Berdasarkan kepemilikan tulang belakang, hewan dibagi menjadi dua kelompok besar: hewan avertebrata dan vertebrata. Hewan avertebrata tidak memiliki tulang belakang, sementara vertebrata memilikinya.
Dikutip dari buku Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII oleh Djoko Arisworo dkk, hewan avertebrata susunan saraf pusatnya terletak di bagian perut, tepatnya di dekat saluran pencernaan.
Kelompok hewan ini juga diketahui dapat berkembang biak secara kawin dan tidak kawin. Hal ini berbeda dengan hewan vertebrata, yang hanya berkembang biar dengan cara kawin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Susunan organ tubuh hewan avertebrata juga lebih sederhana jika dibandingkan dengan vertebrata.
Selain tidak memiliki tulang belakang, ada beberapa ciri umum hewan avertebrata lainnya yang dapat dipelajari, yaitu:
- Kerangka berada di luar tubuh atau disebut sebagai eksoskeleton
- Sistem saraf masih sangat sederhana dan belum ada pusat saraf, tapi ada beberapa jenis yang punya pusat saraf berupa kumpulan simpul saraf
- Berkembang biak secara kawin atau tidak kawin
- Memiliki sistem peredaran darah yang bersifat terbuka (darah yang berasal dari pembuluh darah akan masuk ke jantung, namun sebagian terus beredar lewat pembuluh darah balik untuk masuk ke bagian jantung lainnya)
Klasifikasi hewan avertebrata
Hewan avertebrata dibagi menjadi beberapa kelompok, yakni hewan berpori (Porifera), hewan berongga (Coelenterata), cacing pipih (Platyhelminthes), cacing giling (Nemathelminthes), caring beruas-ruas (Annelida), hewan lunak (Mollusca), hewan berkulit duri (Echinodermata), dan hewan berbuku-buku (Arthropoda) dan protozoa.
1. Protozoa
Dikutip dari buku Intisari IPA Biologi SMP oleh Rose Herlina, protozoa merupakan hewan bersel satu. Ukuran tubuhnya sangat kecil, sehingga hanya dapat dilihat melalui mikroskop.
Tempat hidupnya bisa di daratan, air tawar, air asin, atau sebagai parasit pada hewan dan manusia.
2. Porifera
Kebanyakan hewan avertebrata jenis porifera tinggal di perairan dangkal. Sebanyak 98 persen spesies porifera hidup di laut, sisanya di perairan tawar.
Porifera hidup menempel pada berbagai macam substrat, seperti pecahan cangkang, batu, pasir, dan karang. Hidupnya sangat tergantung pada partikel-partikel tersuspensi di dalam air sebagai makanannya.
3. Coelenterata
Tubuh Coelenterata memiliki dua jenis bentuk: polip dan medusa. Bentuk Coelenterata polip seperti tabung. Selain itu, hewan ini hidup dengan cara menempel pada tempat hidupnya.
Sementara itu, Coelenterata medusa memiliki bentuk seperti lonceng atau payung. Mereka juga mempunyai lengan-lengan atau tentakel.
4. Platyhelminthes
Sesuai namanya, hewan platyhelminthes bentuk tubuhnya pipih, terdiri atas kepala, ekor, punggung, perut, dan bagian samping.
Hewan avertebrata jenis platyhelminthes ini hidup d air tawar, air laut, dan tempat lembap. Sistem pencernaannya belum sempurna, serta belum memiliki sistem respirasi.
5. Nemathelminthes
Hewan jenis nemathelminthes hidup parasit di dalam tubuh makhluk hidup lain, tapi ada juga yang hidup bebas. Mereka memiliki bentuk tubuh simetri bilateral.
Pada tubuhnya terdapat lapisan kutikula yang berfungsi untuk melindungi diri. Namun,hewan nemathelminthes belum memiliki sistem pencernaan, pembuluh darah, dan sistem respirasi.
6. Annelida
Tubuh hewan jenis annelida berbentuk simetri bilateral dan dilapisi kutikula tipis, serta memiliki lebih dari dua lapisan sel, jaringan dan organ. Mereka hidup di berbagai lingkungan basah.
7. Mollusca
Mollusca merupakan hewan avertebrata bertubuh lunak. Oleh sebab itu, sebagian besar hewan jenis mollusca memiliki cangkang untuk melindungi tubuhnya.
Saluran pencernaan mollusca berkembang baik, serta memiliki sistem peredaran darah dan jantung.
8. Echinodermata
Hewan berkulit duri atau echinodermata memiliki kulit yang menonjol, sehingga membentuk seperti duri halus. Semua jenis hewan berkulit duri ini hidup di laut.
9. Arthropoda
Hewan berbuku-buku atau arthropoda merupakan kelompok hewan yang terbanyak jenisnya dalam dunia hewan. Mereka memiliki kaki yang berbuku-buku atau beruas-ruas. Hewan ini juga mempunyai rangka luar yang keras dan mengandung zat kitin. Berbagai macam serangga termasuk dalam kelompok arthropoda.
Simak lanjutan ulasan tentang klasifikasi hewan avertebrata di halaman selanjutnya.
Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.
simak juga video cerita artis Intan Ayu mengurus anak usia sekolah:
Contoh Hewan Avertebrata dan Bedanya dengan Vertebrata

Ilustrasi 20 Contoh Hewan Avertebrata: Pahami Ciri, Klasifikasi & Bedanya dengan Vertebrata. Foto: Getty Images/iStockphoto/Robbie Ross
Contoh hewan avertebrata
Nah, secara garis besar contoh-contoh hewan avertebrata antara lain:
- Siput
- Udang
- Belalang
- Kalajengking
- Gurita
- Kupu-kupu
- Cacing
- Laba-laba
- Kelabang
- Bintang laut
- Ubur-ubur
- Amoeba
- Lintah
- Tiram
- Cumi-cumi
- Lobster
- Bintang laut
- Teripang
- Timun laut
- Landak laut
Perbedaan hewan avertebrata dan vertebrata
Berdasarkan susunan kerangka tubuh, hewan diklasifikasikan menjadi hewan avertebrata dan vertebrata. Berikut perbedaan keduanya secara garis besar:
1. Ruas tulang belakang
Seperti disebutkan sebelumnya, hewan vertebrata memiliki ruas tulang belakang. Sebaliknya, hewan avertebrata tidak memilikinya.
2. Letak susunan saraf
Hewan vertebrata memiliki susunan saraf di bagian dorsal (arah punggung) di atas saluran pencernaan. Sementara itu, hewan avertebrata susunan sarafnya berada di bagian ventral (perut) di bawah saluran pencernaan.
3. Rangka tubuh
Jika hewan vertebrata memiliki rangka tubuh yang terletak di dalam (endoskeleton), maka hewan avertebrata rangka tubuhnya terletak di luar (eksoskeleton).
Demikian ulasan tentang hewan avertebrata, termasuk klasifikasi dan contohnya. Jadi, sudah pernah melihat hewan avertebrata yang mana saja bersama Si Kecil, nih?
Tanya jawab soal hewan avertebrata
Berikut pertanyaan soal hewan avertebrata dan jawabannya yang umumnya banyak dicari:
- Apakah hewan Avertebrata dan invertebrata sama?
Jawaban: Avertebrata dan invertebrata adalah dua istilah yang sama. Keduanya merujuk pada kelompok hewan yang tidak memiliki tulang belakang. - Apakah jumlah hewan vertebrata atau invertebrata (avertebrata) lebih banyak?
Jawaban: Jumlah hewan invertebrata lebih banyak dibandingkan hewan vertebrata. Diperkirakan sekitar 95% dari seluruh spesies hewan adalah invertebrata, sedangkan vertebrata hanya sekitar 5%. - Mengapa hiu bukan termasuk hewan invertebrata?
Jawaban: Hiu bukan termasuk hewan invertebrata karena hiu memiliki tulang belakang. Hiu termasuk hewan vertebrata dikarenakan kerangka tubuh hiu terbuat dari tulang rawan, bukan tulang keras seperti yang dimiliki manusia.
(fir/fir)




Comments are closed.