New Delhi, Arina.id — Para pemimpin negara anggota dan negara mitra BRICS mulai tiba di New Delhi, India, untuk menghadiri KTT BRICS ke-18 yang dijadwalkan berlangsung pada 12-13 September di Bharat Mandapam.
Organisasi geopolitik dan ekonomi internasional tersebut terdiri atas 11 negara berkembang dan negara dengan pasar berkembang utama, yakni Brasil, China, Mesir, Ethiopia, India, Indonesia, Iran, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Kementerian Luar Negeri India mengonfirmasi Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di New Delhi pada Jumat (11/9/2026) dini hari. Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian disebut akan tiba pada hari yang sama.
Presiden China Xi Jinping dijadwalkan tiba pada Sabtu sekitar pukul 12.15 waktu setempat. Kunjungan tersebut menjadi lawatan pertamanya ke India dalam hampir tujuh tahun.
Wakil Presiden Nigeria Kashim Shettima yang tiba pada Jumat akan mewakili Presiden Bola Tinubu dalam KTT BRICS. Dalam pertemuan tersebut, ia akan bergabung dengan para pemimpin negara lainnya untuk membahas berbagai isu global.
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa dan Wakil Presiden Uganda Jessica Alupo juga telah tiba di New Delhi.
Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan akan mewakili UEA.
Brasil akan diwakili Menteri Luar Negeri Mauro Vieira.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, Presiden New Development Bank Dilma Rousseff, Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed Ali, serta Presiden Burundi Evariste Ndayishimiye juga akan menghadiri KTT tersebut.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Presiden Indonesia Prabowo Subianto, Perdana Menteri Vietnam Le Minh Hung, dan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. juga dijadwalkan hadir di Delhi untuk menghadiri KTT BRICS.
Menteri Luar Negeri Uruguay Mario Lubetkin dan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus juga diperkirakan menghadiri pertemuan tersebut.
Tokoh lainnya yang dijadwalkan hadir antara lain Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez Parrilla, Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) Dr Ngozi Okonjo-Iweala, Menteri Luar Negeri Belarus Maxim Ryzhenkov, Menteri Luar Negeri Bahrain Dr Abdullatif bin Rashid Al Zayani, Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev, serta Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud.
Mengusung tema Building for Resilience, Innovation, Cooperation, and Sustainability, KTT Ke-18 BRICS mempertemukan 11 negara anggota yang mewakili sekitar 49 persen populasi dunia dan 40 persen produk domestik bruto (PDB) global, bersama 10 negara mitra BRICS.
Rangkaian utama KTT akan diawali dengan sesi tertutup bagi negara anggota inti yang membahas tema Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism atau tata kelola global yang inklusif dan penguatan multilateralisme.
Para pemimpin negara juga akan mengunjungi pameran Bharat Innovates, mengikuti kegiatan penanaman pohon bersama, serta menghadiri jamuan makan malam yang diselenggarakan Perdana Menteri India Narendra Modi. Modi juga dijadwalkan menggelar sejumlah pertemuan bilateral sepanjang hari.
Pada Minggu (13/9/2026), PM Modi akan menyambut para pemimpin negara mitra dan negara undangan untuk mengikuti sesi yang lebih luas dengan tema Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth atau ketahanan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan untuk membentuk masa depan pertumbuhan global yang inklusif.
Presiden Prabowo Tiba Jumat Malam
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Air Force Station (AFS) Palam, New Delhi, India, pada Jumat, 11 September 2026, pukul 22.00 waktu setempat (WS).
Di bandara, ketibaan Presiden Prabowo disambut oleh Menteri Negara Urusan Batu Bara dan Pertambangan India Shri Satish Chandra Dubey, KUAI KBRI New Delhi Yudho Sasongko, Atase Pertahanan RI di India Brigjen TNI (Mar) Burhanudin, Kepala Komandan AFS Palam Brigjen Rishabh Mittal, dan Additional Secretary (South) Kementerian Luar Negeri India Prashant Agrawal.
“Di bawah tangga pesawat, Presiden Prabowo juga menerima penyambutan berupa jajar pasukan kehormatan serta penampilan budaya dan tarian tradisional India,” demikian dikutip dari laman presidenri.go.id.
Kehadiran Presiden Prabowo dalam KTT Ke-18 BRICS sebagai anggota penuh menjadi bagian dari langkah Indonesia untuk memperkuat peran aktif dalam kerja sama multilateral. Keikutsertaan tersebut sekaligus mencerminkan komitmen Indonesia untuk mendorong terbentuknya tatanan ekonomi global yang lebih seimbang, inklusif, dan memberikan ruang yang lebih besar bagi negara-negara berkembang.
Sebelumnya, Presiden Prabowo bersama rombongan terbatas bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Jumat sore pukul 17.00 WIB. Dalam penerbangan menuju New Delhi, Presiden turut didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
