Tue,26 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. 4 Refleks Bayi Baru Lahir yang Perlu Diketahui Orang Tua

4 Refleks Bayi Baru Lahir yang Perlu Diketahui Orang Tua

4-refleks-bayi-baru-lahir-yang-perlu-diketahui-orang-tua
4 Refleks Bayi Baru Lahir yang Perlu Diketahui Orang Tua
service

Jakarta

Bayi yang baru lahir memiliki sejumlah refleks alami yang muncul secara otomatis, bahkan tanpa perlu diajarkan. Refleks-refleks ini merupakan bagian dari sistem pertahanan diri, sekaligus tanda bahwa sistem saraf Si Kecil berkembang dengan baik. 

Meski terlihat ‘hanya’ berupa gerakan kecil dan sederhana, refleks bawaan ini memiliki fungsi penting dalam membantu bayi beradaptasi dengan kehidupan di luar rahim.

Bagi orang tua baru, memahami refleks bayi juga bisa menjadi cara untuk memantau tumbuh kembangnya. Alasannya, bayi belum bisa mengungkapkan kebutuhannya secara verbal.

Apa itu refleks?

Dikutip dari situs University of Rochester Medical Center, refleks adalah gerakan atau tindakan yang tidak disengaja. Beberapa gerakan bersifat spontan dan terjadi sebagai bagian dari aktivitas normal bayi. 

Dalam kasus tertentu, Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apakah otak dan sistem saraf Si Kecil bekerja dengan baik.

Kapan bayi mulai mengenal tentang refleks?

Dikutip dari The Bump, beberapa refleks bawaan seperti refleks mengisap, menggenggam, atau kaget (Moro reflex) biasanya terlihat jelas sejak hari pertama kelahiran. 

Seiring bertambahnya usia, refleks ini akan perlahan menghilang dan digantikan dengan gerakan yang lebih terkendali. 

Untuk itu, penting bagi orang tua untuk mengenal dan memahami apa saja refleks utama yang dilalui oleh bayi baru lahir. Dengan begitu, Bunda bisa memberikan stimulasi dan perawatan yang sesuai dengan tahap perkembangannya.

Jenis-jenis refleks bayi baru lahir

Dokter anak biasanya akan memeriksa refleks-refleks pada bayi untuk memastikan perkembangan saraf dan motoriknya berjalan normal. Kurangnya refleks tertentu terkadang dapat menandakan adanya masalah pada otak atau sistem saraf bayi.

Berikut beberapa jenis refleks pada bayi baru lahir yang perlu Bunda ketahui:

1. Refleks mencari ASI (rooting reflex)

Ketika sudut mulut bayi disentuh, mereka akan menoleh dan membuka mulut untuk mengikuti arah sentuhan. Refleks ini membantu bayi menemukan payudara atau dot agar dapat mulai menyusu. 

Biasanya refleks rooting bertahan hingga usia sekitar 4 bulan, yang bermanfaat untuk mempersiapkan bayi melakukan gerakan mengisap.

2. Refleks mengisap (sucking reflex)

Dari rooting reflex, kemudian akan berlanjut pada jenis refleks mengisap atau sucking reflex. Jenis refleks ini memungkinkan bayi untuk menyusu dengan aman. 

Saat puting susu menyentuh langit-langit mulut bayi, ia secara otomatis mulai mengisap. Refleks ini membantu mengoordinasikan ritme mengisap, bernapas, dan menelan.

Refleks ini semakin kuat saat bayi melakukannya dan akan berkembang menjadi kebiasaan seperti mengisap jempol untuk kenyamanan.

Uniknya, jenis refleks ini sudah berkembang sebelum bayi lahir. Tepatnya dimulai sekitar minggu ke-32 kehamilan dan berkembang sepenuhnya sekitar minggu ke-36.

3. Refleks Moro (Moro reflex)

Moro reflex dikenal juga sebagai startle reflex, yang terjadi saat bayi terkejut karena suara keras atau ada gerakan mendadak. 

Saat kaget, bayi akan menengadahkan kepala, meluruskan tangan dan kaki, kemudian menariknya kembali sambil menangis. Refleks ini biasanya menghilang saat bayi berusia sekitar 2 bulan.

4. Refleks menggenggam (palmar grasp reflex)

Ketika telapak tangan bayi disentuh, mereka akan menggenggam jari atau benda yang menyentuhnya dengan erat. Refleks ini biasanya bertahan hingga usia 5–6 bulan.

Dikutip dari Web MD, refleks menggenggam ini juga dapat terjadi saat telapak tangan bayi disentuh dengan perlahan, yang kemudian menyebabkan bayi kemudian menutup jari-jari mereka. 

Sebagian besar refleks bawaan pada bayi akan menghilang secara bertahap sebelum mereka mencapai usia 6 bulan, seiring dengan berkembangnya kontrol otot dan kemampuan gerak yang lebih sadar.

Kapan perlu konsultasi ke dokter?

Jenis-jenis refleks tertentu seperti menggenggam dan Moro, menggunakan setiap bagian tubuh bayi. Dengan begitu, penting untuk mengetahui bahwa gerakan refleks tersebut simetris. 

Jika refleks tidak sama kuat atau cepat di kedua sisi tubuh, mungkin ada masalah dengan sistem saraf pusat bayi. Bunda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika melihat kurangnya simetri pada refleks Si Kecil.

Berikut waktu-waktu lain di mana Bunda mungkin perlu cek ke dokter tentang refleks bayi baru lahir:

1. Refleks tidak muncul sejak awal

Jika bayi tidak menunjukkan refleks dasar seperti refleks mengisap, menggenggam, atau rooting dalam beberapa hari setelah lahir, ini bisa menandakan gangguan pada sistem saraf atau otot.

2. Refleks asimetris

Misalnya, saat terkejut gerakan refleks bayi hanya terjadi di satu tangan atau satu kaki saja. Kondisi ini bisa menandakan adanya masalah pada saraf perifer atau otot di sisi tubuh tertentu.

3. Refleks terjadi terlalu lama

Seperti disebutkan sebelumnya, beberapa refleks seperti refleks Moro atau refleks menggenggam biasanya menghilang setelah usia 4–6 bulan. 

Jika refleks tersebut masih bertahan setelah rentang usia itu, dokter perlu memeriksa apakah mungkin gangguan perkembangan saraf atau otak.

4. Refleks tampak terlalu lemah atau berlebihan

Refleks yang terlalu lemah, (misalnya bayi tidak bereaksi saat disentuh) atau sebaliknya (refleks terlalu kuat dan tidak terkendali), ini juga bisa mengindikasikan adanya masalah neurologis.

Pemeriksaan sejak dini bisa membantu mendeteksi dan menangani gangguan perkembangan secara tepat waktu.

Itulah ulasan tentang berbagai jenis refleks bayi baru lahir yang perlu diketahui orang tua. Jangan ragu untuk konsultasi ke dokter untuk mengetahui lebih jauh tentang refleks-refleks ini ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.