Tue,28 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Laki-Laki dan Perempuan Setara sebagai Subjek Amal Salih

Laki-Laki dan Perempuan Setara sebagai Subjek Amal Salih

laki-laki-dan-perempuan-setara-sebagai-subjek-amal-salih
Laki-Laki dan Perempuan Setara sebagai Subjek Amal Salih
service

Mubadalah.id – Al-Qur’an menegaskan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan setara sebagai subjek yang bertanggung jawab dalam menjalankan amal salih.

Prinsip ini menjadi salah satu fondasi penting dalam paradigma kesalingan yang menempatkan kedua jenis kelamin sebagai pelaku aktif dalam membangun kehidupan yang baik di dunia serta meraih kebahagiaan di akhirat.

Penegasan tersebut antara lain tercantum dalam QS. an-Nisa ayat 124 yang menyatakan bahwa siapa pun yang mengerjakan amal salih, baik laki-laki maupun perempuan, dan beriman, akan masuk surga serta tidak dizalimi sedikit pun.

Frasa “min dzakarin aw untsā” dalam ayat itu menunjukkan bahwa standar penilaian dalam ajaran Islam tidak berdasarkan pada jenis kelamin. Melainkan pada iman dan perbuatan.

Ayat tersebut dipandang sebagai pernyataan teologis yang menegaskan prinsip keadilan ilahi. Dalam konteks masyarakat yang kerap menilai seseorang berdasarkan status sosial atau jenis kelamin. Al-Qur’an justru memindahkan ukuran nilai kepada kualitas amal dan keimanan.

Penegasan bahwa tidak ada kezaliman sedikit pun menunjukkan bahwa ganjaran spiritual tidak mengenal diskriminasi.

Sejumlah kajian tafsir menyebutkan bahwa konsep ini tidak hanya berkaitan dengan kehidupan akhirat, tetapi juga memiliki implikasi sosial di dunia. Amal salih dipahami sebagai ruang terbuka bagi seluruh manusia untuk berkontribusi dalam kehidupan bersama. Baik dalam ranah keluarga, masyarakat, maupun peradaban secara luas.

Dengan demikian, laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki legitimasi untuk berperan aktif dalam berbagai bidang kehidupan.

Oleh karena itu, prinsip tanggung jawab ini memperlihatkan bahwa ajaran Islam menempatkan keduanya sebagai subjek yang setara dalam menjalankan kewajiban etis. Bukan sebagai pihak yang saling menggantikan atau mendominasi satu sama lain. []

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.