Tragedi berdarah terjadi di Desa Sukarame Baru, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara (Sumut). Seorang warga tewas, dan tiga luka-luka dalam insiden dengan petugas keamanan Agrinas Palma Nusantara, 16 Juni lalu. Organisasi masyarakat sipil mendesak, usut tuntas kasus ini tanpa pengecualian terhadap dua personel TNI yang jadi bagian dari petugas keamanan. Korban tewas ialah Luis David Hutabarat (32), tukang timbang buah sawit. Tiga buruh tani yang luka-luka adalah Jhoni (28), Doni Romadan (29), dan Sutomi alias Tomi (31). Berdasarkan temuan KontraS Sumut, Luis tidak sadarkan diri dengan lidah terjulur keluar di Jalan Perkebunan Kelapa Sawit Blok K33 Jalur 3, wilayah kelola Agrinas. Tim Advokasi Rakyat Melawan Impunitaswe (ARMI) yang terdiri dari KontraS Sumut, LBH, Bakumsu, Huta Keadilan Associates, Fordam Susuba, GMNI Cabang Medan, dan GMKI Cabang Rantau Prapat merilis laporan awal dan menyoroti keterlibatan Sersan Mayor (Serma) Buana Delly, anggota TNI AD aktif yang bertugas di Kodam I/Iskandar Muda, Aceh, dan bertugas mengamankan BUMN itu, serta Budiono, purnawirawan TNI yang juga merupakan pekerja Agrinas. Seorang saksi menceritakan kronologi. Dia bilang, konflik bermula saat keempat korban hendak pulang setelah bekerja membersihkan ladang Ramlan Nainggolan, ayah mertua Luis. Sekitar pukul 16.00, sekelompok oknum bersenjata parang dan gancu menghentikan para korban yang menggunakan sepeda motor langsir. “Saat pengadangan, saya melihat mereka menabrakkan motor ke arah korban hingga jatuh. Kemudian dilakukan pemukulan terhadap Doni dan Tomi menggunakan gancu dan tangan kosong,” katanya, 24 Juni. Menurut dia, sebelum insiden, Buana melontarkan ancaman pada Luis. “Sini turun kau Luis, maen kita, ku bunuh kau,”…This article was originally published on Mongabay
Tragedi Berdarah, Petugas Keamanan Agrinas Tewaskan Warga Labuhanbatu Utara
Tragedi Berdarah, Petugas Keamanan Agrinas Tewaskan Warga Labuhanbatu Utara





Comments are closed.