Tue,18 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU

Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU

kiai-azaim-harap-kekerasan-di-pesantren-masuk-materi-munas-konbes-hingga-muktamar-ke-35-nu
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
service

Jakarta, NU Online

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersiap menggelar Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, pada 20-21 Juni 2026 mendatang.

Salah satu poin krusial yang diusulkan untuk masuk dalam pembahasan materi Munas dan Konbes tersebut adalah penanganan isu kekerasan di lingkungan pesantren yang belakangan ini tengah menyedot perhatian publik.

Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, KH Azaim Ibrahimy menegaskan bahwa materi mengenai kekerasan di pesantren sangat penting untuk diangkat secara resmi, baik dalam forum Munas-Konbes maupun Muktamar NU ke-35.

“Sangat penting, persoalan itu harus menjadi perhatian penting para ulama, kiai, tokoh agama di kalangan NU,” kata Lora Azaim ditemui NU Online di Gedung PBNU lantai 3 pada Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, langkah ini diperlukan untuk meluruskan opini publik sekaligus mengikis narasi-narasi liar media sosial terkait kekerasan seksual.

“Jadi, ada ketegasan kronologinya ini, kejadiannya ini, mana yang oknum, mana yang insiden, yang merusak moral dan hanya sebuah asumsi komentar liar saja di media sosial. Itu penting sekali ditegaskan,” jelasnya.

Sebelumnya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) dan Satuan Anti Kekerasan (SAKA) Pesantren telah membentuk Pesantrenku Aman Ramah Anak. Gerakan Kampanye Nasional Pesantrenku Aman ini merupakan salah satu turunan dari program Transformasi Pesantren sejak tahun 2023.

Kekerasan di ranah pendidikan di Indonesia masih berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat ratusan kasus kekerasan setiap tahunnya. Kasus tersebut didominasi oleh kekerasan seksual, disusul perundungan (bullying), serta kekerasan fisik yang pelakunya sering kali melibatkan tenaga pendidik dan sesama siswa.

Kasus kekerasan terbanyak terjadi di sekolah (71%), disusul perguruan tinggi (11%), pesantren (9%), satuan pendidikan nonformal (6%), dan madrasah (3%). Kekerasan seksual menempati posisi tertinggi (mencapai 36% hingga 46%), disusul kekerasan fisik (34%), dan perundungan (19%).

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.