
Perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tampil berbeda dan memukau di pusat perbelanjaan Pacific Place Mall, Jakarta. Sejak 14 Agustus—5 September 2026, area Main Atrium Ground Floor disulap menjadi tempat “berlabuhnya” Pinisi Nusantara, sebuah instalasi seni monumental berukuran 12×6 meter dalam skala 1:1 yang dibangun penuh dari lebih dari 1.000 lembar kardus 100 persen serat daur ulang.
Karya seni yang ramah lingkungan ini adalah hasil kolaborasi kedua antara Dus Duk Duk, produsen kreasi kardus daur ulang ternama, bersama seniman visual ternama Erika Richardo dan pengelola Pacific Place Mall.
Sebelumnya pada perayaan HUT RI ke-80 tahun 2025 lalu, yang mana keduanya sukses memecahkan rekor MURI lewat replika Pesawat Airbus A320 skala 1:10 dari bahan kardus.
Instalasi ini secara apik mengawinkan warisan budaya maritim Nusantara dengan gaya hidup ramah lingkungan serta sentuhan seni kontemporer. Terinspirasi dari kapal Pinisi, warisan budaya takbenda (WBTb)Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO, struktur megah karya Dus Duk Duk ini dipercantik oleh goresan lukisan Erika Richardo yang merepresentasikan kekayaan ragam budaya bangsa.
Erika Richardo menjelaskan bahwa ia memilih kapal Pinisi menjadi perantara untuk menerjemahkan keanekaragaman Nusantara ke dalam karya visual yang dapat dinikmati sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda dan keluarga.
Menurut Erika, mereka memilih Pinisi ini untuk dibuatkan lukisan yang sebenarnya bisa dilihat sesuai dengan letak peta Indonesia. Dari ujung sebelah kanan yaitu Papua sampai ke ujung sebelah kiri yaitu Pulau Sumatra, semuanya dipenuhi dengan kebudayaan Indonesia.
“Saya berharap instalasi ini tidak hanya menginspirasi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan seni dan budaya Indonesia, khususnya kepada anak-anak dan ibu-ibu,” imbuhnya.
Sementara itu, CEO dan Founder Dus Duk Duk, Arif Susanto, menekankan pentingnya pesan keberlanjutan di balik pembuatan instalasi monumental ini.
“Kami ingin menghadirkan cara baru untuk melihat budaya Indonesia sekaligus menunjukkan bahwa kreativitas dan keberlanjutan dapat berjalan bersama,” sebut Arif dalam rilis.
Kehadiran Pinisi Nusantara makin istimewa karena acara peresmiannya turut dihadiri oleh jajaran pejabat kementerian dan pimpinan lembaga nasional. Di antaranya hadir Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini, serta Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual Kementerian Kebudayaan I Made Dharma Suteja.
Proyek ini juga disokong oleh Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Kebudayaan RI, serta bekerja sama dengan APP Group, Dekkson, D8lapan En6m Production Indonesia, Lapislapis, Zalmon Fabric, Totoys, dan Paperoom.
Dukungan berbagai media juga mengalir, termasuk dari TikTok Indonesia dan Good News From Indonesia (GNFI), serta Belantara Budaya Indonesia sebagai mitra komunitas.
Selain menikmati visual megah kapal, pengunjung juga diajak berinteraksi langsung melalui rangkaian aktivitas seperti Live Painting bersama Erika Richardo dan Workshop Create Your Own Pinisi Ship untuk keluarga.
Tak berhenti di dalam mal, Dus Duk Duk juga melakukan penanaman 525 pohon mangrove di Pulau Pari, Kepulauan Seribu dalam kampanye Harmoni Bagi Bumi.
Bagi Kawan GNFI yang ingin menyaksikan langsung kemegahan kapal Pinisi dari kardus daur ulang ini, pameran Pinisi Nusantara masih terbuka untuk umum di Main Atrium Ground Floor Pacific Place Mall Jakarta hingga 5 September 2026.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Kawan GNFI Official lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Kawan GNFI Official.
Tim Editor





Comments are closed.