Sun,26 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Kebiasaan Orang Kaya dalam Menggunakan Handphone di Tempat Umum

Kebiasaan Orang Kaya dalam Menggunakan Handphone di Tempat Umum

kebiasaan-orang-kaya-dalam-menggunakan-handphone-di-tempat-umum
Kebiasaan Orang Kaya dalam Menggunakan Handphone di Tempat Umum
service

Jakarta

Tahukah Bunda? Cara seseorang menggunakan handphone di tempat umum ternyata dapat mencerminkan kebiasaan sehari-harinya. Bahkan, sebagian orang meyakini pola tersebut juga berkaitan dengan cara seseorang mengelola waktu dan fokus.

Di tengah kemudahan mengakses media sosial, tidak sedikit orang menghabiskan waktu berjam-jam untuk terus scrolling layar handphone. Kebiasaan ini juga dilakukan untuk mencari hiburan atau mengalihkan pikiran dari rasa lelah dan tekanan.

Menariknya, ada anggapan bahwa orang kaya cenderung memiliki kebiasaan berbeda saat menggunakan handphone di tempat umum. Mereka dinilai lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi dan tidak terlalu bergantung pada layar untuk mengisi waktu luangnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir New York Post, ada anggapan bahwa kebiasaan doomscrolling, yaitu terus-menerus menggulir layar sambil mengonsumsi konten negatif, dapat menunjukkan tingkat ekonomi seseorang.

“Tahukah kamu menurutku apa yang akan menjadi salah satu penanda terbesar kelas sosial di masa depan, bahkan dalam waktu yang tidak lama lagi? Menurutku, itu adalah ketergantungan yang berlebihan terhadap teknologi,” ujar perempuan pengguna media sosial bernama Jamie dalam postingan di Instagram yang kemudian viral.

Jamie menjelaskan bahwa saat ini banyak orang, termasuk dirinya, mengalami ketergantungan terhadap dopamin sehingga menghabiskan waktu berjam-jam untuk menggulir media sosial.

Menurutnya, hal itu dilakukan karena merasa kewalahan dengan semua hal yang sedang terjadi, dan ia membutuhkan istirahat.

Ia juga berpendapat bahwa orang yang sering melakukan doomscrolling dan merasa membutuhkan waktu istirahat dari kehidupan sehari-harinya adalah mereka yang terlalu banyak bekerja hingga mengalami kelelahan alias burnout.

Menurutnya, kondisi tersebut kemungkinan besar tidak dialami oleh orang-orang yang hidup berkecukupan. Menariknya, pendapat Jamie dinilai cukup masuk akal.

“Orang-orang berpenghasilan lebih tinggi, lebih kaya, atau lebih makmur… Kita jarang melihat mereka atau anak-anaknya menjadi ‘iPad kids’. Sebaliknya, mereka cenderung mengikutsertakan anak-anaknya dalam berbagai kegiatan. Anak-anak yang tumbuh dengan baik biasanya bukan mereka yang terlalu bergantung pada teknologi,” ungkap Jamie.

Menurutnya, hal tersebut masuk akal. Semakin seseorang kelelahan karena harus bekerja keras demi memenuhi kebutuhan hidup di tengah kondisi ekonomi yang sulit, semakin besar juga kemungkinan mereka menghabiskan waktu untuk menggulir media sosial sebagai pelarian dari tekanan sehari-hari.

Tentu saja, postingan Jamie pun langsung dibanjiri komentar netizen yang mengaku terkejut sekaligus setuju dengan pendapat tersebut.

“Saat saya menyadari bahwa fenomena ‘iPad kids’ berkaitan dengan kondisi ekonomi, saya berhenti menyalahkan para orang tua,” tulis salah satu pengguna.

“Menarik sekali, karena meski dianggap sebagai cara untuk bersantai dan sebuah kemewahan, sebenarnya ini justru menjadi bentuk relaksasi yang melelahkan dan toxic,” komentar pengguna lainnya.

“Para miliarder tidak melakukan doomscrolling karena mereka tidak memiliki ancaman besar yang harus dihadapi,” ungkap netizen lain.

Terlepas dari siapa yang melakukannya, para ahli mengatakan doomscrolling merupakan kebiasaan buruk yang berdampak negatif pada kesehatan, terutama jika dilakukan sebelum tidur.

Platform media sosial memang dirancang untuk menarik orang masuk ke dalam aplikasi, lalu membuat mereka bertahan selama mungkin.

Akibatnya, ketika waktu tidur tiba, banyak orang sengaja memilih mengorbankan atau menunda tidurnya demi terus menggulir handphone atau menonton televisi. Tidur akhirnya menjadi hal yang dikorbankan sepanjang hari.

Itulah kebiasaan orang kaya dari cara menggunakan handphone. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/rap)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.