EURO/USD1,17
%-0.02
Oil61,12
%-0.26
BTC0,000000
%0
ETH0,000000
%0
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Menelusuri Asal Lima Bayi Orangutan yang Ditemukan di India, Apakah dari Indonesia?

Menelusuri Asal Lima Bayi Orangutan yang Ditemukan di India, Apakah dari Indonesia?

menelusuri-asal-lima-bayi-orangutan-yang-ditemukan-di-india,-apakah-dari-indonesia?
Menelusuri Asal Lima Bayi Orangutan yang Ditemukan di India, Apakah dari Indonesia?
0
Share

Share This Post

or copy the link

Lima bayi orangutan ditemukan di kawasan hutan Distrik Balasore, Odisha, India, Selasa (8/9/26). Temuan ini mengejutkan karena India tidak memiliki populasi orangutan liar. Warga awalnya mengira kelima satwa tersebut merupakan jenis monyet langka, sebelum petugas kehutanan memastikan bahwa mereka adalah orangutan. Prateek Indalkar, pejabat kehutanan Distrik Balasore, mengatakan kelimanya terdiri dari dua betina dan tiga jantan yang diperkirakan berusia kurang dari satu tahun. Setelah menjalani pemeriksaan, bayi-bayi orangutan tersebut dipindahkan ke Nandankanan Zoological Park di Bhubaneswar untuk mendapatkan perawatan. Pemerintah Odisha kemudian meminta Wildlife Crime Control Bureau menyelidiki asal-usul mereka. Penyelidikan juga akan memastikan apakah orangutan tersebut akan dijual kepada pembeli di India atau hanya transit sebelum dikirim ke negara lain. M. Indra Kurnia, Direktur Konservasi Yayasan Orangutan Sumatera Lestari–Orangutan Information Centre, menilai kemunculan orangutan di negara yang tidak memiliki populasi alami harus dilihat sebagai persoalan perdagangan satwa liar lintas negara. “Kita tidak boleh hanya melihatnya sebagai kasus lokal di negara tempat satwa tersebut ditemukan,” ujarnya. Jika dugaan perdagangan ilegal terbukti, kasus Odisha memperlihatkan panjangnya rantai kejahatan yang dilalui kelima bayi orangutan tersebut. “Ini dimulai dari perburuan di alam, pemisahan bayi dari induk, pengangkutan melalui sejumlah wilayah, hingga dijual atau dipelihara sebagai satwa eksotik,” kata Indra. Pemisahan dari induk bukan sekadar membuat bayi orangutan kehilangan pengasuhan. Tindakan tersebut juga dapat mengganggu kesehatan, perilaku, perkembangan sosial, dan kemampuan mereka bertahan hidup. Karena itu, Indra menegaskan, “Lima orangutan tersebut harus dipandang sebagai korban perdagangan satwa liar, bukan satwa eksotik yang ditemukan jauh dari habitatnya.” Meski spesies kelimanya belum dipastikan, indikasi awal mengarah…This article was originally published on Mongabay

0
mutlu
Mutlu
0
_zg_n
Üzgün
0
sinirli
Sinirli
0
_a_rm_
Şaşırmış
0
vir_sl_
Virüslü
Menelusuri Asal Lima Bayi Orangutan yang Ditemukan di India, Apakah dari Indonesia?
+ - 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.