Tue,8 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Cara Mengenali Gejala yang Sering Terlewat Sebelum Serangan Jantung di Usia Muda

Cara Mengenali Gejala yang Sering Terlewat Sebelum Serangan Jantung di Usia Muda

cara-mengenali-gejala-yang-sering-terlewat-sebelum-serangan-jantung-di-usia-muda
Cara Mengenali Gejala yang Sering Terlewat Sebelum Serangan Jantung di Usia Muda
service

Jakarta

Mengenali tanda serangan jantung sejak dini tentu sangat penting. Sebab, penyakit mematikan ini tidak hanya terjadi pada orang lanjut usia, tetapi juga anak muda.

Sering kali gejala serangan jantung diabaikan karena disalahartikan sebagai masalah kesehatan lain. Akibatnya, banyak orang baru menyadari adanya gangguan serius setelah kondisinya semakin parah.

Hal itu juga pernah dialami oleh Peter Martini, yang didiagnosis menderita hiperkolesterolemia familiar homozigot (HoFH), suatu kondisi kolesterol bawaan yang sangat langka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir Your Tango, ini adalah bentuk hiperkolesterolemia familia yang paling parah, suatu kelainan pada cara tubuh membersihkan kolesterol lipoprotein densitas rendah (LDL), yang disebut sebagai kolesterol ‘jahat’. Penderita HoFH berisiko mengalami penyakit aterosklerosis dini dan serangan jantung, bahkan di usia remaja.

Berikut beberapa tanda serangan jantung di usia muda yang dapat Bunda waspadai:

1. Mudah sesak napas saat beraktivitas

Peter menceritakan gejala pertama muncul saat berusia 16 tahun. Awalnya, ia mengira hanya mengalami asma karena sering merasa sesak ketika berolahraga.

“Sejak kecil saya selalu aktif, tetapi ketika berusia sekitar 16 tahun, saya mulai mengalami gejala asma. Saya mencoba mengatasinya, tetapi gejalanya malah semakin parah. Rasanya semakin keras saya berlatih, semakin lemah saya jadinya,” ungkap Peter.

Kondisinya terus memburuk. Semakin keras ia berlatih, tubuhnya justru semakin lemah. Bahkan, pada usia 17 tahun, ia kesulitan berlari jarak pendek dan merasa seperti tidak mendapatkan cukup udara saat bernapas.

2. Muncul benjolan di persendian

Ketika berusia 19 tahun, ia mulai melihat benjolan kecil pada beberapa bagian sendi, terutama di sekitar jari tangan. Seiring waktu, ukurannya semakin besar hingga menyerupai bola kecil. Setelah diperiksa, benjolan tersebut bukan kanker.

“Awalnya, benjolan-benjolan itu hanya berupa bintik-bintik kecil, tetapi saat saya berusia 21 tahun, benjolan-benjolan itu tampak seperti bola golf di buku jari saya,” ujar Peter.

Dokter saat menganggapnya sebagai penumpukan lemak yang tidak berbahaya. Padahal, benjolan seperti ini dapat menjadi tanda tingginya kadar kolesterol yang menumpuk di jaringan tubuh.

Sayangnya, gejala tersebut sering tidak dikaitkan dengan risiko penyakit jantung, terutama pada orang yang masih berusia muda.

Ia dikenal aktif dan gemar berselancar sejak kecil. Namun, aktivitas yang sebelumnya terasa mudah perlahan menjadi sangat melelahkan. Saat berada di laut, ia sering merasa panik karena tidak memiliki tenaga untuk kembali ke pantai.

Tubuhnya terasa semakin lemah meskipun tetap berusaha menjaga kebugaran. Penurunan stamina yang terjadi secara bertahap sering dianggap sebagai kelelahan biasa.

Padahal, kondisi ini bisa menjadi sinyal bahwa aliran darah dan pasokan oksigen ke tubuh tidak berjalan optimal.

4. Sering merasa lemas hampir pingsan

Pada usia 27 tahun, ia mendadak merasa sangat lemas ketika sedang bekerja. Sensasinya seperti akan kehilangan kesadaran.

Lantaran gejalanya menghilang setelah istirahat, ia mengabaikannya dan melanjutkan aktivitas seperti biasa. Perasaan melayang, pusing berat, atau hampir pingsan sebaiknya tidak dianggap sepele, terutama jika muncul tanpa penyebab yang jelas.

“Saya sedang bekerja, dan tiba-tiba saya merasa akan pingsan. Saya pikir mungkin saya hanya kelelahan dan perlu istirahat sejenak. Setelah beberapa menit, gejalanya hilang, dan saya melanjutkan aktivitas saya,” tutur Peter.

5. Nyeri dada yang disangka maag

Keesokan harinya, ia merasa sensasi terbakar di dada yang menurutnya mirip sakit maag atau asam lambung.

Ia mencoba mengatasi keluhan tersebut dengan obat yang dijual bebas. Namun, rasa tidak nyaman tak kunjung membaik selama beberapa jam. Setelah memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan, dokter menemukan bahwa ia sebenarnya sedang mengalami serangan jantung.

“Sebelas tahun sejak pertama kali saya mengalami gejala, akhirnya saya mendapat jawaban. Dengan diagnosis yang sudah di tangan, dokter segera membawa saya ke ruang operasi dan memasang tiga stent di jantung saya,” tuturnya.

Nah, itulah beberapa tanda serangan jantung yang dapat dikenali sejak usia muda. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.