Mon,27 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Haul Gus Dur 16: Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat

Haul Gus Dur 16: Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat

haul-gus-dur-16:-dari-rakyat,-oleh-rakyat,-untuk-rakyat
Haul Gus Dur 16: Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat
service

JAKARTA — Semakin lama, rakyat semakin tergeser dan terpinggirkan dari proses kehidupan berbangsa dan bernegara. Bahkan, rakyat tidak lagi menjadi porosnya. Pengesahan undang-undang yang dilakukan secara senyap tanpa melibatkan publik, kembalinya aparat bersenjata ke ruang- ruang politik dan sipil, serta program-program pemerintah yang tidak berdampak atau tidak menjawab persoalan rakyat—sebagaimana terlihat dalam penanganan bencana Aceh–Sumatera dan seterusnya— menunjukkan melemahnya supremasi sipil. Partisipasi bermakna dan peran masyarakat dalam menentukan arah kebijakan negara pun kian melemah.

Urun rembuk, kritik, hingga berbagai masukan dari masyarakat terhadap kebijakan pemerintah seolah dianggap angin lalu. Mereka yang bersuara justru ditangkap aparat dengan berbagai alasan, seperti yang terjadi dalam aksi massa 25 Agustus–30 September 2025. Hal ini memperlihatkan penegakan hukum yang semakin semena-mena terhadap rakyat. Puncaknya, pengesahan RUU KUHAP oleh DPR dan Pemerintah Indonesia, serta pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke- 2 RI Soeharto.

Berangkat dari berbagai persoalan demokrasi tersebut, peringatan Haul ke-16 Presiden ke-4 RI K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang akan digelar pada Sabtu (20/12/2025) mengusung tema “Dari Rakyat, Oleh Rakyat, dan Untuk Rakyat”.

Ketua Panitia Haul Gus Dur ke-16, Alissa Wahid, mengatakan tema tersebut dipilih pihak keluarga sebagai upaya menghadirkan inspirasi dan keteladanan Gus Dur dalam mengawal proses demokrasi yang dipilih Indonesia dalam menjalankan sistem politiknya.

“Kenapa kita mengangkat tema ini? Karena Gus Dur sepanjang hidupnya memperjuangkan kedaulatan rakyat dan kedaulatan sipil. Itu betul-betul beliau perjuangkan. Beliau mengajarkan kepada kita, baik dalam sikap pribadi maupun kepemimpinan, bahwa kebijakan atau strategi yang diambil harus berangkat dari ‘Dari Rakyat, Oleh Rakyat, dan Untuk Rakyat”, kata Alissa Wahid dalam siaran pers, Kamis (18/12/2025).

Menurut Alissa, setiap rakyat memiliki martabat, hak, sumber daya pribadi, potensi, dan aspirasi. Oleh karena itu, sudah seharusnya hal-hal tersebut menjadi tujuan akhir atau muara dari sebuah negara bangsa.

Pada dasarnya, lanjut Alissa Wahid, cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia adalah menjadikan rakyatnya memperoleh keadilan, kemakmuran, dan kehidupan yang sentosa. Oleh sebab itu, apa pun yang dilakukan pada skala bangsa dan negara seharusnya ditujukan untuk kepentingan rakyat.

“Dalam konsep demokrasi, ‘untuk rakyat’ berarti melibatkan rakyat. Harapan, aspirasi, dan kebutuhannya harus diperhatikan dalam menyusun dan mengelola kehidupan bersama. Jadi, rakyat tidak hanya menjadi penerima bantuan sosial, pasar ekonomi, atau sekadar pelengkap penderita,” tegas putri sulung mantan Ketua Umum PBNU itu.

Saat ini, Alissa Wahid melihat semangat berdemokrasi di Indonesia mulai meluntur, baik di tingkat masyarakat maupun di kalangan penyelenggara negara dan aktor- aktor politik lainnya, terutama partai politik. Hal tersebut, menurut Alissa Wahid, merupakan peringatan bagi bangsa Indonesia agar tidak melenceng dari kesepakatan sistem demokrasi yang telah dianut selama bertahun-tahun.

“Ini adalah alarm bagi kita semua,” tandas Direktur Jaringan GUSDURian Indonesia tersebut. Peringatan Haul KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ke-16 akan digelar pada Sabtu (20/12/2025) pukul 18.00–23.00 WIB, bertempat di Jalan Warung Silah No. 10, Ciganjur, Jakarta Selatan.

Acara ini akan dihadiri sejumlah tokoh nasional, seperti Nyai Shinta Nuriyah Wahid, Prof. Mahfud MD, KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), KH. Ubaidullah Shodaqoh, serta berbagai tokoh agama dan tokoh lintas iman lainnya. Sebagaimana tahun- tahun sebelumnya, agenda utama Haul Gus Dur ke-16 meliputi pembacaan tahlil oleh KH. A. Mu’adz Thohir dan doa oleh KH. Abdul Hakim Mahfudz. Acara akan diawali dengan pembacaan selawat oleh Azzam Nur Mukjizat dan hadrah dari Shoutul Munawwaroh, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Miftah Farid.

Sejumlah seniman turut memeriahkan acara, di antaranya Cak Kirun dan Tessy, Aurora Maica Madura (putri Yenny Wahid–cucu Gus Dur) juga akan tampil. Sebagai penutup, Budi Cilok feat. Michail Abel akan membawakan sejumlah lagu balada karya Iwan Fals, musisi legendaris yang karya-karyanya sarat dengan kritik sosial.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.