Mon,27 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Prediksi Cuaca 26 Juni-2 Juli 2026: Kemarau Makin Terasa, Dinamika Atmosfer Picu Hujan di Sebagian Daerah

Prediksi Cuaca 26 Juni-2 Juli 2026: Kemarau Makin Terasa, Dinamika Atmosfer Picu Hujan di Sebagian Daerah

prediksi-cuaca-26-juni-2-juli-2026:-kemarau-makin-terasa,-dinamika-atmosfer-picu-hujan-di-sebagian-daerah
Prediksi Cuaca 26 Juni-2 Juli 2026: Kemarau Makin Terasa, Dinamika Atmosfer Picu Hujan di Sebagian Daerah
service

Jakarta, NU Online

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim kemarau akan semakin meluas di berbagai wilayah Indonesia. Namun, dinamika atmosfer yang masih aktif diperkirakan tetap memicu hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di sejumlah daerah.

Prakirawan Cuaca BMKG, Lintang Alya N., menjelaskan sebanyak 37,6 persen wilayah Indonesia atau sekitar 263 Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim kemarau. Wilayah tersebut meliputi sebagian kecil Sumatra Utara, Jambi, Banten, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, serta sebagian wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, dan Maluku.

“Perluasan musim kemarau ini sejalan dengan hasil pemantauan dinamika atmosfer pada skala global global. Anomali Suhu Permukaan Laut (SST) di region Nino 3.4 tercatat sebesar +1.61. Angka ini mengindikasikan El Nino Condition, yang menjadi sinyal kuat akan berkurangnya curah hujan di berbagai wilayah,” jelasnya pada Kamis (25/6/2026).

Alya menjelaskan, masih tingginya curah hujan dipengaruhi oleh sejumlah faktor atmosfer, antara lain aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial di Papua, Gelombang Kelvin di sebagian Sumatra dan Kalimantan, aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO) di wilayah Sumatra dan Papua, intrusi udara kering dari Belahan Bumi Selatan yang melintasi perairan selatan Indonesia, serta keberadaan sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Sumatra dan pesisir utara Papua yang membentuk daerah konvergensi dan belokan angin.

“Diprakirakan sejumlah wilayah di Indonesia akan mengalami curah hujan dengan kategori rendah, yakni kurang dari 50 mm per dasarian. Kondisi ini mempertegas pola musim kemarau yang kini semakin meluas di wilayah Indonesia. Penurunan curah hujan ini diprediksi terjadi di berbagai pulau di Indonesia,” tuturnya.

Periode 26-28 Juni 2026

Potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Sementara hujan lebat hingga sangat lebat diberlakukan di Aceh dan Maluku. Potensi angin kencang diprakirakan terjadi di Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Periode 29 Juni-2 Juli 2026

Hujan ringan hingga lebat masih berpotensi terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.

Adapun potensi angin kencang diprakirakan melanda Jawa Barat, Maluku, dan Papua Selatan.

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah yang telah memasuki musim kemarau untuk mengantisipasi cuaca yang lebih terik dengan menjaga kecukupan cairan tubuh serta menggunakan pelindung dari paparan sinar matahari saat beraktivitas di luar ruangan.

“Sementara, masyarakat di daerah yang masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko genangan, banjir, tanah longsor, pohon tumbang, gangguan perjalanan, serta menurunnya jarak pandang,” ucap Alya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.