Kecerdasan emosional atau Emotional Intelligence (EQ) adalah kemampuan seseorang dalam memahami perasaan diri sendiri maupun orang lain. Ketika seseorang mampu memahami dan mengelola perasaan diri sendiri, maka ia akan lebih mudah merespons sesuatu dengan tenang dan bijaksana.
Emosional orang dengan EQ tinggi biasanya tercermin dari bagaimana mereka menerima kritik. Ketika dikritik mereka tidak akan langsung merasa tersinggung atau sakit hati. Justru sebaliknya, mereka akan merasa bahwa hal tersebut merupakan masukan yang dapat meningkatkan kualitas dirinya.
Sikap tersebut menjadi suatu ciri bahwa seseorang dengan kecerdasan emosional tinggi dapat mengelola dan meregulasi emosinya dengan baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu bagaimana cara orang dengan kecerdasan emosional tinggi menerima kritik? Berikut penjelasan ciri orang dengan EQ tinggi dari caranya menerima kritik.
Dikutip dari laman resmi Parade dan Your Tango, ada beberapa hal yang bisa menjadi ciri seseorang dengan EQ tinggi melalui cara mereka menerima kritik. Simak penjelasan berikut ini.
1. Mendengarkan kritik yang membangun
Orang dengan EQ tinggi biasanya lebih terkendali dan sadar akan dirinya sendiri. Menurut Psikolog Dr. Tara Lindahl, PsyD, mereka dapat mengakui kelemahan dan melihat kritik sebagai instruksi tentang bagaimana dan di mana harus meningkatkan.
2. Berikan ruang bagi kritik untuk disuarakan
Kritik yang datang dari suara hati atau inner Bunda sering dipicu oleh rasa malu. Seperti dikatakan peneliti Brene Brown, rasa malu membutuhkan tiga hal untuk tumbuh secara eksponensial dalam hidup, yakni kerahasiaan, keheningan, dan penghakiman.
Sebagai contoh, menurut pekerja sosial klinis Anya Surnitsky, ketika Bunda pertama kali patah hati karena mengungkapkan perasaan pada seseorang, inner critic atau suara hati akan menyarankan agar Bunda tidak perlu mengungkapkan perasaan lagi secara terbuka.
Orang dengan EQ tinggi biasanya akan meluangkan waktu untuk menulis penilaian dan kritik paling keras yang berasal dari suara hati. Kemudian mengeluarkan mereka dari kepala dan menulisnya di atas kertas.
Kemudian, jika merasa lebih berani, mereka akan membagikannya dengan seseorang yang mereka cintai dan percayai. Pada akhirnya rasa malu bisa dilenyapkan dengan menyingkirkan kerahasiaan, keheningan, dan penghakiman.
3. Menerima dan mengakui kritik
Apakah Bunda pernah berpikir bahwa segala yang terjadi di dunia ini pasti ada alasannya? Hal tersebut karena manusia seringkali memberi makna terhadap sesuatu yang telah terjadi atau menimpa mereka.
Ketika sesuatu yang buruk terjadi, seseorang akan langsung memberinya makna. Dengan begitu, cerita atau persepsi yang kita buat tentang diri sendiri dapat membentuk cara bagaimana seseorang melihat dirinya sendiri
Jika inner critic atau suara hati sudah terlampau negatif, orang dengan EQ tinggi memiliki beberapa cara untuk menanggulanginya dengan:
- Menyadari jika suara di kepala bukanlah diri Bunda sendiri
- Menyadari bahwa Bunda memiliki kendali atas pikiran Bunda sendiri
- Memilih untuk menceritakan kisah dengan sudut pandang berbeda kepada diri sendiri
Sehingga, cerita yang paling sering diputar di otak adalah cerita yang paling akan Bunda percayai. Selain itu, seseorang akan lebih memilih untuk menceritakan kisah yang bahagia yang bisa membangkitkan semangat bagi dirinya sendiri.
Orang dengan EQ tinggi biasanya akan meluangkan waktu untuk menulis ketika menerima kritik. Tulislah sesuatu yang sekiranya dapat membantu Bunda menjadi lebih baik setiap harinya. Jika suara hati Bunda “Saya tidak cukup baik, tidak cukup pintar.” buatlah tulisan yang berbanding terbalik dengan suara hati Bunda, seperti “Saya layak dicintai, Saya berharga.”
Hal itu dapat mengendalikan suara hati Bunda. Sama seperti dengan sugesti, jika Bunda memikirkan sesuatu yang membahagiakan, maka perasaan Bunda akan ikut berubah menjadi lebih tenang atau bahkan ikut merasakan kegembiraan.
Ketika seseorang bisa mengendalikan perasaan dan pikirannya, tidak ada satu pun orang yang bisa mengendalikannya selain dirinya sendiri.
Semua akan berubah seiring berjalannya waktu ketika Bunda bisa bertanggung jawab atas pikiran atau kata-kata yang Bunda izinkan untuk bersuara di kepala Bunda sendiri.
Nah, itulah ciri orang EQ tinggi dari caranya menerima kritik. Semoga bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)





Comments are closed.