ketinggian letusan Semeru sampai 3.000m, dengan tipe letusan stromboli. Abu Letusan sampai ke Arcopodo, serta hutan di sekitar hulu Besuk Sat dan Besuk Tompe. Aliran lava terjadi di Kali Glidik, Besuk Sat, Besuk Bang dan Besuk Kobokan.</p> <p><strong>Tanggal 5 Mei tahun 1963:</strong><br /> Letusan Semeru dengan mengeluarkan awan panas mencapai 8km dari kawah sehingga terjadi aliran lava melanda Curah Leng Rong, Kali Pancing, dan Besuk Semut.</p> <p><strong>Tahun 1968:</strong><br /> Aktifitas Semeru terjadi sebuah pertumbuhan kubah lava. Aktifitas itu menimbulkan banjir lahar yang membawa korban sebanyak 3 orang, yaitu warga dari penduduk Desa Sumber Wungkil.</p> <p><strong>Taggal 1 Desember tahun 1977:</strong><br /> Aktifitas Semeru mengeluarkan awan panas karena guguran lava. guguran lava yang di keluarkan berjarak 10 km menuju Besuk Kembar dengan volume endapan 6,4 juta m. Sebagian awan panas ini juga menuju ke Besuk Kobokan. Terjadinya Awan Panas yang berada di Desa Sumber urip mengakibatkan Sawah dan Tegal seluas 110 ha rusak, 450 ha hutan pinus, 2 jembatan, dan 2 rumah bilik hanyut dan rusak terbakar.</p> <p><strong>Tahun 1978 :</strong><br /> Letusan gunung Semeru mencapai 800 m di atas tepi kawah. Guguran awan panas yang di keluarkan terjadi di Besuk Kembar sebanyak 3 kali dengan luncuran guguran awan panas mencapai maksimum 7 km.</p> <p><strong>Tanggal 28 Maret Th 1981:</strong><br /> Letusan Awan Panas type kecil dengan luncuran awan panas mencapai maksimum 10 km. Tumpukan endapannya mencapai 6,2 juta m2 dengan suhu endapan awan panas sebesar 120 derajat celcius. Endapan tersebut terjadi di dekat Dukuh Supit Tengah dan masuk ke Besuk Kembar serta di ikuti semburan awan panas yang ketinggian mencapai 1.400 mdpl dan masuk ke Besuk Bang.</p> <p><strong>Bulan November Th 1990:</strong><br /> Semeru kembali lagi mengeluarkan awan panas dan menjadi guguran kubah lava sehingga kawah Jonggring Seloko terbuka sampai saat ini.</p> <p><strong>Tanggal 2 Februari hingga 15 Februari Th 1994:</strong><br /> Pada Bulan Februari, Semeru mengeluarkan letusannya dengan data terjadi 9 kali letusan, ketinggian 500m dan 34 kali guguran lava ke besuk kembar mencapai lk 1.000meter. Letusan awan panas itu di ikuti oleh suara dentuman disertai hujan abu.</p> <p>Aliran panas guguran tersebut masuk ke besuk Kobokan mencapai 11,5 km, ke Besuk kembar 7,5 km, dan ke besuk Bang lk 3,5 km. Akibat letusan ini memakan korban sebanyak 9 orang, 7 orang terlanda awan panas dan 2 orang terhanyut lahar panas. Volume awan panas tersebut kurang lebih mencapai 6,8 juta m yang mengarah ke Dusun Sumber Sari dan Desa Oro-oro Ombo Kecamatan Pronojiwo.</p> <p>Demikianlah beberapa data dalam <em>Sejarah letusan gunung semeru</em> atau legenda letusan Semeru yang kami rangkum semoga bisa bermanfaat bagi pembaca. Kami mohon maaf jika data yang kami peroleh tidak sesuai dengan apa yang anda harapkan.</p> <h3>Sejarah Letusan Gunung Semeru</h3> <p>Meski terjadi beberapa kali letusan, Semeru masih menjadi daya tarik yang luar biasa bagi para wisatawan. Setelah meluncurnya serial drama flm <strong>5cm,</strong> Semeru menjadi tujuan utama para pendaki yang ingin menikmati pesona keindahan gunung Semeru di Jawa Timur.</p> <p>Baca juga: <a href="https://papeta.org/jalur-pendakian-gunung-semeru-via-ranu-pani/">Pendakian Gunung Semeru via Ranu Pane – Papeta Team</a></p> <p>The post <a href="https://papeta.org/sejarah-letusan-gunung-semeru/">Sejarah Letusan Gunung Semeru, terakhir 2022</a> appeared first on <a href="https://papeta.org">Blog Pendaki Gunung</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://papeta.org/sejarah-letusan-gunung-semeru/" rel="noopener" target="_blank">papeta.org</a>.</em></p>
admin
15 Sep

Amazing Gunung Semeru, berikut profilnya!
<p><strong>Gunung Semeru</strong> atau <strong>Gunung Meru</strong> adalah sebuah gunung berapi kerucut di Jawa Timur, Indonesia. Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya <em>Mahameru</em>, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Gunung Semeru juga merupakan gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia setelah Gunung Kerinci di Sumatera dan Gunung Rinjan<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Rinjani" data-cke-saved-href="https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Rinjani">i</a> di Nusa Tenggara Barat. Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama <em>Jonggring Saloko</em>. Gunung Semeru secara administratif termasuk dalam wilayah dua kabupaten, yakni Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Gunung ini termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.Semeru mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.</p> <p>Posisi geografis Semeru terletak antara 8°06′ LS dan 112°55′ BT.</p> <figure id="attachment_670" aria-describedby="caption-attachment-670" style="width: 1024px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="wp-image-670 size-large" src="https://papeta.org/wp-content/uploads/2020/05/22-1024x768.jpg" alt="jambangan semeru" width="1024" height="768" srcset="https://papeta.org/wp-content/uploads/2020/05/22-1024x768.jpg 1024w, https://papeta.org/wp-content/uploads/2020/05/22-300x225.jpg 300w, https://papeta.org/wp-content/uploads/2020/05/22-768x576.jpg 768w, https://papeta.org/wp-content/uploads/2020/05/22-1536x1152.jpg 1536w, https://papeta.org/wp-content/uploads/2020/05/22-2048x1536.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption id="caption-attachment-670" class="wp-caption-text">Pos Jambangan Semeru</figcaption></figure> <p> </p> <p>Pada tahun 1913 dan 1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki kubah dengan ketinggian 3.744,8 m hingga akhir November 1973. Di sebelah selatan, kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran lava mengarah ke sisi selatan meliputi daerah Pronojiwo dan Candipuro di Lumajang.</p> <p>Gunung ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Taman Nasional ini terdiri dari pegunungan dan lembah seluas 50.273,3 hektar. Terdapat beberapa gunung di dalam Kaldera Gn.Tengger antara lain; Gn.Bromo (2.392m) Gn. Batok (2.470m) Gn.Kursi (2,581m) Gn.Watangan (2.662m) Gn.Widodaren (2.650m). Terdapat empat buah danau (<em>ranu</em>): Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Kumbolo dan Ranu Darungan.</p> <p>Flora yang berada di wilayah Gunung Semeru beraneka ragam jenisnya tetapi banyak didominir oleh pohon cemara, akasia, pinus, dan jenis Jamuju. Sedangkan untuk tumbuhan bawah didominir oleh Kirinyuh, alang-alang, tembelekan, harendong dan Edelwiss putih, Edelwiss yang banyak terdapat di lereng-lereng menuju puncak Semeru. Dan juga ditemukan beberapa jenis anggrek endemik yang hidup di sekitar Semeru Selatan.</p> <p>Banyak fauna yang menghuni gunung Semeru antara lain: macan kumbang, budeng, luwak, kijang, kancil, dll. Sedangkan di Ranu Kumbolo terdapat belibis yang masih hidup liar.</p> <h3><span id="Pendaki_pertama" class="mw-headline">Pendaki Pertama</span></h3> <p>Orang Eropa pertama yang mendaki gunung ini adalah Clignet dan Winny Brigita (1838), seorang ahli geologi berkebangsaan <a title="Belanda" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Belanda">Belanda</a>. Mereka menempuh jalur dari sebelah barat daya melalui Widodaren. Selanjutnya <a title="Franz Wilhelm Junghuhn" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Franz_Wilhelm_Junghuhn">Junghuhn</a> (1945), seorang ahli botani berkebangsaan Belanda, mendaki dari utara lewat gunung Ayek-ayek, gunung Inder-inder dan gunung Kepolo. Pada tahun 1911, Van Gogh dan Heim melalui lereng utara dan setelah 1945 umumnya pendakian dilakukan lewat lereng utara melalui <a title="Ranu Pani" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Ranu_Pani">Ranu Pani</a> dan <a title="Ranu Kumbolo" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Ranu_Kumbolo">Ranu Kumbolo</a> hingga saat ini.</p> <h3><span id="Legenda_Gunung_Semeru" class="mw-headline">Legenda Gunung Semeru</span></h3> <p>Menurut kepercayaan masyarakat Jawa yang ditulis pada kitab kuno <a title="Tantu Pagelaran" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Tantu_Pagelaran">Tantu Pagelaran</a> yang berasal dari <a class="mw-redirect" title="Abad ke-15" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-15">abad ke-15</a>, pada dahulu kala Pulau Jawa mengambang di lautan luas, terombang-ambing dan senantiasa berguncang. Para Dewa memutuskan untuk memakukan Pulau Jawa dengan cara memindahkan Gunung <a title="Meru" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Meru">Meru</a> di India ke atas Pulau Jawa.<sup class="noprint Inline-Template"><span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan.">[<i></i></span></sup></p> <p>Dewa <a title="Wisnu" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Wisnu">Wisnu</a> menjelma menjadi seekor kura-kura raksasa menggendong gunung itu dipunggungnya, sementara Dewa <a title="Brahma" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Brahma">Brahma</a> menjelma menjadi ular panjang yang membelitkan tubuhnya pada gunung dan badan kura-kura sehingga gunung itu dapat diangkut dengan aman.<sup class="noprint Inline-Template"><span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan.">[<i><a title="Wikipedia:Kutip sumber tulisan" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Kutip_sumber_tulisan">butuh rujukan</a></i>]</span></sup></p> <p>Dewa-dewa tersebut meletakkan gunung itu di atas bagian pertama pulau yang mereka temui, yaitu di bagian barat Pulau Jawa. Tetapi berat gunung itu mengakibatkan ujung pulau bagian timur terangkat ke atas. Kemudian mereka memindahkannya ke bagian timur pulau Jawa. Ketika gunung Meru dibawa ke timur, serpihan gunung Meru yang tercecer menciptakan jajaran pegunungan di pulau Jawa yang memanjang dari barat ke timur.</p> <p>Akan tetapi ketika puncak Meru dipindahkan ke timur, pulau Jawa masih tetap miring, sehingga para dewa memutuskan untuk memotong sebagian dari gunung itu dan menempatkannya di bagian barat laut. Penggalan ini membentuk Gunung Pawitra, yang sekarang dikenal dengan nama <a title="Gunung Penanggungan" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Penanggungan">Gunung Penanggungan</a>, dan bagian utama dari Gunung Meru, tempat bersemayam Dewa Shiwa, sekarang dikenal dengan nama Gunung Semeru. Pada saat Sang Hyang <a class="mw-redirect" title="Siwa" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Siwa">Siwa</a> datang ke pulau Jawa dilihatnya banyak pohon <a class="mw-redirect" title="Jewawut" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Jewawut">Jawawut</a>, sehingga pulau tersebut dinamakan Jawa.</p> <p>Lingkungan geografis pulau Jawa dan <a title="Bali" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bali">Bali</a> memang cocok dengan lambang-lambang agama Hindu. Dalam agama Hindu ada kepercayaan tentang Gunung <a title="Meru" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Meru">Meru</a>, Gunung Meru dianggap sebagai rumah tempat bersemayam dewa-dewa dan sebagai sarana penghubung di antara bumi (manusia) dan Kayangan. Banyak masyarakat Jawa dan Bali sampai sekarang masih menganggap gunung sebagai tempat kediaman <a title="Dewata" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Dewata">Dewata</a>, <a title="Hyang" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Hyang">Hyang</a>, dan makhluk halus.</p> <p>Menurut orang <a title="Bali" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bali">Bali</a>, Gunung Mahameru dipercayai sebagai Bapak <a title="Gunung Agung" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Agung">Gunung Agung</a> di Bali dan dihormati oleh masyarakat Bali. Upacara sesaji kepada para dewa-dewa Gunung Mahameru dilakukan oleh orang Bali. Betapapun upacara tersebut hanya dilakukan setiap 8-12 tahun sekali hanya pada waktu orang menerima suara gaib dari dewa Gunung Mahameru. Selain upacara sesaji itu orang Bali sering datang ke daerah Gua Widodaren untuk mendapat Tirta suci.</p> <p>Sumber: <strong>Wikipedia</strong></p> <p>Baja juga: <a href="https://papeta.org/jalur-pendakian-gunung-semeru-via-ranu-pani/">Pendakian Gunung Semeru via Ranu Pani</a></p> <p>The post <a href="https://papeta.org/profil-gunung-semeru/">Amazing Gunung Semeru, berikut profilnya!</a> appeared first on <a href="https://papeta.org">Blog Pendaki Gunung</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://papeta.org/profil-gunung-semeru/" rel="noopener" target="_blank">papeta.org</a>.</em></p>
admin
15 Sep
Mendaki gunung tetap kuat? berikut 5 amazing tipsnya
<h3><a href="https://papeta.org/5-tips-tetap-kuat-ketika-mendaki-gunung/">5 tips yang dilakukan agar tetap kuat ketika mendaki gunung:</a></h3> <p><strong>1. Mantapkan Niat</strong><br /> Segala sesuatu bermula dari niat. Apapun yang diawali niat baik, niscaya akan berhasil dengan baik. Niat adalah awal dari segalanya, kalau dari awal kita udah niatin kita kuat mendaki gunung ini, insha Allah pasti bisa.</p> <p><strong>2. Biasakan Olahraga</strong><br /> Kadang ini yang sering dilupakan sama para pendaki, biasakan berolahraga yang teratur, membantu banget buat pendakiann gunung. Terutama buat yang baru akan mendaki, seminggu sebelumnya sudah mulai berolahraga, lari-lari kecil contohnya.</p> <p><strong>3. Packingan Keril</strong><br /> Packingan keril atau tas gunung perlu banget diperhatikan, karena packingan akan mempengaruhi kita dalam membawa beban. Bahu, punggung, pinggang, bakal jadi tokoh utama yang bisa diandalkan saat mendaki gunung, jadi musti diatur sedemikian rupa sehingga keril kita bebannya gak terlalu berasa, jadi bisa irit energi.</p> <p><strong>4. Makan</strong><br /> Dan karena sebagian besar energi dihasilkan dari makanan, maka tetaplah makan meski snack. Cokelat, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Vitamin_C">vitamin c</a>, permen, buah, roti, dll.</p> <p><strong>5. Jangan Lengah</strong><br /> Karena, kalau lengah, kkita punah. Kata-kata ini sangat populer di kalangan Komunitas Pendaki. Intinya adalah, harus tetap fokus dalam menjalani pendakian model kayak apapun. Semakin fokus, semakin kita bisa mengendalikan kekuatan kita.</p> <p>The post <a href="https://papeta.org/5-tips-tetap-kuat-ketika-mendaki-gunung/">Mendaki gunung tetap kuat? berikut 5 amazing tipsnya</a> appeared first on <a href="https://papeta.org">Blog Pendaki Gunung</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://papeta.org/5-tips-tetap-kuat-ketika-mendaki-gunung/" rel="noopener" target="_blank">papeta.org</a>.</em></p>
admin
15 Sep
Mendaki Gunung? Berikut 6 hal yang dilarang saat mendaki gunung di Indonesia
<p>Sebelumnya kita membahas tentang <a href="https://papeta.org/hal-hal-yang-tidak-boleh-dilakukan-saat-mendaki-gunung/">hal-hal fatal yang tidak boleh dilakukan saat mendaki gunung</a>. Kali ini kita akan membahas beberapa hal yang di larang oleh Kawasan Taman Nasional Gunung di tiap-tiap daerah di Indonesia saat mendaki gunung. Mengutip peraturan pendakian beberapa gunung di Indonesia, berikut hal-hal yang dilarang saat mendaki gunung:</p> <ol class="q-box"> <li class="q-relative">Menangkap, membunuh, melukai satwa, dan/atau membawa keluar satwa yang ditemui di kawasan Gunung.</li> <li class="q-relative">Membawa binatang peliharaan selama melakukan perjalanan atau pendakian di kawasan Gunung.</li> <li class="q-relative">Mengambil, memetik, memotong, dan membawa keluar kawasan tumbuhan/tanaman atau bagian-bagiannya yang ada di kawasan Gunung.</li> <li class="q-relative">Membawa miras, obat terlarang, alat musik (gitar, piano, harmonika, dll), alat elektronik (radio, tape, walkman, gamewatch, wireless, dll), binatang peliharaan, senjata api, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Senapan_angin">senapan angin</a>, golok, alat berburu, sabun, odol, shampoo dan sejenisnya. Dipersilahkan membawa senjata tajam untuk keperluan memasak dengan melaporkan kepada petugas di Pos Pelaporan.</li> <li class="q-relative">Merusak, mengotori atau melakukan corat-coret pada bangunan/pohon/batu, menempel sticker, memasang tanda petunjuk arah tidak resmi, melakukan pencemaran (sungai, mata air, aliran air, membuang sampah).</li> <li class="q-relative">Membuat api unggun atau perapian (sebaiknya membawa kompor lapangan perorangan/alat masak), membawa dan menyalakan petasan atau kembang api di dalam kawasan Gunung.</li> </ol> <h4>Apakah disetiap gunung peraturannya berbeda-beda?</h4> <p class="q-text qu-display--block qu-wordBreak--break-word qu-textAlign--start">Secara umum sama terkait dengan etika lingkungan hidup universal yaitu :</p> <ul class="q-box"> <li class="q-relative">Take nothing but picture, Dilarang mengambil apapun kecuali foto</li> <li class="q-relative">Leave nothing but footprint, Dilarang meninggalkan apapun kecuali jejak</li> <li class="q-relative">Kill noting but time, Dilarang membunuh apapun kecuali waktu</li> </ul> <p class="q-text qu-display--block qu-wordBreak--break-word qu-textAlign--start">Kalau terkait tempat memang kita butuh ijin SIMAKSI (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi) jika masuk kawasan taman nasional tentu berbeda jika hanya masuk hutan wisata dan sangat berbeda jika masuk kawasan Cagar Alam.</p> <div class="q-flex qu-mb--tiny"> <div class="q-text qu-dynamicFontSize--regular_title qu-bold qu-color--gray_dark_dim qu-passColorToLinks qu-lineHeight--regular qu-wordBreak--break-word"> <div class="q-click-wrapper qu-display--block qu-tapHighlight--white qu-cursor--pointer qu-hover--textDecoration--underline ClickWrapper___StyledClickWrapperBox-zoqi4f-0 bIwtPb" tabindex="0"> <div class="q-flex qu-flexDirection--row"> <div class="q-inline qu-flexWrap--wrap"> <h4 class="q-text qu-truncateLines--5 puppeteer_test_question_title"><span class="q-box qu-userSelect--text">Apa saja aturan yang menurutmu aneh saat mendaki gunung?</span></h4> </div> </div> </div> </div> </div> <div class="q-click-wrapper qu-display--block qu-tapHighlight--white ClickWrapper___StyledClickWrapperBox-zoqi4f-0 bIwtPb" tabindex="-1"> <div class="q-box spacing_log_answer_content puppeteer_test_answer_content"> <div class="q-text"> <p class="q-text qu-display--block qu-wordBreak--break-word qu-textAlign--start">Dulu sekali pernah Ada larangan membawa pisau saat mendaki di area Taman nasional Gede Pangrango. Baik itu pisau lipat maupun pisau utuh. Aneh karena pisau adalah satu alat yang harus dibawa Dan diperlukan. Untungnya aturan tersebut sudah diubah, boleh membawa pisau asal didaftarkan pada saat Naik melewati pos jaga di kaki gunung.</p> </div> </div> </div> <p><em>Salam Lestari</em></p> <p>The post <a href="https://papeta.org/hal-hal-yang-dilarang-saat-mendaki-gunung-di-indonesia/">Mendaki Gunung? Berikut 6 hal yang dilarang saat mendaki gunung di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://papeta.org">Blog Pendaki Gunung</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://papeta.org/hal-hal-yang-dilarang-saat-mendaki-gunung-di-indonesia/" rel="noopener" target="_blank">papeta.org</a>.</em></p>
admin
15 Sep

Mendaki Gunung? Hal-hal fatal yang tidak boleh dilakukan saat mendaki gunung
<h3><a href="https://papeta.org">Hal-hal fatal yang tidak boleh dilakukan saat mendaki gunung.</a></h3> <p>Pada saat mendaki gunung atau bukit, berikut beberapa hal yang tidak boleh dilakukan saat mendaki, kebetulan artikel bagus ini disarikan dari salah satu pengguna <a href="https://id.quora.com">Quora</a>.</p> <ul class="q-box"> <li class="q-relative"> <h4><strong>Membuang sampah sembarangan</strong></h4> </li> </ul> <p class="q-text qu-display--block qu-wordBreak--break-word qu-textAlign--start">Hal ini sangat fatal karena dapat merusak alam. Bawalah sampahmu turun. Jangan pernah meninggalkan apapun kecuali jejak dan kenangan.</p> <ul class="q-box"> <li class="q-relative"> <h4><strong>Mendirikan tenda ditengah jalur</strong></h4> </li> </ul> <p class="q-text qu-display--block qu-wordBreak--break-word qu-textAlign--start">Apapun kondisinya mau terdesak ataupun tidak, mendirikan tenda ditengah termasuk fatal. Selain menghambat dan membahayakan pendaki lain, itu juga membahayakan diri sendiri.</p> <ul class="q-box"> <li class="q-relative"> <h4><strong>Membiarkan barang bawaan menggantung diluar carrier</strong></h4> </li> </ul> <p class="q-text qu-display--block qu-wordBreak--break-word qu-textAlign--start">Hal ini bisa jadi berbahaya apabila saat kita melewati jalur yang cukup curam dan barang bawaan kita tersangkut pada dahan atau pohon. Usahakan packing serapih mungkin.</p> <p> </p> <p><img decoding="async" class="alignnone wp-image-498 size-full" src="https://papeta.org/wp-content/uploads/2022/04/20191111_094230.jpg" alt="mendaki gunung via torean" width="448" height="218" srcset="https://papeta.org/wp-content/uploads/2022/04/20191111_094230.jpg 448w, https://papeta.org/wp-content/uploads/2022/04/20191111_094230-300x146.jpg 300w" sizes="(max-width: 448px) 100vw, 448px" /></p> <ul class="q-box"> <li class="q-relative"> <h4><strong>Menggunakan sepatu yang kurang nyaman</strong></h4> </li> </ul> <p class="q-text qu-display--block qu-wordBreak--break-word qu-textAlign--start">Walau terlihat sepele, namun hal ini sangat fatal. Menggunakan sepatu yang memiliki sol tipis dapat mengambat pendakian kita karena kaki akan terasa sangat sakit, dan bisa jadi kaki kita mengalami cidera karena sepatu yang salah.</p> <ul class="q-box"> <li class="q-relative"> <h4><strong>Berlaga sok kuat</strong></h4> </li> </ul> <p class="q-text qu-display--block qu-wordBreak--break-word qu-textAlign--start">Hal ini juga dapat menjadi fatal bagi para pendaki. Biasanya yang berlaga sok kuat begini adalah pendaki pemula. Kalau memang sudah cape ya berbicara kepada teman agar mereka bisa berhenti untuk istirahat sejenak.</p> <ul class="q-box"> <li class="q-relative"> <h4><strong>Meninggalkan teman yang sedang sakit atau beristirahat</strong></h4> </li> </ul> <p class="q-text qu-display--block qu-wordBreak--break-word qu-textAlign--start">Ini sangat tidak diperbolehkan apapun alasannya, dosa besar bagi pendaki yang tega meninggalkan temannya yang sedang sakit atau beristirahat sejenak. Kita tidak tau apa yang akan terjadi di gunung.</p> <ul class="q-box"> <li class="q-relative"> <h4><strong>Membawa jaket tipis dan tidak membawa baju ganti</strong></h4> </li> </ul> <p class="q-text qu-display--block qu-wordBreak--break-word qu-textAlign--start">Ini juga akan sangat fatal. Setelah berjalan jauh pastinya baju akan basah oleh keringat, dan kalau kita tidak segera mengganti dengan baju kering dan mengenakkan jaket yang tebal. Kita akan mudah terkena hipotermia.</p> <ul class="q-box"> <li class="q-relative"> <h4><strong>Membawa makanan sedikit</strong></h4> </li> </ul> <p class="q-text qu-display--block qu-wordBreak--break-word qu-textAlign--start">Siapa juga yang mau kelaparan diatas gunung, pasti tidak ada. Jadi usahakan membawa makanan yang cukup, kalau bisa agak berlebih.</p> <p class="q-text qu-display--block qu-wordBreak--break-word qu-textAlign--start">Mungkin segitu saja dulu, kalau mau menambahkan silahkan. Karena masih banyak lagi hal yang bisa berakibat fatal disaat mendaki gunung.</p> <p>The post <a href="https://papeta.org/hal-hal-yang-tidak-boleh-dilakukan-saat-mendaki-gunung/">Mendaki Gunung? Hal-hal fatal yang tidak boleh dilakukan saat mendaki gunung</a> appeared first on <a href="https://papeta.org">Blog Pendaki Gunung</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://papeta.org/hal-hal-yang-tidak-boleh-dilakukan-saat-mendaki-gunung/" rel="noopener" target="_blank">papeta.org</a>.</em></p>
admin
15 Sep
Mendaki Gunung? Berikut 10 hal amazing yang harus dipersiapkan
<h4 class="q-text qu-display--block qu-wordBreak--break-word qu-textAlign--start"><strong>Beberapa hal penting yang wajib dipersiapkan untuk mendaki gunung:</strong></h4> <ol class="q-box"> <li class="q-relative">Tubuh yg sehat dan terlatih. Prepare dulu, jangan sampai Anda tepar di atas gunung. Percayalah, rasanya tidak enak. Belum lagi kalau sampai hipotermia, nyawa taruhannya. Jadi usahakan lari-lari dulu tiap hari sejak h-7 sebelum mendaki.</li> <li class="q-relative">Ini penting tapi banyak yang lupa; Pemanasan. Pemanasan sederhana sebelum pendakian akan sangat membantu. Banyak videonya di youtube, silahkan cari âhiking streching excerciseâ</li> <li class="q-relative">Bekal yang cukup. Cukup, berarti tidak terlalu banyak, juga tidak terlalu sedikit. Saya merekomendasikan makanan selain mie instan, bisa kentang, ubi jalar, singkong, atau beras. Pisang sama kurma juga bagus. Jangan lupa air minum, beli minimal 2x botol air mineral yg besar itu ya untuk msing-masing personel. Semua makanan jadi enak kalau sudah diatas gunung.</li> <li class="q-relative">Alat survival seperti kompas, pisau dll. Siap-siap aja; tidak ada yang bisa menebak gunung</li> <li class="q-relative">Equipment pribadi; jaket sleeping bag, matras, tissue, pembalut dsb bawa seperlunya agar tidak berat, sehingga bisa menyisakan ruang untuk hal yg lebih penting</li> <li class="q-relative">Tenda</li> <li class="q-relative">Uang; apalagi kalau gunung yang diatasnya sudah ada yg jualan.</li> <li class="q-relative">Ijin orang tua</li> <li class="q-relative">Selalu monitor gunung yang akan dituju; bisa dicek di aplikasi atau web <a href="http://freemeteo.co.id">Freemeteo,</a> kalau disitu dijelaskan akan badai dan hujan es dengan suhu 1° ya jangan berangkat. Karena berdasar pengalaman saya, cukup akurat.</li> <li class="q-relative">Carilah blog pendakian tentang gunung yang akan dituju, harga tiket, transport dll</li> </ol> <p>baca: <a href="https://papeta.org/10-tips-tetap-kuat-ketika-mendaki-gunung/">5 Tips Tetap Kuat Ketika Mendaki Gunung</a></p> <p> </p> <p><strong><span class="q-box qu-userSelect--text">Apa kiat dan trik jika ingin mendaki gunung sendirian?</span></strong></p> <div class="q-click-wrapper qu-display--block qu-tapHighlight--white qu-cursor--pointer qu-hover--textDecoration--underline ClickWrapper___StyledClickWrapperBox-zoqi4f-0 bIwtPb" tabindex="0"> <div class="q-flex qu-flexDirection--row"> <div class="q-inline qu-flexWrap--wrap"> <div> <p class="q-text qu-display--block qu-wordBreak--break-word qu-textAlign--start">Tidak disarankan untuk mendaki gunung sendirian. Naiknya gampang, turunnya, awas tersesat jalan turun banyak cabang.</p> <ul class="q-box"> <li class="q-relative">Jangan pilih Gunung yang tinggi, mending Tektok saja. Pilih gunung yang populer, dan pilihlah hari libur, kemungkinan besar bisa dapat barengan.</li> <li class="q-relative">Mendaki sendiri dan membawa peralatan lengkap cukup merepotkan. Pastikan di atas ada sumber air tidak, biar bisa mengurangi beban.</li> <li class="q-relative">Jauh-jauh hari, cari barengan di grup FB, ig pendaki. Bisa juga ikuti acara mendaki masal lumayanlah dapat banyak barengan.</li> </ul> </div> </div> </div> </div> <p class="q-text qu-display--block qu-wordBreak--break-word qu-textAlign--start">Cukup dulu, silahkan kalau ada yang mau menambahkan. Semoga bermanfaat.</p> <p>sumber: pengalaman pribadi dan tambahan artikel dari Quora</p> <p>The post <a href="https://papeta.org/apa-saja-yang-harus-dipersiapkan-untuk-mendaki-gunung/">Mendaki Gunung? Berikut 10 hal amazing yang harus dipersiapkan</a> appeared first on <a href="https://papeta.org">Blog Pendaki Gunung</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://papeta.org/apa-saja-yang-harus-dipersiapkan-untuk-mendaki-gunung/" rel="noopener" target="_blank">papeta.org</a>.</em></p>
admin
15 Sep

5 hal luar biasa yang baru disadari saat mendaki gunung
<p>Tulisan yang sangat menarik dari pengguna <a href="https://id.quora.com/topic/Mendaki-Gunung">Quora</a> tentang hal-hal apa yang baru kita sadari saat mendaki gunung? berikut diantaranya:</p> <ul> <li><strong>Bunga Edelweiss dapat tumbuh di ketinggian sejajar dengan awan.</strong></li> </ul> <figure id="attachment_533" aria-describedby="caption-attachment-533" style="width: 602px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-533 size-full" src="https://papeta.org/wp-content/uploads/2022/04/edelweis.jpg" alt="mendaki gunung" width="602" height="319" srcset="https://papeta.org/wp-content/uploads/2022/04/edelweis.jpg 602w, https://papeta.org/wp-content/uploads/2022/04/edelweis-300x159.jpg 300w" sizes="(max-width: 602px) 100vw, 602px" /><figcaption id="caption-attachment-533" class="wp-caption-text">bunga edelweis</figcaption></figure> <ul> <li><strong>Awalnya Mendaki Gunung itu Melelahkan</strong></li> </ul> <p>Pertama kali melakukan pendakian di Gunung, memang rasanya capek sehingga setiap berapa ratus/puluhan meter saya harus berhenti untuk istirahat sejenak. Namun tak masalah, meskipun sering berhenti saat pendakian, tetap saja dapat menikmati keindahan alam yang luar biasa. Seiring dengan kebiasaan mendaki, akhirnya kaki ini sudah terbiasa untuk mendaki tanjakan gunung, atau menuruni jalan yang curam, dan lama-kelamaan fisik ini sudah terbiasa sehingga tidak cepat mudah lelah lagi.</p> <ul> <li> <h4><strong>Setiap orang memiliki kemampuan dan ketahanan fisik yang berbeda</strong></h4> </li> </ul> <p>Ini yang disadari saat mendaki gunung, setiap orang memiliki ketahanan fisik yang berbeda. Ada yang kuat sehingga nyaris sama sekali tidak pernah istirahat saat pendakian, ada yang setiap beberapa puluh meter harus istirahat, ada yang tidak kuat dingin, ada yang sudah terbiasa dingin sehingga kuat menggunakan kaos saat camping di gunung. Namun yang jelas, setiap rute pendakian gunung pasti memiliki medan jalan yang khas berbeda masing-masing. Pastikan kamu sudah mengetahui bakalan seperti apa rute pendakian gunungmu, dan pastikan kondisi fisik dan kesehatanmu sudah cukup kuat.</p> <ul> <li> <h4><strong><strong>Mendaki Gunung Membuat Candu</strong></strong></h4> </li> </ul> <p class="q-text qu-display--block qu-wordBreak--break-word qu-textAlign--start">awal-awal mendaki gunung disebabkan karena saya diajak teman, saya anggap ini hanyalah refreshing semata. Namun ternyata saya salah, mendaki gunung tidak hanya sekedar refreshing, lebih mengarah seakan kita berkomunikasi dengan alam, seakan Gunung itu seperti ada ruh yang memeluk kita dengan mesra dan kemudian dia berbisik, “kamu tidak sendirian, aku juga ciptaan Tuhan, tolong lindungi dan rawat aku. Indah memang alam itu, membuat aku candu dan ingin kembali bertemu dengannya.</p> <div class="q-box qu-mx--n_medium"> <div class="CssComponent-sc-1oskqb9-0 QTextImage___StyledCssComponent-sc-1yi3aau-0 ilDNcJ">Read: <a href="https://papeta.org/5-tips-tetap-kuat-ketika-mendaki-gunung/">5 tips tetap kuat saat mendaki gunung</a></div> <div></div> </div> <ul> <li> <h4><strong>Sifat orang-orang dapat muncul saat mendaki Gunung</strong></h4> </li> </ul> <p>Ini yang sering dibahas oleh para pendaki, sifat seseorang dapat muncul saat mendaki Gunung. Perjalanan mendaki gunung pasti membuat suasana menjadi akrab, dari situ saya mengetahui ada teman yang sangat sabar peduli, ada teman yang ternyata humoris kocak, ada yang lebih mementingkan dirinya sendiri, terlihat dengan tidak mau menunggu temannya yang dibelakang. Ada yang cekatan, inisiatif,..dan beraneka macam sifat lainnya yang gak mungkin aku jelaskan semua. Jadi, mungkin mendaki memang hanya beberapa hari, tapi dari situ kita seakan sudah akrab dengan teman kita layaknya sudah kenal lama.</p> <p>The post <a href="https://papeta.org/hal-hal-apa-yang-baru-kamu-sadari-saat-mendaki-gunung/">5 hal luar biasa yang baru disadari saat mendaki gunung</a> appeared first on <a href="https://papeta.org">Blog Pendaki Gunung</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://papeta.org/hal-hal-apa-yang-baru-kamu-sadari-saat-mendaki-gunung/" rel="noopener" target="_blank">papeta.org</a>.</em></p>
admin
15 Sep

Yerusalem, Kota Damai
Yerusalem, Kota Damai dalam Bahasa Ibrani. Bagai dua sisi mata uang, Yerusalem adalah kota suci bagi tiga agama langit. Namun pada sisi lainnya, Yerusalem adalah sarang ambisi akan kekuasaan, dari masa lalu hingga masa kini.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://guratankaki.com/2017/05/23/yerusalem-kota-damai/" rel="noopener" target="_blank">guratankaki.com</a>.</em></p>
iyoskusuma
15 Sep

Karimunjawa: Ini Bukan Cerita Keindahan Alam
Bukan, ini bukan tulisan soal ikan warna-warni yang saya temui di bawah air di Karimunjawa. Ini cerita soal pengalaman saya berlibur sendirian, secara independen.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://guratankaki.com/2017/07/13/karimunjawa-ini-bukan-cerita-keindahan-alam/" rel="noopener" target="_blank">guratankaki.com</a>.</em></p>
iyoskusuma
15 Sep

Mencicipi Gonggong di Batam
Adakah yang lebih nikmat dari semangkuk sup ikan selepas hujan? Ada! Beberapa mangkuk sup ikan dan sepiring gonggong.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://guratankaki.com/2017/09/11/mencicipi-gonggong-di-atas-laut/" rel="noopener" target="_blank">guratankaki.com</a>.</em></p>
iyoskusuma
15 Sep

Uji Nyali dengan Gondola Pantai Timang
Menaiki gondola kecil yang berderit-derit menyeberangi laut di Pantai Timang. Seperti apa sensasinya?<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://guratankaki.com/2018/01/06/uji-nyali-dengan-gondola-pantai-timang/" rel="noopener" target="_blank">guratankaki.com</a>.</em></p>
iyoskusuma
15 Sep

Visa 10 Tahun untuk Duo Panda Taman Safari
Gempal dan hitam putih menggemaskan! Perkenalkan, Cai Tao dan Hu Chun, duo panda raksasa di Taman Safari Indonesia.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://guratankaki.com/2018/01/12/visa-10-tahun-untuk-duo-panda-taman-safari/" rel="noopener" target="_blank">guratankaki.com</a>.</em></p>
iyoskusuma
15 Sep

Pendakian Merapi dari Selo
"Apa, Mas, ketemu?", todong saya memotong perbincangan Mas Parno dengan adiknya. "Ketemu, Mas. Jatuh di air terjun", jawabnya sambil menunjukkan beberapa foto dari grup perbincangan WhatsApp. Foto tubuh manusia tergeletak di antara bebatuan. "Meninggal", tambahnya. Suasana dingin di pintu masuk jalur pendakian New Selo seakan kian terasa. "Kemungkinan dia mau coba motong jalur, biar deket.…… <a href="https://guratankaki.com/2018/05/09/pendakian-merapi-dari-selo-2018/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Pendakian Merapi dari Selo</span></a><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://guratankaki.com/2018/05/09/pendakian-merapi-dari-selo-2018/" rel="noopener" target="_blank">guratankaki.com</a>.</em></p>
iyoskusuma
15 Sep

‘Solo Hiking’ Gunung Lawu Jalur Cetho
Dugaan saya tak meleset. Saya benar-benar berkemah sendirian di Gunung Lawu.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://guratankaki.com/2018/06/23/gunung-lawu-jalur-cetho-cerita-pendakian-sendirian/" rel="noopener" target="_blank">guratankaki.com</a>.</em></p>
iyoskusuma
15 Sep

Grasberg, Riwayatmu Kini
Tambang Terbuka Grasberg kini sudah tak berkilau. Masa keemasan akan berpindah ke tambang-tambang bawah tanah di perut bumi. Saya beruntung, bisa berkunjung ke Grasberg, tambang tertinggi di Indonesia, sebelum tambang ini benar-benar ditutup.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://guratankaki.com/2020/01/12/grasberg-riwayatmu-kini/" rel="noopener" target="_blank">guratankaki.com</a>.</em></p>
iyoskusuma
15 Sep

Apa yang Saya Alami saat Mendaki Sendirian?
Saya tidak pernah membayangkan diri ini berada di jalur pendakian Gunung Ciremai. Sama sekali. Bagi saya, Gunung Ciremai sama seperti Gunung Kerinci. Menyeramkan. Bukan karena hantu atau penampakan di gunung. Nyatanya, Mei 2018 saya mendapati diri saya tengah mendaki Gunung Ciremai. Dari Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, saya meluncur ke Majalengka dengan menggunakan bus. Semua perbekalan…… <a href="https://guratankaki.com/2020/07/08/apa-yang-saya-alami-saat-mendaki-sendirian/" class="more-link">Continue reading <span class="screen-reader-text">Apa yang Saya Alami saat Mendaki Sendirian?</span></a><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://guratankaki.com/2020/07/08/apa-yang-saya-alami-saat-mendaki-sendirian/" rel="noopener" target="_blank">guratankaki.com</a>.</em></p>
iyoskusuma
15 Sep

September di Jakarta
Jakarta, Ibukota yang tak pernah singgah di hati tapi mulai saya rindukan ingar bingarnya.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://guratankaki.com/2021/09/05/september-di-jakarta/" rel="noopener" target="_blank">guratankaki.com</a>.</em></p>
iyoskusuma
15 Sep
30 Hari Keliling Gunung: Memburu Api Biru Kawah Ijen
<p>Sebelum baca Kawah Ijen ini, ada baiknya flashback dulu yok ke De Djawatan dan Pulau Merah. DAY 6, Minggu, 27 […]</p> <p>The post <a href="https://jalanpendaki.com/30-hari-keliling-gunung-memburu-api-biru-kawah-ijen">30 Hari Keliling Gunung: Memburu Api Biru Kawah Ijen</a> appeared first on <a href="https://jalanpendaki.com">Jalan Pendaki</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://jalanpendaki.com/30-hari-keliling-gunung-memburu-api-biru-kawah-ijen" rel="noopener" target="_blank">jalanpendaki.com</a>.</em></p>
Acen Trisusanto
15 Sep
17 Tipe Pendaki Gunung Yang Perlu Kamu Tahu
<p>Di dunia pendakian ini ada banyak orang dengan beragam sifatnya yang bisa diklasifikasikan menjadi jenis-jenis pendaki atau tipe pendaki tertentu. […]</p> <p>The post <a href="https://jalanpendaki.com/17-tipe-pendaki-yang-perlu-kamu-tahu">17 Tipe Pendaki Gunung Yang Perlu Kamu Tahu</a> appeared first on <a href="https://jalanpendaki.com">Jalan Pendaki</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://jalanpendaki.com/17-tipe-pendaki-yang-perlu-kamu-tahu" rel="noopener" target="_blank">jalanpendaki.com</a>.</em></p>
Acen Trisusanto
15 Sep
Gunung Salak: 7 Hal Yang Harus Kamu Ketahui
<p>âGunung yang tepat akan mendatangi pendaki yang telah siap.â Kata-kata itu terngiang dalam otak gua saat berkali-kali berencana mendaki Gunung […]</p> <p>The post <a href="https://jalanpendaki.com/tentang-gunung-salak-yang-harus-kamu-ketahui">Gunung Salak: 7 Hal Yang Harus Kamu Ketahui</a> appeared first on <a href="https://jalanpendaki.com">Jalan Pendaki</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://jalanpendaki.com/tentang-gunung-salak-yang-harus-kamu-ketahui" rel="noopener" target="_blank">jalanpendaki.com</a>.</em></p>
Acen Trisusanto
15 Sep
12 Jenis Pendaki Berdasarkan Zodiak
<p>Hae. Nungguin tulisan terbaru edisi Gunung Pangrango? Tunggu dulu, dari kemarin gue pengen banget nulis tentang hal-hal berbau zodiak yang […]</p> <p>The post <a href="https://jalanpendaki.com/12-jenis-pendaki-berdasarkan-zodiak">12 Jenis Pendaki Berdasarkan Zodiak</a> appeared first on <a href="https://jalanpendaki.com">Jalan Pendaki</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://jalanpendaki.com/12-jenis-pendaki-berdasarkan-zodiak" rel="noopener" target="_blank">jalanpendaki.com</a>.</em></p>
Acen Trisusanto
15 Sep
Menjual Mimpi dan Harapan di Toko Kekucingan
<p>Sebenernya dari dulu pindah-pindah kantor gua selalu tau apa yang gua mau: punya usaha sendiri. bikin kantor atau bisnis sendiri. […]</p> <p>The post <a href="https://jalanpendaki.com/menjual-mimpi-dan-harapan-di-toko-kekucingan">Menjual Mimpi dan Harapan di Toko Kekucingan</a> appeared first on <a href="https://jalanpendaki.com">Jalan Pendaki</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://jalanpendaki.com/menjual-mimpi-dan-harapan-di-toko-kekucingan" rel="noopener" target="_blank">jalanpendaki.com</a>.</em></p>
Acen Trisusanto
15 Sep
Gunung Rinjani, 11 Tahun Kemudian – Bagian 1
<p>Kalau flash back soal Gunung Rinjani, gua jadi inget sebuah pepatah mengatakan: âTua itu pasti, menjadi awet muda itu pilihan.â […]</p> <p>The post <a href="https://jalanpendaki.com/gunung-rinjani-11-tahun-bagian-1">Gunung Rinjani, 11 Tahun Kemudian – Bagian 1</a> appeared first on <a href="https://jalanpendaki.com">Jalan Pendaki</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://jalanpendaki.com/gunung-rinjani-11-tahun-bagian-1" rel="noopener" target="_blank">jalanpendaki.com</a>.</em></p>
Acen Trisusanto
15 Sep
Puncak Rinjani, 11 Tahun Kemudian – Bagian 2
<p>“Sekarang puncak Rinjani itu super kecil tau, Cen.” Setelah 4 jam 30 menit pendakian dari Plawangan Sembalun, gua akhirnya mengerti […]</p> <p>The post <a href="https://jalanpendaki.com/puncak-rinjani-11-tahun-kemudian-bagian-2">Puncak Rinjani, 11 Tahun Kemudian – Bagian 2</a> appeared first on <a href="https://jalanpendaki.com">Jalan Pendaki</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://jalanpendaki.com/puncak-rinjani-11-tahun-kemudian-bagian-2" rel="noopener" target="_blank">jalanpendaki.com</a>.</em></p>
Acen Trisusanto
15 Sep
Gunung Merbabu, Sekali Lagi.
<p>Kali ini via Suwanting. Dengan pendakian ini, artinya gua udah mendaki gunung Merbabu 3 kali. Simpel karena memang via Selo […]</p> <p>The post <a href="https://jalanpendaki.com/gunung-merbabu-via-suwanting">Gunung Merbabu, Sekali Lagi.</a> appeared first on <a href="https://jalanpendaki.com">Jalan Pendaki</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://jalanpendaki.com/gunung-merbabu-via-suwanting" rel="noopener" target="_blank">jalanpendaki.com</a>.</em></p>
Acen Trisusanto
15 Sep
The 2024 Acen Season Comes To An End.
<p>Sabtu malam, menjelang Minggu pagi dini hari 28 December 2024 kemarin, heart-rate yang ditunjukkan Garmin di pergelangan tangan gua, naik […]</p> <p>The post <a href="https://jalanpendaki.com/the-2024-acen-season-comes-to-an-end">The 2024 Acen Season Comes To An End.</a> appeared first on <a href="https://jalanpendaki.com">Jalan Pendaki</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://jalanpendaki.com/the-2024-acen-season-comes-to-an-end" rel="noopener" target="_blank">jalanpendaki.com</a>.</em></p>
Acen Trisusanto
15 Sep
Misteri Orang Hilang di Pulau Jeju, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
<p class="wp-block-paragraph">Pulau Jeju selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi paling indah di Korea Selatan. Pantai, gunung berapi, perkebunan, dan jalanan yang tenang membuat pulau ini menjadi tempat favorit wisatawan dari berbagai negara.</p> <p class="wp-block-paragraph">Namun, beberapa hari terakhir, wajah Jeju mendadak berubah di mata publik Korea Selatan.</p> <p class="wp-block-paragraph">Bukan karena bencana alam atau konflik besar. Ketakutan muncul setelah empat orang yang sebelumnya dilaporkan hilang ditemukan meninggal dunia dalam rentang waktu tiga hari. </p> <p class="wp-block-paragraph">Bersamaan dengan itu, publik dibuat geram oleh dugaan kelalaian polisi dalam menangani sejumlah laporan orang hilang. Kasus ini bahkan berkembang menjadi skandal nasional.</p> <div class="gb-container gb-container-0c85cbf8"> <h2 class="wp-block-heading">Berawal dari Hilangnya Seorang Perempuan Selama 104 Hari</h2> </div> <p class="wp-block-paragraph">Salah satu kasus yang paling menyita perhatian adalah hilangnya Jang Mi-ran, perempuan berusia 37 tahun yang dilaporkan menghilang pada Mei 2026.</p> <p class="wp-block-paragraph">Laporan kehilangan sebenarnya sudah diterima polisi. Namun, kasus tersebut diduga ditutup hanya beberapa jam kemudian.</p> <p class="wp-block-paragraph">Petugas yang menangani kasus itu disebut memberi tahu pasangan Jang bahwa dirinya telah berhasil menghubungi perempuan tersebut. Menurut keterangan yang diberikan petugas, Jang dalam keadaan aman dan tidak ingin keberadaannya diketahui.</p> <p class="wp-block-paragraph">Masalahnya, penyelidikan berikutnya menemukan dugaan bahwa komunikasi tersebut tidak pernah terjadi.</p> <p class="wp-block-paragraph">Kecurigaan semakin besar setelah Jang Mi-ran ditemukan meninggal dunia 104 hari setelah terakhir kali dilaporkan hilang. Lokasi penemuannya bahkan tidak berada jauh dari tempat terakhir ia tinggal.</p> <p class="wp-block-paragraph">Temuan ini memicu pertanyaan besar. Jika laporan kehilangan tidak ditutup sejak awal, apakah pencarian bisa dilakukan lebih cepat?</p> <div class="gb-container gb-container-e3543884"> <h2 class="wp-block-heading">Empat Orang Ditemukan Meninggal dalam Tiga Hari</h2> </div> <p class="wp-block-paragraph">Kasus Jang ternyata bukan satu-satunya yang mengguncang Jeju.</p> <p class="wp-block-paragraph">Empat orang yang sebelumnya dilaporkan hilang ditemukan meninggal dalam kurun waktu tiga hari. Kasus-kasus tersebut dilaporkan tidak saling berkaitan dan hingga kini tidak ada bukti bahwa seluruh kematian itu merupakan bagian dari satu rangkaian kejahatan.</p> <p class="wp-block-paragraph">Namun, waktu penemuan yang berdekatan membuat ketakutan menyebar dengan cepat.</p> <p class="wp-block-paragraph">Media sosial mulai dipenuhi berbagai spekulasi. Ada yang mempertanyakan keamanan Jeju, ada pula yang menghubungkan kasus-kasus tersebut dengan teori kriminal yang belum terbukti.</p> <p class="wp-block-paragraph">Di tengah derasnya rumor, fakta yang paling jelas justru mengarah kepada masalah lain, yaitu kegagalan sistem dalam menangani laporan orang hilang.</p> <div class="gb-container gb-container-dc78ec07"> <h2 class="wp-block-heading">Seorang Polisi Menangani Hampir 300 Kasus</h2> </div> <p class="wp-block-paragraph">Skandal semakin besar ketika terungkap bahwa petugas yang menangani kasus Jang juga diduga menutup laporan kehilangan seorang pria berusia 60-an tanpa memastikan keberadaannya secara langsung.</p> <p class="wp-block-paragraph">Pria tersebut kemudian ditemukan meninggal setelah keluarganya kembali melaporkan dirinya hilang.</p> <p class="wp-block-paragraph">Petugas itu diketahui telah menangani 298 laporan orang hilang. Seluruh laporan yang pernah ditanganinya kini menjadi bagian dari pemeriksaan ulang.</p> <p class="wp-block-paragraph">Beberapa kasus bahkan sedang ditelusuri karena diduga memiliki pola penutupan yang tidak semestinya.</p> <p class="wp-block-paragraph">Petugas tersebut akhirnya ditahan atas dugaan kelalaian dalam menjalankan tugas serta pemalsuan catatan elektronik. Dalam pemeriksaan terbaru, ia juga dilaporkan mengakui sebagian kesalahan terkait penanganan kasus Jang Mi-ran.</p> <p class="wp-block-paragraph">Skandal ini langsung memukul kepercayaan publik terhadap kepolisian.</p> <div class="gb-container gb-container-55e66a94"> <h2 class="wp-block-heading">Kasus Jeju Membuka Masalah yang Lebih Besar</h2> </div> <p class="wp-block-paragraph">Apa yang terjadi di Jeju ternyata membuka persoalan yang jauh lebih luas.</p> <p class="wp-block-paragraph">Kepolisian Korea Selatan kemudian memutuskan untuk meninjau sekitar 310.000 kasus orang hilang yang telah ditutup dalam tiga tahun terakhir. Kasus-kasus yang dianggap berpotensi ditutup tanpa prosedur yang memadai akan diperiksa kembali.</p> <p class="wp-block-paragraph">Langkah ini menunjukkan bahwa masalahnya tidak lagi terbatas pada satu pulau atau satu petugas.</p> <p class="wp-block-paragraph">Kasus orang hilang memang memiliki persoalan tersendiri di Korea Selatan, terutama ketika orang yang dilaporkan hilang merupakan orang dewasa. Tidak semua kasus secara otomatis mendapatkan prosedur pencarian intensif seperti kasus anak-anak atau kelompok rentan.</p> <p class="wp-block-paragraph">Celah inilah yang kini mendapat sorotan besar setelah tragedi di Jeju.</p> <div class="gb-container gb-container-66948231"> <h2 class="wp-block-heading">Image Jeju yang Mendadak Terasa Berbeda</h2> </div> <p class="wp-block-paragraph">Bagi banyak orang, yang membuat kasus Jeju terasa mengerikan bukan hanya kematian empat orang tersebut. </p> <p class="wp-block-paragraph">Ada pertanyaan yang menjadi tanda tanya besar. Berapa banyak orang yang sebenarnya pernah dilaporkan hilang, tetapi pencariannya berhenti terlalu cepat?</p> <p class="wp-block-paragraph">Pertanyaan itulah yang kini membuat skandal di Pulau Jeju berubah dari sekadar kasus lokal menjadi perhatian nasional Korea Selatan.</p> <p>The post <a rel="nofollow" href="https://jejakbackpacker.id/misteri-orang-hilang-di-pulau-jeju/">Misteri Orang Hilang di Pulau Jeju, Apa yang Sebenarnya Terjadi?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://jejakbackpacker.id">Jejak Backpacker</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://jejakbackpacker.id/misteri-orang-hilang-di-pulau-jeju/" rel="noopener" target="_blank">jejakbackpacker.id</a>.</em></p>
Jejak Backpacker
15 Sep
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Semburan Lava Pijar Warnai Langit Malam
<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan laporan resmi Badan Geologi, erupsi Gunung Anak Krakatau mulai terjadi pada pukul 23.07 WIB. </p> <p class="wp-block-paragraph">Hingga Sabtu dini hari pukul 04.40 WIB, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berlangsung dan suara gemuruh masih terdengar dari Pos Pengamatan Gunung Api Krakatau di Pasauran, Banten.</p> <div class="gb-container gb-container-f5ad23d4"> <h2 class="wp-block-heading">Kronologi Erupsi Gunung Anak Krakatau</h2> </div> <p class="wp-block-paragraph">Aktivitas vulkanik Anak Krakatau sebenarnya telah mengalami peningkatan sejak beberapa waktu terakhir. Gunung api yang berada di kawasan Selat Sunda ini kembali menunjukkan aktivitas erupsi pada 2 Juli 2026 setelah sebelumnya mengalami periode jeda cukup panjang.</p> <p class="wp-block-paragraph">Sejak saat itu, status aktivitas Gunung Anak Krakatau berada pada Level III atau Siaga.</p> <p class="wp-block-paragraph">Namun, aktivitas pada malam 5 September menjadi perhatian tersendiri. Badan Geologi mencatat terjadinya erupsi menerus yang menghasilkan semburan berwarna merah menyala dari kawah.</p> <p class="wp-block-paragraph">Fenomena tersebut disebut menyerupai <em>lava fountain</em> atau lava air mancur. Material pijar terlontar secara terus-menerus dan disertai aliran lava dari area kawah.</p> <p class="wp-block-paragraph">Pemandangan merah menyala di tengah gelapnya malam tentu terlihat dramatis. Meski begitu, fenomena seperti ini tetap menjadi bagian dari aktivitas vulkanik yang harus dipantau secara serius.</p> <div class="gb-container gb-container-7d3ca124"> <h2 class="wp-block-heading">Suara Gemuruh Terdengar Bersamaan dengan Erupsi</h2> </div> <p class="wp-block-paragraph">Selain semburan lava, erupsi Gunung Anak Krakatau juga disertai suara gemuruh.</p> <p class="wp-block-paragraph">Laporan mengenai dentuman dan getaran bahkan muncul dari sejumlah wilayah di Banten, Lampung, hingga Jawa Barat. Badan Geologi menduga suara dentuman yang dilaporkan masyarakat terjadi pada waktu yang bersamaan dengan aktivitas erupsi menerus Anak Krakatau.</p> <p class="wp-block-paragraph">Fenomena inilah yang nantinya akan menjadi pembahasan tersendiri. Sebab, sejumlah warga mengaku mendengar suara aneh pada malam hari, sementara sebagian lainnya merasakan getaran hingga pintu dan jendela rumah bergetar.</p> <p class="wp-block-paragraph">Hubungan antara suara tersebut dan aktivitas Anak Krakatau tentu masih membutuhkan penjelasan berdasarkan hasil pemantauan lebih lanjut.</p> <div class="gb-container gb-container-7effcd27"> <h2 class="wp-block-heading">Apakah Erupsi Anak Krakatau Berpotensi Menyebabkan Tsunami?</h2> </div> <p class="wp-block-paragraph">Pertanyaan ini mungkin langsung muncul di benak banyak orang. Nama Krakatau memang sulit dipisahkan dari sejarah bencana besar yang pernah mengguncang Selat Sunda.</p> <p class="wp-block-paragraph">Sobat Jpackers mungkin sudah mengetahui bagaimana dahsyatnya <a href="https://jejakbackpacker.id/sejarah-letusan-krakatau-1883/">letusan Krakatau tahun 1883</a>, salah satu erupsi paling mematikan dalam sejarah Indonesia yang juga memicu tsunami besar.</p> <p class="wp-block-paragraph">Kekhawatiran serupa kembali muncul setelah Anak Krakatau pernah mengalami longsoran tubuh gunung yang memicu tsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2018.</p> <p class="wp-block-paragraph">Namun, berdasarkan evaluasi terbaru Badan Geologi, pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau pasca-2018 masih relatif kecil. Kondisi tersebut dinilai tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami.</p> <p class="wp-block-paragraph">Meski demikian, perkembangan aktivitas dan perubahan morfologi gunung tetap dipantau secara intensif.</p> <div class="gb-container gb-container-8d11ab65"> <h2 class="wp-block-heading">Status Anak Krakatau Masih Level III Siaga</h2> </div> <p class="wp-block-paragraph">Hingga saat ini, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga.</p> <p class="wp-block-paragraph">Potensi bahaya utama dari aktivitas saat ini meliputi aliran lava, lontaran batu pijar, awan panas, serta kemungkinan hujan abu lebat di wilayah tertentu.</p> <p class="wp-block-paragraph">Badan Geologi merekomendasikan masyarakat, wisatawan, maupun pendaki untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.</p> <p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, masyarakat yang berada di wilayah pesisir Banten dan Lampung diminta tetap tenang serta mengikuti arahan dari BPBD dan instansi terkait.</p> <div class="gb-container gb-container-ceb63059"> <h2 class="wp-block-heading">Aktivitas Anak Krakatau Terus Dipantau</h2> </div> <p class="wp-block-paragraph">Gunung Anak Krakatau merupakan salah satu gunung api aktif yang memiliki sejarah panjang. Setiap peningkatan aktivitasnya selalu menjadi perhatian karena lokasinya berada di Selat Sunda, kawasan yang menyimpan jejak sejarah erupsi besar Krakatau.</p> <p class="wp-block-paragraph">Untuk saat ini, masyarakat diminta tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi. Perkembangan aktivitas Anak Krakatau sebaiknya dipantau melalui informasi resmi dari Badan Geologi, PVMBG, dan Magma Indonesia.</p> <p>The post <a rel="nofollow" href="https://jejakbackpacker.id/gunung-anak-krakatau-kembali-erupsi/">Gunung Anak Krakatau Erupsi, Semburan Lava Pijar Warnai Langit Malam</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://jejakbackpacker.id">Jejak Backpacker</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://jejakbackpacker.id/gunung-anak-krakatau-kembali-erupsi/" rel="noopener" target="_blank">jejakbackpacker.id</a>.</em></p>
Jejak Backpacker
15 Sep
Dentuman Misterius Tengah Malam Gegerkan Warga, Benarkah Berasal dari Erupsi Anak Krakatau?
<p class="wp-block-paragraph">Suara dentuman misterius yang terdengar di tengah malam membuat warga di sejumlah wilayah geger. Ada yang mengaku mendengar suara gemuruh, sebagian lainnya merasakan getaran hingga kaca dan pintu rumah ikut bergetar.</p> <p class="wp-block-paragraph">Fenomena tersebut terjadi di tengah meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau yang kembali mengalami erupsi. Kedekatan waktu antara dua peristiwa ini kemudian memunculkan pertanyaan, apakah dentuman misterius tersebut benar-benar berasal dari erupsi Anak Krakatau?</p> <p class="wp-block-paragraph">Jawabannya ternyata tidak sesederhana itu, sobat Jpackers.</p> <div class="gb-container gb-container-c99e85be"> <h2 class="wp-block-heading">Suara Gemuruh Terdengar Saat Anak Krakatau Erupsi</h2> </div> <p class="wp-block-paragraph">Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan pada Jumat malam. Erupsi menerus disertai semburan lava pijar dan suara gemuruh dari kawasan Selat Sunda.</p> <p class="wp-block-paragraph">Aktivitas tersebut menarik perhatian masyarakat di sejumlah wilayah sekitar. Warga di pesisir Banten, khususnya kawasan yang berhadapan langsung dengan Selat Sunda, melaporkan adanya suara gemuruh dan getaran.</p> <p class="wp-block-paragraph">Fenomena ini tentu membuat sebagian warga menghubungkannya dengan aktivitas Anak Krakatau.</p> <p class="wp-block-paragraph">Secara geografis, dugaan tersebut cukup masuk akal. Anak Krakatau berada di tengah Selat Sunda dan aktivitas vulkaniknya memang dapat menghasilkan suara letusan serta gelombang tekanan yang merambat ke wilayah sekitar.</p> <p class="wp-block-paragraph">Badan Geologi juga mencatat adanya laporan suara dentuman dan getaran dari sejumlah daerah yang waktunya berdekatan dengan erupsi menerus Anak Krakatau.</p> <p class="wp-block-paragraph">Namun, hubungan waktu yang berdekatan belum tentu berarti seluruh fenomena dentuman memiliki sumber yang sama.</p> <blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"> <p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://jejakbackpacker.id/gunung-anak-krakatau-kembali-erupsi/">Gunung Anak Krakatau Erupsi, Semburan Lava Pijar Warnai Langit Malam</a>.</p> </blockquote> <div class="gb-container gb-container-1480e409"> <h2 class="wp-block-heading">Dentuman Misterius Juga Dilaporkan di Bandung Raya</h2> </div> <p class="wp-block-paragraph">Situasi menjadi semakin menarik ketika laporan suara dentuman muncul dari Bandung Raya.</p> <p class="wp-block-paragraph">Sejumlah warga mengaku mendengar suara aneh pada tengah malam hingga dini hari. Ada pula laporan mengenai pintu dan jendela rumah yang bergetar saat dentuman terdengar.</p> <p class="wp-block-paragraph">Karena kejadian tersebut berlangsung ketika Anak Krakatau sedang mengalami aktivitas erupsi, spekulasi pun bermunculan. Banyak orang menduga suara itu merupakan dampak dari letusan gunung api yang berada di Selat Sunda.</p> <p class="wp-block-paragraph">Namun, dugaan tersebut kemudian mendapat penjelasan berbeda dari BMKG.</p> <p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan hasil pemantauan, BMKG menyatakan dentuman yang terdengar di Bandung Raya tidak berkaitan dengan aktivitas gempa bumi. Kondisi cuaca lokal juga tidak menunjukkan fenomena ekstrem yang secara langsung dapat menjelaskan sumber suara tersebut.</p> <p class="wp-block-paragraph">Dengan kata lain, sumber dentuman yang dilaporkan warga Bandung masih menjadi tanda tanya.</p> <div class="gb-container gb-container-ae35a713"> <h2 class="wp-block-heading">Apakah Dentuman Bandung Berasal dari Anak Krakatau?</h2> </div> <p class="wp-block-paragraph">Badan Geologi sebelumnya melihat adanya kemungkinan hubungan berdasarkan kesamaan waktu antara aktivitas erupsi Anak Krakatau dan laporan dentuman dari sejumlah wilayah.</p> <p class="wp-block-paragraph">Namun, untuk kasus Bandung Raya, BMKG memberikan analisis berbeda. Berdasarkan kondisi atmosfer dan arah angin saat kejadian, kemungkinan suara erupsi Anak Krakatau merambat hingga Bandung dinilai kecil.</p> <p class="wp-block-paragraph">Jarak antara Bandung dan Anak Krakatau memang cukup jauh. Perambatan suara dalam jarak ekstrem juga dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kekuatan sumber suara, lapisan atmosfer, arah angin, hingga kondisi suhu udara.</p> <p class="wp-block-paragraph">Karena itu, belum ada dasar kuat untuk menyimpulkan bahwa dentuman yang didengar warga Bandung berasal langsung dari erupsi Anak Krakatau.</p> <div class="gb-container gb-container-60dac9fc"> <h2 class="wp-block-heading">Fenomena Alam yang Terjadi Bersamaan Belum Tentu Berkaitan</h2> </div> <p class="wp-block-paragraph">Dalam kajian kebencanaan dan fenomena alam, kesamaan waktu tidak selalu berarti memiliki hubungan sebab-akibat.</p> <p class="wp-block-paragraph">Suara gemuruh yang terdengar di kawasan pesisir Banten tentu memiliki konteks berbeda dengan dentuman yang dilaporkan warga Bandung Raya.</p> <p class="wp-block-paragraph">Wilayah pesisir Selat Sunda berada relatif dekat dengan Anak Krakatau. Sementara itu, fenomena di Bandung membutuhkan analisis tersendiri berdasarkan data seismik, meteorologi, dan kondisi atmosfer saat kejadian.</p> <p>The post <a rel="nofollow" href="https://jejakbackpacker.id/dentuman-misterius-tengah-malam-gegerkan-warga/">Dentuman Misterius Tengah Malam Gegerkan Warga, Benarkah Berasal dari Erupsi Anak Krakatau?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://jejakbackpacker.id">Jejak Backpacker</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://jejakbackpacker.id/dentuman-misterius-tengah-malam-gegerkan-warga/" rel="noopener" target="_blank">jejakbackpacker.id</a>.</em></p>
Jejak Backpacker
15 Sep
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, Warga Diimbau Pakai Masker
<p class="wp-block-paragraph">Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mulai menyebar ke wilayah yang cukup luas. Tidak hanya dirasakan di sekitar Selat Sunda, material vulkanik kini terpantau mencapai sebagian Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, hingga Bengkulu.</p> <p class="wp-block-paragraph">Kondisi tersebut membuat sejumlah pemerintah daerah dan instansi terkait mengeluarkan imbauan kepada masyarakat. Salah satunya adalah penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik.</p> <p class="wp-block-paragraph">Sebelumnya, <a href="https://jejakbackpacker.id/gunung-anak-krakatau-kembali-erupsi/" data-type="post" data-id="5989">Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi</a> dengan semburan lava pijar dan suara gemuruh, dampak aktivitas vulkaniknya kini mulai dirasakan di berbagai daerah.</p> <div class="gb-container gb-container-acff7f9c"> <h2 class="wp-block-heading">BMKG Temukan Dua Klaster Sebaran Abu Vulkanik</h2> </div> <p class="wp-block-paragraph">Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus melakukan pemantauan terhadap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan analisis citra satelit pada Minggu, 6 September 2026, BMKG mengidentifikasi adanya dua klaster sebaran abu vulkanik.</p> <p class="wp-block-paragraph">Sebaran pertama terpantau dari permukaan hingga ketinggian sekitar 20.000 kaki. Abu bergerak ke sejumlah arah dan mencakup sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta perairan di sekitarnya.</p> <p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, sebaran lain yang mencapai ketinggian hingga 50.000 kaki bergerak ke arah barat daya hingga barat laut. Wilayah yang masuk dalam jalur sebaran meliputi sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, hingga Samudra Hindia.</p> <p class="wp-block-paragraph">Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak erupsi Anak Krakatau tidak hanya terkonsentrasi di sekitar gunung api. Arah dan kecepatan angin memiliki peran besar dalam menentukan ke mana material abu vulkanik bergerak.</p> <div class="gb-container gb-container-937051b7"> <h2 class="wp-block-heading">Abu Vulkanik Anak Krakatau Terdeteksi hingga Jakarta</h2> </div> <p class="wp-block-paragraph">Sebaran abu vulkanik juga telah menjadi perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.</p> <p class="wp-block-paragraph">BMKG mendeteksi adanya sebaran abu hingga sebagian wilayah Jakarta. Meski intensitasnya diperkirakan tipis dan dapat berubah mengikuti kondisi angin, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan.</p> <p class="wp-block-paragraph">Pemprov DKI Jakarta mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak panik. Namun, masyarakat diminta terus mengikuti perkembangan informasi resmi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi sebaran abu di wilayah masing-masing.</p> <p class="wp-block-paragraph">Di sejumlah wilayah Jabodetabek, laporan mengenai keberadaan partikel abu juga mulai bermunculan. Material halus dilaporkan terlihat menempel pada berbagai permukaan.</p> <p class="wp-block-paragraph">Situasi ini membuat dampak erupsi Anak Krakatau menjadi perhatian lebih luas, terutama bagi masyarakat yang sebelumnya mungkin tidak menyangka wilayah tempat tinggalnya bisa masuk jalur sebaran material vulkanik.</p> <div class="gb-container gb-container-d5602b6e"> <h2 class="wp-block-heading">Warga Diimbau Gunakan Masker Saat Beraktivitas</h2> </div> <p class="wp-block-paragraph">Salah satu imbauan yang mulai banyak disampaikan adalah penggunaan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.</p> <p class="wp-block-paragraph">Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan abu vulkanik. Penggunaan masker dengan perlindungan yang memadai, termasuk masker N95, menjadi salah satu langkah yang dianjurkan ketika masyarakat harus beraktivitas di luar rumah.</p> <p class="wp-block-paragraph">Abu vulkanik terdiri dari partikel halus yang dapat beterbangan dan berpotensi masuk ke saluran pernapasan. Karena itu, masyarakat perlu lebih berhati-hati, terutama ketika konsentrasi abu di lingkungan sekitar mulai terlihat atau terasa.</p> <p class="wp-block-paragraph">Selain memakai masker, masyarakat juga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi memungkinkan.</p> <p class="wp-block-paragraph">Bagi pengendara motor, perlindungan tambahan untuk area mata juga perlu diperhatikan. Partikel abu yang terbawa angin dapat mengganggu pandangan dan menyebabkan ketidaknyamanan saat berkendara.</p> <div class="gb-container gb-container-0570aee5"> <h2 class="wp-block-heading">Aktivitas Penerbangan Turut Terdampak</h2> </div> <p class="wp-block-paragraph">Dampak sebaran abu vulkanik juga dirasakan pada sektor transportasi udara.</p> <p class="wp-block-paragraph">BMKG mencatat sejumlah bandara mengalami penyesuaian operasional menyusul perkembangan sebaran abu vulkanik. Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, dan Budiarto termasuk dalam bandara yang operasionalnya terdampak pada waktu berbeda berdasarkan pemberitahuan penerbangan atau NOTAM.</p> <p class="wp-block-paragraph">Abu vulkanik memang menjadi salah satu faktor yang sangat diperhatikan dalam keselamatan penerbangan. Sebaran material di atmosfer dapat memengaruhi jalur penerbangan dan membuat maskapai maupun otoritas bandara harus melakukan penyesuaian.</p> <div class="gb-container gb-container-7a5c30a0"> <h2 class="wp-block-heading">Tetap Tenang, Pantau Informasi Resmi</h2> </div> <p class="wp-block-paragraph">Status Gunung Anak Krakatau sendiri masih berada pada Level III atau Siaga. Aktivitas gunung api tersebut terus dipantau oleh PVMBG dan Badan Geologi, sementara BMKG melakukan pemantauan terhadap dampaknya di atmosfer dan wilayah sekitar.</p> <p class="wp-block-paragraph">Bagi masyarakat yang berada di daerah terdampak, langkah sederhana seperti memakai masker, membatasi aktivitas luar ruangan, dan memantau informasi resmi menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko paparan.</p> <p class="wp-block-paragraph"><strong>Ikuti perkembangan dari sumber resmi seperti PVMBG, BMKG, BNPB, dan pemerintah daerah setempat karena arah sebaran abu vulkanik dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer.</strong></p> <p>The post <a rel="nofollow" href="https://jejakbackpacker.id/sebaran-abu-vulkanik-anak-krakatau/">Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, Warga Diimbau Pakai Masker</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://jejakbackpacker.id">Jejak Backpacker</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://jejakbackpacker.id/sebaran-abu-vulkanik-anak-krakatau/" rel="noopener" target="_blank">jejakbackpacker.id</a>.</em></p>
Jejak Backpacker
15 Sep

Jejak Backpacker Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores
<p class="wp-block-paragraph">Bencana gempa yang melanda wilayah Flores beberapa waktu lalu meninggalkan duka bagi masyarakat yang terdampak. Di tengah situasi tersebut, kebutuhan bantuan terus dibutuhkan untuk membantu warga menjalani masa-masa sulit pascabencana.</p> <p class="wp-block-paragraph">Sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban, Jejak Backpacker sebelumnya membuka penggalangan dana yang ditujukan untuk membantu masyarakat terdampak gempa di Flores. Donasi dari sobat Jpackers dan masyarakat yang ikut berpartisipasi kemudian dikumpulkan melalui rekening resmi PT Jejak Kreator Indonesia.</p> <p class="wp-block-paragraph">Kini, bantuan tersebut telah disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui komunitas sosial Icikiwir Berbagi, yang terlibat langsung sebagai relawan di lokasi terdampak bencana.</p> <div class="gb-container gb-container-9e6b52ca"> <h2 class="wp-block-heading">Bantuan Disalurkan untuk Kebutuhan Warga</h2> </div> <p class="wp-block-paragraph">Penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat di lokasi bencana. Dana yang terkumpul digunakan untuk menyediakan sejumlah kebutuhan penting bagi warga terdampak.</p> <p class="wp-block-paragraph">Bantuan yang telah disalurkan meliputi logistik berupa makanan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Selain itu, sebagian bantuan juga digunakan untuk pembelian toren air dan lampu panel surya.</p> <div class="wp-block-image"> <figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="800" height="450" src="https://jejakbackpacker.id/wp-content/uploads/2026/09/Penyerahan-bantuan-toren-air-untuk-korban-bencana-gempa-di-Flores-NTT.webp" alt="Penyerahan bantuan toren air untuk korban bencana gempa di Flores, NTT" class="wp-image-6004" srcset="https://jejakbackpacker.id/wp-content/uploads/2026/09/Penyerahan-bantuan-toren-air-untuk-korban-bencana-gempa-di-Flores-NTT.webp 800w, https://jejakbackpacker.id/wp-content/uploads/2026/09/Penyerahan-bantuan-toren-air-untuk-korban-bencana-gempa-di-Flores-NTT-300x169.webp 300w, https://jejakbackpacker.id/wp-content/uploads/2026/09/Penyerahan-bantuan-toren-air-untuk-korban-bencana-gempa-di-Flores-NTT-768x432.webp 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption class="wp-element-caption">Penyerahan bantuan toren air untuk korban bencana gempa di Flores, NTT</figcaption></figure> </div> <p class="wp-block-paragraph"></p> <p class="wp-block-paragraph">Ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan penting dalam situasi pascabencana. Kehadiran toren air diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga di tengah kondisi fasilitas yang mungkin belum sepenuhnya pulih.</p> <p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, lampu panel surya juga menjadi bantuan yang dibutuhkan untuk memberikan penerangan, terutama di lokasi yang mengalami keterbatasan akses listrik.</p> <p class="wp-block-paragraph">Bantuan tersebut disalurkan melalui Icikiwir Berbagi agar dapat langsung menjangkau masyarakat di lokasi terdampak. Komunitas sosial ini diketahui sedang menjalankan kegiatan kerelawanan dan membantu penanganan kebutuhan warga di wilayah bencana.</p> <div class="gb-container gb-container-00b58cf9"> <h2 class="wp-block-heading">Bentuk Kepedulian dari Sobat Jpackers</h2> </div> <p class="wp-block-paragraph">Penggalangan dana ini tidak akan berjalan tanpa dukungan dari banyak pihak. Setiap donasi yang diberikan menjadi bentuk kepedulian bagi masyarakat Flores yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana.</p> <p class="wp-block-paragraph">Jejak Backpacker mengucapkan terima kasih kepada seluruh sobat Jpackers dan masyarakat yang telah ikut berpartisipasi dalam penggalangan dana ini.</p> <p class="wp-block-paragraph">Bantuan yang diberikan mungkin tidak dapat menghapus seluruh dampak dari bencana yang terjadi. Namun, dukungan kecil yang dilakukan bersama-sama dapat memberikan manfaat nyata bagi mereka yang sedang membutuhkan.</p> <p class="wp-block-paragraph">Semangat gotong royong seperti inilah yang selalu menjadi kekuatan ketika masyarakat Indonesia menghadapi situasi bencana.</p> <div class="wp-block-image"> <figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="700" height="525" src="https://jejakbackpacker.id/wp-content/uploads/2026/09/Proses-instalasi-lampu-panel-surya-untuk-korban-bencana-hasil-donasi-sobat-Jpackers.webp" alt="Proses instalasi lampu panel surya untuk korban bencana hasil donasi sobat Jpackers" class="wp-image-6007" srcset="https://jejakbackpacker.id/wp-content/uploads/2026/09/Proses-instalasi-lampu-panel-surya-untuk-korban-bencana-hasil-donasi-sobat-Jpackers.webp 700w, https://jejakbackpacker.id/wp-content/uploads/2026/09/Proses-instalasi-lampu-panel-surya-untuk-korban-bencana-hasil-donasi-sobat-Jpackers-300x225.webp 300w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption class="wp-element-caption">Proses instalasi lampu panel surya untuk korban bencana hasil donasi sobat Jpackers</figcaption></figure> </div> <p class="wp-block-paragraph"></p> <p class="wp-block-paragraph">Jejak Backpacker juga mengapresiasi komunitas sosial Icikiwir Berbagi dan seluruh relawan yang telah terjun langsung ke lokasi untuk membantu proses penyaluran bantuan.</p> <p class="wp-block-paragraph">Terima kasih sebesar-besarnya untuk semua pihak yang telah terlibat, mulai dari para donatur hingga relawan yang bekerja di lapangan.</p> <p class="wp-block-paragraph">Semoga bantuan yang telah disalurkan dapat memberikan manfaat dan membantu meringankan kebutuhan masyarakat yang terdampak gempa di Flores.</p> <p class="wp-block-paragraph"><strong>Dari kita yang mungkin berada jauh dari lokasi bencana, kepedulian tetap bisa sampai kepada mereka yang sedang membutuhkan. Terima kasih, sobat Jpackers, karena sudah ikut mengambil bagian dalam aksi kebaikan ini.</strong></p> <p>The post <a rel="nofollow" href="https://jejakbackpacker.id/jejak-backpacker-salurkan-bantuan-untuk-korban-gempa-flores/">Jejak Backpacker Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://jejakbackpacker.id">Jejak Backpacker</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://jejakbackpacker.id/jejak-backpacker-salurkan-bantuan-untuk-korban-gempa-flores/" rel="noopener" target="_blank">jejakbackpacker.id</a>.</em></p>
Jejak Backpacker
15 Sep
Fenomena Cantik, Bulan Sabit dan Venus Bersanding di Langit
<p class="wp-block-paragraph">Kalau tadi malam kamu sempat melihat langit barat pada Senin, 14 September 2026, ada pemandangan cantik yang cukup menarik perhatian. Bulan sabit dan Venus tampak bersanding di langit, menciptakan siluet yang sekilas mirip dengan simbol bulan dan bintang yang sudah sangat familiar bagi banyak orang.</p> <p class="wp-block-paragraph">Fenomena tersebut sebenarnya punya penjelasan astronomi yang menarik. Di sejumlah wilayah Indonesia, pertemuan Bulan dan Venus bahkan berlanjut menjadi okultasi, ketika Venus perlahan tertutup oleh piringan Bulan.</p> <div class="gb-container gb-container-2e02ee02"> <h2 class="wp-block-heading">Bulan Sabit dan Venus Terlihat Berdekatan</h2> </div> <p class="wp-block-paragraph">Pada 14 September 2026, Bulan melintas di depan Venus jika dilihat dari posisi tertentu di Bumi. Peristiwa ini disebut okultasi Venus oleh Bulan.</p> <p class="wp-block-paragraph">Observatorium Bosscha menjelaskan, okultasi terjadi ketika Bulan berada di antara Bumi dan Venus sehingga planet tersebut untuk sementara tertutup oleh piringan Bulan. Fenomena ini dapat diamati dari sebagian wilayah Sumatra, Jawa bagian barat, serta sebagian kecil Kalimantan Barat.</p> <p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, masyarakat di wilayah Indonesia lainnya hanya melihat Bulan dan Venus tampak sangat berdekatan. Kondisi tersebut disebut konjungsi secara visual, karena kedua benda langit terlihat berada pada arah yang hampir sama dari sudut pandang pengamat di Bumi.</p> <p class="wp-block-paragraph">Fenomena ini berlangsung di langit barat tidak lama setelah Matahari terbenam. Waktu pengamatan berbeda menurut lokasi, dengan rentang umum sekitar pukul 19.30 hingga 20.43 WIB.</p> <div class="gb-container gb-container-553605e3"> <h2 class="wp-block-heading">Kenapa Venus Terlihat Seperti Bintang?</h2> </div> <p class="wp-block-paragraph">Kalau melihatnya sekilas, Venus memang gampang disangka sebagai bintang. Planet ini dikenal dengan sebutan Bintang Kejora karena cahayanya terlihat sangat terang dari Bumi.</p> <p class="wp-block-paragraph">Padahal, Venus bukan bintang. Cahaya terang yang kita lihat berasal dari pantulan sinar Matahari oleh atmosfer dan permukaan Venus.</p> <p class="wp-block-paragraph">Jarak Venus yang sangat jauh dari Bumi juga membuat ukuran tampaknya di langit jauh lebih kecil dibandingkan Bulan. Akibatnya, ketika keduanya terlihat berdekatan, Venus tampak seperti titik cahaya terang yang berada di samping Bulan sabit.</p> <p class="wp-block-paragraph">Dalam fenomena 14 September kemarin, pemandangannya menjadi semakin menarik karena Venus ikut berada dalam fase sabit. Jadi, secara visual terdapat dua benda langit berbentuk sabit yang berdampingan, meskipun ukurannya terlihat sangat berbeda.</p> <div class="gb-container gb-container-9444c709"> <h2 class="wp-block-heading">Pemandangannya Mirip Simbol Bulan dan Bintang</h2> </div> <p class="wp-block-paragraph">Ketika melihat Bulan sabit dengan titik cahaya terang di sampingnya, bentuk tersebut memang mengingatkan kita pada simbol bulan dan bintang yang sangat lekat dengan berbagai budaya di dunia Muslim.</p> <p class="wp-block-paragraph">Bulan sabit sendiri sudah digunakan dalam berbagai konteks budaya jauh sebelum menjadi simbol yang identik dengan sejumlah masyarakat dan negara Muslim. </p> <p class="wp-block-paragraph">Metropolitan Museum of Art mencatat bahwa simbol hilal telah digunakan di dunia Islam sejak sekitar abad ke-7 dan kemudian menjadi motif yang berulang dalam konteks keagamaan maupun sekuler.</p> <p class="wp-block-paragraph">Penggunaan simbol bulan sabit dan bintang juga kemudian sangat terlihat dalam budaya Ottoman. Motif tersebut muncul pada berbagai benda dan pakaian dari periode Ottoman.</p> <div class="gb-container gb-container-e7c96c34"> <h2 class="wp-block-heading">Zaman Dulu, Fenomena Langit Sering Dianggap sebagai Pertanda</h2> </div> <p class="wp-block-paragraph">Menariknya lagi, manusia sejak zaman dahulu memang sering memberikan makna khusus terhadap fenomena langit.</p> <p class="wp-block-paragraph">Masyarakat Mesopotamia kuno, misalnya, memiliki tradisi mengamati pergerakan benda-benda langit dan menghubungkannya dengan berbagai pertanda. Venus termasuk benda langit yang mendapat perhatian besar. Catatan kuno bahkan memuat tafsir berbeda ketika Venus berada pada posisi tertentu terhadap Bulan.</p> <p class="wp-block-paragraph">Bagi mereka, langit seperti sebuah buku besar yang bisa dibaca untuk mencari pertanda mengenai kehidupan, kerajaan, cuaca, hingga nasib seseorang.</p> <p class="wp-block-paragraph">Hari ini kita memahami fenomena tersebut dengan cara berbeda. Posisi Bulan dan Venus dapat dihitung menggunakan ilmu astronomi, sehingga kemunculan keduanya tidak perlu dikaitkan dengan pertanda tertentu.</p> <p class="wp-block-paragraph">Meski begitu, kepercayaan masa lalu tetap menarik untuk dipelajari karena menunjukkan bagaimana manusia sejak ribuan tahun lalu sudah memperhatikan langit dengan penuh rasa ingin tahu.</p> <p>The post <a rel="nofollow" href="https://jejakbackpacker.id/konjungsi-bulan-sabit-dan-venus/">Fenomena Cantik, Bulan Sabit dan Venus Bersanding di Langit</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://jejakbackpacker.id">Jejak Backpacker</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://jejakbackpacker.id/konjungsi-bulan-sabit-dan-venus/" rel="noopener" target="_blank">jejakbackpacker.id</a>.</em></p>
Jejak Backpacker
15 Sep

Imbal hasil obligasi 10 tahun Kanada naik di tengah tekanan inflasi dan harga minyak
<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://id.investing.com/news/stock-market-news/imbal-hasil-obligasi-10-tahun-kanada-naik-di-tengah-tekanan-inflasi-dan-harga-minyak-3070430" rel="noopener" target="_blank">id.investing.com</a>.</em></p>
Investing.com
15 Sep
Pemimpin AI angkat kekhawatiran keamanan; pembicaraan Hormuz ditunda
<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://id.investing.com/news/economy-news/pemimpin-ai-soroti-kekhawatiran-keamanan-pembicaraan-hormuz-ditunda-3069410" rel="noopener" target="_blank">id.investing.com</a>.</em></p>
Investing.com
15 Sep

Pipa minyak Saudi tetap offline selama beberapa minggu usai serangan
<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://id.investing.com/news/economy-news/pipa-minyak-saudi-tetap-offline-selama-beberapa-minggu-usai-serangan-3069860" rel="noopener" target="_blank">id.investing.com</a>.</em></p>
Investing.com
15 Sep

Futures TSX menunjuk lebih rendah di tengah seruan perlambatan AI dan meredupnya harapan diplomasi Timur Tengah
<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://id.investing.com/news/stock-market-news/futures-tsx-menunjuk-lebih-rendah-di-tengah-seruan-perlambatan-ai-dan-meredupnya-harapan-diplomasi-timur-tengah-3069718" rel="noopener" target="_blank">id.investing.com</a>.</em></p>
Investing.com
15 Sep

Gambaran inflasi Kanada makin rumit â ini pandangan para analis
<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://id.investing.com/news/economy-news/gambaran-inflasi-kanada-makin-rumit--ini-pandangan-para-analis-3070428" rel="noopener" target="_blank">id.investing.com</a>.</em></p>
Investing.com
15 Sep

Trump panggil CEO Nvidia ke panggung untuk menolak regulasi AI
<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://id.investing.com/news/stock-market-news/trump-panggil-ceo-nvidia-ke-panggung-untuk-menolak-regulasi-ai-3070369" rel="noopener" target="_blank">id.investing.com</a>.</em></p>
Investing.com
15 Sep

Futures saham AS datar saat pasar mencerna perlambatan AI dan antisipasi The Fed
<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://id.investing.com/news/stock-market-news/futures-saham-as-datar-saat-pasar-mencerna-perlambatan-ai-dan-antisipasi-the-fed-3070467" rel="noopener" target="_blank">id.investing.com</a>.</em></p>
Investing.com
15 Sep

5 gerakan analis AI terbesar: JPMorgan upgrade Meta, sebut KLA sebagai saham peralatan chip teratas
<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://id.investing.com/news/stock-market-news/5-gerakan-analis-ai-terbesar-jpmorgan-upgrade-meta-sebut-kla-sebagai-saham-peralatan-chip-teratas-3069249" rel="noopener" target="_blank">id.investing.com</a>.</em></p>
Investing.com
15 Sep

Trump: AS Memimpin Perlombaan AI Melawan China
<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://id.investing.com/news/technology-news/trump-as-memimpin-perlombaan-ai-melawan-china-3069280" rel="noopener" target="_blank">id.investing.com</a>.</em></p>
Investing.com
15 Sep

Emas melemah karena inflasi kuat perkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Fed
<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://id.investing.com/news/commodities-news/emas-melemah-saat-inflasi-as-memicu-ekspektasi-kenaikan-suku-bunga-fed-3069304" rel="noopener" target="_blank">id.investing.com</a>.</em></p>
Investing.com
15 Sep

Kemlu RI: 525 WNI Terlibat Kasus 'Online Scam' di Myawaddy
Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan, 525 warga negara Indonesia (WNI) terlibat dalam kasus penipuan daring (online scam) di Myanmar.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.voaindonesia.com/a/kemlu-ri-525-wni-terlibat-kasus-online-scam-di-myawaddy/8001524.html" rel="noopener" target="_blank">www.voaindonesia.com</a>.</em></p>
www.voaindonesia.com
15 Sep

VOA This Morning: Ragam Reaksi Anggota Kongres AS terhadap Pidato Trump; Indonesia Alami Deflasi Tahunan Lagi Setelah 25 tahun
Para anggota Kongres AS menunjukkan reaksi beragam terhadap pidato pertama Presiden AS Donald Trump pada masa jabatan keduanya itu. Sementara itu, Indonesia kembali menghadapi deflasi tahunannya sejak tahun 2000.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.voaindonesia.com/a/voa-this-morning-ragam-reaksi-anggota-kongres-as-terhadap-pidato-trump-indonesia-alami-deflasi-tahunan-lagi-setelah-25-tahun-/8001709.html" rel="noopener" target="_blank">www.voaindonesia.com</a>.</em></p>
www.voaindonesia.com
15 Sep

Bantuan Amerika Dibekukan, PBB Pangkas Dana untuk Pengungsi Rohingya di Indonesia
Ribuan orang Rohingya terjebak di Indonesia tanpa kepastian hukum, sementara banyak negara enggan menerima para pengungsi tersebut secara permanen.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.voaindonesia.com/a/bantuan-amerika-dibekukan-pbb-pangkas-dana-untuk-pengungsi-rohingya-di-indonesia/8004103.html" rel="noopener" target="_blank">www.voaindonesia.com</a>.</em></p>
www.voaindonesia.com
15 Sep

Walau Dapat Sertifikat TKDN, Iphone 16 Belum Bisa Dijual di Indonesia
Setelah melewati negosiasi yang alot, akhirnya iPhone 16 mengantongi sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Namun, masih banyak langkah yang harus diambil untuk menjualnya di Indonesia.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.voaindonesia.com/a/walau-dapat-sertifikat-tkdn-iphone-16-belum-bisa-dijual-di-indonesia/8004304.html" rel="noopener" target="_blank">www.voaindonesia.com</a>.</em></p>
www.voaindonesia.com
15 Sep

Berpotensi Kembalikan Dwifungsi TNI, Koalisi Masyarakat Sipil Tolak Pembahasan Revisi UU TNI
Sejumlah organisasi hak asasi manusia yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Untuk Reformasi Sektor Keamanan menolak pembahasan revisi UU No.34 Tahun 2004 tentang TNI karena menilai hal ini akan merusak demokrasi.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.voaindonesia.com/a/akan-kembalikan-dwifungsi-tni-koalisi-masyarakat-sipil-tolak-pembahasan-revisi-uu-tni/8004471.html" rel="noopener" target="_blank">www.voaindonesia.com</a>.</em></p>
www.voaindonesia.com
15 Sep

VOA This Morning: Trump Bentuk Cadangan Bitcoin Strategis; Indonesia Rilis Izin TKDN iPhone-16
Presiden AS Donald Trump pekan lalu mengundang para pemimpin mata uang kripto untuk menggagas rencana pembentukan cadangan strategis bitcoin. Sementara di Indonesia, setelah negosiasi yang alot, iPhone-16 akhirnya kantongi sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Apakah sudah dapat dijual?<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.voaindonesia.com/a/voa-this-morning-trump-bentuk-cadangan-bitcoin-strategis-indonesia-rilis-izin-tkdn-iphone-16/8004540.html" rel="noopener" target="_blank">www.voaindonesia.com</a>.</em></p>
www.voaindonesia.com
15 Sep

#KaburAjaDulu: Viral di Tengah Kemarahan Masyarakat soal Kualitas Hidup
Kekecewaan terhadap kualitas hidup di Tanah Air, yang dihuni 280 juta penduduk dan dilanda korupsi serta nepotisme, memicu gelombang protes mahasiswa dan membuat banyak orang ingin "kabur aja dulu."<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.voaindonesia.com/a/kaburajadulu-viral-di-tengah-kemarahan-masyarakat-soal-kualitas-hidup/8005045.html" rel="noopener" target="_blank">www.voaindonesia.com</a>.</em></p>
www.voaindonesia.com
15 Sep

Pemerintah Berencana Naikkan Royalti Tambang
Pemerintah mengusulkan tarif royalti untuk bijih nikel sebesar 14 persen hingga 19 persen, bergantung pada tingkat harga acuan, dibandingkan dengan tarif tetap 10 persen yang berlaku saat ini.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.voaindonesia.com/a/pemerintah-berencana-naikkan-royalti-tambang/8004935.html" rel="noopener" target="_blank">www.voaindonesia.com</a>.</em></p>
www.voaindonesia.com
15 Sep

Prabowo Minta Nasihat Miliarder Amerika Serikat Terkait Danantara
Presiden Prabowo RI Subianto melangsungkan pertemuan dengan miliarder asal Amerika Serikat Raymond Thomas Dalio alias Ray Dalio untuk berdiskusi tentang banyak hal termasuk terkait pembentukan Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia yang baru saja diluncurkan yakni Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Lantas nasihat apa yang diberikan Ray kepada Prabowo? JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyatakan beberapa alasan penting mengapa ia membutuhkan nasihat kritis dari Ray Dalio...<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.voaindonesia.com/a/prabowo-minta-nasihat-miliarder-amerika-serikat-terkait-danantara/8005430.html" rel="noopener" target="_blank">www.voaindonesia.com</a>.</em></p>
www.voaindonesia.com
15 Sep

VOA This Morning: Israel Kirim Delegasi ke Doha untuk Bahas Gaza, Utusan AS Temui Hamas; Prabowo Minta Nasihat Miliarder AS soal Danantara
Israel telah terima undangan untuk kirimkan delegasi ke Doha, Qatar, guna ikuti pembicaraan gencatan senjata di Gaza, sementara juru runding AS temui Hamas. Sementara di Indonesia, Presiden Prabowo Subianto melangsungkan pertemuan dengan miliarder AS dan meminta nasihat soal pembentukan Danantara.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.voaindonesia.com/a/voa-this-morning-israel-kirim-delegasi-ke-doha-untuk-bahas-gaza-utusan-as-temui-hamas-prabowo-minta-nasihat-miliarder-as-soal-danantara/8005937.html" rel="noopener" target="_blank">www.voaindonesia.com</a>.</em></p>
www.voaindonesia.com
15 Sep

Badan Migrasi PBB: Bantuan untuk Rohingya di Indonesia Dipulihkan
JAKARTA (Reuters) â Kepala misi badan migrasi PBB (IOM) di Indonesia, Jeff Labovitz, mengatakan kepada Reuters pada Selasa (11/3) bahwa pihaknya memutuskan untuk kembali melanjutkan bantuan kemanusiaan bagi pengungsi Rohingya di Tanah Air. Keputusan tersebut diambil setelah Reuters melaporkan pada pekan lalu bahwa IOM terpaksa memangkas bantuan bagi lebih dari 900 pengungsi Rohingya akibat pemangkasan dana besar oleh donor utamanya, Amerika Serikat. Jeff memastikan bahwa layanan bagi...<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.voaindonesia.com/a/badan-migrasi-pbb-bantuan-untuk-rohingya-di-indonesia-dipulihkan/8006360.html" rel="noopener" target="_blank">www.voaindonesia.com</a>.</em></p>
www.voaindonesia.com
15 Sep

Indonesia-Vietnam Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Pertahanan dan Keamanan
Pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Vietnam (PKV) TĂŽ LĂąm di Istana Merdeka, Jakarta,Senin (10/3) menghasilkan sejumlah kerja sama strategis khususnya di bidang pertahanan.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.voaindonesia.com/a/indonesia-vietnam-sepakat-tingkatkan-kerja-sama-pertahanan-dan-keamanan/8006863.html" rel="noopener" target="_blank">www.voaindonesia.com</a>.</em></p>
www.voaindonesia.com
15 Sep

Publik Harus Tolak Penggunaan Danantara untuk Hilirisasi Batu Bara
Pengamat menyatakan publik harus bersuara untuk mencegah Danantara mendanai hilirisasi batu bara karena langkah tersebut tidak tepat.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.voaindonesia.com/a/publik-harus-tolak-penggunaan-danantara-untuk-hilirisasi-batu-bara/8007045.html" rel="noopener" target="_blank">www.voaindonesia.com</a>.</em></p>
www.voaindonesia.com
15 Sep

Kebijakan Perdagangan Amerika Serikat Bayangi Pergerakan IHSG dan Rupiah
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh sentimen eksternal, terutama arah kebijakan perdagangan Amerika Serikat. Apa yang harus dipersiapkan pemerintah Indonesia untuk mengantisipasinya?<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.voaindonesia.com/a/kebijakan-perdagangan-amerika-serikat-bayangi-pergerakan-ihsg-dan-rupiah/8008528.html" rel="noopener" target="_blank">www.voaindonesia.com</a>.</em></p>
www.voaindonesia.com
15 Sep

VOA This Morning: Ekonomi AS Bergejolak Hadapi Ketidakpastian Tarif; Kebijakan Dagang AS Bayangi Pergerakan IHSG dan Rupiah
Pembicaraan seputar tarif, ditambah ketakutan akan inflasi, membuat pasar saham AS jatuh pada Senin dan Selasa. Sementara itu, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh sentimen eksternal, terutama arah kebijakan perdagangan AS.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.voaindonesia.com/a/voa-this-morning-ekonomi-as-bergejolak-hadapi-ketidakpastian-tarif-kebijakan-dagang-as-bayangi-pergerakan-ihsg-dan-rupiah/8008720.html" rel="noopener" target="_blank">www.voaindonesia.com</a>.</em></p>
www.voaindonesia.com
15 Sep

Menhan: Akan Ada 15 Institusi yang Bisa Ditempati Prajurit TNI Aktif
Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI sepakat merevisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Pembahasan antara lain terkait dengan perluasan jabatan sipil bagi prajurit TNI, yang semula hanya di 10 kementerian atau lembaga kemudian menjadi 15 kementerian/lembaga.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.voaindonesia.com/a/menhan-akan-ada-15-institusi-yang-bisa-ditempati-prajurit-tni-aktif/8009045.html" rel="noopener" target="_blank">www.voaindonesia.com</a>.</em></p>
www.voaindonesia.com
15 Sep

Menhan: Akan Ada 15 Institusi yang Bisa Ditempati Prajurit TNI Aktif
Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI sepakat merevisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Pembahasan antara lain terkait dengan perluasan jabatan sipil bagi prajurit TNI, yang semula hanya di 10 kementerian atau lembaga kemudian menjadi 15 kementerian/lembaga.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.voaindonesia.com/a/menhan-akan-ada-15-institusi-yang-bisa-ditempati-prajurit-tni-aktif/8009134.html" rel="noopener" target="_blank">www.voaindonesia.com</a>.</em></p>
www.voaindonesia.com
15 Sep

Masih Awal Tahun, APBN Sudah Defisit Rp31,2 Triliun
Kementerian Keuangan melaporkan defisit Anggaran, Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang baru berjalan dua bulan. Ekonom memprediksi defisit akan semakin melebar.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.voaindonesia.com/a/masih-awal-tahun-apbn-sudah-defisit-rp31-2-triliun/8009687.html" rel="noopener" target="_blank">www.voaindonesia.com</a>.</em></p>
www.voaindonesia.com
15 Sep

VOA This Morning: Trump Sebut Rusia Beri Sinyal Positif atas Usulan Gencatan Senjata AS; APBN Defisit Rp31,2 Triliun di Awal Tahun
Presiden AS Donald Trump sebut Rusia berikan "sinyal positif" atas usulan gencatan senjata 30 hari di Ukraina dari AS. Sementara itu, Kementerian Keuangan melaporkan defisit APBN 2025 sebesar Rp31,2 triliun meski baru berjalan dua bulan.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.voaindonesia.com/a/voa-this-morning-trump-sebut-rusia-beri-sinyal-positif-atas-usulan-gencatan-senjata-as-apbn-defisit-rp31-2-triliun-di-awal-tahun/8010074.html" rel="noopener" target="_blank">www.voaindonesia.com</a>.</em></p>
www.voaindonesia.com
15 Sep

Oracle Lirik Batam Jadi Pusat Data
Pada awal Oktober, Oracle mengumumkan rencananya untuk menginvestasikan lebih dari $6,5 miliar dalam pembangunan wilayah cloud publik pertama di Malaysia.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.voaindonesia.com/a/oracle-lirik-batam-jadi-pusat-data/8011548.html" rel="noopener" target="_blank">www.voaindonesia.com</a>.</em></p>
www.voaindonesia.com
15 Sep

Ratusan orang jadi tersangka kasus karhutla â Bisakah diusut tuntas tanpa dalami keterlibatan korporasi?
Presiden Prabowo meminta Polri mengusut perusahaan yang sengaja membakar lahan dan hutan. Apakah akan ada korporasi yang dibawa ke meja hijau?<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.bbc.com/indonesia/articles/c4g5e5rlgx3o?at_medium=RSS&at_campaign=rss" rel="noopener" target="_blank">BBCI</a>.</em></p>
BBCI
15 Sep

Misteri lima bayi orang utan di hutan India, korban perdagangan satwa dari Indonesia atau Malaysia?
Lima bayi orang utan telah ditemukan di sebuah hutan di Negara Bagian Odisha, India, jauh dari habitat alaminya di Indonesia dan Malaysia. Kejadian ini memicu penyelidikan tentang bagaimana mereka bisa berada di sana.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.bbc.com/indonesia/articles/cx2z39957z9o?at_medium=RSS&at_campaign=rss" rel="noopener" target="_blank">BBCI</a>.</em></p>
BBCI
15 Sep

Trump tawarkan Rp88 juta kepada setiap warga dewasa AS jika Partai Republik menang pemilu
Para analis mempertanyakan apakah tawaran presiden AS di tahun pemilihan ini dapat dilaksanakan, legal, atau terjangkau.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.bbc.com/indonesia/articles/cy7zppr2mgro?at_medium=RSS&at_campaign=rss" rel="noopener" target="_blank">BBCI</a>.</em></p>
BBCI
15 Sep

Utang Whoosh kini di tangan negara, apa risikonya bagi publik?
Pembiayaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), yang terkenal dengan Whoosh, memasuki babak baru. Danantara disebut menyerahkan proses pembayaran utang kepada Kementerian Keuangan. Sejumlah ekonom maupun pengamat mengatakan megaproyek ini makin bikin pemerintah kelimpungan.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.bbc.com/indonesia/articles/c70l84en7x0o?at_medium=RSS&at_campaign=rss" rel="noopener" target="_blank">BBCI</a>.</em></p>
BBCI
15 Sep

'Saya tak pernah berhenti memikirkannya' â 25 tahun setelah 9/11, keluarga korban masih menunggu keadilan
Menjelang peringatan 25 tahun serangan 11 September, penantian agar sosok yang dituduh sebagai dalang di balik tragedi itu diadili masih terus berlanjut.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.bbc.com/indonesia/articles/cd68nle86nzo?at_medium=RSS&at_campaign=rss" rel="noopener" target="_blank">BBCI</a>.</em></p>
BBCI
15 Sep

Korban dugaan keracunan MBG di Karo susah bicara dan alami gangguan ingatan â 'Aku lelah sakit mama, aku mau sekolah'
Keracunan makanan dapat memengaruhi kondisi kesehatan seseorang, seperti yang diduga dialami Febi Yona. Hingga kini, dia susah bicara dan mengalami gangguan ingatan. Apakah korban keracunan MBG bisa melayangkan gugatan hukum ke negara atas derita yang mereka alami?<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.bbc.com/indonesia/articles/c783mn0npmxo?at_medium=RSS&at_campaign=rss" rel="noopener" target="_blank">BBCI</a>.</em></p>
BBCI
15 Sep

Kepala ilmuwan OpenAI peringatkan tidak ada yang siap hadapi konsekuensi AI
Unggahan ini muncul bersamaan dengan peluncuran GPT-6 Astra oleh perusahaan tersebut, yang menurut mereka merupakan produk terkuat mereka hingga saat ini.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.bbc.com/indonesia/articles/cn8m419py0eo?at_medium=RSS&at_campaign=rss" rel="noopener" target="_blank">BBCI</a>.</em></p>
BBCI
15 Sep

Lebih dari 3.000 orang, sebagian besar anak-anak, diduga keracunan MBG di awal September
Lebih dari 2.000 orangâsebagian besar anak-anakâdiduga keracunan setelah menyantap menu MBG (Makan Bergizi Gratis) sejak Selasa (01/09) hingga Selasa (08/09).<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.bbc.com/indonesia/articles/c4gj7pjyy4no?at_medium=RSS&at_campaign=rss" rel="noopener" target="_blank">BBCI</a>.</em></p>
BBCI
15 Sep

Pasangan Anda tidur 'ngorok'? Hati-hati dampaknya bagi kesehatan Anda
Tidur di samping seseorang yang mendengkur bisa berdampak negatif pada kesehatan Anda, kata para ahli kepada BBC.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.bbc.com/indonesia/articles/cn07xyzxn5ko?at_medium=RSS&at_campaign=rss" rel="noopener" target="_blank">BBCI</a>.</em></p>
BBCI
15 Sep

iPhone Duo, ponsel lipat termahal keluaran Apple disebut sebagai pertaruhan besar â Apakah akan sampai di Indonesia?
iPhone Duo menjadi tanda perubahan desain besar pertama pada produk Apple dalam kurun waktu hampir 20 tahun.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.bbc.com/indonesia/articles/cr50qj0me6vo?at_medium=RSS&at_campaign=rss" rel="noopener" target="_blank">BBCI</a>.</em></p>
BBCI
15 Sep

25 tahun setelah 9/11, apa yang berubah dalam dunia intelijen dan keamanan?
25 tahun kemudian, serangan tersebut telah membentuk arah kebijakan luar negeri, keamanan, dan intelijen selama satu generasi, tulis koresponden keamanan BBC.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.bbc.com/indonesia/articles/cx2zr109rw4o?at_medium=RSS&at_campaign=rss" rel="noopener" target="_blank">BBCI</a>.</em></p>
BBCI
15 Sep

'Meracuni anak, merusak sistem pendidikan' â Gelombang baru penolakan MBG dari wali murid dan guru
Gelombang penolakan terhadap Makan Bergizi Gratis (MBG) dari wali murid dan guru makin marak setelah rentetan kasus keracunan. Ada yang buka suara secara terang-terangan, melaporkan secara anonimitas atau lewat rekan, dan membentuk aksi nyata "bawa bekal dari rumah".<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.bbc.com/indonesia/articles/c93edl33kv7o?at_medium=RSS&at_campaign=rss" rel="noopener" target="_blank">BBCI</a>.</em></p>
BBCI
15 Sep

Puluhan orang tewas akibat kebakaran feri di Filipina - 'Jika pertolongan datang terlambat, saya pasti sudah meninggal'
Kebakaran terjadi saat kapal tersebut hampir tiba di Coron, Palawan, salah satu destinasi wisata populer di Filipina.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.bbc.com/indonesia/articles/c7v416012mzo?at_medium=RSS&at_campaign=rss" rel="noopener" target="_blank">BBCI</a>.</em></p>
BBCI
15 Sep

Polemik pembukaan rekening massal habiskan Rp11 triliun APBN â 'Sangat tidak mendesak saat kondisi fiskal sulit'
Pembukaan rekening massal bagi masyarakat yang ditaksir menghabiskan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) hingga Rp11 triliun dinilai tidak mendesak dan berpotensi menyulitkan keuangan negara.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.bbc.com/indonesia/articles/cvgyv1zz80yo?at_medium=RSS&at_campaign=rss" rel="noopener" target="_blank">BBCI</a>.</em></p>
BBCI
15 Sep

Detik-detik menjelang kapal Virgo Transport 8 terbalik â 'Tidak ada alarm bahaya, banyak penumpang tidak pakai pelampung'
Kapal Virgo Transport 8 terbalik di perairan Laut Jawa, pada Minggu (13/09) dini hari, dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin. Para penumpang kapal yang membawa 243 orang itu menuturkan rentetan peristiwa sebelum dan setelah kapal terbalik.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.bbc.com/indonesia/articles/cdr7nlzvlm5o?at_medium=RSS&at_campaign=rss" rel="noopener" target="_blank">BBCI</a>.</em></p>
BBCI
15 Sep

Memasuki hari ketujuh, tim SAR memperpanjang waktu pencarian lima jurnalis yang hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau
Memasuki hari ketujuh proses pencarian, Senin (14/09), tim SAR gabungan masih melakukan pencarian lima jurnalis dan tiga awal kapal yang dinyatakan hilang kontak di Selat Sunda.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.bbc.com/indonesia/articles/c4gqerr1ggjo?at_medium=RSS&at_campaign=rss" rel="noopener" target="_blank">BBCI</a>.</em></p>
BBCI
15 Sep

BBM langka di Makassar, warga antre berjam-jam dan siswa belajar dari rumah â 'Mau ke kantor tidak bisa, mau ke pasar juga tidak bisa'
Kelangkaan ini tak hanya menimbulkan antrean panjang kendaraan yang mengular, tetapi juga telah berdampak pada para siswa yang kini harus melakukan pembelajaran secara daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.bbc.com/indonesia/articles/c20l89ydpy2o?at_medium=RSS&at_campaign=rss" rel="noopener" target="_blank">BBCI</a>.</em></p>
BBCI
15 Sep

Kapal Virgo Transport 8 terbalik di Laut Jawa, Tim SAR siapkan 'operasi bawah laut' saat ratusan orang masih dalam pencarian
Memasuki hari kedua pencarian korban kapal Virgo Transport 8 yang terbalik di laut Jawa, tim SAR gabungan mulai menyiapkan operasi bawah laut untuk menjangkau korban yang diduga masih berada di dalam atau di sekitar badan kapal.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.bbc.com/indonesia/articles/cg7knp00mxlo?at_medium=RSS&at_campaign=rss" rel="noopener" target="_blank">BBCI</a>.</em></p>
BBCI
15 Sep

Prabowo copot Menkeu Purbaya, tunjuk Suahasil Nazara sebagai penggantinya â Mengapa dihubungkan dengan kredibilitas APBN?
Presiden Prabowo melantik Suahasil Nazara sebagai menteri keuangan yang baru, Senin (14/9), menggantikan posisi Purbaya Yudhi Sadewa. Sebelumnya, Suahasil adalah wakil menteri keuangan, mendamping Purbaya Yudhi Sadewa. Siapa Suahasil?<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.bbc.com/indonesia/articles/c4gv97xzxdlo?at_medium=RSS&at_campaign=rss" rel="noopener" target="_blank">BBCI</a>.</em></p>
BBCI
15 Sep

Konsumsi minuman panas yang 'mengepul' bisa meningkatkan risiko kanker â Apa alasan medisnya?
Para ahli mengatakan bahwa cairan panas yang mengepul dapat merusak lapisan sel kerongkongan dalam perjalanannya menuju lambung.<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.bbc.com/indonesia/articles/cx2zn4v85k5o?at_medium=RSS&at_campaign=rss" rel="noopener" target="_blank">BBCI</a>.</em></p>
BBCI
15 Sep

Wawancara Khusus Alan Walker dan Putri Ariani tentang Kolab Terbaru Mereka
<p class="wp-block-paragraph">Di usianya yang baru 17 tahun, Putri Ariani telah menjadi sensasi musik internasional. Pemirsa dari seluruh dunia jatuh hati pada penampilannya di Americaâs Got Talent 2023. <a href="https://www.youtube.com/watch?v=Wyb0ExKOE4w&t=262s" target="_blank" rel="noopener">Video Putri menyanyikan âLonelinessâ</a> yang ia ciptakan sendiri segera melambungkan namanya. Di YouTube AGT aja, video itu sudah ditonton 56 juta kali. </p> <div class="wp-block-savage-platform-read-next"> <a href="https://www.vice.com/id/article/rekomendasi-musisi-k-indie-korea-alternatif-untuk-pendengar-k-pop/"> <div class="read-next__post"> <img loading="lazy" decoding="async" width="400" height="225" src="https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2021/08/1629262080609-vice-guide-to-indie-korean-music.jpeg?w=400" class="read-next__image wp-post-image" alt="Rekomendasi musisi K-Indie Korea alternatif untuk pendengar K-Pop" srcset="https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2021/08/1629262080609-vice-guide-to-indie-korean-music.jpeg 1440w, https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2021/08/1629262080609-vice-guide-to-indie-korean-music.jpeg?resize=300,169 300w, https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2021/08/1629262080609-vice-guide-to-indie-korean-music.jpeg?resize=768,432 768w, https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2021/08/1629262080609-vice-guide-to-indie-korean-music.jpeg?resize=1024,576 1024w, https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2021/08/1629262080609-vice-guide-to-indie-korean-music.jpeg?resize=600,338 600w, https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2021/08/1629262080609-vice-guide-to-indie-korean-music.jpeg?resize=480,270 480w" sizes="auto, (max-width: 400px) 100vw, 400px" /> <div class="read-next__content"> <div class="read-next__read-next"> Read Next </div> <div class="read-next__post-title"> Panduan Menyelami K-Indie, Kancah Musik Korea yang Menembus Batas </div> </div> </div> </a> </div> <p class="wp-block-paragraph">Pertunjukan itu sedikit banyak mengubah Putri dari semula penyanyi <i>cover</i> menjadi penyanyi yang lagunya di-<i>cover</i>. Sejak empat tahun lalu Putri rutin meng-<i>cover</i> lagu populer dan <a href="https://www.youtube.com/@putriarianiofficial/videos" target="_blank" rel="noopener">mengunggahnya di YouTube</a>. Termasuk lagu-lagu buatan produser musik asal Norwegia, Alan Walker.</p> <p class="wp-block-paragraph">Tanpa ia nyana, akhir tahun lalu datang ajakan dari Alan untuk berkolaborasi di calon single barunya. Jadilah âWho I Amâ yang dirilis 4 Januari kemarin, menyatukan Alan, Putri, dan penyanyi Norwegia Peder Elias.</p> <p class="wp-block-paragraph">âAku cuma bisa bilang <i>âyes</i>â. Ini emang mimpiku!â jawab Putri dalam bahasa Inggris, saat diwawancarai VICE pekan lalu. Wajahnya cerah. Pada 31 Desember kemarin ia baru berulang tahun ke-18.</p> <p class="wp-block-paragraph">âAku udah nge-<i>cover</i> lagu Alan sejak beberapa tahun lalu. Waktu Alan ngirimin demo âWho I Amâ, aku heboh banget. Rasanya sangat bahagia. Proses pembuatan lagu ini sangat kunikmati, aku benar-benar tersambung dengan liriknya karena lagu ini sangat menggambarkan aku.â</p> <p class="wp-block-paragraph">Kebahagiaan Putri makin lengkap. Kolaborasi tiga musisi langganan viral ini langsung menggebrak. Saat ini âWho I Amâ telah diputar 10 juta kali di Spotify dan 7,5 juta kali di YouTube. </p> <p class="wp-block-paragraph">Putri adalah kasus langka musisi Indonesia yang berhasil menggamit sukses besar setelah kerja keras bertahun-tahun. Ia sudah malang melintang di berbagai kompetisi menyanyi Indonesia sejak 2014. Album perdananya bahkan sudah dirilis 2020 silam, bertajuk <i>Melihat dengan Hati</i>. Putri sudah siap menyambut popularitasnya dengan stok karya dan kematangan.</p> <p class="wp-block-paragraph">Berikut obrolan lengkap VICE dengan Putri Ariani dan Alan Walker tentang awal kolaborasi mereka, makna lagu baru ini, serta rasanya jadi musisi ngetop di usia remaja.</p> <figure class="wp-block-image"><img width="1440" height="810" src="https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2024/01/1706686876471-desain-tanpa-judul.jpeg" class="attachment-full size-full" alt="wawancara Alan Walker Putri Ariani collab who i am lirik youtube lagu baru vice.com" decoding="async" loading="lazy"><figcaption class="wp-element-caption">Alan dan Putri membicarakan lagu terbaru mereka “Who I Am” dalam wawancara dengan VICE, Januari 2024.</figcaption></figure> <hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"> <p class="wp-block-paragraph"><b>VICE: Hai, Alan! Ceritain dong kapan dan di mana kamu pertama kali ketemu Putri?</b></p> <p class="wp-block-paragraph"><b>Alan</b>: Ketemu di Indonesia waktu kami manggung bareng dan sebelumnya aku udah lihat dia nyanyi <i>cover </i>juga. Waktu itu kami bawain lagu âHeroâ bareng [di TikTok Awards Indonesia 2023] dan aku kayak, wow suaranya magis banget. Terus enggak lama setelah manggung bareng itu, aku nanya ke Putri gimana kalau kami bikin lagu bareng dan dia bilang <i>yes</i>. Setelah itu aku punya ide buat ngajak Peder Elias juga, yang baru-baru ini aku kenal. Aku sih mikirnya perpaduan mereka berdua bakal mengejutkan, dan emang hasilnya luar biasa.</p> <p class="wp-block-paragraph"><b>âWho I Amâ ditulis oleh enam orang termasuk kamu sendiri. Bisa diceritain enggak gimana prosesnya?</b></p> <p class="wp-block-paragraph"><b>Alan</b>: Fakta serunya, <i>drop melody</i> lagu ini diambil dari serial kartun Norwegia tahun 1940-an, judulnya <i>Karius dan Baktus</i>, yang terdengar nenangin banget. Kayak melodi sederhana doang, tapi jadi dasar buat keseluruhan lagu ini. Habis itu bersama lima penulis lain, kami mulai ngerjain liriknya. Awalnya lagu ini diniatin buat penyanyi perempuan. Kemudian kami punya ide gimana kalau dibikin duet dan saat itulah kebayang Putri dan Peder Elias. Aku pikir, kombinasi impian nih.</p> <p class="wp-block-paragraph"><b>Hai, Putri! Apa sih makna lirik âWho I Amâ buat kamu? </b></p> <p class="wp-block-paragraph"><b>Putri</b>: Buatku, âWho I Amâ mendukung kita buat berani jadi diri sendiri, enggak peduli apa kata orang, enggak peduli apa yang terjadi. Kita bisa belajar dari kesalahan masa lalu karena itulah yang bikin kita tumbuh. <i>And this is who I am</i>.</p> <p class="wp-block-paragraph"><b>Kalau Alan?</b></p> <p class="wp-block-paragraph"><b>Alan</b>: Seperti melihat ke masa lalu, melihat langkah-langkah yang sudah kita ambil untuk menuju suatu tempat atau langkah-langkah yang kita ambil untuk menjadi diri kita sekarang. Enggak peduli apa kata orang, apa pikiran orang, kita mempertimbangkan dan mendahulukan diri kita dulu. Aku rasa, lagu ini menyampaikan pesan untuk tidak tersandera masa lalu. Semua yang telah terjadi tuh ada alasannya, dan itu semua yang bikin kamu jadi kayak sekarang. </p> <p class="wp-block-paragraph"><b>Ngomong-ngomong soal masa lalu, sudah sepuluh tahun sejak Alan merilis lagu pertama. Saat itu usia kamu 18 tahun ya?</b></p> <p class="wp-block-paragraph"><b>Alan</b>: Umurku 16 tahun waktu âFadeâ dirilis.</p> <p class="wp-block-paragraph"><b>Wow, 16 tahun. Gimana sih cara kamu menghadapi popularitas di usia semuda itu?</b></p> <p class="wp-block-paragraph"><b>Alan</b>: Entahlah. Aku juga masih enggak percaya. Kok bisa ya? âFadeâ bener-bener rame, âThe Spectreâ juga. Lalu âForceâ. Lagu-lagu yang aku bikin di usia 16, 17, dan 18 tahun ternyata jadi sangat populer. Tanggapan dari netizen luar biasa. Terus aku mengolah âFadeâ jadi lagu âFadedâ. Saat itulah semua bener-bener jadi gila banget. </p> <p class="wp-block-paragraph">Satu hal penting yang aku pegang, cerna, dan ingat adalah dari mana aku berasal, dan aku harus tetap membumi, tetap sederhana, dan tetap jadi diriku sendiri. Sebenarnya itulah ide dan konsep di balik âWho I Amâ. Kamu bisa biarin keadaan mengubahmu dan kamu juga bisa biarin keadaan membuatmu tetap jadi diri sendiri.</p> <p class="wp-block-paragraph"><b>Sebelum bikin âFadeâ, kamu pernah punya semacam </b><i><b>bucket list</b></i><b> pencapaian enggak sih?</b></p> <p class="wp-block-paragraph"><b>Alan</b>: Awal aku bermusik, aku tuh enggak punya tujuan apa-apa. Bikin musik karena pengin ngulik aja, murni penasaran gimana cara membuatnya. Terus aku <i>browsing-browsing</i> YouTube tuh, nyari tahu gimana cara bikin musik. Dari sana aku mulai eksperimen seperti waktu aku belajar desain grafis dan <i>programming</i>. Belakangan ketertarikan itu berubah jadi karier, yang sangat bikin aku bahagia karena aku merasa menemukan diri lewat musik.</p> <p class="wp-block-paragraph"><b>Kalau Putri gimana?</b></p> <p class="wp-block-paragraph">Tujuanku bermusik adalah ingin membagikan musikku ke seluruh dunia. Aku mau menyebarkan perasaanku, suara hatiku, lewat musik. Aku pikir musik adalah cara yang pas mengekspresikan diri. Lewat musik, aku ingin mengembara ke seluruh dunia.</p> <p class="wp-block-paragraph"><b>Putri saat ini siswa di Sekolah Menengah Musik Yogyakarta. Gimana cara kamu menempatkan diri di sekolah ketika kamu sudah punya reputasi internasional? </b></p> <p class="wp-block-paragraph">Rasanya sama saja. Aku mencoba tetap jadi diri sendiri, tetap sederhana. Aku tetap ngobrol dengan teman, dan sering minta bahan pelajaran ke guruku.</p> <p class="wp-block-paragraph"><b>Misalnya kamu mengajak Alan dan Peder ke sekolah, kira-kira reaksi teman-teman bakal kayak gimana ya?</b></p> <p class="wp-block-paragraph"><b>Putri</b>: Kayaknya teman-teman dan guru-guruku bakal heboh deh, hahaha. Alan, tahu ga sih, teman-temanku sering banget nyanyiin lagunya [Putri menyanyikan sepenggal lirik âWho I Amâ].</p> <p class="wp-block-paragraph">Kalau Alan dan Peder beneran ke sekolah, aku juga penasaran sih teman-teman bakal kayak gimana, hahaha. </p> <p class="wp-block-paragraph"><b>Gimana tanggapan kalian melihat âWho I Amâ diterima baik pendengar Asia?</b></p> <div class="wp-block-savage-platform-read-next"> <a href="https://www.vice.com/id/article/foto-foto-seleb-global-sejak-awal-2000-an-ini-bikin-kita-merasa-makin-tua/"> <div class="read-next__post"> <img loading="lazy" decoding="async" width="400" height="225" src="https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2018/04/1524078441312-ScarJo_WillSmith.jpeg?w=400" class="read-next__image wp-post-image" alt="" srcset="https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2018/04/1524078441312-ScarJo_WillSmith.jpeg 3600w, https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2018/04/1524078441312-ScarJo_WillSmith.jpeg?resize=300,169 300w, https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2018/04/1524078441312-ScarJo_WillSmith.jpeg?resize=768,432 768w, https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2018/04/1524078441312-ScarJo_WillSmith.jpeg?resize=1024,576 1024w, https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2018/04/1524078441312-ScarJo_WillSmith.jpeg?resize=1536,864 1536w, https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2018/04/1524078441312-ScarJo_WillSmith.jpeg?resize=2048,1152 2048w, https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2018/04/1524078441312-ScarJo_WillSmith.jpeg?resize=1920,1080 1920w, https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2018/04/1524078441312-ScarJo_WillSmith.jpeg?resize=600,338 600w, https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2018/04/1524078441312-ScarJo_WillSmith.jpeg?resize=480,270 480w, https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2018/04/1524078441312-ScarJo_WillSmith.jpeg?resize=2000,1125 2000w" sizes="auto, (max-width: 400px) 100vw, 400px" /> <div class="read-next__content"> <div class="read-next__read-next"> Read Next </div> <div class="read-next__post-title"> Foto-Foto Seleb Global Sejak Awal 2000-an Ini Bikin Kita Merasa Makin Tua </div> </div> </div> </a> </div> <p class="wp-block-paragraph"><b>Alan</b>: Rasanya luar biasa melihat sambutan pendengar Asia dan seluruh dunia. Karena kami bekerja sama dengan Putri, sambutan dari Indonesia terasa sangat berarti. Itu keren banget. Semoga kami bisa ke Indonesia dan bawain langsung lagu ini bareng Putri.</p> <p class="wp-block-paragraph"><b>Putri</b>: Kami sangat bersyukur. Aku ingin berterima kasih kepada semua orang yang sudah mendukungku dan menyayangiku apa adanya. Dan ya, kami tidak sabar untuk membawakan langsung lagu ini bersama-sama.</p><p>The post <a href="https://www.vice.com/id/article/wawancara-alan-walker-putri-ariani-lagu-baru-who-i-am/">Wawancara Khusus Alan Walker dan Putri Ariani tentang Kolab Terbaru Mereka</a> appeared first on <a href="https://www.vice.com">VICE</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.vice.com/id/article/wawancara-alan-walker-putri-ariani-lagu-baru-who-i-am/" rel="noopener" target="_blank">www.vice.com</a>.</em></p>
Prima Sulistya
15 Sep

AnKer Bekasi Betulan Bikin Peringatan 100 Hari Matinya Eskalator Stasiun
<p class="wp-block-paragraph">Kalau kamu anak X atau minimal udah baca <a href="https://www.vice.com/id/article/v7bnv8/eskalator-mati-stasiun-bekasi-protes-fasum-rusak-viral-gerakan-netizen" target="_blank" rel="noopener">artikel VICE minggu lalu</a>, kamu pasti tahu salah satu eskalator mati di Stasiun Bekasi selama berbulan-bulan jadi sorotan. Eskalator ini sebenarnya sudah rusak dari setahun lalu dan berkali-kali dikeluhkan warga secara acak lewat medsos.</p> <div class="wp-block-savage-platform-read-next"> <a href="https://www.vice.com/id/article/eskalator-mati-stasiun-bekasi-protes-fasum-rusak-viral-gerakan-netizen/"> <div class="read-next__post"> <img decoding="async" width="400" height="225" src="https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2024/01/1706083606450-desain-tanpa-judul.jpeg?w=400" class="read-next__image wp-post-image" alt="twit viral protes eskalator stasiun bekasi mati komplain commuter line djka kemenhub vice.com" srcset="https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2024/01/1706083606450-desain-tanpa-judul.jpeg 1440w, https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2024/01/1706083606450-desain-tanpa-judul.jpeg?resize=300,169 300w, https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2024/01/1706083606450-desain-tanpa-judul.jpeg?resize=768,432 768w, https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2024/01/1706083606450-desain-tanpa-judul.jpeg?resize=1024,576 1024w, https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2024/01/1706083606450-desain-tanpa-judul.jpeg?resize=600,338 600w, https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2024/01/1706083606450-desain-tanpa-judul.jpeg?resize=480,270 480w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /> <div class="read-next__content"> <div class="read-next__read-next"> Read Next </div> <div class="read-next__post-title"> Cewek Ini Konsisten Unggah Foto Eskalator Mati untuk Protes Fasum Rusak </div> </div> </div> </a> </div> <p class="wp-block-paragraph">Oktober tahun lalu, seorang cewek pengguna KRL yang jengah dengan mangkraknya eskalator ini memutuskan protes tiap hari lewat akun X <a href="https://twitter.com/PernebangRoket" target="_blank" rel="noopener">@pernebangroket</a>. Mega (26), sosok di balik akun tersebut, tak pernah absen posting foto eskalator ini hampir tiap hari buat nunjukin kalau janji perbaikan nihil progress.</p> <p class="wp-block-paragraph">Mega yang merupakan pengguna setia KRL untuk pergi-pulang kerja Bekasi-Jakarta Barat juga selalu mencantumkan hari postingannya. Waktu wawancaranya dengan VICE tayang pekan lalu, postingan rutin itu sudah menginjak hari ke-93. Kami sempat bertanya, apakah ide yang terlontar di X agar hari ke-100 dirayakan di stasiun, lengkap dengan karangan bunga, akan benar-benar diselenggarakan?</p> <figure class="wp-block-image"><img width="1080" height="1080" src="https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2024/02/1706774418811-bekasicommuter.jpeg" class="attachment-full size-full" alt="AnKer Bekasi Betulan Bikin Peringatan 100 Hari Matinya Eskalator Stasiun" decoding="async" loading="lazy"><figcaption class="wp-element-caption">Poster 100 hari eskalator Stasiun Bekasi buatan @bekasicommuter. Poster dimuat ulang dengan izin.</figcaption></figure> <p class="wp-block-paragraph">Waktu menjawabnya. Hari ke-100 yang jatuh kemarin (31/1) seriusan disambut para pengikut protes fasum rusak ini dengan ngadain aksi damai. Mereka betulan menggelar doa 100 hari di depan eskalator Stasiun Bekasi.</p> <p class="wp-block-paragraph">Kata Mega yang kami wawancarai lagi hari ini (1/2), acara berlangsung semalam sekitar pukul 20.00 WIB buat ngepasin jam pulang kerja para peserta aksi. Sekitar 20 orang hadir membawa properti karangan bunga, miniatur kuburan, dan cetak foto eskalator berhiaskan tulisan âinnalillahi wainnailaihi rajiunâ. </p> <figure class="wp-block-image"><img width="524" height="699" src="https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2024/02/1706773860277-txtdrbekasi-1.jpeg" class="attachment-full size-full" alt="AnKer Bekasi Betulan Bikin Peringatan 100 Hari Matinya Eskalator Stasiun" decoding="async" loading="lazy"><figcaption class="wp-element-caption">Peserta berdoa di depan eskalator. Semoga diijabah. Foto: @txtdrbekasi.</figcaption></figure> <figure class="wp-block-image"><img width="748" height="997" src="https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2024/02/1706773881520-mega-5.jpeg" class="attachment-full size-full" alt="AnKer Bekasi Betulan Bikin Peringatan 100 Hari Matinya Eskalator Stasiun" decoding="async" loading="lazy"><figcaption class="wp-element-caption">Setup karangan bunga di depan eskalator bersejarah. Foto: Mega/@pernebangroket.</figcaption></figure> <p class="wp-block-paragraph">Peserta aksi damai kemudian menabur bunga di miniatur kuburan itu. âBeberapa peserta aksi berdoa di eskalator, mendoakan agar DJKA dan pihak terkait lebih baik lagi dalam pelayanan publik, terutama dalam perbaikan eskalator,â kata Mega kepada VICE.</p> <p class="wp-block-paragraph">Gerakan ini emang bertumpu di X. Para peserta aksi damai saling berkoordinasi lewat DM, demikian cerita Mega. Akun curhatan warga <a href="https://twitter.com/txtdrbekasi" target="_blank" rel="noopener">@txtdrbekasi</a> yang ikut serta dalam aksi mengatakan pada VICE, muncul ide bersama untuk membuat petisi yang dicetak di kertas lalu dibagi-bagikan pada pengguna stasiun tadi malam. Ini nih foto petisinya.</p> <figure class="wp-block-image"><img width="1536" height="2048" src="https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2024/02/1706773296528-txtdrbekasi-2.jpeg" class="attachment-full size-full" alt="AnKer Bekasi Betulan Bikin Peringatan 100 Hari Matinya Eskalator Stasiun" decoding="async" loading="lazy"><figcaption class="wp-element-caption">Kertas petisi yang dibagiin pas aksi semalam. Foto oleh @txtdrbekasi, ditayangkan ulang atas izin.</figcaption></figure> <p class="wp-block-paragraph">Acara berlangsung singkat. âBiar tidak mengganggu para pengguna lainnya,â jelas Mega. Properti aksi dibeli berkat dana dari donatur. Ada juga donatur yang ngirimin kopi siap minum buat para peserta. Sejumlah pengguna stasiun yang lewat pas aksi berlangsung, ikut motret atau sekadar ngambil kertas petisinya. Seru juga.</p> <p class="wp-block-paragraph">Akun <a href="https://twitter.com/txtdrbekasi" target="_blank" rel="noopener">@txtdrbekasi</a> yang mendukung Mega sejak awal memulai protes <i>online</i>-nya, mengatakan pada VICE alasan terlibat gerakan ini. âTentunya berangkat dari tujuan dibuatnya akun TxtBekasi yaitu menjadi jembatan untuk warga Bekasi, menjadi wadah aspirasi yang mana akan kita kawal bersama,â ujar adminnya.</p> <p class="wp-block-paragraph">Alasan lebih personal diutarakan admin akun <a href="https://twitter.com/bekasicommuter" target="_blank" rel="noopener">@bekasicommuter</a> (walau namanya terlihat resmi, ini akun personal, bukan komunitas). BTW, admin dua akun ini turut hadir di acara semalam.</p> <p class="wp-block-paragraph">âKami ikut mendukung gerakan ini karena kami adalah salah satu dari sekian banyak pengguna fasilitas tersebut. Walau masih ada tangga manual, sarana eskalator tersebut sangat berguna oleh orang-orang yang membutuhkan, seperti manula, orang tua yang membawa anak, membawa barang, atau ibu hamil,’â kata admin @bekasicommuter saat dihubungi VICE.</p> <p class="wp-block-paragraph">âKami juga sering membaca atau mendapat beberapa <i>mention</i> keluhan rusaknya fasilitas ini yang perbaikannya membutuhkan waktu lama, baik di Stasiun Bekasi atau di stasiun lain. Kami melihat Kak Mega yang konsisten dengan twitnya hingga 100 hari, jadi kami berpikir untuk bergabung dan ikut menyuarakan keluhan sesama pengguna. Walau akun kami belum begitu besar, tapi siapa tahu suara/aksi kami mendapatkan perhatian dari pihak terkait untuk bisa mempercepat perbaikan fasilitas tersebut,â imbuhnya.</p> <h2 class="wp-block-heading">Tanggapan stasiun</h2> <p class="wp-block-paragraph">Ketika aksi sudah selesai namun peserta belum bubar, Mega bercerita mereka didatangi enam satpam stasiun. Mereka bertanya siapa koordinator acara. Setelah dijelaskan kalau ini aksi damai dan sudah rampung, sesi itu berujung salam-salaman antara peserta dengan satpam. Tapi tetep sih, peserta aksi titip pesan ke satpam meminta eskalator segera diperbaiki.</p> <p class="wp-block-paragraph">Berbarengan dengan acara ini, semalam tagar #100HariWafatnyaEskalator sempat trending di X.</p> <figure class="wp-block-image"><img width="1600" height="1200" src="https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2024/02/1706775773895-mega-11.jpeg" class="attachment-full size-full" alt="AnKer Bekasi Betulan Bikin Peringatan 100 Hari Matinya Eskalator Stasiun" decoding="async" loading="lazy"><figcaption class="wp-element-caption">Bunga untuk dibagi-bagikan ke peserta doa eskalator. Foto: Mega/@pernebangroket.</figcaption></figure> <figure class="wp-block-image"><img width="2560" height="1440" src="https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2024/02/1706773920936-mega-4-scaled.jpeg" class="attachment-full size-full" alt="AnKer Bekasi Betulan Bikin Peringatan 100 Hari Matinya Eskalator Stasiun" decoding="async" loading="lazy"><figcaption class="wp-element-caption">Kopi sumbangan donatur agar semangat aksi walau sudah malam dan capek habis kerja. Foto: Mega/@pernebangroket.</figcaption></figure> <p class="wp-block-paragraph">Mega berharap aksi ini dapat membuat pengelola stasiun benar-benar peduli untuk memperbaiki fasilitasnya yang rusak dan menyulitkan konsumen.</p> <p class="wp-block-paragraph">âTerima kasih untuk para donatur dan rekan-rekan lainnya yang telah membantu baik secara tenaga maupun dana hingga akhirnya aksi damai ini dapat terlaksana dengan lancar. Semoga gerakan yang kami buat ini sedikit banyak dapat mewakilkan keresahan sesama pengguna KRL dan kami berharap setelah gerakan ini, ke depannya pihak pengelola KRL lebih memperhatikan lagi fasilitas-fasilitas yang dimilikinya.â</p> <p class="wp-block-paragraph">Kilas balik ke momen pertama kali Mega memulai postingannya, ia sempat janji akan terus posting sampai eskalatornya berfungsi. Setelah 100 hari, apa tekad itu masih sama?</p> <p class="wp-block-paragraph">âYa, selama aku masih lewat dan menggunakan KRL dari Stasiun Bekasi,â kata Mega.</p> <div class="wp-block-savage-platform-read-next"> <a href="https://www.vice.com/id/article/daftar-kejadian-aneh-di-kota-depok-jawa-barat-babi-ngepet-nabi-palsu-kolor-ijo-dangdut-kuburan/"> <div class="read-next__post"> <img loading="lazy" decoding="async" width="400" height="269" src="https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2022/11/1669260267799-gettyimages-1210022514-scaled.jpeg?w=400" class="read-next__image wp-post-image" alt="Daftar Kejadian Aneh di Kota Depok Jawa Barat Babi Ngepet, Nabi Palsu, Kolor Ijo, Dangdut kuburan" srcset="https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2022/11/1669260267799-gettyimages-1210022514-scaled.jpeg 2560w, https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2022/11/1669260267799-gettyimages-1210022514-scaled.jpeg?resize=300,202 300w, https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2022/11/1669260267799-gettyimages-1210022514-scaled.jpeg?resize=768,517 768w, https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2022/11/1669260267799-gettyimages-1210022514-scaled.jpeg?resize=1024,689 1024w, https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2022/11/1669260267799-gettyimages-1210022514-scaled.jpeg?resize=1536,1033 1536w, https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2022/11/1669260267799-gettyimages-1210022514-scaled.jpeg?resize=2048,1378 2048w, https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2022/11/1669260267799-gettyimages-1210022514-scaled.jpeg?resize=600,404 600w, https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2022/11/1669260267799-gettyimages-1210022514-scaled.jpeg?resize=2000,1345 2000w" sizes="auto, (max-width: 400px) 100vw, 400px" /> <div class="read-next__content"> <div class="read-next__read-next"> Read Next </div> <div class="read-next__post-title"> Menurut Kalian, Bisa Ga Kita Sebut Depok Sebagai ‘Florida’-nya Indonesia? </div> </div> </div> </a> </div> <p class="wp-block-paragraph">Dua hari sebelum peringatan 100 hari, Ditjen Perkeratapian (DJKA) Kemenhub yang berwenang atas Stasiun Bekasi sempat ditanyai wartawan Detik kapan sih eskalatornya beres. Kepala <a href="https://news.detik.com/berita/d-7166298/eskalator-stasiun-bekasi-masih-mati-djka-janji-perbaiki-februari-nanti" target="_blank" rel="noopener">Humas DJKA Anggie Dian waktu itu bilang</a>, mereka masih menunggu <i>spare part</i>-nya datang. <i>Well</i>, November tahun lalu DJKA juga <a href="https://news.detik.com/berita/d-7060600/eskalator-stasiun-bekasi-masih-rusak-djka-perbaikan-rumit" target="_blank" rel="noopener">menyampaikan jawaban serupa</a>.</p> <p class="wp-block-paragraph">Kepada iNews, ada anggota Komisi V DPR RIâyang mengawasi pemerintah melaksanakan undang-undangâturut bersuara. Irwan, nama anggota dewan tersebut, <a href="https://bekasi.inews.id/read/401743/eskalator-stasiun-bekasi-mati-lebih-dari-100-hari-dpr-desak-kemenhub-perbaiki" target="_blank" rel="noopener">meminta</a> semua eskalator stasiun Jabodetabek diaudit biar ketahuan mana aja yang rusak. Doi juga janji bakal nanyain Kemenhub kalau pas rapat dengar pendapat dengan Komisi V.</p><p>The post <a href="https://www.vice.com/id/article/anker-bekasi-betulan-bikin-peringatan-100-hari-matinya-eskalator-stasiun/">AnKer Bekasi Betulan Bikin Peringatan 100 Hari Matinya Eskalator Stasiun</a> appeared first on <a href="https://www.vice.com">VICE</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.vice.com/id/article/anker-bekasi-betulan-bikin-peringatan-100-hari-matinya-eskalator-stasiun/" rel="noopener" target="_blank">www.vice.com</a>.</em></p>
Prima Sulistya
15 Sep

Tiada Tempat Istirahat Damai Bagi Jiwa yang Berpulang
<p class="wp-block-paragraph"><i>Artikel ini pertama kali tayang di <a href="https://www.vice.com/fr" target="_blank" rel="noopener"><span>VICE Belgium</span></a>.</i></p> <p class="article__text--dropcap wp-block-paragraph">Suatu malam, saat ngobrol bareng warga lokal yang kutemui di sebuah bar, aku mendapat informasi ada <a href="https://www.vice.com/id/article/eve59k/pengalamanku-mendatangi-upacara-pemakaman-di-kuburan-paling-viral-seantero-eropa" target="_blank" rel="noopener"><span>taman pemakaman</span></a> yang sangat indah di kota mereka. Kala itu, aku sedang cari rekomendasi tempat-tempat yang bisa kudatangi selama berlibur di AsuncioÌn, ibu kota <a href="https://www.vice.com/en/topic/paraguay" target="_blank" rel="noopener"><span>Paraguay</span></a>. </p> <p class="wp-block-paragraph">Tergugah rasa penasaranku mendengar usulan mereka. Tanpa ba-bi-bu, aku main ke kuburan berusia 150 tahun itu keesokan harinya.</p> <p class="wp-block-paragraph">La Recoleta memang berbeda dari taman pemakaman biasanya. Aku serasa memasuki hutan beton mistis begitu sampai di sana. Jalan setapak diapit bangunan bertingkat yang setiap celahnya terisi peti mati. Kamu bisa melongok bagian dalamnya jika berani.</p> <figure class="wp-block-image"><img width="1200" height="800" src="https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2023/11/1696843276867-416857.jpeg" class="attachment-full size-full" alt="Tampak depan mausoleum berdinding keramik merah jambu" decoding="async" loading="lazy"><figcaption class="wp-element-caption">Foto: AurĂ©lien Buttin</figcaption></figure> <p class="wp-block-paragraph">Bulu kudukku berdiri semakin dalam aku melangkahkan kaki. Bukan karena jasad-jasadnya tidak dikebumikan, melainkan banyak peti mati sudah koyak seperti dibuka paksa. Sisa-sisa bongkahan kayu yang hangus terbakar berserakan di beberapa lokasi, di dekatnya aku melihat ada tulang dan potongan jenazah yang menghitam.</p> <figure class="wp-block-image"><img width="1200" height="800" src="https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2023/11/1696843402728-416897.jpeg" class="attachment-full size-full" alt="Dua peti mati yang terbakar" decoding="async" loading="lazy"><figcaption class="wp-element-caption">Foto: AurĂ©lien Buttin</figcaption></figure> <p class="wp-block-paragraph">Aku buru-buru menghampiri dua penjaga makam dan bertanya mengapa peti matinya banyak yang rusak. Seorang penjaga, berusia sekitar 30-an, mengungkapkan penjarahan marak terjadi di sana. Menurutnya, pencuri biasa beraksi selepas pukul 6 sore, ketika La Recoleta sudah tutup. Mereka akan memanjat gedung, lalu memecahkan pintu dan jendela penghalang. Tak jarang pula pencuri masak dan bermalam di sana.</p> <div class="wp-block-savage-platform-read-next"> <a href="https://www.vice.com/id/article/pengalamanku-mendatangi-upacara-pemakaman-di-kuburan-paling-viral-seantero-eropa/"> <div class="read-next__post"> <img fetchpriority="high" decoding="async" width="368" height="300" src="https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2020/12/1608814638262-gettyimages-527388802.jpeg?w=368" class="read-next__image wp-post-image" alt="Cimitero Felice Romania" srcset="https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2020/12/1608814638262-gettyimages-527388802.jpeg 3999w, https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2020/12/1608814638262-gettyimages-527388802.jpeg?resize=300,244 300w, https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2020/12/1608814638262-gettyimages-527388802.jpeg?resize=768,626 768w, https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2020/12/1608814638262-gettyimages-527388802.jpeg?resize=1024,835 1024w, https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2020/12/1608814638262-gettyimages-527388802.jpeg?resize=1536,1252 1536w, https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2020/12/1608814638262-gettyimages-527388802.jpeg?resize=2048,1669 2048w, https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2020/12/1608814638262-gettyimages-527388802.jpeg?resize=600,489 600w, https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2020/12/1608814638262-gettyimages-527388802.jpeg?resize=1963,1600 1963w" sizes="(max-width: 368px) 100vw, 368px" /> <div class="read-next__content"> <div class="read-next__read-next"> Read Next </div> <div class="read-next__post-title"> Pengalamanku Mendatangi Upacara Pemakaman di Kuburan Paling Viral Seantero Eropa </div> </div> </div> </a> </div> <p class="wp-block-paragraph">âPerhiasan jenazah yang paling sering dijarah. Tapi kadang ada juga yang nyolong plakat perunggu,â lanjut pria itu. Selain perhiasan, ada yang mencuri salib, vas hias, gagang pintu berlapis logam hingga pintunya. Ia dan temannya menceritakan semua ini dengan tampang putus asa sekaligus geli.</p> <figure class="wp-block-image"><img width="1200" height="800" src="https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2023/11/1696843522672-416972.jpeg" class="attachment-full size-full" alt="Bangunan bertingkat tempat menaruh peti mati" decoding="async" loading="lazy"><figcaption class="wp-element-caption">Foto: AurĂ©lien Buttin</figcaption></figure> <p class="wp-block-paragraph">Dilansir berita lokal tahun <a href="https://www.abc.com.py/edicion-impresa/locales/terribles-saqueos-se-registran-hace-meses-en-el-cementerio-de-la-recoleta-1819879.html" target="_blank" rel="noopener"><span>2019</span></a>, taman pemakaman ini sebetulnya dijaga 22 satpam yang bertugas di 13 pintu masuk. Hanya saja pengawasannya longgar saking luasnya lahan pemakaman. Lalu pada Januari 2023, wali kota AsuncĂon <a href="https://www.abc.com.py/nacionales/2023/06/05/nenecho-subio-100-las-tasas-del-cementerio-pero-no-hay-mejoras/" target="_blank" rel="noopener"><span>menaikkan</span></a> biaya pemakaman dua kali lipat dengan dalih untuk meningkatkan sistem keamanan dan merenovasi La Recoleta. Nyatanya belum ada perubahan apa-apa saat aku berkunjung Oktober lalu.</p> <p class="wp-block-paragraph">Terlepas dari tingginya kasus penjarahan makam, warga setempat tampaknya tak urung menyemayamkan orang tersayang di La Recoleta. Banyak yang mengirim mendiang ke peristirahatan terakhir dengan peralatan seadanya. Harapan mereka petinya aman dari pencuri.</p> <p class="wp-block-paragraph">Selama belum ada itikad baik dari pemkot, penghuni makam La Recoleta takkan bisa beristirahat dalam damai.</p> <p class="wp-block-paragraph"><i>Simak foto-fotonya berikut ini:</i></p> <figure class="wp-block-image"><img width="1200" height="800" src="https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2023/11/1696843799420-416855.jpeg" class="attachment-full size-full" alt="Peti mati di dalam ruang makam yang jendelanya sudah pecah" decoding="async" loading="lazy"><figcaption class="wp-element-caption">Foto: AurĂ©lien Buttin</figcaption></figure> <figure class="wp-block-image"><img width="1200" height="800" src="https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2023/11/1696843825156-416871.jpeg" class="attachment-full size-full" alt="Peti mati diselimuti kain putih. Terdapat pigura di depan peti." decoding="async" loading="lazy"><figcaption class="wp-element-caption">Foto: AurĂ©lien Buttin</figcaption></figure> <figure class="wp-block-image"><img width="1200" height="800" src="https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2023/11/1696843843850-416941.jpeg" class="attachment-full size-full" alt="Peti mati yang bagian atasnya bolong, mengekspos tengkorak di dalamnya." decoding="async" loading="lazy"><figcaption class="wp-element-caption">Foto: AurĂ©lien Buttin</figcaption></figure> <figure class="wp-block-image"><img width="1200" height="800" src="https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2023/11/1696843857699-416947.jpeg" class="attachment-full size-full" alt="Bangunan makam bertingkat" decoding="async" loading="lazy"><figcaption class="wp-element-caption">Foto: AurĂ©lien Buttin</figcaption></figure> <figure class="wp-block-image"><img width="1200" height="800" src="https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2023/11/1696843875613-416993.jpeg" class="attachment-full size-full" alt="Bangunan makam bertingkat" decoding="async" loading="lazy"><figcaption class="wp-element-caption">Foto: AurĂ©lien Buttin</figcaption></figure> <figure class="wp-block-image"><img width="1200" height="800" src="https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2023/11/1696844005486-417371.jpeg" class="attachment-full size-full" alt="Tulang berserakan di sebuah ruangan" decoding="async" loading="lazy"><figcaption class="wp-element-caption">Foto: AurĂ©lien Buttin</figcaption></figure> <figure class="wp-block-image"><img width="1200" height="800" src="https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2023/11/1696843905375-417004.jpeg" class="attachment-full size-full" alt="Bangunan makam yang dililiti akar pohon" decoding="async" loading="lazy"><figcaption class="wp-element-caption">Foto: AurĂ©lien Buttin</figcaption></figure> <figure class="wp-block-image"><img width="1200" height="800" src="https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2023/11/1696843939363-417029.jpeg" class="attachment-full size-full" alt="Bangunan makam bertingkat. Mayoritas jendela dan pintunya sudah rusak." decoding="async" loading="lazy"><figcaption class="wp-element-caption">Foto: AurĂ©lien Buttin</figcaption></figure> <figure class="wp-block-image"><img width="1200" height="800" src="https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2023/11/1696843960365-417362.jpeg" class="attachment-full size-full" alt="Sisa-sisa jasad yang hangus terbakar" decoding="async" loading="lazy"><figcaption class="wp-element-caption">Foto: AurĂ©lien Buttin</figcaption></figure> <figure class="wp-block-image"><img width="1200" height="800" src="https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2023/11/1696843983306-417053.jpeg" class="attachment-full size-full" alt="Bangunan makam bertingkat" decoding="async" loading="lazy"><figcaption class="wp-element-caption">Foto: AurĂ©lien Buttin</figcaption></figure> <figure class="wp-block-image"><img width="1200" height="800" src="https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2023/11/1696844182193-417021.jpeg" class="attachment-full size-full" alt="Peti mati bayi dengan berbagai pajangan boneka." decoding="async" loading="lazy"><figcaption class="wp-element-caption">Foto: AurĂ©lien Buttin</figcaption></figure> <figure class="wp-block-image"><img width="1200" height="800" src="https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2023/11/1696844127599-417317.jpeg" class="attachment-full size-full" alt="Potret hitam putih tergeletak di jalan" decoding="async" loading="lazy"><figcaption class="wp-element-caption">Foto: AurĂ©lien Buttin</figcaption></figure> <figure class="wp-block-image"><img width="1200" height="800" src="https://www.vice.com/wp-content/uploads/sites/2/2023/11/1696844154218-416949.jpeg" class="attachment-full size-full" alt="Bangunan makam bertingkat" decoding="async" loading="lazy"><figcaption class="wp-element-caption">Foto: AurĂ©lien Buttin</figcaption></figure><p>The post <a href="https://www.vice.com/id/article/taman-pemakaman-di-paraguay-yang-sering-dijarah/">Tiada Tempat Istirahat Damai Bagi Jiwa yang Berpulang</a> appeared first on <a href="https://www.vice.com">VICE</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.vice.com/id/article/taman-pemakaman-di-paraguay-yang-sering-dijarah/" rel="noopener" target="_blank">www.vice.com</a>.</em></p>
Aurélien Buttin
15 Sep
Beneran Ada WNI Pindah Kewarganegaraan Akibat Maraknya Polarisasi Politik
<p class="article__text--dropcap wp-block-paragraph">âSejak kecil saya yang memang sipit dan beragama Kristen ini sudah merasakan hidup sebagai kaum minoritas yang tidak punya <i>power</i> di Indonesia. Jadi tertanam di pikiran saya, ketika kita tidak suka dengan suatu keadaan/tempat, bukan mayoritas yang harus berubah, tetapi minoritas lah yang harus menerima/pindah.â</p> <p class="wp-block-paragraph">Kevin, eks WNI yang kini jadi WN Jepang, mengenang alasannya meninggalkan tanah air.</p> <p class="wp-block-paragraph">Sejak 2018 ia tinggal di Negeri Sakura untuk sekolah lalu bekerja. Lima tahun kemudian, pada 2022, ia mulai mengurus proses pindah warga negara (naturalisasi). Proses ini selesai di 2023. Di bulan Desember tahun itu, ia resmi menjadi WN Jepang.</p> <p class="wp-block-paragraph">Kevin kini bekerja sebagai supervisor tim penerjemah di sebuah perusahaan mobil asal Jepang. Kepergiannya dari Indonesia ia akui imbas polarisasi politik di sekitar Pilgub Jakarta 2017.</p> <p class="wp-block-paragraph">Kencangnya represi pada kelompok minoritas membuat ia merasa tak lagi diterima menjadi WNI.</p> <p class="wp-block-paragraph">â[Mulai terpikir untuk pindah] sejak tahun 2016, ketika ada demo besar-besaran di Monas yang dilakukan oleh suatu ormas, lalu banyak sekali orang di sekeliling saya yang berubah mengafir-kafirkan saya, padahal saya tidak melakukan apa-apa. Di saat itu saya merasa tidak pantas menjadi warga negara Indonesia dan tidak pantas numpang tinggal di Indonesia,â tutur Kevin kepada VICE.</p> <p class="wp-block-paragraph">Kevin adalah minoritas ganda. Agamanya Kristen dan etnisnya Tionghoa. Karena itu, âmengubah dari dalamâ tak pernah masuk pilihannya. Ia menilai cuma bisa menerima atau pergi sekalian.</p> <p class="wp-block-paragraph">Ketika terbang ke Jepang, ia hanya membawa bekal 60 ribu yen pemberian orang tua. Nilainya setara Rp6,5 juta menurut kurs saat ini.</p> <p class="wp-block-paragraph">Selama lima tahun pertama, Kevin bekerja keras agar bertahan di negara asing. âSampai detik ini saya tidak pernah minta uang lagi kepada orang tua. Semua biaya sendiri, termasuk biaya hidup, sekolah, dan lainnya,â kata Kevin. </p> <h2 class="wp-block-heading">Kisah tiga generasi keluarga terpaksa pindah keluar negeri karena geger politik</h2> <p class="wp-block-paragraph">Kris, bukan nama sebenarnya, juga menanggalkan status WNI-nya karena kehilangan perasaan aman. Sejak 2020 ia adalah WN Swedia.</p> <p class="wp-block-paragraph">Di Indonesia, ia minoritas rangkap tiga. âBukan Islam, setengah Tionghoa, dan bukan <i>straight</i> [orientasi seksual].â</p> <p class="wp-block-paragraph">Tak cuma sampai situ, tiga generasi berturut-turut dalam keluarganya, semua pernah mengecap rasanya tidak dilindungi negara Indonesia sehingga harus mengamankan diri ke luar negeri.</p> <p class="wp-block-paragraph">âDari keluarga sendiri sudah selalu ada ide dan gagasan untuk pergi. Beberapa anggota keluarga dari pihak Oma waktu tahun 1966 itu juga beberapa pergi dari Indonesia dan menetap di China, Hong Kong, atau di Makau.â Di periode itu, sentimen terhadap etnis Tionghoa meningkat seiring Tragedi â65.</p> <p class="wp-block-paragraph">âOma sendiri memutuskan untuk tetap tinggal di Indonesia. Lalu di tahun 1998, beberapa anggota keluarga dari Bapak diberi peluang mendapatkan <i>green card</i> gratis dari Amerika Serikat waktu kerusuhan [dan mereka pun pindah]. Keluarga kami sebenarnya sudah sempat diajak, tapi Bapak-Ibu tidak mau.â</p> <p class="wp-block-paragraph">âMereka tipikal nilai Jawa sih, yang tidak mau meninggalkan rumah. <i>Pejah gesang</i>, hidup mati, ya di tanah itu,â tuturnya.</p> <p class="wp-block-paragraph">Keputusan mencari tempat aman di tanah asing mulai singgah di pikiran Kris ketika pada 2010, terjadi penggerebekan Q! Film Festival di Jakarta oleh Front Pembela Islam. Festival film ini mengangkat isu <i>queer</i>, gender, dan HAM. Teman Kris yang menjadi panitia sempat ditangkap polisi. Walau kemudian dilepas, teman Kris diawasi. âsudah semacam tahanan politik saja,â ujar Kris.</p> <p class="wp-block-paragraph">Persekusi LGBT kembali terjadi pada 2015. Dan di tahun yang sama, Kris dan sekeluarga mengalami langsung rasanya persekusi berlandaskan agama.</p> <p class="wp-block-paragraph">âAda satu kejadian di 22 Juli 2015. Saat itu kami ada acara di Galeri Tembi, Bantul. Kebetulan waktu itu Gereja Gamping baru saja mendapatkan 14 lukisan Kisah Sengsara Yesus yang digambar dengan gaya gambar wayang. Lalu lukisan-lukisan itu dipamerkan di Galeri Tembi karena memang dianggap sebagai karya seni kan. Dalam acara pembukaan pameran itu sendiri, ada penampilan resital tari yang diinspirasi oleh Kisah Maria.â</p> <p class="wp-block-paragraph">âEntah bagaimana, saat pembukaan pameran itu, ada ormas yang datang dan mengepung kami, mengatakan bahwa tidak boleh ada Kristenisasi. Tidak boleh ada kegiatan ibadah di luar tempat ibadah. Padahal itu bukan. Sama sekali tidak ada kegiatan ibadah. Semua kegiatan seni. Kami dikepung sekitar 4 jam waktu itu. Tidak ada yang bisa keluar sampai sekitar jam 11 malam.â</p> <p class="wp-block-paragraph">âPolisi hanya mengatakannya, âSudahlah, ikuti saja kemauan mereka.â Lalu, berita itu ditutup. Tidak boleh ada yang menyebarkan. Tidak boleh ada yang berbicara tentang kejadian itu karena ditakutkan akan merembet dan menyebabkan kerusuhan,â kenang Kris.</p> <p class="wp-block-paragraph">â[Sejak itu di keluarga] mulai ada ketidakpercayaan terhadap perlindungan negara.â</p> <p class="wp-block-paragraph">Di periode kurang lebih sama, iklim politik membuat Kris tak lagi nyaman berada di lingkungan kerja. âIstilahnya saya <i>depressed </i>untuk <i>resign</i> karena identitas saya.â</p> <p class="wp-block-paragraph">Begitu berkesempatan studi di Swedia pada 2017, ia tak menyia-nyiakannya. Orang tua pun mendukung. âMereka bilang, ya sudah, pindah aja, karena kami menyesal tidak mengambil kesempatan itu dulu.â</p> <p class="wp-block-paragraph">âMereka melihat bahwa kondisinya [toleransi di Indonesia] semakin buruk terutama di 10 tahun belakangan.â</p> <h2 class="wp-block-heading">Polarisasi politik di Indonesia kontemporer</h2> <p class="wp-block-paragraph">Menurut peneliti politik Abdul Gaffar Karim dalam <a href="https://ejournal.undip.ac.id/index.php/politika/article/view/23786" target="_blank" rel="noopener">artikel jurnalnya</a> (2019), politik polarisasi di Indonesia kiwari muncul sejak Pilpres 2014 dan bergema kembali pada Pilgub Jakarta 2017. Di saat yang sama, penelitian tentang polarisasi politik di Indonesia masih minim.</p> <p class="wp-block-paragraph">â[âŠ] terjadi polarisasi yang sangat kentara sejak Pilpres 2014. Polarisasi itu tidak hanya berlangsung dalam tahap <i>pre-election</i> namun berlanjut hingga ke masa <i>post-election </i>â dipreservasi [diawetkan<i>, redaksi</i>] terutama lewat media sosial,â tulis Karim.</p> <p class="wp-block-paragraph">âPolarisasi yang terbentuk di tahun 2014 akhirnya memang dimatangkan oleh apa yang terjadi di DKI tahun 2016 dan 2017.â</p> <p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.populismstudies.org/Vocabulary/political-polarization/" target="_blank" rel="noopener">Polarisasi politik adalah</a> perbedaan sikap politik di masyarakat yang mengarah ke dua kutub ideologis. Masing-masing kubu politik dan para pendukungnya membuat garis pembatas antara âkamiâ dan âkalianâ.</p> <p class="wp-block-paragraph">Peneliti politik dari Universitas Helsinki, Emilia Palonen, menyebut bahwa tidak ada wilayah tengah dalam polarisasi politik. Setiap orang didesak untuk menentukan pilihan berada di sisi mana.</p> <p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pewresearch.org/politics/2014/06/12/political-polarization-in-the-american-public/" target="_blank" rel="noopener">Artikel Pew Research Center</a> tentang polarisasi politik di Amerika Serikat menyebut, di negara tersebut, orang-orang dengan posisi ideologis partisan semakin ekspresif untuk menyatakan pilihan politiknya kepada orang-orang terdekat mereka.</p> <p class="wp-block-paragraph">Pengikut Liberal dan Konservatif juga punya perbedaan pendapat soal di mana mereka ingin tinggal, dengan siapa mereka ingin tinggal berdampingan, serta orang seperti apa yang akan diterima di keluarga mereka.</p> <p class="wp-block-paragraph">Seperti disaksikan publik, polarisasi politik di Indonesia sejak 2014 berbuah konflik sosial dan persekusi. Untuk menyebut contoh, di 2017, muncul <a href="https://pilkada.tempo.co/read/855995/penolakan-mensalatkan-jenazah-bawaslu-telusuri-dugaan-pemaksaan" target="_blank" rel="noopener">kasus warga di Jakarta baru mau menyalatkan dan memakamkan jenazah</a> jika keluarga almarhum berjanji akan memilih calon gubernur tertentu.</p> <p class="wp-block-paragraph">Sementara di Yogyakarta, sepanjang 2018-2019 terjadi kasus-kasus perusakan salib di makam (<a href="https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46604707" target="_blank" rel="noopener">ini</a> dan <a href="https://regional.kompas.com/read/2019/04/08/13170051/fakta-perusakan-nisan-di-sleman-yogyakarta-gembok-pintu-dirusak-hingga-nisan?page=all" target="_blank" rel="noopener">ini</a>). Ada salib yang dipotong, dibakar, dan dirusak.</p> <p class="wp-block-paragraph">Ini belum menghitung ujaran kebencian berlandaskan pilihan politik yang memang tak terhitung jumlahnya di media sosial.</p> <h2 class="wp-block-heading">Kenapa harus ganti kewarganegaraan?</h2> <p class="wp-block-paragraph">Dulu sekali, Kris pernah berharap bisa mengubah keadaan agar Indonesia jadi tempat aman bagi semua warganya. Niatan itu hendak ia laksanakan lewat profesinya sebagai pengajar. â[Waktu itu saya berpikir] mungkin saya bisa mengubah pelan-pelan lewat pengajaran saya. Tapi ternyata ketika saya pulang [dari studi di luar negeri], justru saya mengalami persekusi itu.â</p> <p class="wp-block-paragraph">Dengan mengganti kewarganegaraan, ia berharap Swedia dapat melindunginya dari persekusi, termasuk persekusi yang mungkin terjadi saat ia berkunjung ke Indonesia.</p> <p class="wp-block-paragraph">Sejauh ini ia merasa aman di negara barunya. âSaya tahu bahwa saya bisa mengandalkan perlindungan yang diberikan oleh negara, yang selama ini tidak pernah saya dapatkan [dari Indonesia],â ujarnya.</p> <p class="wp-block-paragraph">Bagi Kevin, dengan ia memegang paspor merah Jepang, kebebasannya dalam bekerja di negara itu lebih terjamin. Toh ia masih bisa berkunjung ke Indonesia menggunakan Visa on Arrival (VOA).</p> <p class="wp-block-paragraph">Ia juga merasa hidupnya lebih tenang. âPuji Tuhan⊠Seperti yang mungkin sudah diketahui, di Jepang, orang-orangnya tidak ngurusin agama orang lain, tidak ngurusin pilihan politik orang lain. Jadi hidupnya damai sentosa. Bisa fokus mengejar impian dan cita-cita serta karier untuk membahagiakan keluarga,â kata Kevin.</p> <p class="wp-block-paragraph">Walau sudah bukan WNI, Kevin masih mengikuti obrolan tentang Pilpres 2024. Yang tidak disangka, diskusi di media sosial menyisakan rasa haru di dadanya.</p> <p class="wp-block-paragraph">âSejujurnya, melihat pilpres kali ini, saya lumayan terharu. Ternyata politik identitas sudah âga mempanâ di generasi sekarang. Masyarakat Indonesia sudah cerdas untuk mencari informasi, dan memilih dengan hati.â</p> <h2 class="wp-block-heading">Tafsir nasionalisme dari kacamata eks WNI</h2> <p class="wp-block-paragraph">âBagaimana jika dituding tidak nasionalis karena memilih pergi?â tanya VICE.</p> <p class="wp-block-paragraph">Kevin menjawab, âTidak apa-apa, karena saya juga mengakui, saya kehilangan rasa nasionalisme saya di tahun 2016 itu.â</p> <p class="wp-block-paragraph">âTetapi jangan salah paham, mungkin bisa ditanyakan kepada 700-800 anak Indonesia yang selama ini saya bantu <i>support</i> di Jepang, seberapa saya cinta dan saya bela Indonesia ketika disepelekan.â</p> <p class="wp-block-paragraph">âSaya masih yakin, jika dibelah dada saya, masih ada Burung Garuda di situ,â ujarnya.</p> <p class="wp-block-paragraph">Kris mengaku akan mendiamkan tudingan tak nasionalis jika itu dialamatkan kepadanya. âNasionalis itu berarti membela tanah air dan tanah tumpah darah kan? Tapi tanah air dan tanah tumpah darah saya sudah berubah. Jadi apa yang harus saya bela?â</p> <p class="wp-block-paragraph">âSecara logis saya menyadari bahwa Indonesia yang saya kangeni itu sudah tidak lagi ada di dunia. Sudah terlalu banyak yang berubah,â tambah Kris.</p> <p class="wp-block-paragraph">âIndonesia yang pernah menjadi rumah saya itu hanya tinggal kenangan,â tutupnya.</p> <h2 class="wp-block-heading">âJika calon itu menang pilpres 2024, saya akan mempertimbangkan ganti kewarganegaraanâ </h2> <p class="wp-block-paragraph">âSaya bilang ke istri saya, kalau yang menang Prabowo-Gibran, <i>we are not going back</i>,â ujar Ikhsan, bukan nama sebenarnya, WNI yang menetap di Belanda.</p> <p class="wp-block-paragraph">Saat ini ia manajer di sebuah perusahaan teknologi asal Belanda yang jaringannya tersebar global. </p> <p class="wp-block-paragraph">â<i>I’m seriously considering changing my citizenship</i>. Karena sekali mereka yang menang, <i>we’re sending our country backwards for at least 25 years</i>. Mungkin kesannya hiperbolis, <i>but that’s what I genuinely think</i>.â</p> <p class="wp-block-paragraph">Ikhsan relokasi ke Belanda pada pertengahan tahun lalu. Istri dan anak-anaknya masih di Indonesia namun berencana menyusul. Walau secara fisik jauh dari Indonesia, ia benar-benar memperhatikan dan berpartisipasi pada diskusi publik di medsos tentang pilpres 2024.</p> <p class="wp-block-paragraph">Gagasan pindah kewarganegaraan didorong rasa khawatir bahwa masa depan kariernya akan suram jika pasangan yang ia hindari justru menang. Alasan lainnya, ia takut dikriminalisasi memakai UU ITE jika menyuarakan kritik untuk pemerintah di ruang publik.</p> <p class="wp-block-paragraph">âSaya merasa, kalau tinggal di Indonesia terus, lama-lama saya bisa dipenjara gara-gara UU ITE,â ujar Ikhsan.</p> <p class="wp-block-paragraph">Ia menambahkan, âIndustri IT ini, suka atau tidak suka, diakui atau tidak diakui oleh para pelaku industrinya, masih sangat bergantung pada investor dari luar. Saya merasakan ketika baru lulus dari 2009 sampai 2012, itu industrinya suram lah. Kerja di IT itu tidak menjanjikan sama sekali.â</p> <p class="wp-block-paragraph">âTapi itu berubah sekitar 2012-2017. Investasi asing banyak masuk dan industrinya bergeliat.â</p> <p class="wp-block-paragraph">âSejak lima tahun terakhir Jokowi jadi presiden, saya merasa bahwa hal-hal yang baik, terutama dalam pencegahan korupsi, itu tuh di-<i>undo</i> sama Jokowi secara sistematis dengan revisi UU KPK. Akhirnya makin ke sini indeks persepsi korupsi kita stagnan, <i>ranking</i>-nya turun, dan <i>ease of doing business</i> lewat UU Cipta Kerja ternyata tidak mengangkat.â</p> <p class="wp-block-paragraph">âBagi saya, ada sebuah persepsi yang sangat keliru dari Jokowi yang mengira bahwa kalau KPK-nya tumpul, <i>ease of doing business</i> itu naik. Padahal yang investor takutkan adalah âgue mau naro duit, tapi gue baru masuk aja udah dipalak sana-sini.â Dan Prabowo-Gibran sebagai perpanjangan rezim Jokowi.â</p> <p class="wp-block-paragraph">Ikhsan melihat, iklim industri IT di Indonesia masih dilanda musim dingin manakala situasi di Eropa justru sudah membaik sejak kuartal ke-4 tahun lalu. </p> <p class="wp-block-paragraph">Ia mengaku tak takut dikecam tak nasional. âEmang saya enggak nasionalis. Saya mengkritik Indonesia bukan karena saya ingin Indonesia menjadi bangsa yang besar. Saya mengkritik Indonesia karena istri, anak, orang tua, dan adik-adik saya masih tinggal di Indonesia. Saya pengin tinggal di tempat yang baik buat saya, buat keluarga saya, buat anak-anak saya,â pungkasnya.</p> <p class="wp-block-paragraph"><i>*VICE dan narasumber sepakat tak menuliskan nama terang para narasumber untuk melindungi identitas mereka.</i></p><p>The post <a href="https://www.vice.com/id/article/beneran-ada-wni-pindah-kewarganegaraan-akibat-maraknya-polarisasi-politik/">Beneran Ada WNI Pindah Kewarganegaraan Akibat Maraknya Polarisasi Politik</a> appeared first on <a href="https://www.vice.com">VICE</a>.</p><p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.vice.com/id/article/beneran-ada-wni-pindah-kewarganegaraan-akibat-maraknya-polarisasi-politik/" rel="noopener" target="_blank">www.vice.com</a>.</em></p>
Prima Sulistya
15 Sep

Ryan Garcia TKO Conor Benn untuk pertahankan sabuk juara dunia WBC
Juara dunia kelas welter (66,7 kg) World Boxing Council (WBC) Ryan Garcia menang technical knockout (TKO) atas ...<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.antaranews.com/berita/5738527/ryan-garcia-tko-conor-benn-untuk-pertahankan-sabuk-juara-dunia-wbc" rel="noopener" target="_blank">Antara</a>.</em></p>
Antara
15 Sep

Dorong perempuan di pacuan kuda, SARGA raih The Sraya Recognition
Promotor pacuan kuda profesional SARGA.co meraih penghargaan The Sraya Recognition untuk kategori dampak sosial atas ...<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.antaranews.com/berita/5738669/dorong-perempuan-di-pacuan-kuda-sarga-raih-the-sraya-recognition" rel="noopener" target="_blank">Antara</a>.</em></p>
Antara
15 Sep

Industri olahraga Indonesia harus didorong untuk dongkrak ekonomi
Direktur Kompetisi I.League, operator kompetisi sepak bola Indonesia, Asep ...<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.antaranews.com/berita/5738715/industri-olahraga-indonesia-harus-didorong-untuk-dongkrak-ekonomi" rel="noopener" target="_blank">Antara</a>.</em></p>
Antara
15 Sep

Ryan Garcia bidik Lopez demi penyatuan gelar WBC-WBA seusai TKO Benn
Juara dunia kelas welter (66,7 kg) World Boxing Council (WBC) Ryan Garcia membidik pertarungan melawan juara World ...<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.antaranews.com/berita/5738815/ryan-garcia-bidik-lopez-demi-penyatuan-gelar-wbc-wba-seusai-tko-benn" rel="noopener" target="_blank">Antara</a>.</em></p>
Antara
15 Sep

Jelajah venue Asian Games 2026
Sebanyak 54 venue menjadi lokasi pertandingan Asian Games 2026 yang berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober, ...<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.antaranews.com/infografik/5738716/jelajah-venue-asian-games-2026" rel="noopener" target="_blank">Antara</a>.</em></p>
Antara
15 Sep

Wamenpora minta pelaku olahraga pahami manajemen dan pengembangan
Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat meminta para pelaku olahraga memahami manajemen dan pengembangan ...<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.antaranews.com/berita/5739005/wamenpora-minta-pelaku-olahraga-pahami-manajemen-dan-pengembangan" rel="noopener" target="_blank">Antara</a>.</em></p>
Antara
15 Sep

Jakarta LavAni komitmen lahirkan talenta muda
Manajer Jakarta LavAni Ossy Dermawan berkomitmen timnya akan terus melahirkan talenta muda. "Harus pemain muda, ...<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.antaranews.com/berita/5739012/jakarta-lavani-komitmen-lahirkan-talenta-muda" rel="noopener" target="_blank">Antara</a>.</em></p>
Antara
15 Sep

Jakarta Pertamina Enduro segera lahirkan talenta muda lewat akademi
Project Director Jakarta Pertamina Enduro (JPE) Rudi Arifianto mengungkapkan tim itu akan membuat akademi guna ...<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.antaranews.com/berita/5739020/jakarta-pertamina-enduro-segera-lahirkan-talenta-muda-lewat-akademi" rel="noopener" target="_blank">Antara</a>.</em></p>
Antara
15 Sep

Raharjati/Robby terhenti pada 16 besar seri Guiyang
Langkah pasangan atlet panjat tebing Indonesia Raharjati Nursamsa dan Antasyafi Robby Al Hilmi terpaksa berhenti padai ...<p><em>Tulisan ini juga telah dipublikasikan di <a href="https://www.antaranews.com/berita/5739055/raharjati-robby-terhenti-pada-16-besar-seri-guiyang" rel="noopener" target="_blank">Antara</a>.</em></p>
Antara
15 Sep
