Fri,21 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Hukum
  3. Raba Bagian Sensitif Siswa, Ini Modus dari Guru Madrasah Bangkalan

Raba Bagian Sensitif Siswa, Ini Modus dari Guru Madrasah Bangkalan

raba-bagian-sensitif-siswa,-ini-modus-dari-guru-madrasah-bangkalan
Raba Bagian Sensitif Siswa, Ini Modus dari Guru Madrasah Bangkalan
service

Bangkalan (beritajatim.com) – Kasus dugaan pencabulan yang menyeret seorang guru madrasah berinisial ZA di Kecamatan Tragah, Bangkalan, terus didalami polisi. Salah satu hasil informasi yang didapat terkait modus yang dilakukan oleh pelaku. Penyidik juga membuka kemungkinan adanya korban lain setelah enam siswa di bawah umur menjalani pemeriksaan visum medis.

Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo mengatakan, sejauh ini baru satu korban yang secara resmi melaporkan dugaan perbuatan tersebut kepada kepolisian. Namun, terdapat enam anak yang telah menjalani pemeriksaan visum.

“Hasil pemeriksaan atau korban yang sudah melapor di Polres itu ada satu korban resmi. Namun, enam anak sudah menjalani pemeriksaan visum medis. Dimungkinkan nanti ada beberapa korban lain yang akan melaporkan lagi,” ujar Wibowo, Jumat (21/08/2026).

Menurut Wibowo, penyidik masih menggali keterangan dari korban, saksi, dan terduga pelaku untuk memastikan rangkaian kejadian serta kemungkinan adanya anak didik lain yang pernah mengalami tindakan serupa.

Dugaan perbuatan tersebut disebut terjadi di lingkungan madrasah ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung. ZA diduga memanfaatkan sejumlah aktivitas pembelajaran untuk melakukan tindakan tidak senonoh terhadap para siswa.

“Modus yang digunakan pelaku bermacam-macam, mulai dari memanfaatkan momen saat praktik pembelajaran hingga ketika siswa diminta maju mengerjakan tugas di depan kelas. Pelaku melakukan aksinya dengan cara meraba beberapa bagian sensitif tubuh para siswi,” jelasnya.

Polisi kini tidak menutup kemungkinan jumlah korban bertambah. Terlebih, kasus tersebut baru terungkap setelah salah satu siswa berani menceritakan kejadian yang dialaminya kepada keluarga.

Karena itu, kepolisian mengimbau para orang tua yang memiliki anak atau anggota keluarga yang pernah belajar di madrasah tersebut untuk segera melapor apabila mengetahui adanya dugaan tindakan serupa.

“Kami menyampaikan bagi masyarakat yang berada di sekitar madrasah tersebut, yang mungkin menjadi korban mulai dari beberapa waktu yang lalu, silakan melapor. Kami membuka pintu seluas-luasnya untuk menerima laporan tersebut,” kata Wibowo. [sar/but]

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.