Fri,7 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Hukum
  3. Kasus Pengerukan Tanjung Perak Masuk Tahap Tuntutan, JPU Nyatakan Uang Pengganti Nihil

Kasus Pengerukan Tanjung Perak Masuk Tahap Tuntutan, JPU Nyatakan Uang Pengganti Nihil

kasus-pengerukan-tanjung-perak-masuk-tahap-tuntutan,-jpu-nyatakan-uang-pengganti-nihil
Kasus Pengerukan Tanjung Perak Masuk Tahap Tuntutan, JPU Nyatakan Uang Pengganti Nihil
service

Surabaya (beritajatim.com) – Sidang lanjutan perkara proyek pengerukan kolam Pelabuhan Tanjung Perak dengan agenda pembacaan tuntutan terhadap terdakwa AWB, HES, EHH, F, MYC, dan DWS digelar pada Rabu (5/8/2026).

Dalam pembacaan tuntutan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menguraikan tidak adanya aliran dana proyek yang diterima secara pribadi oleh para terdakwa.

Sorotan lain dalam tuntutan tersebut adalah tidak adanya pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti. Dalam amar tuntutan, Jaksa Penuntut Umum menyatakan bahwa uang pengganti yang dibebankan kepada lima terdakwa adalah nihil.

Dengan demikian, kelima terdakwa tidak dituntut untuk mengembalikan kerugian negara melalui mekanisme pembayaran uang pengganti sebagaimana diatur dalam Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Menanggapi hal tersebut, tim penasihat hukum terdakwa, Heribertus Hari Sumarno, menyatakan, “Hingga berakhirnya tahap pembuktian dan memasuki agenda pembacaan tuntutan, Jaksa Penuntut Umum tidak menunjukkan adanya bukti yang menerangkan bahwa dana proyek pengerukan mengalir ke kantong pribadi para terdakwa. Bahkan, dalam tuntutan yang dibacakan hari ini, uang pengganti yang dibebankan kepada lima terdakwa juga dinyatakan nihil. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat dasar yang membuktikan para terdakwa menerima aliran dana hasil tindak pidana sebagaimana didalilkan dalam perkara ini.”

Agenda pembacaan tuntutan tersebut merupakan tahapan lanjutan dalam proses persidangan yang telah berlangsung sejak April 2026.

Selama rangkaian persidangan, sejumlah fakta telah terungkap melalui keterangan para saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum. Salah satunya mengenai aliran dana proyek pengerukan.

Dalam persidangan sebelumnya (20/5), saksi Adi Witono selaku Vice President Operation PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari secara tegas menyatakan bahwa tidak terdapat pembayaran proyek yang ditransfer kepada para terdakwa.

“Tidak ada,” ujar Adi Witono saat menjawab pertanyaan mengenai ada atau tidaknya aliran dana proyek kepada para terdakwa.

Saksi juga menerangkan bahwa seluruh pembayaran pekerjaan dilakukan langsung kepada PT Alur Pelayaran Barat Surabaya (PT APBS) sebagai perusahaan pelaksana pekerjaan. “Seluruh pembayaran pekerjaan langsung kami transfer ke PT APBS,” tambahnya.

Dalam persidangan berikutnya (3/6), saksi Warsilan selaku Direktur Utama PT PMS juga menerangkan bahwa keuntungan yang diperoleh PT APBS menjadi bagian dari laba perusahaan yang kemudian dibagikan kepada pemegang saham melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“Sepanjang yang saya ketahui, tidak ada keuntungan pribadi yang diterima para terdakwa dari dana tersebut, dan pembagian dividen kepada pemegang saham sudah berdasarkan RUPS,” ujar Warsilan di hadapan Majelis Hakim.

Dengan demikian, rangkaian persidangan yang telah berlangsung selama hampir empat bulan dalam perkara proyek pengerukan kolam Pelabuhan Tanjung Perak yang menjerat enam terdakwa secara konsisten menunjukkan bahwa pembayaran proyek dilakukan kepada PT APBS sebagai badan usaha pelaksana, sementara keuntungan perusahaan dikelola melalui mekanisme korporasi sesuai tata kelola perusahaan.

Hingga tahap pembacaan tuntutan, Jaksa Penuntut Umum juga menguraikan tidak adanya aliran dana proyek kepada pribadi para terdakwa dan tidak menuntut pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti. Oleh karena itu, rangkaian fakta persidangan tidak menunjukkan adanya penerimaan dana proyek oleh para terdakwa secara pribadi. [kun]

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.