Idlib, Arina.id — Sebanyak 14 orang tewas dalam ledakan di sebuah gudang senjata di Provinsi Idlib, Suriah barat laut, pada Rabu (9/9/2026). Departemen Kesehatan setempat menyatakan belum mengetahui penyebab ledakan tersebut.
“Korban akibat ledakan di tempat penyimpanan sementara untuk mengumpulkan senjata dan sisa-sisa perang di dekat Kota Sarmada… tercatat 14 orang tewas dan 11 lainnya terluka berdasarkan penghitungan awal,” kata Departemen Kesehatan Idlib dikutip dari laman Channel TV.
Sebelumnya, Departemen Media Kementerian Pertahanan Suriah mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa sejumlah personel kementerian terluka dalam insiden tersebut.
Media Suriah menayangkan gambar kepulan asap tebal yang membumbung dari lokasi ledakan. Tim penyelamat juga terlihat bergegas menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Ledakan tersebut menjadi insiden kedua yang menelan korban jiwa di Idlib pada September ini. Sebelumnya, sebuah mobil yang membawa amunisi meledak di Kota Binnish dan menewaskan lima orang.
Saat itu, seorang sumber pemerintah mengatakan kepada AFP bahwa mobil tersebut milik seorang pedagang senjata. Namun, pihak berwenang tidak mengumumkan penyebab ledakan.
Ledakan yang melibatkan kendaraan bermuatan amunisi maupun gudang senjata dilaporkan terjadi secara sporadis di Idlib.
Provinsi Idlib sebelumnya menjadi salah satu basis utama kelompok bersenjata antipemerintah selama lebih dari 13 tahun perang saudara di Suriah. Kondisi tersebut berlangsung hingga penguasa Suriah saat itu, Bashar al-Assad, digulingkan pada Desember 2024.
