Thu,23 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Technology
  3. Bahaya Clickjacking! 6 Game Ini Manfaatkan AI untuk Klik Iklan Tanpa Kamu Sadari

Bahaya Clickjacking! 6 Game Ini Manfaatkan AI untuk Klik Iklan Tanpa Kamu Sadari

bahaya-clickjacking!-6-game-ini-manfaatkan-ai-untuk-klik-iklan-tanpa-kamu-sadari
Bahaya Clickjacking! 6 Game Ini Manfaatkan AI untuk Klik Iklan Tanpa Kamu Sadari
service


Foto : Freepik

Teknologi.id – 
Game mobile kini sudah jadi bagian dari keseharian banyak orang. Dari sekadar mengisi waktu luang hingga menemani perjalanan, bermain game di ponsel terasa praktis dan menyenangkan. Namun, di balik keseruannya, tidak semua game aman untuk perangkat. Jika sembarangan mengunduh aplikasi, alih-alih terhibur, ponsel justru bisa terinfeksi malware yang membuat baterai cepat habis dan performa menurun.

Berdasarkan hasil riset terbaru Dr. Web, ada beberapa game Android yang diam-diam membawa malware berbahaya. Malware bernama clickjacking ini bekerja secara senyap di latar belakang aplikasi untuk memanipulasi iklan tanpa sepengetahuan pengguna.

Malware Clickjacking yang Manfaatkan AI


Foto : freepik

Dalam laporannya, Dr. Web menjelaskan bahwa malware clickjacking ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk menghasilkan keuntungan bagi penjahat siber. Secara teknis, malware tersebut menggunakan pustaka TensorFlow.js milik Google untuk menjalankan model machine learning yang mampu berinteraksi dengan iklan di dalam aplikasi atau game tertentu.

Model ini bekerja dengan cara menganalisis tampilan halaman saat iklan muncul. Ketika iklan terdeteksi, malware akan “mengklik” iklan tersebut secara otomatis, seolah-olah dilakukan oleh pengguna asli. Aktivitas inilah yang menjadi sumber pendapatan ilegal bagi pelaku kejahatan siber.

Jika model machine learning mengalami kegagalan, misalnya karena tampilan iklan berubah, malware tidak berhenti begitu saja. Developer yang bersekongkol atau pihak jahat lainnya bisa mengambil alih layar ponsel pengguna secara manual. Mereka menggunakan teknik bernama signaling, yang memungkinkan tindakan seperti scrolling layar dilakukan dari jarak jauh.

Baca juga: Waspada ‘Pig Butchering’! 27 WNA di Tangerang Tipu Korban Pakai Modus Cinta & AI

Dampak yang Dirasakan Pengguna

Meski clickjacking dan penipuan iklan ini tidak secara langsung mencuri data pribadi atau merusak sistem, dampaknya tetap merugikan pengguna. Aktivitas iklan tersembunyi yang terus berjalan membuat baterai ponsel cepat terkuras, suhu perangkat meningkat, dan kualitas baterai menurun dalam jangka panjang.

Tak hanya itu, kuota internet juga bisa ikut terkuras karena malware terus mengakses jaringan untuk memuat iklan. Bagi pengguna yang mengandalkan paket data terbatas, kondisi ini tentu sangat merugikan.

Daftar 6 Game Berbahaya yang Perlu Dihindari

Seluruh game yang terindikasi membawa malware ini berasal dari satu pengembang yang sama yaitu Shenzhen Ruiren Network Co. Ltd. Sebelum terungkap, aplikasi-aplikasi tersebut sempat diunduh oleh ribuan pengguna, menandakan masih rendahnya kewaspadaan terhadap risiko keamanan aplikasi hiburan. Berikut daftar game yang teridentifikasi membawa malware clickjacking:

  • Theft Auto Mafia dengan 61.000 unduhan
  • Cute Pet House dengan 34.000 unduhan
  • Creation Magic World dengan 32.000 unduhan
  • Amazing Unicorn Party dengan 13.000 unduhan
  • Open World Gangsters dengan 11.000 unduhan
  • Sakura Dream Academy dengan 4.000 unduhan

Cara Malware Menyebar

Penjahat siber menyebarkan malware ini melalui GetApps, toko aplikasi bawaan di sejumlah perangkat Xiaomi. Awalnya, game-game tersebut masuk ke GetApps dalam kondisi aman tanpa fungsi berbahaya. Namun, setelah mendapatkan cukup pengguna, aplikasi menerima pembaruan yang berisi komponen malware.

Menurut informasi yang dikutip dari Android Authority, selain GetApps, malware juga didistribusikan lewat situs APK pihak ketiga seperti Apkmody dan Moddroid, serta melalui channel Telegram yang menawarkan aplikasi mod, termasuk mod Spotify dan Netflix.

Baca juga: Waspada Banjir Jakarta! Ini 6 Link Pantau Kondisi Air Secara Real-Time dan Gratis

Imbauan untuk Pengguna Android

Untuk menghindari risiko serupa, pengguna Android disarankan tidak mengunduh aplikasi dari luar Google Play Store, terutama dari sumber pihak ketiga yang tidak jelas keamanannya. Selain itu, pengguna juga diminta tidak tergoda aplikasi mod yang menjanjikan akses premium gratis.

Memilih sumber aplikasi yang aman mungkin terdengar sepele, tetapi langkah ini sangat penting untuk menjaga baterai, kuota internet, dan kesehatan perangkat dalam jangka panjang. Ingat, hiburan seharusnya membuat rileks, bukan malah bikin ponsel “sakit”.

Memastikan sumber aplikasi, membaca izin yang diminta, serta menghindari tawaran fitur premium gratis bisa menjadi langkah sederhana untuk melindungi perangkat. Dengan sikap lebih waspada, ponsel tetap aman, baterai lebih awet, dan pengalaman bermain pun tetap nyaman tanpa risiko tersembunyi.

Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.

(IR/ZA)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.