London, Arina.id – Gangguan teknis pada sistem pengatur lalu lintas udara Inggris menyebabkan lebih dari 1.000 penerbangan dari dan menuju sejumlah bandara di negara tersebut dibatalkan pada Selasa (8/9/2026).
Situs pelacak penerbangan FlightRadar24 mencatat sebanyak 1.055 penerbangan telah dibatalkan hingga pukul 20.00 waktu setempat atau 19.00 GMT.
Layanan pengatur lalu lintas udara Inggris, National Air Traffic Services (NATS), mengatakan gangguan sistem membutuhkan waktu lebih lama untuk dipulihkan.
“Pemulihan dari gangguan sistem hari ini membutuhkan waktu lebih lama dari yang kami harapkan,” kata NATS melalui akun X pada Selasa petang.
NATS kemudian memastikan gangguan tersebut telah teratasi. Operasional penerbangan disebut kembali normal, meski petugas masih berupaya mengatasi penumpukan penerbangan akibat gangguan tersebut.
“Gangguan sistem kami kini telah teratasi, kami beroperasi secara normal dan bekerja sekeras mungkin untuk mengatasi penumpukan penerbangan,” ujar NATS.
NATS juga menyampaikan permintaan maaf kepada para penumpang yang terdampak.
“Ini sangat membuat frustrasi dan kami menyampaikan permintaan maaf tanpa syarat,” katanya.
Bandara Heathrow di London Barat, yang merupakan bandara terbesar dan tersibuk di Inggris, termasuk yang terdampak gangguan. Bandara Gatwick yang berada di selatan London juga mengalami masalah serupa.
Selain itu, gangguan turut berdampak pada Bandara Liverpool, Birmingham, dan Edinburgh. Bandara Dublin di Irlandia juga melaporkan pembatalan puluhan penerbangan.
British Airways menyatakan telah membatalkan atau mengalihkan lebih dari 100 penerbangan. Kondisi tersebut berdampak terhadap puluhan ribu penumpang maskapai tersebut.
Sementara itu, maskapai bertarif rendah asal Irlandia, Ryanair, menyebut lebih dari 65.000 penumpangnya terdampak. Ryanair juga membatalkan lebih dari 50 penerbangan.
Gangguan tersebut turut memengaruhi perjalanan tim sepak bola Arsenal yang dijadwalkan menghadapi Napoli dalam pertandingan Liga Champions di Naples, Italia, pada Rabu (9/9/2026).
Arsenal terpaksa membatalkan konferensi pers menjelang pertandingan setelah penerbangan yang membawa tim mengalami keterlambatan.
Menteri Transportasi Inggris Heidi Alexander mengatakan pemerintah meminta adanya evaluasi terhadap gangguan tersebut. Ia juga meminta kepastian bahwa sistem yang mendukung sektor penerbangan dapat bekerja sebagaimana mestinya.
“Saya meminta kepastian bahwa pelajaran akan dipetik dan sistem yang mendukung penerbangan benar-benar mampu menjalankan tugasnya,” kata Alexander melalui X.
Bukan Gangguan Pertama
Gangguan sistem penerbangan bukan kali pertama terjadi di Inggris. Pada Juli 2025, gangguan teknis juga menyebabkan sejumlah penerbangan dari dan menuju Inggris dibatalkan.
Kejadian tersebut bahkan memicu kemarahan dari sejumlah pimpinan maskapai.
Inggris juga pernah mengalami salah satu gangguan sistem penerbangan terburuk dalam beberapa tahun terakhir pada 2023. Saat itu, lebih dari 700.000 penumpang terdampak setelah ratusan penerbangan mengalami keterlambatan atau pembatalan.
Chief Operating Officer Ryanair Neal McMahon kembali mendesak agar Direktur Utama NATS Martin Rolfe diberhentikan. Ia menilai kepemimpinan NATS kembali gagal menangani persoalan yang berdampak terhadap penumpang.
“Sudah cukup. Kini saatnya pemerintah Inggris turun tangan … dan menempatkan seseorang yang mampu menjalankan tugas ini sebagai penanggung jawab,” kata McMahon.
