Sebuah studi baru-baru ini ungkap kemampuan kepiting biola (Uca spp) mengurai mikroplastik. Dalam risetnya, para peneliti asal Universitas Exter, Inggris itu memukan bagaimana spesies yang banyak ditemukan di daerah tropis ini mengurai partikel mikroplastik hanya dalam beberapa hari. Proses itu terbilang cepat dari kemampuan sinar matahari dan gelombang dalam memecah partikel yang sama. Pada saat sama kepiting biola juga memiliki kemampuan mengaduk sedimen sebagai bagian dari proses makan dan berlindung. Meksi terdengar positif, terdapat ancaman serius dari kemampuan kepiting biola mengurai mikroplastik ini. Terutama berkaitan dengan rantai makanan yang berakhir di jaringan tubuh manusia. Pasalnya, kepiting biola berpotensi melepaskan nanoplastik yang lebih berbahaya jika manusia mengkonsumsinya. Jose M. Riascos, ahli ekologi kelautan memimpin langsung proses penelitian yang berlangsung di Teluk Uraba, kawasan mangrove dengan kontamisasi mikroplastik tertinggi di dunia. Sepanjang pengamatannya, kepiting bisa bertahan hidup dan berkembang biak, walau sudah tercemar. Sejauh ini, para peneliti masih penasaran apa yang membuat kepiting-kepiting biola bisa bertahan hidup di tengah limbah plastik yang sangat tinggi. Apalagi, populasi juga terus berkembang. Penelitian itu fokus untuk menjawab tiga pertanyaan spesifik. Pertama, seberapa besar penyerapan mikrosfer oleh kepiting saat makan. Kedua, bagaimana mikrosfer terdistribusi di antara organ-organ utama. Ketiga, ingin mengetahui apakah interaksi kepiting dengan mikrosfer menyebabkan fragmentasi fisik menjadi partikel yang lebih kecil. Berdasarkan hasil penelitian itu, dia bersama tim mendapatkan hasil bahwa ada penumpukan mikroplastik dengan konsentrasi 13 kali lipat dari yang para peneliti temukan di sedimen. Lebih buruk lagi, mikroplastik yang masuk ke tubuh kepiting biola ternyata tidak terdistribusi di organ secara merata.…This article was originally published on Mongabay
Studi Ungkap Kemampuan Kepiting Biola Urai Mikroplastik
Studi Ungkap Kemampuan Kepiting Biola Urai Mikroplastik
0
Share
