Jakarta, Arina.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi sebaran debu vulkanik dari lima gunung api di Indonesia berdasarkan analisis citra RGB Himawari-9 pada Rabu (9/9/2026) pukul 19.00 WIB.
Dikutip dari media sosial instagram infobmkg, kelima gunung api tersebut yakni Gunung Anak Krakatau, Gunung Lewotolo, Gunung Dukono, Gunung Ibu, dan Gunung Semeru. Sebaran debu vulkanik dari masing-masing gunung memiliki ketinggian dan arah pergerakan yang berbeda.
Gunung Anak Krakatau terpantau memiliki sebaran debu vulkanik dari permukaan hingga ketinggian 5.000 kaki atau sekitar 1,5 kilometer. Debu bergerak ke arah utara dan mencakup wilayah Selat Sunda serta sebagian Kabupaten Pandeglang.
Sementara itu, Gunung Lewotolo memiliki sebaran debu vulkanik dari permukaan hingga ketinggian 8.000 kaki atau sekitar 2,5 kilometer. Sebaran bergerak ke arah timur laut dan mencakup sebagian Kabupaten Lembata serta Selat Flores–Lamakera.
Gunung Dukono juga terpantau memiliki klaster debu vulkanik hingga ketinggian 7.000 kaki atau sekitar 2,1 kilometer. Sebaran bergerak ke arah timur laut dan mencakup sebagian wilayah Kabupaten Halmahera Utara serta perairan barat daya Morotai.
Adapun sebaran debu vulkanik Gunung Ibu berada dari permukaan hingga ketinggian 7.000 kaki atau sekitar 2,1 kilometer. Pergerakannya menuju timur laut dan mencakup sebagian Kabupaten Halmahera Barat serta Kabupaten Halmahera Utara.
Sementara Gunung Semeru menjadi gunung api dengan sebaran debu vulkanik pada ketinggian paling tinggi. Berdasarkan analisis BMKG, sebaran berada dari permukaan hingga ketinggian 15.000 kaki atau sekitar 4,5 kilometer dan bergerak ke arah tenggara.
Sebaran debu Gunung Semeru tersebut mencakup sebagian Kabupaten Lumajang, Pulau Nusa Barung, serta perairan Lumajang.
BMKG mengingatkan bahwa sebaran debu vulkanik tersebut belum dapat dipastikan sepenuhnya karena wilayah gunung api tertutup awan. Debu vulkanik yang tidak teridentifikasi dalam produk analisis satelit juga tidak serta-merta berarti bahwa debu vulkanik tidak ada.
Informasi mengenai aktivitas erupsi gunung api, kata BMKG, tetap mengacu pada informasi resmi mengenai aktivitas gunung api.
Prakiraan Cuaca di Lima Gunung Api
Selain memantau sebaran debu vulkanik, BMKG juga menyampaikan prakiraan cuaca di lima gunung api tersebut untuk periode malam hingga siang pada Kamis (10/9/2026).
Di Gunung Anak Krakatau, cuaca pada malam hingga dini hari diprakirakan cerah berawan dengan angin dari selatan berkecepatan 25 kilometer per jam pada malam hari dan 22 kilometer per jam pada dini hari. Pada pagi hari, cuaca diprakirakan cerah dengan angin dari selatan 18 kilometer per jam.
Memasuki siang hari, cuaca diprakirakan cerah berawan dengan angin dari tenggara berkecepatan 27 kilometer per jam.
Gunung Dukono diprakirakan mengalami cuaca berawan tebal pada malam, dini hari, dan pagi hari. Angin pada malam dan dini hari bertiup dari barat daya dengan kecepatan masing-masing 5 dan 4 kilometer per jam. Pada pagi hari, angin berembus dari timur laut dengan kecepatan 7 kilometer per jam.
Pada siang hari, cuaca Gunung Dukono diprakirakan cerah berawan dengan angin dari timur laut berkecepatan 2 kilometer per jam.
Di Gunung Ibu, cuaca diprakirakan berawan tebal pada malam, dini hari, dan pagi hari. Arah angin masing-masing dari timur dengan kecepatan 3 kilometer per jam pada malam hari, timur 7 kilometer per jam pada dini hari, serta barat 11 kilometer per jam pada pagi hari.
Pada siang hari, cuaca diprakirakan cerah berawan dengan angin dari selatan berkecepatan 7 kilometer per jam.
Sementara itu, Gunung Lewotolo diprakirakan mengalami cuaca berawan pada malam hari dengan angin dari barat daya berkecepatan 10 kilometer per jam. Pada dini hari, cuaca cerah berawan dengan angin dari timur 7 kilometer per jam.
Cuaca berawan tebal diprakirakan terjadi pada pagi hari dengan angin dari utara berkecepatan 28 kilometer per jam. Pada siang hari, cuaca kembali cerah berawan dengan angin dari utara 12 kilometer per jam.
Adapun kondisi Gunung Semeru diprakirakan berkabut pada malam hari dengan angin dari timur laut 4 kilometer per jam. Pada dini hari, cuaca berawan dengan angin dari timur 3 kilometer per jam.
Pada pagi hari, kondisi cuaca diprakirakan berasap dengan angin dari selatan 5 kilometer per jam. Sementara pada siang hari, cuaca diprakirakan berkabut dengan angin dari tenggara 5 kilometer per jam.
Debu Vulkanik Berdampak pada Kesehatan dan Transportasi
BMKG mengingatkan paparan debu vulkanik dapat menimbulkan sejumlah dampak terhadap kesehatan dan transportasi.
Dari sisi kesehatan, debu vulkanik dapat menyebabkan iritasi pada mata dan kulit, batuk, serta gangguan pernapasan. Paparan tersebut juga dapat memperburuk kondisi masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.
Dari sisi transportasi, debu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang dan membuat permukaan jalan menjadi licin. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan berkendara, serta mengganggu aktivitas penerbangan dan pelayaran.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi.
Masyarakat di sekitar Selat Sunda, bagian barat Pandeglang, sebagian Kabupaten Lembata, Selat Flores–Lamakera, sebagian Kabupaten Halmahera Barat dan Halmahera Utara, Kabupaten Pulau Morotai, serta perairan barat daya dan barat laut Morotai diminta mengikuti informasi terbaru mengenai sebaran debu vulkanik.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan mengikuti arahan BMKG, PVMBG/Badan Geologi, serta pemerintah setempat.





Comments are closed.