
Bandara Mozes Kilangin | Kemenhub
Sebagai negara kepulauan yang sangat luas, konektivitas antarwilayah di Indonesia harus sangat diperhatikan. Pergi dari ujung barat ke ujung timur Indonesia tentu memerlukan waktu yang cukup banyak, sehingga perlu ada jaringan transportasi yang saling terkoneksi untuk memudahkan masyarakatnya.
Menariknya, jika di Pulau Jawa konektivitas antardaerah bisa menggunakan roda empat atau kereta api, di beberapa wilayah justru dianggap tidak efektif karena jaraknya yang sangat jauh. Di Papua dan Kalimantan misalnya.
Dua pulau yang juga termasuk pulau terbesar di dunia ini tidak memiliki jaringan kereta api selayaknya di Jawa yang menghubungkan banyak kabupaten/kota di berbagai provinsi. Selain itu, luas pulau yang sangat masif rasanya juga akan jauh lebih efektif jika menggunakan pesawat dibanding moda transportasi lain.
Oleh karena itu, jaringan transportasi udara menjadi pilihan utama dalam membantu mempercepat mobilitas masyarat serta mendistribukan barang. Infrastruktur udara berperan penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata.
Kawan GNFI, berdasarkan data Tatanan Kebandarudaraan Nasional per 2025, Indonesia memiliki total 257 bandar udara eksisting. Sebaran infrastruktur penerbangan ini didominasi oleh wilayah Indonesia bagian timur, khususnya daerah-daerah hasil pemekaran baru di Papua.
Provinsi dengan Bandara Terbanyak di Indonesia
Data Kementerian Perhubungan RI yang dirangkum oleh Goodstats, berikut ini adalah daftar provinsi dengan jumlah bandara terbanyak di Indonesia:
- Papua Tengah: 23 Bandara
- Papua Pegunungan: 19 Bandara
- Nusa Tenggara Timur: 15 Bandara
- Papua Selatan: 14 Bandara
- Maluku: 13 Bandara
- Aceh: 11 Bandara
- Papua: 10 Bandara
- Kalimantan Tengah: 8 Bandara
- Papua Barat: 8 Bandara
- Maluku Utara: 8 Bandara
- Kalimantan Utara: 8 Bandara
- Sulawesi Selatan: 8 Bandara
- Sumatera Utara: 8 Bandara
- Sulawesi Tengah: 8 Bandara
Kawan GNFI, bisa dilihat jika mayoritas provinsi yang memiiki bandara dengan jumlah yang banyak adalah daerah Indonesia timur. Papua Tengah bahkan memiliki 23 bandara, menjadikannya yang terbanyak di Indonesia.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut, Papua Tengah memiliki luas sekitar 61.079,59 km2. Provinsi ini menjadi provinsi terluas ke-3 di Pulau Papua setelah Papua Selatan dan Papua.
Salah satu bandara besar di Papua Tengah adalah Bandara Moes Kilangin. Berada di Timika, Bandara Mozes Kilangin difungsikan sebagai gerbang utama untuk sektor ekonomi di Papua Tengah dan pusat penerbangan perintis di wilayah 3T (tertinggal, terluar, terpencil).
Kira-kira, apa alasan banyak bandara ada di wilayah timur Indonesia, termasuk Papua?
Mengapa Banyak Bandara di Papua
Papua memiliki banyak bandara karena kondisi geografisnya. Lanskap utama Papua adalah hutan belantara, lembah curam, dan pegunungan tinggi membuat banyak pemukiman penduduk terisolasi dari akses luar.
Pembangunan jalan darat di topografi ekstrem membutuhkan waktu lama dan biaya yang sangat besar. Oleh karena itu, membuka rute penerbangan perintis menjadi opsi paling efisien untuk menjangkau masyarakat pedalaman.
Pesawat menjadi opsi tercepat untuk menghubungkan antarwilayah sekaligus mendistribusikan kebutuhan pokok masyarakatnya.
Sebagian besar fasilitas udara di Papua tergolong sebagai bandara perintis dengan landasan pacu pendek. Namun, meskipun sebagian besar hanya melayani pesawat berukuran kecil, keberadaan bandara dan pesawat-pesawat kecil justru menjadi “penolong” untuk menyalurkan bahan pangan, obat-obatan, serta tenaga medis ke area terpencil.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.
Tim Editor




Comments are closed.