Fri,7 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Al-Qur’an Tegaskan Fondasi Kemitraan Suami Istri dalam QS ar-Rum 21 dan an-Nisa 19

Al-Qur’an Tegaskan Fondasi Kemitraan Suami Istri dalam QS ar-Rum 21 dan an-Nisa 19

al-qur’an-tegaskan-fondasi-kemitraan-suami-istri-dalam-qs-ar-rum-21-dan-an-nisa-19
Al-Qur’an Tegaskan Fondasi Kemitraan Suami Istri dalam QS ar-Rum 21 dan an-Nisa 19
service

Mubadalah.id – Sejumlah ayat al-Qur’an menegaskan bahwa relasi suami istri dibangun di atas prinsip kemitraan, bukan dominasi. Landasan tersebut antara lain tercantum dalam QS ar-Rum (30): 21 dan QS an-Nisa (4): 19 yang memuat tujuan serta etika pergaulan dalam rumah tangga.

Dalam QS ar-Rum ayat 21 disebutkan bahwa pasangan diciptakan “agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya” (litaskunū ilaihā). Ayat ini juga menyebutkan dua elemen penting dalam keluarga, yakni mawaddah (cinta) dan rahmah (kasih sayang). Frasa “baynakum” (di antara kamu) menunjukkan bahwa cinta dan kasih sayang sebagai relasi timbal balik.

Ketenangan dalam ayat tersebut tidak menjadi sepihak. Sebab, mawaddah adalah cinta yang aktif dan terwujud dalam tindakan, sementara rahmah merujuk pada kasih sayang yang memelihara dan melindungi. Struktur ayat menampilkan relasi dua arah antara suami dan istri.

Sementara itu, QS an-Nisa ayat 19 memuat larangan memperlakukan perempuan secara paksa, termasuk praktik mewarisi perempuan tanpa persetujuan. Ayat tersebut juga memerintahkan, “Wa ‘āsyirūhunna bil ma‘rūf” (bergaullah dengan mereka secara patut).

Istilah mu‘āsyarah dalam ayat tersebut merujuk pada kehidupan bersama dalam standar kebaikan yang masyarakat akui. Relasi perkawinan sebagai pergaulan etis yang mengedepankan kepatutan dan tanggung jawab sosial.

Kedua ayat tersebut memperlihatkan bahwa rumah tangga dalam al-Qur’an sebagai ruang interaksi setara. Tujuan pernikahan berkaitan dengan ketenteraman, cinta timbal balik, serta pergaulan yang berlandaskan nilai kebaikan bersama.

Dengan demikian, relasi suami istri dalam teks tersebut sebagai kemitraan yang menuntut partisipasi aktif kedua belah pihak. []

Sumber Tulisan: Ayat-ayat Mubadalah dalam Relasi Berkeluarga

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.