EURO/USD1,17
%-0.02
Oil61,12
%-0.26
BTC0,000000
%0
ETH0,000000
%0
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Nasib Warga Kolaka Ketika Laut dan Sawah Tercemar Tambang Nikel

Nasib Warga Kolaka Ketika Laut dan Sawah Tercemar Tambang Nikel

nasib-warga-kolaka-ketika-laut-dan-sawah-tercemar-tambang-nikel
Nasib Warga Kolaka Ketika Laut dan Sawah Tercemar Tambang Nikel
0
Share

Share This Post

or copy the link

Awan mendung turun berangsur menututpi terik mentari di Desa Lamedai, siang itu. Hujan mulai turun. Bagi masyarakat Desa Lamedai, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) ini,  rintik hujan seperti pertanda bahaya. Mereka harap-harap cemas. Hujan kerap membawa banjir yang menerjang kawasan pemukiman dan persawahan. Mereka selalu cemas setiap kali hujan turun. Semang, warga Lamedai, masih ingat betul ketika banjir melanda desa 10 November lalu. Hujan intensitas sedang sekitar pukul 22.00-01.00 WITA membawa banjir besar, menerjang pemukiman dan lahan pertanian. Saat itu, Semang tengah beristirahat setelah pulang berladang. Dia terperangah banjir menggenang seisi rumah. Sekitar pukul 01.00, ketinggian air sekitar 50 centimeter. “Padahal hujan tidak deras, tapi dua jam langsung banjir,” kata Semang. Banjir menggenang berbagai perabotan, pakaian hingga peralatan elektronik meski tak sampai merendam kasur. Semang dan keluarga masih bisa tidur, meski hampir menempel genangan air. Sebelum merebahkan badan, dia sempat melihat-lihat dan menyorot dengan senter keadaan sekitar rumah yang gelap gulita tergenang air. “Jam 1.00 (dini hari) sawah sudah terendam air,” katanya. Dia menduga, banjir merupakan kiriman dari hulu yang hujan besar. Rumah warga yang kebanjiran dengan air berwarna orangye kecoklatan. Foto: Irfan Maulana/Mongabay Indonesia Selama puluhan tahun bermukim di Desa Lamedai, baru kali itu banjir besar hingga merendam pemukiman dan lahan tani. Banjir meninggalkan sedimentasi lumpur yang berdampak pada ratusan hektar lahan tani. Lumpur abu-abu di areal sawah berubah jingga usai banjir. Saat Mongabay datang, lumpur jingga terlihat menutupi sawah. Sebagian sawah bahkan tertimbun lumpur. Sisa-sisa bekas banjir masih terlihat di rumah Semang. Banjir tak lepas dari aktivitas…This article was originally published on Mongabay

0
mutlu
Mutlu
0
_zg_n
Üzgün
0
sinirli
Sinirli
0
_a_rm_
Şaşırmış
0
vir_sl_
Virüslü
Nasib Warga Kolaka Ketika Laut dan Sawah Tercemar Tambang Nikel
+ - 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.