Sat,23 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Orang Tua Hendaknya Selektif Pilih Pesantren

Orang Tua Hendaknya Selektif Pilih Pesantren

orang-tua-hendaknya-selektif-pilih-pesantren
Orang Tua Hendaknya Selektif Pilih Pesantren
service

Jakarta, NU Online

Masyarakat perlu memilah secara jelas lembaga pendidikan yang benar-benar memenuhi karakter dan tradisi pesantren agar dapat memilih tempat pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka.

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Arifin Desa Curah Kalong, Bangsalsari, Jember, Jawa Timur, KH Abdullah Syamsul Arifin atau Gus Aab menyampaikan hal itu menanggapi maraknya kasus kekerasan yang terjadi di pesantren.

Gus Aab juga meminta pihak terkait memperketat proses penerbitan izin operasional pesantren sesuai SOP dan regulasi yang berlaku.

“Kalau masing-masing bertanggung jawab dan ngurusi ini konsisten dengan apa yang telah ditetapkan, ya jangan mudah mengeluarkan izin operasional bagi lembaga-lembaga yang belum memenuhi kualifikasi tersebut,” jelasnya.saat wawancar degan NU Online di Gedung PBNU Jakarta Pusat pada Kamis (21/5/2026).

Menurut Gus Aab, verifikasi terhadap unsur dan kualifikasi pesantren harus dilakukan secara konsisten agar tidak terjadi penyimpangan di pesantren sebagai pusat pendidikan akhlak dan spiritual. Bahwa syarat utama pesantren adalah adanya kiai yang memenuhi kualifikasi keilmuan dan pengalaman pesantren.

“Kalau itu tidak terpenuhi maka dia tidak bisa disebut pesantren. Kalau mau disebut asrama pendidikan silakan,” ujarnya.

Tips Pilih Pesantren 

Ia juga membagikan tips memilih pesantren bagi masyarakat, salah satunya dengan melihat kuatnya keterikatan sanad keilmuan antara santri dan guru sebagaimana diwariskan para ulama.

“Biasanya para orang tua itu tidak jauh-jauh akan menitipkan anaknya  di tempat yang masih ada kesambungan sangat keilmuan dengan dirinya,” kata Ketua Lembaga Dakwa (LD) PBNU itu.

“Dengan demikian kita berharap umat Islam di Indonesia harus mewaspadai kalau ada hal-hal yang semacam itu betul-betul memilah secara jelas itu yang jenis mana,” imbuhnya.

Menurutnya, pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia sejak awal hadir  merupakan the best community education, pendidikan yang berbasis masyarakat  yang outputnya melahirkan para alumni terdidik dan berakhlak.

“Pesantren di situ mengajarkan ajaran-ajaran agama kepada seluruh umat Islam sebagai lembaga tafakuh fiddin yang mendidik memperbaiki akhlak, moral, membenarkan akidahnya, mengukuhkan spiritualitasnya,” ujarnya.

Pesantren tidak hanya bertujuan membentuk kecerdasan intelektual, tetapi juga membangun kematangan emosional dan kekuatan spiritual santri. “Pesantren menyelenggarakan pendidikan yang baik, damai, santun dan beradab dengan menggali seluruh potensi peserta didik untuk dikembangkan sebaik-baiknya,” katanya.

Gus Aab menjelaskan pesantren sebagai pusat pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama memiliki sejumlah unsur utama sebagaimana diatur dalam regulasi Kementerian Agama. 

Adapun lima unsur tersebut yang wajib dimiliki pesantren adanya pengasuh atau kiai, santri dan asrama, masjid sebagai pusat kegiatan, kurikulum pendidikan, serta kepengurusan dan para guru pembimbing.

Karena itu, ia kembali menegaskan bahwa tindakan kekerasan seksual, kekerasan fisik, tekanan mental, hingga perundungan sama sekali tidak sesuai dengan karakter pendidikan pesantren.

“Kiai yang mendidik para santri harus melalui tahapan-tahapan yang tidak mudah untuk sampai pada maqam dan derajat tersebut. Baru kemudian dia bisa mendirikan pesantren,” tandasnya.

KS di Pesantren Urutan Kedua

Sebelumnya, Berdasarkan Catatan Tahunan (Catahu) Komnas Perempuan pengaduan kasus kekerasan seksual di ranah pendidikan sepanjang tahun 2020-2024 terdapat 97 kasus. Kekerasan seksual di perguruan tinggi menempati urutan pertama  sebanyak 42 kasus (43%), pesantren atau pendidikan berbasis agama Islam menempati urutan kedua sebanyak 17 kasus (17,52 %) dan sekolah menengah (SMA/SMK) sebanyak 16 kasus (16,49 %).  

Kekerasan seksual mendominasi jenis kekerasan berbasis gender (kbg) di lembaga pendidikan. Dalam data CATAHU 2020-2024, sekitar 83,62 % dari kasus kekerasan berbasis gender di pendidikan adalah kekerasan seksual (termasuk perkosaan, pencabulan, pelecehan). 

Pelaku kekerasan seksual di lingkungan pendidikan di antaranya adalah guru, dosen, atau ustad/figur pengajar bahkan pengasuh yang memiliki otoritas atau hubungan sangat dipercaya korban.

PBNU Bentuk SAKA Pesantren

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah membentuk Satuan Tugas Penanggulangan Kekerasan di Pesantren (SAKA) sebagai bentuk tanggung jawab kelembagaan dalam menanggulangi praktik kekerasan, pelecehan, dan penyimpangan di lingkungan pesantren.

Ketua PBNU Alissa Wahid menjelaskan bahwa jajaran syuriyah dan tanfidziyah PBNU sejak 2024 telah memberikan mandat kepada Tim Lima untuk merespons maraknya kasus kekerasan di pesantren sekaligus memimpin inisiatif transformasi budaya nir kekerasan di lingkungan pesantren.

“Mandat tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pendirian Satuan Anti Kekerasan (SAKA) Pesantren, halaqah ulama khos di Rembang, dan serial pelatihan pencegahan serta penanganan kekerasan di pesantren,” tegasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.