Wed,26 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Jaringan Jamur Bawah Tanah Sepanjang 110 Kuadriliun Km Dipetakan untuk Pertama Kalinya

Jaringan Jamur Bawah Tanah Sepanjang 110 Kuadriliun Km Dipetakan untuk Pertama Kalinya

jaringan-jamur-bawah-tanah-sepanjang-110-kuadriliun-km-dipetakan-untuk-pertama-kalinya
Jaringan Jamur Bawah Tanah Sepanjang 110 Kuadriliun Km Dipetakan untuk Pertama Kalinya
service

Untuk pertama kalinya, para ilmuwan berhasil memetakan jaringan jamur bawah tanah secara global dan hasilnya jauh melampaui perkiraan sebelumnya: total panjang filamen jamur di seluruh permukaan Bumi mencapai lebih dari 110 kuadriliun kilometer, setara hampir satu miliar kali jarak Bumi ke Matahari. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Science dengan menganalisis lebih dari 16.000 sampel tanah dari 300 studi ilmiah yang dilakukan di berbagai wilayah dunia. Data kepadatan filamen jamur, atau hifa, dari sampel-sampel tersebut kemudian diproses menggunakan model pembelajaran mesin untuk membangun peta distribusi global di lapisan tanah atas. Ini adalah upaya pertama yang berhasil mengintegrasikan data dari ratusan penelitian lokal menjadi satu gambaran kohesif tentang ekosistem bawah tanah di tingkat planet. Jaringan hifa jamur mikoriza arbuskular yang divisualisasikan dengan pewarnaan berdasarkan ukuran radius filamen (1,5 hingga 5,0 mikrometer). Warna kuning-oranye pada bagian tengah menunjukkan hifa berdiameter lebih besar yang berfungsi sebagai jalur utama transportasi, sementara cabang-cabang ungu yang lebih tipis di bagian tepi berperan dalam penyerapan nutrisi. Jaringan ini bekerja sebagai sistem dua arah: menyalurkan air, fosfor, dan nitrogen ke tanaman, sekaligus mengangkut karbon dari tanaman ke dalam tanah. (Foto: Corentin Bisot – VU Amsterdam, AMOLF / Justin Stewart – SPUN) Jamur yang menjadi fokus studi ini adalah jamur mikoriza arbuskular, kelompok mikroorganisme yang hidup di lapisan tanah atas dan membentuk hubungan simbiosis dengan akar tanaman. Keberadaannya tidak mencolok, tapi skala dan fungsinya jauh dari sepele. Lebih dari 70 persen spesies tanaman darat bergantung pada kemitraan dengan jamur ini untuk menyerap air, fosfor, nitrogen, dan berbagai mineral dari tanah…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.