Arina.id – Hingga hari ke-4 pencarian lima jurnalis yang hilang di Perairan Selat Sunda saat liputan Gunung Anak Krakatau belum juga membuahkan hasil. Kondisi ini memantik rasa keprihatinan masyarakat Indonesia, tidak terkecuali pegiat pers Tanah Air.
Doa bersama digelar di berbagai tempat, salah satunya di Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta, Jumat malam 11 September 2026. Sejumlah anggota Pewarta Foto Indonesia (PFI) menggelar doa bersama untuk keselamatan lima jurnalis dan kru kapal yang hilang kontak tersebut.
PFI Jakarta menggelar doa bersama sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pencarian lima orang jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Sebelumnya delapan orang yang hilang kontak terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal.
Di Malang doa bersama juga digelar komunitas pers, mereka berharap pencarian lima jurnalis yang hilang saat bekerja untuk publik tersebut segera ditemukan. Doa bersama juga digelar di beberapa tempat, oleh Polda Metro Jaya, masyarakat Banten sekitar Krakatau, di Surabaya dan tempat lain.
Adapun kelima jurnalis yang hilang tersebut yakni: M. Bagus Khoirunnas (ANTARA), Arie Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), dan Donal Husni (freelance).
Sementara tiga awak kapal terdiri dari Warta selaku kapten, Sukarman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu (guide). Rombongan tersebut berangkat pada Senin, 7 September 2026, untuk melakukan peliputan Gunung Anak Krakatau.
