Jakarta, Arina.id — Sejumlah kota besar di Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas berbeda pada Jumat (11/9/2026), mulai dari hujan ringan hingga hujan petir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mewaspadai potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Aceh dan Sumatera Utara.
Prakirawan BMKG Henokhvita mengatakan, untuk wilayah Indonesia bagian barat, hujan petir berpotensi terjadi di Padang, sedangkan hujan sedang diprakirakan mengguyur Medan.
“Hujan ringan berpotensi terjadi di Banda Aceh, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Bandung, dan Tanjung Selor,” kata Henokhvita dalam tayangantayangan prakiraan cuaca BMKG.
Sementara itu, Pangkal Pinang, Serang, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya diprakirakan mengalami cuaca berawan hingga berawan tebal.
Kondisi udara kabur berpotensi terjadi di Palembang, Bandar Lampung, Jakarta, Pontianak, dan Samarinda. Adapun Palangkaraya dan Banjarmasin berpotensi mengalami asap atau kabut.
Untuk wilayah Indonesia bagian timur, hujan ringan berpotensi terjadi di Mamuju, Manokwari, Nabire, Jayapura, dan Jayawijaya.
Denpasar, Kupang, Makassar, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, dan Merauke diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan, berawan, hingga berawan tebal.
Sementara itu, udara kabur berpotensi terjadi di Palu, Kendari, dan Mataram.
Waspada Hujan Lebat
Henokhvita menjelaskan, kondisi atmosfer pada Jumat berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia.
“Sirkulasi siklonik terbentuk di Laut Cina Timur dan Vietnam. Sistem tersebut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di Laut Natuna Utara, perairan barat Filipina bagian utara, serta di sekitar sirkulasi siklonik,” bebernya.
Daerah konvergensi lainnya diprakirakan terbentuk dari perairan barat Sumatera Utara hingga Aceh, Riau bagian utara hingga Selat Malaka, serta Laut Jawa bagian barat hingga Lampung.
Konvergensi juga terbentuk di Selat Makassar bagian selatan, Kalimantan Timur hingga Kalimantan Tengah bagian utara, Pulau Alor hingga Laut Flores, serta Sulawesi Utara hingga Laut Sulawesi.
Selain itu, daerah konvergensi diprakirakan terdapat di Laut Banda, pesisir utara Papua Barat Daya hingga Samudra Hindia utara Pulau Biak, serta pesisir utara Biak.
Kondisi tersebut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi.
“Perlu ditingkatkan kesiapsiagaan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Aceh dan Sumatera Utara,” kata Henokhvita.
BMKG juga memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah lain yang terdampak daerah konvergensi.
Masyarakat di wilayah yang berpotensi mengalami cuaca signifikan diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak hujan lebat dan memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.
