Thu,13 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. 7 Kesalahan saat Makan Sayur yang Malah Bikin Kolesterol Tinggi

7 Kesalahan saat Makan Sayur yang Malah Bikin Kolesterol Tinggi

7-kesalahan-saat-makan-sayur-yang-malah-bikin-kolesterol-tinggi
7 Kesalahan saat Makan Sayur yang Malah Bikin Kolesterol Tinggi
service

Jakarta

Bunda, mengonsumsi sayuran setiap hari adalah cara yang bagus untuk meningkatkan kesehatan. Namun siapa sangka, ternyata ada beberapa kesalahan saat makan sayur yang bikin kolesterol tinggi.

Makan berbagai jenis sayur dikaitkan dengan manfaatnya untuk melindungi jantung, karena jantung membutuhkan antioksidan, serat, dan vitamin serta mineral lainnya untuk melawan penyakit dan berfungsi secara optimal.

Sayuran hijau khususnya, seperti brokoli dan bayam, serta beberapa sayuran bertepung lainnya, kaya akan antioksidan pelindung dan khasiat yang menyehatkan.

Selain itu, ketika memiliki lebih banyak sayuran di piring, Bunda cenderung mengurangi karbohidrat dan daging, hanya dengan perubahan cara penyajian.

Namun sayangnya, Bunda mungkin meninggalkan tujuan utama dari melakukan perubahan pola makan yang sehat ini hanya dengan menggunakan teknik memasak yang salah atau menambahkan bahan-bahan tidak baik untuk kesehatan jantung.

Oleh karena itu, kali ini Bubun akan membagikan beberapa kesalahan yang perlu Bunda hindari ketika menyajikan sayur di rumah.

1. Menggoreng sayur

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperingatkan bahwa cara mengolah sayur yang salah dapat membuat asupan lemak meningkat dan berdampak pada kenaikan berat badan hingga kolesterol.

“Makan sayur tapi kok bikin gemuk dan kolesterol naik ya? Pantas saja karena makan sayurnya kaya begini, digoreng. Atau kayak gini, terong balado. Ya pantas jadi tambah gemuk sama kolesterolnya naik,” ujar Budi, dikutip dari laman detikcom, Jumat (6/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa sayur itu memiliki sifat yang sama dengan spons, menyerap minyak masuk ke serat dalam sayur.

“Sayur itu sehat karena dia banyak serat dan vitaminnya. Nah, tetapi sayur juga punya sifat seperti spons. Kalau dia ketemu minyak goreng atau digoreng pakai minyak, dia akan menyerap semua minyak masuk ke seluruh serat di dalam sayur ini,” jelasnya.

2. Menggunakan minyak kelapa

Penulis buku The Protein-Packed Breakfast Club, Lauren Harris-Pincus, MS, RDN, mengungkap bahwa meskipun memiliki citra sehat, minyak kelapa tinggi lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol.

Oleh karena itu, Bunda dianjurkan untuk tidak memasak sayur menggunakan jenis minyak yang satu ini. Tetap pilih minyak dengan rasio lemak tak jenuh yang lebih tinggi, seperti minyak zaitun atau canola.

3. Menambahkan banyak garam

Dilansir dari laman Allrecipes, menggunakan garam secara berlebihan akan menggagalkan manfaat kesehatan dari sayuran dan meningkatkan tekanan darah serta kolesterol.

Hal itu pada akhirnya dapat membahayakan kesehatan jantung. Jadi, lebih baik gunakan rempah-rempah dan herba sebagai pengganti garam.

4. Merebus sayuran

Merebus sayuran menghilangkan nutrisi dan manfaatnya bagi kesehatan jantung. Alih-alih merebus, Bunda sebaiknya memanggang, membakar, atau mencoba metode yang mempertahankan lebih banyak nutrisi dalam proses memasak.

Mengukus juga boleh saja, tetapi perlu berhati-hati agar tidak memasaknya terlalu lama, atau Bunda akan menghancurkan nutrisinya, seperti halnya saat merebus.

5. Melapis sayuran dengan mentega

Memasak sayuran dengan mentega mungkin terasa enak, tetapi juga memiliki risiko kesehatan. Mentega tinggi lemak jenuh, yang dapat menyumbat arteri dan meningkatkan kolesterol jahat.

6. Memasak saat wajan terlalu panas

Menumis sayuran dengan minyak yang sudah mulai berasap dapat berarti mengonsumsi asam lemak yang teroksidasi dan berubah. Hal itu dapat memengaruhi peradangan dan kesehatan jantung.

7. Menggunakan sayuran yang sudah dipotong

Sayuran yang sudah dipotong bisa menjadi jalan pintas yang praktis ketika Bunda tidak punya banyak waktu. Namun, sayuran tersebut mungkin tidak sehat lagi.

Buah dan sayuran yang telah dipotong, sel-selnya terpapar oksigen yang mengurangi potensi antioksidan vitamin C dalam tubuh. Mengonsumsi banyak makanan alami vitamin C dalam diet dapat membantu melindungi tubuh.

Nah, itulah beberapa kesalahan saat makan sayur yang dapat meningkatkan kolesterol. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.