EURO/USD1,17
%-0.02
Oil61,12
%-0.26
BTC0,000000
%0
ETH0,000000
%0
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Terbang 3.500 Km Sebelum Kehilangan Kemampuan Terbang, Kini Jadi Penghuni Tunggal Pulau Paling Terpencil di Dunia

Terbang 3.500 Km Sebelum Kehilangan Kemampuan Terbang, Kini Jadi Penghuni Tunggal Pulau Paling Terpencil di Dunia

terbang-3.500-km-sebelum-kehilangan-kemampuan-terbang,-kini-jadi-penghuni-tunggal-pulau-paling-terpencil-di-dunia
Terbang 3.500 Km Sebelum Kehilangan Kemampuan Terbang, Kini Jadi Penghuni Tunggal Pulau Paling Terpencil di Dunia
0
Share

Share This Post

or copy the link

Sejumlah pulau paling terpencil di dunia menjadi rumah bagi spesies burung yang khas, hasil dari isolasi geografis yang berlangsung jutaan tahun. Tanpa keberadaan predator, burung di pulau semacam ini kerap kehilangan kemampuan terbang, sebuah pola evolusi yang tercatat di berbagai belahan dunia. Salah satu contohnya ditemukan di gugusan kepulauan Tristan da Cunha, di tenggara Samudra Atlantik Selatan. Salah satu pulau dalam gugusan itu adalah Inaccessible Island, pulau vulkanik bertebing curam dengan luas hanya 7,4 kilometer persegi. Ombak besar dan medan ekstrem membuat pulau ini nyaris tidak pernah dikunjungi manusia sejak ditemukan. Di pulau inilah hidup Atlantisia rogersi, atau Mandar Inaccessible, burung tak bisa terbang terkecil di dunia. Bobotnya 30 sampai 40 gram, mirip berat sebutir bola pingpong, dengan ukuran tubuh tidak lebih besar dari kepalan tangan orang dewasa. Selama hampir satu abad, ilmuwan belum mengetahui bagaimana spesies yang tidak bisa terbang ini bisa menghuni pulau yang terpisah ribuan kilometer dari daratan mana pun. Riset DNA Membantah Teori Jembatan Darat Pertanyaan itu baru terjawab lewat riset genetika yang dipimpin ahli biologi evolusi Martin Stervander bersama tim dari FitzPatrick Institute of African Ornithology, yang naskahnya terbit di jurnal Molecular Phylogenetics and Evolution. Untuk melacak silsilah burung ini, tim peneliti mengandalkan teknik pengurutan DNA modern, lalu membandingkan materi genetiknya dengan sejumlah kerabat burung dari berbagai belahan dunia. Hasilnya mematahkan hipotesis ahli ornitologi Percy Lowe yang diajukan pada 1920-an. Lowe menduga leluhur burung ini berjalan kaki melintasi bentangan darat purba yang menyambungkan benua-benua, sebelum bentangan itu akhirnya karam ke dasar laut. Mandar Inaccessible (Atlantisia…This article was originally published on Mongabay

0
mutlu
Mutlu
0
_zg_n
Üzgün
0
sinirli
Sinirli
0
_a_rm_
Şaşırmış
0
vir_sl_
Virüslü
Terbang 3.500 Km Sebelum Kehilangan Kemampuan Terbang, Kini Jadi Penghuni Tunggal Pulau Paling Terpencil di Dunia
+ - 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.