Tue,26 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Menjaga Alam, Menyelamatkan Ekosistem

Menjaga Alam, Menyelamatkan Ekosistem

menjaga-alam,-menyelamatkan-ekosistem
Menjaga Alam, Menyelamatkan Ekosistem
service

Mubadalah.id – Setiap tahun, Hari Hewan Sedunia menjadi momentum untuk mengingat kembali hubungan manusia dengan alam. Manusia tidak bisa hidup tanpa alam, begitu pula sebaliknya, alam membutuhkan manusia yang mampu menjaga keseimbangannya.

Di dalam ekosistem itu, hewan berperan penting sebagai penjaga lingkungan. Namun sayangnya, keserakahan dan ketidakpedulian manusia telah mengganggu keseimbangan tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, perubahan itu tampak nyata di kampung halamanku. Dulu, sungai dan sawah menjadi rumah bagi berbagai jenis ikan endemik seperti Tumbras, Beunteur, dan Bogo.

Kini, ikan-ikan itu semakin sulit dijumpai. Kerusakan ekosistem, limbah pertanian, dan perilaku manusia yang menangkap ikan tanpa memperhatikan keberlanjutannya menjadi penyebab utama hilangnya mereka dari perairan.

Penangkapan Massal dan Hilangnya Hewan Endemik

Sejak 2019, tren ikan hias jenis Channa limbata atau yang dikenal sebagai Bogo semakin populer. Ikan yang dulunya dianggap tidak berharga, kini bernilai ekonomi tinggi bahkan bisa dijual hingga jutaan rupiah. Fenomena ini memicu penangkapan besar-besaran di berbagai sungai dan sawah.

Masyarakat berlomba-lomba menangkap Bogo tanpa memperhatikan ukuran atau masa berkembang biaknya. Beragam cara mereka gunakan, mulai dari pancing, jaring, hingga bubu perangkap. Tujuannya semata untuk ia jual.

Akibatnya, populasi ikan tersebut menurun drastis dan kini semakin langka. Sikap serakah seperti ini menunjukkan betapa mudah manusia mengabaikan prinsip kesalingan dengan alam ketika dihadapkan pada nilai ekonomi.

Padahal, penangkapan yang tidak terkendali bukan hanya merugikan satu spesies. Ia bisa mengganggu rantai makanan, mempercepat kerusakan ekosistem, dan memutus keseimbangan yang dibangun alam selama ratusan tahun.

Namun sayangnya, masih sedikit yang peduli atau berupaya mengembalikan keseimbangan ini.

Oleh karena itu, kalau kita mau berpikir alam sesungguhnya telah menyediakan segala kebutuhan manusia yaitu air, makanan, udara, hingga bahan bangunan. Namun, ketersediaan sangat terbatas. Karena itu, kita perlu bersikap bijak dalam memanfaatkannya.

Dalam konteks ikan Limbata, misalnya, masyarakat dapat mulai menerapkan praktik tangkap selektif: hanya mengambil ikan berukuran dewasa. Sementara yang kecil kita lepaskan kembali ke alam. Cara ini dapat menjaga ikan tersebut tidak hilang.

Islam dan Amanah Menjaga Alam

Dalam pandangan Islam, manusia telah Tuhan beri amanah sebagai khalifah di muka bumi. Artinya, manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan merawat alam, bukan mengeksploitasinya.

Prinsip ini, saya kira sejalan dengan nilai tawazun (keseimbangan) dan larangan israf (berlebihan) yang tertulis di dalam al-Qur’an surat al-A’raf ayat 31.

Sikap serakah dan berlebihan dalam mengambil sumber daya alam adalah bentuk pelanggaran terhadap keseimbangan tersebut.

Oleh sebab itu, jika manusia hanya memikirkan keuntungan tanpa mempertimbangkan keberlanjutan makhluk hidup, maka kerusakan akan menjadi sebuah keniscayaan. Padahal, menjaga kelestarian alam juga berarti menjaga keberlangsungan hidup manusia sendiri. []

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.