Jakarta –
Paparan abu vulkanik menyebabkan gangguan kesehatan, termasuk mengancam kesehatan kulit. Salah satunya dapat membuat kulit menjadi kering, gatal, kemerahan, bahkan memicu iritasi.
Seperti yang diketahui, abu vulkanik membawa berbagai kandungan seperti partikel bebatuan, mineral, hingga vulcanic glass yang bersifat abrasif, Bunda. Mencegah efek sampingnya untuk kulit, Bunda bisa melakukan berbagai pencegahan dan perlindungan lho.
Diungkap Dermatolog, dr. Claudia Christin Darmawan, MBBS PhD, abu vulkanik mengandung komponen seperti sulfat dan klorida yang bisa berimbas ke kulit. Selain melindungi kulit dengan mengenakan baju tertutup dan masker, ada beberapa hal juga yang sebaiknya jangan dilakukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dr. Claudia, paparan abu vulkanik yang mengenai kulit jangan digosok atau dilap langsung. Jika kulit sudah terasa risih, sebaiknya langsung dibilas atau dibasu dengan air mengalir. Lalu, dilanjutkan dengan pembersihan menggunakan gentle cleanser agar bersih maksimal.
“Lalu keringkan dengan cara ditepuk, lalu gunakan moisturizier,” ungkap dr Claudia dikutip dari detikcom, Rabu (9/9/2026).
Selanjutnya, hal yang bisa dilakukan untuk melindungi kulit di tengah hujan abu vulkanik adalah dengan melakukan double cleansing. Hal ini bisa dilakukan para Bunda yang baru saja bepergian dari laur rumah.
Namun, jika hanya di dalam rumah saja, bisa membersihkan wajah seperti biasanya. Bunda disarankan untuk tidak melakukan scrub dan menggosok kulit berlebihan.
Bagaimana jika kulit sudah terlanjur iritasi? Jangan panik dulu ya!
Simak penanganan yang tepat dengan melanjutkan baca di sini!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)





Comments are closed.