Mubadalah.id – Apabila Anda sedang hamil dan mengidap herpes, kemudian pada saat persalinan luka herpes di area kemaluan sedang kambuh, bayi berisiko tertular infeksi tersebut saat proses kelahiran. Bayi yang terinfeksi herpes dapat mengalami berbagai gangguan kesehatan yang membahayakan keselamatannya.
Karena itu, usahakan merencanakan persalinan sejak jauh hari bersama tenaga kesehatan. Apabila memungkinkan, lakukan persalinan di rumah sakit yang memiliki fasilitas operasi dan tenaga medis yang berpengalaman.
Dokter dapat mempertimbangkan tindakan operasi sesar agar bayi tidak melakukan kontak langsung dengan luka herpes di area kelamin saat proses persalinan.
Apabila persalinan tetap dilakukan secara normal, tenaga kesehatan dapat segera memberikan pemeriksaan, perawatan, dan pengobatan yang diperlukan kepada bayi setelah lahir untuk membantu mengurangi risiko dampak serius akibat infeksi herpes.
AIDS
AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome atau Sindrom Penurunan Kekebalan Tubuh. Penyakit ini bukan merupakan penyakit keturunan, tetapi dapat ditularkan dari ibu yang terinfeksi kepada bayinya selama kehamilan, persalinan, atau menyusui. Hal ini apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat.
AIDS disebabkan oleh infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). Virus ini dapat menular melalui hubungan seksual ketika darah, cairan vagina, atau air mani dari seseorang yang telah terinfeksi masuk ke dalam tubuh orang lain. Misalnya melalui hubungan seksual atau jalur penularan lainnya.
Dalam hubungan seksual tanpa perlindungan, perempuan secara biologis memiliki risiko lebih tinggi tertular HIV daripada laki-laki. Seseorang yang tampak sehat pun dapat membawa virus HIV tanpa menunjukkan gejala apa pun.
Oleh karena itu, jangan hanya mengandalkan penampilan fisik untuk menilai apakah seseorang terinfeksi HIV atau tidak. Hindari perilaku seksual yang berisiko dan lakukan langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi kemungkinan penularan.
Hingga saat ini belum ada obat yang dapat menghilangkan HIV dari dalam tubuh. Namun, pengobatan antiretroviral (ARV) dapat mengendalikan virus sehingga orang dengan HIV dapat hidup sehat, produktif, dan berumur panjang apabila menjalani pengobatan secara teratur. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 352.





Comments are closed.