Fri,11 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Hukum
  3. Tarif Rp100 Ribu Sekali Main, 11 PSK Terjaring Razia di Embung Miring Probolinggo

Tarif Rp100 Ribu Sekali Main, 11 PSK Terjaring Razia di Embung Miring Probolinggo

tarif-rp100-ribu-sekali-main,-11-psk-terjaring-razia-di-embung-miring-probolinggo
Tarif Rp100 Ribu Sekali Main, 11 PSK Terjaring Razia di Embung Miring Probolinggo
service

Probolinggo (beritajatim.com) – Upaya memberantas praktik prostitusi di Kabupaten Probolinggo kembali dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Dalam operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang digelar Jumat (11/9/2026), petugas mengamankan 11 perempuan yang diduga bekerja sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK).

Operasi tersebut menyasar kawasan Embung Miring (EMI) yang berada di Desa Banjar Sawah, Kecamatan Tegalsiwalan. Berbeda dengan razia sebelumnya, kali ini petugas memilih pola operasi tertutup agar target tidak sempat melarikan diri.

Usai diamankan, ke-11 perempuan tersebut langsung dibawa ke Kantor Damkar Satpol PP di Kecamatan Dringu. Mereka kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan dan pendataan identitas.

Kasatpol PP Kabupaten Probolinggo, Taupik Alami, mengungkapkan bahwa perubahan strategi dilakukan lantaran sejumlah operasi sebelumnya diduga telah diketahui lebih dahulu oleh pihak yang menjadi sasaran.

“Karena beberapa kali operasi yang kami lakukan itu selalu bocor sehingga target yang kami incar sudah bersiap-siap. Oleh karena itu operasi kali ini kami lakukan secara senyap,” ujar Taupik.

Cara tersebut terbukti membuat petugas lebih leluasa melakukan penindakan. Dalam razia kali ini, sebanyak 11 orang berhasil diamankan dari kawasan yang menjadi sasaran operasi.

“Terbukti saat dilakukan operasi Pekat secara senyap, sebanyak 11 PSK kami amankan dan sekarang mereka masih menjalani tes kesehatan apakah ada yang terindikasi penyakit sekaligus pendataan identitas,” imbuhnya.

Selain pendataan, pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan masing-masing perempuan yang diamankan, termasuk memastikan apakah terdapat indikasi penyakit tertentu.

Taupik juga menyebut adanya informasi mengenai tarif jasa seksual yang ditawarkan di kawasan tersebut. Menurutnya, tarif sekali transaksi berada di angka sekitar Rp100 ribu dan belum termasuk biaya kamar.

“Sekali main biayanya Rp100 ribu plus kamarnya. Kami juga masih belum tahu dari belasan PSK ini ada pemain baru atau ada yang terindikasi penyakit, nanti hasilnya akan segera kami sampaikan,” pungkasnya.

Satpol PP Kabupaten Probolinggo masih melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap seluruh perempuan yang diamankan. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan tindak lanjut setelah operasi Pekat digelar. (rap/but)

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.