Wed,27 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Jualan Risol demi Bayar Kuliah, Mahasiswi Asal Madura Ini Lulus Jadi Wisudawan Terbaik UIN Jakarta

Jualan Risol demi Bayar Kuliah, Mahasiswi Asal Madura Ini Lulus Jadi Wisudawan Terbaik UIN Jakarta

jualan-risol-demi-bayar-kuliah,-mahasiswi-asal-madura-ini-lulus-jadi-wisudawan-terbaik-uin-jakarta
Jualan Risol demi Bayar Kuliah, Mahasiswi Asal Madura Ini Lulus Jadi Wisudawan Terbaik UIN Jakarta
service

Jualan Risol demi Bayar Kuliah, Mahasiswi Asal Madura Ini Lulus Jadi Wisudawan Terbaik UIN Jakarta


Dalam satu hari, Mafatihatul Maghfirah atau yang kerap disapa Mafa bisa berperan sebagai mahasiswi sekaligus wirausahawan. Perempuan yang mengambil prodi Bahasa dan Sastra Arab UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini harus pintar-pintar membagi waktunya untuk menggarap tugas kuliah serta menyiapkan pesanan makanan dari media sosial, termasuk TikTok dan Instagram.

Apa yang dilakukan perempuan asal Madura ini semata-mata karena ia harus memikirkan biaya semesteran. Karena itulah, sejak semester dua, Mafa memilih berjualan makanan agar tidak terus membebani orang tuanya.

Mafa benar-benar menjalani kuliahnya sambil membangun usaha kecil bernama Kedai Kita. Dari dapur itu, ia membuat aneka jajanan seperti risol, brownies, dan bolu ketan yang kemudian dipasarkan lewat media sosial. Beberapa produknya bahkan sempat viral.

“Tidak ada kata gengsi dalam berwirausaha selama proses yang dijalani halal dan jujur,” kata Mafa.

Merantau dari Madura dan Tak Mau Jadi Mahasiswa Biasa

Mafa datang ke Jakarta dengan satu prinsip bahwa saat merantau, ia harus membawa hasil.

Menurutnya, kuliah jauh dari rumah akan terasa sia-sia jika dijalani tanpa target yang jelas. Oleh karena itu, sejak semester satu ia sudah membiasakan diri disiplin menjaga nilai dan aktif mencari peluang.

“Sejak semester satu, saya sudah menanamkan pola pikir untuk menjadi yang terbaik. Rasanya rugi kalau sudah merantau jauh-jauh tapi tidak berprestasi,” ungkapnya.

Cara berpikir itu yang membuat Mafa konsisten mempertahankan IPK tinggi selama kuliah. Tak hanya itu, di saat banyak mahasiswa masih bergantung pada kiriman bulanan, Mafa mulai belajar mandiri secara finansial.

Kuliah Sambil Jualan di TikTok dan Instagram

Memasuki semester dua, Mafa mulai serius berjualan makanan lewat TikTok dan Instagram. Produk yang dijual berupa jajanan yang disukai anak muda, mulai dari risol, brownies, sampai bolu ketan.

Keberadaan media sosial membuat mahasiswa seperti Mafa bisa menjangkau pembeli lebih luas tanpa harus memiliki toko besar. Cukup dengan video pendek dan promosi rutin, pesanan bisa datang dari berbagai tempat.

Memasuki semester enam, fokus Mafa terhadap usahanya semakin besar. Saat itu, ia mulai mengejar target biaya kuliah sekaligus persiapan wisuda.

Meski harus membagi waktu antara kuliah dan usaha, Mafa tetap menjaga performa akademiknya.

Lulus Cepat Lewat Jalur Publikasi Jurnal

Puncak perjuangan akademik Mafa adalah ketika ia mengambil program kelulusan cepat non-skripsi melalui jalur publikasi jurnal ilmiah.

Jalur ini membuat mahasiswa tidak perlu menulis skripsi. Sebagai gantinya, mereka harus menghasilkan artikel ilmiah yang layak dipublikasikan.

Pilihan Mafa untuk lulus lewat jalur jurnal diputuskan setelah ia mendapat tantangan dari Ketua Program Studi. Saat itu, kaprodi meyakinkan bahwa Mafa bisa menjadi wisudawan terbaik jika mampu menyelesaikan jurnal dan lulus di semester tujuh.

Mafa menerima tantangan itu.

Perempuan ini lalu menyusun jurnal berjudul A Comparative Study of Macro- and Microstructures in al-Muʿjam al-Wasīṭ, Oxford Advanced Learner’s Dictionary, and Great Dictionary of the Indonesian Language: Implications for Digital Lexicography.

Penelitian itu membahas struktur kamus dan kaitannya dengan pengembangan kamus digital. Leksikografi digital sendiri merupakan metode penyusunan kamus berbasis teknologi digital agar lebih mudah digunakan masyarakat modern.

Pada akhirnya, ia resmi lulus dalam waktu 7 semester sekaligus menjadi salah satu wisudawan terbaik pada Wisuda ke-140 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Bukan Wisudawan Terbaik Kebanggaannya, tapi Usaha Kecil yang Ia Rintis

Di akhir ceritanya, Mafa tidak banyak berbicara soal gelar wisudawan terbaik yang ia sandang. Ia malah menyoroti kebiasaan kecil yang sering disepelekan mahasiswa.

Menurut Mafa, kebiasaan sederhana seperti datang tepat waktu, tertib di kelas, atau tidak bermain ponsel saat dosen mengajar akan membentuk karakter setelah lulus nanti.

Hal-hal kecil itu yang selama ini ia pegang selama merantau di Jakarta.

“Jangan pernah meremehkan hal sekecil apa pun. Uang seratus ribu rupiah tidak akan pernah menjadi seratus ribu tanpa adanya uang seratus rupiah,” tuturnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.