EURO/USD1,17
%-0.02
Oil61,12
%-0.26
BTC0,000000
%0
ETH0,000000
%0
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Saat Terjadi Perang, Bagaimana Kedaulatan Energi di Indonesia?

Saat Terjadi Perang, Bagaimana Kedaulatan Energi di Indonesia?

saat-terjadi-perang,-bagaimana-kedaulatan-energi-di-indonesia?
Saat Terjadi Perang, Bagaimana Kedaulatan Energi di Indonesia?
0
Share

Share This Post

or copy the link

Perang Amerika-Israel dengan Iran memblokade Selat Hormuz, jalur utama kapal pengangkut minyak terganggu berdampak pada pasokan minyak dunia termasuk Indonesia. Situasi ini menyebabkan harga minyak mentah di pasar internasional naik hingga 45%. Selama perang, harganya bisa menyentuh US$120 per barel. Dampaknya, pasokan BBM Indonesia terancam hingga hari ini. Produksi domestik hanya 600 ribu barel per hari, sementara kebutuhan nasional mencapai 1,5-1,6 juta barel. Artinya, Indonesia harus mengimpor 1 juta barel per hari untuk memenuhi selisih kebutuhan dan produksi.  Bhima Yudhistira, Direktur Eksekutif Celios, mengatakan, impor minyak di tengah konflik Amerika-Israel dengan Iran membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurutnya, jika harga minyak dunia mencapai USD90-100 per barel, maka subsidi akan membengkak hingga Rp120-130 Triliun. Tentu ini juga berdampak pada LPG karena Indonesia masih bergantung pada impor dari pasar global. Indonesia mengimpor sekitar 6-7 juta ton per tahun, 20%-nya berasal dari Timur Tengah. Bhima mengatakan, krisis energi dapat berdampak pada perekonomian nasional melalui kenaikan inflasi. Dia juga mengingatkan, krisis energi dapat memicu tekanan ekonomi berantai. Di tengah situasi ini, Bhima mendesak pemerintah mempercepat transisi energi terbarukan yang berkeadilan untuk mengurangi ketergantungan pada minyak impor. Ia berharap, Danantara turut membiayai proyek energi bersih tersebut. Novita Indri, juru kampanye Energi Trend Asia, menyebut pengalaman Pakistan melewati krisis energi pada 2022-2023 dapat menjadi contoh bagi Indonesia. Pakistan mengurangi ketergantungan oada gas alam dengan meningkatkan pemanfaatan energi surya sebagai energi utama. “Tidak ada cara lain, mengurangi ketergantungan energi fosil dan mendorong energi terbarukan secara masif, berbasis komunal menjadi kunci Indonesia berdaulat energi.” Foto utama:…This article was originally published on Mongabay

0
mutlu
Mutlu
0
_zg_n
Üzgün
0
sinirli
Sinirli
0
_a_rm_
Şaşırmış
0
vir_sl_
Virüslü
Saat Terjadi Perang, Bagaimana Kedaulatan Energi di Indonesia?
+ - 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.