Wed,26 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Kucing Adalah Hewan Peliharaan Terpopuler di Dunia, dan Salah Satu Predator Paling Merusak

Kucing Adalah Hewan Peliharaan Terpopuler di Dunia, dan Salah Satu Predator Paling Merusak

kucing-adalah-hewan-peliharaan-terpopuler-di-dunia,-dan-salah-satu-predator-paling-merusak
Kucing Adalah Hewan Peliharaan Terpopuler di Dunia, dan Salah Satu Predator Paling Merusak
service

Populasi kucing di seluruh dunia diperkirakan mencapai ratusan juta ekor, tersebar di hampir setiap negara. Tidak ada hewan peliharaan yang lebih populer. Tapi para ilmuwan sudah lama menempatkan kucing dalam daftar yang sangat berbeda: salah satu spesies invasif paling merusak di dunia, sejajar dengan tikus dan anjing liar.

Di Australia, kucing diperkirakan membunuh lebih dari satu miliar mamalia setiap tahun, ditambah ratusan juta burung dan reptil. Bukan hanya dari kucing liar, tapi juga dari kucing rumahan yang dibiarkan bebas berkeliaran. Kajian U.S. Fish and Wildlife Service mengaitkan kucing dengan kepunahan sedikitnya 33 spesies.

Dampak paling parah terjadi di ekosistem pulau, di mana fauna berevolusi tanpa predator seperti kucing sehingga tidak punya pertahanan alami. Numbat di Australia Barat kini tersisa kurang dari 1.000 individu, dengan predasi kucing sebagai ancaman utama. Burung kakapo di Selandia Baru bertahan berkat upaya konservasi masif tapi tetap rentan. Di Tasmania, seekor kucing yang masuk ke fasilitas penangkaran burung beo perut oranye pada 2013 membunuh beberapa individu dari spesies yang sudah sangat tertekan.

Ancaman dari kucing tidak hanya soal predasi langsung. Kucing adalah inang utama parasit Toxoplasma gondii. Di Hawaii, parasit ini berkontribusi pada kematian burung nene dan anjing laut biksu Hawaii. Di Florida, wabah leukemia kucing menyerang macan kumbang Florida pada 2000-an. Di Eropa, kawin silang kucing liar Skotlandia dengan kucing rumahan mengancam kemurnian genetik spesies liar itu secara perlahan.

Bahkan kehadiran kucing saja sudah cukup mengubah perilaku satwa liar. Penelitian menemukan satwa kecil jauh lebih aktif ketika kucing tidak ada, tapi bersembunyi dan mengurangi aktivitas mencari makan saat kucing ada di sekitar. Dalam jangka panjang, tekanan ini memengaruhi reproduksi dan kelangsungan populasi.

Berbagai strategi pengendalian sudah dicoba, dari program tangkap-steril-lepas hingga kombinasi drone, kamera termal, dan kecerdasan buatan seperti yang diterapkan di Kangaroo Island, Australia. Tapi kunci utamanya tetap pada pemilik kucing. Mengurung kucing di dalam rumah atau membatasi waktu luarnya terbukti menurunkan risiko predasi secara signifikan.

Hewan peliharaan terpopuler di dunia ternyata bisa menjadi ancaman terbesar bagi satwa yang tidak pernah memilih untuk hidup berdampingan dengannya. Dan setiap keputusan kecil pemilik kucing, apakah membiarkan kucingnya keluar atau tidak, punya konsekuensi yang jauh lebih luas dari yang pernah mereka bayangkan.

Kredit

Topik

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.