Mon,24 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. BNPB: Korban meninggal akibat gempa NTT bertambah, jadi 100 orang

BNPB: Korban meninggal akibat gempa NTT bertambah, jadi 100 orang

bnpb:-korban-meninggal-akibat-gempa-ntt-bertambah,-jadi-100-orang
BNPB: Korban meninggal akibat gempa NTT bertambah, jadi 100 orang
service

Untuk jumlah meninggal, ini perlu kami tegaskan, bahwa yang meninggal seratus ini adalah korban gempa yang semula luka berat, yang dirawat di fasilitas kesehatan, ini tidak berhasil diselamatkan…

Jakarta (ANTARA) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat adanya lonjakan angka korban meninggal dunia akibat bencana gempa bumi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang kini menyentuh angka seratus jiwa.

Kepala BNPB Suharyanto dalam konferensi pers yang digelar secara daring di Jakarta, Senin, menjelaskan penambahan angka tersebut terjadi lantaran banyak korban luka berat yang dirawat intensif, namun akhirnya tidak dapat tertolong.

“Untuk jumlah meninggal, ini perlu kami tegaskan, bahwa yang meninggal seratus ini adalah korban gempa yang semula luka berat, yang dirawat di fasilitas kesehatan, ini tidak berhasil diselamatkan, sehingga yang semula di hari pertama, hari kedua ada 48 yang meninggal dunia, angka per hari ini total menjadi seratus yang meninggal dunia,” katanya.

Selain korban meninggal dunia, Suharyanto menjelaskan bencana ini juga mengakibatkan 1.603 jiwa mengalami luka-luka dan sebanyak 180.327 jiwa harus bertahan di tempat-tempat pengungsian.

Ia menyayangkan kondisi darurat ini diperparah oleh beredarnya hoaks atau berita bohong mengenai potensi tsunami susulan yang membuat warga panik dan nekat mendirikan titik-titik pengungsian mandiri yang jauh dari jangkauan petugas, termasuk di atas kawasan perbukitan.

Suharyanto dengan tegas membantah isu tersebut dan meminta masyarakat untuk merujuk pada informasi resmi dari instansi berwenang.

“Ada beberapa langkah yang kami lakukan, yang pertama kami imbau kepada masyarakat yang mengungsi mandiri karena takut gempa susulan, ada isu tsunami susulan, semua itu tidak betul, karena setiap pagi instansi yang berwenang, sekali lagi Kepala BMKG selalu meng-update, menginformasikan perkembangan gempa, dan dalam delapan hari ini tidak pernah ada satupun gempa susulan yang melebihi gempa utama. Nah ini juga kami suarakan supaya masyarakat tidak percaya kepada isu-isu hoaks yang tidak bertanggung jawab,” ujar Suharyanto.

Terkait dengan aktivitas kegempaan yang meresahkan warga, BNPB merilis data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mencatat terjadinya 6.409 kali gempa hingga pukul 05.00 WIB pada hari ke-8 pascabencana.

“Susulan yang terbesar ada 6,2 magnitudo. Kemudian, yang terkecil 1,1. Yang sama dengan atau lebih besar dari 5 magnitudo ada 33 kali. Dan gempa susulan, ya tentu saja yang 33 kali itu pasti dirasakan masyarakat. Tetapi dari 6.409 kali gempa itu ada 139 kali yang dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Untuk hal ini BNPB memproyeksikan kondisi gempa susulan ini akan terus berlangsung hingga tiga sampai empat minggu ke depan hingga lempeng bumi kembali stabil, namun trennya diyakini akan terus menurun.

Ia juga memastikan pemerintah daerah tetap berupaya keras menyalurkan logistik ke pos-pos mandiri tersebut menggunakan kendaraan kecil hingga berjalan kaki menembus perbukitan

“Apakah semuanya sudah ter-cover, apakah semuanya sudah dapat, apakah semuanya sudah cukup, kami jawab belum cukup. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, kami akan berusaha sekuat tenaga agar para pengungsi mandiri yang tetap bertahan di tempat-tempat yang jauh (atau) tidak mau merapat ke titik-titik pengungsian terpusat, tetap dilayani kebutuhan logistik dan kebutuhan dasar manusia lainnya,” ucap Suharyanto.

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.